OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 9)

our-complicated-marriage-3

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Drama Romance, Married Life

Length : Chapter

Rating : PG 17

Casts : Cho Kyuhyun – Park Hyowon – Lee Donghae – Lee Hyukjae – Yoon Soojin  – Henry Lau and Other Casts.

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t copas, and don’t bash!

 

Author’s Notes : Annyeong Readers-nim~ Semoga kalian selalu dalam keadaan baik dan sehat. Gomawo Readers-nim yang selalu setia membaca FF ini dan meninggalkan jejaknya di kolom komentar *bow* Maafkan atas ‘kegajean’ yang akan terjadi dan untuk Baekhyun yang menghilang(?) sesaat di chapter 9 ini  hehe. Mungkin masih banyak kekurangannya, Mohon kritik dan sarannya. RCL juseyo~ Saranghamnida!

 

 

Typo is Magic! Happy Reading ^^

 

Preview  . . . Chapter 8 . . .

Kini Hyowon sedang bercermin setelah membasuh tangannya di wastafel. Gadis itu memandang dirinya yang terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya, bukan karena make up ataupun gaun yang ia kenakan saat ini. Melainkan karena berstatus sebagai istri Cho Kyuhyun, ia merasakan kebahagiaannya bertambah berkali lipat ketika berdiri di samping Kyuhyun dengan tangannya yang saling menggenggam. Seperti inikah kebahagiaan karena cinta? Yang membuatnya selalu gelisah namun menyukainya, dan membuatnya selalu berkeringat dengan detak jantung yang tak beraturan seperti ini?

 

“Park Hyowon-ssi, kau kah wanita yang menganggap seorang pendamping bagi hidup Kyuhyun Oppa?”

Suara seorang wanita yang datang dari belakangnya membuat Hyowon tersadar dari lamunannya. Ia tak membalikan tubuhnya untuk sekedar melihat siapa wanita dibelakangnya. Hyowon hanya melemparkan tatapannya lewat cermin berukuran besar di hadapan mereka berdua. Terlihat seorang wanita cantik bertubuh langsing dengan gaun berwarna maroon yang hanya menutupi setengah pahanya itu sedang memandangnya tajam lewat cermin yang sama. Bibir merah itu membuat sebuah smirk dan mempertajam tatapannya.

“Apa kau pikir kalian sudah hidup bahagia huh? Apa suamimu itu benar-benar menyukaimu dengan tampangmu seperti ini? Apa dia juga sangat suka menyentuhmu dengan tubuhmu yang seperti ini? Ah, Aku pikir dia tidak bisa melupakanku. Mungkinkah kau hanya pelampiasannya saja?

 

Chapter 9  . . .

 

Kalimat-kalimat dengan nada merendahkan itu seketika saja membuat Hyowon memanas, ia tidak habis pikir dengan wanita yang baru ia temui langsung membicarakan tentang suaminya dan merendahkannya. Bukankah itu sangat tidak sopan? Bahkan hal-hal yang dibahasnya sungguh membuatnya geram karena bersangkutan dengan hal yang sangat pribadi untuknya dan Kyuhyun. Mengapa wanita itu begitu lancang? Hyowon berpikir bahwa wanita dibelakangnya ini terlihat seperti membenci hubungannya.

 

Jari-jari lentiknya bergerak hanya sekedar menyentuh rambutnya untuk merapikan beberapa helai yang menutupi wajahnya. Kemudian Hyowon berbalik dan menatap tajam wanita yang benar-benar terlihat sedang menantangnya. Hyowon tersenyum singkat dan berlalu begitu saja, namun dengan cepat tangan wanita itu menyentuhnya membuatnya berhenti dan kembali berhadapan dengan wanita yang memang tidak dapat ia pungkiri memiliki paras yang cantik.

 

“Ada apa agashi? Kau masih belum menyelesaikan ucapanmu?” Hyowon bertanya dengan nada santainya, meskipun faktanya ia cukup mendidih dan rasanya ingin meluapkan emosinya kepada wanita yang lancang dihadapannya. Hyowon harus menahannya, ia tidak mau ada keributan di pesta mewah suaminya ini.

 

 

“Hah, kau benar-benar terlihat sangat percaya diri rupanya! Tidakkah kau tahu pria itu hanya menjadikanmu sebagai pelampiasan?” Ucap wanita berambut hitam legam itu dengan penuh penekan pada kata terakhirnya.

 

Hyowon mengekor bola matanya dan tersenyum lelah dengan apa yang wanita ini katakan. Sudah dua kali kata “pelampiasan” diucapkannya, seolah mempertegasnya dengan penuh keyakinan.

 

“Yoon Soojin, Kyuhyun Oppa begitu merindukan nama itu. Namaku!”

Park Hyowon sedikit merasa geli di perutnya, apa wanita itu sedang mencoba berkenalan dengannya? Untuk apa ia menyebut namanya sendiri bahkan Hyowon sangat tidak ingin tahu. Apa wanita itu salah satu orang penting? Batin Hyowon tertawa. Akan tetapi, ucapan-ucapan wanita tak dikenalnya ini yang selalu menyebut-nyebut nama suaminya dengan embel-embel “Oppa” itu membuatnya benar-benar tidak tahan.

 

“Agashi! Ah, Yoon Soojin-ssi dari penampilanmu kau terlihat cukup pintar dan cantik. Tidak bisakah mulutmu juga seperti itu?”

Yoon Soojin terbelalak mendengar ucapan Hyowon yang bahkan disertai senyuman yang membuatnya terasa terinjak-injak. Tangannya mengepal kuat dengan tatapan menyalang bersiap untuk membalas apa yang Hyowon katakan. Akan tetapi Hyowon sudah membuka mulutnya terlebih dahulu membuat wajahnya dihiasi dengan raut kemarahan.

 

“Aku tidak peduli pada apa yang kau pikirkan dan katakan tentang aku dan suamiku. Aku bahkan tidak ingin tahu mengapa kau terlihat begitu membenci hubungan kami. Jika kau memiliki hubungan dengan suamiku di masa lalu, maka kau hanyalah masa lalunya. Kau tidak perlu khawatir, aku akan selalu bersama suamiku dan tidak akan pernah meninggalkannya!”

 

Hyowon berjalan keluar dari toilet dengan tangan yang mengepal kuat. Gadis itu benar-benar mengendalikan emosinya, biasanya ia akan langsung berkata apapun yang ada dipikirannya sekalipun dengan bahasa yang kasar. Namun kali ini, ia cukup mampu mengendalikan sifat pemarah yang kadang muncul dalam dirinya. Hyowon tidak peduli pada wanita yang bernama Yoon Soojin itu, mungkin wanita itu akan berteriak kesal atau melakukan apapun di toilet. Ia tidak peduli, Hyowon hanya ingin kembali menemui dan mendampingi Kyuhyun di pesta ini.

 

*

 

“Kau darimana saja huh?” Kyuhyun bertanya dengan nada sedikit kesal, sejak tadi ia mencari istrinya yang hilang dari pandangannya tanpa memberitahunya. Pria itu benar-benar tidak bisa membiarkan istrinya tidak terjangkau dari pandangannya meskipun hanya sebentar.

 

Sementara itu Hyowon hanya tersenyum dengan memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Kyuhyun melihatnya merasa khawatir dan memandang lekat wajah itu memastikan bahwa istrinya baik-baik saja. Wajahnya tidak terlihat pucat, sentuhan make up di wajah cantik Hyowon benar-benar membuat Kyuhyun kesulitan menyelidiki kondisi Hyowon dari wajahnya.

 

“Ada apa? Apa kau baik-baik saja?” Kyuhyun meletakkan punggung tangannya di dahi Hyowon untuk memeriksa suhu tubuh itu. Kyuhyun merasa sedikit lega dalam hatinya karena suhu tubuh Hyowon cukup normal.

 

“Aku baik-baik saja Kyuhyun-ah! Aku hanya sedikit pusing, tubuhku mungkin merasa kelelahan.” Hyowon tersenyum untuk membuat Kyuhyun tidak begitu khawatir. Pria itu sedikit meringis mendengarnya, ia dengan cepat mendudukan tubuh kecil Hyowon pada kursi di dekatnya dan memberikan kode pada Lee Donghae yang sedang berjalan kearah mereka berdua untuk membawakan segelas air putih.

 

Kyuhyun menyesalkan pada kondisi Hyowon saat ini, mengingat bahwa istrinya telah melakukan pekerjaan di luar kota selama tiga hari, kemudian gadis itu tidak langsung beristirahat melainkan pergi ke acaranya bahkan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, lalu hari ini di pagi hari ia bekerja, berbelanja dan melakukan pekerjaan rumah tangga, dan sekarang Kyuhyun menyeretnya untuk ikut pesta perayaan SL Hotel bersamanya.

 

Lee Donghae telah berdiri di dekatnya dengan segelas air di tangan kanannya. Dengan cepat Kyuhyun menyerahkan itu pada Hyowon. Perhatian kedua pria di dekatnya ini membuat senyum gadis itu tercipta dan merasa pikirannya sedikit terhibur setelah sebelumnya ia menahan lonjakan yang ada di dalam hatinya akibat seorang wanita yang baru ia temui.

 

“Gomawoyo!”

 

Hyowon meletakkan gelas itu diatas meja bundar di dekatnya.

“Kau baik-baik saja Hyowon-ssi?” tanya Donghae yang juga merasa sedikit khawatir. Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang membuat Kyuhyun lebih tenang. Pria itu merutuki dirinya, merasa bodoh karena tidak memperhatikan kesehatan istrinya sendiri. Kyuhyun melupakan istrinya yang begitu sibuk akhir-akhir ini.

 

“Kau tidak perlu khawatir Kyuhyun-ah, aku tidak apa-apa. Aku memang memiliki tekanan darah yang cukup rendah, ini sudah biasa.”

 

“Yaa! Bagaimana bisa kau menyebut itu biasa huh?” sergah Kyuhyun yang tidak bisa menerima istrinya yang seolah mengabaikan kesehatan tubuhnya sendiri. Hyowon terkekeh melihat suaminya yang begitu mencemaskannya, Kyuhyun terlihat lucu saat seperti ini menurutnya.

 

“Kau merasa ini menyenangkan? Jangan tersenyum! Kau membuatku ingin menciummu jika seperti itu!” Ancaman terbuka yang dilontarkan Kyuhyun padanya itu membuat jantungnya semakin berpacu.

 

“Omo! Yaa Cho Kyuhyun!!!” Hyowon benar-benar terkejut dengan candaan Kyuhyun yang disertai tatapan serius, namun mungkin saja hal yang diucapkan pria itu serius karena Kyuhyun akan melakukan apapun yang ia inginkan. Gadis itu kembali berdebar karena ucapan Kyuhyun padanya.

 

Kyuhyun dengan segera menutup mata Donghae yang sedikit jengkel karena merasa menjadi ‘pajangan’ disini. Kyuhyun melakukan itu pada sahabatnya karena tidak ingin pria manapun melihat wajah istrinya yang menggemaskan saat merona. Kedua pipi yang sebelumnya dibubuhi oleh blush on tipis itu semakin memerah. Dan Kyuhyun hanya menginginkan dirinya saja yang menikmatinya.

 

“Dasar menyebalkan!” Donghae mengumpat kemudian berjalan menjauhi pasangan suami istri yang baru menikmati madunya cinta yang terasa begitu manis bagi mereka.

 

“Kau tidak boleh mengatakan lelucon seperti itu di depan umum!” larang Hyowon dengan wajah yang dibuat kesal.

 

“Siapa bilang itu lelucon, aku sungguh akan melakukannya.”

 

“Yaa!!!”

 

Kyuhyun kembali tertawa merasakan kebahagiaan hanya karena menggoda istrinya. Ia begitu menikmati momen kebersamaannya dengan Hyowon. Meski bingung entah kenapa ia menjadi sosok pria seceria ini, namun pria itu mengetahui dengan jelas bahwa sumber dari senyumannya adalah Hyowon istrinya.

 

Kyuhyun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, ia kemudian merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang. Hyowon hanya diam melihat kegiatan suaminya seraya kembali menaruh tangan kanannya di bagian kepalanya. Rasa sakit di kepalanya belum juga hilang, ia harus segera beristirahat pikirnya. Namun pesta belum selesai, tidak mungkin Hyowon meninggalkan sebuah pesta yang belum usai untuk kesekian kalinya.

 

“Kau pulanglah lebih dulu, Henry akan mengantarmu. Sampai di rumah kau harus langsung istirahat oh?” Kyuhyun duduk di kursi sebelah istrinya setelah menghubungi Henry untuk bersiap mengantar istrinya pulang.

 

“Shireo! Aku ingin menemanimu sampai pestanya selesai, aku ingin pulang bersamamu!” Hyowon menolak permintaan Kyuhyun itu dengan tegas.

 

“Sebentar lagi pestanya juga berakhir, kau pulanglah! Aku akan langsung pulang setelah selesai, Ok?”

 

“Tidak! Kau bilang kan pestanya sebentar lagi selesai, jadi aku akan menunggu sampai selesai. Kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja!”

 

“Tidak bisa Won, kumohon turuti permintaanku ini sebelum berubah menjadi perintah!”

 

“Kau pikir bisa memerintahku oh? Tidak bisa, aku akan tetap berada disini dan pulang bersamamu!” Hyowon tidak bisa membiarkan Kyuhyun di pesta ini tanpa dirinya. Melihat betapa beraninya wanita bernama Yoon Soojin kepadanya, Hyowon tidak mampu membayangkan jika ia berada di rumah, wanita itu pasti akan berusaha mendekati suaminya.

 

“Yaa! Kau benar-benar huh! Pikirkanlah kondisimu, tubuhmu sudah meronta meminta istirahat.”

 

“Apa tidak boleh jika seorang istri ingin selalu bersama suaminya?” pertanyaan disertai wajah sedih buatannya sukses membuat Kyuhyun mendesah frustasi.

 

“Ahh! Kau memang sangat cerdas Won!” Kyuhyun tersenyum pasrah kemudian mencium puncak kepala istrinya.

 

Dan untuk kesekian kalinya perdebatan mereka dimenangkan oleh Hyowon. Kalimat merajuk yang terakhir diucapakan oleh Hyowon itu benar-benar senjata yang ampuh untuk menaklukan Kyuhyun.

 

*

 

Akhirnya pesta perayaan hari jadi SL Hotelpun telah selesai, Kyuhyun segera menghampiri istrinya yang sedang menyapa nenek dan kedua orang tuanya yang hendak pulang itu. Sedari tadi pikirannya hanya tertuju pada Hyowon, pandangannya tidak pernah lepas dari gadisnya. Ia selalu memperhatikan gerak-gerik Hyowon yang duduk ditemani Donghae ketika ia sedang berbincang-bincang dengan para koleganya.

 

Kyuhyun menyambar sebuah coat tebal yang diberikan oleh Hyukjae untuk dipakaikan pada Hyowon. Ia bahkan tidak bisa membiarkan tubuh istrinya disentuh oleh angin. Hyukjae dan Donghae menikmati adegan Kyuhyun yang sedang memakaikan coat itu pada istrinya dengan senyuman yang membuat Hyowon sedikit malu dengan jantung yang semakin berdebar lagi-lagi karena ulah suaminya itu.

 

Keempat orang tersebut kemudian berjalan keluar dari ballroom SL Hotel, Kyuhyun berjalan dibelakang Donghae dan Hyukjae dengan menuntun istrinya. Tangan kanannya melingkar begitu posesif ditubuh Hyowon yang membuat Hyowon benar-benar tak sanggup bernafas dengan benar. Letupan kebahagiaan yang tidak dapat ia pungkiri itu membuatnya semakin bertanya-tanya, benarkah ia sudah jatuh hati pada Kyuhyun? oh ayolah itu sudah sangat jelas, kenapa Hyowon selalu memungkirinya. Ia selalu berusaha membodohi dirinya sendiri yang belum mau mengakui hatinya yang dipenuhi oleh Kyuhyun.

 

Seorang wanita yang melesat masuk kedalam sebuah mobil sedan berwarna merah di depannya itu membuat Kyuhyun memicing. Pria itu menampakkan ekspresi keterkejutannya dengan pikiran yang bertanya-tanya. Hanya sekilas melihat wanita itu membuatnya kembali menepiskan pikiran yang sedikit mengganggunya. Ia pasti salah lihat, pikirnya.

 

 

*

 

Saat ini mereka telah sampai di rumah besar dengan alat keamanan canggih yang terpasang di setiap lokasi. Kyuhyun menatap Donghae dan Hyukjae bergantian seraya tangannya tidak pernah lepas untuk melingkar dibelakang tubuh Hyowon.

 

“Tidak ada perbincangan untuk hari ini, aku akan langsung tidur menemani istriku”

 

Keduanya mengangguk paham dan melihat Hyowon yang tersenyum simpul karena cukup malu dengan ucapan Kyuhyun pada dua orang pria dihadapannya. Bukankah Kyuhyun tidak perlu menambahkan kalimat “menemani istriku”? Cukup dengan mengatakan akan langsung tidurpun mereka sudah paham.

 

“Kami mengerti Kyuhyun-ah, beristirahatlah Hyowon-ssi!” ujar Donghae dibalas anggukan pelan dari Hyowon.

 

“Oh ya Kyuhyun-ah, tidak bisakah kau membuatkanku rumah seperti Hyukjae? Aku begitu kesepian di apartmentku!”

 

“Kau bisa tinggal bersamanya jika kau mau!” Jawab Kyuhyun tanpa menghentikan langkah mereka menuju kamarnya.

 

“Kau dengar itu Hyukjae-ya?” Donghae tersenyum girang merasa menang atas Hyukjae yang selalu menolak untuk ia ikut tinggal bersamanya.

 

“Yaa! Kyuhyun-ah, kenapa kau mengatakan hal itu huh? dia begitu berisik, Ah shireo!” Hyukjae mengacak kasar rambut hitamnya begitu frustasi menghadapi sahabatnya yang begitu menjengkelkan menurutnya.

 

“Hey, pemilik rumah sudah mengijinkannya!”

Donghae tertawa renyah seraya melangkahkan kakinya menuju pintu kaca bagian samping yang akan menuju rumah kedua yang berada dalam gerbang yang sama, dan tentunya dengan pemilik yang sama –Cho Kyuhyun. Rumah yang tak sebesar rumah utama ini sengaja dibangun diperuntukan untuk tempat tinggal Ketua Tim Keamanannya, beserta anggotanya yang menjaga Kyuhyun selama 24 jam tanpa henti.

 

Di kamar milik sepasang suami istri ini, Kyuhyun membenarkan letak selimut yang menutupi dan memberi kehangatan pada tubuh mereka. pria itu kembali berbaring dan menghadap kearah istrinya.

 

“Bagaimana? Sudah lebih baik atau masih sakit? Aku akan memanggil Dokter Shin jika kau mau.”

 

Hyowon menggelangkan kepalanya, ia tidak perlu dokter saat ini. Hyowon merasa dirinya begitu lelah, pikirannya menambahkan beban pada tubuhnya hingga merasakan pusing seperti ini.

 

“Tidak perlu Kyuhyun-ah, aku hanya butuh istirahat. Tapi Aku merasa tidak mengantuk sama sekali, bagaimana ini?”

 

“Ah, apa masalah tidurmu itu datang lagi huh? Pantas saja kau memiliki tekanan darah yang rendah, kau kurang tidur karena kelakuanmu sendiri.”

 

“Mianhaeyo, kau pasti saat ini begitu lelah. . . kau tidurlah lebih dulu.” Hyowon merasa tidak enak pada Kyuhyun karena gara-gara insomnianya, Pria itu juga terkadang direpotkan dan terganggu tidurnya. Tapi Kyuhyun tidak merasa seperti itu sama sekali, ia hanya khawatir jika gangguan tidur istrinya itu datang.

 

“Apa kau sedang mengkhawatirkanku saat ini? Bodoh! Mendekatlah!”

 

“. . .” Perintah Kyuhyun hanya mendapat tatapan bingung gadisnya, dengan cepat Kyuhyun menarik tubuh itu hingga berada dalam pelukannya. Membiarkan selimut yang baru ia rapikan itu kusut, Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

 

“Kubilangkan mendekat! Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak, aku hanya melihat di internet bahwa cara ini bisa membuat seseorang lebih mudah tertidur… Ah, hangatnya. Apa tubuhmu selalu menjadi panas saat kupeluk huh?”

Kyuhyun menggerakkan tangannya membuat istrinya semakin menempel pada tubuhnya, tak peduli gerakan meronta yang dilakukan Hyowon, Kyuhyun memeluk tubuh itu seolah ia sedang memeluk boneka beruang yang sangat empuk dan menghangatkan.

 

“Cih! Kau benar-benar berusaha untuk membuatku membalas cintamu huh?” Hyowon mendongakan tubuhnya menatap wajah tampan Kyuhyun yang sangat dekat dengannya. Ia mencibir, mengalihkan perasaan mendebarkannya.

 

“Tentu saja! Tapi asal kau tahu, semua yang kulakukan padamu bukan karena aku ingin membuatmu jatuh cinta padaku. Tapi karena aku ingin melakukannya dan menyukainya. Aku tahu, sebentar lagi kau akan menyadarinya. Aku hanya menunggu sampai mulutmu sendiri yang mengatakannya.” Kyuhyun menarik tubuh Hyowon sedikit menjauh agar kedua pasang mata saling bertemu. Kyuhyun mengatakan semua ucapannya dengan tatapan serius hingga Hyowon menahan nafas sejenak lalu tersenyum malu dibuatnya.

 

“Kau terlalu sombong Kyu!” komentar Hyowon atas apa yang Kyuhyun katakan. Hatinya memang sudah jatuh ke dasar cinta paling dalam untuk Kyuhyun, namun bibirnya benar-benar terasa sangat kelu bila harus mengatakan bahwa dirinya juga mencintai suaminya.

 

Chup!

Bibir tebal itu mencium puncak kepalanya dengan perasaan tulus yang selalu mengalir memenuhi hatinya untuk Hyowon seorang.

“Aku akan menunggu saat dimana kau benar-benar menjadi milikku seutuhnya!”

 

 

“Bisakah kau melepaskanku?” pinta Hyowon yang merasakan tubuhnya sedikit panas karena kalimat Kyuhyun tentang memilikinya seutuhnya. Hyowon mulai memikirkan hal yang membuatnya geli dan merasa tegang karena mencerna kembali makna sesungguhnya dari “memiliki seutuhnya.”

 

“Hahaha, kau sungguh menggemaskan. Kau masih belum bisa tidur?” Kyuhyun tertawa mendengar gumaman Hyowon dengan yang terdengar sedikit kesal.

Suhu tubuh gadis itu memanas dengan rona merah di pipinya akibat merasa gerah dan malu. Tidak tega melihat istrinya yang mulai kepanasan itu, Kyuhyun melonggarkan pelukannya membiarkan Hyowon memiliki sedikit jarak darinya, bahkan hanya sedikit. Tangan besarnya masih bisa menjangkau punggung Hyowon dari posisinya.

 

“Belum. Oh Kyu, aku ingin menanyakan sesuatu. Bisakah kau tidak marah atas pertanyaanku ini? Kau boleh tidak menjawabnya, tapi jangan marah!” Hyowon menegaskan suatu hal akan pertanyaannya itu. Karena pertanyaan yang akan diajukannya tidak menutup kemungkinan membuat Kyuhyun marah dan emosi.

 

“Katakanlah.” Balas Kyuhyun dengan nada santainya.

 

“Kau terlihat begitu membenci Baekhyun, apa dia telah membuat kesalahan sangat besar?” tanya Hyowon dengan sangat hati-hati. Ia bahkan menatap lekat wajah Kyuhyun untuk memperhatikan perubahan ekspresi suaminya.

 

“ . . .” Kyuhyun hanya terdiam, tak ada kalimat yang diucapkannya. Pria itu hanya menatap Hyowon sedikit tajam.

 

“Aku hanya ingin bertanya padamu, aku ingin mendengar dari mulutmu. Aku ingin tahu dari sudut pandangmu, aku bisa saja menanyakan ini pada Baekhyun tapi aku begitu menghormatimu sebagai suamiku maka dari itu aku ingin mendengarnya langsung darimu. Aku tidak bisa membiarkan diriku tidak tahu begitu saja, dia sahabatku dan kau adalah suamiku.”

 

Setelah mengatakan semua penjelasannya yang cukup panjang lebar itu, Hyowon bergerak membuat tubuhnya sediki menjauh dari tubuh Kyuhyun. ia menundukan wajahnya yang tak mampu melihat raut wajah Kyuhyun yang berubah menjadi kesal, atau bahkan marah itu. Namun Kyuhyun tidak bisa membiarkannya, tangan suaminya menarik tubuhnya kembali mendekat hingga ia terkejut dan menatap Kyuhyun dengan tanya.

 

“Jika kau tidak ingin mengatakannya juga tidak apa-apa . . .” ucap Hyowon dengan nada rendah.

 

“Aku memang marah karena kau selalu menyebutnya. Tapi jangan pernah menjauh meski aku sedang marah jika aku tidak memintanya.”

 

“Maafkan aku.” Sesal Hyowon dengan sedikit senyum yang tak dapat Kyuhyun lihat. Gadis itu benar-benar bahagia saat ini, bahkan ia selalu bahagia jika berada dekat dengan suaminya. Semua perlakuan Kyuhyun padanya membuat Hyowon semakin jatuh cinta.

 

 

“Ayahnya yang merupakan suami dari bibiku itu telah berulang kali mencoba melenyapkan keluargaku. Pria tua itu begitu serakah hingga ingin merusak keluargaku, dan percobaan pembunuhan atas diriku dan kakekku dalam sebuah kecelakaan mobil itu menjadi aksi terakhirnya karena sekarang ia sudah dipenjara seumur hidupnya.” Kyuhyun berkata dengan dada yang seolah terhimpit oleh sebuah beban hingga sedikit senyumpun tak mampu ia perlihatkan.

 

Dengan sedikit keraguan Hyowon mencoba mengatakan opininya menyikapi apa yang Kyuhyun katakan.

 

 

“Tapi . . . Baekhyun bahkan tidak melakukan apapun pada kalian.”

 

“Kau sedang membelanya?” sergah Kyuhyun yang langsung membuat Hyowon terdiam.

 

 

“Apa kau tidak tahu, bisa saja dia membalas dendam atas apa yang menimpa ayah dan ibunya? Bisa saja pikiran untuk merebut posisiku itu ada dalam otaknya. Dia adalah salah satu orang yang memiliki alasan untuk menghancurkanku”

 

“Tapi Baekhyun tidak seperti itu.”

 

Mereka berdua saling memandang dengan mata tajam bagaikan elang milik Cho Kyuhyun, dan tatapan memelas Hyowon namun penuh dengan keyakinan. Kyuhyun mendesah, ia benar-benar kesulitan menghadapi istrinya yang selalu ingin tahu dan keras kepala itu. Meski begitu, pria itu sangat dan sangat mencintai istrinya, Park Hyowon.

 

“Bersyukurlah kau karena menganggapnya sebagai sahabatmu, karena jika lebih dari itu maka aku tidak akan sesabar ini.”

 

Hyowon menganggukkan kepalanya tanda ia menyesali atas apa yang baru saja ia lakukan. Kemudian pikirannya kembali berputar untuk mencari cara agar meredakan emosi Kyuhyun yang kembali berkobar itu.

 

“Mianhaeyo . . . bagaimana jika kita mengganti topik pembicaraannya. Kau mau menceritakan tentang dirimu? Bukankah seorang istri harus mengenal lebih jauh suaminya?”

 

“ . . . .” Kyuhyun memasang wajah dinginnya tanpa menanggapi permintaan Hyowon padanya. Ia memang merasa kesal pada Hyowon yang selalu membela Baekhyun, dan ia merasa kesal pada dirinya karena untuk pertama kali menahan amarahnya yang memang sangat labil itu hanya karena gadisnya.

 

“Ayolah suamiku, jangan marah lagi pada istrimu yang baru saja kau sebut menggemaskan itu. Ayolah  . . . Anggap saja dongeng sebelum tidur. Bagaimana?” Hyowon merajuk, tangannya menggerak-gerakkan bahu Kyuhyun dengan nada manja. Membujuknya agar tidak marah lagi, melupakan topik pembicaraan yang membuat kobaran api di dalam dada Kyuhyun, dan menggantinya dengan topik yang berbeda.

 

“Kyuhyun-ah, kau masih marah oh –”

 

Chu! Chu! Chu!

 

Kyuhyun mencium tepat pada bibir cerinya sebanyak tiga kali dengan tempo yang cepat namun begitu terasa karena Kyuhyun menciumnya dengan penuh penekanan, dan itu sukses membuatnya melongo kemudian refleks tangannya menutupi bagian bibirnya itu.

 

“Omo!!!”

 

“Itu hukumanmu karena terlalu sering menyebut nama pria lain di depan suamimu, membuat suamimu marah karena membela pria lain, dan bertingkah sangat lucu!” tandas Kyuhyun dengan wajah seriusnya. Ia benar-benar serius melakukan hal itu, bukan sebuah gurauan atau trik untuk menggoda istrinya.

 

*

Kyuhyun memulai aksinya atas permintaan Hyowon, ia membuka mulutnya untuk mengajukan sebuah pertanyaan.

“Apa makanan kesukaanmu?”

 

Hyowon tersenyum, tanpa berpikirpun pertanyaan mudah itu langsung ia jawab.

“Segala jenis makanan aku suka! Apalagi coklat, ice cream, dan buah-buahan. Bagaimana denganmu?”

 

“Oh, pantas saja kau memenuhi kulkasku dengan semua itu. Aku menyukai makanan berbahan daging sapi korea terbaik, ah Steak! Aku sangat menyukai itu. Aku tidak terlalu suka makanan pedas dan asam.”

 

“Kau cukup bertolak belakang dariku rupanya.” Hyowon berkomentar.

 

“Aku akan mengganti topiknya jika begitu.”

 

Hyowon terkekeh mendengarnya, Kyuhyun tidak ingin meneruskan topik pembicaraan soal apa yang dia suka dan istrinya suka. Dari makanan saja sudah jelas berbeda, apalagi yang lain. Mengingat bahwa Hyowon memiliki karakter yang berbeda, maka apa yang mereka sukaipun akan berbeda. Kemudian Kyuhyun teringat akan satu hal yang belum pernah ia katakan pada istrinya itu.

 

“Kau tahu, Sebenarnya Aku sudah mengingat pertemuan pertama kita saat kecil.”

 

“Benarkah? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali?” tanya Hyowon yang merasa sedikit frustasi karena benar-benar tidak bisa mengingat tentang pertemuannya dengan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya, ia kemudian melanjutkan cerita masa kecil yang ia ingat.

 

“Saat itu kau berjalan bersama kakekmu dengan wajah cemberut.”

 

“Ah, aku pasti sangat tidak menyukaimu saat itu” Hyowon kembali bersuara, membuat Kyuhyun merasa gemas karena tidak membiarkannya berbicara hingga akhir. Gadis itu selalu saja memotong ucapannya. Tidak bisakah untuk diam mendengarkan dengan manis tanpa berkomentar apapun Park Hyowon?

 

Kyuhyun mengusap bahu Hyowon dengan lembut seraya melanjutkan cerita yang sempat terpotong itu.

“Kau yang masih mengenakan seragam sekolah taman kanak-kanak itu menghampiriku yang berada di taman dekat kantor CG Company. Kedua kakek kita begitu serius membicarakan hal yang tak kumengerti membiarkan kita berdua duduk saling terdiam. Pipimu yang telihat sangat bulat itu semakin melebar karean tiba-tiba saja tersenyum dan membuatku takut.” Pria itu tersenyum bahagia mengingat gadis kecil yang merupakan istrinya di pertemuan pertama mereka. mengingat hal kecil itu membuatnya merasa geli, perasaannya ia alihkan dengan mengeratkan pelukannya, tak bisa menjauhkan tubuh mungil itu darinya sedikitpun saat ini.

 

Memori Kyuhyun kembali berputar pada masa-masa itu.

“Aku benar-benar bingung melihatmu yang tiba-tiba bertanya tentangku. Kau bahkan langsung bercerita banyak hal padaku meskipun aku sudah lupa apa saja yang kau ceritakan padaku. Itu sudah sangat lama. Akan tetapi kau ternyata sudah sangat bersemangat sejak kecil. Begitu berisik dan menyebalkan.” Kyuhyun berhenti berbicara saat ia merasakan deru nafas Hyowon yang teratur dan tidak ada suara balasan apapun dari gadisnya. Biasanya gadis itu akan protes atau mengatakan apapun saat ia sedang mengejeknya. Namun kali ini Hyowon benar-benar sudah terlelap.

 

“Oh? Kau sudah tidur?”

Kyuhyun bergumam pelan, tak ada tanggapan apapun dari pertanyaannya. Mengetahui hal itu membuatnya tersenyum kemudian mencium  puncak kepala Hyowon yang berada di bawah dagunya dengan lembut.

 

“Tidurlah dengan nyenyak istriku.” Ucap Kyuhyun tersenyum menyadari tingkahnya yang sangat manis, membuatnya terasa geli namun menyukainya. Ia terlihat begitu tergila-gila pada istrinya ini.

 

 

***

 

On Sunday  8.30 a.m KST at KyuWon’s Home. . .

 

Hyowon sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya, cukup telat memang karena keduanya sama-sama bangun terlambat. Beruntunglah mereka karena hari ini merupakan akhir pekan. Tapi pekerjaan Kyuhyun rupanya tidak mengenal hari, Donghae datang cukup pagi ke rumahnya membawa berkas-berkas ditangannya dan langsung ke ruang kerja Kyuhyun untuk membahasnya.

 

Hyowon membawakan waffle dan orange juice ke dalam ruangan kerja pribadi suaminya untuk mengantarkan sarapan yang belum disantap Kyuhyun. Hyowon tak banyak berucap, keduanya terlihat sangat serius saat membicarakan pekerjaan. Ia hanya berpesan agar Kyuhyun menghabiskan makanannya. Kemudian Hyowon pergi ke halaman di samping rumahnya, gadis itu begitu menikmati udara di sekitar rumah barunya itu. Begitu menenangkan dan terasa sangat damai. Hyukjae yang sedang duduk bersama Henry itu melambaikan tangan menyapanya.

 

“Kau menyukai rumah ini?” tanya Hyukjae ketika Hyowon telah menghampirinya dan duduk bersamanya di halaman rumah yang luas ini.

 

“Aku sangat menyukainya!!!” pekik Hyowon memperlihatkan heart sign dengan kedua tangannya. Ibu jari dan jari telunjuknya pada masing-masing tangannya membuat tanda hati yang ditujukan pada Hyukjae dan Henry.

Kedua pria itu tertawa kecil melihat ekspresi Hyowon yang jauh dari kata biasa saja. Gadis itu terlalu ekspresif dan hyperactive menurut mereka.

 

“Hyukjae-ssi, maukah kau menjadi kakakku?” tanya Hyowon yang sangat tiba-tiba itu.

 

“Oh? Waeyo?” Hyukjae bertanya karena ia benar-benar tidak mengerti maksud dari pertanyaan Hyowon padanya. Menjadi kakaknya? Kenapa? Bukankah Hyowon sudah memiliki seorang kakak laki-laki bernama Park Jungsu?

 

“Mau tidak? Bagaimana denganmu Henry-ssi? Kau mau menjadi Kakakku?” bukannya menjelaskan Hyowon malah semakin mendesaknya, bahkan pertanyaan itu juga dilemparkan kepada Henry yang mendapat respon berbeda.

 

“Tentu saja!” Jawab Henry dengan tersenyum.

 

Lee Hyukjae memicing kearah Henry lalu ia menatap wajah Hyowon yang menunggu jawaban darinya. Akhirnya pria itupun menganggukan kepalanya tanda ia bersedia atas permintaan Hyowon.

 

“Baiklah, aku mau menjadi kakakmu!” jawaban Hyukjae membuat Hyowon sedikit meloncat merasa sangat senang.

 

“Ah Gomawo!!! Kalau begitu, Oppa bisa ceritakan padaku tentang Kyuhyun dan Baekhyun?” tanya Hyowon dengan nada seriusnya.

 

“Ah jinjja, kau menginginkan aku menjadi kakakmu untuk hal itu?” sergah Hyukjae yang langsung mendapat respon gelengan kepala dari Hyowon. Henry hanya mengamati mereka berdua dan tersenyum melihat Hyukjae yang menampakkan wajah kesalnya.

 

“Tentu saja tidak, maksudku adalah karena kau telah menjadi kakaku maka kau harus mengabulkan setiap permintaan adikmu ini, aku masih penasaran dengan mereka. Baekhyun terlihat sangat jelas tidak bersalah tapi Kyuhyun begitu membencinya.”

 

“Apa Kyuhyun sudah menjelaskan semuanya?”

 

“Entahlah!” Hyowon tidak tahu harus menjawab apa, Kyuhyun memang sudah menceritakannya tapi ia merasa suaminya tidak menjelaskan detailnya.

 

“Baiklah, karena sekarang aku kakakmu, aku akan menjelaskannya.” Hyowon tersenyum mendengar Hyukjae akan menjelaskan padanya. Dengan senang hati gadis itu memasang telinganya baik-baik untuk mendengar rangkaian cerita dari sahabat sekaligus Ketua Tim Keamanan Cho Kyuhyun ini.

 

 

“Baekhyun bisa saja menjadi salah satu orang yang berniat mencelaki Kyuhyun yang terlahir sebagai pewaris CG Group. Peresmian posisi Kyuhyun sebagai Presiden Direktur CG Company sebentar lagi, dan akhir-akhir ini kami cukup mendapatkan banyak ‘ucapan selamat’ atas itu. Mungkin pelakunya bukan Byun Baekhyun, tapi tidak salah juga jika kami mengawasinya. Dia adalah putra dari seorang pria yang begitu menginginkan kehancuran Cho Kyuhyun, Baekhyun bisa menjadi penerus ayahnya dengan alasan balas dendam. Karena ayahnya dipenjara, dan ibunya berada di rumah sakit jiwa.”

 

“Apa? Ibunya Baekhyun . . .” Hyowon seolah tidak percaya dengan fakta yang ia dengar. Selama ini gadis itu berteman baik dengan Baekhyun, menjadi sahabatnya dan selalu bersamanya selama enam tahun. Tapi selama itu ia tidak mengetahui keadaan keluarga Baekhyun sama sekali. Mungkinkah ia kurang perhatian pada Baekhyun? Mengingat bahwa gadis itu tidak pernah bertanya soal keluarga kepada Baekhyun karena saat di gangwonpun Baekhyun hidup bersama seorang lelaki berumur.

 

“Ya, kecelakaan yang dialami Kyuhyun dan Mendiang Tuan Cho adalah dalang dari Byun Haejoon, ayah Baekhyun. Kasus-kasus dan tindakan lainnya yang dilakukan Byun Haejoon terpublikasi ke media. Cho Aeyoon yang merupakan ibu Byun Baekhyun itu dulunya seorang wanita yang sangat terkenal dengan wanita kalangan atas yang memiliki hubungan dengan banyak orang penting dan tergabung beberapa grup kalangan atas, setelah semua orang mengetahui apa yang dilakukan suaminya ia sudah tidak mampu lagi untuk menampakkan wajahnya di depan publik. Penolakan, hujatan, dan hal-hal buruk ia dapatkan membuatnya depresi dan dirawat di rumah sakit jiwa. Saat itu Baekhyun akan memasuki sekolah menengah pertama, tapi untuk di Seoul ia seolah tidak diterima karena kasus ayahnya. Kepindahannya ke Chuncheon agar Baekhyun bisa menjalani hidupnya dengan baik dan mengurangi hal buruk yang bisa menimpanya jika masih tinggal di Seoul.”

 

“Baekhyun-ah . . .” Hyowon menggumamkan nama sahabatnya dengan tertunduk. Ia merasa sangat sedih mendengar hal ini. Kehidupan Baekhyun selama itu pasti begitu sulit, dan ia tidak pernah mengetahui hal itu. Hyowon bahkan merasa selalu menyusahkan pria itu, selalu meminta tolong pada Baekhyun tanpa pernah tahu bagaimana kondisi keluarga Baekhyun yang sebenarnya.

 

“Tidakkah ini tidak adil untuk Baekhyun? Dia korban disini, kenapa kalian tidak melihat dari sisi itu? Kenapa Cho Kyuhyun begitu  . . . hah, aku tidak tahu jika Baekhyun menjalani kehidupannya sangat sulit seperti itu?”

 

“Kau tidak mengetahuinya, Kyuhyun sejak kecil begitu kesepian dan hidupnya selalu terancam. Dia hanya memiliki dua teman yang merupakan Sekretaris dan Ketua Tim Keamanannya sampai saat ini, Aku dan Lee Donghae. Kakeknya yang begitu menyayangi Kyuhyun mendidiknya sangat tegas, Kyuhyun selalu belajar setiap hari dan jarang menghabiskan waktu dengan kedua orang tuanya yang sama-sama sibuk dengan pekerjaan mereka. Pria keras kepala itu begitu kehilangan saat sosok kakeknya meninggalkannya. Dan saat remaja, Kyuhyun bahkan tidak bisa menikmatinya seperti remaja lainnya. Ia mempelajari perusahaannya sekaligus mempelajari materi sekolahnya setiap hari.”

 

Hyowon terdiam mendengar penuturan Hyukjae, merasa bersalah karena telah merasa kesal pada Kyuhyun. ia mengerti sekarang, sifat Kyuhyun saat ini pasti karena masa-masa yang dilaluinya sejak dulu. Pria itu menjadi dingin, pemarah, dan keras kepala karena sebuah kondisi yang membentuk karakternya menjadi seperti itu.

 

“Jika Baekhyun sangat beruntung bertemu denganmu di masa-masa sulitnya, aku berterima kasih. Tapi aku sangat bersyukur karena Kyuhyun bertemu denganmu dan menjadi istrinya hingga masa-masa berikutnya.”

 

“Hyukjae Oppa!” Ucapan Hyukjae membuat Hyowon terharu, tanpa disangka gadis itu langsung bergerak memeluk Hyukjae membuat Henry beserta Hyukjae sendiri terkejut.

 

“Ehm, Hyowon . . .” Hyukjae bergumam mengepalkan kedua tangannya menahan gugup yang tiba-tiba datang menyerangnya. Namun pikiran Hyukjae langsung tertuju pada Kyuhyun, pria itu akan sangat marah jika melihat adegan berpelukannya dengan Hyowon.

 

“Gomawoyo, karena mau menjadi oppaku! Dan Henry Oppa, aku akan mengajukan permintaanku nanti.” Hyowon melepaskan pelukannya, ia kemudian melambaikan tangannya berjalan meninggalkan kedua pria yang menatap bingung dirinya itu.

 

“Apa dia meminta kita menjadi kakaknya hanya untuk mengabulkan permintaannya?” tanya Henry yang masih berada dalam kebingungannya itu.

 

“Tentu saja tidak, Hyowon memiliki hati yang tulus. Gadis itu akan benar-benar memperlakukan kakaknya sebagai kakaknya.” Jawab Hyukjae tersenyum.

 

“Tapi usiaku setahun lebih muda darinya Ketua Tim Lee, apa tidak apa-apa jika aku menjadi kakaknya?”

 

“Apa? Kenapa kau tidak mengatakan usiamu padanya?” pekik Hyukjae disertai pukulan pada bahu Henry.

 

“Ah, itu karena dia terlihat lebih cocok dari adikku.”

 

“Kau benar!”

 

 

***

 

Hyowon hendak menuju ruangan Kyuhyun, ia berdiri di dekat pintu berusaha menenangkan gejolak yang ada di hatinya. Hyowon begitu ingin memeluk Kyuhyun dan meminta maaf atas apa yang ada dipikiran dan diucapkannya sebelumnya. Penjelasan Hyukjae padanya sudah cukup untuk membuatnya mengerti dengan apa yang terjadi antara Kyuhyun dan Baekhyun. Ini hanyalah masalah rasa sakit anggota keluarga di masa lalu yang berlanjut hingga masa sekarang. Kali ini Hyowon akan berusaha untuk meredakan rasa sakit Kyuhyun, menyembuhkan luka itu dan menghapusnya hingga ia bisa memaafkan Baekhyun dan keluarganya. Dan Baekhyun, pria itu akan tetap menjadi sahabatnya, membuatnya akan semakin merangkulnya dan membuat ikatan yang baik antara sepasang sepupu ini.

 

Hyowon menempelkan telinganya di pintu ruang kerja pribadi suaminya untuk berusaha mendengarkan apa yang sedang mereka ucapkan, rasa menghormati dan tidak ingin mengganggu masih ia miliki mengingat akhir-akhir ini Kyuhyun cukup disibukkan dengan pekerjaannya.

 

 

“Yoon Soojin”

 

Nama itu membuat Hyowon menghentikan gerak tangannya yang hendak menyentuh kenop pintu untuk membukanya.

 

“Dia datang ke pesta semalam sebagai perwakilan dari  J.W One Corporation.”

 

“Pantas saja aku melihatnya semalam.”

 

“Benarkah? Kau melihatnya Kyuhyun-ah?”

 

“Ya, dia masih sama. Terlihat sangat cantik. Tapi untuk apa dia datang? Apa aku sangat terlihat begitu . . . merindukannya?”

 

 

 

Gadis itu mengurungkan niatnya. Kakinya kini melangkah menjauh dari sana. Telinganya yang mendengar itu semua, tapi mengapa hatinya yang begitu sakit? Gadis itu menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan semua prasangka buruk terhadap suaminya. Ia lebih baik kembali ke halaman rumahnya untuk menyegarkan pikiran yang mulai kacau itu.

 

***

 

Di hari senin dengan cuaca yang cukup cerah dan suasana hati yang membaik Hyowon memiliki waktu libur cukup banyak karena kosongnya pekerjaan yang ia miliki. Minggu depan posisinya kembali sebagai Team Leader Design. Cukup membosankan jika hanya sekedar menonton televisi dengan memakan salad buah favoritnya. Gadis itu memutuskan untuk meminta Henry mengantarnya ke SL Hotel tempat suaminya bekerja. Ia berniat mengajak makan siang bersama, karena jarang sekali gadis itu makan siang bersama Kyuhyun.

 

“Henry Oppa, minggu depan aku sudah kembali menjadi Ketua Tim Perancangan.”  Ujar Hyowon yang sudah berada di mobil bersama Henry.

 

Henry sedikit tersenyum dengan sebutan Oppa untuknya.

“Woaa, Chukkahamnida!!” Ucap Henry memberi ucapan selamat seraya menoleh sekilas pada gadis yang duduk di sampingnya dengan tersenyum.

 

“Gomawo! Aku akan mengadakan pesta barbekyu di halaman rumah nanti, aku ingin mengajak Wonho dan Baekhyun.”

 

“Untuk Baekhyun kurasa Direktur Cho Kyuhyun tidak akan menyetujuinya.”

 

“Jika dia tidak menyetujuinya, aku akan melakukan pesta itu di rumah ayahku! Jika tidak di tempat lain asalkan Baekhyun ikut. Jadi Kyuhyun harus mengijinkannya.” Hyowon melipat kedua tangan di dadanya, keputusannya kali ini tidak akan diubah oleh siapapun termasuk Kyuhyun. Henry melirik wajah serius itu dan tersenyum sekilas.

 

“Aku akan mengusahakannya. Kenapa tidak mengajak Direktur Cho?”

 

“Dia begitu sibuk, pesta sederhanaku juga bukan di hari libur. Percuma saja, dia tidak akan ikut. Sama seperti Oppaku, Jungu Oppa dia pasti tidak bisa ikut karena bekerja. Jadi aku hanya akan merayakan bersama Baekhyun, Wonho, dan Kau Henry Oppa!”

 

“Aku mengerti.”

 

Mobil sedan mewah berwarna hitam ini berhenti tepat di depan pintu SL Hotel, dengan sigap Henry membuka pintu mobil untuk Hyowon.

 

“Gomawoyo Henry Oppa!” ucap Hyowon berterima kasih dan langsung berjalan dengan cepat memasuki Hotel milik Keluarga Cho itu.

 

 

Hyowon pergi ke restoran yang berada di hotel ini saat mendengar dari salah satu pegawai bahwa suaminya sedang berada di restoran elit itu. Ia mengingat kembali kejadian sup panas yang mengenai punggungnya. Akan tetapi yang membuatnya berdebar adalah sikap manis kyuhyun yang terlihat sangat tulus meski dengan tatapan tajam karena cemas untuk pertama kalinya.

 

Kakinya berhenti seketika, matanya menangkap sosok wanita itu lagi. Dadanya sesak tak tertahan melihat pria yang duduk di hadapan wanita bernama Yoon Soojin itu adalah suaminya. Mungkinkah mereka sedang makan siang bersama? Benarkah?

 

Kalimat Kyuhyun yang ia dengar kemarin membuatnya semakin tak mampu bernafas dengan baik. Beberapa kali tangannya memukul pelan dadanya yang begitu sesak itu. Mungkinkah Kyuhyun masih menyisakan perasaan untuk wanita yang ia sayangi dulu? Atau bahkan perasaan itu masih sama. Sikap Kyuhyun sedikit lebih diam setelah ia mengetahui keberadaan Yoon Soojin di Seoul. Tidakkah itu artinya Pria itu masih memikirkan dan mengingat wanita itu?

 

Restoran ini begitu sepi, tak ada orang yang duduk untuk menyantap makan siang disini. Bahkan para pelayanpun tidak ada? Sudut ruangan ini hanya terisi dengan dua orang duduk berhadapan di meja paling ujung. Hanya ada Kyuhyun dan Soojin disini. Apakah Kyuhyun sengaja mengosongkan restoran mewah ini untuk sekedar mengobrol dengan wanita masa lalunya itu?

 

Kedua tangan Hyowon meremas rok selututnya saat melihat tangan kiri Soojin menggenggam tangan Kyuhyun yang berada di atas meja dan tangan kanannya menyentuh perlahan pipi Kyuhyun. Hyowon benar-benar memanas kali ini, pemandangan itu seperti sebuah bom yang ingin meledak yang siap menghancurkan hatinya berkeping-keping. Ingin sekali ia berlari ke ujung sana menarik suaminya pergi menjauh dari wanita itu, namun melihat Kyuhyun hanya diam tanpa penolakan seolah menerima atau bahkan menikmati apa yang Soojin lakukan membuat hatinya melemah. Hatinya benar-benar seperti terhempaskan ke dasar jurang yang sangat dalam. Sungguh menyakitkan!

 

 

Hyowon berjalan di lobi hotel dengan wajah yang menahan tangis. Sepanjang jalan dari restoran itu ia membuang nafas kasarnya untuk sekedar melepaskan kesesakkan yang tak kunjung hilang itu. Hyowon melihat Donghae dan Hyukjae yang berjalan beriringan membuatnya dengan cepat-cepat memasang wajah normalnya. Keduanya nampak terkejut mendapati Hyowon di Hotel ini.

 

“Kau sedang apa disini Hyowon-ssi?” Donghae bertanya dengan senyum yang terlihat sedikit cemas.

 

“Aku ingin bertemu dengan Direktur Hotel ini, bisakah?” tanya Hyowon dengan senyuman palsunya. Gadis itu berusaha untuk menjebak dua orang kepercayaan Kyuhyun kali ini.

 

 

Keduanya terdiam, tak ada yang berani berbicara membuat Hyowon semakin merasa hatinya teriris.

 

“Kenapa? Apa Kyuhyun sangat sibuk?” desak Hyowon membuat Donghae membuka mulutnya.

 

“Y-Ya, dia cukup sibuk. Dia sedang bertemu dengan orang penting saat ini, membahas tentang projek kerja sama yang baru akan dimulai.” Jawab Donghae dengan nada santai namun masih terlihat kaku bagi Hyowon, mungkin jika gadis itu tidak melihat pemandangan yang menusuk hatinya itu ia akan percaya pada ucapan Donghae. Tapi tidak, gadis itu sudah melihatnya sendiri.

 

‘Lee Donghae, apa kalian sudah sekongkol dengan pria itu huh? oh jadi Yoon Soojin itu orang penting bagi Kyuhyun? dan projek penting apa yang mengharuskan genggaman dan sentuhan seperti itu?’ batin Hyowon berujar dengan luapan api yang membakar hatinya saat ini. Dengan sisa kekuatan di dalam hatinya, Hyowon tersenyum seolah ia menerima jawaban dari Lee Donghae.

 

“Oh, geuraeyo. Aku akan pulang saja kalau begitu, Hyukjae Oppa Annyeong!” Hyowon melambaikan tangan dibalas dengan hal yang sama disertai senyuman Lee Hyukjae. Sementara itu Donghae cukup terkejut dengan sebuatan “Oppa” untuk sahabatnya.

 

“Kau tidak berpamitan denganku? Dan Hyukjae Oppa? Oppa? Kau tidak memanggilku seperti itu juga huh?” teriak Donghae pada Hyowon yang sudah berjalan jauh meninggalkan mereka berdua.

 

“Dia tidak mau menjadi adikmu!” Ucap Hyukjae dengan penuh penekan seraya berjalan membiarkan Donghae berdiri sendiri melihat punggung Hyowon yang menjauh. Raut penyesalan itu tergambar dengan jelas di wajah pria tampan ini.

 

***

Jika kau sudah menghancurkan, apa pantas kau memperbaikinya?

Kenapa baru saja aku ingin memulai rasanya sangat melelahkan?

 

 

 

Siang telah berganti dengan malam, rembulan bertugas ditemani bintang dan mentari yang bersembunyi dibalik gelapnya langit.

Kyuhyun mempercepat langkahnya bersama Donghae yang baru saja memasuki rumah mewahnya itu. Wajah gusar dan cemas itu tergambar jelas seraya membuka beberapa kancing jasnya tanpa menghentikan langkahnya.

 

 

Pria itu terdiam, berdiri mematung melihat sosok istrinya sedang duduk dengan menghadap kearah layar LED dengan keadaan yang sangat kacau. Hyowon bernyanyi dengan sedikit berteriak, seolah tak peduli apabila suaranya merusak telinga orang lain. Gadis itu sedang berada dibawah pengaruh alkohol. Beberapa botol soju sudah berada diatas meja kaca itu beserta beberapa cemilan yang yang sudah terbuka dan nampak berantakan.

 

Kyuhyun menatap tajam pada Hyowon yang masih menyanyikan lagu yang menggambarkan perasaannya itu belum menyadari kedatangan Kyuhyun, Donghae dan Hyukjae di ruangan ini.

 

“Nae mameun eodie dujyo, Eodie biwoya hajyo.”  (Dimana aku harus menuangkan hatiku? Dimana aku harus mengosongkannya?)

 

“Gadeukhi deo gadeukhi chaewojigiman haneunde.” (Itu penuh lalu lebih penuh lagi hanya terus terisi setiap hari)

 

“Nae mameun eodiro gajyo, Eodie beoryeoya hajyo oh.”  (Tapi kemana hatiku harus pergi? Dimana aku harus membuangnya?)

 

“Haeyom eopsi ssaineun geudaereu” (Bagaimana cara melihatmu yang terus memenuhinya tanpa kau tahu)  //* Where I Put My Heart by Kyuhyun (OST. One More Happy Ending*//

 

 

“Apa yang sedang kau lakukan huh?” suara Kyuhyun menginterupsinya.

 

Gadis itu menoleh dan melihat Kyuhyun dengan matanya yang memicing karena terasa sangat berat. Mereka yang berdiri dengan jarak sekitar empat meter itu saling memandang dengan pikiran yang berbeda. Jangan tanyakan Hyowon tentang pikirannya saat ini, gadis itu begitu kacau hingga seperti ini. sementara Kyuhyun yang terlihat marah namun sangat jelas bahwa ia begitu mencemaskan istrinya dan pria itu tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Hyowon saat ini.

 

 

“Oh, kau sudah pulang suamiku?” Hyowon berdiri dengan susah payah dan menyambut suaminya dengan suara serak dan nada khas orang mabuk. Gadis itu mencoba berjalan tapi kakinya seperti tidak bisa berjalan dengan benar, seolah ada yang menghalanginya hingga sempat akan terjatuh.

 

Kaki panjang itu berjalan cepat menghampiri tubuh lemah istrinya dan menangkap Hyowon sebelum gadis itu benar-benar terjatuh. Kyuhyun memegangi kedua bahu yang tak bertenaga itu dan mengguncangkannya berharap agar istrinya ini tetap terjaga dan menatapnya.

 

“Apa yang sedang kau lakukan huh? kenapa kau merusak tubuhmu seperti itu? Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun setelah ia berhasil membantu Hyowon untuk duduk kembali di sofa bersamanya. Hyukjae dan Donghae kemudian bergerak untuk duduk di sofa sisi lainnnya yang kosong bersiap untuk menginterograsi Henry yang saat ini sudah berdiri di dekat mereka.

 

“Aku ingin bernyanyi lagi Kyuhyun-ah!” Hyowon merengek saat Kyuhyun mematikan televisi pintar itu dengan cepat.

 

“Jawab dulu pertanyaanku, apa yang terjadi? Kenapa kau mabuk-mabukkan dan kacau seperti ini?”  tanya Kyuhyun yang terdengar seperti sedang memarahinya.

 

“Ehm.. Aku kenapa?” Hyowon nampak berpikir dengan mata yang terpejam. Keempat pria di ruangan ini memandangnya dengan serius. Namun kemudian gadis itu menggelengkan kepalanya beberapa kali.

 

“Molla?” Kyuhyun bertanya kembali karena Hyowon benar-benar seperti tidak tahu apa yang telah terjadi padanya dan apa yang sedang ia lakukan.

 

“Ah, Molla?? Molla molla sumdo mot swindae . . . na ttaemune hindeuro …” (entahlah, entahlah. Dia bilang aku membuatnya sesak nafas, karena aku dia kesulitan)

//* Cheer Up – Twice *//

 

Kyuhyun mengerang frustasi, ia mengusap wajahnya dengan kasar setelah melihat apa yang telah dilakukan istrinya itu. Ketiga pria di ruangan ini malah tak mampu menahan tawa mereka melihat aksi lucu itu. Kyuhyun yang sudah menunggu jawaban Hyowon dengan serius, namun istrinya malah menyanyikan bait lagu dengan nada menggemaskan dan wajah kekanakkannya. Juga jangan lupakan gerakan tangan dan gelengan kepalanya yang menirukan tarian dari lagu yang dibawakan oleh sebuah girl grup yang sedang booming itu.

 

Kyuhyun dengan cepat membungkam mulut istrinya yang hendak melanjutkan aksi menyanyinya. Ia tidak bisa membiarkan orang lain melihat betapa menggemaskannya Hyowon saat ini. Meski rasa kesal itu masih memenuhi hatinya, namun melihat gadis itu bertingkah jauh lebih bersemangat saat mabuk untuk pertama kalinya membuat Kyuhyun tak bisa memungkiri perasaan senang dan terhiburnya itu dapat ia rasakan.

 

Kyuhyun memeluk istrinya menyembunyikan wajah yang sudah memerah akibat mabuk itu didadanya. Gadis itu tak memberontak sedikitpun, ia malah mengertakan pelukannya membuat Kyuhyun tersenyum. Pria itu sempat mengumpat karena bau alkohol yang sangat menyengat membuatnya bertanya-tanya sudah berapa botol soju yang gadisnya habiskan?

 

“Henry Lau! Jelaskan apa yang terjadi!” Perintah Hyukjae yang langsung diberi anggukan oleh Henry sendiri.

 

“Istri Direktur Cho pergi bersama rekan kerjanya untuk merayakan jabatannya yang telah kembali menjadi Ketua Tim Perancangan. Dia  hanya sebentar di ruang karaoke meskipun sudah sedikit mabuk, setelah memberikan Credit Card nya pada teman-temannya, ia membeli beberapa botol soju untuk dibawa pulang. Dia bilang ingin merayakannya bersama anda Direktur Cho.” Tutur Henry menjelaskan apa yang ia ketahui.

 

“Tapi, ada alasan lain.”

 

Ketiga orang pria yang sempat cemas dan lalu mereda akibat penjelasan Henry, kembali perasaan itu timbul. Alasan lain apa yang membuat gadisnya mabuk-mabukkan seperti ini? Kyuhyun dengan cepat menuntut penjelasan maksud dari alasan lain itu.

 

“Dia bilang, dia merasa sedih dan sakit hati.”

 

Donghae dan Hyukjae langsung menatap serius wajah Kyuhyun yang menampakkan ekspresi yang tidak biasa itu. Kedua tangannya semakin mengeratkan pelukannya dengan hatinya yang terasa sedikit sakit itu. Hyowon bahkan terusik dari ketidaksadarannya membuatnya beberapa kali bergumam dan menggerakan kepalanya karena Kyuhyun yang memeluknya cukup erat.

 

“Itu karena drama favoritnya berakhir dengan sad ending, dan member boy group yang dia idolakan diketahui sudah berpacaran.”

 

“MWO???”  ketiga pria tampan itu berteriak terkejut, ia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang menjadi penyebab kacaunya Hyowon saat ini.

Kyuhyun memijat kepalanya yang sedikit tegang itu, istrinya ini memang seorang fangirl dan penggila drama. Tapi haruskah berlebihan seperti itu? Hyowon sudah dewasa, tidak mungkin karena hal sepele menurutnya itu membuatnya mabuk-mabukkan seperti ini.

Tak ingin berkomentar lagi, Kyuhyun memutuskan untuk membawa Hyowon ke kamar mereka.

 

 

Kyuhyun menyentuh perlahan wajah lelah itu. Hyowon yang sudah tertidur dengan nyenyak seperti ini membuatnya mampu menepiskan kecemasan yang menghinggapi pikirannya. Gadisnya benar-benar mengendalikan seluruh emosi hati dan pikirannya. Ibu jarinya bergerak teratur membelai pipi lembut itu dengan senyum Kyuhyun yang seolah tak pernah pudar jika memandangi wajah istrinya.

 

Kyuhyun mendekatkan bibirnya hingga ia bisa menyentuh bibir itu dengan bibirnya. Mengecupnya perlahan, kemudian melepaskannya. Bibir itu begitu lembut dan manis, namun lebih dari itu bibir Hyowon nampak berbahaya seperti narkoba. Kyuhyun lagi-lagi menginginkan untuk melakukannya, benar-benar candu baginya.  Dengan cepat ia mencium bibir ceri itu dengan lembut lalu tersenyum senang, Hyowon bahkan tidak terusik sedikitpun. Gadis itu memang jika sudah tidur nyenyak akan sulit dibangunkan. Dan Kyuhyun menyukainya, ia sudah melakukan hal itu setiap malam dan pagi ketika istrinya masih tidur. Pria itu benar-benar tidak peduli jika Hyowon akan marah setelah mengetahuinya. Sejauh ini, Kyuhyun yang selalu mencium istrinya tidak pernah mendapat respon yang negative dari Hyowon.

 

 

8 a.m KST at Kyuwon’s Home . . .

 

Hyowon berjalan menuju dapur saat tenggorokannya  terasa begitu kering dan tercekat. Dengan langkah gontai ia menyusuri ruangan sepi ini dan mencoba mengingat apa saja yang terjadi semalam. Kenapa ia tidak mengingat apapun? Hyowon menggaruk kepalanya kemudian merapikan rambut berantakannya itu seraya berjalan menuju meja makan. Telah tersedia beberapa makanan disana, apakah Kyuhyun menyiapkan untuknya?

 

Tubuhnya yang terasa tak bertenaga itu ia dudukan di salah satu kursi kosong kemudian memegang sendok untuk mencicipi sebuah sup yang terlihat sangat menggoda itu. Dengan matanya yang sedikit terpejam, Hyowon memasukkan satu sendok sup itu ke mulutnya. Ia mengenali rasa sup itu, matanya terbuka melihat dengan jelas sup yang berada di mangkuk putih ini adalah Hangover Soup bernama Sup Haejangguk. Kemudian pikirannya kembali pada sebuah pertanyaan, apakah semalam dia mabuk hingga tidak mengingat apapun? Hyowon menyesalinya, baru pertama kali ia tidak mengingat apapun karena mabuk. Apa separah itu mabuknya?

 

***

 

Mentari saat senja dengan lembayung oranye kemerahan itu menghias langit Seoul yang indah. Udara dingin mulai datang menjemput musim yang beberapa hari lagi akan berganti. Gadis itu merasa sedikit gelisah setelah diberi kabar oleh kakaknya bahwa kakeknya kembali jatuh sakit, dan keadaannya saat ini cukup serius. Ponsel Kyuhyun tidak bisa ia hubungi, gadis itu ingin memberikan kabar sekaligus berpamitan untuk berkunjung ke rumahnya di Chuncheon provinsi Gangwon.

 

Bersama Henry ia pergi menuju SL Hotel untuk menemui Kyuhyun disana. Belum sempat Henry turun untuk membukakan pintu untuknya gadis itu sudah tidak sabar untuk keluar dari mobil mewah ini. Kedua kakinya telah berpijak dengan sempurna, namun rasanya begitu berat untuk ia gerakkan setelah matanya lagi-lagi melihat pemandangan yang meremukkan hatinya itu.

 

Kyuhyun berjalan bersama Soojin. Wanita itu lagi? Astaga! Luka goresan dihatinya bahkan belum sembuh, masih sangat hangat diingatannya tentang acara makan siang disertai sentuhan dan genggaman itu. Ia sudah harus melihat suaminya bersama wanita itu lagi? Demi Cho Kyuhyun, terkutuklah pikiran buruk yang selalu datang kedalam otaknya terhadap suaminya.

 

“Park Hyowon!” Hyukjae menyadarkan Kyuhyun tentang sosok wanita di depannya. Pria itu begitu terkejut mendapati istri tercintanya sedang berdiri di sisi mobil dengan menatapnya, sejak kapan ia berada disana? Hati Kyuhyun mulai bergejolak saat Hyowon hanya diam memandangnya. Tak ada senyum ataupun sapaan cerianya yang biasa ia dapatkan kala berjumpa dengan istrinya. Ada rasa khawatir di dalam hatinya, apakah istrinya sudah dalam keadaan baik? Seharian ini ia cukup sibuk hingga lupa untuk menghubungi Hyowon yang ia tinggalkan dipagi hari masih dalam keadaan tidur dan pengaruh alkohol yang belum sepenuhnya hilang.

 

Yoon Soojin melirik Hyowon dengan satu sudut bibir yang terangkat, wanita itu menikmati momen ini. ia sangat berharap bisa menghancurkan perasaan wanita yang sedang berdiri tak jauh darinya. Namun bukan Hyowon namanya jika ia dengan mudah menampilkan kesedihannya, gadis itu berjalan dan memeluk Kyuhyun yang dibuat membeku karenanya. Dengan cepat Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya membalas pelukan hangat itu. Hyowon melonggarkan pelukannya, dan mendongakkan wajahnya.

 

“Kyuhyun Oppa, kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi oh?” pertanyaan Hyowon itu membuat tangan Kyuhyun bergerak ke saku jasnya untuk mencari jawaban dari pertanyaan istrinya.

 

Ponsel pintar itu tak menunjukkan tanda-tanda aktifnya. Kyuhyun melupakan ponselnya yang kehabisan daya tersebut. Hyowon mengerucutkan bibirnya tanda ia kesal, namun justru itu membuat Kyuhyun dibuat gemas, dan dengan cepat mendaratkan sebuah ciuman singkat yang menegangkan Hyowon seketika.

 

Donghae berdehem, menyadarkan aksi Kyuhyun yang selalu semaunya jika sudah bersama istrinya. Pria itu benar-benar tidak menghiraukan sekitarnya, seolah memiliki dunianya sendiri jika sudah bersama istrinya. Donghae mendekati Yoon Soojin untuk mengantarnya sampai ke parkiran mobil milik wanita itu, wajahnya sudah sangat padam dan terbakar.

 

Hyowon tersenyum sekilas merasakan suara ketukkan heels itu bergerak menjauh. Kyuhyun menyentuh kedua pipinya dengan gemas seraya berusaha untuk mendekatkan wajah mereka, namun dengan cepat gadis itu bergerak. Ia tidak bisa menerima tindakan mesum suaminya di depan hotelnya sendiri.

 

Kyuhyun menyentuh dagu Hyowon saat wajah cantik itu tetunduk.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan hati-hati. Ia benar-benar tidak menginginkan alasan dari wajah sedih ini adalah dirinya. Kyuhyun tidak ingin Hyowon berpikir buruk tentangnya.

 

“Harabeoji sakit, kondisinya cukup parah saat ini. Aku akan pulang ke rumah ayah sekarang.”

Hyowon memang mengatakan tentang niat kedatangannya menemui Kyuhyun, tapi hal lain yang membuat wajahnya menahan tangis itu tidak bisa ia ucapkan dengan mudah. Ingin sekali gadis itu bertanya tentang apa saja yang Kyuhyun lakukan bersama wanita bernama Soojin  hari ini dan kemarin, juga meluapkan kesakitan yang terasa sangat nyata di dalam hatinya. Tapi Hyowon tidak mampu, gadis itu mensugesti dirinya untuk berhati-hati dengan perasaannya yang tanpa ia ketahui sudah jatuh sangat dalam kepada Kyuhyun. Hyowon ingin sekali mengingkari semua perasaannya, tapi rasanya benar-benar sulit. Gadis bermarga Park itu merasa takut jika Kyuhyun akan menyakitinya.

 

“Aku akan mengantarmu jika begitu. Aku harap kondisi Harabeoji segera membaik, kau jangan terlalu cemas oh?”

 

“Iya, tapi kau tidak perlu mengantarku. Jungsu Oppa sudah dalam perjalanan untuk menjemputku.”

 

“Benarkah? Kalau begitu aku juga ikut bersamamu ke Chuncheon bagaimana?” Kyuhyun benar-benar berusaha agar ia bisa pergi bersama istrinya, setidaknya ia bisa menemani dan berlama-lama dengan Hyowon.

 

“Tidak usah, aku tahu sekarang kau sangat sibuk. Lee Donghae mengatakan padaku bahwa kau sedang memiliki projek sangat besar.” Lagi, Hyowon menolak permintaan Kyuhyun dan kalimatnya yang menyebutkan nama Lee Donghae itu seolah sindiran bagi sekretarisnya yang kemarin mengatakan tentang kesibukkannya. Sayangnya pria itu sedang tidak berada disini, tapi bukankah Kyuhyunpun akan mengerti? Lee Donghae pasti memberitahu apa saja yang telah dilakukannya kan?

 

“Tapi . . .” Kyuhyun bergumam, ia menatap Hyowon dengan keterbatasannya. Pria itu benar-benar tak mampu menegaskan istrinya dengan kehendaknya saat ini. Entah mengapa rasa bersalah dan takut menghampirinya.

 

“Tidak perlu Kyuhyun-ah!” Ujar Hyowon yang membuat Kyuhyun menyerah dan menghela nafas nya.

 

“Baiklah, tapi bisakah kita menunggu kakakmu di ruanganku? Atau di restoran? Atau kau mau dimana? Disini cukup dingin” tanya Kyuhyun mengedarkan pandangannya melihat lingkungan di sekitarnya yang cukup sepi dan angin yang berhembus memang terasa sangat dingin. Namun gadis itu kembali menggelengkan kepalanya.

 

“Tidak mau, aku ingin disini saja. Aku tidak merasa kedinginan sedikitpun.” Jawab Hyowon dengan nada lembut. Hatinya memang bergejolak, tapi gadis itu mampu menahan raut wajahnya. Senyumnya berusaha untuk membuat ia terlihat baik-baik saja di depan Kyuhyun.

 

 

“Kau sudah makan?” tanya Kyuhyun yang mendapat anggukkan kepala dari Hyowon.

 

Hyowon hanya diam tanpa melakukan apapun. Tidak seperti biasanya yang selalu berisik dan tidak mau diam, Hyowon memilih untuk bungkam dan seolah tak menanggapi keberadaan Kyuhyun disisinya. Sedangkan Kyuhyun benar-benar merasa tidak nyaman dengan sikap Hyowon saat ini, membuatnya tidak tahu harus melakukan apa lagi. Belum pernah ia diperlakukan seperti ini oleh siapapun, pria itu benar-benar mengeluh saat ini. Kenapa sulit sekali mengendalikan istrinya saat ini? Apakah karena hatinya yang melemah merasakan sesuatu yang samar namun dapat dengan jelas ia rasakan. Apakah ini hanya pikiran buruknya? Kyuhyun tak ingin membuat Hyowon sakit hati, sekalipun tanpa sengaja dan tanpa ia ketahui.

 

“Tunggu sebentar, aku akan segera kembali.”

 

Kyuhyun berjalan cepat meninggalkannya. Hyowon berdiri sendiri dengan tangan yang menekan dadanya yang terasa sangat sesak. Gadis itu membuang nafas beratnya, Kyuhyun yang disampingnya membuat ia tak mampu bernafas dengan benar. Ingin sekali memaki pria itu, dan mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia ajukan. Oh, apakah ini yang dinamakan perasaan cemburu? Kenapa begitu menyebalkan hingga menyakiti hatinya?

 

Sebuah mobil yang menampakkan seorang pengemudi tampan yang sangat ia kenal itu berhenti tepat di depannya membuat Hyowon buru-buru masuk kedalam mobil kakaknya. Ada unsur kesengajaan pada tindakannya kali ini, gadis itu sudah tidak tahan untuk melihat wajah Kyuhyun. beruntung pria itu sedang tak disini membuatnya cepat memasuki mobil dan meminta kakaknya untuk segera melanjutkan laju kendaraannya.

 

 

Setelah melewati area SL Hotel, gadis itu merasa sedikit lega. Ia seperti seseorang yang habis mencuri dan hampir ketahuan. Sembunyi atau lebih tepatnya melarikan diri dari Kyuhyun adalah benar-benar tindakan pengecut baginya, namun harus ia lakukan karena sedang mencoba meredakan hatinya yang begitu kacau karena terus memikirkan suaminya.

 

 

‘Mianhae, Aku sedang tidak ingin melihatmu Cho Kyuhyun!’

 

 

To Be Continue . . .

Advertisements

14 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 9)

  1. Pingback: Library | WONLOVE JAEKYU

  2. soojin udah pasti masa lalu nya kyu. tapi kenapa gak diperjelas? buat hyowon menerka nerka aja. baru aja mau mulai hubungan. udah begini aja-..-

    Like

  3. Kyu yg kurang peka at emg hyowon yg pintar nyembunyiin sktny….
    Kl trs slh paham gini,psti hyowon trs merasa skt. Ap kyu bnr2 udh ngelupain ms laluny????
    Makin pnasaran….next part d tunggu😉

    Like

  4. Yaaaaa sebenarnya kyu ada hub apa sihhh ma sojin. Jgn membuat hyowon meragukanmu. Lebih baik u terus terang aja ma hyowon sebelum hyowon sdh tdk tahan dg rasa sakit yg dia rasakan n akhirnya pergi darimu. Next d tunggu cinggu

    Like

  5. Yaaaaa sebenarnya kyu ada hub apa sihhh ma sojin. Jgn membuat hyowon meragukanmu. Lebih baik u terus terang aja ma hyowon sebelum hyowon sdh tdk tahan dg rasa sakit yg dia rasakan n akhirnya pergi darimu. Next d tunggu cinggu
    Maaf utk koment yg d atas ternyata salah email

    Like

  6. Suka Sama karakter hyowon, jgn sampai soojin punya celah utk ngerebut Kyu JD sebel banget Sama soojin, kyak nya konflik dimulai Belum lg Mr.byun. aduuuuh q jd gak rela, pengen nya mrk menyadari perasaan masing2….

    Like

  7. Ada2 aja ya
    Kasian hyowon baru aja mau percya ama gyu
    Gyu jg baru aj sadar ama perasaanny
    Udh ad masa lalu ni kwmbali

    Tertekan bnget hyowonnya
    Ngeliatnya aj kasian diaaaa
    Ga tega

    Like

  8. Wooo salah gyu sih ya yg ga ada Kasih penjelasan ke hyowon… Akupun rada ragu sama Perasaan gyu, apalagi kalau waktu dipesta dia sempet ada rasa2 gimana gitu ketika liat org yg mirip soojin masuk mobil..
    Ah, dimana mana yg namanya gyu emang ngeselin deng , lupa gue

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s