BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 5)

bad-girl

  • Title : Bad Girl And Good Boy
  • Author : WonA
  • Length : Chapter
  • Rating : General
  • Genre : Romance, School Life
  • Cast :  Kim Sa Rang – Cho KyuHyun – Kim Yesung – Other Cast.
  • Disclaimer :This Fanfiction Is Pure Of My Imagination And The Cast Belongs Themselves

 

Happy Reading~

Typo is Magic

 

BEFORE . . .

 

“Cho Kyuhyun-ssi, mianhaeyo . . . aku berharap jika apa yang aku pikirkan ini tidak benar! Aku tidak bisa melakukan apa yang kau mau, maksudku . . . aku hanya ingin menjadi temanmu. Hanya itu!”

“Andwae! Aku bahkan baru membuka gerbangnya, kau tidak boleh langsung mengusirku begitu saja! Kau tidak boleh mengatakan hal itu, belum saatnya Kim Sarang! Aku masih ingin –  “

 

“Maafkan aku, aku bahkan tidak bisa berpura-pura menjadi bodoh untuk hal seperti ini karena pada akhirnya aku akan menyakitimu!”

“Hwa! Aku bahkan belum menyatakan perasaanku, tapi kau sudah menolakku dua kali!”

 

 

“Mianhaeyo Cho Kyuhyun”

 

“Aku tidak akan pernah menerima permintaan maafmu, jadi bukalah gerbangnya kembali untukku!”

 

 

Chapter 5  – – –  Story Begin . . .

 

 

Cho Kyuhyun’s Pov

 

Aku menaruh kembali ponsel yang sejak tadi menjadi temanku di kamar yang luas ini. percuma saja, aku mencoba mempelajari materi pelajaran yang kusimpan di ponselku tapi rasanya begitu kurang hingga aku tak mampu memahaminya. Mencoba bermain games untuk menyegarkan kembali pikirankupun tak berhasil.

 

Ini memalukan, aku seperti menjadi pria bodoh dihadapannya.

Apa sejelas itu hingga ia langsung mengetahuinya, bahkan aku belum meminta apapun dia sudah menolaknya.

 

Tidak masuk akal memang, aku dengan mudah jatuh hati padanya. Dia bahkan jauh dari kriteriaku, tapi aku begitu tertarik padanya. Dia gadis yang cantik yang tak pernah memperlihatkan kecantikannya namun aku bisa melihatnya.

 

Kurasa di memiliki banyak masalah membuatnya tidak ingin menambah masalah tentang hati ini. apa aku keterlaluan karena telah membuatnya kebingungan dan . . . ah! Aku benar-benar gila jika seperti ini.

 

 

***

 

Aku hanya ingin melihatnya.

Itulah alasanku datang ke tempat seperti ini. Bau alcohol yang menyengat mampu dikenali dengan jelas oleh hidungku, tempat ini memang terlihat seperti café lainnya yang hanya menerima pengunjung di malam hari. Tapi ada yang membuatnya menarik karena malam ini aku berdiri dengan jantung yang berdetak begitu cepat dengan tatapan yang sama sekali tidak mampu aku alihkan.

 

Dia bernyanyi . . .

Astaga! Kenapa terlihat semakin cantik? Ada apa denganku? Perlukah aku ke dokter spesialis mata dan hati?

 

Jari-jari lentiknya menyentuh stand mic yang berada di atas panggung kecil itu. Alunan music yang mengirinya menambah daya tarik dari penampilannya. Bagaimana bisa dia bernyanyi seindah itu?

 

Tapi, aku benar-benar terganggu akan satu hal –pakaiannya.

Haruskah gadis itu mengenakan pakaian yang begitu terbuka? Para pria disini melebarkan matanya untuk melihat bahunya yang terbuka dan astaga! Rok itu terlalu pendek, Kim Sarang!

 

 

Usai penampilannya dia berjalan menyapa setiap orang yang juga menyapanya, melemparkan senyum yang bahkan bisa membuatku bergetar. Mana boleh ia tersenyum kepada setiap pria itu?

Aku ingin sekali menariknya dan membawanya keluar dari tempat ini.

 

Aku sudah tidak tahan melihatnya! Segera aku melangkahkan kakiku  dan mendekat padanya. Gadis itu menampakan wajah terkejutnya, namun hanya sesaat. Dia kembali dengan ekspresinya seperti biasa.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya nya dengan nada yang dingin sama seperti pertama kali aku bertemu dengannya.

Dia begitu dingin dan menyebalkan.

 

Aku tak ingin menjawab pertanyaanya, bodoh sekali jika aku mengatakan datang ke tempat seperti ini hanya untuk melihatnya.

Aku hanya menatap wajahnya yang sama sekali tak menatapku, melihat wajah manisnya dan  .  .  aku begitu membenci pakaiannya!

Aku membuka coat yang sejak tadi kukenakan, dan mencoba untuk memakaikan ke tubuhnya. Namun ia cukup tersentak dan menatap tajam padaku, ia sepertinya tidak suka.

Tanpa ucapan apapun kami berdebat dengan apa yang kami lakukan. Aku memaksanya untuk memakaikan coat tebalku padanya, namun dia berusaha melepaskannya.

 

“Hentikan, aku tidak menyukai apa yang kau lakukan saat ini!”

 

Gadis ini benar-benar keras kepala, rasanya aku ingin berteriak dihadapannya saat ini juga.

 

Kim Sarang benar-benar tidak ingin memakainya, ia berjalan pergi tanpa melakukan apapun. Kemudian aku bisa melihat apa yang ia lakukan. Gadis itu berjalan menghampiri sebuah meja dengan seorang pria berkemeja putih yang menaruh wajahnya diatas meja itu.

 

Kim Sarang duduk bersama pria itu, dan menepuk pelan bahunya. Apa yang gadis itu pikirkan? Dia sedang berusaha apa? Bukankah ia mengetahui pria itu sedang mabuk?

 

Pria dengan wajah berantakan itu mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Kim Sarang, ia tersenyum mengetahui seseorang di hadapannya. Tatapan mereka seolah mereka telah saling mengenal.

 

Haruskah aku berjalan ke arah meraka kemudian menarik tubuh Kim Sarang menjauh dari pria itu? Atau aku pukul saja pria tak dikenal itu?

 

Ah! Aku tidak bisa melakukannya! Itu sebuah tindak kejahatan, aku tidak bisa melakukannya.

Aku mengusap wajahku dengan kasar, gadis itu benar-benar membuatku menjadi aneh.

 

Aku merogoh saku celanaku dan menatap layar ponsel. Harabeoji?

Dia menelponku, aku harus keluar dari tempat ini sekarang juga.

 

Author’s Pov

 

Kim Sarang membuat kedua tangannya sebagai tumpuan dagunya, Saat ini ia berusaha untuk mengajak berbicara pria di hadapannya, tapi sesekali ia menatap tempat dimana sebelumnya Cho Kyuhyun berdiri. Ia sudah pergi dan tidak akan kembali lagi.

 

“Ahjussi, kau mabuk lagi eoh?” Tanya Kim Sarang membuat pria yang dipanggil ahjussi itu sedikit kesal.

 

“Ahjussi? Yaa! Aku sudah pernah mengatakan padamu untuk tidak menyebutku ahjussi, arraseo? Aku masih 26 tahun!” Pria itu mengangkat rambut berantakannya bertujuan untuk memperlihat wajah tampannya.

Kim Sarang tersenyum merasa pria yang sudah cukup dewasa itu bertingkah sangat lucu.

Hampir setiap akhir pekan, Pria bernama Kim Yesung itu menghabiskan waktu luangnya di tempat ini, maka tak heran Gadis ini sudah cukup akrab dan selalu menggodanya dengan menyebutnya “Ahjussi”.

 

“Kau sudah cukup mabuk, Ahjussi! Aku akan memesan taksi untukmu, eoh?” Kim Sarang berusaha mengeluarkan ponselnya, namun dengan cepat tangan Kim Yesung mencegahnya.

 

“Waeyo?”

 

“Kau mau menikah denganku?”

 

“MWO?”

 

“Wae? Shireo?”

 

Kim Sarang tak menanggapi pertanyaan konyol Yesung dan langsung mengubungi perusahaan taksi untuk memesannya. Pria yang sudah mabuk itu kembali menaruh wajahnya diatas permukaan meja kaca itu.

 

“Menikahlah denganku”

Gumaman Kim yesung masih dapat terdengar jelas oleh telinganya, Kim Sarang hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya dan meninggalkan Pria itu sendiri untuk melanjutkan pekerjaannya.

 

[][][]

 

 

Hari berikutnya telah datang, matahari telah berada di atas langit memberikan sinarnya menampakkan bahwa pagi telah terlewat, kini siang menjelang sore Kim Sarang masih bergelut dengan selimutnya. Ia baru saja pulang tadi pagi, gadis itu begitu lelah dan memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan beristirahat dan tidur nyenyak.

Namun nampaknya seorang gadis kecil yang merupakan adiknya ini tak ingin membiarkan kakak perempuannya tidur seharian.

 

“Eonni, bukankah hari ini kau libur? Palli ireona, aku ingin jalan-jalan . . . aku bosan di rumah! Eonni!! Palli ireona!”

Kim Hee Sun mengguncangkan tubuh Kim Sarang dengan tangan kecilnya. Sesekali ia berteriak di dekat telinga kakaknya itu. Kim HeeSun meremas tangan kanan Kim Sarang dan menariknya agar segera bangun.

 

“Akh!”

Gadis itu memekik dan membuka kelopak matanya yang terasa sangat berat itu.

“Yaa! Jangan menggangguku, bocah jelek!”

Kim Sarang kembali memejamkan matanya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

“Aku sangat bosan, aku ingin pergi keluar! Ayo temani aku, Eonni!”

 

“Aku benar-benar lelah Heesun-ah, kumohon jangan ganggu aku tidur kali ini!”

 

Akhirnya Kim Hee Sun menyerah, ia benar-benar kesal dengan kakaknya itu.

Gadis kecil itu berjalan keluar dari kamar kakaknya. Ia membuka pintu rumahnya dan terkejut saat seseorang yang berdiri di hadapannya saat ini.

 

“Annyeong!” Sapa seorang pria yang tak lain adalah Cho Kyuhyun.

 

“Eoh? Bukankah Oppa teman Eonni?”

Cho Kyuhyun menganggukan kepalanya disertai senyuman manisnya.

 

“Aku baru mau mengetuk pintu, kau mau kemana Hee Sun-ah?” Tanya Kyuhyun seraya membungkukkan tubuhnya untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan Kim Hee Sun.

 

“Aku ingin pergi berkeliling di taman dekat rumah, aku begitu bosan Oppa! Aku meminta Eonni menemaniku tapi dia tidak mau, dia tidur sejak tadi pagi pulang bekerja.” Jelas Kim Hee Sun mem-pout-kan bibirnya.

 

Cho Kyuhyun merasa iba, gadis itu pasti sangat kelelahan pikirnya! Cho Kyuhyun hendak mengajak Kim Sarang menonton film, namun mendengar apa yang dikatakan adiknya ia mengurungkan niatnya. Bukan saatnya untuk berkencan, Cho Kyuhyun. Dia membutuhkan waktu untuk beristirahat.

 

“Ah geurae, Oppa akan menemanimu. Bagaimana?” tawaran Cho Kyuhyun begitu menggiurkan bagi Heesun, tanpa berpikirpun ia langsung menganggukan kepalanya menandakan ia mau dengan senang hati.

 

Senyuman Hee Sun mengembang, ia benar-benar merasa sangat bahagia saat ini.

 

[][][]

 

Kim sarang membasuh wajahnya dengan cepat usai turun dari ranjangnya. Kemudian masih dengan handuk di tangannya, gadis itu menyambar ponsel yang sejak tadi bergetar. Ada banyak pesan masuk disana.

 

Cho Kyuhyun : “Jangan mengkhawatirkan adikmu, dia sedang bermain bersamaku!”

 

Kim Sarang kembali teringat sebelum ia benar-benar bangun, adiknya meminta ditemani untuk pergi keluar. Tapi kenapa bisa dengan Cho Kyuhyun?

Gadis itu sebenarnya tidak bisa melanjutkan tidurnya setelah Heesun mengganggunya. Tangan kirinya bergerak menyentuh punggung tangan kanannya dan menampakkan wajah kesakitan.

 

Tangan itu begitu sakit, setelah kejadian melindungi Cho Kyuhyun waktu itu sebenarnya tangan kanannya itu benar-benar terasa sakit. Meski tidak menimbulkan bekas luka ataupun lebam, namun kadang-kadang sakit yang menusuk dapat ia rasakan.

Tapi entahlah, Kim Sarang seolah tidak memperdulikannya. Ia sudah sering terluka pada tubuh dan hatinya membuat hal yang menurutnya sekecil itu tidak berpengaruh apa-apa.

 

 

 

Ia kembali tersadar dan melihat layar ponselnya, satu pesan berikutnya adalah dari seseorang yang semalam membuatnya repot.

Kim Yesung, dia pria yang membuat kekacauan ketika diantar menuju taksi ia hanya ingin merangkul Kim Sarang untuk membantunya, ia bahkan berteriak tidak ingin pulang dan membuat Kim Sarang mengantarnya hingga ke rumahnya kemudian kembali lagi ke tempatnya bekerja.

 

Kim Yesung Ahjussi : “Mianhaeyo, semalam aku sangat merepotkanmu! Aku benar-benar malu. Sebagai permintaan maafku, aku  ingin mengajakmu makan malam hari ini.”

 

Kim Sarang tersenyum, ia jadi teringat kejadian tadi malam. Sudah sering sekali pria itu mabuk, tapi belum pernah separah seperti semalam.

 

*

 

Gadis bermarga Kim ini telah siap dengan kemeja casual dan skinny jeans hitamnya yang dipadukan sepatu plat berwarna cream itu.

Ia berjalan keluar dari rumahnya, namun langkahnya terhenti saat seseorang telah menyambutnya dengan senyum. Kim Yesung sudah berdiri di samping mobil mewahnya berwarna putih itu. Kim Sarang membalasnya dengan tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya untuk menghampiri pria yang sudah menunggunya itu.

 

Namun seorang pria yang tengah berjalan dan menggenggam tangan adiknya itu berhenti tepat setelah melihat Kim Sarang yang menyadari kedatangannya. Keduanya saling menatap satu sama lain. Sedangkan Cho Kyuhyun mengalihkan arah pandangnya pada pria yang sedang tersenyum disisi mobil mewah itu.

 

Daya ingat seorang Cho Kyuhyun sangat tinggi, ia menyadari bahwa pria yang ia lihat saat ini adalah pria yang sama yang mabuk di café semalam, pria yang Kim Sarang hampiri, dekati, dan diajak mengobrol.

 

Hatinya mencelos, apa ini?

 

Kyuhyun melanjutkan langkahnya dengan cukup cepat membuat Kim Heesun berlari untuk mengimbanginya karena tangan kanannya msih digenggam oleh Cho Kyuhyun.

 

“Kau baru pulang huh?” Kim Sarang langsung mencibir Heesun yang menampakkan wajah cerianya.

Gadis kecil itu tak menanggapi apa yang dikatakan kakaknya. Ia melepaskan genggaman Cho Kyuhyun kemudian tersenyum.

 

“Kyuhyun Oppa gomawoyo.” Kim Heesun melambaikan tangan dan berlari memasuki rumahnya.

Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum sekilas dan menatap curiga Kim Sarang.

 

“Kau mau pergi kemana?” Tanya Cho Kyuhyun masih menahan emosinya.

 

“Bukan urusanmu!” Kim Sarang hendak menggerakan kakinya untuk melangkah namun dengan cepat tangan besar itu memegang lengannya.

 

“Jawab dulu pertanyaanku! Aku tidak akan melepaskanmu!”

 

Kim Yesung menatap bingung keduanya. Ia bermaksud menghampiri sepasang remaja itu, namun mengurungkan niatnya. Ia bukanlah tipe orang yang suka mengurusi hidup orang lain. Kim Yesung hanya memperhatikan mereka berdua dengan sedikit kebingungan di pikirannya.

 

 

“Hentikan, Cho Kyuhyun! Jangan buat aku untuk membencimu. Jadi kumohon hentikan!”

 

Perlahan pegangan tangan itu semakin melemah membuat lengan Kim Sarang terlepas dari genggamannya. Cho Kyuhyun menatap gadis di dekatnya dengan tatapan sendu, sementara Kim Sarang masih memasang wajah dinginnya.

Gadis itu melanjutkan langkahnya dan menghampiri Yesung yang tersenyum padanya.

 

Hati Cho Kyuhyun terluka, seperti tergores dengan sangat kasar hingga menimbulkan perih di dadanya, bahkan untuk bernafas dengan benar rasanya sulit. Sesak! Terasa seperti terhimpit benda besar yang membuatnya merasakan sesak yang berkepanjangan ketika melihat gadis itu tersenyum dan memasuki sebuah mobil sesaat setelah pria yang ia tidak itu membukakan pintu untuk Kim Sarang.

 

Hingga mobil itu melaju meninggalkannya sendiri mematung dengan pandangan kosong namun sarat akan kesedihan dan kemarahan.

 

 

“Kau benar-benar tega padaku, Kim Sarang!” Cho Kyuhyun bergumam dengan kedua tangannya yang mengepal erat.

 

 

 

To Be Continue . . .

 

Jeongmal Gamsahamnida READERS-nim! Terima kasih atas komentar-komentarnya membuat WonA semakin bersemangat untuk menuangkan imajinasi ini lewat FF yang diposting di blog ini.

 

Like and Comment juseyo ^^ Saranghaeyo ~

 

Advertisements

6 thoughts on “BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 5)

  1. Huaaaa sarang bnr2 dingin bgt sma kyuhyun
    Dan kyuhyun juga si klo ngomong suka blak blakan bukannya di pikir dulu kan sarang jadinya gitu
    Dan klo yesung bnran suka sma sarang gmna hahhaaa adjusi tamvan

    Like

  2. Si sarang kudu d beri kaya nya tega bener dia sama kyu , kyu coba deh cuekin si sarang seminggu aja biar dia menyadari perasaan nya sendiri :v

    Like

  3. Sptny sarang hrs d buat cemburu br dia bs menyadari prasaan sndri.sarang msh merasa tkt Krn kyu lelaki yg perfec merasa ga pntas bt kyu
    Ff ni crtany ga trll rumit tp menarik n bikin penasaran….lanjut trs next part

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s