OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 5)

our-complicated-marriage

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Drama Romance,  Comedy, Married Life

Length : Chapter

Rating : PG 17

Casts : Cho Kyuhyun – Park Hyowon – Byun Baekhyun – Choi Lui – Lee Donghae – Lee Hyukjae and Other Casts

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t copas, and don’t bash!

 

Typo is magic ~

 

(*) Kau membawa ombak ke dalam hatiku, membuat jantungku merasakan badai yang hebat namun terdengar seperti melodi yang indah dalam tempo cepat. Jangan melakukannya lagi jika hanya sesaat! Karena aku ingin merasakannya setiap saat.

 

Happy Reading ^^

 

“Karena kau adalah suamiku!”

 

Cho Kyuhyun keluar dari ruang rapat bersama Lee Donghae yang berjalan di sampingnya. Dalam Agenda rapatnya kali ini entah mengapa ia tak begitu bersemangat. Tak banyak bicara dan hanya bisa memperhatikan dengan pikiran yang terbagi dua.

 

Pria itu melepaskan kancing jas kantornya kemudian duduk dengan bersandar. Saat ini Kyuhyun duduk sendiri di ruangannya. Jari-jarinya menyentuh cincin yang melingkar di jari tengahnya – cincin pernikahannya. Ingatannya berputar pada waktu ia berjalan bersama Park Hyowon, gadis itu mengatakan padanya bahwa ia melindunginya karena Cho Kyuhyun adalah suaminya.

Kalimat itu begitu menyentuh hatinya hingga pikirannya terus memikirkan wajah Hyowon ketika mengucapkan kalimat sederhana yang tak mampu ia pahami mengapa begitu berdampak pada dirinya.

Sesungguhnya setelah Hyowon mengatakan hal itu, ingin sekali ia kembali menanyakan alasannya. Namun hatinya yang sedikit tertekan itu membuat Kyuhyun hanya bisa diam, dan melanjutkan langkahnya hingga mengantar Hyowon ke Rumah Sakit.

 

***

 

Park Hyowon sudah berada di kamar Kyuhyun, gadis itu sudah mengenakan piyama tidur berbahan satin tipis yang longgar.  Gadis itu memegang sebuah krim yang masih tertutup di tangan kanannya, ia mengingat perkataan dokter padanya.

 

“Luka bakarnya masih dalam derajat satu atau masih ringan. Akan tetapi akan terasa perih dan sedikit sakit. Ini juga menimbulkan kulit menjadi memerah namun dalam waktu kurang dari seminggu lukanya akan cepat sembuh. Aku sarankan agar memakai pakaian yang tidak terlalu memberikan tekanan pada kulit untuk dua hari ini. gunakan krim untuk luka bakar ini sebelum tidur.”

 

Penjelasan lengkap dari sang dokter itu ia meningatnya dengan baik. Harusnya setelah tersiram sup panas itu ia membuka bajunya dan mendinginkannya dengan air dingin, tapi semua itu bahkan tidak terpikirkan olehnya, ia hanya takut melihat wajah Kyuhyun yang sangat menyeramkan baginya. Hyowon memikirkan apakah Kyuhyun begitu marah karena ia mengacaukan makan siangnya? Oh Sial, ia bahkan mengacaukan semuanya mulai dari kecerobohannya menyebrang mengakibatkan Kyuhyun tidak datang dalam rapat investor, pernikahannya, dan sekarang? Hyowon kini menyalahkan dirinya sendiri dan begitu merasa bersalah pada Kyuhyun.

 

“Berikan padaku!”

 

Suara Pria yang sedang ia pikirkan itu terasa nyata membuatnya terkejut dan menatap sosok yang berdiri dengan wajah lelah namun masih terlihat sangat tampan. Dan kedua kancing paling atas kemejanya yang terbuka itu memberikan kesan seksi padanya.

Gadis itu tak menyadari kedatangan Kyuhyun yang entah sejak kapan yang tiba-tiba sudah berdiri di ruangan ini.

“Apa?” Tanya Hyowon tak mengerti pertanyaan Kyuhyun padanya.

“Krim yang ditanganmu! Aku yang akan melakukannya.” Jawab Kyuhyun dengan santai.

Tapi tak serupa dengan ekspresi Kyuhyun, Hyowon sangatlah terkejut dan berdebar seketika. Apa maksudnya? Jadi Kyuhyun  akan mengoleskan krim nya pada punggungnya? Oh Tidak! Membayangkannya saja sudah membuat jantungnya berdetak dengan kecepatan dua kali lipatnya.

 

“Tidak usah Kyuhyun-ssi, aku akan melakukannya sendiri!” Tolak Hyowon dengan nada yang sangat rendah.

“Benarkah? Coba lakukanlah!” Kyuhyun menatapnya dengan lekat, meski cukup tajam tapi tak semenakutkan tadi siang, hanya saja pengaruhnya sama yaitu membuatnya kesulitan bernafas dan berdebar.

 

Park Hyowon menundukan kepalanya, tangannya bergerak untuk membuka penutupnya namun sebuah tangan besar tiba-tiba menyambarnya. Hyowon mendongakkan kepalanya melihat sosok pria yang sedang berdiri di dekatnya. Tapi pria itu tak melihatnya, ia hanya fokus pada krim pereda luka bakar itu.

 

Kyuhyun duduk di sisi tempat tidur, tepatnya di dekat Hyowon dengan posisi yang menghadap punggung gadis itu.

“K-Kyuhyun-ssi, biarkan aku saja.”

“Diamlah, Cepat turunkan sedikit bajumu!”

 

Dengan sangat cepat dan sangat sulit Park Hyowon menelan salivanya, astaga! Bahkan jari-jari tangannya kini bertautan, ia merasa sangat gugup saat ini.

Tangannya bergerak perlahan untuk membuka kancing piyamanya, bibirnya tergigit sendiri menahan detak jantung yang bahkan bisa ia dengar cukup jelas. Mau bagaimana lagi? Kyuhyun tipe orang yang pemaksa, jika pria itu ingin melakukannya maka ia akan melakukannya.

 

Perlahan ia menurunkan pakaiannya hingga Kyuhyun bisa melihat setengah dari punggungnya. Kedua tangannya sangat erat menggenggam kedua sisi baju tidurnya itu.

Kyuhyun menatap sendu punggung malang itu, meski dokter mengatakan bahwa ini hanyalah luka ringan tapi pria itu merasakan di dalam hatinya bahwa ini pasti menyakitkan sangat menyakitkan hingga entah benar atau tidak ia juga seperti merasakan sakit dan perih itu pada hatinya.

 

“Kyuhyun-ssi.” Park Hyowon bersuara karena ia sedikit malu dan gelisah, itu disebabkan karena Kyuhyun hanya diam dan melihat punggung bagian atasnya. Leher belakangnya begitu terekspos karena gadis itu mengikatnya keatas.

“Diamlah!”

 

Tangannya mulai menyentuh permukaan kulit itu dengan perlahan, dengan sangat hati-hati tangannya mengoleskan krim yang lebih menyerupai jel yang dingin dan meresap pada bagian kulit yang terluka.

Cho Kyuhyun juga merasakan kegugupan dalam dirinya, tapi tak sehebat apa yang dirasakan Park Hyowon. Sejak tangan itu menyentuh pundaknya, Hyowon harus mengalihkan tangannya di dadanya karena jantungnya berdetak tidak sesuai dengan keinginannya, pikiran-pikiran aneh terbang di otaknya namun ia selalu bersugesti bahwa Kyuhyun sedang bertindak sebagai dokternya. Ingin memikirkan bahwa Kyuhyun sedang bertindak sebagai suaminya, tapi ia tidak bisa. Jauh sekali jika ia berpikir seperti itu.

 

“Sudah selesai.”

 

Dua kata itulah yang sangat ia tunggu sejak tadi membuatnya kembali menarik piyamanya dan menutupi tubuhnya yang sempat terbuka itu.

“Gomawoyo.” Park Hyowon merubah posisi duduknya hingga bisa melihat wajah Kyuhyun, ia sudah tidak tahan membelakangi pria itu.

“Bagaimana sekarang?”

 

Hyowon terdiam, baru saja ia meredakan jantungnya yang berdebar tak beraturan itu. Kyuhyun sudah memberikan pertanyaan yang membuatnya kembali terhenyak. Gadis itu bingung, ada apa dengan Kyuhyun yang terlihat seperti . . . Kyuhyun yang menabrak dan menolongnya. Cukup lembut dan perhatian.

 

“Sudah lebih baik, krimnya membuat lukanya terasa dingin.” Jawab Hyowon seadaanya.

Kyuhyun hanya menatapnya kemudian beranjak mendekati lemari, ia baru saja pulang dari kantor merasakan lelah ditubuhnya dan ingin segera ke kamar mandi untuk membuat tubuhnya bersih dan segar.

 

Hyowon memeriksa ponselnya, sebuah pesan masuk diterimanya. Sebuah pesan dari rekan kerjanya yang mengingatkan presentasi perancangan pukul 9 pagi. Sebenarnya ia tidak terlalu bertanggung jawab untuk hal ini, tapi gadis itu hanya akan menghadiri bukan sebagai presentatornya.

 

Saat hendak berbaring, Kyuhyun sudah menatapnya membuat ia bingung dengan menautkan kedua alisnya mengisyaratkan ‘ada apa?’ pada Kyuhyun.

 

“Posisi tidurmu itu harus miring, arrasseo?”

Benar! Kyuhyun mengingatkan kalimat dokter yang sempat ia lupakan. Gadis itu menganggukan kepalanya lalu memposisikan tubuhnya untuk tidur dengan mengarah ke sisi berlawanan darinya, sisi Kyuhyun tertidur. Ia sudah sangat lelah dan ngantuk membuatnya tidak peduli jika nanti ia melihat Kyuhyun di pagi hari, yang jelas saat ini Hyowon hanya ingin tidur.

 

Dan sekarang Kyuhyun sudah berada di atas tempat tidur yang sama dengan Hyowon. Kyuhyun menatap penasaran pada boneka putih mirip kelinci itu yang dipeluk Hyowon. Kemarin ia tidak melihat boneka ini, apakah gadis itu mengambilnya ke apartmentnya? Dan apakah gadis itu tidak bisa tidur jika tidak ada boneka yang sedang ia peluk itu?

 

Mengabaikan pertanyaan yang tiba-tiba datang pada pikirannya, Cho Kyuhyun memutuskan untuk berbaring di samping Hyowon yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya ke alam mimpi. Gadis itu bergerak hendak merubah posisi tidurnya namun tangan Kyuhyun sangatlah sigap hingga menahan pinggang ramping Hyowon dan kembali membawa gadis itu ke hadapannya.

 

Cho Kyuhyun mengeluarkan nafas leganya, tangannya belum mau ia lepaskan dari pinggang Hyowon, pria itu berpikir bagaimana jika beberapa saat lagi atau nanti Hyowon kembali bergerak? Entah terpaksa atau tidak sekarang posisi tidur Kyuhyun mengarah pada Hyowon hingga keduanya saling berhadapan dengan berbaring di atas kasur yang empuk itu, dan tangannya yang berada di atas selimut yang menutupi tubuhnya dan hyowon itu masih memegang lembut pinggang Hyowon.

 

Sebuah senyuman menghias di wajah tampan Cho Kyuhyun saat sepasang matanya memandang wajah tertidur itu dan mengarah pada bibir merah jambu Hyowon. Senyumnya semakin mengembang karena memori ingatannya mem-flashback kejadian dimana ia mencium bibir itu dengan posesif setelah mereka mengikrarkan janji suci pernikahan. Bibir yang terasa sangat lembut, dan manis menurut Cho Kyuhyun hingga ia membuat Hyowon sulit bernafas bahkan tidak membiarkan bibir itu terlepas dengan mudah.

“Jaljayeo!” Ucap Kyuhyun sangat pelan kemudian memejamkan kedua matanya.

 

***

 

Keesokan harinya, Park Hyowon sudah siap untuk berangkat. Usai sarapan pagi bersama keluarga suaminya, ia berpamitan. Sarapan pagi ini cukup membuatnya menikmati makanannya karena Nenek dan Ayah Kyuhyun menanyakan tentang keadaannya usai kejadian kemarin di restoran, meskipun singkat gadis itu cukup senang karena ada obrolan di tengah-tengah acara sarapannya walau Ibu Kyuhyun hanya menyimak dan tak berbicara.

 

 

“Kyuhyun-ssi, tidak bisakah kau menarik keputusanmu itu? Kumohon jangan memecat pegawaimu itu!” Park Hyowon bersuara di suasana hening di dalam  mobil mewah ini. Lee Hyukjae hanya mendengarkan dan Kyuhyun seketika menoleh kearah Hyowon.

 

“Tidak bisa, itu kecerobohan yang tidak bisa aku toleransi.” Kyuhyun menolak permintaan Hyowon dengan sangat tegas.

 

“Tapi kurasa saat itu dia sedang sakit, aku mohon padamu.” Gadis itu masih bersemangat untuk memohon pada Kyuhyun.

“Diamlah, kau berisik sekali!”

“Lagipula aku tidak apa-apa –”

“Memangnya aku memcatnya karenamu? Tentu saja tidak, itu kesalahannya sendiri. Jika dia merasa tubuhnya sakit, kenapa memaksakan diri untuk melakukan hal yang tak mampu ia lakukan. Itu membuatnya merugikan orang lain dan dirinya sendiri.”

“Tapi dia tidak sengaja.”

“Manusia akan selalu memanfaatkan ketidaksengajaan. Sudahlah Park Hyowon, kau tidak bisa merubah keputusan yang sudah kubuat.”

Park Hyowon bungkam, ia memang tidak bisa membujuk Kyuhyun yang memiliki sifat keras kepala itu. Gadis itu menyerah, dan tak ingin melanjutkan perdebatannya lagi.

 

*

 

Park Hyowon melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul empat sore. Ia mempercepat langkahnya usai keluar dari mobilnya.

 

Saat ini Hyowon sedang duduk bersama seorang pria yang merupakan pegawai restaurant SL Hotel. Pria bernama Jonghyun ini merupakan orang terdekat pegawai yang bertanggungjawab atas kekacauan kemarin. Dan hanya Jonghyun yang mau diajak bicara oleh Hyowon karena semuanya menolak dengan sangat sopan, beralasan tidak bisa ikut campur atau tidak terlalu mengenal pegawai itu.

 

“Maafkan aku mengganggu waktumu Jonghyun-ssi!”

Park Hyowon tersenyum dengan ramah, begitupun dengan Pria bernama Jonghyun itu.

“Tidak apa-apa, saya merasa senang dan terhormat bisa berbicara dengan anda Nyonya Cho.” Jonghyun menundukan kepalanya sekilas. Sementara Hyowon tidak terlalu suka dengan sikap formal Jonghyun padanya.

 

“Kau tidak perlu seformal itu padaku, aku memang istri Direkturmu. Tapi aku bukan dia, santai saja!”

 

Jonghyun menganggukkan kepalanya dan tersenyum, ia cukup takjub melihat seorang perempuan yang berstatus istri pewaris perusahaan besar dan ternama namun sangat low profile dan ramah. Jauh dari ekspektasinya.

 

“Sekarang ceritakanlah!”

 

*

 

“Dia bernama Choi Lui, seorang anak yang diasuh oleh ibu angkatnya sejak berumur 5 tahun. Gadis itu terus memaksakan kondisinya bekerja karena suatu alasan. Ibunya sangat kejam padanya, gadis itu tidak hanya bekerja di restaurant ini tapi ia juga bekerja sampingan di tempat lain.”

 

Hyowon mempercepat laju kendaraannya. Apa yang Jonghyun ceritakan membuat dadanya cukup sesak, terasa berat. Kedua tangannya menggenggam erat kemudi dengan pikiran yang mengaturnya untuk fokus pada jalanan di depannya.

 

“Ibunya akan menikahkannya dengan seorang pria berumur yang telah bercerai dengan istrinya jika ia tidak mengumpulkan banyak uang.”

“Bahkan ibu angkatnya itu pernah hampir menjualnya pada seorang gigolo juga sering memukulnya. Aku pernah melihatnya menangis dan dengan wajah yang lebam habis dipukuli.”

 

Park Hyowon terduduk di sebuah bangku taman seorang diri, gadis itu memegang ponselnya sangat erat. Pikirannya melayang hingga mengingat sebuah kilasan dimana Park Hyowon yang masih belia ditarik paksa oleh seorang wanita kemudian terkunci di sebuah ruangan kosong.

 

“Hyowon-ah!”

Suara yang membuat kilasan ingatan itu berhenti membuatnya menatap pemilik suara dengan penuh harap dan merasakan sedikit kenyamanan di dalam hatinya.

 

“Gwencahanna?” Pria itu nampak khawatir dan duduk di samping Hyowon.

 

“Baekhyun-ah, aku . . .” Lidahnya terasa sulit untuk melanjutkan ucapannya membuat Baekhyun semakin cemas.

“Ada apa denganmu? Kau baik-baik saja Hyo?” Baekhyun menyentuh kedua bahu lemah itu.

 

“Aku takut . . .”

Gadis itu menundukan wajahnya menahan kesesakkan yang ada di dalam dadanya.

“Apa yang kau takutkan? Tenanglah, aku akan selalu berada di sampingmu.” Byun Baekhyun membelai lembut rambut Hyowon secara teratur, mencoba menenangkan gadis yang sedang menahan tangisnya itu.

“. . .” Hyowon hanya terdiam.

“Tenanglah, aku bersamamu.” Kedua tangannya membawa Hyowon ke dalam dekapannya. Baekhyun tidak mampu melihat Hyowon seperti ini.

“Maafkan aku karena selalu menyusahkanmu, aku tidak tahu harus meminta tolong pada siapa.”

Hyowon menjauhkan tubuhnya, ia begitu takut sekaligus sedih.

“Tidak apa-apa, tanpa kau minta aku akan menolongmu.”

 

*

 

“Gadis itu, dia masih berusia 19 tahun, ibunya bisa saja mencoba menjualnya lagi. Atau mungkin . . . ia akan dinikahkan dan disiksa.”

Hyowon sudah lebih tenang dan bisa menguasai perasaannya saat ini. Dua buah Cup berisi minuman telah berada di tengah-tengah mereka.

“Siapa?” Tanya Baekhyun yang penasaran.

“Choi Lui, dia pelayan yang Kyuhyun pecat dari restaurant di hotelnya.”

“Kau bisa membantunya? Aku yakin dia gadis yang baik dan dia masih polos. Aku mohon, aku sangat takut.” Park Hyowon menggenggam tangan Baekhyun dengan menatapnya.

“Arraseo, tenanglah! aku akan membantunya.” Baekhyun tersenyum dan mengangguk, tangannya yang satunya kemudian menyentuh kepala Hyowon dan mengacak lembut rambut berwarna coklat terang itu.

“Gomawo Baekhyun-ah!” Park Hyowon tersenyum, lagi Baekhyun merasakan kelegaan di dalam hatinya melihat senyuman itu menggantikan raut kecemasannya tadi.

 

Pagi-pagi sekali, Kyuhyun sudah berkutat dengan berkas-berkas yang harus ditanda tanganinya. Lee Donghae membantunya untuk menyusun kumpulan map tersebut. Lee Hyukjae masuk usai mengetuk pintu kemudian berjalan menghampiri meja yang terdapat plakat bertuliskan nama Cho Kyuhyun dan jabatannya.

“Apa ini?”

Kyuhyun menerima amplop berisi foto-foto yang diberikan oleh Lee Hyukjae padanya.

Foto pertama menampilkan adegan berpelukan Byun Baekhyun dan Park Hyowon, kemudian Baekhyun dan dua orang pengawal yang berdiri di depan sebuah rumah. Kemudian foto bersama seorang perempuan yang menundukan kepalanya.

“Menurut analisaku, Park Hyowon meminta bantuan pada Baekhyun untuk menolong gadis itu. Dia adalah seorang pelayan restaurant yang menyebabkan kekacauan dua hari lalu.”

 

Cho Kyuhyun menerima penjelasan Lee Hyukjae tentang itu, Baekhyun rupanya peri penjaga Hyowon yang akan selalu membantu gadis itu pikir Kyuhyun. Tapi foto yang tidak bisa ia terima adalah foto pertama yaitu foto yang menampilkan keduanya berpelukan. Haruskah gadis itu memeluk Baekhyun? Jika iya, tapi kenapa? Cho Kyuhyun mulai bertarung dengan pikirannya. Lagi-lagi adegan pelukan Park Hyowon menjadi pertanyaan tak tertajawab di otaknya.

 

Lee Donghae menatap Hyukjae dengan tajam seraya menampakkan ekspresi wajahnya seolah memberitahu sesuatu lewat gerakan wajahnya itu.

‘harusnya foto itu tidak kau berikan padanya, dia bisa marah!’

Lee Hyukjae yang mengerti bahasa isyarat Lee Donghae dengan gerakan wajahnya itu membalasnya dengan cara yang sama.

‘aku hanya menyampaikan apa yang aku dan anak buahku dapatkan.’

‘jika seperti ini, dia semakin menjauh dari istrinya. Bodoh!’

‘yasudah, kau buat dia mendekat dengan istrinya!’

“Yaa!!!” pekikkan Lee Donghae membuat Kyuhyun yang sedari tadi menatap foto itu langsung menatap Duo Lee (Lee Donghae & Lee Hyukjae) dengan tajam.

 

“Apa kalian baru saja membicarakanku huh?” Pertanyaan Cho Kyuhyun yang sangat tepat itu membuat keduanya menggelengkan kepalanya sangat kompak dan membuat Kyuhyun tidak mempercayainya. Pria itu melempar dengan kasar foto-foto itu ke atas mejanya.

 

“Tetaplah awasi dia Lee Hyukjae, dan kau Lee Donghae cepat atur keberangkatan untuk sore ini!”

 

***

 

Senja yang hampir tenggelam itu membuat lampu-lampu yang berwarna-warni terang itu mulai terlihat indah di luar ruangan menyambut datangnya gelap. Park Hyowon sedang berada di sebuah coffee shop bersama Baekhyun dan seorang perempuan yang tak henti-hentinya meminta maaf dan berterima kasih.

“Jeongmal gamsahamnida Tuan Byun Baekhyun dan Nyonya Cho.” Choi Lui berulangkali menundukan kepalanya. Ia begitu bersyukur dan sangat merasa nyaman saat ini.

“Tsk! Nona, jangan sebut aku seperti itu. Aku tidak menyukainya, panggil aku Park Hyowon saja. Aku akan sangat senang saat orang lain menyebut namaku itu.”  Baekhyun sedikit terkekeh melihat ekspresi Hyowon yang tidak suka disebut Nyonya Cho itu.

 

“Ah ya Baekhyun-ah, apa yang telah kau lakukan pada ibu angkatnya hingga ia mau melepaskan Choi Lui?” Park Hyowon begitu penasaran dan cukup takjub mengetahui sahabatnya bisa menolong Choi Lui. Sedangkan yang ia tahu bahwa ibunya bahkan dibantu oleh orang-orang kasar yang bekerja pada pria tua yang ingin menikahi Lui.

 

“Kedua pengawalku hanya mengancamnya.” Jawab Baekhyun dengan santai.

“Oh begitu kah? Baguslah, aku hanya tidak ingin ada yang terluka atau tersakiti.” Park Hyowon tersenyum dan menyeruput Ice Black Coffee nya.

Choi Lui menatap Baekhyun dengan tatapan sedikit bingung kemudian ia menyadari sesuatu.

 

Flashback . . .

 

“Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau dipecat!”

“Ibu maafkan aku, kumohon lepaskan aku!” Choi Lui berusaha melepaskan ikatan dilengannya, ibu angkatnya itu berusaha mengikatnya dan akan menguncinya di kamarnya hingga beberapa orang datang untuk membawa gadis cantik yang akan dijual itu.

 

Baekhyun berjalan dengan kedua pria berbadan tegap di belakangnya memasuki rumah yang tak terkunci itu.

 

“Aku akan menyelamatkanmu, tapi berjanjilah untuk tidak memberitahu caraku menyelamatkanmu pada siapapun.”

Nada santai dari suara itu membuat wanita berusia 40 tahunan itu terkejut, begitupun dengan Choi Lui yang sudah menangis dengan wajahnya yang pucat. Choi Lui menganggukan kepalanya. Dan Baekhyun langsung memberikan aba-aba kepada Pengawalnya.

 

Kedua pengawal Baekhyun mendorong Ibu angkat Lui hingga tersungkur, dan membuat Lui terlepas. Gadis itu terkejut, dan sedikit khawatir namun ia sudah lelah dan merasa sangat terluka. Choi Lui benar-benar tidak ingin berurusan dengan wanita yang telah mengangkatnya sebagai anak namun menjadikannya pembantu di rumahnya dan memeras keringatnya untuk kesenangan wanita itu seorang diri.

 

Wanita itu hendak melawan namun sudah terlebih dahulu di dorong hingga membentur dinding dan kepalanya mengeluarkan darah. Baekhyun mengeluarkan sebuah amplop coklat berisi uang dan melemparnya pada wanita setengah paruh baya itu.

 

“kau membuatnya takut, jika ini terjadi lagi. Aku akan membunuhmu!” Dengan wajah dingin yang tak biasa itu Baekhyun membisikan kalimat ancaman itu tepat di depan wajah ibu angkat Choi Lui.

 

Melihat Choi Lui yang ketakutan Baekhyun tersenyum dan menarik tangan Choi Lui.

“aku hanya menakutinya.”

Choi Lui menganggukan kepalanya, ia kemudian berjalan mengikuti Baekhyun meninggalkan kedua pengawalnya yang masih disana dan Ibu angkatnya yang meringis kesakitan.

“Mereka berdua akan mengurus sisanya.”

 

Flashback End . . .

 

Choi Lui mengingatnya, ia menyimpulkan bahwa Hyowon tidak suka kekerasan dan perkelahian membuat ia harus merahasiakannya. Dan jawaban Baekhyun memang tidak salah, pria itu memang mengancam ibu angkatnya itu.

Gadis cantik itu tersenyum melihat keakraban dari sepasang sahabat di depannya, orang-orang yang sudah anggap ia berharga karena telah menyelamatkan hidupnya. Terlebih lagi Park Hyowon yang sejak awal ia kagumi karena kerendahan hati dan kebaikannya.

 

“Aku sangat bersyukur memilikimu yang selalu di sampingku. Kelak nanti saat kau sudah menikah, kuharap kita akan tetap seperti ini.” Park Hyowon mengulurkan telapak tangannya dan langsung disambut oleh Baekhyun untuk menggenggamnya.

“Tentu saja.”

 

***

Lee Donghae kembali memasuki ruangan Cho Kyuhyun untuk memastikan kembali keputusan Kyuhyun.

“Kau tidak mau pulang dulu? Kita bisa berangkat besok.” Donghae berharap penuh agar Kyuhyun berubah pikiran, pertemuan bisnisnya itu besok siang di Busan. Jika mereka berangkat pagi-pagipun tidak akan terlambat dan masih banyak waktu untuk istirahat.

 

“Tidak perlu, kau beritahu saja pada Ketua Pelayan Jung dia akan menyampaikan pada semua orang yang mencariku!”

Begitulah Kyuhyun, ia tidak bisa merubah keputusannya dan tidak ada yang bisa merubahnya. Lee Donghae menyerah, tapi pria itu mengingatkan akan statusnya saat ini.

 

“Ah baiklah, tapi bagaimana dengan Hyowon?” pertanyaan Lee Donghae itu memang harus Kyuhyun pikirkan, statusnya sekarang adalah seorang suami. Kehidupannya telah terbagi atas itu, dan Park Hyowon berhak mengetahui kemana saja suaminya pergi. Tapi Kyuhyun tetaplah Kyuhyun, pria itu sulit dirubah dan belum mampu dijinakkan oleh siapapun kecuali Mendiang Kakeknya. Bahkan Neneknya juga kesulitan, wanita paruh baya itu terkadang harus mengancamnya terlebih dahulu agar Kyuhyun menurutinya.

 

“Untuk apa? Dia tidak akan mencariku.”

“Oho! Kalimat dan nada bicaramu seperti seseoang yang sedang kesal dan cemburu.” Lee Donghae terlihat bersemangat menggoda Kyuhyun.

“Omong kosong.”  Kyuhyun membuang wajahnya menghindar dari tatapan Lee Donghae yang menyebalkan buatnya.

“Kita berangkat hari ini agar aku bersitirahat terlebih dahulu.” Ucapan Kyuhyun terhenti setelah melihat kedatangan Lee Hyukjae.

“Cho Kyuhyun, ini!” Pria itu kembali menyerahkan sesuatu padanya.

“Astaga, apalagi ini? kenapa kau suka sekali memberiku foto huh?”

Cho Kyuhyun memperhatikan beberapa lembar foto seseorang yang memakai serba hitam dilengkapi kacamata dan topi.

“Dia adalah orang yang berkeliling di sekitar apartmentmu dan mengawasinya sehari sesudah pernikahanmu.”

“Cepat temukan orang ini. benar-benar pengganggu.” Kyuhyun masih mengamati wajah pria tersebut yang sangat tidak jelas karena di foto pria bertopi itu terus menunduk dan menyembunyikan wajahnya.

“Kami sudah memulai pencarian.” Balas Lee Hyukjae.

“Hah! Apa yang sebenarnya orang-orang tidak berguna ini sedang lakukan? Mereka berniat untuk apa? Mengincarku? Atau siapa? Menjijikan!” Cho Kyuhyun frustasi dan menyerah menelisik foto hasil rekaman CCTV itu dan menaruhnya kembali di atas meja.

 

“Apa tidak apa-apa jika nanti aku menanyakan hal ini pada Park Hyowon?” pertanyaan Lee Hyukjae langsung membuat Kyuhyun menatapnya tajam. Kenapa harus melibatkan Park Hyowon? Pikirnya.

 

“Untuk apa?”

“Sore itu Hyowon juga masuk ke apartmentmu, dia mengambil bonekanya. Aku hanya ingin menanyakannya beberapa hal padanya.” Jelas Lee Hyukjae pada Kyuhyun membuat pria itu terdiam dan Lee Donghae nampak berpikir keras.

 

“Terserah kau saja!”

 

“Tapi Kyuhyun-ah, ini sedikit membingungkan. Kenapa si brengsek itu mengawasimu setelah pernikahanmu? Kenapa tidak dari hari-hari sebelumnya? Apa ada hubungannya dengan Hyowon? Keamanan di rumah Ketua sangat ketat maka dari itu ia tidak bisa mengintainya kesana, bagaimana menurutmu Hyukjae-ya?” Lee Donghae melemparkan pertanyaannya pada Lee Hyukjae.

 

Hyukjae hanya menatap Donghae sekilas dan kembali berpikir, ia tidak bisa menduga-duga ataupun berspekulasi dulu saat ini. Sebagai Ketua Tim Keamanan bagi Seorang Cho Kyuhyun, ia tidak bisa memutuskan hal yang belum jelas untuk keamanan Kyuhyun yang berada dipundaknya.

 

“Mungkinkah Pria itu mengikuti Hyowon?”

 

Hyukjae dan Donghae seketika menatap Kyuhyun yang bersuara dengan nada cemasnya.

 

 

To Be Continue  . . .

 

Advertisements

9 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 5)

  1. Aduh spa itu yg sk mengintai apartemen kyu ??
    Ko sy agk krg suka sm tndkanny Baekhyun agk ekstrim, jd agk tkt nih sm Baekhyun tkt kebaikan ny sm hyowon ad udang d balik batu…….

    Like

  2. ah kenapa tbc disaat yg gak tepat? huuuaaaa
    kyu udah mulai ada rasa rasa, hyowon juga kayaknya deh. oh baekhyun apa dia punya kepribadiaan ganda atau emang karna hyowon gak suka kekerasan makanya dia gak cerita masalah pengancaman itu?
    feeling sih yg ngawasin hyowon itu oh sehun.

    Like

  3. Benarkah pria itu mengikuti hyowon?? Tapi buat apa?? Dan siapa dia??? 😮

    ciehh kyuhyun udah sedikit lembut sama hyowon, dan sebenernya dia memang cemburu kan klo hyowon peluklan sama cowo lain, tapi ga mau ngaku 😀
    cepet di lanjut ya, jan lama” ga sabar nungguinya 😀

    Like

  4. Aishhh kyu lu klo mw bilang cemburu jga gpp kan hyewon istri lu gpp
    Dingin bgt di lu kyu sma istri lu hadeuhh
    Cerita semakin menegangkan dan makin seru di tunggu next partnya eon

    Like

  5. Wah baekhyun ..pahlawan hyowon ..
    Tpi knpa dia hrs menyembunyikan tindakan kasar nya sama ibu tiri lui ..
    Apa baekhyun itu sbnr nya punya perasaan lebih sama hyowon.
    Agar dia terlihat baik di mata hyowon ..

    Siapa pria yang mengintai apartment kyuwon ..
    Apa dia ada kaitan nya dengan hyowon

    Like

  6. ehh sapa tuu yg ngintai???
    btw baekhyun inii sifatnyaa kaaar apaa enggak sihh???
    kalo d dpan hyowon kyaknlembut bangett.. tp pas yg ngancam ibu liu kok kasar banget… hahh bingung ama baek

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s