MY SWEET GIRL (CHAPTER 3)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

 

PART. 3 . . .

 

Mentari kembali dengan sinar energinya. Angin yang berhembus cukup  tenang menemani udara sejuk di pagi yang menjelang siang ini seolah mendukung kegiatan di sekolah ini. Saat ini Tim Basket “Blue Light” sedang berlatih untuk pertandingan nasional dua minggu mendatang. Dimana akan ada Kejuaran SMA Nasional dalam bidang akademis dan non akademis.

Keringat yang bercucuran dari dahi hingga membasahi pipinya membuat kesan seksi semakin tinggi pada Pria bernama Cho Kyuhyun ini.

Beberapa kali ia melirik arah sudut jauh lapangan namun yang ia harapkan tidak pernah nampak lagi. Apa ia sudah bosan menontonku? Pikir Kyuhyun dalam hatinya.

Kyuhyun berlari seraya mendrible bola dan hendak melompat untuk mencetak poin, namun matanya menangkap sosok yang ia tunggu. Kyuhyun tersenyum dan menatap lembut arah itu, namun itu membuatnya kehilangan bolanya. Seseorang menyadarkannya.

“Yaa Kyuhyun-ah!”

“eoh?” ia baru mnyadari akan hal itu.

Setelah selesai ia berjalan menghampiri sosok perempuan yang membuatnya terkecoh.

Beberapa siswi mulai tidak bisa tenang dengan apa yang dilakukan Pria tampan ini.

Lagi dan lagi apa yang dilakukan Kyuhyun membuat gadis ini terdiam tak berkutik. Kyuhyun nampak sangat terpusat pada sebuah nam tag yang terpasang di seragam milik gadis berambut coklat ini.

‘Park Hyo Won’ eja Kyuhyun dalam hatinya. Setelah itu kemudian ia berlalu begitu saja. Tanpa mengatakan ataupun melakukan sesuatu pada Park Hyo Won.

“chankkamman!!” ucapan itu membuat Kyuhyun berhenti namun tanpa berbalik untuk melihat gadis ini.

“aku ingin mengembalikan sapu tangan milikmu. Dan . . . Gomawoyo!” setelah mendengar itu Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya tanpa peduli teriakan-teriakan dari Park Hyowon.

“Yaa Cho Kyuhyun-ssi!”

“Haish!! Dia sombong sekali.”

– – – –

Park Hyo won berjalan di lorong sekolah yang cukup ramai karena memang sekarang waktunya istirahat. Ia tak berniat untuk tidur karena memang ia tidak bisa tidur. Untuk ke perpustakaanpun ia sangat malas. Otaknya terus memikirkan Cho Kyuhyun.

“Hey!” sapaan seseorang itu membuatnya terkejut.

“Eoh? Ahjussi?”

“Dewi Hujan!” seseorang berteriak dari arah belakang.

“Annyeong haseyo!”

“Perkenalkan Aku guru baru di sekolah ini! Lee Hyuk Jae imnida”

“Perkenalkan Aku murid baru di sekolah ini! Lee Dong Hae imnida”

“mwo?”

Seorang Pria dewasa yang ia tolong waktu lalu ialah Lee Hyuk Jae, seorang dosen yang memiliki tugas untuk menjadi pengajar di sekolah Hyo Won selama 1 tahun. Dan mulai hari ini Hyuk Jae juga menjadi tetangganya.

Lee Donghae, Sepupu Cho Kyuhyun kini bersekolah di sekolah yang sama dengan Kyuhyun, dan satu kelas yang sama dengan sepupunya ini. Dalam waktu beberapa jam ia sudah menjadi pusat perhatian karena ketampanan dan kedekatan dengan Kyuhyun.

Bedanya, Lee Donghae lebih menyukai musik daripada Olahraga. Dan ia tidak terlalu pandai dalam bidang akademis. Ia juga lebih ramah terhadap orang lain khususnya Para Guru dan Murid perempuan.

– – –

“Bagaimana?” tanya Heechul penasaran.

“apanya yang bagaimana?” Hyowon balas menanyakan.

“Yaa! Bagaimana sekolahmu hari ini, aniya maksudku Yeojachingu-ku!” Heechul menjelaskan pertanyaannya.

“Molla! Yang jelas ada Pria tampan seperti Cho Kyuhyun tapi dengan sifat tidak seperti dia. Donghae sunbae sangat baik dan ramah. Bahkan senyumnya sangat manis. Gadis yang melihat senyumnya akan langsung jatuh cinta padanya. Ia juga pandai bernyanyi dan sangat romantis!” jelas Park hyo won membuat Heechul buru-buru menelpon Park Aerin.

“Yaa! Chagiya, apa kau tertarik dengan siswa baru itu huh?” . . .“jinjja?” . . . “jangan berani-berani tertarik pada namja lain eoh?” . . . “nde!! Saranghae”

“Hah! Syukurlah! Kurasa pria yang hampir sempurna itu tidak mampu membuat cinta kami runtuh.”

“Haishh!! Kalian sangat menyebalkan!” umpat gadis ini kembali berdiri di depan meja utama.

“Selamat Datang di Café – “

“Kau!”

“Kyu- Kyuhyun – “

“eoh! Dewi Hujan kau bekerja disini?”

“ah ye~ kalian mau pesan apa?” tanya hyo won sembari melemparkan senyum pada Donghae, hal itu membuat Kyuhyun tidak senang. Ia kemudian berbalik.

“Tidak jadi!”

“Yaa! Cho Kyuhyun! Haishh Geu Namjaga!! Mianhaeyo, kurasa dia sedang stress hahaha, annyeong Dewi Hujan!”

“nde~ Annyeong!”

“Hwaah . . . hampir saja aku tidak bisa bernafas!”

‘Hum~ ada apa dengan pria itu? Apa dia begitu membenciku? Lalu yang kemarin itu apa?’ kembali Hyowon memikirkan pria yang sudah membuatnya tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa hari ini.

“Yaa! Apa itu si murid baru? Woaa~ dia memang cukup tampan! Ah Kurasa aku harus mengubah penampilanku.” Ujar Heechul menata rambutnya dengan kedua tangannya.

“Terserah!”

“Selamat Sore noona cantik !!” sapaan itu membuat Hyo won tersadar dari pikirannya.

Ia yang sedang duduk di sebuah kursi yang berada di café tempat ia bekerja ini mendongakkan kepalanya untuk sekedar melihat seorang pria yang sudah tidak asing lagi dengannya.

Laki-Laki ini duduk tepat di depannya. Ia menebar senyum manisnya dan menampakkan wajah tampannya.

“Waeyo? Noona sepertinya terlihat tidak bersemangat, Gwenchanayeo?” tanya Laki-Laki bernama Goo Song Jae.

Ia adalah pelanggan setianya, ia merupakan siswa kelas tiga SMP dimana usianya saat ini 15  tahun.

“Ada apa? Kau mau minum apa?” tanya Hyo won tanpa menjawab pertanyaan Song Jae.

“Aku tidak ingin minum apa-apa, aku hanya ingin melihatmu. Kau terlihat sangat cantik saat bekerja. aku jadi tidak sabar untuk menjadi dewasa dan melamarmu.”

“Haish! Jinjja!”

Goo Song Jae memang sangat menyukai Park Hyo Won, Gadis ini merupakan cinta pertamanya. Entah itu cinta monyet atau apa ia tidak peduli. Jelasnya ia sangat menyukai gadis yang ia panggil noona ini. Hampir setiap hari ia berkunjung ke tempat Hyo Won bekerja.

Awalnya ia sering membolos bersama teman-temannya, namun karena ucapan-ucapan Hyo Won yang terdengar sangat pedas itu, membuatnya lebih sering masuk sekolah. Song Jae sangat suka saat Hyo Won tersenyum ketika bekerja, menurutnya ia terlihat sangat cantik. Entahlah! Meski hyo won tak menanggapi serius hal itu ia tidak bosan untuk menyukai gadis yang berusia 2 tahun lebih tua darinya itu.

“apa kau membolos lagi huh?” tanya Hyo won membuat song Jae sedikit gugup.

“a – aniya . . . aku .. aku tidak membolos” rupanya Song Jae berbohong. Bahkan Hyo won bisa mengetahui hal itu. Mereka telah saling mengenal selama 1 tahun.

“Yaa! Gojitmal . . . Geurae! Aku tidak ingin berbicara dengan seorang pembohong dan pembolos.”

“Yaa, noona jangan seperti itu! Nde, aku membolos hari ini. Aku sedang malas masuk kelas. Guru mata pelajaran matematika selalu memojokkanku dan mempermalukanku. Aku malas! Dia begitu menyebalkan.” Jelas Song Jae. Ia nampak tidak menyukai guru matematika yang ia sebut itu.

“itu karena kau tidak pandai! Cobalah belajar, kau ini malas sekali.”

“aku tidak peduli, yang jelas aku tidak pernah malas untuk menyukaimu.”

“Haah~ aku mulai bosan, aku harus kembali bekerja! Jangan menggangguku! Bye~”

“Yaa ! noona Hwaiting!! Jangan terlalu lelah~ aku tidak ingin kau sakit!” teriak song jae pada Hyowon yang berjalan pergi menuju dapur.

 

– – – –

 

Matahari cukup terik hari ini. Hyo Won berniat untuk berteduh dibawah pohon usai mengikuti pelajaran olahraga dilapangan. Tubuhnya merasakan lelah setelah berlali beberapa putaran lapangan.

Saat ia asik melihat keramaian lapangan yang dipenuhi para murid laki-laki itu, tiba-tiba saja –

 

*BYURR!

 

Sebotol penuh air minum itu berhasil menerjangnya dari puncak kepala.

Tak dapat dipungkiri kepala dan badannya bahkan celanya basah akibat siraman air dari atas itu.

“Yaa! Apa-apaan ini?” pekik hyo won bangkit dan merasa kesal atas perbuatan siswi-siswi yang berada disampingnya ini.

“aku hanya membantu mendinginkan tubuhmu, adik kelas” ucap Hye Ri dibalas tawaan dari teman-temannya ini.

“kemarin kami bertanya pada Kyuhyun Oppa tentang kedekatan kalian, dan sesuai dengan yang kuduga bahwa kau yang menggodanya. Itu yang ia katakan. Dan kurasa ini adalah hadiah untukmu karena telah menggoda Kyuhyun-Ku”

 

*Flashback*

“Oppa, ada hubungan apa kau dengan adik kelas itu! Apa kau menyukainya eoh? Atau – “

“anio!”

“lalu kenapa kau terlihat dekat dengannya, kemarin kudengar kau bersamanya di dekat stasiun. Apa dia menggodamu huh?”

“nde, dia menggodaku.”

*Flashback End*

 

“Jika Kau melakukan hal-hal yang membuat Kyuhyun Oppa tidak nyaman, kami akan memberikan hadiah yang lebih banyak lagi untukmu,”

Hyo won merasa sangat marah dan tidak terima akan hal ini. Bahkan ia tidak menyangka mengapa bisa Kyuhyun mengatakan hal itu.

Siapa yang menggodanya? Cih! Menjijikan. Ucapnya dalam hati.

Baru kemarin ia merasa luluh akan perbuatan Kyuhyun padanya, kini ia merasa kembali muak akan pria bermarga Cho itu.

Dari arah yang cukup jauh itu Kyuhyun melihat pemandangan yang sangat mengganggunya. Ia ingin sekali menghampiri gadis itu, namun kembali mengurungkan niatnya.

Dengan tergesa-gesa ia berjalan untuk segera menuju tempat dimana loker berisi baju gantinya berada.

Namun ketika hendak berbelok langkahnya terhenti saat ia melihat kyuhyun berdiri memandangnya seraya bersandar di dinding dengan kedua tangan di dadanya.

Saat ini ia begitu emosi, ia bahkan dengan sengaja menampakan kebenciannya terhadap Kyuhyun. ia membuang muka seolah tidak ingin melihat wajah pria yang terlihat seperti menunggunya.

“Haishh! Eottohke? Aku tidak membawa pakaian dalam ganti. Gara-gara yeoja-yeoja itu bajuku basah! Jinjja, eottohke? Jika seperti ini baju gantiku akan ikut basah … dan aaaarrgg!! Eottohke??”

Suara keluhan itu terdengar jelas oleh kyuhyun yang sepertinya merasa bersalah akan apa yang terjadi pada Hyo won. Cho Kyuhyun memang orang yang kurang sopan, tapi baru kali ini ia mendengarkan seseorang yang berada di kamar mandi dari balik pintu.

Hyo won keluar dengan wajah sedih dan frustasi.

Lagi-lagi ia merasa kesal saat Kyuhyun kembali menampakkan wajah dingin khas milik cho Kyuhyun di hadapannya.

“pakailah ini!” *Bruk* Kyuhyun melemparkan sweeter abu miliknya pada Hyowon.

Ia terkejut, namun kekesalannya itu mengalahkan semua. Ia melakukan hal yang sama dengan kyuhyun

“Shireoyo!” *Bruk* Hyowon melemparkan sweeter itu pada pemiliknya. Apa yang dilakukan Yeoja dengan tinggi 160 itu membuat Kyuhyun marah, terlihat sekali Kyuhyun mengepalkan tangannya merasa geram akan sikap park hyo won padanya.

Hyo Won berjalan ke arah kursi yang berada di halaman di belakang kelas. Ia sengaja duduk di tempat panas ini untuk mengeringkan bajunya.

“dasar gadis bodoh” umpat Kyuhyun merasa sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan Hyo Won saat ini.

Ia berada tepat di bawah teriknya sinar matahari, ia berencana 30 menit berada disana sebelum pelajaran selanjutnya dimulai. Halaman ini cukup sepi karena memang cuaca sangat terik, para siswa yang lain memilih untuk berada di perpustakaan ataupun ruang kelas.

Awalnya Kyuhyun ingin pergi dan tidak peduli dengan apa yang sedang gadis itu lakukan namun setelah melihat jam yang melingkar di tangannya ia terkejut. Sudah lebih dari 15 menit Gadis itu berada di tempat panas itu, sudah lebih dari 15 menit pula Cho  Kyuhyun memandangnya tanpa beralih sedikitpun.

Tanpa berucap Kyuhyun menarik tangan Hyo won membawanya ke tempat yang cukup teduh.

“Yaa, Lepaskan aku!” teriak Hyo won mencoba melepaskan cengkraman dari Pria ini.

“apa kau bodoh huh? Jika kau berjemur seperti ini kau bisa pusing. Kau pikir dengan seperti itu pakaian dalammu akan kering huh?” pekik Kyuhyun membuat Hyo won terkejut.

“Yaa! Dasar Namja Mesum.”

“MWO?”

“Ah Terserahlah! Lagipula ini bukan urusanmu. Pergilah! Aku tidak ingin berada di dekatmu, kau hanya membawa masalah untukku. Ini semua gara-garamu Cho Kyuhyun!”

“Arraseo! Dasar Gadis bodoh!”

“Kau yang bodoh!”

Hyo Won berjalan dengan emosi yang tergambar jelas dari wajah dan kepalan tangannya.

Saat hendak masuk ke dalam kelasnya, ia melihat Donghae sedang berjalan menghampirinya.

“eoh? Donghae sunbae! Tunggu sebentar, aku ingin mengembalikan milikmu.” Ucap Hyowon  membuat Donghae diam dan tersenyum menunggu apa yang ia maksud.

“ige, maafkan aku baru mengembalikan jaketmu. Euk’” Cegukkan Hyo won membuat Donghae terkejut.

“apa kau kedinginan? Tapi bukankah hari ini cuaca sangat panas. Dan . . . wajahmu terlihat memerah dan pucat seperti itu? Apa kau sakit?”

“euk’ ! a- aniyo. Aku baik baik saja.”

“lalu kenapa kau cegukkan? Sudahlah! Pakai saja, saat ini kau membutuhkan itu. Aku harus buru-buru ke kelas.. pakailah!” donghae tersenyum seraya mengacak-ngacak rambut Hyowon lembut membuat gadis yang gemar mendengarkan musik ini tersenyum malu.

Sedangkan kyuhyun yang terus memperhatikan mereka tersenyum pahit seolah menggambarkan bahwa ia tidak suka saat donghae bersama hyowon.

Guru Lee masuk ke dalam ruang kelas dimana Hyo Won berada. ia berjalan menuju mejanya, namun melihat seseorang memakai jaket tebal ia terdiam dan menoleh.

“Park hyo won, kenapa dicuaca panas saat ini kau mengenakan jaket di dalam kelas?” tanya Lee Hyuk Jae.

“mianhae euk’ . . . aku hanya sedikit tidak enak badan euk’ “ rupanya cegukkannya belum sembuh.

“Jeongmal? Ah , baiklah kalau begitu aku ijinkan kau untuk memakainya. Jagalah kesehatanmu agar kau tidak sakit.” Nasihat Guru Lee terdengar sangat menyenangkan baginya.

“nde, algeuseyo . . . gamsahamnida”

– – – –

Park Hyo Won berjalan di dalam keramaian siswa-siswa yang hendak pulang. Jam pelajaran sudah usai.

Cegukkannya sudah hilang, namun ia merasakan perutnya sedikit sakit. Ia menghubungi Kim Heechul bahwa hari ini ia tidak bisa bekerja. Dengan memakai jaket tebal di siang hari yang panas ini ia cukup terlihat aneh oleh orang-orang di sekitarnya. Hyo won duduk diujung tempat duduk dekat tiang penyangga halte. Ia bersenandung mengikuti suara yang terdengar di telinganya lewat headphone yang terpasang.

“Apa yang sedang kau lakukan? Cepatlah pulang! Kau bisa masuk angin jika terus seperti ini.”

Suara itu membuat Hyowon menghentikan aktivitasnya. Volume di headphonenya memang rendah membuatnya masih bisa mendengar suara-suara di sekitarnya.

Ia melepaskan perangkat itu dan kemudian mendongakkan kepalanya untuk mengetahui siapa yang mengajaknya berbicara.

“Kau lagi?” Hyowon terheran melihat lagi-lagi kyuhyun berada di hadapannya.

“pergilah, aku sedang tidak ingin melihatmu!”

“Kau memang keras kepala.”

“Mwoya? Kenapa kau terlihat seperti memberikan perhatianmu padaku huh?”

“mwo? Memberikan perhatian? Haha ~ kau gila.”

Gadis ini rupanya tidak ingin menanggapi ocehan Cho Kyuhyun, ia memilih untuk pergi dan berlalu begitu saja. Namun sebelum itu, terlebih dahulu Kyuhyun menahannya.

“Apa lagi?” tanya Hyowon malas.

“Apa ini jaketku huh? Kau memakai jaketku? Darimana kau mendapatkannya?” tanya kyuhyun sangat yakin jaket yang dikenakan hyowon saat ini adalah miliknya.

“mwo? Haha~ apa kau bercanda? Ini bukan milikmu Tuan Cho, ini jaket Donghae Sunbae!” Hyowon menyalahkan pengakuan Cho Kyuhyun dan merasa itu adalah lelucon yang sengaja pria ini buat untuk menahannya. Entah kenapa rasanya Hyowon semakin membenci sosok pria yang sebelumnya ia sukai itu.

“Yaa! Apa Dia mengakui benda milikku huh? Ah Jinjja! Bukankah jaket ini tertinggal di mobilnya saat hujan waktu itu? Ini milikku!” pekik Kyuhyun seraya menunjuknya.

Memori Hyo won berputar ke waktu dimana Cho Kyuhyun dan Donghae pergi ke café tempatnya bekerja. Hingga donghae memberikan jaket itu padanya. Ia mengingatnya bahwa kyuhyunlah yang sebelumnya memakai jaket itu.

‘Benar!’

“arraseo, aku akan melepaskannya.” Ucap Hyo won hendak membuka jaket itu. Sebenarnya ia merasa malu dan tidak enak.

“andwae!” cegah Kyuhyun

“aku tidak ingin menerima jaket itu lagi. Apalagi itu sudah dipakai olehmu. Shireo! Ambil saja untukmu!” kyuhyun berbalik dan melangkahkan kakinya pergi menuju mobilnya.

“mwo? Apa dia gila? Hah~ aku tidak mengerti dengan tingkahnya itu!” Hyowon melihat mobil silver milik Cho kyuhyun melesat dengan kecepatan normal. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada jaket yang sedang ia kenakan. Awalnya ia ingin melepaskan itu, namun sebenarnya ia menyukai jaket yang sudah 2 kali membuatnya lebih hangat. Dan entah kenapa ia jadi sangat menyukai jaket ini. Jaket Cho Kyuhyun.

‘ada apa dengan Kyuhyun Oppa? Kenapa dia jadi seperti ini? Kenapa sifatnya membuatku bingung? Kenapa ia terlihat seperti . . . peduli padaku?’

 

– – –

“yeoboseyo!”

“Woaa~ Oppa! Akhirnya kau menelponku juga! Oppa, bogosipheo” pekik Hyowon sangat senang mendengar suara kakaknya ini.

“Tadi pagi Aboeji menyuruhku untuk menghubungiku. Aku akan ke korea 2 bulan mendatang.”

“jinjja? Woaa~ aku sudah tidak sabar! Apa kalian terlalu sibuk eoh? Kenapa baru hari ini mengabariku?” Hyo Won nampak sedikit sedih.

“nde, kami sangat sibuk. Bagaimana kabarmu?”

“aku sangat baik, apalagi hari ini. Aku sangat senang bisa mendengar suara Oppa. Huaachiim~” dengan segera ia menutup mulutnya.

“kau sakit? Apa kau flue?” tanya Jungsu dengan nada yang terdengar khawatir.

“aniya~ hanya ada banyak debu disini, aku sedang membersihkan meja belajar.”

“baguslah! Nanti kuhubungi lagi”

“Woaa~ jinjja!! Aku jadi tidak sabar menunggu kedatanganmu oppa! Senangnya~”

“Geurae, aku harus melanjutkan pekerjaanku. Take care of yourself, bye!”

“Oke, see you Oppa! You too. I Love you.”

Mendengar kabar itu Park hyo won begitu senang. Ia memegang erat ponselnya dan melompat lompat kecil dan tersenyum lepas mendengar bahwa orang yang ia rindukan akan segera datang.

–  – – –

 

To Be Continue . . .

Advertisements

3 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s