OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 11)

our-complicated-marriage-3

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Drama Romance, Married Life

Length : Chapter

Rating : PG 17

Casts : Cho Kyuhyun – Park Hyowon – Lee Donghae – Lee Hyukjae – Yoon Soojin – Byun Baekhyun – Park Wonho – Henry Lau and Other Casts.

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t copas, and don’t bash!

 

Author’s Notes : Hello Readers-nim, maafin WonA karena baru menyapa kalian dengan Chapter 11 ini *bow*. Terima kasih yang sebanyak-banyak pada readers yang baik hati yang setia selalu membaca FF di blog ini dan memberikan komentarnya. Komentar kalian membuat saya berpikir bahwa FF ini harus segera dilanjut sebagai balasan atas komentar-komentar readers-nim. Maaf apabila masih banyak kekurangannya. Karena masih di bulan februari, bulan lahirnya The King of Fanfiction, WonA mau ucapin Saengil Chukkahamnida Uri Kyuhyun Super Junior yang berulang tahun pada tanggal 3 februari kemarin, dan selamat atas Tesis Mater (S2) nya yang sudah selesai dengan sangat baik. We are so proud of you Kyuhyun-ah! Saranghaeyo~

 

Typo is Magic  . . . RCL Juseyo ^^

 

 

Happy Reading . . . Our Complicated Marriage Chapter 11 by WonA . . .

 

 

“Kyuhyun-ah . . . Eottohkke? Tolong aku Kyuhyun-ah . . . “

 

Auhtor’s Pov

 

Saat ini tangan Hyowon semakin mencengkram erat kemudi dengan debaran jantung yang seolah berpacu dengan mobilnya sendiri. Tidak ada yang mampu ia lakukan kecuali tetap melajukan mobilnya saat ini. Hyowon begitu takut seolah merasakan trauma akan kejadian penyerangan padanya waktu itu.

 

Mobil sedan hitam di belakangnya itu tiba-tiba mempercepat laju kendaraannya dan melesat melewati mobil Hyowon hingga membuat gadis itu menahan nafasnya sesaat dan melirik kearah jendela mobilnya, kemudian kakinya refleks menginjak pedal rem ketika menangkap sosok pengemudi itu. Wajahnya tidak terlihat sama sekali, hanya terlihat seperti seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam dilengkapi topi dan masker dengan warna senada.

 

Mobil itu berhenti setelah membuat jarak beberapa meter di depan mobil Hyowon. Tak ingin menjadi bodoh kali ini, Hyowon memilih untuk memutar arah kembali ke Seoul. Ia tidak mau tersesat apalagi tertangkap oleh pria asing yang mengikutinya itu. Tak peduli dengan pekerjaannya, dengan perasaan takut dan bergetar ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menyusuri jalanan sepi nan berkabut ini, tak ada yang bisa menolongnya saat ini hingga ia hanya mampu mengandalkan kemampuan mengemudinya untuk menyelematkan dirinya sendiri.

 

Hyowon kini telah keluar dari jalan yang menurutnya menakutkan itu dan kembali pada jalan beraspal dan sangat ia pahami. Bahkan sebuah mobil melaju dari arah berlawanan membuat hatinya semakin lega. Beberapa kali gadis itu menghembuskan nafas beratnya dengan wajah pucat dan keringat yang mulai membasahi area dahi dan garis dagunya.

 

“Hah, jinjja! Apa orang itu tak mengikutiku lagi?” Hyowon hanya mampu bertanya tanpa ingin melihat ke belakang lewat kaca spionnya untuk memastikannya. Ia masih belum bisa meredakan rasa takutnya.

 

“Kyuhyun!” pekik Hyowon saat melihat mobil yang sangat ia kenali itu melaju dari arah berlawanan kemudian berhenti disana – di depannya. Mobil yang sudah jelas milik Kyuhyun itu membuatnya semakin tenang, belum lagi dua mobil yang membawa beberapa tim keamanan itu juga datang bersama Kyuhyun. Dengan cepat Hyowon menginjak pedal rem, dan menghentikan mesin mobilnya. Tangannya sudah tak sabar ingin membuka pintu untuk keluar dan berlari kearah suaminya yang turun dengan tergesa-gesa dari mobilnya.

 

Hyowon menghamburkan pelukannya pada Kyuhyun setelah menghentikan aktivitas berlarinya, memeluknya begitu erat dengan nafas yang memburu. Tak jauh berbeda dengan istrinya, Kyuhyun juga terlihat  sangat cemas hingga mendekap istrinya begitu erat dengan memejamkan matanya.

 

“Hyowon-ah, gwenchanna?” suara Hyukjae menginterupsi mereka berdua. Bukan maksud Hyukjae mengganggu kegiatan berpelukkan sepasang suami-istri ini, melainkan ada hal yang penting yang harus mereka bicarakan saat ini. Enam orang pria berjas hitam dan terlihat sangat gagah berdiri di belakang Hyukjae membuat Hyowon sedikit takjub.

 

“Gwenchannayeo, Hah! Ini membuatku gila!” keluh Hyowon seraya menaruh kedua tangannya di pinggang. Hyowon bertingkah seolah dirinya merasa sangat kesal untuk menutupi rasa takutnya itu.

 

“Ada apa? Cepat katakan! Aplikasi yang kau pasang di ponselku tiba-tiba berdering dan memberikan notifikasi bahwa lokasimu tidak ditemukan, dan lokasi terakhirmu itu jalan yang cukup asing. Ada apa? Kau itu sebenarnya mau kemana?” Kyuhyun nampak gelisah dan tak sabar ingin mendapatkan jawaban langsung dari istrinya. Sejak ponsel Hyowon yang tidak bisa dihubungi itu ia menjadi cemas dan seolah mendapatkan sebuah firasat bahwa istrinya sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja membuatnya membawa beberapa tim keamanannya.

 

“Syukurlah, ternyata itu ada gunanya juga.” Hyowon sedikit tersenyum mendengarnya.

“Baterai ponselku habis, maka dari itu lokasiku tak bisa terlacak. Ada dua orang polisi di persimpangan jalan disana, jalannya dialihkan dan satu-satunya jalan yang bisa kulalui hanya jalan itu. Tapi tiba-tiba sebuah mobil mengikutiku, untunglah aku sangat pemberani hingga bisa melarikan diri.” Senyuman Hyowon tercipta secara mendadak dan terkesan dipaksakan, ia tidak ingin membuat Kyuhyun begitu mencemaskannya. Akan tetapi usahanya itu gagal, Kyuhyun bahkan sangat mencemaskannya, senyuman palsunya itu tidak berpengaruh apa-apa pada perasaan Kyuhyun yang sedang khawatir.

 

“Astaga Cho Hyowon! Hah, siapa orang gila yang brengsek itu hingga berani mengikuti istriku!” gumam Kyuhyun dengan wajah yang menampakkan raut kemarahan yang tinggi  dan kedua tangannya yang mengepal kuat.

 

“Apa kau melihat siapa orang yang mengemudikan mobil itu?” tanya Hyukjae.

 

“Aku tidak bisa mengenali wajahnya karena orang itu memakai masker dan topi hitam, tapi aku bisa meyakini bahwa dia seorang pria.”

 

“Baiklah, Henry akan membawa kalian berdua pulang. Aku bersama timku yang lain akan mengurusnya, dan setelah itu aku akan melihat blackbox di mobilmu.” Ujar Hyukjae seraya melihat kearah mobil Hyowon dan memperhatikan ban mobil yang dipenuhi lumpur itu.

 

“Geurae, kajja!”  Kyuhyun melingkarkan tangannya dibahu Hyowon dan membawa istrinya masuk ke dalam mobil bersama Henry yang sudah bersiap di kursi kemudi.

 

Di dalam mobil Hyowon memperhatikan Hyukjae yang terlihat sedang memberikan intruksi kepada para timnya. Namun fokusnya teralihkan saat kedua tangannya merasakan sebuah kehangatan, Kyuhyun menggenggamnya seolah berkata,”Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja!”. Dengan lemah Hyowon menjatuhkan kepalanya  pada dada bidang Kyuhyun hingga suaminya bisa kembali mendekapnya dengan hangat. Tangan besar itu bergerak teratur mengusap punggungnya dengan lembut membuat Hyowon semakin nyaman dan merasa cukup tenang.

 

“Kau merasa takut?” gumam Kyuhyun tanpa melepaskan dekapannya.

 

“Aniyo! Aku tidak merasa takut sama sekali, untuk apa aku takut? Asal kau tahu Kyuhyun-ah, istrimu ini sangat pemberani!” Ucap Hyowon setelah mendongakkan kepalanya dan menatap serius wajah suaminya.

 

Henry sedikit menarik sudut bibirnya setelah mendengar apa yang Hyowon ucapkan, sementara Kyuhyun memicingkan matanya dengan tampang meragukan ucapan Hyowon barusan.

“Kau bahkan terlihat sangat pucat dan  . . . keringat ini!” desak Kyuhyun diakhiri dengan tangan kanan yang menyeka keringat dingin yang ada pada dahi Hyowon.

 

“I-itu karena aku melajukan mobilku dengan kecepatan diatas rata-rata, aku takut jika polisi akan memberikan surat tilang pelanggaran mengemudi padaku.” Jawab Hyowon setelah menguras habis otaknya kemudian menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun untuk menyembunyikan kebohongan yang tercetak jelas di paras cantiknya.

 

“Ya, kau memang sangat pemberani istriku!” Kyuhyun mengalah, menerima kebohongan itu dengan lapang dada dan tersenyum.

 

Seraya tangannya yang tak berhenti membelai rambut terurai istrinya itu, Kyuhyun bertarung dengan pikirannya saat ini. Kecemasan dan ketakutan melanda hatinya, sudah dua kali istrinya hampir celaka saat mengemudi sendiri. Kyuhyun terus saja menanyakan siapakah orang yang selama ini berusaha mencelakai hidupnya? Sebelumnya tidak ada serangan terbuka seperti ini, kali ini baru terjadi kembali setelah beberapa tahun lamanya. Dan bukan hanya ia yang menjadi targetnya, tapi istrinya juga. Demi apapun Kyuhyun tidak akan membiarkan Hyowon terluka sedikitpun.

 

***

 

Seorang pria melepaskan tangannya dari kemudi mobil setelah berhasil memarkirkan mobilnya di tempat parkir dibawah tanah ini. Pria itu melepaskan sarung tangan yang ia kenakan, kemudian topi dan masker yang menutupi wajahnya. Melemparkan benda-benda berwarna hitam itu keatas dashboard mobilnya dengan kesal. Terlihat jelas wajah tampan itu dihiasi oleh raut kemarahan yang luar biasa, pria itu adalah Byun Baekhyun.

 

Baekhyun keluar dari mobil hitamnya dan berjalan dengan tempo cepat. Sorot matanya sungguh tak seperti biasanya, seperti ada yang membakar dadanya saat ini. Kepalan tangan itu mengisyaratkan bahwa emosinya saat ini benar-benar sedang naik dan berada di puncaknya. Langkahnya terhenti saat ponsel di sakunya bergetar. Sebuah pesan yang diterimanya membuat ekspresi wajahnya semakin menakutkan, seolah awan hitam sedang mengelilinginya menandakan badai yang akan segera tiba. Baekhyun terlihat sangat berbeda, matanya begitu tajam dan dingin.

 

“Bodoh! gagal? Hah..!  Shit!” Baekhyun mengumpat setelah membaca pesan yang diterimanya. Kakinya kembali melangkah dengan cepat untuk meredakan gejolak dalam dadanya.

 

“Tuan Byun Baekhyun!” seruan seorang perempuan membuatnya sedikit terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat perempuan yang memanggilnya.

 

“Ada apa Choi Lui-ssi?” Tanya Baekhyun setelah melihat perempuan yang memanggilnya adalah Choi Lui. Gadis itu berjalan dengan cepat untuk menghampirinya.

 

“Ah tidak, aku hanya bermaksud menyapamu karena tidak sengaja melihatmu disini.” Jawab Lui dengan senyuman yang begitu tulus.

 

“Oh, apa yang kau lakukan disini? Kau membawa mobil?” tanya Baekhyun yang sedikit berpikir apakah gadis ini melihatnya turun dari mobilnya atau tidak. Lui tersenyum malu mendengar pertanyaan Baekhyun yang menanyakan apa ia membawa mobil sedangkan pria itu tahu benar bagaimana kondisi keuangannya, gadis itu menggeleng cepat.

 

“Tidak, manajer Han meminjamkan mobilnya, menyuruhku memberikan beberapa sampel pada kantor pusat dan membeli beberapa pesanan makanan untuk makan siang para pegawai yang lain.”

 

“Lalu dimana makanannya?” Baekhyun melihat lekat pada kedua tangan Lui yang kosong, hanya sebuah ponsel yang di genggamnya.

 

“Ah benar, aku melupakannya di mobil. Tadi aku langsung keluar saat melihat Tuan Byun Baekhyun berjalan.” Choi Lui merutuki dirinya sendiri yang terlihat sangat bodoh di hadapan Baekhyun.

 

“Arraseo, lain kali kau tidak perlu melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaanmu! Kau bukan seorang Office Girl di kantorku, kau paham?”

 

Choi Lui menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang mengantarkan tubuh tinggi Baekhyun yang bergerak menjauh darinya. Lui mulai bekerja sejak peresmian kantor baru milik Baekhyun ini beberapa hari yang lalu. Gadis itu merasa sungguh beruntung dapat mengenal pria yang telah menolongnya dan kembali membantunya kali ini. Matanya selalu berbinar ketika menangkap sosok Baekhyun di sekitarnya. Setelah cukup lama memandangi punggung yang mulai menjauh itu Lui menyadari bahwa ia meninggalkan semua pesanan pegawai lain masih tertinggal di mobil. Segera ia berlari kembali menuju mobil untuk mengambilnya.

 

***

 

At Kyuwon’s Home . . .

 

Hyowon menghabiskan segelas air minum yang diberikan oleh Kyuhyun dengan sekali tenggakan, membuat Kyuhyun sedikit menggeram merasa gemas takut gadis itu tersedak karena istrinya sedikit terburu-buru untuk menghabiskan minumannya seolah orang lain akan meminta air minumnya saat ini.

 

“Hahh . . .” Hyowon menghembuskan nafas panjangnya lewat mulut setelah menahannya cukup lama saat kegiatan meminum air mineral itu, kemudian menaruh gelas kosong itu di atas meja dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang sedang ia duduki ini.

 

“Mulai saat ini kau tidak diijinkan untuk mengemudi seorang diri, surat ijin mengemudimu akan kutahan!” tegas Kyuhyun dengan menatap wajah lesu itu dengan serius. Itulah Cho Kyuhyun yang begitu over-protective terhadap apa yang telah menjadi miliknya, bukan tidak ada alasan ia melarang Hyowon mengemudi sendiri, dua kejadian yang hampir mencelakai istrinya itu sudah sangat cukup menjadi alasannya bagi Kyuhyun.

 

“Mwoya? Memangnya kau polisi huh? Andwae! Kau tidak bisa – mmph!”

 

Hyowon tak mampu lagi melanjutkan kalimatnya yang bermaksud protes pada suaminya itu karena dengan cepat Kyuhyun meraup bibirnya dan menyesapnya cukup lama hingga pria itu kemudian memberikan kecupan-kecupan hangat. Hyowon hanya mampu membulatkan matanya mendapatkan ciuman pada bibirnya secara mendadak itu. Ia kemudian memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan pada bibirnya dengan jantung yang berdegub kencang dan darah yang berdesir hebat. Kyuhyun tersenyum disela-sela kegiatan ciumannya saat merasakan istrinya membalas setiap kecupan yang diberikannya, pria itu sungguh menikmati dan tergila-gila dengan kegiatannya saat ini hingga membuat keduanya melupakan akan organ tubuh bagian dalamnya yang membutuhkan asupan oksigen.

 

“Jadilah gadis yang penurut! Apa kau tidak tahu aku begitu mencemaskanmu huh? Kau harus menuruti semua ucapanku, arraseo?”  ucap Kyuhyun setelah melepaskan tautan bibir mereka. Kedua tangan besarnya menyentuh bahu Hyowon dan menatapnya sangat dalam.

 

“Ck! Harusnya kau mengatakan kau sangat mencintaiku ketika selesai berciuman!” Hyowon melepaskan kedua tangan yang berada di bauhnya. Protes yang dilayangkan Hyowon pada suaminya itu mendapatkan respon tak biasa dari Kyuhyun. Pria itu tertawa lepas tak peduli dengan ekspresi Hyowon yang berubah kesal karena menertawakannya. Kyuhyun sungguh dibuat gemas dengan sikap Hyowon yang pria itu anggap sangat luar biasa. Bukankah biasanya Hyowon akan sangat malu dan tak bisa mengatakan apa-apa setelah ia menggoda dan menciumnya? Kenapa sekarang gadis itu begitu terbuka dan agresif bahkan mengatakan dengan jelas kalimat yang dianggap Kyuhyun sangat lucu dan manis.

 

“Yaa! Ternyata istriku ini menginginkan suami yang sangat romantis oh? Kau terlalu sering menonton drama, sayang.” ujar Kyuhyun tanpa menghapus senyum diwajah tampannya. Hyowon hanya bisa mendengus mendengar ucapan Kyuhyun yang terdengar seperti mengejeknya.

 

“Aku tidak mood untuk memasak untuk makan malam kali ini, pesan saja makanannya!” Ucap Hyowon seraya berjalan menuju kamarnya dengan langkah kaki yang terlihat di hentak-hentakkan ke lantai hingga menimbulkan bunyi ketukan yang sangat jelas. Kyuhyun bahkan terlihat sangat senang kali ini melihat Hyowon yang begitu kesal. Setidaknya Hyowon mulai menghilangkan rasa takut dan cemasnya itu, ia sedikit berhasil mengalihkan pikiran istrinya saat ini.

 

“Haruskah aku juga ikut menonton drama agar menjadi romantis?” teriak Kyuhyun yang berusaha menyusul istrinya itu dengan langkah santai.

 

“Tidak perlu! Kau sudah sangat romantis, jangan menambahnya lagi. Aku bisa berubah menjadi debu jika kau semakin romantis!” balas Hyowon yang juga meninggikan suaranya tanpa menoleh untuk melihat lawan bicaranya lalu membuka pintu untuk memasuki kamarnya membuat Kyuhyun terkekeh dan mempercepat langkahnya, bahkan saat ini pria itu berlari menaiki anak tangga agar cepat-cepat menangkap istrinya.

 

“Aigoo, kau sangat menggemaskan! Ah, bagaimana ini? aku ingin memakanmu malam ini sayang! Bolehkah? ” Bibir tebal itu tersenyum tanpa henti, Kyuhyun menyusul Hyowon memasuki kamar mereka berdua dan menutup pintu berbahan kayu itu rapat-rapat.

 

*

 

Sebuah tangan mengepal kuat mencengkram amarah yang sedang dirasakannya. Udara dingin yang berhembus dari jendela yang tebuka bahkan tidak mampu mendinginkan hatinya yang sedang terbakar saat ini. Yoon Soojin menatap lurus di depannya dengan sangat tajam seraya menggertakkan gigi-giginya kemudian mengatur nafasnya yang sempat tertahan itu.

 

“Permainannya bahkan belum dimulai. Ah, aku sudah tidak sabar siapa yang akan sangat terluka nantinya!” gumam Soojin dengan senyumannya. Bukan sebuah senyuman tulus yang membuat orang lain yang melihatnya merasa senang, melainkan senyuman yang memiliki penuh makna jahat dan menakutkan.

 

Yoon Soojin menyandarkan punggungnya pada Headboard tempat tidurnya seraya menyilangkan kaki jenjangnya yang hanya tertutupi miniskirt berwarna maroon setengah paha. Ia meraih ponselnya untuk memeriksa pesan masuk yang diterimanya. Tidak ada niatan untuk membalas pesan tersebut, hanya membacanya lalu menaruh kembali ponselnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.

 

“Pernikahan kalian tidak akan berujung bahagia, akan kupastikan itu Cho Kyuhyun!”.

 

***

 

Butiran-butiran bening jatuh ke permukaan tanah, awan yang menggumpal berwarna kelabu itu menjatuhkan air dengan intensitas cukup tinggi. Mentari yang seharusnya memancarkan sinar hangat dipagi hari itu tidak dapat menjalankan tugasnya seperti biasanya karena awan-awan tebal terus menyelimutinya. Hari ini kota seoul kembali diguyur hujan dan cukup deras, beberapa acara televisi yang menayangkan perkiraan cuaca bahkan memprediksi bahwa musim salju akan segera tiba pada bulan ini lebih awal. Gadis itu sudah mempersiapkan beberapa pakaian hangat untuk dipakai di musim dingin, karena sesungguhnya Gadis itu tidak memiliki toleransi untuk udara dingin.  Bahkan saat ini ia sudah memakai coat super tebal yang melapisi sweater jenis turtle neck warna putih didalamnya.

 

“Kau tidak bekerja?” suara Kyuhyun tak membuatnya mengalihkan pandangannya dari layar televisi untuk sekedar menoleh pada sang suami. Hyowon begitu menikmati acara menonton drama paginya kali ini, ia tidak ingin melewatkan satu adeganpun untuk melihat suaminya yang sudah berdiri dengan raut kesal di wajahnya.

 

“Aku akan mulai bekerja kembali sebagai ketua tim perancangan besok lusa. Kau sendiri kenapa tidak bekerja?” Hyowon bertanya tanpa memandang Kyuhyun sama sekali, ia terus saja fokus pada layar kaya yang menampilkan adegan pemeran utama wanita dan pria itu sedang berpelukan.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat aktivitas istrinya saat ini, mengabaikan pertanyaan Hyowon padanya, dan bosan merasa tak diperhatikan Kyuhyun berjalan mendekat dan duduk di sofa yang sama dengan Hyowon. Pria itu tersenyum melihat Hyowon yang sangat bersemangat menonton drama, ia terlihat tidak memiliki beban apapun, ketakutan yang tergambar diwajahnya kemarin sudah lenyap begitu saja hari ini. Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil melihat beberapa tempat makanan yang sudah kosong diatas meja, dan gelas susu yang terisi penuh itu sudah benar-benar kosong bahkan gadis itu sudah menghabiskan salad buah yang ia buat sendiri dalam mangkuk kaca berukuran besar.

 

“Memangnya kau tidak pernah berencana untuk melakukan diet?” pertanyaan tiba-tiba dari Kyuhyun itu membuat Hyowon membelokkan wajahnya hingga bertemu dengan wajah tampan Kyuhyun yang sedang menatapnya.

 

“Tidak melakukan program dietpun tubuhku akan selalu langsing, sebanyak apapun porsi makanku tubuhku tidak pernah melebar sepertimu!” Ujar Hyowon yang diakhiri dengan senyum mengembangnya dan menjulurkan lidahnya untuk mengejek suaminya. Kyuhyun hanya bisa memasang wajah kesalnya, ia tidak berniat untuk membalas ejekan istrinya padanya. Senyuman, dan wajah riang itu benar-benar membuat hatinya berbunga. Entahlah, wajah berseri itu selalu membuat dadanya berdesir dan merasakan kebahagiaan yang menyelimuti hatinya.

 

Hyowon ingin kembali mengalihkan pandangannya pada layar televisi, akan tetapi pemandangan yang lebih menarik dari drama yang sedang ditontonnya itu membuatnya menatap lekat dengan senyum yang kini kembali tercipta di wajah manisnya. Kedua mata Hyowon berbinar melihat tubuh kekar suaminya ini dibalut sweater rajut tebal dan halus berwarna biru, benar-benar sangat cocok di tubuh Kyuhyun. Dada bidangnya bahkan terlihat sangat seksi untuk Hyowon, Kyuhyun sungguh luar biasa tampan dan terlihat sangat manis.

 

“Wae?” Kyuhyun bertanya karena melihat ekspresi Hyowon yang terlihat sangat bahagia dan hanya memandangi tubuhnya.

 

‘Kau sangat tampan, manis, seksi, dan hangat Kyuhyun-ah! Ah, kenapa kau sangat mempesona?’ ujar Hyowon refleks menjawab pertanyaan Kyuhyun padanya namun hanya terucap di dalam hatinya.

 

“Tidak, aku hanya senang melihatmu memakai pakaian seperti ini.” jawaban sederhana Hyowon membuat Kyuhyun tersenyum senang, mungkin jika Hyowon mengucapkan kalimat yang ia ucapkan sebelumnya di dalam hatinya itu akan semakin mengembangkan senyuman Kyuhyun bahkan membuat pria itu seperti tersinari oleh matahari dan membuatnya semakin hangat.

 

Kyuhyun menarik tubuh Hyowon hingga gadis itu bersandar di dadanya, tangan kirinya bersiap untuk melingkar diarea perut Hyowon namun tubuh mungil itu bergerak cepat menjatuhkan kepalanya diatas pangkuan Kyuhyun. Kedua pasang mata itu bertemu, kembali saling memandang dengan penuh cinta. Kyuhyun menundukkan kepalanya untuk mendekatkan wajah mereka berdua.

 

Chup!

 

Kyuhyun memberikan kecupan singkat pada bibir Hyowon dengan sangat gemas, gadis itu hanya tersenyum dengan pipi yang memerah lalu menggerakkan kepalanya yang berada diatas paha Kyuhyun itu untuk menghadap kearah televisi. Beberapa saat yang lalu benda itu sangat menarik bagi Hyowon, tapi sekarang benar-benar hanya menjadi pelampiasan dari rasa malu dan wajah meronanya saja.

 

Hal serupa juga dilakukan oleh Kyuhyun, ia menatap layar televisi bukan untuk menikmati apa yang sedang dipertontonkan, melainkan mengalihkan pikiran-pikiran yang sedang melayang di otaknya.

 

“Cukup sulit untuk melacaknya, orang itu sangat pintar memilih jalanan sepi tanpa kamera pengawas satupun untuk aksinya. Ia seperti sudah mengetahui dengan jelas kemana Hyowon akan pergi. Tidak ada polisi lalu lintas yang bertugas pada waktu itu, kedua orang yang memakai seragam polisi itu bukan anggota polisi, dan jalan yang diblokirpun tidak ada. Itu semua hanya sebuah settingan agar Hyowon melewati jalan yang sudah mereka persiapkan.”

 

Kalimat yang diucapkan Hyukjae padanya itu membuatnya tak bisa berhenti memikirkan keselamatan Hyowon. Hyukjae dan timnya saat ini masih berusaha untuk mendapatkan cara agar mengetahui dan menangkap siapa pelakunya. Kyuhyun berpikir jika seorang Lee Hyukjae saja bahkan tidak mudah menangkap pelakunya, maka orang itu bukanlah seorang penjahat biasa membuatnya harus berwaspada. Mungkinkah ini adalah sebuah dendam? Usaha untuk mencelekai istrinya kali ini terlihat cukup rapi dan terrencana.

 

“Kyuhyun-ah! Jeong Arin sudah di Korea sekarang, Besok aku akan mengajaknya dan Baekhyun untuk pesta barbeque disini. Boleh ’kan?”

 

“Mwo?” Kyuhyun menatap tajam kearah Hyowon yang kini sudah merubah posisinya menjadi duduk di samping Kyuhyun dengan kepala yang mengarah kepadanya. Kyuhyun tidak suka jika Hyowon lagi-lagi menyebut nama Baekhyun, apalagi mengajak pria itu ke rumahnya.

 

“Kumohon Kyuhyun-ah, aku tahu kau tidak menyukainya dan berpikir bahwa dia itu orang yang berusaha mencelakaimu. Tapi percayalah padaku, Baekhyun bukan seperti orang yang kau pikirkan. Bahkan sejak dulu, Baekhyun selalu berusaha melindungiku. Harusnya kau berterima kasih padanya!” Kyuhyun hanya bisa terdiam membuang wajahnya dan menatap ke sembarang arah. Haruskah ia menerima apa yang istrinya katakan? Gadis itu terlalu bersikeras membela sahabatnya itu, bahkan menyuruhnya untuk berterima kasih? Tidak mungkin, rasa tidak suka Kyuhyun terhadap Baekhyun itu belum berkurang sedikitpun.

 

“Jika kau mau, aku akan membuktikannya. Aku sungguh merasa bingung harus bagaimana, harusnya aku sangat bahagia dengan memiliki seorang suami dan sepupu yang merupakan sahabatku, tapi suasananya begitu canggung bahkan mengerikan. Bukan aku tak memikirkan perasaanmu, tapi aku juga berada pada posisi seorang sahabat. Kau pasti bisa mengerti, kau juga memiliki sahabat seperti Lee Donghae dan Hyukjae Oppa!”

 

“Jangan samakan sahabatku dengannya!” sergah Kyuhyun dengan nada tinggi membuat Hyowon tersentak karena suara Kyuhyun terdengar serperti sedang memarahinya. Gadis itu merasakan sedikit perih di dalam hatinya, Hyowon tak bermaksud untuk membuat Kyuhyun marah tapi pria itu sangat mudah beremosi jika sudah menyangkut tentang sahabatnya.

 

“Lihatlah Kyuhyun-ah, aku bahkan tak berniat untuk menyamakan sahabatku dengan sahabatmu tapi kau sudah cukup marah. Terlihat jelas kau sedang berusaha mengatakan bahwa sahabatmu itu lebih baik dari sahabatku, atau singkatnya kau sedang membela sahabatmu. Kau harusnya sangat mengerti bagaimana posisiku. Buktikan padaku jika Baekhyun memang orang yang tidak baik, maka aku akan menuruti apa yang kau ucapkan!”

 

“Apa kau sedang melakukan penawaran padaku, Nyonya Cho?” kalimat yang dilontarkan Kyuhyun itu terdengar cukup mengerikan karena disertai dengan tatapan menusuk dan smirk khas Cho Kyuhyun, belum lagi kata “Nyonya Cho” itu seolah mempertegas padanya bahwa statusnya sebagai istri Cho Kyuhyun. Namun Hyowon bukanlah gadis penurut yang akan langsung diam melihat suaminya mulai marah dengan ancamannya. Hyowon bangkit dari sofa empuk itu, ia berdiri dengan memicingkan matanya menatap Kyuhyun yang menatapnya sangat tajam.

 

“Kyuhyun-ah, itu bukanlah penawaran dariku. Tapi jika kau ingin aku melakukan penawaran, baiklah! Jangan pernah kau temui wanita bernama Yoon Soojin itu lagi atau aku akan selalu menemui Baekhyun setiap saat!”

 

“Yaa! Penawaran macam apa huh? itu sebuah ancaman, kau tahu?” Kyuhyun dibuat kesal dengan apa yang dikatakan Hyowon itu. Sekarang mereka berdua bahkan sudah sama-sama berdiri dengan melempar tatapan mautnya masing-masing. Hyowon memang tidak mau kalah dengan Kyuhyun, dan pria itu tidak mau terkalahkan lagi kali ini.

 

“Hey pasangan dewasa labil, ada apa lagi huh?” Suara Lee Donghae yang datang menginterupsi mereka berdua. Keduanya kompak menatap Donghae dengan wajah tak suka karena sebutan “pasangan dewasa labil” itu. Dan tanggapan dari Donghae yang mendapat tatapan tersebut hanyalah sebuah senyuman lebar dengan memperlihatkan deretan rapi gigi putihnya seolah mengisyaratkan bahwa ia sedang meminta maaf.

 

“Ada apa? Kalian bertengkar lagi?” tanya Hyukjae yang masuk bersama Donghae ke ruangan ini. Pria itu sedikit bingung dengan pasangan suami istri ini, bukankah sebelumnya mereka terlihat sangat romantis dan baik-baik saja? Kenapa mudah sekali bertengkar?

 

“Hyukjae oppa, suamiku ini terlihat masih menyukai mantan kekasihnya!”

 

“Yaa! Kenapa kau mengadu padanya diluar topik pembicaraan kita huh? dan “Oppa”? Atas dasar apa kau menyebutnya seperti itu?” sergah Kyuhyun menarik tangan Hyowon hingga gadis itu memandangnya dengan wajah masam.

 

“Benar, kau tidak mau menyebutku oppa? Kenapa hanya Hyukjae? Kau tahu, meskipun wajahku terlihat sangat muda tapi usiaku sama dengan Hyukjae Oppa ini.” Donghae merangkul bahu Hyukjae dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya yang diletakkan di depan wajahnya berpose cool.

 

“Cih! Kalian tidak pantas menjadi oppaku! Menyebalkan!” Umpat Hyowon dengan wajah cemberutnya, entahlah ia tiba-tiba sangat marah setelah nama Yoon Soojin terseret dalam percakapannya oleh dirinya sendiri. Donghae dan Kyuhyun terlihat kesal atas ucapan Hyowon itu, kenapa mereka tidak pantas? Pertanyaan itu muncul begitu saja di pikiran mereka berdua. Kedua pria ini melirik Hyukjae dengan tatapan menyelidik membuat pria itu tak suka dan mengekor bola matanya dengan ekspresi malas.

 

“Aku memang tidak pantas menjadi oppamu! Aku sangat pantas menjadi suamimu, arraseo?” Kyuhyun memegangi kedua pipi Hyowon dengan perasaan kesal bercampur gemas terhadap istrinya itu. Hyowon menggerakkan kepalanya dan mendorong tubuh Kyuhyun agar menjauh, jika terlalu lama maka hatinya bisa luluh begitu saja hanya dengan menatap wajah sialan tampan milik suaminya itu.

 

“Sudahlah, apa kalian akan terus membahas tentang sebutan “Oppa”? Cepat selesaikan masalah kalian berdua!” Lee Hyukjae yang memilih bersikap bijaksana itu membuat Donghae menepuk bahunya dan menariknya untuk duduk bersama di sofa melihat Kyuhyun dan Hyowon yang masih belum bisa meredakan emosinya.

 

“Apa kau masih ingin berdebat, istriku?” Kyuhyun melemparkan pertanyaan sinis pada Hyowon yang disambut dengan sangat tidak ramah oleh wanitanya itu.

 

“Aku tidak sedang berdebat, suamiku! Aku sedang melakukan penawaran yang kau sebut ancaman itu!” Hyowon dengan cepat menarik tangannya ke belakang saat Kyuhyun hendak meraihnya. Pria itu semakin kesal dan frustasi karena istrinya tidak mau mengalah dan seperti biasa, keras kepala. Dan Kyuhyun sangat tahu benar, bahwa Hyowon tidak pernah main-main dengan ucapannya. Bahkan saat ini Kyuhyun yang sudah mencintai istrinya itu sangat tidak mudah untuk menolak apa yang diminta oleh wanita yang sangat dicintainya.

 

“Bagaimana Kyuhyun-ah? Sebenarnya aku sudah memutuskan hal ini, aku berencana melakukan pesta sederhana itu untuk merayakan jabatanku, dan acara berkumpul dengan kedua sahabatku. Jika kau melarangku melakukannya disini, maka aku akan melakukannya di tempat Baekhyun, atau di tempat lain. Aku meminta ijinmu itu hanya sebatas formalitas.”

 

“Apa? Formalitas katamu? Yaa! Cho Hyowon, kau sendiri yang mengatakan padaku ingin menjadi istri yang baik. Apa meminta ijin dari suaminya hanya sekedar formalitas belaka itu merupakan sikap yang baik seorang istri huh?”

 

“Tentu saja formalitas, karena aku sudah tahu kau akan melarangnya! Dan . . . Kenapa kau menuntutku untuk menjadi istri yang baik? Itu kan keinginanku, tidak perlu diingatkan. Apa kau juga sudah menjadi suami yang baik?”

 

“Apa kau sedang berusaha menyebutku suami yang tidak baik?”

 

“Aku tidak mengatakannya!”

 

“Yaa! Hentikan!” pekik Donghae dan Hyukjae berbarengan. Mereka berdua berseru dengan kompak untuk menghentikan aksi perdebatan Kyuhyun dan Hyowon yang semakin memanas dan tak berujung ini. Entah konflik itu berawal darimana dan berakhir bagaimana, keduanya cukup bingung dan merasa geram karena baik Hyowon maupun Kyuhyun tidak ada pihak yang mau mengalah.

 

Hyowon memilih untuk melenggang pergi meninggalkan ketiga pria tampan ini menuju kamar, suhu tubuhnya tiba-tiba meningkat membuatnya berjalan cepat seraya berusaha membuka coat tebal yang dipakainya. Coat itu sebenarnya ia pakai saat hendak keluar untuk membeli beberapa bahan makanan untuk besok setelah menyelesaikan acara menonton dramanya. Namun mood nya berubah karena Kyuhyun yang membuat amarahnya meningkat saat ini.

 

“Lihatlah, bukankah gadis itu sangat menyebalkan?” Kyuhyun berucap pada Donghae dan Hyukjae yang memandangnya dengan menunjuk Hyowon yang sedang menaiki tangga.

 

“Aku tahu istrimu itu sangat menyebalkan, dan aku sangat tahu kau juga menyebalkan. Dan orang-orang menyebalkan ini saling mencintai. Benar bukan?” Lee Donghae melemparkan kalimatnya untuk diberi respon oleh Hyukjae. Namun pria itu tak menanggapinya sedikitpun, Hyukjae hanya menatap Kyuhyun yang begitu kesal hingga mendudukan tubuhnya dengan kasar.

 

“Turuti saja permintaannya, kau tidak perlu khawatir karena Hyowon mengadakan acaranya di rumah ini. Henry pasti akan menemaninya, dan sahabat perempuannya juga ikut. Kau tidak usah cemburu pada Baekhyun.”  Kyuhyun seketika memberikan tatapan membunuhnya pada Hyukjae setelah mendengar kalimat terakhir pada ucapannya. Kata “cemburu” itu sungguh membuatnya tidak suka. Dan Hyukjae mengerti maksud dari tatapan itu, dengan cepat ia kembali membuka mulutnya berusaha untuk menenangkan emosi Kyuhyun saat ini.

 

“Ya, maksudku meskipun Baekhyun terlihat menyukai Hyowon tapi selama ini pria itu belum pernah melakukan hal yang mengganggu pada Hyowon. Setidaknya jika kau menurutinya kali ini aku yakin Hyowon akan sangat bahagia, ia terlihat sangat ingin berkumpul dengan kedua sahabat lamanya itu. Tidakkah kau tahu teman yang dimilikinya sejak kecil hanya perempuan bernama Jeong Arin itu dan Baekhyun?”

 

Emosi Kyuhyun mereda, ia merasa bahwa dirinya terlalu takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Dan cemburu . . . mungkin pria itu juga merasakannya karena sungguh Kyuhyun tidak suka dengan kedekatan Hyowon dan Baekhyun yang terlihat seperti sepasang kekasih olehnya.

 

“Darimana kau tahu huh?” tanya Donghae yang memang belum sepenuhnya mengetahui kehidupan Hyowon di masa lalu.

 

“Aku sudah menjadi ‘Oppa’nya, jadi aku mengetahuinya!” jawab Hyukjae dengan menekan kata ‘Oppa’ hingga membuat Donghae dan Kyuhyun merasa sangat kesal.

 

Kyuhyun kembali berpikir, apakah ia terlalu berlebihan? Tentu saja tidak, Kyuhyun hanya ingin memastikan keselamatan istrinya, juga menjaga perasaannya itu agar hanya untuk dirinya. Ia tidak mempercayai tentang hubungan pertemanan lawan jenis. Itu membuatnya mengingat pada masa lalu, pertemanannya dengan Soojin yang berubah menjadi lebih istimewa. Sungguh Kyuhyun tidak mau jika itu sampai terjadi. Tapi mendengar Hyowon yang menginginkan untuk berkumpul dengan kedua sahabatnya, dan hanya memiliki mereka berdua sebagai temannya sejak kecil membuat Kyuhyun teringat pada dirinya sendiri. Ia selalu bersama kedua sahabatnya hingga saat ini, membuatnya tidak merasa kesepian bahkan telah menganggap Lee Donghae dan Lee Hyukjae itu sebagai kakak-kakaknya. Akan tidak adil jika ia melarang Hyowon dengan sangat keras seperti itu.

 

 

“Geurae! Aku akan mengijinkannya!” Ucap Kyuhyun dengan lemah.

 

“Benarkah?”

 

Suara nyaring yang datang tiba-tiba itu membuat ketiga pria ini terkejut. Hyowon berlari menuruni anak tangga dengan wajah sumringahnya membuat Kyuhyun sempat panik dan khawatir karena gadis itu hampir tersandung sudut karpet bulu saat hendak menghampirinya.

 

“Yaa! Perhatikan langkahmu, berhati-hatilah!” Pekik Kyuhyun dengan nada memarahi. Hyowon juga terkejut saat hendak jatuh, namun ia bisa menyeimbangkan tubuhnya dan kembali berlari menghamburkan pelukan pada Kyuhyun.

 

“Benarkah kau menyetujuinya Kyuhyun-ah? Woa… Kau sangat tampan!” Gumam Hyowon yang semakin mendekatkan wajahnya pada dada bidang Kyuhyun mencium aroma maskulin suaminya itu, seolah telah menjadi kebiasaan dan kegiatan favoritnya. Bahkan Kyuhyun merasa sedikit geli pada dadanya karena gadis itu benar-benar mencium bagian tubuhnya itu. Sentuhan bibirnya yang bergerak cukup terasa meski terhalang pakaian hangat yang ia kenakan.

 

“Kau mengatakan aku sangat tampan setelah aku menuruti permintaanmu, Ck! Benar-benar menyebalkan!”

 

 

“Ya, benar-benar menyebalkan! Pasangan menyebalkan ini sangat menyebalkan. Yaa Hyowon-ah, aku ingin sekali melihatmu marah dan menjauhinya dalam waktu yang lama. Apa kau tidak bisa melakukannya? Kenapa pertengkaran kalian sangat singkat huh?” Keluh Donghae yang terlihat sangat iri dengan Kyuhyun dan Hyowon. Ia bahkan tidak habis pikir dengan apa yang ia lihat saat ini, bukankah beberapa saat yang lalu mereka bertengkar kenapa kembali berpelukan seperti ini? Donghae mengacak rambutnya merasa frustasi.

 

“Gomawoyo Kyuhyun Oppa!” Hyowon tersenyum menatap Kyuhyun yang juga ikut tersenyum setelah mendengar sebutan Oppa untuknya disertai senyuman tulus dan manis dari bibir istrinya.

 

“Hyukjae Oppa juga, Gomawo! Tadi itu aku bersembunyi di balik tangga untuk mendengarkan percakapan kalian. Kau terlihat sangat berusaha meyakinkannya, Hyukjae oppa jjang!!!” Ucap Hyowon yang memberikan senyum terbaiknya seraya menggerakkan kedua tangannya yang seolah membentuk pistol dan menembakkannya pada Hyukjae. Sontak pria itu tertawa dan menganggukkan kepalanya menerima ‘tembakan’ terima kasih dari Hyowon itu.

 

Kyuhyun mengacak rambut Hyowon gemas karena tingkahnya selalu saja membuatnya tertawa, bahkan pengakuannya yang bersembunyi untuk mendengarkannya berbicara itu benar-benar terdengar sangat polos. Sedangkan Donghae hanya terdiam merasakan ketidakadilan yang ia dapatkan, ataukah  Lee Hyukjae yang menerima perlakuan khusus dari Hyowon. Namun pria itu juga kemudian ikut tersenyum, merasakan suasana yang selalu berubah hangat dan terasa berbeda karena kehadiran Hyowon membuatnya bersyukur atas apa yang Kyuhyun dapatkan.  Perubahan besar terhadap Kyuhyun membuatnya merasa sangat senang, seolah adik kecilnya yang dingin kini berubah menjadi hangat dan semakin bersinar.

 

***

 

Angin di sore ini terasa lebih dingin karena hujan yang mengguyur kota seoul hingga siang hari, meninggalkan jejak basah pada jalanan dan butiran embun diatas permukaan daun dan ranting pohon. Hyowon saat ini sudah mengenakan kembali coat hitamnya bersama sling bag berwarna abu itu berjalan memasuki sebuah Coffee shop. Ia berniat untuk membeli dua cup kopi panas untuknya dan Henry yang mengantarnya sebelum ia pergi ke pusat perbelanjaan.

 

Seraya menunggu pesanannya, Hyowon duduk di kursi kosong dan hendak memeriksa ponselnya yang bergetar di dalam sling bag nya. Namun seorang wanita yang tengah berdiri dengan menyilangkan tangan didadanya membuat Hyowon menoleh lalu mendesah kesal setelah melihat siapa wanita yang berdiri di dekatnya itu. Wanita itu duduk di hadapan Hyowon tanpa ia persilahkan.

 

“Bagaimana hubunganmu dengan suamimu Park Hyowon-ssi?” pertanyaan  Yoon Soojin membuat Hyowon sedikit jengah, lagi-lagi wanita itu membahas tentang hubungannya dengan Kyuhyun. Hyowon  meyakini bahwa Soojin masih mengharapkan Kyuhyun dan berharap hubungan mereka itu hancur.

 

“Kau benar-benar tertarik dengan hubungan kami rupanya. Apa kau bekerja untuk majalah keluarga bahagia? Atau siaran televisi pasangan suami istri yang sangat bahagia?” Hyowon tersenyum menang setelah mengucapkan kalimat-kalimatnya dengan penuh penekanan. Jangan lupakan kata “bahagia” dan “sangat bahagia” itu membuat Soojin mendesah kesal karena Hyowon terdengar seperti menjawab atas pertanyaannya dengan nada menjatuhkan.

 

“Asal kau tahu, Park Hyowon-ssi. Cinta itu tidak seperti uang, cinta akan kembali kepada pemiliknya meskipun telah hilang, direbut atau bahkan dicuri dari pemiliknya.” Ujar Yoon Soojin dengan sangat percaya diri. Kalimat itu menyudutkan Hyowon bahwa dirinya telah mencuri cintanya yaitu Kyuhyun dan pria itu akan kembali lagi padanya. Senyuman kemenangan Soojin tercipta saat Hyowon bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan untuk mengambil pesananannya.

 

Setelah membawa pesanannya, Hyowon membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya. Namun untuk sesaat ia berhenti di samping meja dekat Soojin duduk dan masih menatapnya.

 

“Kau benar Yoon Soojin-ssi, cinta itu tidak seperti uang. Dan hal yang perlu kau ketahui adalah cinta mengetahui dengan benar siapa pemilik sesungguhnya.”

 

Untuk kedua kalinya Hyowon berlalu begitu saja, merasa tak peduli dengan reaksi apa yang Soojin berikan atas balasan yang ia ucapkan. Pertemuan kedua mereka terlihat seperti de javu dimana Yoon Soojin yang berusaha untuk menjatuhkan Hyowon namun dengan serangan balasan yang keluar dari mulut Hyowon itu membuatnya terjatuh ke dalam lubang yang ia gali sendiri. Juga Hyowon yang selalu berjalan dahulu meninggalkan Soojin terlebih dengan membawa kemenangannya.

 

*

 

“Minumlah!” Hyowon menyodorkan kopi panas dalam cup tertutup pada Henry setelah ia masuk kedalam mobil.

 

“Gomawo.” Ucap Henry setelah menerima kopi itu dengan tangan kanannya. Namun ia sedikit bingung raut wajah Hyowon yang sedikit berbeda. Ya, Hyowon terlihat sangat kesal saat ini, namun kekesalannnya itu tidak ia tunjukkan di hadapan Soojin.

 

“Ada apa?” tanya Henry dengan berhati-hati.

 

“Hahh! Aku sangat tidak suka dengan penyihir itu, benar-benar mengerikan! Dia pikir dia siapa huh? berani-beraninya!” Henry menyentuh tangan Hyowon yang memegang cup kopi itu tiba-tiba, ia bermaksud untuk menghentikan aksi Hyowon yang jika tak dihentikan bisa membuat semua kopi panas itu keluar dari tempatnya karena mendapat tekanan yang besar dari tangan  Hyowon yang menggenggamnya.

 

“Siapa penyihir itu?” Henry perlahan melepaskan tangan kirinya seraya menunjuk kearah tangan Hyowon dengan matanya agar gadis itu berhati-hati.

 

“Kau sudah menjadi Oppaku bukan?” Henry mengangguk dengan polosnya.

 

“Maka kau harus menuruti permintaanku, jangan memberitahu hal ini pada Kyuhyun. Kau harus berjanji dan menepatinya sebagai pria sejati.” Hyowon memberikan tatapan seriusnya pada Henry namun pria itu sangat bingung untuk menentukan balasan atas ucapan Hyowon itu. Tidak mungkin ia tidak memberitahu tentang Hyowon pada atasannya itu, ia ditugaskan untuk melindungi dan memberitahu semua yang telah dilakukan ataupun terjadi pada Hyowon.

 

“Baiklah, aku berjanji!” kalimat itu terucap setelah melihat puppy eyes Hyowon dengan wajah memelasnya. Gadis itu memang sangat pandai menaklukkan siapapun dengan aegyo-nya. Jangankan Henry yang masih memliki perasaan tidak tega dan sangat ramah itu, seorang Cho Kyuhyun yang dinginpun bisa ia taklukan dalam waktu yang tidak lama.

 

“Penyihir itu Yoon Soojin, mantan pacar Cho Kyuhyun! Aku tidak ingin kau memberitahunya tentang wanita ini karena aku tidak ingin siapapun membahas wanita itu bersamanya, ia bisa bernostalgia jika mendengar nama itu.”

 

Hyowon memang terlihat tidak takut akan kehadiran Yoon Soojin itu dihadapan semua orang, namun dalam hatinya ketakutan akan perasaan Kyuhyun untuk wanita itu yang bisa saja kembali tercipta itu muncul. Ia juga seorang wanita yang memiliki perasaan sensistif apalagi terhadap seorang pria yang sangat dicintainya, Cho Kyuhyun.

 

“Oh begitu, aku mengerti. Tapi apa dia tidak menyakitimu?” dengan cepat Hyowon menggelengkan kepalanya. Ia tidak mungkin menjawab bahwa Yoon Soojin telah menyakiti hatinya, bukan?

 

“Tidak, justru aku yang sudah menyakitinya. Wah! Aku memang sangat pandai membuat orang sakit hati, tidak ada yang bisa mengalahkanku!” Hyowon tersenyum dan membanggakan dirinya sendiri. Ia menyesap kopinya dengan perlahan usai meniupkan udara diatasnya.

 

 

Ponselnya kembali bergetar, tangan kirinya merogoh dengan cepat ponsel yang berada di dalam sling bag itu.

 

“Yeoboseyo . . .”

 

“Haruskah aku menanyakan kabarmu? Koran, majalah dan televisi bahkan sudah memberitahuku bagaimana kondisimu saat ini!”

 

Hyowon terdiam mendengar suara wanita yang berbicara di sebrang sana. Wajahnya berubah menjadi sedikit pucat, tangannya bahkan bergetar hampir membuat kopi di tangan kirinya itu terjatuh jika Henry tidak sigap menangkapnya. Henry mengurungkan niatnya untuk menjalankan mesin mobil ketika melihat perubahan ekspresi Hyowon saat ini.

 

“Temui aku saat ini juga, atau aku akan menemui putra kandungku dan memaksanya pergi bersamaku!”

 

“Ba-baiklah . . . Beritahu aku lokasimu saat ini juga.”

 

*

 

Saat ini Hyowon sudah duduk berhadapan dengan seorang wanita berumur berambut pendek sebahu, keduanya terpisahkan oleh meja kayu berbentuk persegi dengan beberapa hidangan mahal bersama sebotol wine telah tersaji diatas sana.

 

“Kau tidak memakan makananmu? Ah, kau pasti sudah bosan huh? bagaimana perasaanmu menikah dengan pewaris keluarga chaebol? Menyenangkan?” Wanita itu bertanya dengan mulut penuhnya, tangannnya masih bergerak memotong steak dengan pisau di tangan kanannya.

 

“Harusnya sejak dulu kau menyetujui perjodohan itu, kau terlalu so’ jual mahal!” Hyowon hanya terdiam menatap dingin wanita yang merupakan ibu tirinya itu tanpa ingin membalas ucapan kasar yang sejak dulu ia sudah menerimanya.

 

“Jika kau waktu itu menerima perjodohanmu, aku tidak akan menjualmu saat itu.” tangannya menaruh garfu dan pisau itu lalu beralih pada gelas yang berisi wine lalu menyesapnya.

 

Hyowon merasakan sesak yang luar biasa di dalam dadanya, kalimat terakhir itu mengingatkannya pada kejadian dimana ibu tiri yang merupakan ibu kandung dari adiknya, Wonho itu membawanya ke sebuah tempat prostitusi hingga menyeretnya ke dalam sebuah kamar kosong dan menguncinya. Saat itu ia masih sangat remaja, rasa takut yang sangat besar mengitarinya membuat trauma yang berkepanjangan pada dirinya.

 

“Aku bosan hidup miskin seperti ini, bisakah kau menanggung biaya hidupku? Kau kan putriku! Atau . . . Wonho saja yang harus menanggungnya!”

 

“Andwae!” Untuk pertama kalinya Hyowon membuka mulutnya, dengan tegas ia mengucapkan kata itu disertai raut wajah marah bercampur takut. Wanita itu tersenyum seraya memandang acuh tak acuh pada Hyowon.

 

“Kau tidak bisa melakukannya! Dia adikku, kau tidak akan – ”

 

“Hey Park Hyowon! Dia itu putra kandungku, kami memiliki ikatan darah yang sangat kuat. Putraku yang sangat tampan dan baik itu tidak mungkin membiarkan ibunya menderita, bukan?”

 

Wanita itu berdiri dengan senyuman satu sudutnya, sebelum melangkahkan kakinya, ia menundukkan kepalanya untuk berbisik pada Hyowon.

 

“Kau harus tahu, Ahjussi yang memasuki kamar itu masih menanyakanmu hingga sekarang. Hubungi aku jika kau sudah menyiapkan tempat tinggal dan uangnya. Dan titip salamku untuk Wonho, putra kandungku!”

 

Air matanya jatuh tepat setelah ia mendengar suara langkah kaki yang bergerak menjauh darinya. Entah ibu tirinya itu hanya mencoba untuk menakutinya saat ini, atau apapun itu hatinya merasa seperti diremas berulang kali. Rasa sesak yang datang benar-benar tidak mampu ia tahan, bahkan air mata yang jatuh itu tanpa kehendaknya sendiri. Hyowon begitu marah, sedih sekaligus takut terhadap ibu tirinya itu. Wajahnya mengingatkan akan kenangan buruk yang menimpanya.

 

Kim Sunhae adalah sahabat dari ibu kandungnya, wanita itu berbohong pada keluarga Park tentang wasiat dari ibu Hyowon yang menyuruhnya untuk menikah dengan Park Junhwang dan mengurus Hyowon yang baru saja dilahirkan itu. Hingga akhirnya mereka menikah dan memiliki anak laki-laki bernama Park Wonho. Kim Sunhae yang ternyata wanita matrealistis itu berusaha agar Hyowon menerima perjodohan yang baru ia ketahui saat Hyowon berada di sekolah menangah, perlakuannya pada Hyowon semakin buruk setelah gadis itu memberitahu ayah dan kakeknya tentang ibu tirinya yang mendesaknya. Beberapa kali Sunhae memaksa Wonho untuk ikut pergi bersamanya, dan memberikan ancaman terhadap Hyowon yang sangat menyayangi adiknya itu.

 

“Hyowon-ah, gwenchanna?”

 

Hyowon mendongakkan kepalanya mendengar suara yang sangat ia kenal itu berada di dekatnya. Ia terkejut mendapati Kyuhyun dan Wonho sedang berdiri di dekatnya. Sungguh ia tidak menyadari kehadiran mereka berdua yang entah sejak kapan sudah berada disini. Dengan cepat ia menyeka air matanya kemudian berdiri memandang Wonho dan Kyuhyun.

 

“Gwenchanna.” Jawab Hyowon memaksakan senyumnya.

 

Kedua pria ini sangat mengetahui bahwa jawaban itu adalah sebuah kebohongan. Wonho yang mengunjungi rumah Hyowon bermaksud untuk menghadiri ajakan kakaknya untuk acara pesta sederhana yang diadakan besok itu sudah tiba tiga puluh menit yang lalu. Saat bertanya pada Kyuhyun dimana kakaknya berada, jawaban kakak iparnya itu benar-benar membuatnya terkejut. Atas laporan Henry, Hyowon bertemu dengan seorang wanita bernama Kim Sunhae.

 

“Apa yang kau lakukan huh? Untuk apa kau menemuinya?” Wonho bertanya dengan meninggikan suaranya, sementara Hyowon hanya mampu menundukkan wajahnya. Ia sudah pura-pura bersikap baik-baik saja dan itu tidak berhasil. Dan Kyuhyun adalah orang yang paling bingung disini, ia tidak tahu siapa itu Kim Sunhae dan mengapa Hyowon bisa menangis, juga Wonho yang bersikap sangat khawatir terhadap kakaknya itu. Sebelum menuju restoran ini, adik iparnya hanya memberitahunya bahwa Hyowon tidak boleh bertemu dengan wanita itu.

 

Wonho menyambar ponsel Hyowon, ia berusaha mendapatkan nomor telepon ibunya itu untuk memarahinya. Namun dengan cepat Hyowon merebutnya, membuat Wonho merasa kesal.

 

“Apa kau sangat bodoh Park Hyowon? Kau tidak perlu menemuinya, berikan ponselmu! Aku akan mengatakan padanya untuk tidak-”

 

“Sudahlah Wonho-ya, kau tidak perlu melakukannya!”

 

“Kau memang sangat bodoh, apa kau sangat senang diperdaya olehnya huh?”

 

“Yaa! Hentikan!!! Adik ipar, bukankah istriku ini kakakmu huh? Tidak bisakah kau bersikap sopan padanya? Dan jangan menyebutnya bodoh, kau mengerti?” Kyuhyun menarik tangan Hyowon agar ikut berjalan bersamanya. Ia sudah tidak tahan dengan perdebatan yang terjadi antara kakak-beradik ini, namun yang dapat ia pastikan adalah kondisi mental dan hati istrinya saat ini sedang tidak baik. Dan mereka sebaiknya melanjutkan perbincangan ini di dalam rumah dan dalam suasana yang tenang.

 

***

 

“Aku sangat lelah, aku ingin beristirahat.” Ucap Hyowon setelah sampai di dalam rumahnya. Wonho hanya menatap cemas kakaknya, ia juga tidak bisa berbuat banyak dalam situasi kali ini.

 

Kyuhyun sedang berusaha mengerti kondisi Hyowon saat ini, pria itu tersenyum dan memegang kedua bahu Hyowon lalu mendaratkan bibirnya pada dahi istrinya. Ia berharap kecupan hangat itu sebagai obat atas rasa sakit yang muncul di dalam hati Hyowon.

 

Setelah melihat kakaknya yang memasuki kamar, Wonho kemudian menatap serius wajah Kyuhyun yang sedang menagih penjelasan terhadapnya.

 

“Apakah aku bisa mempercayaimu?” pertanyaan Wonho itu membuat Kyuhyun tersenyum kesal, pria yang lebih muda darinya ini benar-benar sangat menjengkelkan. Sifatnya terkadang sangat mirip dengan istrinya itu.

 

“Sudahlah, lupakan! Aku akan bertanya pada istriku saja nanti.”

 

“Andwae! Jangan membahasnya lagi bersama kakakku!” Kyuhyun yang hendak berjalan itu langsung menoleh pada Wonho, ia menaikan alis matanya mendengar perkataan adik iparnya itu. sedikit gertakkannya itu ternyata cukup membuat Wonho melemah, mungkin akan berbeda jika Hyowon yang dihadapinya saat ini.

 

“Geurae, cepat jelaskan semuanya!”

 

Kyuhyun dan Wonho duduk di ruang utama rumah ini, keduanya tampak serius dengan obrolan mereka kali ini. Kyuhyun menyimak dengan baik setiap apa yang diucapkan Wonho padanya. Park Wonho menjelaskan siapa itu Kim Sunhae dan mengapa Hyowon menjadi seperti itu, bahkan tak sungkan pria itu meminta agar Kyuhyun untuk menjaga Hyowon dari ibunya itu. Sebisa mungkin untuk mereka tak saling bertemu lagi. Mendengar semua itu membuat Kyuhyun bisa menarik kesimpulan bahwa Wonho juga membenci ibunya dan lebih menyayangi kakaknya, sama sepertinya yang menjadi membenci wanita yang belum ditemuinya itu setelah mendengar apa saja yang telah dilakukan Kim Sunhae pada istrinya, namun pikirannya lebih mencemaskan keadaan Hyowon. Ia kembali mengiba pada gadis itu, sikap ceria dan periangnya benar-benar menutupi masa lalunya yang tidak cukup baik itu. Ia sangat menyesalkan kehadirannya yang dirasa terlambat, dan jika bisa memutar waktu Kyuhyun ingin sekali menjalin hubungan dan menemani Hyowon sejak mereka masih kecil. Namun itu hanyalah angan-angan belaka yang tidak akan pernah terwujud.

 

***

 

The Next Day . . .

 

Menjelang siang hari terik matahari tidak cukup menyengat akan tetapi tidak ada tanda-tanda untuk mendung atau turun hujan. Dan harapan Hyowon agar hari ini hujan tidak turun nampaknya terkabul. Awan yang menghiasi langit tidak kelabu seperti kemarin, membuatnya sangat bersemangat untuk menyiapkan semuanya. Saat ini bahkan kedua sahabatnya sudah berada di sekitarnya, Arin dan Baekhyun. Dilengkapi dengan adiknya Wonho dan Henry ‘kakak’ barunya itu.

 

“Makanlah, ini sangat manis.” Baekhyun memberikan piring kecil berisi potongan apel merah. Dengan senang hati Hyowon menerimanya, karena siapapun tahu bahwa Hyowon sangat maniak terhadap buah-buahan. Henry yang bertugas memamanggang daging itu menghentikan aksinya membalikan potongan daging sapi, ia meraih ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan yang akan dikirimkan pada Kyuhyun.

 

>> Byun Baekhyun memberikan potongan apel untuk Hyowon, Hyowon terlihat sangat senang.

 

“Kapan kita bisa memakan tteokbokki pedas dan jajanan di pinggir jalan lagi?” tanya Baekhyun yang disambut dengan semangat oleh kedua wanita di depannya.

 

“Hari ini atau besokpun kita bisa melakukannya.” Jawab Arin seraya menyuapi sosis bakar pada Hyowon. Gadis itu kemudian membuka mulutnya usai mengunyah potongan sosis itu dengan cepat.

 

“Ah, besok aku harus kembali bekerja. Di hari libur saja bagaimana?”  Arin dan Baekhyun menangguk setuju.

 

“Hey, apa kalian melupakan minumannya? Tidak ada soda ataupun bir disini!” Wonho berucap dengan sedikit berteriak dari tempatnya berdiri. Ia sedang bersama Henry ‘bercengkrama’ dengan asap yang berasal dari alat panggangan itu.

 

“Ah, benar! Aku melupakannya . . . Di lemari pendinginpun tidak ada minuman apapun. Geurae, aku akan membelinya-”

 

“Andwae! Aku yang akan membelinya, mana kunci mobilmu!” Hyowon tidak bisa memberikan apa yang diminta adiknya itu, Surat ijin mengemudi beserta kunci mobilnya itu ditahan oleh suaminya. Ia kemudian melirik Henry, ada banyak mobil Kyuhyun yang menganggur dan bisa dibawa oleh Wonho.

 

“Aku akan menemanimu, Ayo! Kita bisa ke mini market paling dekat dengan mobilku.” Seolah bisa membaca pikiran Hyowon, Baekhyun menawarkan diri sebagai solusinya.

 

“Baiklah Hyung, Kajja!” Ucap Wonho yang kemudian berjalan bersama Baekhyun.

 

Park Wonho memang cukup dekat dengan Baekhyun dan menghormatinya seperti kakaknya sendiri, itu dikarenakan pria tampan dan tinggi ini menjadi teman kakak perempuannya dan selalu berada di samping Hyowon dan menjaganya.

 

“Ah, bolehkah aku iri padamu? Ibumu benar-benar menjagamu dari surga dengan memberikan banyak pria tampan yang berada di sekitarmu dan menyayangimu.” Ungkapan kekaguman sahabatnya itu membuat Hyowon tersenyum. Ia juga mensyukuri hal itu, ada satu hal yang tidak bisa ia miliki sejak lahir ke dunia yaitu seorang wanita yang merupakan ibu yang bisa menyentuh dan membelainya, meski begitu sosok dan cinta seorang ibu dapat ia rasakan dari semua orang yang mencintainya.

 

Donghae yang tiba-tiba datang itu membuat Hyowon sempat sedikit terkejut, jika sekretarisnya saja pulang sudah pasti sang direktur dan calon presiden direktur itu juga pulang. Donghae hanya sekedar menyapa Hyowon lalu berjalan menuju Henry dan Arin yang saat ini sangat bersemangat memanggang potongan daging sapi dan beberapa seafood itu. Jarak meja dekat Hyowon berdiri saat ini kurang dari sepuluh meter dari tempat panggang itu, Ia sedang menyiapkan makanan yang sudah matang, air mineral dan gelas-gelas kosong yang menunggu kedatangan Wonho dan Baekhyun yang sudah berangkat berangkat sejak dua puluh menit yang lalu itu.

 

Kyuhyun berjalan dengan senyum menghampiri istrinya  seraya membawa box berwarna transparan dengan isian potongan buah melon segar.

 

“Buka mulutmu . . .” pinta Kyuhyun pada Hyowon, ia berniat untuk menyuapi istrinya dengan cara yang manis. Namun Hyowon hanya menatap potongan melon itu dengan wajah terkejutnya.

 

 

“Kau pasti sangat terkejut, aku memotong buah bulat dan besar ini dengan tangan penghasil banyak uang ini.” Ucap Kyuhyun dengan berbisik. Rupanya Kyuhyun juga ingin menunjukkan sikap manisnya terhadap Hyowon, terlihat bahwa Kyuhyun mengikuti cara Baekhyun namun dengan buah yang berbeda.

 

“Kyuhyun-ah . . .” Hyowon mendesahkan namanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

 

 

“Meskipun tanganku hampir terkena pisau, tapi aku sangat senang menyiapkan ini untukmu! Kau tahu? Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti itu, benar-benar sangat lucu. Memotong buah itu ternyata tidak mudah dan tidak sulit, tapi aku lebih suka memotong biaya pengeluaran perusahaan.” Kyuhyun tertawa kecil setelah mengatakan hal konyol yang merupakan fakta besar baginya itu.

 

Kyuhyun mendekatkan potongan kecil buah melon pada garfu yang dipegangnya itu pada bibir Hyowon. Gadis itu tersenyum lalu memakan buah melon itu dengan perlahan. Tak puas dengan satu potongan, Kyuhyun kembali memberikan potongan-potongan kecil buah yang memiliki banyak kandungan air dan vitamin itu pada istrinya. Terasa sangat menyenangkan dengan adegan menyuapi buah seperti ini bagi Kyuhyun, ia selalu menikmati momen berdua dengan istrinya.

 

“Uhukk . . Uhhuk!” Hyowon terbatuk membuat Kyuhyun sedikit khawatir dan langsung menerpuk-nepuk pelan punggung bagian atas istrinya.

 

“Aku tahu kau sangat menyukainya, tapi kau harus pelan-pelan memakannya. Kau sampai tersedak seperti itu.” Ujar Kyuhyun yang saat ini mengusap lembut punggung itu. Hyowon meraih gelas berisi air mineral dengan tangan yang bergetar.

 

“Hyowon-ah!”

 

Suara seruan Baekhyun berbarengan dengan gelas kaca yang terjatuh ke permukaan rumput hijau. Kyuhyun terkejut mendengar Baekhyun yang memekik cukup keras hingga semua orang tertuju pada Hyowon, namun ia lebih terkejut lagi dengan wajah berkeringat Hyowon dan terlihat sangat pucat itu.

 

Wonho berlari mendekat lalu memegangi kedua bahu Hyowon dengan erat. Ia menatap terkejut dengan apa yang berada di dalam kotak makan yang Kyuhyun pegang itu.

 

“Apa kau memakannya, huh? Apa kau sangat bodoh? Kau tidak mungkin melupakan alergimu ‘kan? Kenapa kau memakan makanan yang tidak boleh kau makan huh?” Wonho lagi-lagi berteriak emosi pada kakaknya yang sudah terlihat sangat lemas itu. Kyuhyun bahkan lebih terkejut lagi, seketika tangannya merasa lemas hingga box berisi potongan buah melon itu terjatuh menemani gelas yang yang tergeletak disana.

 

Semua orang yang berada di halaman ini berkumpul, Jeong Arin bahkan tidak tahu jika Hyowon memakan buah melon itu. mereka semua merasa sangat cemas melihat Hyowon yang sedang menahan sakit di perut dan tenggorokkannya. Ia merasakan tenggorokkannya tercekat dan kesulitan untuk bernafas.

 

Hyowon bersusah payah untuk berjalan dua langkah mendekati Kyuhyun yang berdiri mematung di tempatnya, tubuhnya seolah beku menatap istrinya dalam keadaan tidak baik-baik saja.

 

“O-Oppa . . , ak-ku. . . ba … baik-baik sa..ja . . .” sungguh terasa sangat sulit dan sangat menyakitkan ketika ia mengatakan sebuah kalimat itu untuk menenangkan suaminya itu, tenggorokannya seperti terbakar dan sangat perih.

 

Kyuhyun tersadar bersama rasa sakit yang menusuk pada dadanya, dengan matanya yang memerah ia menatap cemas dan bersalah wajah pucat gadis malang itu, dan dengan cepat memeluk Hyowon lalu membawa tubuh lemah itu kedalam gendongannya.  Ia mengintruksikan kepada Henry segera menyiapkan mobil untuk pergi ke rumah sakit, dan perintah pada Donghae agar segera menghubungi Profesor Shin dan pihak rumah sakit untuk bersiap disana.

 

 

To Be Continue  . . .

 

 

Advertisements

20 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 11)

  1. Pingback: Library | WONLOVE JAEKYU

  2. Yaaahhh padahal niat kyuhyun mau sosweet”an sama hyowon, eh malah hyowonya alergi melon *kyupundung 😦 .
    Siapa lagi itu kim sunhee, gangguin kebahagian hyowon aja, moga tu orang cuma lewat doang di ff ini, dan ga lama peranya :3 .
    Author jan bikin konflik yg berat” ya, kasian hyowon sama kyu nanti 😦 . Dan cepet lanjut ya jan lama” 😀

    Like

  3. Omg kyu bnr2 so sweet tp hyowon jd celaka, bukan salah kyu sihhhh lw hyowon alergi buah melon, mudah2 an hyowon tdk apa2. Wahhhhh hyowon hrs hati2 ma bekhyun, kyu cpt ungkap n temukan bukti yg menunjukkan kejahatan hyowon. Selain u melndungi hyowon dr baekhyun u juga hrs hati2 ma mantanmu. Next d tunggu cinggu

    Like

  4. Baekhyun berniat jahat ga ya sma hyowon?
    Dan itu si jalang sojin ga tau diri amat cih

    Omo omo omo hyowon ah knpa kmu makan mknan yg udh tau itu alergi tpi ttp di makan?
    Aku tau kmu pasti ga mw ngecewain kyuhyun kan yg udh berusaha bwajn buah dan motongnua sendiri tpi itukan membahayakan buat tubuh kmu sndiri
    Klo kmu ngomong pun pasti kyuhyun ngertiin walaupun bklan sedikit kecewa
    Aigoo semoga hyowon baik baik aja

    Like

  5. Knp baekhyun jahat gitu
    Baekhyun adlah pria yg bermasker dlm mobil itu kan ????

    Wonho agak kasar….tp kasar mulut aja kan ????
    Dia syg sama kaKakny …..wlwpun cm se ayah

    Gyu…aduhhhh pasti timbul rasa bersalah
    Gyu ga tahu alerginya
    Hyowon dia ga bs nolak utk makan buah itu

    Like

  6. Kyaaaa mksh Thor puas banget setelah lama menunggu part ini kenyang bacanya, kyu Dan hyowon aduh senengnya banget mrk berdua Biar Suka brantem tp kemudian romantis abis trutama kyu, Kok baekyun jd gitu gak nyangka mo nyelakain hyowon, bner2 complicated Belum slesai dgn yoonsoojin dtg lagi ibu tiri hyowon dgn masalah baru. Kyu tetep jaga hyowon ya jgn sampai termakan rayuan soojin n tindakan menahan sim n gak boleh nyetir dh tepat banget demi kselamatan hyowon….Tetep fighting Thor gomawo gomawo….

    Like

  7. Duh spa ya yg mo nyelakain hyowon n kyu? Baekhyun at soojin. Hrsny hyowon blg sm kyu ap yg d omongin soojin tp hyowon emg sll baik hati.
    Kyu pgn ksh momen yg manis tauny hyowon alergi alamak hyowon jg ga tega bt nolakny,mg ga ad ap2
    Next….semangat

    Like

  8. hubungan mereka semakin mesra, tapi masalah semakin berat. baekhyun ternyata dalang dari teror meneror itu. dan kenapa ibu tirinys hyowon dateng??? nambah masalah aja kau nyonya!!!

    Like

  9. Akhirnya update juga
    Huhhh kasihan banget hyowon…ternyata hidup hyowon tak seceria orang
    Masalah udah mulai bermunculan
    Semangat thor buat nulisnya

    Like

  10. wahh kasiann kyuu.. niatnyaa baik malah jdii salah..
    pastii sii kyuu ngerasaa bersalah bangett nii jdinyaa.. hikss..hikss..
    ehh btw yg jahat ituu ternyataa baekhyun ya… jdii bneran diaa jahat…
    nahh diaa ituu kerjasama kann amaa soojin???
    abis niatnyaa mrekaa ampir sama.. hehe

    Like

  11. Yaaah dah bolak balik sehari sampai 5x ngcek part 12 Belum muncul jg, gimana nih Thor dah gak Sabar lagi nih nunggu nya dh hampir 1 bln. Maaf banget deh thor …….!!! Abis FF nya bagus n seru suka abis saya…., Biar pun lama ttep lanjut ya Thor please please please….. Gomawo Thor. Klo author nya Masih punya kerjaan gak pp selesai dulu kerjaan nya…..

    Like

  12. Cuma kasih saran aja Thor, gimana Kalo FF nya pindah ke blog handagyu aja update nya, yakin pasti byk yg Suka n Komen. Krn sy aja Suka banget sama nih FF. Maaf n mksh….

    Like

  13. Pingback: OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 12) | WONLOVE JAEKYU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s