OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 12)

 

our-complicated-marriage-3

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Drama Romance, Married Life

Length : Chapter, Longshoot

Rating : PG 17

Casts : Cho Kyuhyun – Park Hyowon – Lee Donghae – Lee Hyukjae – Yoon Soojin – Byun Baekhyun – Park Wonho – Henry Lau and Other Casts.

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t ‘copas’, and don’t bash!

 

Author’s Notes : Halo Readers-nim, Wona mau minta maaf karena baru bisa posting chapter 12 sekarang. Wona baru buka blognya kemarin-kemarin dan liatin banyak komentar dari Readers-nim, sampe ada yang udah bolak-balik cek blog ini untuk nungguin kelanjutan FF ini sampai-sampai kalian harus nunggu sampe sebulan lebih, Jeongmal Mianhaeyo T.T … Banyak banget yang harus dikerjain Wona sebelumnya, salah satunya seminar proposal skripsi. Tapi setelah ini Wona usahain akan lebih cepat  untuk membuat chapter-chapter selanjutnya. Terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca dan nungguin FF ini. Saranghaeyo!

 

Dan jangan bosen-bosen untuk memberi komentarnya untuk FF Our Complicated Marriage supaya lebih bersemangat lagi dan bisa lebih memperbaiki di tulisan selanjutnya.

 

Bagi Readers-nim yang lupa bagaimana cerita sebelumnya bisa dibaca :

OUR COMPLICATED MARRIAGE CHAPTER 11 atau LIBRARY

 

Warning : Longshoot & Special Moment Kyuhyun & Hyowon Chapter

 

Typo is Magic . . . . Happy Reading~

 

Our Complicated Marriage Chapter 12 . . .

 

Masa-masa kritis telah berlalu setelah beberapa jam lamanya, bahkan sekarang Hyowon telah dipindahkan ke ruang perawatan yang sebelumnya berada di emergency room. Seorang dokter yang menangani Hyowon yang tak lain adalah Profesor Shin itu telah memberikan penjelasan tentang kondisinya saat ini. Hyowon yang sebelumnya tidak sadarkan diri kini telah siuman dan beberapa orang diperbolehkan untuk menemuinya.

 

Namun seorang pria yang masih mengenakan kemeja kantornya ini masih duduk gelisah dengan sejuta pikiran di kursi tunggu di depan kamar inap tipe VIP tersebut. Kyuhyun tak habis-habisnya mengutuk dirinya sendiri, hatinya benar-benar sakit saat ini. Bayangan ketika Hyowon kesakitan dan kesulitan bernafas dengan wajah pucat berkeringat mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja itu terus menghantuinya, juga ketika Hyowon yang tiba-tiba tak sadarkan diri dalam dekapannya saat di perjalanan menuju rumah sakit seolah menjadi mimpi buruk yang sulit untuk dilupakan meski ia sudah bangun di pagi hari.

 

“Kau tidak ingin menemuinya?” Lee Donghae lagi-lagi bersuara namun tak pernah mendapat balasan apapun dari Kyuhyun. Calon Presiden Direktur CG Company ini menutup telinganya dengan pikirannya yang terus berputar. Rasa takut, cemas, dan merasa bersalah belum reda sepenuhnya meski kabar baik untuk kondisi istrinya telah ia terima.

 

“Alergi terhadap salah satu jenis buah yang dialaminya ini memang dikategorikan pada kasus alergi yang cukup langka, bahkan reaksi tubuh yang diberikan terbilang tidak biasanya. Jika saja tidak segera ditangani maka kondisinya akan sangat buruk karena akan menganggu sistem pernapasan dan  organ lambungnya, atau lebih parahnya nyawanya bisa tidak tertolong.”

 

Bagaimana ia bisa bernafas dengan baik setelah dokter menjelaskan hal itu padanya. Tak pernah terbayangkan olehnya kondisi Hyowon saat ini, dan itu semua karena dirinya sendiri. Ya, Kyuhyun tak bisa berhenti untuk menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa ia memilih untuk memberikan buah melon? Kenapa ia tidak tahu istrinya alergi buah sialan itu? Kenapa ia tidak bisa menyadari perubahan ekspresi Hyowon saat ia memperlihatkan apa yang dibawanya? Kenapa ia terlihat memaksa istrinya untuk segera memakannya? Pertanyaan-pertanyaan itu berlari-lari di dalam otaknya hingga ia merasa mual dan frustasi.

 

Jeong Arin keluar bersama Baekhyun dari ruangan Hyowon, gadis itu tersenyum singkat menatap Hyukjae dan Donghae yang sedang berdiri melihatnya, lalu suami sahabatnya ini yang sedang terduduk di bench dengan menundukkan kepalanya itu. Entah pemandangan menarik apa yang ada di lantai itu, namun Arin tahu bahwa pria itu masih sangat mengkhawatirkan istrinya, Kyuhyun terlihat sangat mencintai Hyowon hingga rasa takut itu sangat besar. Hyowon yang sering mengiriminya pesan itu selalu bercerita tentang pria yang duduk disana, Cho Kyuhyun. Hingga Arin sedikit bisa mengetahui perasaan mendalam yang mereka miliki.

 

“Cho Kyuhyun-ssi, Hyowon menunggumu di dalam, gadis itu akan sangat marah jika tidak melihat suaminya. Kau tahu bukan betapa ganasnya dia saat marah?” Arin sedikit tersenyum dalam mengucapkan apa yang dikatakannya bermaksud untuk menghibur Kyuhyun saat ini. Jeong Arin memang sangat memahami bagaimana karakter Hyowon, gadis itu tidak suka dikasihani, dikhawatirkan, atau apapun yang menyusahkan orang lain. Kyuhyun hanya mendongak, melihat sahabat istrinya dengan wajah datar.

 

“Cepat masuklah!” Kyuhyun mendelik mendengar orang yang memerintahnya saat ini adalah Byun Baekhyun, pria itu menatap Kyuhyun sangat dingin dan ia terkesan sangat memaksa Kyuhyun untuk masuk kali ini. Baekhyun cukup geram karena di dalam Hyowon terus saja menanyakan Kyuhyun.

 

Kyuhyun bangkit, ia menggerakkan kakinya melangkah hingga tangannya mampu meraih kenop pintu ruangan itu. Wajah pucat Hyowon mampu ia lihat setelah berhasil memasuki ruangan cukup luas dengan dinding bercat putih itu, masih ada Park Wonho disana.

 

“Kyuhyun-ah!” Seruan Hyowon benar-benar membuat jantungnya berdetak lebih cepat, senyuman itu terasa sedikit mencairkan perasaannya yang sempat membeku oleh ketakutan dan kekhawatirannya. Meski begitu, Ekspresi Kyuhyun belum juga berubah. Wajah dinginnya tak menampakkan senyum sedikitpun.

 

Park Wonho melirik Kyuhyun yang berjalan mendekat, ia memutuskan untuk bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang rawat kakaknya ini. Kyuhyun duduk di kursi yang sebelumnya Wonho dudukki, tangannya dengan cepat meraih tangan Hyowon yang terbebas itu. Kedua matanya terasa perih memandang tubuh terbaring istrinya dengan wajah pucat dan tangan yang lainnya tertancap jarum infus.

 

“Kenapa kau baru datang menemuiku huh? Tadinya aku ingin membunuhmu jika kau tidak datang juga!” keluh Hyowon menatap Kyuhyun dengan wajah kesal yang dibuatnya. Ini merupakan candaannya, namun Kyuhyun sama sekali tak tersenyum wajah pria itu semakin dingin dan sendu.

 

“Waeyo? Kenapa hanya diam huh? Jawablah, bukankah harusnya kau orang pertama yang kulihat saat bangun?” tanya Hyowon dengan nada manja, ia berusaha menahan rasa sakit pada perut dan tenggorokkan yang sudah mulai mereda itu.

 

“Bagaimana bisa aku menemuimu setelah hampir membunuhmu?”

 

Pertanyaan Kyuhyun itu membuat Hyowon menghapus senyumnya menggantikkan dengan tawanya yang terdengar sangat riang, namun tidak lama karena perutnya terasa sakit kembali hingga ia hanya tersenyum lebar membuat Kyuhyun semakin tidak mengerti dengan kepribadian istrinya itu. Bagaimana bisa ia tertawa disaat situasi serius seperti ini? Kyuhyun merasa sangat takut dan merasa bersalah disini tapi  gadis itu mentertawakannya? Oh ayolah Park Hyowon!

 

“Kau pikir ini lucu huh? Berhenti tertawa, aku tahu kau dalam kondisi yang tidak bisa bebas tertawa dan berbicara semaunya!” tukas Kyuhyun membuat Hyowon terdiam dan menundukkan wajahnya tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya sama sekali. Gadis itu sangat senang melihat suaminya, dia benar-benar merasa senang hanya dengan melihat wajah suaminya itu.

 

“Kau memang lucu Kyuhyun-ah, bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu? Memangnya kau benar-benar bermaksud untuk membunuhku eoh?” tanya Hyowon dengan membuat ekspresi curiga wajahnya. Namun pertanyaan yang bermaksud gurauan itu langsung dihadiahi tatapan sinis dan tak suka oleh Kyuhyun.

 

“Sudahlah hentikan! Jangan bahas tentang bunuh-membunuh lagi, topiknya terdengar mengerikan.” Kyuhyun semakin menggenggam erat tangan istrinya hingga kehangatan dari tangannya itu bisa Hyowon rasakan.

 

Hyowon mendecak, bersiap untuk mencibir suaminya yang saat ini masih saja menatapnya serius. “Kau selalu saja ingin mengganti topik pembicaraan jika kau tidak menyukainya, harusnya kau selesaikan sampai akhir.”

 

Kyuhyun terdiam sejenak, pikirannya melayang pada beberapa waktu yang lalu. Ia menghembuskan nafas beratnya dan memandang sendu istrinya dengan wajah menyesalnya. “Kau benar, andai malam itu aku tidak mengganti topik pembicaraan tentang makanan yang disukai mungkin aku bisa mengetahui apa yang kau tidak sukai atau yang tidak bisa kau makan.” Hyowon menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa lama-lama melihat raut wajah Kyuhyun yang seperti itu.

 

“Maafkan aku, itu salahku tak memberitahumu. Maafkan aku karena telah membuatmu sangat khawatir, aku hanya tidak ingin kau kecewa. Dan aku sangat ingin menyantap makanan buatanmu, sekalipun kau hanya bisa memotongnya, yang penting dari tangan penghasil uang milikmu itu.”

 

Kyuhyun hampir saja akan membungkam mulut istrinya yang meminta maaf kepadanya, namun kalimat diakhirnya itu benar-benar membuatnya gemas dan menarik sudut bibirnya hingga menampakkan senyum berkarismanya.

 

“Jangan pernah melakukannya lagi, mulai sekarang beritahu padaku semuanya, apapun tentang dirimu. . . Aish! Kenapa lagi-lagi kau bermasalah dengan makanan huh? Apa di masa lalu kau memiliki dosa terhadap makanan?” tanya Kyuhyun dengan nada frustasi, ia benar-benar tak habis pikir kenapa istrinya selalu saja mendapatkan kesialan yang berhubungan dengan makanan.

 

“Mwoya? Aku tidak mungkin seperti itu.” tandas Hyowon dengan wajahnya yang kesal, kalimat kyuhyun memang ada benarnya. Tapi tidak dengan ‘dosa’ itu, Hyowon tidak bisa menerimanya. Ia bahkan sangat menyukai segala jenis makanan.

 

Hyowon sedikit meringis, perutnya terasa menusuk dan rasa mual mulai datang ke tenggorokkannya. Namun hanya mual, ia tidak bisa memuntahkan apapun setelah sebelumnya gadis itu memuntahkan seluruh isi lambungnya sesaat setelah ia sadar.

 

Kyuhyun merasakan perubahan ekspresi istrinya membuat ekspresi wajahnyapun ikut berubah, perasaan cemas yang belum sepenuhnya hilang itu kembali datang. Kyuhyun memegang bahu kanan Hyowon dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegang erat tangan Hyowon.

 

“Apa sangat sakit? Dimana sakitnya?” tanya Kyuhyun dengan nada khawatir namun dibalas dengan gelengan kepala oleh Hyowon. Rasa sakitnya tidak terlalu mengganggunya, dokter juga sudah memberitahunya bahwa ia akan merasakan sakit di perut atau tenggorokkannya sesekali dan akan mereda dengan sendirinya.

 

“Kau beristirahat saja, jangan banyak bergerak ataupun membuka mulutmu! Bicaralah saat kau membutuhkan sesuatu. Mulai sekarang, aku saja yang berbicara. Neo … Andwae!!!” Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya tepat di depan wajah tampannya.

 

“Lagi-lagi kau melarangku melakukan sesuatu, benar-benar konsisten!” komentar Hyowon dengan wajah acuh tak acuhnya.

 

“Sudah kubilang jangan berbicara!” Kyuhyun menempelkan jari telunjuknya di bibir Hyowon, ia sangat gemas dengan istrinya yang memang sulit untuk diatur itu. Namun dengan cepat Hyowon menjauhkan jari itu dari wajahnya.

 

“Tapi kau bilang bicaralah saat kau membutuhkan sesuatu, ini kebutuhanku “berbicara”. Kau menggerti?” Hyowon memicingkan matanya sementara Kyuhyun memegangi kepalanya merasa sudah frustasi dan entah harus bagaimana lagi, haruskah Kyuhyun membungkam mulut istrinya dengan bibirnya lagi? Atau memakai kain? Atau bagaimana? Gadis itu terlalu ‘hyperactive’.

 

“Ya Tuhan! Kenapa istriku ini sulit sekali untuk menutup mulutnya?” Hyowon tertawa kecil mendengar keluhan suaminya itu, tangan kanannya bergerak untuk mengusap lembut kepala Kyuhyun berulang kali membuat pria itu terdiam dan menikmati sentuhan istrinya di kepalanya itu.

 

“Jangan mengeluh Kyuhyun-ah, istrimu ini adalah duniamu. Kau tidak bisa mengeluh tentang duniamu.”

 

“Kau benar-benar sangat pandai berbicara. Kau bisa mendapatkan berbagai profesi dari keahlianmu ini.” cibir Kyuhyun dengan perasaan gemas, ia benar-benar ingin sekali mencium bibir yang sedikit pucat itu karena terus menggodanya dengan ucapan-ucapan yang sudah membuatnya kehilangan akal untuk membalasnya.

 

“Aku memang hanya memiliki IQ 110, tapi aku cukup menguasai ilmu psikologi dan public speaking yang baik.”

 

“Oho! Kau sedang menyombongkan diri Nyonya Cho? Padaku? Sang calon presiden direktur sempurna yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, ketampanan yang sungguh luar biasa, dan… istri yang jauh luar biasa?”

 

Hyowon terkekeh, ia tak mampu lagi menahan senyumnya atas apa yang baru saja suaminya katakan. “Aku hampir akan memukulmu jika kau tidak mengatakan kalimat yang terakhirnya.”

 

“Simpan saja tenagamu sayang, sekarang istirahatlah! Aku akan berhenti mencemaskanmu jika dokter sudah menyatakan kau sembuh!” Kyuhyun mencium dahi Hyowon dengan lembut membuat istrinya itu mendapatkan ‘serangan’ kebahagiaan yang berhamburan di dalam hatinya.

 

Kyuhyun menceritakan cerita panjang tentang dirinya, apa saja yang ia sukai dan dibenci olehnya. Pria itu juga memberikan banyak pertanyaan pada istrinya agar ia mengetahui apapun tentang wanita yang telah menjadi miliknya, dan pemilik dari dirinya sendiri.

 

Sampai malam menjelang, Hyowon terlelap dengan sangat nyenyak meskipun tanpa boneka teman tidurnya selama ini. Rupanya Kyuhyun berhasil menggantikan posisi boneka itu,  karena Hyowon lebih nyaman tidur dalam dekapan suami tampannya. Sejak kecil, Hyowon memang sering mengalami masalah tidur yang sangat sulit disembuhkan hingga saat ini. Terlebih lagi jika boneka itu tak berada dalam pelukannya. Kyuhyun sudah menjadi boneka teman tidurnya yang besar, lebih hangat dan sangat nyaman dari apapun baginya. Sama seperti saat ini, Kyuhyun berbaring bersama Hyowon di tempat tidur yang diperuntukkan untuk pasien itu. Beberapa kali Kyuhyun memberikan kecupan pada bibir dan dahi Hyowon, yang seolah menjadi ritual wajibnya sebelum tidur.

 

“Cepatlah sembuh, dan jangan sakit lagi! Jaljayeo, saranghae.” Ucap Kyuhyun dengan sangat lembut dan pelan, ia tidak ingin mengganggu tidur nyenyak istrinya ataupun sampai membangunkannya.

 

Next Morning . . . Still at hospital . . .

 

Hyowon membuka kedua kelopak matanya dengan perlahan, wajah polos dan terlihat lelah itu adalah hal yang sangat menarik setiap ia bangun. Seulas senyuman merekah sempurna hanya karena matanya menatap suaminya yang berada di depannya dengan jarak yang sangat sedikit. Bahkan tangan kekar itu masih berada di pinggangnya, memeluknya sama seperti semalam. Hembusan nafas Kyuhyun sangat teratur, tidurnya masih sangat nyenyak.

 

Hyowon bermonolog di dalam hatinya, Kenapa Kyuhyun sangat tampan saat ini? Ah tidak, dia semakin bertambah setiap harinya! Tapi kenapa suamiku ini terlihat sangat bercahaya?  Apa karena sinar matahari yang menembus jendela di belakangnya? Ataukah dia keturunan malaikat?

Gadis itu tersenyum menyadari pikiran bodohnya itu, apa dia terlalu menggilai Kyuhyun hingga seperti ini?

 

Kyuhyun bergumam tak jelas seraya tangannya bergerak untuk mempererat pelukannya, membawa tubuh istrinya lebih dan lebih dekat lagi padanya hinga tak ada jarak sedikitpun. Hyowon hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah karena hampir saja wajahnya menabrak wajah Kyuhyun jika ia tidak menahan kepalanya yang berada diatas bantal yang sama dengan suaminya.

 

“Morning kisseu juseyo!”

 

“M-mwo?”

 

Hyowon terbelalak mendengar Kyuhyun memintanya morning kiss dengan mata yang masih terpejam itu. Wanita yang memiliki dua saudara laki-laki itu menyadari bahwa suaminya ini sudah bangun. Tidak ingin bersikap so’ jual mahal, Hyowon mendekatkan bibirnya pada bibir Kyuhyun.

 

Chup!

 

Satu kecupan singkat namun cukup penuh tekanan itu membuat sudut bibir Kyuhyun tertarik, ia membuka matanya untuk menatap istrinya dengan penuh cinta.

 

Chu!

 

Kyuhyun menyambar bibir Hyowon dengan cepat, ia mengeksplor bibir atas dan bawah itu dengan bibirnya. Sangat lembut, namun sangat dalam juga membuat Hyowon tidak mampu menyaingi permainan bibir suaminya itu. Hyowon hanya bisa membalas sentuhan dibibirnya dengan perlahan, anggap saja wanita itu pencium yang amatir karena belum pernah berciuman dengan pria manapun sebelum Kyuhyun.

 

“Omo!”

 

Hyowon melepaskan tautan bibir mereka berdua saat mendengar sebuah suara keterkejutan yang begitu familiar di telinganya. Kyuhyun mengikuti arah pandang Hyowon yang mengarah pada pintu yang terbuka itu.

 

“Ah mianhaeyo, kurasa seharusnya kami tidak datang sepagi ini.” Kang Jihyun bersuara dengan wajah yang tersenyum lebar dan mata yang melirik Hyowon dengan penuh arti.

 

“A-aniyo.. ah itu.. ah kalian cepatlah masuk!” Hyowon merasa pipinya terbakar dan bersemu merah padam menahan malu, sementara Kyuhyun hanya tertawa kecil setelah aksi mencium ganas istrinya disaksikan oleh beberapa orang itu.

 

Im Nayeon yang sebelumnya memekik terkejut itu sekarang hanya bisa diam memandang pasangan yang dapat ia akui begitu romantis dan terlihat saling mencintai, bahkan sangat. Hingga gadis itu hanya bisa mendesah kesal dan selalu merasa iri dibuatnya.

 

Kyuhyun tersenyum menyapa beberapa rekan kerja Hyowon yang datang untuk menjenguk, kemudian ia mencium puncak kepala istrinya.

 

“Aku hanya akan sebentar di kantor, jika ada sesuatu kau harus segera menghubungiku!” Perintah singkat Kyuhyun pada istrinya yang langsung mendapat anggukan patuh dan senyuman yang mengembang dari Hyowon.

 

“Aigoo Noona, aku ingin menjadi seperti suamimu nanti saat aku memiliki seorang istri. Benar-benar mempesona!” Puji Sungjae yang langsung memberikan bouqet bunga mawar merah jambu pada Hyowon setelah memandang cukup lama sosok Cho Kyuhyun yang berjalan melewatinya saat hendak keluar dari ruangan ini.

 

“Benar, apa setiap pagi kau melihat pemandangan menakjubkan itu? Wajah suamimu sangat tampan seperti malaikat di pagi hari, dan Ah sial! Aku benar-benar iri, dia begitu manis padamu. Kau benar-benar beruntung!” Jihyun mendecak berpura-pura kesal hingga Hyowon hanya bisa tersenyum mendengar temannya yang memuji Kyuhyun sangat berlebihan itu.

 

“Mwoya? Dia terlihat seperti pria yang dingin, suamimu itu jarang sekali bahkan tidak pernah berbincang pada teman-temanmu ini. Dan bukankah seharusnya dia menitipkan dirimu pada kami jika dia ingin pergi?”

 

“Hey Im Nayeon-ssi, ucapanmu itu terdengar seperti kau ingin mengobrol dengannya. Aku akan mengadukannya pada Kibum nanti!” Ucap Minho seraya memicingkan matanya dan memasang wajah curiga.

 

“Ani!” Sergah Nayeon saat mendapat tatapan yang sama dari Jihyun, Hyowon, dan Sungjae.

 

“Dia memang pria yang dingin Nayeon-ssi, dan Kyuhyun bukan tipe pria yang suka basa-basi. Bahkan dia sangat tidak bisa menitipkan istrinya pada siapapun.” Jelas Hyowon dengan wajah serius yang dibuatnya.

 

“Sudahlah, bukankah kalian kesini untuk menjengukku? Mengapa terus membahas suamiku?” protes Hyowon.

 

“Ah benar, aku sampai lupa!”  Ucap sungjae.

 

“Kami terkejut saat mendengar kabar kau tidak bisa masuk bekerja karena harus dirawat di rumah sakit, bukankah hari ini adalah hari pertamamu sebagai Design Team Leader kembali, huh? Tapi kau malah terserang alergi seperti ini” Ujar Jihyun dengan penekanan pada Design Team Leader  yang bermaksud menyindir Nayeon yang merebut posisi itu sebelumnya.

 

“Benar, Projek baru bahkan sudah mulai dirapatkan!” Ucap Minho menambahkan.

 

“Ceritakan tentang detail projeknya!” Pinta Hyowon bersemangat.

 

*

 

 

Kyuhyun duduk di kursi belakang mobil seraya memeriksa beberapa berkas yang diberikan oleh Donghae padanya. Ia terlihat sangat tampan dan begitu rapi dengan setelan kantornya. Tangannya berhenti saat hendak membuka lembar berikutnya saat ponsel di dalam saku jas nya bergetar.

 

 

“Kita berhenti dulu di restoran dekat kantor.” Perintah Kyuhyun setelah membaca pesan masuk dan memasukkan kembali ponselnya.

 

Hyukjae menganggukkan kepalanya, sementara Donghae masih belum bisa memahaminya. Apakah Kyuhyun ingin melakukan acara sarapannya di restoran itu? ataukah ada seseorang yang harus ditemuinya? Karena tidak biasanya seorang Cho Kyuhyun berhenti di suatu tempat saat hendak ke kantor, bukan seorang Cho Kyuhyun namanya jika melakukan sesuatu yang tak berguna dan membuang-buang waktu berharganya itu.

 

 

*

 

“Bukankah kau belum sarapan? Makanlah sedikit, dan bukankah steak ini kesukaanmu?” tanya seorang wanita dengan lembut dan disertai senyuman termanisnya.

 

“Aku duduk disini untuk mendengar apa yang ingin kau ucapkan yang kau maksud hal yang penting itu.” Kyuhyun berujar dengan wajah datarnya tanpa senyum sedikitpun.

 

Wanita cantik itu menghembuskan nafas beratnya, wajahnya berubah kecewa sesaat namun kembali menarik sudut bibirnya untuk tersenyum tanpa menghiraukan sikap tidak suka yang Kyuhyun tunjukan padanya.

 

“Hal yang pentingnya adalah aku ingin makan bersamamu.”

 

“Aku tidak bisa Yoon Soojin-ssi!” Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya, akan tetapi dengan cepat Soojin menahan tangan Kyuhyun dengan kedua tangannya.

 

“Apa kau masih marah padaku, hum? Apa itu artinya kau masih menyimpan perasaan padaku?”

 

Kyuhyun menoleh, ia menatap mata Soojin dengan wajah seriusnya.

 

“Perasaan apa yang kau maksud? Aku sudah membuangnya saat kakimu bergerak meninggalkanku!” Tukas Kyuhyun seraya melepaskan genggaman Soojin di tangannya.

 

“Geurae! Jika seperti itu maka duduklah dan nikmati sarapannya, jika semuanya sudah hilang harusnya kau bisa bersikap normal padaku, benarkan? Apalagi sekarang aku rekan bisnismu, aku mengenalmu sebagai pria yang sangat cerdas dan professional!”

 

Ucapan Soojin itu membuat Kyuhyun kembali duduk dan menggengam pisau dan garfu di kedua tangannya. Pria itu tak ingin berlama-lama disini, ia hanya akan menghabiskan steaknya lalu pergi. Meski perasaannya terhadap Soojin sudah hilang, tetap saja hatinya tidak mampu untuk bersikap baik-baik saja setelah luka yang sembuh namun seolah kembali terbuka karena kedatangan penyebab luka itu.

 

Yoon Soojin merasa sangat menang, dan sangat bahagia atas apa yang telah dilakukannya. Wanita itu cukup mengenal karakter Kyuhyun dengan baik, setidaknya itu ia gunakan untuk mengendalikan agar Kyuhyun bisa sering bersamanya. Senyuman penuh arti yang ia tunjukkan tepat di hadapan Cho Kyuhyun, tak bisa pria itu lihat karena sedari tadi hanya memandang steak yang ia potong tanpa ingin melihat sekilas wajah Soojin yang benar-benar berniat menariknya kembali untuk berada disisinya.

 

*

 

Kyuhyun telah duduk di kursinya seraya membuka beberapa kancing jas yang melekat pada tubuhnya. Lee Donghae yang berdiri di depanya dengan melipat kedua tangan di dadanya itu memandangnya dengan wajah tak biasa. Kyuhyun mengerti maksud tatapan itu, ia tidak berniat membuka mulutnya untuk bersuara, mood nya berubah menjadi tidak baik hari ini setelah bertemu dengan Soojin.

 

“Apa perasaan rindumu itu sedikit demi sedikit sudah terobati setelah melihat Yoon Soojin?”

 

Kyuhyun mendelik, tatapan tajamnya ia lemparkan pada Lee Donghae. Hanya sebentar, karena Donghae rupanya sangat percaya diri dengan ucapannya dan terus menatap mata Kyuhyun.

 

Kyuhyun membelokkan wajahnya hingga memandang jendela besar di ruangan ini dan menghembuskan nafas kasarnya lalu kembali menatap Donghae.

 

“Ya, kau puas? Sekarang keluarlah!” Kata Kyuhyun dengan meninggikan suaranya.

 

“Ck! Sekarang aku merasa sangat kasihan pada Hyowon.” Gumam Lee Donghae seraya berjalan keluar dari ruangan Kyuhyun. gumaman itu terdengar begitu jelas di telinga Kyuhyun hingga ia merasakan sedikit sesak pada dadanya.

 

Kedua tangan besarnya mengusap kasar wajahnya, merasa cukup frustasi saat ini. berkas-berkas yang harus ia tanda-tanganipun dibiarkan menganggur di hadapannya, tak ingin ia sentuh sedikitpun. Kyuhyun tiba-tiba memikirkan istrinya yang memberikan morning kiss padanya, lalu bayangan Soojin yang tersenyum padanya memasuki pikirannya. Bahkan sekarang Kyuhyun menatap tangan kanannya yang sebelumnya di genggam oleh Soojin, tangannya masih terasa hangat dan lembut menurut Kyuhyun.

 

Aksi melamunnya itu terhenti saat ponselnya berdering, sebuah panggilan dari Hyowon. Seperti sebuah peringatan keras untuknya karena sudah memikirkan wanita lain.

 

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu? Apa kau merasa sakit .. atau ..” tanya Kyuhyun setelah mendekatkan ponsel pintarnya di dekat telinganya. Perasaan khawatir itu tidak bisa ia tepiskan begitu saja, meski dokter mengatakan bahwa keadaan Hyowon sudah jauh lebih baik.

 

 

“Aniya, memangnya aku tidak boleh menelepon suamiku jika tidak terjadi sesuatu? Aku hanya merindukan suamiku.”

 

Kyuhyun tersenyum mendengar apa yang diucapkan istrinya itu. namun senyumannya hanya bertahan sebentar setelah suara nyaring di sebrang sana kembali didengarnya.

 

“Apa kau habis berselingkuh?”

 

“Mwo?”

 

Kyuhyun sedikit tersentak dengan pertanyaan Hyowon padanya. Selingkuh? Dia tidak memiliki niat atau bahkan pikiran sedikitpun untuk melakukan hal seperti itu. Akan tetapi, setelah apa yang ia lakukan tadi dan pikirannya yang memikirkan wanita lain itu apakah sudah terkategorikan sebagai selingkuh?

 

Pertanyaan Hyowon benar-benar seperti tepat sasaran, darimana Hyowon memiliki pikiran seperti itu? Apa karena Donghae mengadu padanya? Ataukah naluri sorang istri? Kyuhyun benar-benar kacau memikirkannya.

 

“Kenapa kau terkejut seperti itu huh? Apa pertanyaanku itu jawabannya “iya” huh? Yaa Cho Kyuhyun! Aku akan membunuhmu jika kau melakukan hal itu!”

 

Suara Hyowon terdengar memekik hingga Kyuhyun harus sedikit menjauhkan ponselnya.

 

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu huh?” tanya Kyuhyun  yang tidak ingin menjawab pertanyaan Hyowon yang sendiri tidak tahu jawabannya itu.

 

“Sebelum teman-temanku pergi ke kantor, tadi kami membicarakan tentang berita yang saat ini sedang booming. Kau tahu tidak? Seorang CEO  berselingkuh dengan sekretarisnya, dan istrinya itu membunuh sekretaris yang menjadi selingkuhan suaminya.”

 

“Mengerikan!” Komentar Kyuhyun dengan sedikit senyum di bibirnya. Ia merasa sedikit terhibur dengan suara Hyowon yang bercerita dengan sangat antusias meskipun hal yang diperbincangkannya ini sungguh tidak menarik baginya.

 

“Pantas saja kau ingin membunuhku jika aku berselingkuh, kau mengikuti istri CEO itu huh?” canda Kyuhyun dengan tertawa kecil seraya membayangkan wajah istrinya yang pasti menggemaskan saat ini.

 

“Aniya, tadi itu aku hanya bercanda. Jika Suamiku berselingkuh, aku akan menyuruhnya untuk membunuhku atau aku akan membunuh diriku sendiri!”

 

Kyuhyun membeku, jantungnya berdegup sangat cepat dan tubuhnya merasa menggigil sesaat. Kalimat yang baru saja istrinya lontarkan itu terdengar seperti ancaman paling menakutkan dan mampu membunuh hatinya saat ini juga hingga dadanya saat ini merasa sangat sesak seolah ia kehilangan oksigen secara perlahan.

 

“Bagaimana? Kau berniat untuk selingkuh, Cho Kyuhyun-ssi?”

 

“Hajima!!!”

 

Kyuhyun berteriak cukup keras, ia tidak sadar meneriaki istrinya lewat ponselnya itu.

 

“W-wae? Aku hanya bercanda Kyuhyun-ah, aku juga tidak mau bunuh diri.” Suara Hyowon terdengar sedikit takut dan bingung karena tiba-tiba Kyuhyun meneriakinya.

 

“Kau tidak boleh melakukannya. Sekalipun itu adalah lelucon!” tegas Kyuhyun dengan matanya yang menatap lurus kedepan dengan tajam seolah ia sedang menatap lawan bicaranya saat ini.

 

“Yaa, kenapa kau memarahiku huh? Aku bilang aku hanya bercanda, apa aku juga tidak boleh-”

 

“Sudah kubilang tidak boleh, apa kau tidak bisa mendengarkanku? Aku tidak suka lelocun seperti itu! Kau bahkan harus menjauhkan pikiranmu dari hal seperti itu!”

 

“Ada apa denganmu Cho Kyuhyun? Kau terlalu serius dalam menanggapi lelocunku, emosimu juga meningkat dengan cepat, suaramu terdengar parau, apakah ada sesuatu yang merusak suasana hatimu?”

 

Pertanyaan menyelidik yang dilemparkan istrinya benar-benar tidak bisa Kyuhyun jawab dengan mudah, wanita itu sangat pandai menebak apa yang ada di hati dan pikirannya. Tentang ucapan Hyowon yang sedikit mengetahui ilmu psikologi itu memang benar adanya.

 

“Kau sudah menghabiskan sarapanmu?” Kyuhyun bertanya seolah menghapus semua percakapannya sebelumnya, ia tidak ingin membahasnya lagi.

 

“…..”

 

Hyowon hanya terdiam, Kyuhyun tidak mendengar suara apapun lewat ponselnya. Yang ia kesalkan setiap mengobrol dengan istrinya via telepon adalah seperti ini, pria itu tidak bisa melihat wajah istrinya saat terdiam, ia sulit menebak bagaimana ekspresi yang ditunjukkan wajah cantik istrinya saat terdiam dan tak ingin menjawab setiap ucapannya itu.

 

“Won, istriku . . . Cho Hyowon . . .” Kyuhyun memanggil istrinya dengan suaranya yang melembut dan berasal dari hatinya. Tidak ada yang ia inginkan selain melihat wajah istrinya saat ini juga, perasaan itu semakin memuncak sering jarum jam yang berputar.

 

“Makanan rumah sakit benar-benar tidak enak, aku tidak menyukainya! Aku hanya memakan buah dan meminum susu, aku mencampakkan sisanya. Maukah kau membolos bekerja hari ini untuk datang menjengukku membawa makanan enak dan menemaniku menghabiskan makanan itu?”

 

Kyuhyun tersenyum mendengarnya.

 

“Aku datang, istriku!” ucap Kyuhyun dengan sangat antusias dan senyuman lebarnya.

 

“Aku mencintaimu, suamiku!”

 

Kyuhyun langsung menutup panggilan teleponnya membiarkan istrinya memasang wajah kesal disana karena ia tak membalas kalimat ungkapan cintanya.

 

*

 

Sesuai ucapannya, Kyuhyun datang membawa beberapa bungkusan berisi semua makanan yang disukai oleh Hyowon. Gadis itu cukup terkejut melihat kedatangan Kyuhyun dengan tangan penuh.

 

“Kyuhyun-ah, bukankah yang kau bawa itu terlalu banyak?” tanya Hyowon menatap Kyuhyun dengan sangat serius. Sementara Kyuhyun mengabaikan pertanyaan istrinya itu menaruh semua yang ia bawa di atas meja dekat sofa, kemudian berjalan mendekati Hyowon yang duduk diatas tempat tidur pasien itu.

 

Chu!

 

Kyuhyun mencium lembut bibir Hyowon dengan singkat hingga membuat Hyowon hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali karena terkejut mendapat ciuman dadakan itu dari suaminya dan merasakan pipinya kepanasan.

 

“Aku juga mencintaimu, istriku. Aku sangat mencintaimu . . . sangat mencintaimu.” Kyuhyun mengakhiri kalimat luapan perasaan hatinya yang sangat tulus itu dengan satu kecupan di dahi Hyowon cukup lama.

 

“Kau selalu membuatku kebingungan dengan perubahan sikapmu, tapi aku menyukainya.” Ucap Hyowon dengan tulus.

 

“Aku tahu. Sekarang ayo kita makan!” Kyuhyun berjalan kembali menghampiri beberapa makanan yang dibawanya.

 

“Kenapa kau yang terlihat sangat bersemangat? Memangnya kau belum sarapan? Kau terlihat seperti zombie kelaparan.”

 

“Ya, aku lapar . . . aku ingin makan bersama istriku!” jawab Kyuhyun dengan berbohong karena ia sudah melakukan acara sarapannya dengan mantan kekasihnya itu, dan kejujuran untuk ucapannya yang menginginkan untuk makan bersama istrinya.

 

“Kau bohong!” ucap Hyowon membuat Kyuhyun terdiam dan menatap Hyowon dengan tatapan yang bahkan Hyowon sendiri tidak bisa mengartikannya.

 

“Kau terlihat sangat lapar! Maafkan aku, hari ini aku tidak bisa menyiapkan sarapan suamiku dan kedua sahabatnya. Mereka pasti kelaparan!” sesal Hyowon dengan wajahnya yang sedikit bersedih itu.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan memasang wajah seriusnya.

 

“Benar, jadi jangan sakit lagi! Kau harus selalu sehat agar kami tidak kelaparan, kau mengerti?”

 

“Aku mengerti!” jawab Hyowon dengan memekik seperti seorang anak pramuka yang diberikan komando hingga membuat Kyuhyun berdecak dan tertawa renyah melihatnya.

 

***

 

Rasa kesepian Hyowon sedikit terobati dengan kedatangan Choi Lui yang mengunjunginya. Gadis itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan langsung pergi untuk menjenguk Hyowon setelah mendengar kabar dari Baekhyun bahwa Hyowon masuk rumah sakit dan sempat kritis. Kedua wanita cantik ini berbincang banyak hal tentang pekerjaan Hyowon, pekerjaan baru Lui, tentang sosok Cho Kyuhyun yang pernah menjadi atasannya dan juga tentang Baekhyun.

 

“Hyowon Eonni, maaf aku menjengukmu malam hari seperti ini!” sesal Lui untuk kesekian kalinya.

 

“Malam apanya? Ini masih sore bagiku Lui-ya, aku sangat senang bertemu denganmu lagi. Aku akan ke kantormu nanti, kita bisa makan siang bersama dengan Baekhyun.” Kata Hyowon dengan senyumannya yang tak pernah ada habisnya untuk orang-orang disekitarnya itu.

 

“Tentu saja, aku akan menunggumu Eonni! Aku pamit dulu eoh, sampai jumpa!”

 

Lui memeluk Hyowon dan berpamitan, namun sosok pria yang tanpa mengetuk pintu itu masuk begitu saja hingga sudah berada di dekat mereka berdua.

 

“Donghae akan mengantarmu!” ucap Hyowon setelah melihat pria tersebut adalah Lee Donghae, bukan Kyuhyun suaminya yang ia harapkan.

 

Donghae sempat terkejut mendengar ucapan Hyowon, namun ia tersenyum kemudian menyapa gadis cantik yang sedang berdiri di sisi tempat tidur Hyowon.

 

“Ah, tidak usah! Aku bisa pulang sendiri!” tolak Lui dengan lembut.

 

“Tidak apa-apa Nona, aku akan mengantarmu.” Donghae tersenyum sangat manis hingga membuat Hyowon mengagumi ketampanan sahabat suaminya saat ini.

 

“Tapi kau baru saja datang, aku sungguh bisa pulang sendiri.”

 

“Hey, kau tidak perlu sungkan padaku! Dia itu sudah seperti adikku” Donghae menunjuk Hyowon dengan tangannya dan tersenyum lebar merasa sangat puas karena Hyowon yang sangat menyebalkan padanya itu tidak bisa bertindak menyebalkan saat ini.

 

“Benar, Lee Donghae tidak akan memakanmu! Kau harus menuruti permintaanku Lui-ya!”

 

“Aigoo, kau sudah semakin mirip dengan suamimu itu! Kajja . . .”

 

“Choi Lui.” Ucap Lui memberitahukan namanya dengan tersenyum.

 

“Kajja Choi Lui-ssi!”

 

*

 

“Bagaimana kau bisa mengenal Hyowon, Nona Choi?” Tanya Donghae yang memulai pembicaraan setelah mobilnya melaju beberapa menit yang lalu

 

“Hyowon Eonni dan Tuan Byun Baekhyun menolongku dari seseorang yang selalu memperlakukanku dengan buruk. Aku sangat beruntung bisa mengenal mereka berdua!”  jawab Lui dengan ucapan syukur yang ia lontarkan atas kehidupan barunya karena telah bertemu dengan pasangan sahabat itu.

 

“Ngomong-ngomong soal Baekhyun, berhubung kalian bekerja dalam satu kantor pasti bertemu setiap hari bukan? Apa ada sesuatu yang aneh dengannya?”

 

“Ye?” Lui bingung dengan pertanyaan Donghae yang tiba-tiba membahas tentang Baekhyun, bahkan terdengar seperti sedang menyelidiki atau mencurigai.

 

Donghae menyadari ekspresi kebingungan Choi Lui, ia melemparkan senyumannya dengan cepat dan menjawab kebingungan Lui atas pertanyaannya.

 

“Ah begini, beberapa waktu lalu Hyowon diikuti oleh orang jahat. Para penjahat itu mengincar keluarga besar Cho, kami mengkhawatirkan tentang keselamatan Byun Baekhyun juga.” Jawab Donghae membuat Lui terkejut.

 

“Kami memang satu kantor, tapi Tuan Byun Baekhyun tidak setiap hari berada di kantor. Dan apa dia mengetahui orang jahat yang mengincarnya, Lee Donghae-ssi?” tanya Lui yang mulai mencemaskan Baekhyun.

 

Raut wajah kecemasan yang nampak terlihat oleh Donghae itu bisa ia baca bahwa sosok gadis polos ini memiliki rasa peduli terhadap Baekhyun, bahkan lebih. Donghae bisa melihat hal itu.

 

“Ya, dia mengetahuinya tapi hubungannya dengan Kyuhyun tidak terlalu baik maka dari itu para tim keamanan melindunginya secara diam-diam. Bukankah dia tipe pria yang sangat mandiri dan sedikit dingin?”

 

“Kau benar Lee Donghae-ssi, baiklah aku juga akan mengawasinya secara diam-diam juga. Aku berhutang nyawa padanya dan Hyowon Eonni. Aku akan memberitahumu jika terjadi sesuatu.” Ujar Choi Lui dengan wajah seriusnya.

 

“Terima kasih Choi Lui-ssi, kau gadis yang sangat baik.” Senyuman Donghae mengembang dengan sempurna. Ia meminta maaf di dalam hatinya karena sedikit memanfaatkan kepolosan gadis di sampingnya, setidaknya ini untuk kebaikan semua orang bukan?
 

“Ah ya! Aku teringat sesuatu, beberapa hari yang lalu aku melihat Tuan Byun Baekhyun keluar dari mobilnya dengan wajah kesal.”

 

“Bukankah seorang manusia itu wajar jika suatu waktu merasa kesal?”

 

“Ini berbeda, saat itu . . .”

 

 

Flashback

 

Choi Lui membuka sabuk pengaman yang melingkar ditubuhnya usai mematikan mesin mobil milik manajer Han. Setelah sabuk pengamannya terlepas, gadis itu berniat untuk membuka pintu mobil disampingnya, namun sebuah mobil yang melesat sangat cepat dan terparkir sempurna di sudut ruang parkir bawah tanah ini membuatnya tak mampu melepaskan pandangannya.

 

Gadis itu cukup kenal dengan mobil hitam itu, milik Byun Baekhyun yang sempat pria itu gunakan beberapa kali ke kantornya. Namun dalam jarak yang tidak terlalu jauh itu dapat Lui lihat bahwa ban mobil milik Baekhyun benar-benar kotor dan dipenuhi oleh lumpur yang tersisa di celah-celah ban mobilnya hingga membuatnya bingung. Apa atasannya ini melewati jalan yang berlumpur? Tapi dimana? Jalanan Seoul sudah sangat mulus oleh aspal bukan?

 

Ia mengamati Baekhyun yang berjalan seraya mengumpat kesal, perasaan khawatir muncul di dalam hatinya. Lui buru-buru membuka pintu mobil dan menyerukan nama Baekhyun.

 

“Tuan Byun Baekhyun!”

 

Flashback End

 

***

 

 

Hyowon melirik Henry dengan mata yang menyalang. Di pagi hari yang cerah seperti ini Henry tidak bisa fokus menyetir karena Hyowon terus mendesaknya untuk menjawab semua pertanyaannya  dengan wajah curiganya yang menakutkan. Beberapa kali Henry menatap Hyowon ngeri karena aksi mengemudinya terus saja ditatap tajam oleh wanita yang sudah menjadi ‘adiknya’ atas permintaan wanita itu sendiri.

 

Hari ini Hyowon memutuskan untuk keluar dari rumah sakit, meskipun dokter menyarankan untuk dirawat satu hari lagi dan Kyuhyun memaksanya seperti anjuran dokter, tetap saja Hyowon memaksa untuk pulang. Sungguh ia tidak betah berada lama-lama di rumah sakit. Belum lagi ia menghabiskan satu malam yang panjang di rumah sakit seorang diri, dan pagi ini Kyuhyunpun tidak datang menemuinya. Sesibuk itukah?

 

“Cepat katakan yang sejujurnya, dimana Kyuhyun semalam dan pagi ini?” desak Hyowon dengan sangat gigih meski sejak tadi Henry sudah menjawabnya beberapa kali bahwa ia tidak tahu.

 

“Sungguh aku tidak tahu, mungkin di kantor. Bukankah sebentar lagi pesta peresmian Direktur Cho sebagai Presiden Direktur CG Company?”

 

Hyowon mengabaikan jawaban Henry yang tetap sama, ia memutuskan untuk kembali menghubungi pria yang sudah ia terror dengan panggilan telepon yang berulang. Bukan Cho Kyuhyun kali ini karena ponselnya sudah tidak aktif, melainkan pria yang selalu bersama suaminya itu.

 

Seperti mendapatkan sebuah lotere, Hyowon begitu antusias mengetahui panggilan teleponnya diangkat oleh Lee Hyukjae kali ini.

 

“Hyukjae oppa, kau sengaja mengabaikan panggilan teleponku sebelumnya? Sama seperti yang dilakukan Cho Kyuhyun, benar begitu?” cercar Hyowon yang sudah tidak mampu untuk berbasa-basi lagi.

 

“Mianheyo.” Suara Lee Hyukjae terdengar menyesal dan pasrah kali ini.

 

“Kalian dimana? Apa yang terjadi?” tanya Hyowon kembali karena pertanyaan sebelumnya hanya mendapatkan kalimat permintaan maaf dari Hyukjae

 

“Kami masih di rumah sakit, semalam Yoon Soojin kecelakaan. Dia tidak memiliki wali, dan tidak ada orang yang dekat dengannya jadi-”

 

“Arraseo!” Hyowon tidak bisa mendengarnya lagi, hatinya seperti teremas dengan sangat kasar. Sakit!

 

Bukankah itu berarti Kyuhyun begitu peduli pada wanita lamanya? Oh sialan, Hyowon merasakan air matanya ingin jatuh tapi ia tidak menginginkannya. Mengapa memikirkan Kyuhyun yang lebih memilih menjaga Yoon Soojin dan mengabaikannya itu membuatnya ingin berteriak menangis meraung-raung di hadapan suaminya itu. Hyowon sendiri tidak bisa tahu apa ia masih bisa menahan rasa sakit ini.

 

“Apa kau sedang berada di perjalanan huh?”

 

Tebakan Lee Hyukjae memang benar, pria itu pasti merasakan suara bising kendaraan yang melaju.

 

“Aku akan pulang, jangan beritahu Kyuhyun jika aku sudah keluar dari rumah sakit maka aku akan menerima permintaan maafmu!”

 

“Baiklah, berisitirahatlah saat sampai di rumah! Jangan berpikir yang tidak-tidak, Kyuhyun sangat mencintaimu!”

 

“Arrasaeo!”

 

Mendengar kalimat “Kyuhyun sangat mencintaimu” membuat hatinya bergetar. Entah karena Hyowon yang memang meyakini hal itu, atau hatinya sedang goyah karena kecemburuan yang menyiksanya. Benarkah Kyuhyun sangat mencintainya? Jika begitu, kenapa dia mengabaikannya? Kenapa pria lain yang member kabar padanya? Bukan Kyuhyun?

 

Setelah mengakhiri panggilan teleponnya dengan Hyukjae, ia kembali menekan speed dial yang langsung terhubung dengan pria yang akan selalu ada untuknya.

 

“Baekhyun-ah, kau dimana?” tanya Hyowon setelah mendengar panggilan teleponnya yang dijawab tanpa harus menunggu sangat lama.

 

“Baiklah! Aku akan kesana, aku juga ingin mengunjungi nenek dan ibu mertuaku!”

 

***

 

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya dengan kuat disertai wajah dingin beremosinya.

“Eomma! Halmeoni! Kenapa kalian setega itu huh?” Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya.

 

“Kyuhyun-ah, kau tidak mengerti. Kami hanya melakukan yang terbaik untukmu!” Ujar Nenek Cho Kyuhyun dengan nada santainya.

Kyuhyun bersama Lee Hyukjae melaju ke rumah keluarganya setelah mendengar penjelasan panjang dari Yoon Soojin yang saat ini masih mendapatkan perawatan karena luka  atas kecelakaan yang dialaminya.

 

“Terbaik untukku? Kalian memaksanya meninggalkanku, bahkan melemparkan uang padanya! Bukankah kalian wanita? Hah! Aku tidak habis pikir kalian berdua bisa melakukan hal seperti itu padanya!” Kyuhyun menatap tak percaya kedua wanita di hadapannya itu.

 

“Dia tidak setulus yang kau lihat Cho Kyuhyun!” Nyonya Cho berusaha untuk meyakinkan pewaris utama Keluarga Cho itu.

 

“Kalian bahkan berani menerornya!” cibir Kyuhyun dengan wajahnya yang masih memperlihatkan kemarahannya.

 

“Kami tidak melakukannya!” tegas Nyonya Cho menatap tajam Kyuhyun dengan penuh keyakinan dan penekanan.

 

“Tidak? Dengan mendatanganinya setiap hari dan menyuruhnya berpisah denganku itu apa bukan terror namanya?”

 

“Kau sudah bersikap lancang, Cho Kyuhyun!” Ibu dari Cho Kyuhyun itu semakin meninggikan suaranya membalas ucapannya kalimat dengan nada dan tatapan kebencian yang putranya berikan.

 

“Apa kalian tidak merasa menyesal? Halmeoni, Eomma … Aku ingin kalian meminta maaf pada Yoon Soojin!” Pinta Kyuhyun dengan mencoba meredakan emosinya. Menahan gejolak amarah yang memenuhi tubuhnya saat ini.

 

“Aku tidak mau meminta maaf pada wanita jalang sepertinya!”

 

“Halmeoni!!!” Kyuhyun memekik setelah mendengar ucapan neneknya yang bahkan menyebut Yoon Soojin wanita jalang.

 

 

“Kyuhyun-ah!” sebuah suara menginterupsinya. Suara yang selalu ia rindukan setiap saatnya ini kini terdengar begitu jelas di belakangnya.

 

Kyuhyun tidak ingin membalikkan tubuhnya untuk melihat pemilik suara itu, ekspresi ibu dan neneknya sudah menjawab siapa wanita di belakangnya. Bahkan tanpa itupun dia sudah mengetahuinya, hanya perasaan terkejut dan bingungnya membuatnya terdiam. Kenapa ia berada disini?

 

“Kau tidak boleh meneriaki nenek dan ibu mertuaku! Minta maaf segera!” Ucap Hyowon dengan nada kesal namun kemudian membungkukkan tubuhnya memberi salam kepada nenek dan ibu mertuanya.

 

“Hyowon-ah . . . Kau . . . Kau sedang apa disini? Bukankah seharusnya kau masih di rumah sakit?” tanya Kyuhyun yang menatap punggung Hyowon yang berjalan  di depannya.

 

“Memangnya aku tidak boleh menemui keluargaku huh?” sergah Hyowon yang bahkan sama sekali tak menatap wajah Kyuhyun yang menyeramkan saat ini.

 

Baekhyun berjalan menghampiri Hyowon dan memberikan karangan bunga yang dibawanya.

 

“Halmeoni, ini bunga untukmu. Juga untuk ibu mertuaku yang tercantik! Aku merindukan kalian berdua.” Hyowon memeluk nenek dan ibu mertuanya satu persatu, menghiraukan tatapan Kyuhyun yang menghununya dan mengabaikan pertengkaran yang ia lihat baru saja.

 

“Aku belum sempat menjengukmu, maafkan nenekmu yang jahat ini Hyowon-ah!” Nenek Cho mengusap lembut kepala Hyowon dengan perasaan tulus.

 

“Aniya, aku cucu mertuamu yang jahat yang baru menyempatkan berkunjung setelah sekian lama. Kalian sudah makan siang? Aku ingin makan siang bersama disini, kalian mau? Aku akan memasak makanan yang terlezat di dunia ini khusus untuk keluarga mertuaku.” Hyowon menatap ibu mertuanya yang selalu berikap  tak ramah padanya seolah meminta ijin.

 

Kyuhyun meraih tangan Hyowon dan menggenggamnya erat, ia merasa sudah cukup Hyowon mengabaikannya. Ada yang ingin ia selesaikan dengan istrinya yang sangat pandai dalam segala hal termasuk mengendalikan suasana hatinya sendiri dan miliknya.

 

“Aku setuju jika untuk makan siang bersama, tapi jika kau yang masak aku tidak setuju.” Ucap Ibu Cho Kyuhyun yang diakhiri dengan gelengan kepalanya.

 

“Waeyo Eommonim?” Tanya Hyowon berhati-hati. Ia mengabaikan tangannya yang masih digenggam oleh suaminya.

 

“Kau masih belum sepenuhnya sehat, wajahmu masih pucat! Kau bisa memasak untuk kami nanti.” Jawab wanita setengah paruh baya itu dengan senyumannya membuat hati Hyowon menghangat. Ini adalah kali pertama ibu mertuanya terlihat menyukainya dan memberikan senyuman termanisnya.

 

“Ayo pulang!” Kyuhyun menarik tangan Hyowon memaksa istrinya untuk pulang bersamanya.

 

“Shireo! Aku mau makan siang bersama-“

 

Ucapan penolakkan Hyowon terpotong oleh suara tegas milik Cho Kyuhyun, tak peduli dengan tangan yang digenggamnya memberontak ingin dilepaskan, Kyuhyun tetap menatap tajam istrinya.

 

“Andwe! Cepat gerakan kakimu, atau aku akan menyeretmu!”

 

“Cho Kyuhyun!”  Pekik Nyonya Cho yang tidak bisa menerima ancaman yang diucapkan Kyuhyun pada istrinya. Ancaman Kyuhyun memang tidak pernah main-main, dan kali ini ia sudah melewati batas.

 

“Kau tidak boleh membentak istrimu di depan keluargamu, kau membuat malu istrimu!” Ucap Hyowon dengan nada membentak dan menahan air mata yang tinggal beberapa saat lagi jatuh dengan mulus. Hatinya terasa begitu sesak seolah air mata yang ditahannya memenuhi organ paru-parunya hingga ia tak mampu bernafas dnegan baik.

 

“Maka dari itu turuti saja ucapanku, ayo kita pulang!”

 

Kyuhyun hendak menarik tangan yang terasa lebih bertenaga karena menahannya itu, namun ia hanya mampu mengeratkan genggamannya melihat air mata istrinya jatuh dan terdengar suara isakan yang kembali menyayat hatinya.

 

“Aku tidak mau, aku ingin memasak untuk ibu dan nenekmu Kyuhyun-ah!” Tolak Hyowon dengan suara yang bercampur dengan tangisannya. Ia ingin sekali memaki suaminya dan mengeluarkan kalimat yang mengganjal di dalam hatinya namun tidak bisa, hanya kalmia-kalimat pelampiasannya yang bisa ia keluarkan.

 

“Tidak perlu!” Kyuhyun menolak dengan keras apa yang istrinya pinta, pria itu mengerti dengan jelas bukan itu yang ingin Hyowon ucapkan padanya.

 

“Lepaskan tanganmu, Hyowon adalah cucuku!” Nenek dari Cho Kyuhyun dan Byun Baekhyun menginterupsi, wanita paruh baya itu tidak mampu melihat cucu menantunya ditarik paksa oleh siapapun, sekalipun oleh cucunya sendiri.

 

“Saat ini aku tidak ingin mendengarkanmu Halmeoni!” Balas Kyuhyun dengan nada dingin khasnya.

 

“Shireo! Aku ingin makan siang ber-”

 

“Aku bilang tidak ya tidak!”

 

 

“Lepaskan! Aku hanya ingin memasak untuk keluargaku, aku hanya ingin makan siang bersama mereka.” Hyowon meracau disertai tangisan yang tak mampu ia tahan ataupun hentikan.

 

Selain Kyuhyun, ketiga orang yang melihat Hyowon menangis hingga terisak seperti itu merasa seperti kesedihan juga ikut menyelimuti hatinya.  Tangisan yang mengisyaratkan bahwa hatinya tak mampu menahan rasa perih karena luka yang digoreskan oleh Kyuhyun.

 

Hyowon sendiri tidak mampu menahannya lagi, seperti seorang gadis kecil yang berlari-lari-lari kemudian terjatuh saat mencari ibunya yang pergi meninggalkannya seorang diri di tempat yang menyeramkan baginya.

 

 

“Cho Kyuhyun! Lepaskan tangannya, apa kau tidak mendengarnya? Dia memintamu untuk melepaskannya!” Baekhyun tidak mampu lagi menahan bibirnya untuk bungkam, saudara sepupunya ini menimbulkan kekacauan yang tidak bisa ia terima begitu saja.

 

“Kau tidak perlu ikut campur Byun Baekhyun!”

 

Dan Kyuhyun sendiri tidak bisa menahan untuk membawa istrinya keluar dari rumah ini. dnegan cepat, Kyuhyun menarik Hyowon hingga gadis itu terpaksa berjalan dibelakangnya

 

“Kyuhyun lepaskan, aku ingin minta maaf dulu . . .”

 

“Kyuhyun-ah, aku ingin minta maaf . . .” rengek Hyowon yang tetap diacuhkan oleh suaminya hingga kakinya menginjakkan halaman depan rumahnya.

 

Kyuhyun tak ingin mendengarkan apa yang diucapkan Hyowon dengan air mata yang belum bisa berhenti mengalir itu. Hyowon masih saja meracau disertai isakan yang terdengar menyakitkan bagi Kyuhyun. Hatinya teriris beberapa kali hanya dengan mendengar suara tangisan istrinya.

 

Hyukjae menatap iba pada Hyowon yang dibawa paksa oleh Kyuhyun hingga masuk kedalam mobil mewahnya. Pria itu ingin sekali menghentikan perlakuan Kyuhyun yang cukup kasar itu namun Hyukjae lebih mengerti sifat Kyuhyun yang mudah tersulut disaat emosinya yang tidak stabil saat ini, apapun yang menghalanginya sekalipun untuk kebaikannya, Kyuhyun hanya akan mengabaikannya dan emosinya akan semakin meninggi.

 

Tanpa aba-aba lagi, Lee Hyukjae melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah besar Cho Kyuhyun.

 

 

“Lepaskan tanganku!” Pinta Hyowon dengan wajahnya yang masih basah oleh air matanya saat mereka berdua sudah berada di dalam rumah mewah miliknya dan Kyuhyun ini.

 

Kyuhyun memang belum melepaskan genggaman tangannya yang bahkan terlalu erat itu hingga sekarang. Kyuhyun hanya menatap sendu wajah istrinya yang memperlihatkan saat ini tidak ingin menatapnya.

 

“Kau tidak ingin melepaskannya? Kau masih ingin menyakiti tanganku setelah menyakiti hatiku, huh?” tanya Hyowon disertai senyuman pahitnya.

 

 

Dengan perlahan tangan kanannya melepaskan tangan kiri Hyowon yang sudah memerah akibat ulahnya itu. Kyuhyun terkejut melihat tangan tak bersalah itu terluka karenanya, sungguh ia tidak berniat untuk menyakiti istrinya sedikitpun.

 

Hyowon tersenyum perih saat memperlihatkan kedua tangannya di depan suaminya.

 

“Lihatlah Kyuhyun-ah, tangan kananku yang masih bengkak karena jarum infuse. Dan tangan kiriku memar karena keegoisan tangan penghasil uangmu itu. Menakjubkan! Kau benar-benar ingin membunuhku rupanya.”

 

“Cho Hyowon!” Kyuhyun kembali membentak istrinya dengan tegas, pria itu tidak suka saat Hyowon mengatakan hal yang tidak mungkin baginya. Ia benar-benar muak karena sejak kemarin mereka terus membicarakan tentang bunuh dan membunuh. Kyuhyun sungguh tidak sanggup jika harus mendengarnya lagi dari mulut istrinya yang sangat sulit ia bungkam itu.

 

“Aku bukan gadis lugu yang menerima semuanya, aku tidak menerima kebohongan dan penipuan Cho Kyuhyun!”

 

Hyowon memasang wajah sinisnya, untuk pertama kalinya Kyuhyun melihat sifat yang lain dalam diri istrinya yang kali ini benar-benar menakutkan baginya, karena terlihat jelas bahwa saat ini Hyowon tidak memiliki rasa takut sedikitpun pada wajahnya.

 

“Bukankah seharusnya kau masih di rumah sakit? Kau darimana? Kau bahkan bersama si brengsek Byun  Baekhyun!” Kyuhyun mencoba mengalihkan semuanya, ia benar-benar malas untuk membahas untuk hal yang tidak ia sukai itu. Kyuhyun masih bertanya-tanya bagaimana bisa Hyowon berada di luar ruma sakit sementara ia menyuruhnya untuk tetap dirawat disana, dan bahkan tidak ada yang memberitahunya seorangpun.

 

 

“Kau memang sangat pandai mengalihkan topik pembicaraan Tuan Cho! Ah ya, kau memilki otak yang cerdas bukan?”

 

“Pikirkan hal ini, Seorang istri sedang dirawat di rumah sakit, tapi sang suami lebih menghabiskan malamnya untuk menemani wanita lain di rumah sakit yang lain, ah bukan wanita lain tapi mantan wanitanya. Seorang istri itu merasa kesepian di malam yang dingin, bahkan menjelang pagi suaminya tetap mengabaikannya, Apakah Si istri itu akan baik-baik saja dan diam berada di rumah sakit seorang diri?”

 

 

“Sudah cukup, aku tidak ingin membahasnya! Kau hanya salah paham.” Tegas Kyuhyun yang tidak menjawab pertanyaan Hyowon padanya, pria itu menyimak dengan benar apa yang diucapkan istrinya. Seperti sebuah soal yang harus ia selesaikan namun soal dengan jawaban yang mudah itu membuat hatinya kesulitan dan kesakitan.

 

“Apa perasaanmu untukku hanya sebuah pengalihan ataukah pelampiasan?” Hyowon kembali melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang entah sejak kapan mulai mengganggu pikirannya. Jika Kyuhyun bisa tidak menghiraukan pertanyaan, maka ia juga bisa berpura-pura tak mendengar penjelasan suaminya itu.

 

“Sudah kubilang, kau salah paham! Tidak perlu membahasnya!”

 

“Kau masih mencintainya?”

 

“Hentikan, Cho Hyowon!”

 

“Kau sangat paham bahwa aku lebih keras kepala darimu, maka jawab saja!”

 

“Aku tidak mencintainya!” Ucap Kyuhyun tegas dengan menatap sepasang mata yang basah itu dengan serius dan tulus.

 

“Kau masih menginginkannya?” Tanya Hyowon seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja Kyuhyun katakan padanya. Hatinya terlalu sakit untuk menerima ucapan suaminya saat ini. Kyuhyun begitu jahat padanya, pria itu tak ingin memberikan penjelasan sedikitpun. Tak ada kalimat penyesalan untuk apa yang telah dilakukannya.

 

“Sudah selesai Nyonya Cho!”

 

“Kau pernah tidur dengannya?  Bagimana? Kau menyukainya? Kau menginginkannya? Lagi?” pertanyaan-pertanyaan Hyowon menyakiti hati Kyuhyun dan hatinya sendiri, setiap ia bertanya dengan pertanyaan yang bahkan sangat ia benci itu air matanya jatuh tanpa henti meskipun sebuah senyum mengejek tercetak di wajah basahnya.

 

“Jika aku mengatakan aku mencintainya apa kau akan berhenti berbicara?” tanya Kyuhyun yang sudah sangat tidak tahan dengan Hyowon yang berusaha menyakiti dirinya sendiri itu.

 

Hyowon menghembuskan nafas kasarnya seolah membuang batu besar yang mengganjal pernafasannya namun tidak berhasil, perasaan sesak itu selalu ada. Gadis itu meraih ponselnya dan menekan beberapa tombol di layar ponselnya.

 

“Ahjumma, aku memesan chicken porsi besar dan 6 botol soju.”

 

Mata Kyuhyun membulat dan langsung merebut ponsel itu dan menutup panggilan telepon yang dilakukan istrinya.

 

 

“Kau pikir bisa mabuk-mabukkan sesukamu huh? Bahkan kondisimu sedang tidak bisa bertahan dengan alkohol! Dasar gadis keras kepala!” Cibir Kyuhyun yang diakhiri dengan gerakan tangan yang meraih tubuh mungil itu ke dalam dekapan hangatnya. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya, mencium puncak kepala istrinya dan tak mengiraukan gerakan meronta Hyowon yang berusaha menjauhkan tubuhnya itu.

 

Usaha Hyowon sia-sia, kedua tangan yang ia gunakan untuk berusaha melepaskan dekapan suaminya itu kini terjatuh begitu saja. Terasa begitu lemas dan tak berdaya, ia membiarkan wajahnya yang kembali menyentuh dada bidang Kyuhyung dan merasakan detak jantung yang tak beraturan itu untuk kesekian kalinya.

 

 

“Aku pikir aku sudah gila, aku terlalu mencintaimu hingga aku begitu ketakutan, aku takut kehilanganmu Cho Kyuhyun. Aku adalah gadis yang egois dan sangat keras kepala. Jika pria yang sangat kucintai mencintai gadis lain, aku akan mengajukan dua pilihan untuk diriku sendiri. aku akan memaksanya untuk mencintaiku atau aku akan berhenti dan menghapus semuanya, melepaskan semuanya!”

 

Kyuhyun membawa Hyowon semakin merasakan debaran jantungnya yang semakin cepat, tangan kanannya menekan punggung istrinya dan yang lainnya berada di pinggang ramping istrinya seolah tidak ingin melepaskannya saat ini setelah mendengar penuturan panjang dari bibir Hyowon. “Melepaskan semuanya” kalimat itu benar-benar berhasil membuat Kyuhyun dilanda rasa takut.

 

 

“Karena kau sudah menyakiti tangan dan hatiku, aku tidak bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja.”

 

“Apakah pria yang tampan bebas melakukan apapun? Apakah pria kaya raya, cerdas dan memiliki segalanya itu diperbolehkan memaksa siapapun? Kau tidak bisa memaksaku semaumu! Kau suamiku, bukan Tuhan!”

 

Kyuhyun melonggarkan pelukannya, menggantinya dengan belayan lembut dan teratur di bahu istrinya. Setiap ucapan yang keluar dari mulut Hyowon seperti timah panas yang tepat mengenai hatinya. Ia merasa sangat kesakitan namun masih tetap ingin mendengarnya, dengan itu Kyuhyun bisa sedikit mengetahui tentang rasa sakit yang dirasakan istrinya.

 

“Mianhaeyo . . . aku bahkan tidak bisa sejujur dirimu, aku tidak bisa meluapkan semuanya yang ada di dalam benakku. Aku tidak bisa sepertimu, aku hanya bisa marah dan bersikap kasar padamu. Aku tidak akan memaksamu lagi, tapi aku akan terus membuatmu berada disisiku!”

 

Hyowon bergerak menjauh setelah berhasil melepaskan diri dari dekapan erat suaminya, ia menatap Kyuhyun dengan senyum yang meremehkan dan terlihat sangat menakutkan bagi Kyuhyun.

 

“Kau terlalu percaya diri, Cho Kyuhyun! Aku adalah wanita modern, aku tidak bisa menyakiti diriku sendiri dengan alasan cinta. Mulai saat ini aku sedang memikirkan tentang pilihanku, setidaknya aku mempersiapkan diriku sendiri untuk menhadapi kemungkinan suamiku yang masih menyimpan perasaan lamanya yang semakin hari semakin membesar itu.” ujar Hyowon dengan wajah datarnya dan air mata yang mulai mengering di sekitar  matanya.

 

“Kau terlalu banyak berbicara omong kosong, sekarang istirahatlah!” Kyuhyun hendak meraih wajahnya namun dengan cepat Hyowon menepiskan tangan itu dengan tangannya sendiri. Setelah kau membuat wajah ini basah, kau ingin menyentuhnya huh? Kau tidak bisa melakukannya Cho Kyuhyun!

 

“Waeyo? Kau menyuruhku untuk beristirahat dan kau sendiri ingin menemui wanita lamamu itu?”

 

“Kau masih ingin membahasnya?”

 

“Kenapa? Bukankah dengan membahasnya akan membuat jantungmu berdetak lebih cepat? Hatimu juga bergetar bukan?”

 

Kyuhyun mengerang frustasi dengan sikap Hyowon yang benar-benar membuatnya  hancur dan tak berdaya, hatinya sudah hancur lebur saat ini hingga tak memiliki tenaga sedikitpun untuk mengimbangi emosi istrinya saat ini. itu bahkan emosi, yang ditunjukkan Hyowon saat ini adalah rasa sakitnya yang begitu membelenggunya.

 

“Kenapa kau sangat menyebalkan hari ini, huh?” Kyuhyun mendesah kesal, mengumpat di dalam hatinya dan mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa mengendalikan istrinya atau bahkan sekedar mengurangi rasa sakitnya.

 

“Aku mencintaimu Cho Kyuhyun!”

 

Kalimat yang terdengar merdu di telinga Kyuhyun itu terucap begitu saja lewat bibir sialan menggoda itu dan yang sudah mengeluarkan kalimat-kalimat yang sangat Kyuhyun benci. Dan ucapan itu mampu membuat gejolak di dalam hatinya sedikit mereda dan membuat wajahnya menampilkan sedikit senyum dengan detak jantung yang lebih cepat itu.

 

Kyuhyun hendak membuka mulutnya untuk menbalas ucapan yang sangat manis baginya itu, namun perubahan ekspresi dan setetes air mata yang jatuh dari mata indahnya itu membuat Kyuhyun terdiam.

 

 

“Aku ingin berpisah denganmu, Cho Kyuhyun!”

 

 

To Be Continue . . . .

 

 

Bagaimana Readers-nim? Berantakan kah? Hancur lebur? Kekekeke~ Mianhaeyo T.T Chapter ini dibuat dalam waktu 10 jam, maaf bila di chapter ini masih banyak banget kekurangannya dan typo bertebaran, mohon kritik dan sarannya.

Sekali lagi Wona minta maaf karena chapter 12 ini sangat lama, tapi tenang aja FF ini pasti dilanjut sampe akhir karena memang sudah terkonsep bagaimana akhirnya nanti.

 

RCL Juseyo . . . See you at next chapter~

Advertisements

10 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 12)

  1. Pingback: Library | WONLOVE JAEKYU

  2. gak tau kenapa ya entah karna udah lama gak baca atau gimana, tapi gaya tulisan dipart ini beda sama part part sebelumnya dan aku sukaaaaaaaaaaa wkwkwk
    okelah ternyata hyowon itu benera susah ditebak ya, sifat nya, prinsip nya buat terkejut. dan kayaknya dia nyesek banget sih maka dari itu dia minta pisah sama kyu. lagian kyu kenapa sekarang bimbang cuma karna masa lalu yg gak seberapa itu

    Like

  3. Aku setia pada mu kok 😅😅…kyu bagai di sambar petir di siang bolong,bininya minta cerai 😂…kamu kurang bijak sih bang
    Keep writing buat penulisnya ~~

    Like

  4. Sebel sm kyu yg plin plan, gmn hyowon ga mikir mcm2 kl kyu aj ngebela soojin mati2an d dpn ibu sm ne2kny.
    Asli sy bolak balik liat blog ni udh post blm…. Sngny pas liat udh post stelah skian lm mnanti😊
    Smgat trs bt lnjutinny ya….fighting

    Like

  5. Ya ampun setelah menunggu sekian lama akhirnya update tp menguras air mata. Kyu knp u diam aja sihhhh ungkapin semuanya pd hyowon agar hyowon mengerti, lw sdh spt ini u mw apa???? Sedangkan dg kondisi hyowon yg sakit hati pasti baekhyun akan memanfaatkan celah itu utk merebut hyowon drmu. Next d tunggu cinggu

    Like

  6. Kyaaa akhir nya ff kesayangan update jg. Mksh byk deh Thor, bner kan author sibuk ternyata lg skripsi mudah2an terus lancar sampai wisuda ya Thor…. Fighting

    Aduh part ini nyesek banget ragara mantannya Kyu, tp Kyu kyak nya sayang n cinta banget ama hyowon tp mantan Kyu gila banget sampai bikin Kyu marah sama ibu n neneknya, mudah2an Kyu cepet sadar n gak terbuai dgn rayuan mantannya.
    Suka sama karakter hyowon di sini keras kepala (author daebak banget) hingga Kyu yg keras pun tak berdaya heheeeee……

    Semangat terus ya Thor……
    Sy sempet pesimis authornim gak nglanjutin ff ini dah brp hr gak buka blok nya, pas semalem buka liat Ada part 12 sy gak sadar lsg menjerit saking senengnya sampai suami sy kaget kirain Ada apa…..(dkasih tau suami geleng2 tepuk jidat)

    Like

  7. Biasanya sy search “handagyu ff” cuma dh brp minggu ini diprotec, tp Masih bisa dibuka yg red wine, dsitu Ada beberapa author, byk banget deh readers nya. Ni FF pasti byk yg suka Keren banget soalnya salut sama authornya….

    Like

  8. Bari sempet baca dengan benar-benar karena kemarin cuman like aja tanya baca.
    Heumm..iyalah kalo digituin pasti bikin emosi banget.
    Makin kepo sama lanjutannya.. Ganbatte !!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s