OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 7)

our-complicated-marriage-3

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Drama Romance, Married Life

Length : Chapter

Rating : PG 17

Casts : Cho Kyuhyun – Park Hyowon – Byun Baekhyun – Lee Donghae – Lee Hyukjae and Other Casts

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t copas, and don’t bash!


Typo is magic ~

(*) Merindukanmu adalah hal yang kubenci maka dari itu Aku akan selalu berjalan kearahmu, melihat wajahmu dan tersenyum padamu. Membuatmu berada dalam dekapanku, dan mengisi hatimu dengan cinta. Aku hanya ingin selalu bersamamu, dan aku akan bersiap merindukanmu jika kau akan selalu bersamaku.

 

Happy Reading ^^

Preview Chapter 6 . . .

 

*Praang!

 

Suara benda jatuh itu membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berlari menuju sumber suara. Begitupun dengan Lee Hyukjae yang menyusul Kyuhyun yang mengarah ke ruang dapur.

 

“Hyowon-ah!” Cho Kyuhyun langsung mengangkat tubuh lemah yang tergeletak diatas permukaan lantai yang dingin itu menjauhi pecahan kaca yang berserakan disekitarnya. Hyowon tak sadarkan diri membuat keduanya cemas terlebih lagi Cho Kyuhyun yang sekarang menggendong Hyowon menuju kamarnya.

“Cepat hubungi Dokter Shin!”

Sebelum Kyuhyun mengatakannyapun Hyukjae sudah melakukannya.

Kyuhyun sangat cemas dan mempercepat langkahnya menaiki tangga yang menuju kamarnya dan sesekali melihat wajah pucat itu untuk melihat keadaannya.

 

“Hyowon-ah! Park Hyowon sadarlah! Kau kenapa huh? Park Hyowon!”

 

Chapter 7 is begin . . .

 

Kyuhyun menatap cemas wajah pucat itu, kedua matanya mengerjap beberapa kali. Hyowon sudah sadar setelah pingsan cukup lama. Bahkan Dokter Shin sudah datang memeriksanya beberapa saat yang lalu.

“Kau sudah sadar? Apa ada yang sakit?” Kyuhyun yang duduk ditepi ranjang membantu Hyowon untuk duduk.

“Hanya sedikit pusing.” Gadis itu bersandar pada beberapa bantal yang Kyuhyun siapkan.

“Tadi Dokter Shin sudah memeriksa kondisimu, kau kelelahan dan-“ Kyuhyun menghentikan ucapannya yang merupakan kalimat dari dokter pribadinya itu karena melihat Hyowon meringis dengan ekspresi yang tak biasa.

“Waeyo?” Kyuhyun cemas dan menyentuh bahu Hyowon perlahan.

“Aku haus, sebelumnya kan aku ingin minum.” Kyuhyun bernafas lega, gadis itu membuatnya cemas tadi. Kyuhyun langsung membawakan gelas berisi air minuman yang sudah ia siapkan diatas meja. Kyuhyun sangat tanggap kali ini, tidak. Dia memang selalu tanggap.

“Minumlah!” Hyowon menerima gelas yang diberikan Kyuhyun.

“Gomawo.”

Hyowon menghabiskan satu gelas dalam satu kali tenggakan membuat Kyuhyun tersenyum melihatnya, rupanya gadis ini sangat kehausan pikir Kyuhyun.

“Dan maafkan aku sudah merepotkanmu Kyuhyun-ssi.” Hyowon melanjutkan ucapannya setelah menyerahkan gelas kosong itu kembali pada orang yang memberikannya. Kyuhyun menaruhnya dan kembali duduk di dekat Hyowon

“Iya, sekarang tidurlah kembali. Dokter Shin menyarankan untuk memeriksakan kondisimu ke rumah sakit besok, menjalani serangkaian pemeriksaan agar-“

“Shireoyo! Aku tidak apa-apa, aku tidak sakit. Lagipula besok aku harus mempersiapkan untuk observasi di hari senin mendatang.” Park Hyowon menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia memotong kalimat Kyuhyun yang menyarankannya pergi ke rumah sakit itu. Hyowon merasakan tubuhnya baik-baik saja, ia hanya merasa pusing dan lemas tadi sebelum pingsan. Tapi sekarang dia sudah baik-baik saja. Belum lagi gadis itu memang sangat malas untuk pergi ke rumah sakit, biasanya ia hanya akan ke rumah sakit jika memang kondisinya cukup parah. Dengan diperiksa oleh dokter pribadi Cho Kyuhyun dan mendapatkan suntikan saat ia pingsan saja sudah cukup baginya.

“Terserahlah, jika kau merasa baik maka terserah kau saja. Tapi jika kau merasakan sakit yang berlanjut, cepat periksakan ke rumah sakit oh?”

“Tentu saja Kyuhyun-ssi, Gomawo sudah mengkhawatirkanku.”

 

Kyuhyun beranjak ke tempat tidur dan bersiap dengan selimut yang sama dengan Hyowon, pria itu hendak membaringkan tubuhnya namun Hyowon masih duduk terdiam dengan menatapnya.

“Ada apa lagi?”

“Aku tidak bisa tidur.”

Hyowon menatap Kyuhyun dengan wajah sedihnya, ia merasa sangat tidak ngantuk saat ini.

“Apa maksudmu? Cepat pejamkan matamu dan tidurlah, apa kau tidak tahu jika tubuhmu sangat memerlukan istirahat huh?”  Kyuhyun mendorong tubuh Hyowon perlahan hingga kembali berbaring dan menyelimutinya. Mendekatkan boneka kelinci putih itu agar Hyowon bisa memeluknya.

“Aku tahu, tapi aku memiliki sebuah gangguan tidur yang berbeda.” Gadis itu menyingkap selimut tebal itu kembali membuat Kyuhyun geram.

“Apa?”

“Sejak kecil aku memliki gangguan tidur yang cukup mengganggu, jika dalam keadaan tertentu aku akan sulit sekali untuk tidur dan jika sudah tidur aku sangat sulit dibangunkan. Tapi jika terbangun maka aku akan kesulitan untuk tidur kembali, seperti sekarang.”

“Kau benar-benar aneh Park Hyowon.”

Cho Kyuhyun mengacak rambutnya merasa gusar, baru pertama kali ia menghadapi gadis seperti Hyowon terlebih lagi dia itu istrinya. Kyuhyun bingung harus melakukan apa saat ini.

“Bahkan aku pernah terjaga selama sehari-semalam tanpa rasa kantuk Kyuhyun-ssi, Ahh Jika aku mengikuti lomba untuk tidak tidur maka aku pemenangnya.”

 

“Ah jinjja, apakah hal itu patut dibanggakan? Cepat tidur! Pejamkan saja matamu, maka kau juga akan tidur nanti”

Kyuhyun membaringkan tubuhnya dan memposisikan tubuhnya senyaman mungkin kemudian menaruh telapak tangannya untuk menutup kedua mata Hyowon agar tidur.

“Tidak bisa! Aku pernah memejamkan mataku selama satu jam berusaha untuk tidur, tapi tidak bisa Kyuhyun-ssi.”

Hyowon mengangkat tangan besar yang menutupi wajahnya membuat sang pemilik tangan merasa kesal dan menyerah membuatnya untuk tidur.

“Sudahlah, kau urus saja masalah tidurmu itu! Aku sudah lelah dan mengantuk.”

Pria itu menarik kembali selimut yang telah ‘dipermainkan’ oleh mereka berdua itu dan memejamkan matanya.

“Nde, kau memang harus tidur! Lagipula ini cukup sering terjadi padaku, jadi tidak apa-apa.”

“Selamat malam Kyuhyun-ssi.”

 

Hyowon beranjak pada sebuah meja yang tak jauh dari tempat tidur ini, gadis itu duduk dan membuka laptopnya berniat untuk melepaskan rasa bosannya dengan benda berteknologi canggih kesayangannya. Benda yang menemaninya menyelesaikan pekerjaannya dan menghilangkan rasa jenuh dan penat usai bekerja.

 

“Ini sudah tengah malam, kau sedang apa eoh?”

Suara Kyuhyun mengejutkannya membuatnya membalikan tubuhnya dan menatap bingung pria yang sudah duduk dengan memandangnya lekat.

“Kau bilang mau tidur, kenapa bangun lagi?” bukannya menjawab, Hyowon malah melemparkan pertanyaan yang Kyuhyun malas menjawabnya.

“Karenamu aku jadi tidak bisa tidur.” Bukan itu maksud Kyuhyun, dalam hatinya ia berkata ‘Karena aku mengkhawatirkanmu’

Hyowon menundukan wajahnya saat Kyuhyun berjalan mendekat kearahnya

“Mianhaeyo.”

“Tidak perlu meminta maaf, kau sedang apa sekarang?”

Kyuhyun sudah berdiri disampingnya sekarang menundukan tubuhnya melihat layar laptop diatas meja tersebut.

“Menonton drama.”

Kyuhyun tercengang dengan jawaban polos Hyowon. Sudah tengah malam seperti ini, gadis itu masih bersemangat untuk menonton sebuah drama?

“Apa? Kau maniak drama ternyata. Kau bahkan menyimpan banyak sekali video di laptopku!” tandas Kyuhyun mengingatkannya ketika gadis itu meminjam laptopnya menyimpan banyak video sebelum laptop itu rusak.

“Ah itu, maafkan aku karena saat itu aku tidak bisa tidur setelah menyelesaikan pekerjaanku jadi aku mendownloadnya di laptopmu. Apa sekarang laptopmu baik-baik saja?”

Hyowon menyesali perbuatannya itu, ia memang masih menyukai hal-hal seperti itu yang identik dengan kaum remaja kebanyakan. Dan soal laptop yang rusak akibat coklat panasnya, gadis itu meringis meminta maaf pada Kyuhyun dengan segenap ketulusannya,

“Tentu saja. Awas saja jika kau bermasalah lagi dengan makanan hingga menumpahkannya pada sesuatu yang merupakan milikku, aku tidak akan memaafkannya.”

Ancaman itu tak sengaja membuatnya mengingat kembali kecerobohan dan masalah yang menimpanya karena objek yang sama, makanan penyebabnya.

“Ah iya, aku baru ingat! Kyuhyun-ssi, teman kuliahku mengundang kita ke pesta pernikahannya. Apa kau mau-“

“Shireo! Aku tidak suka datang ke pesta orang yang tidak kukenal.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya menampilkan wajah penolakannya dengan tegas.

Ya, Hyowon mengerti dengan hal itu. Bahkan Kyuhyun adalah orang yang sangat sibuk, tidak mungkin bisa menghadirinya. Dia hanya menyampaikan undangan yang mengarah pada dirinya namun temannya meminta untuk membawa suaminya. Terlebih lagi Hyowon tidak suka untuk datang ke pesta seorang diri.

“Arraseo. Aku akan mengajak Baekhyun kalau begitu.”

 

“Mwo?”

 

“Tidak bisa! Kau tidak bisa mengajak pria lain.”

Kyuhyun melarang dengan tegas apa yang akan Hyowon lakukan itu, gadis itu heran kenapa tidak bisa? Apa yang Kyuhyun pikirkan saat ini?

“Waeyo?”

 

“Kau itu kan sudah memiliki suami, mereka akan membicarakanmu tentang itu.”

Penjelasannya memang bisa dibenarkan, tapi Hyowon merasa akan baik-baik saja jika membawa Sepupu suaminya pada sebuah pesta. Bahkan jika gossip akan menimpanya gadis itu tidak peduli.

“Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa dengan gossip.”

 

“Yaa! Itu juga menyangkut reputasiku. Jika kau sudah masuk ke dalam lingkaranku, maka apapun yang mengenai dirimu akan disangkut-pautkan denganku. Begitupun sebaliknya.”

Yaa, Kyuhyun benar! Kehidupan Hyowon sudah berubah sejak ia menjadi istri dari Cho Kyuhyun meskipun ia tidak menyadarinya. Sesungguhnya gadis itu belum mengerti apapun yang menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang istri Cho Kyuhyun yang dibiarkan oleh Kyuhyun begitu saja. Kelak nanti Kyuhyun akan memberitahu dan menjelaskan semuanya.

Hyowon hanya berpikir bahwa ia menjadi seorang istri direktur hebat dan harus menjaga martabat keluarganya. Hanya itu.

“Tapi aku tidak ingin berangkat sendiri!” Hyowon bersikeras untuk mendebat Kyuhyun dengan alasannya.

“Kau kan bisa mengajak sahabatmu bernama Jeong Arin itu!”

“Dia tidak ada di korea, wanita itu hanya disini saat pernikahanku.”

“Rekan kerjamu yang lain?”

“Sudahlah, Baekhyun kan sepupumu jadi tidak apa-apa.”

 

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya saat gadis itu mengingatkanya tentang hubungannya dengan Baekhyun itu. Tapi gadis itu tak melihat amarah yang sedang Kyuhyun tahan. Pria itu memilih untuk tidak melanjutkan perdebatannya kembali dan bergerak melangkah menuju tempat tidurnya kembali.

 

“Terserah kau saja! Aku mau tidur”

 

 

***

 

Dengan gaun pesta yang sederhana namun memiliki kesan elegan itu Hyowon berjalan bersama Bekhyun memasuki sebuah gedung tempat pesta pernikahan temannya diadakan. Baekhyun tak henti-hentinya tersenyum dan memandangi wajah cantik itu.

“Kau terlihat sangat cantik Hyo!” Baekhyun membisikan kalimat itu dengan lembut membuat Hyowon tertawa kecil mendengarnya.

“Aku sudah tahu Baekhyun-ah!”

 

Keduanya memberi ucapan pada sang mempelai. Hyowon jadi teringat dengan pernikahannya dengan Kyuhyun, meski tidak berjalan sempurna tapi ada kebahagiaan tersendiri ketika ia mengenakan gaun pengantin dan berdiri di samping Kyuhyun yang memakai tuxedo dan terlihat sangat tampan itu.

“Selamat atas pernikahanmu Hyeri-ya.”

“Nde, Terima kasih. Kau datang bersama siapa Hyowon-ah? Tampan sekali? Apa dia suamimu?” Wanita bernama Hyeri itu tersenyum memandangi pria di samping Hyowon yang tak lain adalah Baekhyun.

“Ah bukan, dia sahabatku sekaligus sepupu suamiku. Namanya Baekhyun.” Baekhyun merasakan sedikit hantaman pada hatinya. Mungkin akan lebih membahagiakan jika gadis itu mengenalkannya sebagai suaminya.

“Oh aku tidak tahu, dan maafkan aku karena tidak datang ke pernikahanmu karena bayiku sedang sakit waktu itu.”

“Mwo? Kau sudah . . .?”

Hyowon buru-buru membungkam mulutnya sementara Hyeri tersenyum malu mengatakannya. Dan mempelai prianya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

“Selamat juga untuk Bayimu. Dan Kirimkan fotonya padaku, aku ingin tahu mirip siapa dia.”

“Waeyo? Apa kau ingin segera memiliki bayi eoh? Apa suamimu Tuan direktur itu membuatmu bekerja keras di tempat tidur?”

“Yaa!”

“Hahaha.”

Godaan temannya itu membuatnya entah terasa seperti ejekan yang menyakitkan. Apanya yang bekerja keras? Hyowon bahkan tidak seperti menikah, mereka hanya tinggal bersama. Itu saja. Tidak seperti sepasang suami-istri lainnya.

 

Mereka berdua memutuskan untuk langsung pulang meskipun pesta bahkan masih jauh dari kata selesai, Hyowon hanya tidak ingin pulang larut karena besok ia harus bekerja terlebih lagi untuk menyelesaikan observasi yang tempatnya di luar kota itu.

 

“Dia teman dekatmu saat kuliah ya?” Baekhyun memecah keheningan ketika mobil yang mereka tumpangi ini sedang berhenti sejenak menunggu lampu lalu lintas berubah hijau.

“Benar, kami cukup dekat karena satu kelas dan sifatnya itu memang seperti itu. Dia tidak berubah sama sekali.” Hyowon tersenyum senang mengingat bagaimana teman kuliahnya dulu dan sekarang sama saja.

“Kau juga tidak berubah Hyo, kau masih sama seperti Park Hyowon yang dulu kukenal.”

Pandangan mereka bertemu dan Hyowon tersenyum dengan mata yang berbinar antusias. Lampu lalu lintas berubah hijau dan Baekhyun melanjutkan kembali kegiatan mengemudinya.

“Benarkah? Seperti apa aku yang kau kenal? Apa aku menggemaskan? Baik hati? Atau gadis ceroboh seperti kata Kyuhyun. Ah Kyuhyun itu benar-benar selalu membuatku terlihat kalah darinya.”

Baekhyun melenyapkan senyum yang baru ia buat diwajahnya itu, nama Kyuhyun membuatnya sangat sakit. Kenapa gadis itu mengatakan nama itu saat ini.

“Kau sangat menyebalkan dan membuatku muak bahkan hanya mendengar namamu.”

 

Baekhyun mengucapkan itu tanpa sadar masih dengan mata yang menatap tajam lurus kedepan tanpa memperhatikan Hyowon yang terkejut mendengarnya.

“Apa? Kau bercanda ya?”

“Tidak!”

Baekhyun masih dalam pikirannya yang memikirkan Kyuhyun, ia begitu tidak suka dengan pria yang menjadi sepupunya. Terlebih lagi karena pria itu merebut Hyowon darinya. Yang membuatnya kesal adalah ketidakberdayaannya untuk membuat Hyowon bersamanya. Baekhyun hanya ingin gadis yang dicintainya itu bahagia, hanya itu.

 

“Baekhyun-ah!”

 

Baekhyun tersadar dan menghentikan mobilnya, Hyowon terlihat sangat sedih membuat Baekhyun merasa sangat bodoh karena tidak mampu mengendalikan emosi dan mulutnya itu. Sungguh ia tidak bermaksud untuk menyakiti Hyowon, ucapan itu ditujukan untuk Cho Kyuhyun bukan Hyowon.

 

“Oh! Hyo, aku . . .”

Baekhyun cemas dan bingung entah jawaban apa yang harus ia katakan.

“Waeyo?  Apa karena aku selalu menyusahkanmu jadi kau sekarang membenciku? Apakah keberangkatanmu ke luar negeri waktu itu juga karena aku selalu membuatmu sulit huh? Kenapa kau baru mengatakannya? Jika kau mengatakannya dari dulu maka aku akan menjauh darimu!”

 

“Andwe!!! Kau, jangan pernah menjauh dariku!”

Suara tegas itu membuat Hyowon menatapnya lekat, namun tangannya sudah berusaha untuk membuka pintu mobil dan keluar.

“Hyowon-ah, aku hanya bercanda tadi.”

 

Baekhyun membuka pintu mobil disisinya dan mengikuti Hyowon yang sudah berdiri di sisi jalan menengok kearah lain.

“Kau mau kemana huh? Kita belum sampai!”

Baekhyun memegang tangan itu dengan perasaan takut. Baekhyun sangat ketakutan jika gadis di dekatnya ini marah dan sakit hati.

“Mianhaeyo, jika aku selalu-“

 

“Aniya, Kumohon jangan salah paham dulu. Aku tidak bemaksud mengatakan hal itu.”

Hyowon melepaskan tangan Baekhyun yang menggenggamnya membuat pria itu menatap kecewa dan menahan ekspresi wajahnya yang merasakan kesedihan yang mendalam.

 

“Gwenchannayeo, kau pasti sudah merasa bosan. Maafkan aku karena aku tidak tahu sikapku selama ini membuatmu tertekan, aku hanya merasa nyaman denganmu maka dari itu aku selalu memintamu untuk hal apapun. Jika aku tahu kau selama ini . . . hah! Mianhaeyo, aku akan memperbaiki sikapku setelah ini.”

Hyowon menghembuskan nafas beratnya, ia mengingat apa saja yang telah dilakukannya. Gadis itu merasa telah menjadi beban untuk Baekhyun sekarang. Hyowon selalu meminta bantuan kepada Baekhyun sejak dulu, selalu menyusahkan dan menyulitkannya. Bahkan selalu menangis dihadapan Baekhyun jika ada masalah. Dan kepergian Baekhyun yang mendadak itu membuatnya sempat berpikir bahwa sebenarnya pria itu tidak tahan dengannya.

 

“Tidak Hyo, kau salah paham. Kalimatku tadi tidak bermaksud untuk-

 

“Taksi!”

Hyowon menatap sedih wajah Baekhyun masih memandangnya penuh harap kemudian ia memaasuki taksi yang baru saja ia hentikan itu.

 

“Hyo, aku . . .”

Baekhyun begitu berat melihat kepergian Hyowon, ia merasa bersalah telah menyakiti hatinya. Ia terlihat sangat terpukul dan wajahnya penuh dengan penyesalan. Pertama kali Baekhyun membuat Hyowon seperti ini membuatnya merasakan sakit dan ketakutan yang besar. Baekhyun tidak ingin gadis itu menjauh dari sisinya lagi.

“Kajima . . . jebal!”

Taksi yang membawa Hyowon melintas dihadapannya seperti mengiris hatinya yang sudah terluka. Rasa cinta yang mendalam membuatnya merasakan sakit yang jauh lebih menyakitkan.

Baekhyun begitu mencintai Hyowon sejak dulu, bahkan saat ini perasaan itu semakin tumbuh hingga melihat gadis itu terluka saja sudah membuatnya putus asa.

 

“Argh!!!”

 

Andai ia bisa menahan emosinya agar tidak mengatakan kalimat yang ditujukan untuk Kyuhyun itu, Hyowon mungkin tidak akan berpikiran sejauh itu. Saat ini Baekhyun merasa sangat bersalah dan rasanya hatinya sangat sakit karena tanpa sengaja telah menyakiti hati seorang wanita yang ia cintai.

 

*

 

“Kau sudah pulang?”

Cho Kyuhyun menyambut gadis itu di dalam kamar. Melihat Hyowon terlihat cantik dengan gaun yang ia kenakan saat ini membuatnya berandai bisa menemaninya ke pesta, bersama.

“Nde!” Hyowon menampilkan wajah sedihnya. Ia masih memikirkan Baekhyun saat ini. pertama kali mereka bertengkar seperti ini, Bukan! Maksudnya adalah Hyowon merasa kesal pada dirinya sendiri yang ternyata sudah menyulitkan orang yang penting bagi hidupnya itu hingga ia tak mampu untuk berlama-lama dengannya.

Hyowon merasa malu dan kesal karena tidak mengetahuinya selama ini. meskipun Baekhyun mencoba menjelaskan, tapi gadis itu merasa Baekhyun hanya merasa tidak enak padanya, Hyowon bahkan masih mengingat suara Baekhyun yang mengatakan hal itu dengan sangat serius dan penuh penekanan, sahabatnya itu tidak pernah bercanda seperti itu hingga Hyowon mampu meyakini bahwa pemikirannya itu benar. Entahlah Mood nya saat ini benar-benar sangat buruk hingga ia merasa begitu sensitive.

 

“Waeyo?” Kyuhyun melihat ekspresi Hyowon yang jauh dari kata baik itu.

“Kyuhyun-ssi, jika sikapku membuatmu tidak nyaman maka katakanlah secara langsung dan pada detik itu juga!”

Hyowon melewati Kyuhyun yang sedang mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan maksud pembicaraan Hyowon padanya.

“Apa?”

“Yaa Park Hyowon!”

Teriakan Kyuhyun tidak didengar sama sekali oleh Hyowon yang melenggang masuk ke kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Berendam adalah pilihan yang bagus untuknya mencerna apa saja yang telah membuat Baekhyun mengatakan hal itu, dan menyegarkan pikiran kusutnya.

 

 

Di ruang televisi ketiga pria itu sedang berkumpul dengan santai seraya membahas topik yang serius mengabaikan televisi besar itu menyala dan tak ditonton, Lee Donghae baru saja menyelesaikan laporannya tentang persiapan acara anniversary SL Hotel yang akan diadakan tiga hari mendatang. Kemudian Hyukjae yang melaporkan hasil pekerjaan bawahannya.

“Baekhyun sedikit mengerikan.”

“Apa maksudmu?” Kyuhyun tidak mengerti maksud kalimat pembuka dari Hyukjae itu.

“Ditengah perjalanan pulang tiba-tiba mobilnya berhenti. Hyowon keluar dari mobil itu dan Baekhyun mengikutinya. Mereka sempat terlihat beradu argumen, beberapa kali Baekhyun mencegah Hyowon pergi tapi gagal. Hyowon menaiki taksi dan Baekhyun terlihat sangat kesal dan sedih. Kurang lebih satu jam Baekhyun hanya berdiri disana tanpa melakukan apapun kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan setan hingga anak buahku tak bisa mengejarnya. Sial! Dia seperti kerasukan.”

Hyukjae menjelaskan panjang lebar kronologinya. Sementara Kyuhyun sedikit terganggu yang kali ini topik tentang Baekhyun lagi-lagi menyangkutkan nama Hyowon disana. Rasanya Kyuhyun tidak ingin membiarkan gadis itu bersama lagi dengan Baekhyun. Tapi kemudian pikirannya tertarik pada fakta bahwa anggota tim keamanannya itu gagal mengejar Baekhyun.

“Jadi mereka gagal mengikutinya?”

 

“Ya, Dia juga tidak pulang ke rumah.”

“Kurasa itu karena patah hati, cinta bisa membuat orang seperti itu.” Lee Donghae membuka mulutnya, tapi pendapatnya kali ini membuat Kyuhyun menajamkan tatapannya.

“Apa maksudmu Lee Donghae?”

“Hey Cho Kyuhyun, apa kau sedang pura-pura menjadi pria bodoh huh? Kau bahkan sangat pandai menanalisis situasi. Aku bahkan bisa dengan jelas melihat tatapan Byun Baekhyun pada Hyowon itu tatapan seorang Pria terhadap wanita.”

 

“Benar, Baekhyun terlihat menyukai Hyowon.” Hyukjae menimpali penjelasan Donghae namun dengan segera Donghae menggelangkan kepalanya dan menatap serius pada Kyuhyun.

“Aniya! Baekhyun sudah masuk pada tahap Mencintai!”

Kyuhyun seperti berhadapan dengan tembok besar yang menghimpitnya. Jika benar Baekhyun mencintai Hyowon, apakah gadis itu juga merasakan hal yang sama? Terlintas begitu saja pertanyaan dengan jawaban yang inginkan adalah tidak.

 

“Kalian sedang apa huh?”

Ketiganya terkejut mendengar Suara Hyowon yang menginterupsi mereka bertiga. Lee Hyukjae memejamkan matanya merasakan kesal karena tidak menyadari Hyowon berada disini karena suara televisi yang menghalau pendengarannya dan topik yang mereka bicarakan sangat menarik ini.

Donghae tersenyum kaku menyapa Hyowon yang sudah memberikan tatapan menghunusnya.

“Oh Hyowon-ssi!”

 

“Jadi selama ini kau menyuruh pengawalmu untuk mengikutinya?”

Nada bicara Hyowon terdengar tidak suka dan sedikit marah. Tapi Kyuhyun masih bersikap biasa saja bahkan seolah acuh tak acuh melihatnya.

“Kau tidak perlu tahu!”

 

Hyowon menatap Kyuhyun tak percaya, bagaimana bisa Kyuhyun bersikap seperti itu.

“Tentu saja aku harus tahu! Apa tujuanmu untuk itu huh? Dia bahkan sepupumu sendiri, apa Kyuhyun-ssi?”

“Hyowon-ssi, kumohon jangan memikirkan apapun terlebih dahulu, ini ..”

“Ini apa Lee Donghae-ssi? Apa yang sedang kalian lakukan pada sahabatku?”

Hyowon sudah tidak tahan mendengar Donghae yang selalu berusaha menutupi kesalahan Kyuhyun. Emosi Hyowon sudah menaiki level lebih tinggi.

“Kau tidak perlu ikut campur untuk masalah ini!” Kyuhyun berjalan mendekati gadis yang sedang berdiri dengan wajah marahnya seraya mengeluarkan ponsel yang berada disaku hoodie nya itu.

 

“Aku akan memberitahunya tentang ini, dia harus tahu sepupunya itu-“

 

*Braak!

Kyuhyun merampas paksa ponsel tak berdaya itu lalu membantingnya hingga mengenai dinding dan hancur. Hyukjae dan Donghae hanya terdiam karena sudah sangat hapal dengan sikap Kyuhyun, sementara Hyowon terkejut melihat ponselnya hancur berkeping-keping itu. Hendak berteriak memaki namun Kyuhyun terlebih dahulu menarik tangannya untuk berjalan mengikutinya.

 

“Lepaskan tanganku Cho Kyuhyun!”

Hyowon berjalan seraya berusaha melepaskan cengkraman Kyuhyun pada tangannya.

 

“Kyuhyun-ah! Jangan menyakitinya.” Lee Donghae sedikit meringis khawatir pada Hyowon melihat Kyuhyun seperti itu.

“Jangan terlalu keras padanya!” Hyukjae menambahkan kalimat yang tidak akan didengar oleh Kyuhyun bagaimanapun juga.

“Apa kita harus mengikuti mereka?” Tanya Hyukjae yang mendapat jawaban gelengan kepala dari Donghae.

“Tunggu dulu, biarkan mereka meluapkan apa yang ingin mereka katakan. Pertengkaran bisa menjadi bumbu yang manis dalam sebuah rumah tangga jika mereka saling mencintai.” Lee Hyukjae menatap heran pada pria di sampingnya ini, dan sedikit muak dengan gayanya seolah menjadi pakar dari persoalan rumah tangga itu.

 

Kyuhyun langsung melepaskan tangan Hyowon setelah mereka sampai di kamarnya.

“Apa yang kau lakukan huh? Ah aku tahu, apa kau mengawasinya karena takut sepupumu itu akan merebut posisimu, begitu?” entah pikiran darimana yang membuat Hyowon mengatakan hal itu. Gadis itu hanya tidak mengerti untuk apa Kyuhyun mengawasi Baekhyun hingga seperti itu.

 

“Benar, itu salah satu alasannya!” Kyuhyun meninggikan suaranya. Jawaban yang tidak ingin didengar Hyowon itu diucapkan oleh Kyuhyun dengan santai namun dengan ekspresi wajah yang sulit ia mengerti.

 

“Kau benar-benar Cho Kyuhyun! Lalu apa alasan yang lain?”

“Kau tidak perlu tahu, kau itu bukan siapa-siapa! Jangan pernah ikut campur dalam urusanku!”

 

“Ini bukan hanya urusanmu Cho Kyuhyun, ini menyangkut Baekhyun!”

Hyowon berteriak dan menekan nama Baekhyun disana. Membuat Kyuhyun semakin kesal dan rasanya ingin membungkamnya dengan mencium bibir itu agar tidak menyebut nama Baekhyun dihadapannya. Kyuhyun sudah muak, terlebih lagi Hyowon begitu peduli pada Baekhyun.

“Ah, kau begitu memperdulikannya ya? Apa kalian saling menyayangi hingga kau selalu ikut campur dalam urusannya?”

“Tentu saja kami saling menyayangi dan melindungi. Aku sangat peduli padanya Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun seperti terhempaskan begitu saja, jadi benar dugaanya  mereka memliki perasaan yang dibenci olehnya. Dan kata melindungi itu membuat Kyuhyun ingin menertawakannya saat ini juga, kenapa gadis itu hobi sekali mengatakan “melindungi” tidakkah ia mengingat bahwa telah mengatakan hal itu juga padanya sebelum ini?

 

“Kau ingin melindunginya? Lindungilah sebisamu!”

 

“Tentu, aku akan selalu melindunginya karena dia sangat berarti bagiku!”

Gadis ini benar-benar membuat emosi Kyuhyun meningkat, seperti menginjak-injak hatinya dan meremukannya seperti ponsel yang baru saja ia lempar. Begitulah perasaan Kyuhyun  saat ini.

 

“Jika begitu, kenapa kau tidak menikah saja dengannya? Lindugi dia sebagai suamimu!”

 

Hyowon tersenyum tak percaya dengan apa yang dikatakan Kyuhyun, apakah pria itu sedang mengejeknya?

“Andai aku bisa melakukannya aku sudah pasti melakukannya.” Tandas Hyowon yang sarat akan kesakitan pada hatinya.

 

“Wah, kau pasti akan merasa sangat bangga karena bisa menikahinya!” Kyuhyun bertepuk tangan dengan tatapan evil yang membuat Hyowon sama sekali tidak takut bahkan lebih menguatkan dirinya. Ingat, Gadis itu lebih keras kepala daripada Kyuhyun.

 

“Aniya! Bukan kebanggaan yang ingin aku dapatkan dari suamiku, tapi kasih sayang! Aku akan merasa sangat dicintai dan dilindungi jika bisa menikah dengannya!”

 

“Hah jinjja! Apa kau sedang menjatuhkanku saat ini? Yaa! Asal kau tahu, kau bahkan jauh dari kriteria seorang istri bagiku, dan menantu untuk keluargaku. Kau bahkan tidak masuk dalam satu syaratpun untuk menjadi bagian dari keluargaku. Jangan terlalu percaya diri dan enyahlah dari wajahku!”

Ucapan Kyuhyun begitu menyayat hatinya, ingin rasanya ia menangis saat ini juga namun hatinya menolak, akan terlihat lemah jika saat ini dia menangis. Hyowon lebih memilih untuk marah  daripada menangis di hadapan Kyuhyun.

 

“Yaa! Kau, pria macam apa yang mengatakan hal kasar seperti itu padaku huh?”

“Apa? Kasar? Itu fakta Park Hyowon! Dan ya, aku ingat kau tadi bilang jika sikapmu membuatku tidak nyaman maka katakanlah secara langsung dan pada detik itu juga! Benarkan? Sekarang aku mengatakannya” Kyuhyun masih belum bisa meredakan emosinya, dan kalimat itu sukses membuat Hyowon tertekan. Baru saja ia merasakan sakit karena sikapnya sendiri untuk Baekhyun, dan sekarang Kyuhyun mengungkitnya. Apa semenyebalkan itu dirinya bagi orang lain?

 

“Yaa! Yaa! Yaa! Kalian berdua hentikanlah!”

Lee Hyukjae dan Donghae masuk berusaha melerai mereka berdua. Rupanya pertengkaran Kyuhyun dan Hyowon itu terdengar hingga lantai bawah tempat mereka berdua menunggu suami istri ini menyelesaikan masalahnya namun terdengar pertengkaran yang mengarah kemana-mana.

 

“Aku mengerti ini adalah pertengkaran antara suami-istri..”

Kyuhyun membuang nafas kasarnya mendengar kata “suami-istri”, pria itu sedikit tidak setuju dan merasa terhina dengan sebutan itu setelah perdebatannya dengan Hyowon.

“Yaa apa dia layak menjadi seorang istri?” pertanyaan merendahkan itu mengacu pada Hyowon yang selalu membela pria lain daripada suaminya dan membuat Kyuhyun merasa kesal.

“Yaa Cho Kyuhyun, apa kau juga layak disebut seorang suami huh?”

“Kau!”

Lee Donghae mengusap wajahnya fustasi

“Sudah hentikan, kalian terlihat kekanakkan! Tidak bisakah diselesaikan secara baik-baik?”

“Tidak bisa!” Keduanya memekik bersamaan.

 

“Lihatlah kalian begitu kompak.” Lee Hyukjae berkomentar dengan sedikit senyum. Terlihat lucu melihat Kyuhyun yang tidak bisa menang atas Hyowon yang biasanya selalu menang dari siapapun.

 

“Aku akan pergi!” Hyowon sudah muak dengan Kyuhyun dan kalimat Kyuhyun yang menyuruhnya enyah itu membuatnya semakin tidak betah berada disini.

 

“Pergilah!” Kyuhyun bersikap seolah tidak  peduli.

 

“Yaa . . . Park Hyowon-ssi, kau tidak boleh pergi. Kau mau pergi kemana huh? Jika ada yang meninggalkan apartment ini aku akan langsung melaporkannya pada Ketua. Bagaimana?”

Lee Donghae memperlihatkan ponselnya bersiap menghubungi Ketua yang dimaksud adalah Nenek dari Cho Kyuhyun.

“Kau sedang mengancamku Lee Donghae?” Kyuhyun melemparkan tatapan mautnya pada Lee Donghae.

 

“Ini juga untuk kebaikan kalian.” ucap Hyukjae dengan santai.

 

“Laporkan saja, aku tidak peduli! Bukankah kata pria menyebalkan ini aku tidak termasuk pada kriteria keluarganya.” Hyowon membalikan tubuhnya bersiap untuk keluar dari ruangan ini.

 

“Yaa!”

Hyowon tersentak dan menghentikan kakinya saat pekikan yang terdengar menggelegar di ruangan ini membuatnya kembali menatap ketiga pria yang baru saja berteriak sangat kompak itu.

“Kenapa kalian bertiga meneriakiku seperti itu hah?” Hyowon memekik kesal pada ketiga pria tampan di hadapannya.

 

“Maafkan aku Park Hyowon-ssi!” Lee Hyukjae menundukan wajahnya merasa bersalah karena repleks berteriak bersamaan untuk menahan gadis itu pergi.

 

“Ya, maafkan aku Hyowon-ssi. Kumohon untuk tetap disini, Kyuhyun memang menyebalkan tapi kuharap kau mengerti akan hal itu. Ayo kita bicara diluar.” Donghae berjalan mendekati Hyowon untuk mengajaknya berbicara.

 

“Untuk apa diluar? Disini saja!” Kyuhyun bersuara dengan penuh ketegasan, tapi itu membuat Hyowon semakin geram dan tidak ingin melihat wajahnya.

 

“Ayo Lee Donghae-ssi!” Hyowon menarik tangan Lee Donghae yang membuat pria itu sempat terkejut namun melirik Kyuhyun yang menatap tajam kearah tangan yang digenggam Hyowon itu.

 

“Dasar gadis gila!” Kyuhyun mengumpat yang mendapat balasan yang setimpal dari gadis yang membuatnya gila itu.

 

“Kau yang gila Cho Kyuhyun.”

 

“Apa?”

 

“Sudahlah Kyuhyun-ah, tenangkan dirimu!” Lee Hyukjae menahan bahu Kyuhyun ketika pria itu hendak mengejar Hyowon dan Donghae yang keluar dari kamar ini.

Lee Hyukjae hanya bisa menggelengkan kepalanya memikirkan Kyuhyun yang sama seperti apa yang diucapkan Lee Donghae, Menyebalkan.

Menurut Hyukjae, Kyuhyun begitu kekanakkan saat ini tidak seperti Kyuhyun sebelumnya, pertengkarannya bahkan tidak bisa diselesaikan oleh pria itu. Apa karena sekarang lawan Kyuhyun adalah Hyowon membuatnya tidak bisa memenangkan perdebatannya hingga pria itu menjadi seperti remaja yang sedang tidak stabil emosinya.

 

Park Hyowon diusir dari kamar Kyuhyun malam ini, gadis itu tidur di sofa yang luas di depan layar besar LED Televisi mewah itu. Dengan selimut tebal ia membungkus tubuhnya agar tidak kedinginan seraya memeluk boneka kesayangannya. Kyuhyun benar-benar pria jahat gumamnya. Meskipun dirinya juga sedang tidak ingin tidur seranjang bersama pria itu.

 

Ingin pergi keluar dari apartment milik Kyuhyun ini dan tidur di apartment sederhananya yang sudah ia tinggalkan sejak menikah dengan Kyuhyun itu harus dihapuskan dalam pikirannya. Lee Donghae menasehatinya, dan semua ucapan pria itu benar. Jika Hyowon pergi dari apartment ini maka Keluarga besar Cho Kyuhyun akan sangat merasa kecewa, dan juga akan menyalahkan Kyuhyun dalam hal ini. Tapi bukan itu yang menjadi masalah utamanya, publik juga akan menilai negatif pada pewaris CG Company itu. Jika orang lain tahu mereka hidup terpisah akan menimbulkan permasalahan yang juga menimpanya, dan keluarganya pasti akan sedih jika mengetahui hal ini. Park Hyowon harus menerima tanggung jawab atas keputusannya menikah dengan seorang Cho Kyuhyun yang juga memiliki tanggung jawab penuh atas perusahaan dan keluarganya.

 

Park Hyowon tidak ingin egois, bisa saja ia mengabaikan hal itu namun gadis itu berusaha meredam emosinya untuk kebaikannya dan Kyuhyun. Bagaimanapun pria itu juga sudah banyak menolongnya.

 

***

 

Pagi telah menyambutnya, Cho Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan kaos polos berwarna putih dan boxer berwarna hitam. Pria itu mengusap rambut basahnya dengan handuk putih lalu melihat satu set pakaian yang siap untuk ia kenakan sudah disiapkan diatas tempat tidur.

Pria itu membuang wajahnya mengeluarkan nafas beratnya. Gadis itu membuatnya kesal dan sekarang lebih, lagi-lagi perpaduan kemeja dan jas beserta dasinya tidak sesuai dengan seleranya. Kyuhyun memasuki ruangan tempat menyimpan pakaiannya dan memilihnya sendiri mengabaikan setelan yang sudah Hyowon siapkan itu.

 

Kyuhyun berjalan menuruni anak tangga tidak melihat sosok gadis itu, mungkin sedang mandi di kamar mandi yang lain. Tubuhnya melewati meja makan yang sudah siap dengan hidangan yang terlihat menggiurkan untuk sarapan pagi, dan susu putih dalam gelas itu sudah menemani gelas yang lain berisi air mineral. Bukankah gadis itu marah besar semalam? Rupanya ia mampu meredakan emosinya dengan cepat hingga bisa menyiapkan semua ini. Namun suasana hatinya sedang buruk kali ini, Kyuhyun tidak ingin sarapan disini mengingatkannya akan pertengkaran semalam dan ingin cepat-cepat pergi ke kantor.

 

 

Hyowon melakukan hal yang serupa, setelah melihat pakaian yang disiapkannya untuk Kyuhyun hanya diabaikan begitu saja, dan melihat makanan dan minuman yang tidak tersentuh sedikitpun masih utuh itu membuatnya kehilangan nafsu makannya. Hyowon menaiki bis untuk pergi ke kantornya, hari ini ia akan melakukan pekerjaannya di luar kota. Meskipun masih cukup kesal, ia menyempatkan menaruh sebuah catatan kecil dalam kertas berwarna kuning di nakas dekat tempat tidur untuk memberitahu Kyuhyun.

 

*

 

Baekhyun duduk di ruangan kerjanya yang masih belum digunakan itu, kantornya akan diresmikan pekan depan namun pria itu terlihat sangat betah berada disini. Ada tempat tidur berukuran tak terlalu besar di belakang dinding ruangan ini layaknya sebuah kamar di dalam ruang kerja pribadinya. Raut wajahnya terlihat sangat sedih, ia masih memikirkan Hyowon. Dari Semalam bahkan Baekhyun berusaha menghubunginya, tapi tidak bisa. Benarkah Hyowon tidak ingin dekat dengannya lagi?

 

Matanya menatap lekat selembar foto yang menampilkan seorang gadis muda berseragam Sekolah Menengah yang tersenyum ceria dengan dua jari yang ia perlihatkan dekat kepalanya. Gadis muda itu tak lain adalah Hyowon yang saat itu masih berusia 16 tahun.

 

“Kau masih sama Hyo, Cantik dan sangat menggemaskan. Kau membuatku ingin selalu tersenyum hanya dengan melihat wajah manismu itu. Kau membuat jiwaku hidup dan bersemangat.” Baekhyun bergumam dengan nada rendah.

 

Baekhyun mendekatkan foto itu pada dadanya, seolah ia sedang memeluk tubuh gadi itu dengan erat. Ia merindukannya saat ini, tapi perasaannya masih takut jika Hyowon marah padanya. Kata-kata gadis itu semalam bahkan seolah timah panas yang menembus organ dalamnya. Baekhyun begitu mencintai Hyowon hingga seperti ini.

 

“Aku hanya ingin membuatmu bahagia Hyo, melindungimu, membuatmu tersenyum dan apapun akan kulakukan hanya agar kau bahagia. Itu janjiku yang akan selalu kutepati.”

 

*

 

Hyowon sudah duduk di sebelah Sungjae di dalam mobil bersama dua orang pegawai lain yang termasuk pada Tim Analisis yang bertugas bersamanya kali ini. gadis itu sedang memasang  SIM card pada ponsel baru yang ia terima dari Kyuhyun lewat orang suruhan Kyuhyun yang datang menemuinya tadi di lobi kantornya. Terhitung sudah dua kali pria itu memberikannya ponsel baru.

 

“Ada apa dengan ponsel lamamu Noona?” tanya Sungjae yang menatap Hyowon sekilas.

 

“Ponselnya jatuh hingga rusak dan tidak bisa dipakai lagi.” Jawab Hyowon sedikit berbohong.

“Apa yang telah kau lakukan hingga-“

“Sudahlah Sungjae-ya fokus saja mengemudi, biarkan aku tidur sebentar aku sangat lelah.” Hyowon buru-buru memotong pertanyaan Sungjae padanya. Ia tidak ingin membahas masalah ponselnya itu, Hyowon bergerak membenarkan posisi duduknya hingga senyaman mungkin.

“Baiklah Noona.” Sungjae kembali melirik seniornya ini lalu mengangguk paham. Hyowon sedang dalam suasana hati yang tidak bagus kali ini membuat pria muda dan tampan itu mengunci kembali mulutnya yang sebenarnya tidak bisa diam itu.

 

*

 

Cho Kyuhyun memasuki apartmentnya dengan berjalan santai meski wajahnya terlihat sangat lelah, pria itu sengaja lembur di kantor hingga pulang cukup larut hanya untuk menghindari Hyowon. Ia bingung dengan dirinya sendiri, bahkan di kantorpun pria itu selalu memikirkannya, apakah karena terlalu marah atau apa? Kyuhyun tidak paham dengan itu. Tapi ada saat dimana ia juga ingin cepat-cepat sampai di rumah untuk sekedar bertemu dengan wajah yang selalu terbayang dalam pikirannya itu.

 

Kosong, keberadaan Hyowon tidak bisa ia temukan. Mungkinkah gadis itu belum pulang? Pikir Kyuhyun. ia kemudian membaringkan tubuhnya dan menaruh ponselnya yang terlihat menggemaskan baginya karena membuatnya bingung haruskah menghubungi Hyowon atau tidak.

Ada yang menarik diatas nakas itu, secarik kertas dengan tulisan tangan.

 

“Cho Kyuhyun-ssi, aku tidak pulang hari ini. Aku memiliki pekerjaan di luar kota selama tiga hari.”

 

Cho Kyuhyun tersenyum pahit kemudian kembali menaruh kertas itu pada tempatnya semula.

“Untuk apa dia memberitahuku! Menyebalkan!”

Kyuhyun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tidak ada boneka kelinci itu di tempat tidurnya  membuat ia kembali memikirkan Hyowon.

Bahkan tiba-tiba saja ia seolah melihat sosok gadis itu sedang terbaring disampingnya, tidur dengan wajah yang selalu ia lihat sebelum dan sesudah tidur itu. Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali untuk melenyapkan apa yang ia lihat baru saja.

 

“Park Hyowon kau membuatku gila.” Desah Kyuhyun yang kemudian segera bangkit karena merasa gelisah.

Kyuhyun ingin melihat Hyowon saat ini juga, atau sekedar mendengar suaranya. Tapi tidak bisa, mungkin gadis itu juga sudah tidur disana. Bayangan pertengkarannya dengan istrinya itu terlintas, betapa ia terlihat begitu jahat setelah mengingat apa saja yang Kyuhyun lontarkan.

 

 

“Hyowon-ah!” tanpa sadar Kyuhyun menggumamkan nama itu dengan menekan dadanya yang terasa sesak. Apakah saat ini Kyuhyun begitu merindukannya? Benarkah? Jika benar maka ia harus menahannya untuk tiga hari, tapi jika nyalinya bisa mengalahkan rasa gengsi yang sangat besar itu maka Kyuhyun saat ini juga akan menghubungi Hyowon dan mendengar suara gadis yang ia rindukan, Ataupun besok pagi.

 

Kyuhyun tidak melakukannya, ia mencoba menahan apa yang ada dalam perasaannya dengan membaringkan tubuhnya kembali berusaha dengan gigih untuk melenyapkan perasaan aneh dalam hatinya.

 

***

 

Cuaca cerah dengan mentari yang mulai naik, dan angin yang berhembus cukup menyejukkan. Udara saat ini tidak terlalu panas ataupun dingin seolah membantu untuk kesuksesan acara yang sedang dilangsungkan diluar ruangan ini.

Kyuhyun sedang menghadiri acara perayaan hari jadi Hotelnya. Banyak sekali orang di lapangan yang telah disulap menjadi tempat pertandingan dan beberapa tenda berada di sekelilingnya. Ratusan tempat duduk berjejer rapi di setiap sisi.

Para tamu penting datang dan mengisi tempat duduk VVIP yang berada di tenda khusus dengan beberapa wartawan yang sudah siap meliput acara ini. Kyuhyun yang duduk di dampingi oleh Lee Hyukjae dan Lee Donghae itu nampak tersenyum ramah menyapa orang-orang penting yang duduk di bawah tenda yang sama dengannya.

“Woaa, aku tidak menyangka acaranya akan semeriah ini. Bahkan acara televisi sudah menayangkan dan membuat spoiler hingga publik menyoroti acara ini. Daebak!” Ucapan Lee Donghae membuat Kyuhyun tersenyum.

‘Tentu saja, biaya yang sangat besar juga aku keluarkan untuk hadiah dan acara ini’ Kyuhyun membatin.

 

Keamanan yang super ketat juga menyeimbangkan kemeriahan dalam acara ini, petugas kepolisian dan petugas keamanan Khusus milik Keluarga Cho sudah siap bersiaga mengamankan jalannya acara perayaan Ulang tahun SL Hotel ini.

 

Cho Kyuhyun tersenyum senang melihat Investor Kim Yunho menghadiri acara ini bersama istrinya, bahkan beberapa pengusaha  yang bekerja sama dengannya juga datang bersama istri dan keluarganya. Kyuhyun tidak menduga konsep acara yang ia remehkan itu bisa menarik perhatian yang sangat besar dari kalangan menengah hingga atas. Dari situ ia sadar bahwa hal yang mengenai keluarga adalah hal yang sangat menarik dan ditunggu oleh semua orang termasuk dirinya. Meskipun Nenek, Kedua orang tua dan keluarganya yang lain hadir dalam acara ini, Kyuhyun masih merasa ada yang kurang. Ada sosok yang ia tunggu sekarang, istrinya. Park Hyowon.

 

Semua orang tertawa dan memberikan tepuk tangan dengan pertandingan antar pasangan suami istri ini. Sang suami sedang menggendong istrinya dari garis start hingga garis finish itu. Dari Peserta sepuluh pasang itu tak sedikit para suami yang harus menyerah karena tidak kuat membawa beban tubuh istrinya.

Tapi Kyuhyun hanya menatap kosong pemandangan meriah itu, sorak-sorak semangat dan tawa seolah tidak bisa ia dengar, pikirannya kembali mengingat gadis itu. Yang selalu menghantuinya selama tiga hari ini, yang tiba-tiba muncul di dalam mimpinya. Dan gadis yang tidak menjawab ponselnya, mengabaikan pesan singkat yang dikirimnya. Oh Sial, Kyuhyun benar-benar merindukan gadis itu dan sudah tidak bisa menahannya lagi.

 

“Hyowon-ah, aku ingin melihatmu. . . bogoshipeo . . .”

 

Kyuhyun bergumam pelan dalam suasana riuh hingga tak ada satu orangpun yang mendengarnya, bahkan Lee Donghae yang berada di sampingnya benar-benar menikmati tontonannya saat ini.

Kyuhyun membelalakan matanya saat indera penglihatannya itu kembali melihat sosok gadis yang ia rindukan muncul dihadapannya. Dengan senyum yang mampu membuat Kyuhyun meleleh. Dan Kyuhyun merasa bahwa bayangan gadis itu kali ini lebih cantik dari biasanya.

 

“Kyuhyun Oppa!”

 

Deg!

Jantung Kyuhyun berdegup sangat kencang ketika mendengar suara itu begitu nyata dan bahkan sangat nyata. Kyuhyun menggerakan kepalanya melihat ke sekitarnya, merasakan dirinya sedang tidak baik-baik saja. Apa dia sudah gila? Pria itu memikirkan pertanyaan itu terus menerus. Tapi melihat Nenek dan Kedua orang tuanya yang tersenyum menyambut Hyowon dan Donghae yang melakukan hal yang sama membuatnya bernafas lega. Gadis ini memang nyata, Kyuhyun tidak berhalusinasi saat ini. akhirnya, dia mampu melihat Hyowon yang nyata karena selama tiga hari ini ia seperti dihantui oleh sosok yang masih hidup itu.

 

 

Melihat Kyuhyun hanya diam menatap Hyowon dengan tatapan datarnya membuat gadis itu mendesah kesal dan bergerak melangkah, ia berpikir bahwa Kyuhyun saat ini masih marah padahal ia datang buru-buru kemari hanya untuk melihat suaminya.

 

Baru beberapa saat melangkah hingga melewati tiang penyangga tenda khusus itu sebuah tangan telah menahannya dan menarik dengan cepat tubuh kecilnya kedalam sebuah dekapan yang sangat erat. Hyowon tersentak, ia belum bisa melihat siapa yang memeluknya tapi hidungnya sudah bisa merasakan aroma maskulin yang mulai menjadi kesukaannya sekarang, aroma tubuh Cho Kyuhyun. Ya! Hyowon merasakan bahwa tubuh hangat yang memeluknya ini adalah Kyuhyun suaminya.

 

Kyuhyun mengabaikan semua orang yang mungkin akan menatap adegan berpelukan ini, tidak peduli! Kyuhyun hanya ingin melakukan ini, ia hanya ingin gadisnya, Kyuhyun menginginkan Hyowon yang berada di dalam dekapannya.

Betapa pelukan itu terasa sangat erat dan sarat akan kerinduan yang sangat mendalam, hingga mampu menghangat hati keduanya. Hyowon tidak bisa melakukan apapun selain merasakan hangatnya tubuh Kyuhyun dan detak jantungnya yang terasa berirama dengan serentak bersama detak jantung Kyuhyun yang mampu ia dengar.

 

“Kyuhyun-ah . . .” Hyowon bergumam mendongakan kepalanya untuk melihat wajah suaminya.

 

Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menaruh kedua tangan itu di pipi lembut Hyowon yang mulai memerah.

 

Chu~

 

Hyowon memejamkan kedua matanya saat sentuhan datang pada bibirnya. Kyuhyun menciumnya, membuat gadis itu seperti merasakan kupu-kupu berterbangan dalam perutnya. Sentuhan lembut itu terasa seperti sengatan listrik pada tubuhnya. Kyuhyun memperdalam ciumannya menyesap bibir bawah yang memerah itu dengan lembut dan penuh cinta. saat ini Kyuhyun sedang meluapkan seluruh kerinduannya dan melepaskan perasaan yang tertahan dalam hatinya hingga Hyowon juga mampu merasakannya.

 

Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka namun masih enggan menjauhkan wajahnya hingga keduanya saling merasakan nafas mereka bersama, hembusan nafas dengan wangi mints itu membuat Hyowon terasa mabuk dan menatap Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca.

Kyuhyun tersenyum dan membuka mulutnya untuk mengucapkan kalimat yang sialan begitu menyiksanya untuk diucapkan dihadapan Hyowon.

 

“Jeongmal Bogoshipeo My Wife!”

 

 

To Be Continue . . .

 

 

 

 

 

Advertisements

12 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 7)

  1. Ciaaah akhirnyaaa,, kyu buang juga gengsinya dia 😀 . Nah gitu dong peluk”an, cium”an kan enak di liat. Dari pada berantem saling teriak 🙂

    Like

  2. mulai takut dengan baekhyun, kirain cuma kyu aja yg gak suka sama baekhyun, ternyata mereka sama” saling gak suka. semoga ini awal yg baik untuk hyowon dan kyu

    Like

  3. Aigo aigo aigo kyuhyun ah manis bgt kmu kyu tpi di saat yg bersamaan harga diri kmu tinggi bgt smpe kangen aja gengsi buat tlfn hyowon
    Ada baiknya juga hyowon pergi ke kluar kota hahaha lanjutkan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s