OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 18)

our complicated marriage by wona

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Drama Romance, Married Life

Length : Chapter, Longshoot

Rating : PG 17

Casts : Cho Kyuhyun – Park Hyowon – Lee Donghae – Lee Hyukjae – Yoon Soojin – Byun Baekhyun – Oh Sehun – Henry Lau and Other Casts.

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t ‘copas’, and don’t bash!

 

Author’s Notes : Hallo Readers! Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat dan bahagia, lagi-lagi maaf aku baru bisa menyapa kalian dengan chapter 18 yang cukup lama. Maaf udah bikin kalian nunggu dan bolak-balik ngecek blog ini apakah chapter 18 nya udah diposting atau belum. Aku saranin buat follow blog ini supaya dapet pemberitahuan via email ketika aku posting di blog ini. Dan terima kasih banget buat seluruh reader terutama yang selalu ngasih komentarnya.

Di Chapter 18 ini cukup panjang, sekitar 12.000+ words jadi mungkin kalian akan bosan dan sebagainya, disini juga puncak konfliknya. Ya, kerumitan akan terbongkar di chapter ini. Aku juga bikin Cover yang baru karena udah mau mendekati ending dan hanya akan fokus pada Kyuhyun dan Hyowon.

And the last, Kyuhyun lagi menjalani wajib militer saat ini, semoga The King of FF itu selalu diberi kesehatan dan melakukan tugas negaranya dengan baik. Stay healthy and comeback safely ^^ Oh ya, setelah kalimat “To Be Continue”. Kalian baca juga notes yang dibawahnya ya. Terima Kasih!

 

 

*** Happy Reading … Typo is Magic!

 

Preview Chapter 17 . . .

“Apa yang kau lakukan, huh? kau masih membelanya?” Kyuhyun berusaha untuk melepaskan pelukan istrinya, tetapi tidak bisa. Hyowon semakin mengeratkan pelukannya, dan Kyuhyunpun tidak mampu untuk mengeluarkan tenaganya untuk melepaskannya. Akan berbahaya jika Kyuhyun mengerahkan tenaganya hanya untuk menjauhkan tangan yang memeluknya itu. Ada Calon bayinya di dalam perut istrinya.

 

“Dia sama sekali tidak menyakitiku, jangan menyakitinya. Ayo kita pulang.” Ucap Hyowon yang terdengar seperti gumaman karena wajahnya yang terlalu menempel pada dada Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap Baekhyun dengan tatapan membunuhnya, ia menghembuskan nafasnya dengan kasar merasa tak berdaya saat ini.“Geurae, kajja!” jawab Kyuhyun dengan penuh penekanan, terlihat sangat jelas bahwa pria itu sedang menahan emosinya yang membuncah di dalam dirinya. Melempar tatapan dinginnya untuk Baekhyun yang masih menatapnya tanpa ekspresi.

 

Hyowon mendongakkan kepalanya, melihat Kyuhyun dengan penuh harap. Dan perlahan melepaskan pelukannya. Keduanya membalikkan tubuhnya bersiap untuk melangkah, akan tetapi Kyuhyun cepat membalikkan tubuhnya lagi dan…

 

*Bugh!

 

Satu pukulan keras tepat mengenai wajah Baekhyun hingga pria itu tersungkur ke lantai. Hyowon memekik tertahan ia menutup mulutnya dengan wajah terkejut. Petugas Kang yang sedari tadi menunggu di lantai bawah bersama Donghae dan Hyukjae itu akhirnya menaiki tangga untuk menghampiri Baekhyun.

 

“Kyuhyun-ah…”

 

Kyuhyun menoleh saat mendengar istrinya yang menggumamkan namanya dengan nada sangat rendah. Wajahnya panik melihat Hyowon yang memegangi perutnya, dan terlihat kesakitan.

 

“Wae? Apa perutmu sakit, huh?” Kyuhyun bertanya dengan nada cemas seraya tangannya yang menyentuh perut istrinya. Baekhyun yang terbaring di lantai itu mendongakkan kepalanya, ia juga merasa cemas melihat Hyowon kesakitan.

 

“Hyo, gwenchanna?” tanya Baekhyun dengan sudut bibir yang berdarah. Petugas Kang membantunya untuk bangun.

 

Mendengar Baekhyun mengkhawatirkan istrinya itu, Kyuhyun merasa tidak suka dan berniat untuk kembali memukulnya. Akan tetapi Hyowon yang melihat hal itu segera meraih tangan Kyuhyun hingga suaminya menatapnya.

 

“Aku ingin pulang, kumohon!” Kyuhyun mengangguk, ia segera membawa tubuh istrinya dengan kedua tangan kekarnya. Hyowon sedikit terkejut, ia memberikan tatapan memohon untuk menurunkannya karena ia bisa berjalan sendiri. Tapi Kyuhyun tidak menanggapinya. Ia tetap menggendong istrinya menuruni anak tangga dengan mudah hingga berjalan keluar menuju mobilnya dengan pintu yang terbuka.

 

Hyukjae dan Donghae sudah siap disana. Hyowon dan Kyuhyun memasuki mobil mewahnya, setelah pintu tertutup Hyukjae menyalakan mesin mobil dan membawa mereka meninggalkan tempat ini dengan diikuti beberapa mobil di belakangnya.

 

“Kau ingin makan atau minum sesuatu? Atau kau memerlukan sesuatu? Apa perutmu masih sakit?” tanya Kyuhyun yang masih khawatir.

 

“Aku hanya membutuhkanmu.” Jawab Hyowon.

 

Kyuhyun mendekatkan tubuh Hyowon padanya agar istrinya bisa bersandar pada dadanya. Ia melingkarkan tangannya di punggung istrinya dan mendekapnya sangat erat. Kemudian bibirnya mencium puncak kepala istrinya dengan penuh cinta.

 

“Maafkan aku.”

 

 

. . . Chapter 18 . . .

 

Sesampainya di rumah besar mereka, Kyuhyun membawa istrinya duduk bersamanya di sofa dengan lembut. Rasa takut yang sebelumnya bersarang di dalam pikirannya kini mulai melebur bersama hembusan nafasnya yang lebih teratur. Sekarang, Kyuhyun bisa bernafas dengan cukup benar karena telah melihat istrinya yang selalu ia genggam tangannya dengan erat dan hangat.

 

“Kau sungguh baik-baik saja? Apa bayi kita baik-baik saja? Katakan padaku dengan jujur jika memang dia menyakitimu!” Kyuhyun kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama entah keberapa kalinya. Pria tampan itu sudah menanyakan kondisi Hyowon dan janinnya berulang kali saat mereka di dalam mobil tadi.

 

“Aku sungguh baik-baik saja, dia benar-benar tidak menyakitiku. Dia hanya berusaha untuk melindungiku, meskipun…”

 

“Tidak perlu membelanya! Aku tidak ingin mendengarnya! Melindungi? Hah, aku cukup muak dengan kata itu.” Kyuhyun memotong ucapan Hyowon dengan cepat, ia benar-benar tidak bisa bersabar dan berlapang dada saat istrinya terus menerus membela sepupunya. Emosinya kembali meningkat, namun ia mencoba meredamnya dengan mengepalkan tangan besarnya.

 

“Aku akan membuatnya kembali ke Prancis, dan kali ini dia tidak bisa hidup bebas seenaknya!”

 

“Kyuhyun-ah!” sorot mata Hyowon menajam, wajahnya menampakkan ketidakterimaan atas apa yang telah Kyuhyun katakan dengan jelas.

 

Kyuhyun tersenyum hambar, ia menautkan kedua alisnya dengan masih menatap wajah istrinya. “Apa? Kau ingin mencegahku untuk melakukannya? Tidak bisa Nyonya Cho!”. Kyuhyun telah memutuskannya, tidak ada yang bisa merubah keputusan itu, pikirannya sudah dibakar dengan keyakinannya sendiri tentang sosok Baekhyun yang berusaha menghancurkannya. Pria itu terlalu percaya diri dengan anggapannya sendiri.

 

Hyowon menundukkan wajahnya, ia sedikit tidak punya nyali untuk menatap suaminya. Gadis itu tidak bermaksud untuk membela pria lain di depan suaminya, akan tetapi suaminya juga harus tahu kebenarannya. Hyowon menelan ludahnya dengan penuh tekanan, ia mengingat bagaimana sahabatnya hidup selama ini.

 

“Dia kesepian, Baekhyun memerlukan perhatian dari orang-orang terdekatnya. Termasuk sepupunya, kau!” Hyowon menatap wajah Kyuhyun dengan penuh harap, kedua pasang mata itu saling menangkap dengan jantung yang berdebar tak normal. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dengan kesal.

 

“Omong kosong!”

Kyuhyun mengumpat, ia benar-benar tidak habis pikir bagaimana seorang Park Hyowon sangat percaya dengan sahabatnya itu. Namun kali ini ia benar-benar harus menahan kadar emosinya yang selalu meningkat dengan cepat itu, Kyuhyun merindukan istrinya. Sangat!

 

Hembusan nafas yang terasa seperti mengeluarkan batu besar yang mengganjal di dalam dadanya itu lolos dengan susah payah, ia kembali menatap wajah Hyowon dengan mata yang melembut. Tatapannya menjadi hangat dan terlihat jelas bahwa kerinduan masih bersarang dalam hati Cho Kyuhyun.

 

“Hentikanlah, Won! Apa kau tidak lelah, huh? Kemarilah, aku sangat ingin memelukmu. Selalu!”. Kedua tangan Kyuhyun terulur menarik tubuh kecil istrinya hingga ia bisa mendekapnya dengan erat. Bibirnya dengan cepat bekerja setelah mampu menjangkau puncak kepala istrinya, ia memberikan kecupan hangat dengan lembut berulang kali.

 

 

“Maafkan aku.” Gumam Kyuhyun yang semakin mengeratkan pelukannya. Hyowon mengangguk sebagai tanda ia menerima permintaan maaf suaminya. Wajah pucatnya semakin ia benamkan pada dada suaminya yang begitu ia rindukan, menghirup aroma khas Kyuhyun yang beberapa hari sebelumnya tidak bisa ia rasakan. Ini begitu nyaman, dan Hyowon menyukainya.

 

Kyuhyun tersenyum merasakan Hyowon yang semakin menempel padanya, terasa sangat menyenangkan saat istrinya bermanja-manja seperti ini.

 

“Kau sudah makan?” Tanya Hyowon tanpa ingin menjauhkan wajahnya dari dada bidang suaminya. Pertanyaan itu bahkan terdengar seperti gumaman kecil, bahkan Kyuhyun merasa sedikit geli karena bibir Hyowon yang bergerak tanpa jarak dengan dadanya.

 

“Belum. Aku tidak bisa makan, bahkan juga tidak bisa tidur karena kau tidak ada disampingku beberapa hari ini!”

 

Hyowon dengan cepat menjauhkan wajahnya hingga ia bisa menatap suaminya dengan jelas. “Yaa! Bagaimana jika aku tidak bisa disampingmu dalam waktu yang lama, atau bahkan selamanya huh?”

 

Kyuhyun terdiam sesaat mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut istrinya, telinganya yang mendengar tapi hatinya merasa sedikit teriris.

“Itu tidak mungkin, kau akan selalu disampingku!” tegas Kyuhyun dengan penuh penekanan pada setiap kata yang ia ucapkan.

 

Hyowon terdiam, ia menatap Kyuhyun dengan jantung yang berdebar cukup kencang hingga seolah ia mampu mendengarnya. Hatinya terasa seperti ada yang menusuk dengan perlahan hingga sangat menyiksanya. Sepenggal kalimat dari seorang dokter yang menanganinya itu berputar-putar di kepalanya. “Nyonya Cho, jika anda tidak melakukan perawatan dan pengobatan anda maka kondisi kesehatan anda akan semakin memburuk.”

 

Kyuhyun mengerutkan dahinya, ia menyadari perubahan ekspresi pada istrinya. “Ada apa dengan tatapanmu, huh? Apa yang kau sembunyikan dariku?” Kyuhyun bertanya dengan nada menyelidik, bahkan tatapannya yang serius itu membuat Hyowon gugup dan tersadar dari lamunannya.

 

“Tidak ada!” Hyowon mengelak, ia berusaha menormalkan ekspresi wajahnya agar suaminya percaya dengan ucapannya. Entahlah, kenyataan yang menyakitkan baginya itu terasa sangat sulit untuk ia ungkapkan kepada suaminya. Gadis itu sedang menunggu atau bahkan mencari waktu yang tepat untuk memberitahu suaminya, ia sendiri masih belum memutuskan untuk dirinya sendiri.

 

Kyuhyun menangkup wajah Hyowon dengan kedua tangannya, dan detik berikutnya ia mendekatkan wajah mempesonanya hingga gadisnya benar-benar gugup dan berdebar. Hembusan nafas keduanya bahkan bisa dirasakan dengan jelas, sukses membuat Hyowon bergetar.

 

“Kau berbohong! Katakan padaku, apa yang tidak kuketahui Cho Hyowon!”

 

Kyuhyun memberikan kecupan singkat pada bibir Hyowon diakhir kalimat perintahnya. Sontak membuat Hyowon terkejut dan lebih berdebar, suaminya adalah pria yang membuatnya membeku dengan mudah.

 

“Aku … Aku merindukanmu, suamiku!” jawab Hyowon dengan pipi yang merona, meski itu kalimat pelampiasan akan tetapi sungguh ia sangat merindukan suaminya. Kalimatnya benar-benar tulus dari hatinya.

 

Kyuhyun sedikit tersenyum mendengarnya, perasaan bahagia menyelimuti hatinya. Namun senyum yang menawan itu hanya sesaat, ia kembali menampakkan wajah detektifnya di hadapan istrinya. Kyuhyun masih belum puas dengan jawaban Hyowon barusan. “Aku tahu itu, katakan yang lainnya!”

 

Hyowon mendesah kecil, suaminya benar-benar sulit mempercayainya kali ini. dia berpikir dengan cepat, jawaban apa lagi yang harus ia berikan? Oh tuhan kepalanya menjadi sakit karena memikirkannya. Itu dia, gadis itu mempunyai jawaban yang bisa membuat Kyuhyun tidak curiga lagi.

 

“Kepalaku sedikit sakit, aku ingin tidur.”

 

Pandangan tajam Kyuhyun melemah, ia melihat gadisnya yang berucap dengan sangat tidak percaya diri itu dengan seksama. Wajah pucatnya yang sudah ia lihat sejak tadi membuatnya semakin memaki dirinya sendiri.

 

Kyuhyun lalu bangkit, ia meraih tangan istrinya untuk ikut berdiri bersamanya. “Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Ayo kita ke rumah sakit, kau harus diperiksa. Dan calon bayi kita juga!”

 

“Tidak!”

 

Hyowon memejamkan matanya karena tanpa sadar menolak ajakan Kyuhyun dengan nada tinggi dan cemas, bahkan suaminya yang masih berdiri memandangnya itu memasang wajah bingung. Ya, respon Hyowon itu memang terkesan aneh bagi Kyuhyun.

 

Hyowon kembali membuka mulutnya, ia menatap wajah Kyuhyun dengan sedikit gelisah.

“Ma-maksudku, aku sungguh ingin tidur saat ini.”

 

“Di pelukanmu!” tambahnya setelah ia menundukkan wajahnya, entah mengapa meminta untuk tidur di pelukan suaminya itu ia merasa sedikit malu. Mungkinkah karena ia belum pernah memintanya sebelumnya.

 

Kyuhyun tersenyum lebar mendengarnya, namun rasa khawatir belum sepenuhnya hilang. Ia masih berpikir bahwa istrinya ini tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. “Kau sungguh baik-baik saja?”

 

Hyowon bangkit, ia memasang wajah kesalnya. Dengan sangat cepat gadis itu merubah perasaannya yang sebelumnya dilanda ketakutan dan perasaan sedih yang besar. Hyowon mendengus, ia melipat kedua tangan di dadanya. “Jadi kau tidak ingin memelukku? Ah sudahlah!”

 

Gadis itu berjalan cepat meniggalkan Kyuhyun yang gagal mencegahnya. Hyowon menggigit bibirnya sendiri dengan mantera yang ia ucapkan dalam hatinya ‘semoga Kyuhyun tidak curiga, semoga aktingnya benar-benar membuat Kyuhyun percaya.’ Ya, Hyowon sudah tidak tahu bagaimana lagi ia menyembunyikan tentang kondisinya.

 

Lagi, dan lagi Kyuhyun tersenyum dengan mudah. Gadisnya benar-benar melakukannya dengan baik hingga ia sendiri tidak mengetahui apa yang disembunyikannya. Seolah keadaan kembali normal dan baik-baik saja, Kyuhyun menepiskan perasaan cemasnya. Tersenyum senang melihat tingkah istrinya yang kekanakkan. Melihat punggung itu berjalan menaiki anak tangga tanpa dengan gemas, kemudian ia berjalan untuk menyusulnya.

 

“Yaa! Aku tidak mengatakannya! Ayo kita tidur bersama! Kau ingin tidur, bukan? Di pelukanku! Hanya di pelukanku!”

 

***

 

Yoon Soojin berdiri tersenyum di hadapan cermin besar yang memantulkan cerminan dirinya yang sedang mengenakan gaun berwarna hitam yang menutupi hanya setengah dari paha mulusnya. Gaun-gaun yang lain berserakan di atas permukaan tempat tidur terlihat bahwa ia sedang memilahnya untuk ia kenakan.

Kevin yang sedari tadi memandangi kekasihnya ia dengan duduk di tepi ranjang kini beranjak mendekat, ia memeluk wanitanya dari belakang dan menatap cermin yang sama dengan sorot mata penuh maksud. “Aku tidak sabar dengan pertunjukkan terakhir kita nanti, Cho Kyuhyun benar-benar akan kalah!”

 

Soojin membalikan tubuhnya sendiri dengan cepat hingga ia bisa menatap wajah Kevin dengan wajah kesalnya. “Ya, tapi kenapa kakakmu selalu melindungi istri Kyuhyun, huh?”

 

Tangan kanan Kevin bergerak menelusuri punggung Soojin dengan perlahan, dan masih memasang wajah seduktifnya. “Dia tidak melindunginya, hanya tidak ingin berurusan dengan temannya. Gadis itu cukup menghiburnya dan membuatnya tersenyum!”

 

Soojin mengerang, ia menepiskan tangan Kevin lalu duduk di tempat tidurnya dengan emosi yang membara.

“Hah, apa hebatnya seorang Park Hyowon? Kenapa semua pria selalu ingin melindunginya?”

 

“Entahlah, mungkin karena dia sangat cantik!” jawab Kevin dengan santai dan tanpa berpikir. Jawaban sederhana itu membuat Soojin semakin terbakar, matanya menayalang menatap kekasihnya dengan penuh amarah.

 

“Kau memujinya? Sangat cantik?”

 

Kevin hanya tersenyum, ia sangat hapal bagaimana karakter Yoon Soojin yang mudah tersulut emosi namun gadis itu benar-benar sangat licik yang mampu menipu seorang Cho Kyuhyun dengan kepintaran dan wajah cantiknya.

“Hey, jangan kesal seperti itu! Kau jauh lebih cantik, dan seksi Honey!” Kevin berdiri di hadapan Soojin dengan sangat tampan hingga membuat Soojin ikut berdiri dan langsung mencium bibir pria itu dengan cukup panas.

 

“Aku tahu, Kevin Oh!” ucapnya setelah melepaskan tautan bibirnya.

 

“Tapi, gadis itu memang kelemahan terbesar seorang Cho Kyuhyun. Dia akan bertekuk lutut jika kita bisa menyentuh gadisnya. Benar-benar akan sangat hancur!”

 

Sebuah senyuman satu sudut tercipta di wajah seksi Yoon Soojin,“Kau benar!” ia begitu antusias jika berurusan dengan Park Hyowon. Rasanya, kemenangan dalam genggamannya jika ia bisa menghancurkan gadis itu. Ia belum pernah kalah sebelumnya, dan istri Cho Kyuhyun itu benar-benar membuatnya sangat kesal karena tanpa sengaja mengalahkannya.

 

“Ah, Shit! Hyung akan membunuhku jika aku melakukannya! Sudah berapa kali kita mendapat peringatan darinya?”

 

Kevin menepiskan ide buruknya itu dengan wajah frustasi, wanita di hadapannyapun sama sepertinya. Mereka tidak bisa melakukannya meskipun sangat ingin melakukannya. Dan Yoon Soojin adalah yang paling merasa frustasi akan hal itu. Sorot matanya benar-benar menyiratkan penolakkan atas apa yang tidak bisa ia lakukan. Demi apapun ia sungguh sangat ingin menghancurkan istri Cho Kyuhyun, Park Hyowon.

 

***

 

“Bagaimana keadaanmu?” suara Hyukjae terdengar sangat lembut dan menyejukkan bagi Hyowon. Entahlah, apa ini juga yang dinamakan “ngidam”? Hyowon merasa hatinya sangat bahagia jika bisa melihat wajah Lee Hyukjae dan mendengar suaranya.

 

Mereka bertiga, Lee Hyukjae, Lee Donghae dan Hyowon berada di ruang televisi sedang duduk santai menikmati acara TV dengan buah segar yang telah dipotong dan minuman bervitamin lainnya yang tersaji di atas meja.

 

“Aku sangat berterima kasih pada kalian, kalian berdua benar-benar seperti kakak-kakakku yang sangat baik.” Ucap Hyowon dengan senyum yang merekah dan terlihat cantik, bahkan kedua pria lajang ini sempat dibuat berdebar dengan melihat senyuman itu. Istri Cho Kyuhyun benar-benar godaan bagi mereka berdua.

 

“Hey, dia bertanya tentang keadaanmu. Aku tahu kau akan berterima kasih.” Lee Donghae berusaha menormalkan suasana, ia akan merasa sangat berdosa jika mengagumi kecantikan istri Cho Kyuhyun yang terasa bertambah itu.

 

Hyowon dan Hyukjae tertawa kecil, ucapan Donghae memang benar. Hyowon tidak menjawab pertanyaan Hyukjae dengan benar. “Seperti yang kalian lihat, aku baik-baik saja!”

 

Donghae menganggukkan kepalanya, ia kemudian meraih gelas berisi jus mangga miliknya. Gara-gara Hyowon yang sedang hamil ini, semua penghuni rumah dilarang meminum atau memakan apapun yang tidak sehat, perintah dari seorang Presiden Direktur Cho Kyuhyun.

 

Donghae kembali menaruh gelas itu dan menatap Hyowon yang sedang menikmati acara televisi dengan cukup serius. “Bagaimana dengan Cho Kyuhyun? Kalian sudah baikan bukan? Saat di Kanada, aku benar-benar ketakutan melihatmu. Kau terlihat sangat kacau.”

 

Hyowon terdiam, ia mengingat kembali bagaimana hancurnya ia saat itu. Saat itu Hyowon mengira dirinya akan mati karena harus melihat suaminya memeluk wanita lain di tempat umum sementara hidupnya benar-benar sedang dipertaruhkan. Kondisinya tidak baik-baik saja dan melihat pemandangan itu sungguh menyayat hatinya. Dan pagi harinya, Kyuhyun bahkan masih mengkhawatirkan Yoon Soojin.

 

“Apa dia akan selalu seperti itu? Sepertinya dia begitu menyayangi wanita itu.” Hyowon berbicara tanpa memandang Donghae ataupun Hyukjae yang duduk di sampingnya. Ia hanya menatap karpet berbulu yang diinjaknya tanpa fokus.

 

Hyukjae menatap tajam pada Donghae yang tanpa sengaja membuka luka di dalam hati Hyowon karena pertanyaannya. “Kurasa karena Kyuhyun menganggapnya sebagai penyemangatnya saat ia benar-benar jatuh.”

 

“Benarkah?” kata keraguan itu meluncur bebas seolah apa yang baru saja Hyukjae katakan itu tidak bisa ia terima. Hyowon masih meragukan tentang itu. Hatinya masih sakit jika harus mengingat bagaimana Kyuhyun begitu peduli pada Yoon Soojin.

 

“Ya, saat setelah kecelakaan gadis kecil itu selalu mengirimkan pesan penyemangat untuknya. Kyuhyun begitu tertarik dan sangat ingin melihat wajah gadis kecil itu karena selalu bersembunyi, bahkan saat di pemakaman ia terlambat untuk menemuinya karena gadis itu sudah pergi. Saat bekerja bersama, Yoon Soojin tidak mengatakan apapun pada Kyuhyun. Dan kemudian mereka bertemu tanpa sengaja di makam mendiang Ketua Cho, akhirnya Yoon Soojin mengakuinya. Dia adalah gadis kecil itu.”

 

Penjelasan panjang sekaligus cerita masa lalu Kyuhyun, atau lebih tepatnya alasan mengapa Kyuhyun begitu memperdulikan Yoon Soojin yang diutarakan oleh Lee Donghae itu membuat Hyowon tersenyum, namun senyuman itu tak sehangat sebelumnya. Senyuman yang seolah menjadi penyemangat untuk ketidakberdayaan dirinya sendiri

 

“Aku tidak boleh cemburu, bukan? Kuharap Yoon Soojin seperti Baekhyun dalam hidupku. Tapi… aku lebih berharap jika gadis kecil itu adalah aku, Kyuhyun masih memperdulikannya dengan baik meski ia sudah memiliki seorang istri.”

 

Lee Donghae menyentuh bahu Hyowon, ia merasa situasinya menjadi tidak baik jika mereka terus larut dalam percakapan ini. “Hey, kau berpikir bahwa Kyuhyun masih mencintainya eoh? Lupakan itu, Kyuhyun hanya menjadi gila karenamu!”

 

“Jangan berharap untuk menjadi gadis kecil itu, karena pada akhirnya tidak bisa bersamanya bukan? Sudahlah, itu masa lalu. Kuharap kedepannya kalian menjadi keluarga yang harmonis, apa kalian tidak malu bertengkar terus di depan keponakanku?” Ucap Lee Hyukjae melirik perut Hyowon yang masih rata itu. Hyowon kembali tersenyum tangannya terulur meyentuh perutnya, dadanya terasa lebih sesak dari sebelumnya.

 

‘Aku mungkin tidak akan malu, aku menginginkannya. Aku ingin bertengkar di depan anakku,.. aku ingin melihat anakku dan suamiku, melihat Kyuhyun marah dan tertawa… aku ingin tetap hidup bersama Cho Kyuhyun.’

 

 

***

 

Pagi kembali menyapa, Hyowon terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia menatap layar ponselnya dengan seksama. Pikirannya kembali berputar, batinnya berucap ‘apa lagi yang telah aku lupakan?’ hampir setiap saat ia akan selalu mengecek ponselnya, alat teknologi itu menjadi buku catatan untuk membantu ingatannya. Ia akan menyimpan setiap kejadian penting dalam aplikasi catatan yang tersimpan di perangkatnya.

 

Hyowon menaruh kembali ponselnya di atas nakas, tidak ada yang ia lupakan untuk kejadian baru-baru ini jika menyangkut masa lalu maka ia sudah menyerah, ia merelakan untuk melupakan masa lalunya, namun tidak dengan Cho Kyuhyun. Gadis itu akan selalu memaki Tuhannya atau siapapun jika ia sampai melupakan suaminya Cho Kyuhyun yang ia cintai dengan hati dan tubuhnya.

 

“Kau mau kemana?” Kyuhyun bergumam dengan mata yang masih tertutup rapat. Ia merasakan ranjangnya yang bergetar karena gerakan Hyowon yang bangun dari posisinya.

 

“Kau sudah bangun?” Hyowon tidak menjawab, ia bertanya untuk memastikan bahwa suaminya yang masih memejamkan matanya itu sudah bangun atau sedang mengigau.

 

Kyuhyun juga tidak menjawab pertanyaan Hyowon, ia meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan sangat erat. Hyowon tersenyum melihat wajah polos suaminya yang seperti ini, ia tidak ingin melupakannya.

 

“Aku hanya akan ke kamar mandi.”

 

Kyuhyun membuka matanya, menepuk-nepuk bantal di sisi kepalanya bermaksud untuk menyuruh istrinya kembali berbaring di sampingnya. Hyowon menggelengkan kepalanya, ia harus mandi dan menyiapkan kebutuhan suaminya sebelum berangkat bekerja.

 

“Kumohon, sebentar saja. Aku mimpi buruk, aku sangat ketakutan.” Kyuhyun kembali menggenggam tangan Hyowon namun lebih erat, matanya yang memerah itu kembali ia penjamkan seolah berusaha menghapus ingatan mimpi buruknya.

 

“Kau mimpi apa?” Hyowon bertanya setelah membaringkan tubuhnya di samping suaminya. Tangannya terulur membelai kepala Kyuhyun dengan teratur membuat pria itu sedikit bisa tersenyum dan merasa nyaman. Hyowon hendak mengangkat tangannya menjauh namun Kyuhyun menahannya, ia menaruh kembali tangan yang lebih kecil darinya itu di kepalanya untuk mengulang kegiatan sebelumnya.

 

Kyuhyun menikmati sentuhan lembut dan hangat ini, namun hatinya benar-benar terasa sangat perih, mimpinya tidak bisa ia lupakan dengan mudah. Menjadi bayang-bayang yang paling menyeramkan dalam hidupnya.

 

“Apa sangat menakutkan?” Tanya Hyowon lagi, ia merasa khawatir melihat tingkah suaminya yang tidak biasa ini. dan Kyuhyun kembali tidak menjawab pertanyaan istrinya, ia memilih untuk mendekatkan tubuh Hyowon hingga ia bisa mendekapnya.

 

“Itu hanya mimpi, hanya sekedar mimpi.” Gumam Kyuhyun yang mengeratkan pelukannya.

 

 

 

Semuanya sudah dipersiapkan, makanan untuk sarapan sudah tersaji di meja makan. Hyowon yang mengenakan pakaian hangat cukup tebal itu kembali ke kamarnya untuk menjawab panggilan telepon dari sahabatnya, Baekhyun.

 

“Kau sungguh akan pergi lagi?” Hyowon bertanya dengan nada memohon untuk jawaban “Tidak” pada pertanyaannya.

 

“Baekhyun-ah…”

 

“Apa kau akan baik-baik saja disana?”

 

“Aku sangat berterima kasih pada Petugas Kang, tapi…”

 

“Nyonya Cho! Apa kau masih akan selalu memperdulikannya, huh?”

 

Suara Kyuhyun yang terdengar lebih tinggi dan berat itu menginterupsinya. Hyowon sedikit terkejut melihat suaminya sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah marah. Hyowon menutup panggilan teleponnya dan menggenggam ponselnya dengan erat.

 

“Ya!” jawab Hyowon dengan lantang dan perasaan sedih.

 

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya, ia berjalan mendekat dan memberikan tatapan tajamnya dengan menahan amarah yang kembali bergejolak itu. “Kau benar-benar, Ah! Cepat turun untuk sarapan atau aku akan memasukkan pria brengsek itu ke penjara!”

 

Hyowon tidak terima dengan ancaman Kyuhyun yang terkesan berlebihan itu, ia benar-benar tidak tahu apa-apa tentang Baekhyun dan Hyowon tidak bisa menerimanya begitu saja.

 

“Yaa! Cho Kyuhyun, apa kau gila huh? Apa kau masih berpikir Baekhyun yang mencoba mencelakaimu?“

 

Kyuhyun menahan amarahnya yang bisa meledak dan menghancurkan segalanya, ia menarik tangan istrinya yang masih menggengman ponsel kesayangannya itu dengan paksa namun tetap berhati-hati “Lebih baik kau membuka mulutmu untuk makan daripada membelanya di depanku!”

 

 

Keduanya sampai di ruang makan, Hyowon duduk dengan wajah kesal dan membuang pandangannya jauh-jauh dari Kyuhyun. Kedua sahabat Kyuhyun yang sudah duduk manis menunggu mereka berdua itu menatap heran pasang suami istri yang masih saja membuat mereka bingung. Suasana hati mereka berdua mudah berubah dengan mudah.

 

“Hey, Nyonya Cho! Ada apa dengan wajahmu? Kau terlihat kesal!” Lee Donghae berkomentar dengan memandang suami istri ini bergantian. Keduanya tidak berucap untuk menanggapi apa yang dikatakan Donghae, Kyuhyun mendekatkan segelas susu coklat pada istrinya. Namun Hyowon bahkan tidak ingin meliriknya.

 

“Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan padanya di pagi hari seperti ini, huh?” Lee Hyukjae ikut bersuara, tapi usaha keduanya sia-sia. Kyuhyun memilih untuk menyantap sarapannya dalam diam. Mengabaikan pertanyaan Hyukjae dan Donghae dengan sesekali melirik istrinya yang masih mengabaikan sarapannya dan dirinya tentunya.

 

Acara sarapan pagi yang benar-benar sangat dingin di cuaca yang dingin ini. tidak ada suara selain sendok dan garfu yang beradu dengan piring. Dan pria bernama Donghae ini tidak menyukai hal seperti ini.

 

“Oh ya, Gaun dan sepatunya sudah kusiapkan, sesuai pilihanmu!” Lee Donghae kembali membuka percakapan. Ia mencoba mencairkan bongkahan es di ruang makan ini.

 

“Dia tidak akan ikut, simpan saja di lemari!” balas Kyuhyun dengan sangat dingin. Sontak Hyowon langsung menatapnya, dan Kyuhyun cukup merasa menang karena istrinya akhirnya menatapnya setelah beberapa saat mengabaikannya.

 

“Kau sedang hamil, udara sangat dingin kau tidak bisa mengikuti pestanya!” Kyuhyun menjelaskan atas apa yang ia katakana sebelumnya. Dan kedua pria yang duduk di depannya itu mengangguk menerima atas jawaban terbaik itu.

 

“Kyuhyun memang benar, ini pesta perayaan kerjasama CG Company dan JW. One Corporation. Tempatnya di atas kapal, jadi kurasa juga kau tidak bisa ikut!” Lee Donghae membenarkan, ia juga memperdulikan kondisi Hyowon yang sedang hamil saat ini.

 

Seketika perasaan marah Hyowon memudar, tiba-tiba ia membayangkan betapa menyenangkannya jika ia bisa menikmati acara itu di atas kapal pesiar. Dan keinginannya itu semakin meningkat begitu saja.

 

“Aku ingin ikut, aku sangat ingin menaiki kapal pesiar seperti itu di malam hari dengan banyak lampu warna-warna yang romantis seperti dalam drama. Ah ya, pasti akan ada kembang api disana. Wow! Ini akan sangat mengagumkan!”

 

“Kita bisa melakukannya nanti saat musim panas, saat udara tidak sedingin akhir-akhir ini!” tolak Kyuhyun dengan tegas.

 

“Tidak, aku ingin sekarang!”

 

“Setidaknya pikiranku menjadi lebih tenang, aku bisa memakai pakaian hangat dan lainnya! Tenang saja!”

 

“Kumohon Kyuhyun-ah!”

 

Hyowon terus berusaha untuk membujuk suaminya agar ia mengijinkan dirinya untuk ikut, ia merajuk dan menarik tangan Kyuhyun di sampingnya. Hyukjae dan Donghae hanya bisa diam menikmati pemandangan di depan mereka, benar-benar sangat menarik bagaimana seorang Park Hyowon berubah cukup cepat.

 

“Bukankah tadi kau sangat marah padaku?” Kyuhyun memasang wajah dinginnya berpura-pura tak peduli dengan permohonan istrinya. Aktingnya itu bahkan tidak terlihat natural bagi Hyukjae dan Donghae, mereka merasa geli melihat Kyuhyun yang berpura-pura seperti itu. Donghae benar, hanya Hyowon yang bisa membuat Cho Kyuhyun menjadi gila.

 

“Aku akan memaafkanmu, jika mengajakku ke pesta itu! Ini akan menjadi kencan romantis kita seperti dalam drama.” Hyowon menampakkan aegyo-nya, hasratnya benar-benar sangat tinggi saat ini. ini seperti perpaduan keinginannya dan bayinya yang tidak bisa ditolak.

 

“Baiklah!”

 

*

 

Hyowon mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidurnya dengan wajah sedikit merajuk pada suaminya yang berdiri di hadapannya dengan tersenyum.

 

“Kenapa flat shoes? Lihatlah gaun ini begitu cantik, meskipun akan ditutupi dengan coat super tebal ini!” Hyowon melebarkan sisi gaunnya dengan kedua tangan di sampingnya. Ia sedang mencoba gaun dan sepatu yang telah disiapkan seperti apa yang dikatakan oleh Lee Donghae.

 

Christian Louboutin Gozul Strass Ballerinas Flat Shoes Blue adalah pilihan seorang Cho Kyuhyun untuk istrinya. Benar, Kyuhyun sendiri yang memilihnya meski ia tidak hapal dengan nama dari sepatu ini. Flat shoes berwana biru berkilau yang dilapisi kristal dan dengan bahan yang paling nyaman itu terlihat sangat cantik di kaki istrinya.

 

“Wanita sedang hamil tidak boleh memakai high heels!” Kyuhyun berjongkok, ia memasangkan sepatu itu dengan perlahan dan diakhiri dengan mengusap lembut punggung kaki Hyowon. Dan Kyuhyun sukses membuat gadis itu bergetar dengan hati yang menghangat. Astaga Kyuhyun benar-benar manis!

 

“Benar-benar suami yang siaga!” Ucap Hyowon dengan senyuman lebarnya. Ia sedikit menaikan kedua kakinya hingga menjauhi lantai dan memandangnya dengan senang hati. Flat shoes yang sedang ia kenakan memang sangat cantik, Hyowon juga menyukainya.

 

“Baiklah, aku akan memakai high heels nanti jika aku sedang tidak hamil!” Kedua kaki Hyowon kembali menyentuh lantai dengan sedikit hentakan. Kyuhyun tersenyum gemas melihat istrinya itu. Ia mendekatkan tubuhnya dan memberikan kecupan singkat pada bibir Hyowon hingga membuat gadisnya terus merona.

 

“Arrasaeo aku akan membelikan high heels yang kau sukai nanti, dan sekarang aku akan menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu!”

 

“Lakukan lagi!”

 

Dahi Kyuhyun berkerut, ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan istrinya dengan pipi yang masih merona itu.

 

“Kyuhyun-ah! Cium aku lagi, lebih lama!” pinta Hyowon dengan pipi memerah dan ekspresi yang luar biasa manis.

 

Astaga, Kyuhyun bena-benar bisa gila mendengarnya. Hyowon memintanya untuk menciumnya dengan nada menggemaskan. Apakah wanita yang sedang hamil menjadi sangat agresif? Ya Tuhan bagaimana bisa Kyuhyun menahannya.

 

“Aku akan menciummu nanti sebelum tidur, lebih lama, dan bahkan sangat lama. Jika sekarang maka aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku. Dan jika aku menciummu sekarang maka aku tidak bisa menahannya, aku akan menyimpannya untuk nanti malam.” Kyuhyun tersenyum penuh arti dengan hati yang diliputi kebahagiaan. Hyowon benar-benar sangat mudah membolak-balikkan perasaannya.

 

“Ish! Menyebalkan, jika nanti maka kau tidak akan mendapatkannya!” pekik Hyowon dengan nada kesal untuk menutupi rasa malunya. Bahkan pipinya terasa sangat panas saat ini.

 

Kyuhyun berjalan menuju ruangan kerja pribadinya meninggalkan istrinya dengan perasaan gemas. Ia bahkan harus melatih pernafasannya karena menahan gairah yang tiba-tiba datang membuatnya merasa cukup panas di udara yang dingin ini. Ia benar-benar menginginkannya sekarang. Kuatkan hati dan pikiran Cho Kyuhyun, Tuhan!

 

 

Beberapa jam Kyuhyun berdiam diri dalam ruangannya. Kali ini ditemani Lee Donghae, yang setia membahas proyek besarnya itu. Hyowon merasa sangat bosan, ia ingin sekali pergi ke kantornya akan tetapi suaminya itu masih belum mengijinkannya untuk bekerja setelah kejadian ‘penculikan’ kemarin lusa.

 

Ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk diterimanya.

[“Bisakah kau merevisi sequence diagrams pada page 87-101? Ada beberapa kesalahan disana. Tolong aku, Ketua Tim! Dan terima kasih.”]

 

Hyowon tersenyum membaca pesan dari rekan kerjanya itu. Setidaknya ada yang bisa ia kerjakan saat ini. Hyowon hendak menoleh pada laptopnya yang berada di atas meja, namun ponselnya kembali bergetar. Satu pesan masuk dari Baekhyun.

 

[“Selamat Tinggal! Berbahagialah!”]

 

*

 

Hyowon kini telah sampai di Incheon International Airport. Setelah menerima pesan itu, Hyowon langsung menghubungi Baekhyun. Syukurlah, pria itu memang begitu pengertian padanya. Hyowon memaksa untuk ia menunggunya, sekeras apapun Baekhyun melarangnya untuk datang menemuinya di bandara tidak bisa membuat Hyowon untuk mengiyakan begitu saja. Bahkan gadis itu mengancam akan menyusulnya ke Prancis.

 

“Menyebalkan!” Umpat Hyowon dengan mata yang menahan tangis.

 

“Kyuhyun bisa marah jika kau menemuiku seperti ini!” Baekhyun menyentuh kedua bahu Hyowon dan menusapnya perlahan. Wajah kesal bercampur sedih khas Park Hyowon itu bahkan membuat hatinya terasa sedikit tercekat. Ia tidak bisa melihat wajah itu.

 

“Aku tidak peduli!”

 

Ya, Hyowon tidak memperdulikan tentang itu. Entah Kyuhyun akan memarahinya habis-habisan atau bagaimanapun, Hyowon tidak peduli. Saat Baekhyun pergi ke Prancis dulu ia bahkan tidak tidak bisa mengantar ke berangkatannya, mereka tidak saling berkomunikasi dan Hyowon benar-benar merasa bingung dan sangat kehilangan. Kali ini ia mengetahui segalanya maka setidaknya Hyowon mengucapkan salam perpisahan.

 

“Kau harus hidup dengan baik disana, kau harus bahagia.” Baekhyun menganggukkan kepalanya ia mengacak-acak rambut Hyowon dengan perasaan gemas. Hyowon memeluk Baekhyun tanpa ragu. Namun tidak dengan pria itu, ia menaikkan kedua tangannya dengan perlahan untuk melingkar di punggung Hyowon. Jika seperti ini ia akan sulit untuk meninggalkan Hyowon, ia pasti akan sangat merindukannya.

 

“Pulanglah, udaranya sangat dingin. Aku akan menjelaskan pada Kyuhyun agar ia tidak marah.”

 

“Dia mungkin akan marah, tapi saat ini dia sedang sibuk dengan pekerjaannya karena tidak lama lagi kami akan menghadiri sebuah pesta. Dan lagi-lagi pestanya berhubungan dengan perusahaan.”

 

“Apa Yoon Soojin juga menghadirinya?”

 

“Kau mengenalnya?”

 

Hyowon sontak terkejut saat Baekhyun menyebut nama Yoon Soojin, bahkan ekspresi pria dihadapannya ini terlihat begitu cemas.

 

“Hati-hati dengannya! Dia adalah orang yang berniat untuk menghancurkan kalian selama ini!”

 

“Apa?” Hyowon merasa sedikit tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Ia memang tidak menyukai wanita itu, akan tetapi ia tidak pernah berpikir bahwa seorang Yoon Soojin menjadi dalang dari semua ini. Baekhyun menjelaskan apa saja yang ia ketahui, Hyowon yang mendengarnya merasa masih sulit untuk mempercayai semua ini.

 

“Ya, aku belum tahu apa motifnya tapi aku yakin dia tidak sendiri. Aku memiliki sedikit bukti, ini adalah percakapan Yoon Soojin dan pelaku yang menusukmu waktu itu melalui email. Aku akan mem-forward bukti percakapan ini ke emailmu.” Baekhyun memperlihatkan ponselnya, sejujurnya ia merasa sangat menyesal karena hanya ini yang simpan. Karena sebelumnya ia tidak berniat untuk membeberkannya pada siapapun.

 

“Wanita gila!” Mulut Hyowon memaki dengan refleks saat ia membaca percakapan Soojin yang menyuruh untuk melukai Kyuhyun. Baekhyun mendapatkan itu dari pelaku yang tertangkap oleh anak buahnya, pelaku itu bahkan saat ini masih koma dan dirawat di rumah sakit karena orang-orangnya yang melukainya atas balasan yang telah dilakukannya pada Hyowon.

 

“Harusnya kau memberitahuku lebih awal!”

 

“Mianhaeyo, awalnya aku tidak ingin kau mengetahuinya karena aku akan berada di dekatmu untuk selalu melindungimu. Tapi sekarang aku harus pergi, ini semua untuk kebaikanmu. Beberapa orang yang selalu melindungi sebelumnya akan tetap disini, itu akan membuatku sedikit lega.” Raut wajah Baekhyun menampakkan penyesalan, namun Hyowon juga merasa menyesal karena tak sengaja membentak sahabatnya yang selalu melinduginya itu.

 

“Tidak, maafkan aku!” sesal Hyowon.

 

Ia masih berpikir bagaimana bisa wanita yang terlihat masih mencintai suaminya itu berniat untuk mencelakai mereka berdua. Apakah balas dendam karena Kyuhyun menikahinya? Atau apa? Jika mereka berdua adalah targetnya maka pikirannya langsung tertuju pada Kyuhyun. Dia dalam bahaya, pria itu bahkan sangat mempercayai wanita itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada suaminya? Oh Tuhan, tolong lindungi Kyuhyun.

 

“Ingat pesanku untuk berhati-hati pada wanita itu, jaga dirimu baik-baik. Dan lakukanlah pengobatanmu, kau harus sembuh!” Baekhyun menatap Hyowon dengan serius, ia memegang kedua bahu Hyowon sedikit lebih erat.

 

Dan ya, lagi-lagi sahabatnya mengingatkan tentang panyakitnya. Ia menyuruhnya untuk melakukan pengobatan yang tidak mudah ia lakukan. Janinnya tidak akan bernyawa jika ia melakukannya, dan Hyowon tidak menginginkan hal itu.

 

“Terima kasih.” Ucap Hyowon tersenyum.

 

 

Setibanya di rumah, Hyowon langsung mencari-cari sosok suaminya. Ia bergegas masuk ke kamarnya untuk menemui pria yang harus mendengar ucapannya kali ini. ia berusaha menghubungi Kyuhyun saat di mobil tapi tidak mendapat jawaban sama sekali.

 

Hyowon masuk ke dalam kamarnya, pria itu sudah berdiri membelakanginya dengan menatap ke arah jendela.

 

“Kau sudah menemui sahabat baikmu, huh?” suara Kyuhyun terdengar sangat dingin dan berusaha menahan amarahnya.

 

“Tanpa seijinku?”

 

Hyowon hanya bisa bungkam, kakinya yang hendak berjalan mendekatpun harus rela berhenti dan membeku. Gadis itu menatap punggung suaminya dengan perasaan gelisah.

 

“Haruskan Henry Lau kupecat, hah?”

 

Kyuhyun membalikkan tubuhnya hingga mampu melihat wajah cemas istrinya yang kentara.

 

“Kyuhyun-ah, kau bisa marah padaku tentang itu nanti. Sekarang ada yang harus kau ketahui, tentang Yoon Soojin!” Hyowon memberanikan diri untuk melangkah maju mendekati suaminya untuk memberitahu kebenarannya.

 

“Dia yang mencoba untuk menghancurkan kita, Yoon Soojin! Bukan Baekhyun!”

 

Kyuhyun mencengkram kedua bahu Hyowon yang bergetar karena tatapannya, emosinya melonjak naik mendengar apa yang dikatakan istrinya.

 

“Sudah kubilang aku tidak ingin mendengar omong kosong!”

 

“Aku masih mengingat dia pernah mengancamku, dia berusaha untuk merusak hubungan kita berdua!” nada bicara Hyowon semakin meninggi, suaminya harus percaya padanya kali ini. Yang ia yakini bahwa Baekhyun tidak mungkin membohonginya, dan perasaan curiganya jauh lebih besar terhadap wanita itu.

 

“Apakah Soojin pernah menemuimu? Kurasa kalian bahkan tidak pernah saling menyapa!” Kyuhyun mendesaknya, pria itu bertanya dengan nada menjatuhkan.

 

Hyowon berusaha mengingat kapan ia bertemu dengan Yoon Soojin tapi mengapa begitu sulit? Apakah gejala cedera otaknya itu juga menghilangkan memori waktu ia bertemu dengan wanita itu. Hyowon masih ingat ia bertemu dengan Soojin yang mengancamnya, tapi soal kapan mereka bertemu sungguh ia sulit mengingatnya. Sial, kenapa amnesia nya membuatnya benar-benar tidak berdaya?

 

“Aku… aku lupa kapan aku bertemu dengannya, tapi sungguh dia pernah mengancamku!”

 

Kyuhyun memilih bungkam, ia mulai berpikir bahwa istrinya sedang berbohong saat ini. bahkan lebih tepatnya sedang terpedaya oleh Baekhyun.

 

Hyowon mengeluarkan ponselnya, dengan terburu-buru ia menunjukkan pesannya dan membuka aplikasi email untuk memperlihatkan bukti yang ia dapatkan.

“Lihatlah, Baekhyun sudah mengirimkan percakapan wanita itu dengan pria yang menusukku!”

 

Belum sempat ia tunjukkan pada Kyuhyun, ia dibuat terkejut karena tidak ada email masuk dari Baekhyun. Tidak ada bukti percakapan antara Yoon Soojin dan pelaku itu.

 

“Dimana emailnya?”

 

“Baekhyun sudah mengirimkannya tadi.”

 

Hyowon semakin gelisah dan kebingungan, sementara Kyuhyun masih diam memperhatikan gerak-gerik istrinya yang berusaha mengatakan kebenaran yang ia anggap omong kosong itu. Kedua tangannya mengepal kuat menahan amarahnya yang mulai mendidih.

 

“Aku akan menghubunginya!”

 

Hyowon berusaha menghubungi Baekhyun namun tidak ada jawaban dari sahabatnya itu membuatnya semakin frustasi.

 

“Dia pasti sudah di pesawat!” ucap Hyowon memberikan jawaban atas kebingungannya sendiri.

 

Kyuhyun menajamkan tatapannya pada Hyowon, namun gadis itu terus berusaha mengotak-atik ponselnya mencari-cari apa yang ingin ditunjukkannya pada Kyuhyun.

 

“Oh, jadi Baekhyun yang mengatakan omong kosong itu padamu dan kau langsung mempercayainya?” Kyuhyun menarik lengan istrinya dan membawa tubuh itu mendekat hingga menatapnya, Hyowon menatap kilatan amarah yang terpancar di kedua mata Kyuhyun.

 

“Sungguh Kyuhyun-ah, aku sempat melihatnya dari ponsel Baekhyun!”

 

“Hentikan Cho Hyowon!”

 

Kyuhyun memekik dengan suara tegas dan membuat jantungnya berdetak semakin cepat. Pria itu marah, mengeluarkan amarahnya, membentaknya bahkan mencengkram lengannya lebih erat. Terlihat menakutkan bagi Hyowon juga rasa sakit di dalam hatinya karena suaminya sangat sulit mempercayainya, namun ia tetap gadis yang keras kepala dan akan melakukan apapun untuk membuktikan kebenaran yang ia ketahui.

 

“Kau pasti memiliki emailnya bukan? Dia pasti masih menyimpannya.”

 

Kyuhyun benar-benar tidak habis pikir dengan istrinya yang masih saja belum menyerah untuk membuktikan omong kosong yang diyakininya. Dengan wajah tanpa ekspresinya ia mengeluarkan ponselnya memberikannya pada Hyowon untuk mentutaskan rasa penasaran dalam diri istrinya itu.

 

Hyowon langsung melihat kontak dengan nama Yoon Soojin yang didalamnya terdapat alamat email dan keterangan lainnya. “Ya, ini alamat emailnya tadi. Aku mengingatnya, aku akan meminta Sehun untuk meretasnya. Kau harus melihatnya!”

 

Hyowon benar-benar terlihat seperti tersangka dalam pengadilan yang harus membela dirinya saat ini di depan Kyuhyun, bukan seorang korban atau jaksa yang menuntut seorang tersangka. Tatapan Kyuhyun benar-benar membuatnya merasa sangat sesak dan terdesak, ia memohon dalam hatinya agar Kyuhyun percaya padanya. Namun pria itu memilih untuk tidak peduli dengan apa yang ia lakukan dan berjalan menuju ruangannya.

 

“Kyuhyun-ah!” gumam Hyowon dengan wajah yang menampakkan kecemasan sekaligus sedih. Ia mendekatkan poselnya untuk menghubungi Sehun. Ia yakin bahwa pria itu bisa membantunya saat ini.

 

“Yeoboseyo, Sehun-ah, bisakah kau meretas sebuah akun email untukku? Jangan bertanya untuk kali ini, tolong bantu aku!” ucap Hyowon dengan tergesa-gesa dan sangat gelisah.

 

“Baiklah! Tunggu beberapa menit, aku akan mengirimkan password yang barunya.”

 

Ia sedikit bisa bernafas lega, Sehun bahkan langsung mengiyakan permintaannya tanpa bertanya apapun sesuai dengan apa yang ia harapkan.

 

Hyowon sudah menyiapkan laptopnya. Kyuhyun menghampirinya untuk mengambil kembali ponsel yang masih di genggam istrinya. Pria itu memutuskan untuk berangkat ke pesta perayaan kerja sama perusahaannya lebih awal dan meninggalkan istrinya di rumah seorang diri. Karena jika ia masih melanjutkan perdebatan ini maka entah apa ia masih mampu menahan emosinya yang sangat tinggi itu.

 

Kyuhyun berdiri tepat di samping Hyowon yang menahannya untuk pergi. Istrinya yang tidak bisa ia kendalikan saat ini itu berusaha untuk membuatnya melihat apa yang sedang ingin ditunjukkannya.

 

“Hentikanlah Cho Hyowon, tidak ada gunanya kau melakukan hal itu! Apa Baekhyun sudah mencuci otakmu huh?”

 

“Aku hanya harus masuk ke akun emailnya!” Hyowon tidak menghiraukan apa yang Kyuhyun katakan dengan nada sedikit kasar itu, ia meracau pada dirinya sendiri. Jari-jarinya yang sudah sangat terbiasa dengan Keyboard itu menari-menari sangat lincah mengetikkan alamat email Yoon Soojin dan password yang dikirimkan oleh Sehun melalui pesan singkat.

 

“Tidak ada, dimana pesannya? Kenapa tidak ada?”

 

Hyowon bertanya dengan wajah kebingungan, ia tidak bisa menerima apa yang ia lihat saat ini. Dan Kyuhyun merasa semakin tidak bisa menerima apa yang diperbuat istrinya kali ini. menurutnya ini sudah melewati batasannya, ia menganggap istrinya berbohong dan melakukan segala cara untuk membuktikan kebohongannya namun gagal.

 

“Aku melihatnya tadi, aku sungguh melihatnya … wanita itu menyuruh pria itu untuk mencelakaimu!” kedua mata Hyowon sudah mulai berkaca-kaca. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi, ia tidak bisa membuktikan ucapannya dan Kyuhyun semakin tidak mempercayainya.

 

“Hentikan!” suara perintah Kyuhyun membuatnya menahan nafas untuk beberapa saat. Bahkan kali ini pria dihadapannya ini membuang wajahnya agar tidak menatapnya. dadanya bergemuruh dan rasa sakit menerjang hatinya untuk kesekian kalinya.

 

Hyowon ingin menyerah, namun ia kembali teringat bahwa pria yang berada di hadapannya saat ini benar-benar dalam bahaya. Entah ini adalah sebuah kebohongan atau bukan ia tidak bisa untuk tetap diam jika menyangkut keselamatan suaminya. Hyowon sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi suaminya.

 

“Aku akan menghubungi Baekhyun untuk meminta mengirimkannya lagi…”

 

 

Brakk!!!

 

Belum sempat Hyowon menekan layar ponselnya, Kyuhyun sudah merebutnya dengan cepat dan melemparkannya ke dinding dengan sangat kasar. Kedua kalinya, sebuah ponsel mahal yang hancur berserakkan dilantai akibat ulah dari Cho Kyuhyun yang melemparnya ke dinding rumahnya sendiri.

 

“Sudah kubilang hentikan, Park Hyowon!” Kyuhyun meninggikan suaranya, namun bukan itu yang membuat Hyowon merasa dihempaskan berulangkali ke dasar jurang. Ia terbiasa dengan “Cho Hyowon” ketika Kyuhyun menyebutnya bahkan saat marah. Kali ini pria itu seolah enggan menyebut nama Hyowon dengan marganya.

 

Bulir-bulir air mata jatuh menetes membasahi pipinya, ia menggigit bibirnya sendiri menahan isakkan yang meronta ingin keluar dari mulutnya.

 

“Dia jahat Kyuhyun-ah!” ucap Hyowon dengan memegangi perutnya. Ia berusaha menahan tangisannya namun sungguh ia tidak bisa.

 

Demi tuhan Kyuhyun sangat ingin menyeka air mata itu, namun emosinya sedang mengendalikannya saat ini hingga bahkan ruangan ini terasa begitu gelap dan penat. Kedua tangannya mengepal, menahan entah apa lagi yang ingin ia lemparkan.

 

“Baekhyunmu yang selalu kau bela itu penjahatnya! Bahkan dia sendiri yang menabrak mobilku hingga kami kecelakaan. Hah! Itu hanya satu dari sekian banyak perbuatannya, dan terror lainnya, orang-orang yang berusaha mencelakaimu, itu semua ulahnya!”

 

Hyowon menggelengkan kepalanya dengan cepat, Hyowon tahu Baekhyun mengakui perbuatannya tapi ia tidak melakukan yang lainnya. Semata-mata hanya untuk melindungi dan ‘membalas’ perbuatan buruk padanya. “Tidak! Baekhyun memang yang menyebabkan kecelakaan itu, Tapi… Dia tidak seperti yang kau bayangkan, bahkan dia tidak pernah menyakitiku sepertimu!”

 

“Apa katamu? Apa kau kembali membandingkan suamimu dengan pria brengsek itu, hah?” Kyuhyun benar-benar sudah terbakar dengan emosinya. Seluruh tubuhnya merasa mendidih dan bergejolak. Perasaan sakit seketika tercipta mendengar apa yang dikatakan istrinya itu, terdengar bahwa ia selalu menyakitinya tidak seperti Baekhyun yang melindunginya.

 

“Percayalah padaku untuk kali ini saja!” Hyowon memohon dengan wajah basahnya. Ia menatap prianya dengan penuh harap. Ya, untuk kali ini saja. Karena entah apa ia bisa berbicara lagi dengan suaminya nanti.

 

“Kau bahkan tidak tahu bagaimana sosok Yoon Soojin bagiku, dia yang selalu mendukungku saat aku terpuruk, dia bahkan membuatku hingga seperti ini. Dia membuatku percaya bahwa semua orang tidak meninggalkanku!”

 

Hyowon tersenyum pahit, senyum yang jauh lebih menyakitkan dari air matanya. Sulit ia percaya bahwa saat ini Kyuhyun sedang menjelaskan bagaimana Soojin di mata pria itu. Kalimat-kalimat itu seolah meremas hatinya yang sudah hancur berantakan. Dia benar-benar egois, haruskah ia melakukan hal itu? Mempercayai mantan kekasihnya dan menyuruhnya untuk tidak mempercayai sahabatnya?

 

“Apa kau sedang memuja wanita lamamu di depan wanitamu?”

 

Sindiran dari mulut Hyowon itu menohoknya, Kyuhyun menatap istrinya yang berusaha menampakkan wajah tegarnya dengan seluruh hatinya yang sudah hancur.

 

“Dia tidak mungkin melakukan seperti apa yang kau tuduhkan itu.”

 

Hyowon menganggukkan kepalanya, ia menyerah dengan apa yang ia perjuangkan. Percuma saja, suaminya tidak akan percaya padanya. “Ya, Baekhyun juga tidak mungkin melakukan seperti apa yang kau tuduhkan itu!”

 

Kyuhyun menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sudah berapa kali ia katakan bahwa ia tidak suka mendengar istrinya menyebut nama pria lain dan bahkan membela pria lain terlebih lagi seorang Byun Baekhyun. Kadar kebenciannya terhadap sepupunya itu sudah diambang batas.

 

“Kau memang sahabat sejatinya!” ucap Kyuhyun sebelum ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar ini.

 

“Dan kau adalah mantan kekasih sejatinya, hanya mantan kekasih!” Teriak Hyowon dengan histeris. Air matanya semakin jatuh tanpa henti, harus bagaimana lagi agar suaminya percaya? Dan ia sungguh tidak memiliki lagi kekuatan untuk melakukannya. Seolah tenaganya hilang begitu saja karena Kyuhyun yang sangat memuja mantan wanitanya.

 

Hatinya kembali bertanya-tanya dengan penuh keraguan seiring dengan air mata yang jatuh semakin deras.

 

Cho Kyuhyun, apa kau sungguh mencintaiku?

Kau mengatakan kau mencintaiku bukan?

Kalimat itu bukan untuk sekedar menghiburku, bukan?

Apakah kau tidak peduli lagi padaku?

Kenapa kau tidak percaya padaku?

Dia hanya mantan kekasihmu, bukan?

Dia hanya masa lalumu, bukan?

Kenapa kau sangat senang menyakitiku?

Aku istrimu!

Kenapa kau melakukan ini padaku?

Kenapa hatiku begitu sakit?

Ini menyakitkan! Sangat menyakitkan!

Bunuh aku saja, Cho Kyuhyun!

 

 

Dengan langkah gontai Hyowon keluar dari kamarnya, wajahnya yang terlihat kacau dengan air mata yang mengering itu semakin memucat. Kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya tadi cukup membantunya untuk bernafas. Hyowon adalah gadis yang tidak mampu untuk diam dalam tangis dan menyimpannya di bagian hati terdalam. Namun tetap saja, luka yang bertempat pada hati tidak bisa sembuh dengan mudah atau bahkan tidak akan pernah bisa sembuh sampai kapanku.

 

Arah pandangannya terpusat pada kedua kakinya yang memakai sepasang sepatu pemberian dari suaminya. Dia bahkan ingin sekali melepasakannya, namun ia sendiri sangat ingin memakainya. Dia kebingungan, bahkan rasanya semua akal sehatnya lenyap hingga ia menjadi gila. Semuanya karena Cho Kyuhyun, mencintai pria yang merupakan suaminya itu benar-benar membuatnya seperti menjadi gila.

 

Telepon rumah berdering, Hyowon berjalan menghampirinya. Entah mengapa jantungnya berdetak lebih cepat mendengar dering telepon itu.

 

“Kau akan benar-benar hancur, pesta malam ini adalah pesta terakhir untuknya!”

 

Matanya membulat sempurna. Asupan oksigen untuk pernafasannya seolah semakin menipis, matanya yang masih memerah itu kembali berair. Hal pertama yang ia ingat adalah suaminya. Cinta membuatnya melupakan sebesar apapun rasa sakit dan kebenciannya terhadap Kyuhyun, ia tidak akan baik-baik saja jika Kyuhyun tidak baik-baik saja.

 

Hyowon hendak membuka mulutnya untuk berbicara dengan orang yang menghubunginya yang ia yakini adalah seorang perempuan, namun sambungannya terputus.

 

“Yaa! Apa yang akan lakukan dengan suamiku, huh? Kau tidak bisa melukainya! Dia hanya pria bodoh yang sangat baik hati terhadapmu!”

 

Hyowon menekan menekan beberapa digit nomor untuk menghubungi suaminya, namun tidak bisa. Tidak tersambung sama sekali. Dan malangnya ia tidak mengingat nomor dari Donghae ataupun Hyukjae.

 

Hyowon berjalan keluar, ia mencari sosok pelindungnya yang lain. Dan tidak butuh waktu lama, pria itu sudah berdiri di depan pintu utama dengan senyum khas nya.

 

“Henry-ya!”

Hyowon merasa sangat terbekati melihat Henry di hadapannya, namun sebuah tas ransel hitam yang berada di punggungnya itu membuatnya bingung. Topi hitam yang tak biasa pria itu kenakan juga menambah kebingungan Hyowon saat ini.

 

“Apa yang kau lakukan?”

 

Henry tersenyum canggung, “Aku sudah dipecat, aku disini hanya ingin berpamitan denganmu Nyonya Cho.” Ia kemudian menundukkan kepalanya untuk memberi hormat pada mantan majikannya itu.

 

Hyowon terkejut,“Apa? Tidak bisa, ini semua kesalahanku!” ia tidak bisa menerima atas apa yang diterima oleh Henry karena apa yang telah ia lakukan. Dan ucapan Kyuhyun benar-benar sangat nyata dan tidak main-main.

 

“Tidak, ini bukan kesalahanmu.” Henry merasa tidak enak, ia menerima sepenuhnya bahwa apa yang diputuskan oleh Kyuhyun karena kelalaiannya. Itu juga keputusannya, permintaan Hyowon yang dilarang oleh Kyuhyun yaitu menemui Baekhyun itu benar-benar tidak bisa ia tolak dengan mudah. Ia tidak pernah menyesal karena telah membantu Hyowon, gadis itu bahkan rela menyerahkan dirinya agar ia tidak teluka lebih parah lagi. Henry bersyukur bisa menjadi anggota keamanan pribadi untuk Hyowon.

 

“Entahlah, sekarang itu tidak penting! Kau harus menolongku, menolong Kyuhyun! Mereka sedang merencanakan sesuatu untuknya, kumohon bantulah aku untuk pergi kesana!”

 

Henry mengerutkan dahinya, sedikit bingung dengan sikap Hyowon yang menjadi gelisah. Namun kemudian pria berdarah campuran itu juga merasa cemas, ia tahu benar bagaimana keselamatan keluarga Cho Kyuhyun yang terancam.

 

“Pinjamkan aku ponselmu!”

 

Hyowon langsung berusaha untuk menghubungi Donghae dan Hyukjae setelah Henry memberikannya. Tapi usahanya sia-sia semua nomor ponsel yang ia hubungi diluar jangkauan sama seperti Kyuhyun. Tidak bisa dihubungi! Ada apa dengan mereka bertiga? Hyowon sangat ketakutan saat ini dan mulai memiliki firasat yang buruk.

 

“Jika kau mengalami kesulitan, dan dalam bahaya ingat nomor ponsel ini.”

 

Hyowon masih mengingat ucapan Baekhyun saat di bandara tadi, ya sahabatnya memberikan nomor telepon yang mudah diingatnya karena delapan digit dibelakangnya adalah tahun, bulan dan tanggal lahirnya.

 

Hyowon mendekatkan ponsel milik Henry itu ketelinganya setelah ia menekan tombol panggil pada layar lebar perangkat itu. “Ini aku Cho Hyowon, kumohon tolong aku dan Kyuhyun. Kirimkan semua petugas keamanan keluarga Cho, dan polisi, apapun itu… aku mohon!”

 

***

 

Sampai di depan gangway jembatan masuk dan keluar para penumpang, Hyowon bersyukur bahwa kapal masih berlabuh di dermaga. Kapal pesiar E-Land Cruise berukuran besar ini akan berlayar membawa penumpang untuk menikmati malam gelap tanpa bintang menyusuri sungai Han yang memiliki pesona yang sangat indah itu. Ia berhasil menaiki kapal dengan mengatakan bahwa ia istri dari Presdi CG Company saat salah seorang petugas menahannya.

 

“Aku tidak apa-apa, kau harus berjaga-jaga disini dan mencoba untuk menghubungi Donghae dan Hyukjae Oppa.” Bisik Hyowon pada Henry sebelumnya. Petugas itu tidak mengijinkan Henry untuk masuk, tanpa undangan maka mereka tidak bisa masuk.

 

Hyowon bergegas masuk dan mencari sosok suaminya di antara banyaknya tamu undangan dan luasnya kapal yang sedang ia tumpangi ini.Ia cukup bingung, entah harus pergi kemana. Bahkan penerangannya begitu minim. Lampu-lampu redup disetting untuk memperindah dekorasi mewah kapal pesiar ini, bahkan sesaat lagi acara kembang api akan segera di mulai. Para tamu masih menyebar di berbagai sudut kapal sebelum acara resmi yang akan dimulai kurang dari 30 menit lagi di bagian Sun deck kapal.

 

Henry berjalan dengan langkah kaki yang terburu-buru namun tetap berhati-hati menyusuri hallway, ia berhasil masuk setelah melumpuhkan petugas pintu masuk itu dengan memukul keras tengkuknya.

 

“Tuan, bisakah kau memberikan ponsel ini pada Nyonya Cho? Dia melupakan ponselnya!”

 

“Baiklah!”

 

*Bugh!

 

 

Kyuhyun yang terlihat tampan dengan setelan tuxedo formal nan mahal itu menenggak red wine yang masih tersisa di gelasnya. Seorang pelayan menghampirinya, ia meletakkan gelas kosongnya yang entah keberapa itu diatas permukaan baki. Begitupun dengan Soojin, ia yang menemani Kyuhyun sejak awal itu menaruhnya dengan perlahan. Pelayan pria itu berjalan meninggalkan keduanya yang sedang berdiri di balkon bagian belakang menjauh dari keramaian.

 

“Apa kau wanita jahat seperti yang dikatakan istriku?” Kyuhyun bertanya tanpa maksud bahkan tanpa ekspresi, ia hanya asal bicara melampiaskan kemarahannya pada istrinya.

 

Sempat tersentak dengan pertanyaan Kyuhyun yang dilemparkan padanya, namun dengan mudah ia menguasa mimik wajahnya dengan baik. Yoon Soojin tersenyum. “Menurutmu?”

 

“Apa kau yang berusaha melukaiku?”

 

Soojin menggerakkan tangannya menyentuh pipi Kyuhyun dan membelainya. “Satu-satunya hal yang telah aku lakukan untuk melukaimu yaitu meniggalkanmu!”

 

“Dan aku menyesal.”

 

“Aku sangat menyesal, aku tidak mampu untuk tidak menangisi kebodohanku. Kebodohanku yang meningalkanmu!”

 

Kyuhyun menatap sendu wajah Soojin yang berubah menjadi sedih seolah kehancuran menerjangnya. Kedua mata itu berkaca-kaca memelas meminta perhatian darinya. Suasananya benar-benar menyiksanya. Ia sungguh tidak berdaya dengan semua ini.

 

“Jika aku bisa melukaimu, maka aku akan melukaimu dengan membuatmu jatuh cinta kembali padaku!”

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya, ia tidak bisa melihat Soojin bersedih. Namun dengan cepat kedua tangan Yoon Soojin meraih wajahnya memintanya untuk menatapnya.

 

“Kyuhyun Oppa”

 

Soojin mencium bibir Kyuhyun dan menyesapnya dengan menuntut. Kyuhyun tidak menolaknya, ia bahkan membalas sentuhan pada bibirnya seraya kedua tangannya yang mengepal kuat. Kyuhyun mencium bibir itu dengan menutup matanya merasakan tubuh dan hatinya yang saling mengingatkan kenangannya bersama Soojin beberapa tahun yang lalu.

 

 

Hyowon terjatuh tak berdaya setelah merasakan hatinya yang seperti dihujani oleh tombak yang runcing saat melihat Kyuhyun disana, ia terduduk lemas dengan air mata yang sudah jatuh dan membuat basah kedua pipinya. Dan ia yakini bahwa setelah ini ia tidak bisa hidup dengan nafas yang teratur, atau bahkan ia tidak bisa bernafas. Hembusan angin yang begitu dingin itu menembus tepat pada jantungnya yang sepertinya sudah terluka karena terasa berhenti berdetak sesaat.

 

Tangan kanannya menekan dadanya yang begitu sesak dan nyeri pada ulu hatinya, bahkan tubuhnya sudah membeku bersandar pada dinding kapal yang dingin. Ia menutup mulutnya untuk menahan isakannya yang akan membuatnya semakin sakit. Entah mengapa ia ingin sembunyi saat ini, ataupun ia ingin berlari pergi saat ini juga.

 

“Kyuhyun-ah…”

 

Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya dengan cepat, seolah terdengar suara istrinya yang memanggilnya dengan nada penuh kesakitan.

 

Ia bahkan seolah baru tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan, mengapa ia melakukannya? Ini benar-benar salah! Kyuhyun memejamkan matanya sesaat dan memaki dirinya sendiri dalam hatinya. Kakinya berjalan cepat meninggalkan Soojin begitu saja untuk menuju dimana para tamu undangan berkumpul.

 

 

*

 

“Lepaskan aku –mmph!”

 

Dua orang menahan tangan Hyowon, ia berusaha memberontak namun itu tidak ada apa-apanya dibandingan dua pria di sampingnya. Mulutnya dibungkam dengan selotif hitam berukuran besar dan kedua tangannya diikat kebelakang.

 

Seorang pria berjalan mendekat menghampirinya dengan senyum yang membuatnya terkejut luar biasa setelah melihat wajah dari pria itu. Pria tinggi yang tampan itu terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Senyum dan sorot matanya bukan seperti pria yang sebelumnya.

 

‘Oh Sehun?’

 

Hyowon bergumam dalam hatinya, ia menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. kenapa ada Oh Sehun disini? Astaga, apa Sehun yang selama ini berusaha mencelakai Kyuhyun? Tapi kenapa? Apa semua ini hanya mimpi buruk? Kenapa sulit sekali mempercayai bahwa pria yang menampilkan senyuman mengerikan di depannya adalah Sehun?

 

Dan ya, Hyowon benar-benar malang karena disekap untuk kedua kalinya oleh sahabat yang bahkan tak pernah ia terbayangkan sebelumnya. Namun kali ini, ia sungguh ketakutan karena Sehun bukanlah Baekhyun. Hyowon tidak tahu apa saja yang bisa pria itu lakukan padanya.

 

“Kenapa kau harus ikut campur huh?” Sehun berbicara dengan nada kesal.

 

“Tidak bisakah untuk diam di rumah saja, kau akan ikut tersiksa jika seperti ini… Tapi sudah terlambat!” Hyowon ingin sekali berteriak saat ini. namun ia hanya bisa menangis, dengan wajah ketakutan dan terlukanya. Pria di hadapannya benar-benar terlihat sangat menakutkan seolah sisi gelap menguasai seluruh tubuhnya.

 

Hyowon mengedarkan pandangannya ke seluruh arah yang bisa ia jangkau, batinnya mengeluh kenapa tidak ada orang yang bisa menolongnya? Bahkan Kyuhyun, dimana suaminya? Kemana orang-orang berkumpul?

 

Semua tamu undangan sudah berkumpul di tempat utama. Dimana pusat acara akan dilakukan disana. Sehun sudah mengaturnya, ada Kevin disana yang menjadi tokoh utama dalam acara tersebut. Bahkan Sehun yang sangat ahli dalam bidang IT itu sudah memasang Jammer Signal yang merupakan alat penghilang atau perusak jaringan pada telepon seluler hingga membuat Hyowon tidak bisa menghubungi Kyuhyun ataupun kedua sahabat suaminya itu yang menghadiri pesta ini.

 

“Kau pasti terkejut! Ya, ini aku Oh Sehun temanmu! Harusnya kau tetap menyukaiku, maka kau tidak akan seperti ini.” Sehun merendahkan tubuhnya hingga ia bisa menjangkau Hyowon yang duduk tak berdaya.

 

Sehun mengusap rambut Hyowon yang terurai dengan perlahan. Hyowon semakin menangis dan menggerakkan kepalanya menjauh dari tangan Sehun. Jiwanya benar-benar seperti meninggalkan raganya saat ini, setelah melihat apa yang telah suaminya lakukan, kini ia harus menghadapi kenyataan tentang temannya yang selama ini membantunya, teman terdekatnya di perusahaan tempatnya bekerja, penyemangatnya, dan juga pria yang sempat ia sukai.

 

“Ini semua karena kesalahan suamimu, sayang sekali kau menjadi dalam bahaya karenanya.”

 

Sehun tersenyum pahit dengan memejamkan matanya,“Dan ini berawal dari perusahaan CG Company yang terlalu sukses itu!”

 

Flashback…

 

Perusahaan yang bernama CG Company hampir mengalami kebangkrutan, ketiga sahabat yang bekerja di perusahaan tersebut bersama-sama membangun kembali CG Company dengan materi dan kerja keras mereka. Yaitu Cho Hyun Ho, Oh Jaejun, dan Park Yongjae. Cho Hyunho yang merupakan seorang pria yang berasal dari keluarga kaya itu menjadi pemilik saham terbesar.

 

“Kita pasti berhasil!” ucap Oh Jaejun

 

Park Yongjae menganggukkan kepalanya. “Tentu saja harus berhasil, aku bekerja untuk keluargaku!”

 

“Setelah sukses nanti, kita jodohkan saja putra-putri kita. Itu akan menjadi sejarah yang manis.” Cho Hyunho tersenyum memikirkan idenya itu.

 

Tahun demi tahun berlalu, CG Company mulai bangkit dari keterpurukannya. Oh Jaejun menginginkan kekuasaan atas perusahaan yang sudah memiliki nama di Kota Seoul, ia ingin menjabat sebagai Presiden Direktur saat itu juga. Pemilihan posisi itu sangat ketat karena para investor dan dewan lainnya memiliki pilihannya masing-masing. Kemungkinan terbesar adalah Cho Hyunho pemegang saham terbesar, dan Park Yongjae yang memiliki kemampuan diatas keduanya. Akan tetapi, seorang Park Yongjae memilih untuk tidak menduduki posisi itu.

 

Sebelum rapat penentuan Presiden Direktur, Park Yongjae telah menemukan bukti bahwa Oh Jaejun melakukan pemalsuan data keuangan, pencucian uang dan kasus lainnya yang menyebabkan kebangkrutan sebelumnya. Park Yongjae memutuskan untuk memberikan sahamnya pada Cho Hyunho, ia tidak bisa membiarkan Oh Jaejun menduduki posisi itu.

 

Apa yang telah dilakukan oleh Oh Jaejun diketahui oleh Cho Hyunho dan pria tegas itu tidak tinggal diam. Meskipun sahabatnya sendiri, ia tidak bisa mentoleransinya. Cho Hyunho memberitahu semua orang yang berada di dalam ruang rapat. Dan melaporkannya ke kantor polisi.

 

Oh Jaejun yang memiliki seorang istri dan putra itu menghabiskan hidupnya bertahun-tahun di dalam penjara, bahkan istrinya tidak diterima lagi di daerah tempat tinggalnya. Wanita malang itu dan putranya beberapa kali pindah saat orang-orang mengenalinya sebagai istri seorang koruptur. Istri Oh jaejun mengiris pergelangan tangannya untuk mengakhiri hidupnya yang penuh hujatan.

 

Oh Sihoon putra dari Oh Jaejun berimigrasi ke Kanada dengan illegal dan mengganti namanya, itu semua ia lakukan agar bisa menghindari orang-orang yang selalu mengawasi gerak-geriknya. Ia melakukan segala cara untuk mengumpulkan uang dan mencari keuntungan. Balas dendam adalah motivasi terbesar dari hidupnya, hingga ia mampu mendapatkan sebuah perusahaan dengan melakukan penipuan, dan istri yang merupakan seorang pewaris yang berasal dari korea.

 

Kevin Oh adalah putra dari wanita kaya yang dinikahinya, dan Oh Sehun adalah putra yang ia sembunyikan dari wanita sebelumnya. Pria itu menanamkan rasa balas dendam yang besar pada kedua putranya. Menceritakan kejadian yang menyakitkan baginya tanpa ia tahu fakta sesungguhnya.

 

Oh Sehun dan Kevin Oh yang masih berada di bangku sekolah itu sedang berjalan bersama ayahnya, beberapa orang menghampiri mereka. Tanpa ampun, ketiganya dipukuli dengan kasar oleh orang-orang itu. Oh Sihoon melindungi kedua putranya dengan memeluk mereka hingga para pria berbadan besar yang berwajah korea itu memukulinya habis-habisan.

 

Kedua pria remaja itu menangis, menyaksikan ayahnya tak berdaya dan menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan mereka berdua. Keduanya berjanji akan membalaskan dendam ayahnya yang belum terbalas itu.

 

Flashback End . . .

 

Kebingungannya semakin jelas, Sehun bekerja di Seoul Great Software Development untuk mendekatinya, mengawasinya. Pria berwajah tampan dan bertubuh tinggi itu sudah mengetahui bahwa satu-satunya wanita yang akan dinikahkan dengan Cho Kyuhyun adalah Park Hyowon. Pria itu sudah merencanakan semuanya sejak dulu, dan tentunya meneror Kyuhyun sejak sebelum pernikahan mereka.

 

Dan Sehun juga meretas emailnya selama ini, ia menghapus pesan yang dikirim oleh Baekhyun. Dan tentu setelahnya ia membersihkan bukti yang masih tersimpan dalam email Soojin. Serta Workshop di Kanada… Sehun sudah mengaturnya.

 

Sehun berjalan meninggalkan Hyowon yang terduduk dengan menundukkan wajahnya. Air matanya bahkan sangat sulit untuk berhenti mengalir. Soojin datang menghampiri dengan senyum kemenangannya, senyum itu hanya sesaat setelah Sehun memberikan tatapan tajamnya pada wanita itu. Tatapan yang membuat Soojin muak, wanita itu tahu maksud dari tatapan Sehun. Pria itu tidak ingin ia menyakiti gadis malang yang sedang menangis tak berdaya.

 

“Apa ini? kau datang untuk melihat cinta kami, huh?” Soojin memberikan kode pada dua pria itu untuk membuat Hyowon bangkit dan mengikutinya menuju sudut balkon.

 

Soojin melepaskan selotif penutup mulut Hyowon itu dengan kasar hingga Hyowon harus mengerang perih di sekitar bibir dan pipinya.

 

“Kau lihat suamimu itu begitu menginginkanku, bukan?” Soojin tersenyum menang dengan jari-jarinya yang menyentuh bibirnya. Mengingatkan Hyowon atas apa yang baru saja mereka lakukan.

 

“Wanita brengsek, rendahan, tidak memiliki harga diri, dan bahkan tidak memiliki hati.”

 

“Kau!” Soojin mengepalkan kedua tangannya, berani-beraninya seorang Park Hyowon menghinanya. Ia sudah merasa cukup kalah dengan wanita yang ia anggap sangat bodoh dan tak sebanding dengannya itu. Tidak untuk menerima penghinaan yang keluar langsung dari mulutnya.

 

“Ah ya, kau bahkan tidak punya otak! Tidak, kau bahkan bukan seorang manusia!” Hyowon berhasil mengeluarkan apa yang ia tahan untuk wanita itu, Kyuhyun pernah melarangnya untuk tidak menghina wanita di depannya namun tidak bisa, kali ini ia benar-benar sangat ingin menghina wanita bernama Yoon Soojin itu. Persetan dengan apa yang dikatakan Kyuhyun padanya, ia sudah tidak peduli, hatinya sudah menjadi debu atas penghianatan yang Kyuhyun lakukan.

 

“Akh!”

 

Kedua tangan Soojin mencekiknya, tenggorokkan merasa sakit karena itu. Hyowon kembali mengeluarkan air matanya, ia tersenyum dengan kesakitan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. “Kau pikir Kyuhyun masih mencintaimu? Dia hanya kasihan melihat sampah sepertimu!” pekik Hyowon dengan segenap tenaga tersisa dan nafas yang tercekat.

 

“Kau, jangan pernah menghinaku! Apa belum cukup dengan terror dan tusukkan di perutmu itu huh? Kau memang rupanya ingin mati di tanganku!” mata Yoon Soojin memerah, api amarah membakarnya. Bahkan senyuman mengejek Hyowon benar-benar menyulutnya.

 

“Kyuhyun hanya mencintaiku… dia tidak pernah mencintaimu! Dia hanya kasihan padamu! Wanita jalang yang malang!”

 

*Plaak!

 

Soojin menampar pipi Hyowon dengan sangat keras hingga darah menetes di sudut bibir Hyowon, dan pipi itu memerah lebam. Soojin melakukannya benar-benar sangat keras.

 

“Mulutmu ternyata lebih berani, huh? Sialan!”

 

Kedua tangan Yoon Soojin kembali mencekik leher Hyowon, emosinya sudah tidak bisa tertahankan lagi. Ia tidak peduli dengan larangan Sehun padanya. Ia sudah tidak bisa untuk menahannya lagi.

 

“Kau akan mati di tanganku, dan Kyuhyun menjadi milikku!”Soojin semakin menguatkan tangannya yang mencekik leher Hyowon seraya menggertakan gigi-giginya. Bahkan tubuh Hyowon sudah terhimpit oleh Soojin, tubuh bagian belakangnya menyentuh balcony fitting atau pegangan berbahan baja itu dengan sangat kasar hingga menambahkan nyeri pada tubuhnya.

 

Rasa sakit dikepalanya benar-benar menusuknya, tidak hanya itu; jantungnya dan seluruh tubuhnya merasa sangat sakit. Gadis itu kehilangan seluruh tenaganya, tidak ada yang membuatnya untuk mampu melawan. Keadaannya sungguh tidak berdaya saat ini. ia hanya mampu berharap dalam hatinya agar seseorang menolongnya. Tidak, ia berharap ada yang bisa menyelamatkan Kyuhyunnya.

 

‘Maafkan aku, aku tidak bisa melindungimu!’

 

Soojin semakin menekan leher Hyowon dan mendorong tubuh itu dengan keras hingga terjatuh ke dalam sungai. Bersamaan dengan suara kembang api yang meledak di udara. Langit malam yang gelap tanpa bintang dan rembulan itu dihiasi dengan percikan warna khas dari kembang api yang semu.

 

 

Kyuhyun menatap langit yang bertambur kembang api yang lenyap bergantian itu dengan air mata yang berlinang di kelopak matanya. Ia teringat dengan istrinya, dan semakin ia mengingatnya semakin sesak bagian dalam dadanya. Jantungnya berdebar tak beraturan, pikirannya yang memang dipenuhi oleh Hyowon saat ini tampak begitu berbeda. Ketakutan yang sangat besar melandanya, entah pertanda apa ini. Kyuhyun sungguh merasa sangat tidak nyaman.

 

Bahkan mimpinya datang kembali lewat memorinya.

 

“Jangan tinggalkan aku, kumohon! Kau mau pergi kemana, huh?”

 

“Maafkan aku… aku tidak bisa melindungimu! Selamat tinggal Kyuhyun-ah”

 

“Andwae!!!”

 

Kyuhyun dengan cepat menyeka air matanya, mimpi itu terasa sangat menakutkan. Bahkan setelah ia bangun, ia masih merasakan ketakutan itu. Keramaian disekitarnya seperti tidak mampu menyentuh seluruh indera yang ia miliki. Ia hanya merasakan dingin, takut, dan menyesal.

 

“Henry! Apa yang kau lakukan disini?” suara kebingungan Hyukjae menyadarkan lamunannya, ia menoleh pada pria yang berdiri di sampingnya dengan wajah cemas.

 

“Pesta ini adalah jebakan, semua ini hanya untuk membunuhmu Presdir Cho!” ungkap Henry dengan wajah serius yang masih dengan ketegangannya. Kyuhyun menatapnya tajam, ini bukan sebuah lelucon, bukan?

 

 

*Dorr!

 

Suara tembakan di udara membuat semua orang berteriak ketakutan. Keadaan menjadi gaduh dan orang-orang berlarian berusaha menyelematkan dirinya masing-masing. Beberapa pria berseragam yang merupakan awak kapal menggiring para tamu untuk mengikuti mereka.

 

Seorang pria dengan pistol di tangannya mengarah pada Kyuhyun berjalan mendekat. Sementara sang target masih terdiam dengan menatap tajam tanpa rasa takut pada pria yang sempat membuatnya terkejut itu.

 

Hyukjae mengeluarkan pistolnya dari saku dalam jasnya dan mengarahkan pada kepala pria yang sedang berjalan mendekat.

 

“Oh-Se-hun?” ucap Kyuhyun dengan dingin dan tersenyum tak percaya. Ia mungkin merasa takut, namun pria itu sudah sangat sering dalam bahaya sehingga ia mampu mengendalikan emosinya.

 

“Hah, kenapa teman-teman pria istriku ingin sekali membunuhku?” senyum ketidakpercayaan Kyuhyun atas apa yang dilihatnya itu memudar saat dua orang yang berjalan di belakang Sehun.

 

Kevin Oh yang merupakan C.E.O dari JW. One Corporation itu berjalan dengan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Yoon Soojin. Ya, Soojin yang berjalan tanpa beban dengan senyum penuh arti itu membuatnya ingin menenggelamkan dirinya sendiri.

 

Mata Kyuhyun memanas, jantungnya berdetak tak beraturan. Ia menatap tajam Soojin dengan wajah terlukanya. Jadi, ucapan istrinya itu sungguh benar? Benar-benar Yoon Soojin? Astaga Cho Kyuhyun kau memang sangat bodoh, ia menyesal benar-benar menyesal. Dan akan sangat menyesal setelah ini.

 

Kyuhyun masih menatap wanita itu tanpa ingin bertanya apa ataupun bagaimana, dengan apa yang ia lihat pria itu sudah cukup jelas tanpa harus meminta penjelasan. Soojin hanya memasang wajah dinginya, ia tidak bisa tersenyum ataupun memberikan ekspresinya yang lain. Ada perasaan takut yang hinggap dalam dirinya. Dan rasa sakit melihat tatapan Kyuhyun padanya yang jauh lebih menyakitkan daripada tatapan pria itu saat di bandara.

 

Soojin mengatur nafasnya, ia berpikir bahwa pria yang pernah mencintainya itu memang pantas mendapatkan ini semua. Soojin mengingat bagaimana keluarga Kyuhyun yang terus mendatanganinya agar berpisah dengan Kyuhyun, dan bahkan selalu menghinanya di depan rekan kerjanya saat itu. Yoon Soojin yang sudah tidak memiliki keluarga lagi dianggap seperti sampah di hadapan Keluarga besar Cho Kyuhyun. Hingga ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Kyuhyun setelah bertemu dengan Kevin dan Sehun.

 

“Sialan, kenapa kalian harus mengacaukan rencanaku huh?” Sehun menatap Henry dengan wajah malas. Kalian yang ia maksud adalah Henry dan Hyowon.

 

Kevin melemparkan sebuah map berisi berkas tentang pelimpahan seluruh asset yang dimiliki Cho Kyuhyun termasuk CG Company. Sementara itu Hyukjae menatap Sehun dengan fokus, namun pandangannya juga mengarah pada Donghae yang berdiri tak berdaya dengan todongan pistol di kepalanya oleh anak buah dari Oh Sehun.

 

“Cepat berikan stampel dan tanda tangani berkasnya, aku sudah tidak sabar ingin membunuhmu!” Sehun menggerak-gerakkan pistolnya, ancamannya memang bukanlah sebuah lelucon. Jarak mereka sekitar lima meter, cukup dekat dan sangat mudah untuk mengarahkannya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun melonggarkan dasi yang melilit lehernya dengan ekspresi muak. “Cih! Kau siapa huh? Apa kau tidak malu melakukan ini semua?”

 

“Aku putra dari Oh Shihoon, cucu dari Oh Jaejun!” balas Sehun memperkenalkan dirinya dengan penuh penekanan pada setiap katanya dan kepercayaan diri yang bercampur perasaan terluka karena harus mengingat ayah dan kakeknya. Sehun ingin sekali menembak salah satu bagian tubuh Kyuhyun untuk menyiksa pria itu, memberikan rasa sakit ditubuhnya. Namun entah mengapa tangannya terasa sangat kaku.

 

Kyuhyun tertawa jahat, ia tahu nama itu. Kakeknya sempat menceritakan tentang sosok itu. “Wow, kau keturunan si koruptor itu huh?”

 

“Brengsek!” Kevin yang tidak mampu mengendalikan amarahnya itu hendak berjalan mendekat bersiap untuk memukul Kyuhyun namun Sehun mencegahnya, Sehun masih memiliki cara untuk menyiksa Cho Kyuhyun lebih dari serangan fisik.

 

Suasana di atas kapal ini terlihat sangat ‘kondusif’ memang, hanya Kyuhyun dan Sehun yang berbicara. Akan tetapi angin malam yang begitu dingin tidak mampu untuk melawan hawa panas dari ketegangan situasi saat ini. pihak Kyuhyun yang paling tersudut, Lee Donghae menjadi sandera, dan hanya Hyukjae yang memegang senjata. Tidak seperti Sehun yang benar-benar penuh persiapan.

 

“Cepat tandatangani atau istrimu akan mati!”

 

Deg! Jantung Kyuhyun berhenti sesaat saat Sehun menyebutkan tentang istrinya. Ancaman itu jauh lebih menakutkan dari ancaman pembunuhan untuk dirinya sendiri.

 

“Nyonya.. Cho!” Henry bergumam pelan di belakang Kyuhyun dengan gelisah. Sampai saat ini ia belum melihat istri dari Cho Kyuhyun itu, terakhir ia melihatnya di gangway lalu ia berusaha mencarinya namun tidak berhasil.

 

Sehun tersenyum puas melihat Kyuhyun yang memucat, tidak hanya Kyuhyun yang terlihat begitu cemas. Donghae, Hyukjae dan Henrypun memberikan ekspresi yang sama. “Dia datang berusaha menyelamatkanmu, tapi dia benar-benar bodoh melihat adegan ciumanmu! Dia sedang terkurung dengan kefrustasiannya saat ini!”

 

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya lebih erat lagi hingga kulit pucatnya kemerahan menahan perasaan yang bercampur di dalam hatinya. Ingin sekali pria itu tidak percaya dengan apa yang baru saja Sehun katakan, pikirannya mencoba untuk mengingkari bahwa Hyowon datang untuk menyelematkannya, melihatnya melakukan hal yang pasti sangat melukai gadisnya.

 

“Hyung, bolehkah aku menidurinya saat ini?”

 

Kesedihan yang melanda Kyuhyun tiba-tiba itu digantikan dengan amarah yang meluap-luap mendengar Kevin berucap dengan wajah santainya. Mata Kyuhyun semakin menyalang dan berapi-api menatap pria yang berdiri di samping Soojin.

 

“Akan kuhancurkan kepala dan mulut kotormu itu!”

 

Kyuhyun hendak berjalan dengan kepalan tangan yang siap untuk mendarat dengan kasar di wajah Kevin, tapi Henry menahannya. Mereka juga tidak terima dengan apa yang baru saja pria berdarah campuran itu, akan tetapi kondisi mereka tersudut. Kyuhyun harus tenang dan mencari jalan untuk menyelamatkan semuanya.

 

Kevin kembali tersenyum melihat ketidakberdayaan Kyuhyun, sementara Sehun memberikan tampang bosannya dan menunjuk berkas yang terjatuh di lantai itu. “Sudahlah Cho Kyuhyun, cepat tanda tangani berkasnya! Aku akan memberikan kesempatan untukmu bertemu dengannya sebelum aku membunuhmu!”

 

“Aku akan membiarkannya hidup, tidak denganmu. Cepat tandatangani!”

 

Soojin merasa kakinya sedikit lemas dan tubuhnya seperti terguncang, padahal kapal pesiar ini telah berhenti berlayar tepat setelah tembakan Sehun di keluarkan. Sejujurnya ia begitu takut dengan Oh Sehun. Entah apa yang harus ia lakukan jika Sehun tahu baha ia sudah membunuh Hyowon. Pria itu pasti tidak akan pernah memaafkannya. Soojin melirik Kevin yang berdiri di sampingnya, kekasihnya pasti akan menolongnya, bukan?

 

 

Hyukjae melihat Kyuhyun dengan perasaan bersalah, dia merasa sangat bodoh, lalai, dan tidak berguna dalam situasi seperti ini.

 

Kyuhyun perlahan-lahan merendahkan tubuhnya untuk memungut berkas dengan map tebal yang berada di depan kakinya. Pria itu tahu dengan benar bahwa setelah ia menandatangani berkas ini maka nyawanya akan lenyap. Ia merasa benar-benar tidak berdaya, bukan karena kepungan senjata atau nyawanya yang sedang dipertaruhkan. Tapi istrinya, ini semua demi istrinya.

 

 

*Dorr! Dorr!

 

Sebuah peluru melesat menembus tulang kering Oh Sehun hingga pria itu terjatuh dengan darah segar yang meluncur bebas. Hyukjae memanfaatkan keadaan dengan menembak tangan Sehun hingga pistol itu terlempar. Sehun mengerang kesakitan, dan Kevin terkejut melihat kakaknya yang terkulai bersimbah darah. Detik beriutnya puluhan pria berjas hitam menyerbu Sehun, Kevin, Soojin dan beberapa anak buah dari mereka bertiga.

 

 

*

 

 

Kapal telah berlabuh di dermaga, seluruh tamu telah diamankan dan keluar dari kapal termasuk anak buah dari Oh Sehun yang disambut oleh beberapa petugas kepolisian. Tersisa Oh Sehun, Kevin dan Soojin yang terikat dengan penuh penjagaan dari beberapa anggota tim keamanan Keluarga Cho Kyuhyun.

 

“Nyonya Cho Hyowon meneleponku sebelumnya, maaf jika kedatangan kami terlambat.” Lapor seorang anggota tim keamanan yang berusia 30 tahunan. Pria bernama Kim Yesung ini merupakan orang kepercayaan Baekhyun yang selama ini menjaga Hyowon saat Baekhyun pergi ke Perancis untuk pertama kalinya. Kemampuan bela diri dan pertahannya setara dengan Lee Hyukjae dan memiliki koneksi dengan Ketua Tim Keamanan Keluarga Cho.

 

“Hyowon…” Gumam Kyuhyun yang semakin teringat pada istrinya. Pikirannya terpusat hanya pada istrinya. Pria itu dan yang lainnya berusaha untuk mencari keberadaan Hyowon di dalam kapal namun tidak berhasil, dan saat ini Hyukjae masih melakukan pencarian.

 

“Dan saya sangat menyesal tidak bisa menemukannya.” Kim Yesung tertunduk dengan penuh penyesalan. Kali ini ia tidak bisa melindungi Hyowon dengan baik, tidak seperti sebelum-sebelumnya.

 

“Kami sudah mencarinya ke seluruh sudut kapal, tapi kami tidak menemukannya.” Anggota tim keamanan lainnya menghampiri dan melaporkan hasil pencariannya.

 

 

Nafas Kyuhyun memburu, ia berjalan mendekati Sehun dan mencengkram kerah kemeja yang sudah berantakan itu dengan kedua tangannya. “Dimana istriku, katakan padaku dimana istriku?”

 

“Haha, apa dia lari darimu huh?” Wajah pucat Sehun akibat darah yang keluar dari tubuhnya karena luka tembakan itu menampakkan senyum kemenangannya, ia menatap wajah frustasi Kyuhyun dengan mata merahnya.

 

“Brengsek!”

 

*Bugh! Bugh! Bugh!

 

Kyuhyun melayangkan tinjuannya beberapa kali tepat pada wajah pucat Sehun dengan penuh amarah, ia benar-benar ingin menghabisi pria itu saat ini juga. Donghae berusaha menahannya. Kyuhyun bisa di penjara jika Sehun sampai mati. Namun Kyuhyun tidak peduli, entah ia harus di penjara atau apapun hukumannya ia hanya ingin melihat istrinya.

 

Donghae menahan tubuh Kyuhyun hingga pria itu berhenti menghujani Sehun dengan pukulan keras dari tangannya. Sehun bahkan sudah tidak sadarkan diri saat ini. Kyuhyun sudah hilang kendali, seperti ada sesuatu yang merasukinya. Emosinya tidak bisa mereda sebelum ia bertemu dengan Hyowon.

 

Kyuhyun menendang Kevin Oh tepat di perutnya. Wajah Kyuhyun sudah basah dengan keringat dan air matanya. “Dan kau, cepat katakan istriku dimana!”

 

Yoon Soojin berteriak melihat Kevin yang jatuh tersungkur. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan amarahnya. “Dia sudah mati, Cho Kyuhyun! Benar-benar sudah mati!”

 

Kyuhyun terdiam, tangannya yang hendak memukul Kevin itu berhenti di udara. Ia mengalihkan pandangannya kepada Yoon Soojin.

 

*Plak!

 

Satu tamparan keras mendarat dengan cepat di pipi Yoon Soojin, pertama kalinya ia menampar seorang wanita. Wanita yang ia puja sebelumnya, wanita yang ia percaya sebelumnya. Tidak ada perasaan menyesal atau apapun karena telah memukul seorang wanita, sekarang Kyuhyun menganggap bahwa Yoon Soojin bukanlah seorang wanita.

 

“Dasar iblis! Tutup mulutmu jika kau tidak bisa memberitahuku dimana istriku!”

 

Yoon Soojin merasa tamparan Kyuhyun benar-benar terasa sangat perih, bahkan kalimat itu benar-benar mengoyak habis hatinya. Ia merasa sangat kalah, Hyowon telah memakinya sebelumnya dan suaminya bahkan melakukan lebih.

 

Soojin tersenyum pahit dengan tersengal-sengal, “Aku sudah membunuhnya dengan tanganku sendiri. Sangat menyenangkan melihatnya jatuh tenggelam di sungai ini!”

 

Air mata Kyuhyun kembali jatuh, bahkan ia sudah tidak mampu merasakan apa ia bernafas dengan benar atau tidak, apa jantungnya berdetak atau tidak, tubuhnya merasakan kesesakkan yang luar biasa. Kedua tangannya terulur dengan cepat meraih leher Soojin dan mencengkramnya.

 

“Aku yang akan membunuhmu, aku yang akan membunuhmu Yoon Soojin!!!” pekik Kyuhyun histeris. Donghae kembali mendekat berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang masih sangat erat mencekik Soojin, wajah wanita itu sudah memucat dengan nafas yang tercekat. Seperti sebuah balasan atas rasa sakit yang sebelumnya Hyowon rasakan.

 

Hyukjae berlari menghampiri Kyuhyun dan menarik tubuh pria itu untuk menjauh. “Kyuhyun, hentikan! Kendalikan dirimu, ingat istrimu! Kita harus menemukannya.” Lee Hyukjae berteriak dengan keras hingga membuat Kyuhyun kembali tersadar dan menjatuhkan tangannya dengan lemah.

 

“Hyowon… istriku… kita harus menemukannya, aku harus menemukan istriku!” Kyuhyun bergumam parau, kelopak matanya yang penuh dengan air mata itu ia pejamkan untuk mengingat bayang-bayang istrinya dengan jelas.

 

Pria itu berjalan mendekat dan menyentuh bahu Hyukjae kemudian melirik Donghae dengan wajah gelisah. “Hyung, kita harus menemukannya.. Dia mungkin bersembunyi, atau mungkin sudah pulang ke rumah.” Kyuhyun menahan isakan tangisnya, ia menggigit bibirnya sendiri mengedarkan pandangannya terburu-buru. Dalam pikirannya saat ini adalah ia harus menemukan istrinya.

 

Kyuhyun menoleh pada seoarng pria yang berjalan mendekat kearahnya.

“Presdir Cho, kami menemukan sepatu ini mengambang diatas air.” Ucap pria itu yang masih merupakan anggota tim keamanan seraya menyerahkan sepasang sepatu berwarna biru yang basah.

 

Tatapan Kyuhyun menjadi kosong dan hampa. Tangannya bergetar meraih flat shoes yang sangat ia kenali. Ini milik istrinya, ia bahkan baru memasangkan ke kaki istrinya tadi pagi, senyum Hyowon yang merasa senang memakai sepatu pemberiannya ini bahkan masih terasa sangat jelas.

 

“Kenapa flat shoes? Lihatlah gaun ini begitu cantik, meskipun akan ditutupi dengan coat super tebal ini!”

 

“Wanita sedang hamil tidak boleh memakai high heels!”

 

“Benar-benar suami yang siaga!”

 

“Baiklah, aku akan memakai high heels nanti jika aku sedang tidak hamil!”

 

“Kyuhyun-ah! Cium aku lagi, lebih lama!”

 

 

Kyuhyun memegang sepatu itu dengan erat, kemudian mendekapnya ia masih mengingat bagaimana menggemaskannya Hyowon saat memakai sepatu pemberiannya. Kyuhyun menangis ketakutan, pandangannya mengabur karena terlalu banyak air di matanya. Dia ingin melihat gadisnya, istrinya, Hyowonnya saat ini.

 

Matanya menyebarkan pandangannya ke area sungai yang begitu luas. Kedua kaki yang menopang tubuhnya tiba-tiba saja terasa sangat lemas hingga ia terjatuh tak berdaya. Ia ingin sekali membunuh pikiran buruknya saat ini. Dan mimpi buruknya yang sangat menakutkan baginya itu melintas di dalam pikirannya, menambah buruk kondisinya saat ini.

“Maafkan aku… aku tidak bisa melindungimu!”

 

“Andwe!!!”

 

 

To Be Continue …

 

 

Whoa … akhirnya chapter 18 selesai juga. Di chapter ini author mau minta maaf sebanyak-banyaknya karena :

  1. Postingnya cukup lama karena kesibukkan di kampus dan acara keluarga yang padat di bulan kemarin.
  2. flashback tentang masa lalu keluarga Oh Sehun nya di persingkat. Awalnya mau dibikin satu chapter buat flashback aja tapi author udah bikin target ending di Chapter 20 atau 21. Dan ya, ini FF fokusnya bukan ke masalah keluarga Sehun sama Kyuhyun ya, ini FF tentang kisah pernikahan Hyowon dan Kyuhyun yang rumit dan menyebalkan (?) *haha*
  3. Ada adegan yang mirip banget dengan drama “My Love From The Star” . Well, sungguh aku gak maksud buat niru adegan itu, aku baru sadar pas lagi searching tentang Kapal Pesiar “E-Land Cruise” ternyata tempat syutingnya drama itu. Aku shock, karena adegan dan latarnya jadi sama. Ini seriusan hanya kebetulan semata. Tadinya mau diganti kecelakaan mobil, kebakaran, atau jatuh ke jurang dll karena takut disangka plagiat. Tapi gak jadi, so kalau kalian mau bilang ini mirip ya emang mirip, anggap aja terinspirasi.
  4. Maaf karena aku gak ahli bikin adegan action, mungkin adegan kekerasannya nanggung banget, tapi aku pikir karena ini juga genrenya romance.
  5. Dan yang terakhir maaf karena masih banyak kekurangan yang masih harus diperbaiki dan banyak sekali catatan di chapter ini. hehe

 

 

Pastinya aku gak bosen buat ngucapin terima kasih kepada para reader yang setia bacain FF aku, dan nungguin FF ini. Ah, I love you… pengennya bisa update setiap minggu atau 2 minggu sekali kaya pertama aku bikin blog, tapi sekarang lagi punya tugas akhir. Aku usahain setelah skripsinya selesai bakalan lebih cepet updatenya.

 

Comment Juseyo ~ Gomawo, Saranghae!

 

Advertisements

11 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 18)

  1. Pingback: Library | WONLOVE JAEKYU

  2. Nyesel senyesel2 lu kyu, mnding Baekhyun yg ga prnh nyakitin hyowon n trs ngelindungi hyowon. Bnran deh kl hyowon msh hidup pgn dia lupa sma ttg kyu prgi ninggalin kyu, biar tau rasa kyuny. Gemes gue sm kyu.ah…esmosi gue😣

    Like

  3. akhirnya dipost juga.

    smoga hyowon selamat, dan gak kenapa2.
    gak serulah kalo sad ending atau OC nya udah gak ada.
    ksian sama kyu nantinya, kesepian.

    oke, semangat buat authornya 😀 😉
    semoga tugas akhirnya cepet slesai, dan ff nya bisa jadi cepet dipost juga.
    ga sabar buat baca lanjutannya.
    i hope this story happy ending 🙂 😉

    Like

  4. Waaaahhhh
    Pengen kyu nyesel bnget
    Bahkan smpai lebih milih mati dbanding hdup dgn penyesalan

    Cuma kasian

    Kasian ama hyowon
    Pleasr hyowon jgn smpai meninggal

    Like

  5. Kyu bnr2 bodoh dg mempercayai mantan kekasihnya drpd istrinya sdiri. U menyesalkan sekarg stlh mengrtahui kebsnarannya. Semoga hyowon ada yg menyelamatkannya. Next d tunggu cinggu

    Like

  6. Nyesel kan kyu, yoojin mau dekat dgnmu pasti ada sesuatu, ahhh baekhyun kamu pantes yg lindungin hyowon, masa kyu sama istri sendiri ngga percaya, malah percaya sama mantannya sendiri, part ini bikin deg²an,, semangat lanjut ff kakak..

    Like

  7. Yaaah aku telat ragara kmren2 bolak balik tp Blum update, jd brp hr gak ngcek.
    Daebak Thor, genius banget nih authornya, ceritanya rumit tp gimanaaa gitu sangat bikin degdegan. Gak nyangka ternyata baekhyun baik banget, justru si sehun yg jahat aduh. Moga hyowon gak knapa2. Kyu sih pake percaya ma soojin segala, Kyu hancur banget nih kasian jg. Aku takutnya biarpun hyowon Selamat tp dia hilang ingatan aduh jgn sampai deh.
    Mksh Thor fighting dtunggu part berikutnya selalu….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s