BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 13 – END)

bad-girl

  • Title : Bad Girl And Good Boy
  • Author : WonA
  • Length : Chapter
  • Rating : General
  • Genre : Romance, School Life
  • Cast :  Kim Sa Rang – Cho KyuHyun – Kim Heesun – Kim Heechul – Yesung – Other  Casts.
  • Disclaimer :This Fanfiction Is Pure Of My Imagination And The Cast Belongs Themselves

Typo is magic ^^

Happy Reading~

Selama setiap hari Pria tampan ini selalu mengunjungi seorang gadis yang sedang dirawat di rumah sakit, gadis itu kini telah berada dalam kondisi yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Kim Sarang gadis itu, bahkan kini ia bisa keluar dari ruangannya meskipun dibantu dengan kursi roda.

Meski ia sudah mampu berjalan, tapi dokter memberikan anjuran padanya untuk menahan kakinya terlebih dahulu hingga beberapa hari kedepan. Saat ini, Kim Sarang sedang duduk di bangku taman rumah sakit menatap lurus kedepan, gadis itu tersenyum melihat interaksi pasien rumah sakit bersama keluarganya.

Kedua tangan menyentuh bahunya, Kim Sarang mendongakan kepalanya melihat sosok pria yang tersenyum padanya, Cho Kyuhyun.

Semenjak kejujurannya yang sangat tulus dari hati terdalamnya kepada Ayah Kim Sarang, dan Tunangan – tidak, kali ini telah menjadi Mantan Tunangan Kim Sarang itu ia semakin tidak ingin lama-lama berjauhan dengan Kim Sarang. Kata “Mantan” itu memang sudah melekat, bahwasannya Yesung telah membebaskan ikatan mereka berdua, mendengar pengakuan Cho Kyuhyun dan melihat ekspresi Sarang membuatnya semakin meyakini untuk memutuskan hubungannya.

Kim Heechul sahabatnya itu membuatnya tak mampu melakukakan apapun selain mengambil keputusan besar itu, meskipun ibunya sangat merasa kecewa dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Ada sedikit rasa dari hatinya yang ingin mempertahankan Kim Sarang, namun mengetahui fakta besar dihadapannya ia tidak bisa menghancurkan kehidupan gadis pemberani itu bahkan dirinya. Benar kata Heechul, dia juga pasti akan terluka jika memaksakan perjodohan ini.

“Kau datang lagi huh?” Kim Sarang berpura-pura bersikap dingin dihadapan Kyuhyun, namun tingkahnya itu malah membuat Kyuhyun terkekeh.

“Wae? Kau tidak suka?” Sarang langsung menggelengkan kepalanya.

“Kau tidak membolos les dan pelajaran tambahanmu kan?” Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun ia malah mengalihkan ke pertanyaan lain. Sebenarnya dalam hatinya itu ingin sekali menjawab pertanyaan kyuhyun dengan gamblang, Kim Sarang menyukai kedatangan Kyuhyun dan selalu berada disisinya. Tapi kalimat itu tidak bisa ia keluarkan.

“Sebenarnya aku ingin sekali membolos karena aku sudah cukup pintar dan siap untuk ujian nasional dan tes perguruan tinggi, tapi kurasa jika aku ingin menjadi suamimu maka harus lebih giat lagi belajar!”

“Yaa!!! Kau sedang mengejekku?”

Kyuhyun tertawa bahagia melihat ekspresi kesal gadis disampingnya, melihat Sarang seperti ini membuatnya kembali mengingat masa-masa awal kedekatannya dengan gadis itu. Dimana Sarang selalu membuatnya tertarik karena berbeda dari gadis lainnya, ia suka membolos, tidur di sekolah, terlambat dan kadang menggodanya.

Senyuman Kyuhyun itu membuat Kim Sarang terheran dan menatap wajah Kyuhyun cukup lama. Mereka hanya saling menatap satu sama lain dengan detak jantung yang beraturan namun cukup keras, gejolak hati yang memuncak mengalirkan sebuah energy yang membuat seperti sengatan dalam aliran darah mereka berdua.

Mata Kyuhyun kini menatap lekat bibir yang lebih merah muda dari sebelumnya, ingin rasanya ia menyentuhnya dengan bibirnya saat ini juga. Tapi sosok pria yang sedang berjalan bersama seorang wanita berumur itu mendekat kearah mereka berdua.

Sarang sedikit bingung pada ekspresi yang Kyuhyun berikan saat ini, ia mengikuti arah pandangnya dan seketika terdiam dengan mata yang menyalang pada pemandangan di dekatnya.

Kim Heechul dan Ibunya menghampirinya. Wanita cantik itu sedikit pucat dengan mata yang berair, terlihat sangat jelas bagaimana perasaan Wanita yang berdiri di samping Heechul saat ini. ia merindukan putrinya, merasa bersalah padanya, merasa takut jika putrinya akan sangat membencinya, dan tidak mampu bertemu lagi dengan putrinya.

Kyuhyun berdiri dan membungkukkan tubuhnya menyapa Kakak dan Ibu dari Kim Sarang.

Nyonya Yoo Yoon Eun yang merupakan ibu Kim Sarang itu tersenyum membalas sapaan Kyuhyun begitupun dengan Heechul yang sudah tertarik dengan pria yang selalu melindungi adiknya itu.

“Kyuhyun-ah, bisakah kau membantuku? Aku ingin ke kamarku!” Kim Sarang dengan nada dinginnya meminta tolong pada Kyuhyun. Jika saja situasinya tidak seperti ini, tanpa berpikir dengan kebingungan apa yang harus ia lakukan, pria itu akan langsung mengiyakan.

“Sarang-ah, mianhaeyo . . . Maafkan Eomma sayang.”

Gadis itu menutup telinganya untuk semua yang diucapkan ibunya padanya, bahkan matanya benar-benar tidak ingin melihat sosok yang berada dihadapannya. Meskipun begitu, ada perasaan aneh yang membuat Kim Sarang ingin sekali menangis saat ini juga.

“Sarang-ah, Eomma mohon. Maafkan ibumu ini, Eomma mengakuinya Eomma bersalah pada kalian, eomma menyesal sayang.” Suara itu semakin bergetar disertai tetesan air mata yang jatuh.

“Kyuhyun-ah!” Kim Sarang mengeraskan suaranya.

Cho Kyuhyun bingung, pria itu juga tidak mampu membiarkan Ibu Kim Sarang diabaikan oleh putrinya sendiri. Dan Kim Heechul hanya mampu terdiam tanpa bisa membantu ibunya, atau menenangkan Kim Sarang yang mulai emosi itu.

Gadis itu bergerak, membuat tubuhnya bangkit dari tempat duduknya. Sontak Kyuhyun langsung membantu gadis itu dengan memegang tubuh itu dan melingkarkan tangannya di belakang bahunya kemudian berjalan mendampingi Kim Sarang menuju kursi roda yang tak jauh darinya. Kyuhyun mendorong kursi roda itu dengan sedikit berat hati, tapi ia juga tidak ingin gadisnya tertekan. Terlihat jelas wajahnya yang menahan tangis itu membuatnya tidak bisa membiarkannya.

Nyonya Yoon Eun hanya bisa menahan tangannya yang bergetar itu untuk sekedar meraih tubuh putrinya untuk memeluknya. Ia hanya bisa terisak dan menjatuhkan buliran air matanya.

Wanita berumur itu menyadari kesalahannya yang bahkan tidak bisa dimaafkan itu. Ingin rasanya ia kembali pada masa sebelum ia pergi meninggalkan keluarganya, wanita itu tidak akan memilih untuk meninggalkan mereka bertiga, dan ia tidak mau tergoda dengan pria lain yang menawarkan harta yang berlimpah jika waktu bisa terulang.

Tiba-tiba saja jantungnya terasa begitu sakit seperti sesuatu yang tajam menusuknya. Tangan kanannya menekan dadanya yang terasa sangat nyeri itu membuat Heechul cemas dan segera membantu ibunya berjalan.

“Eomma. Gwenchanna?”

“Gwenchannayo.”

***

Cho Kyuhyun meninggalkan Kim Sarang sendiri di ruangannya, gadis itu memintanya untuk membelikan sebuah kue yang manis rasa coklat di toko dekat rumah sakit. Pria itu sebenarnya mengetahui bahwa itu hanya sebuah alasan agar gadis itu sendiri. Benar, Kim Sarang butuh waktu sendiri. Namun pria itu juga berpikir bahwa makanan yang manis sedikitnya bisa membantu memperbaiki suasana hati maka dari itu Kyuhyun cukup bersemangat memilih kue mana yang disukai Sarang.

Baru saja air matanya jatuh, seorang anak kecil memasuki kamarnya. Kim Heesun adiknya membuat ia harus dengan cepat menyeka wajah basahnya.

“Eonni, kau sudah bertemu Eomma?”

Pertanyaan Kim Heesun membuatnya seperti terhempaskan ke dasar jurang. Pikirannya saat ini memang sedang memikirkan wanita yang meninggalkannya dan membuatnya menanggung beban seorang diri. Dan baru saja ia bertemu dengan ibunya itu.

“Wae?” Kim Sarang berbalik tanya.

“Eonni, aku sangat bahagia karena aku mempunyai ibu sekarang. kemarin Eomma dan Oppa mengunjungi kami di rumah. Sekarang aku bisa menjawab pertanyaan teman-temanku. Eommaku sangat cantik seperti Eonni.”

Mendengar hal itu Kim Sarang ingin kembali menjadi seorang anak kecil yang tidak tahu menahu tentang  persoalan dan masalah orang dewasa. Tidak perlu menanggung beban atau bahkan berpura-pura tersenyum meski hatinya menangis meraung-raung.

Senyum cerah Kim Heesun pudar saar Kakaknya hanya terdiam memalingkan wajahnya. Gadis kecil itu memang sangat memahami sifat kakaknya itu.

“Eonni wae? Apakah Eonni tidak suka Eomma? Wae?”

Gadis itu tetap membungkam mulutnya menahan seluruh perasaannya yang terasa sangat berat.

“Sarang eonni, Kyuhyun Oppa pernah bercerita padaku jika dia tidak memiliki Eomma dan Appa. Ia menyuruhku bersyukur karena aku masih memliki keduanya. Sebenarnya aku kesal, karena eomma baru datang. Harusnya eomma mendampingiku sejak dulu. Menyiapkan sarapan untukku, mengajak jalan-jalan bersama, dan hadir di pertemuan orang tua. Bahkan aku sangat ingin seorang eomma yang memasak untukku apalagi di hari natal.”

Semua ucapan Kim Heesun benar, Gadis itu juga berharap sama halnya dengan adiknya. Selama beberapa tahun lamanya ia kehilangan sosok itu. Tidak ada tempatnya untuk mengeluh atau bahkan sekedar menceritakan kisah hatinya. Sosok Ibu yang ia rindukan itu datang disaat ia sudah membuat hatinya beku dengan wanita yang mengandung dan melahirkannya.

***

Kim Sarang berjalan  dengan santai melewati gerbang sekolahnya. Gadis itu terlihat sangat bahagia melihat pemandangan di depannya. Ia sangat merindukan suasana sekolahnya. Beberapa minggu dirawat di rumah sakit membuatnya harus menahan hasratnya untuk pergi ke sekolah. Entahlah saat di rumah sakit ia begitu menginginkan untuk segera pergi ke sekolah dan bertemu dengan teman dan gurunya. Padahal sebelum ini ia begitu malas dan rasanya tidak betah untuk berada lama-lama di lingkungan pendidikan itu.

Salah satu alasannya adalah Cho Kyuhyun, ia ingin melihat pria itu duduk di ruang kelas, fokus mendengarkan guru dan melihatnya membaca buku di perpustakaan.

Ah Young dan Donghae menghampirinya dengan senyum, pasangan kekasih itu memang sempat menjenguknya beberapa kali di rumah sakit. Tapi bertemu dengan mereka berdua di sekolah membuatnya lebih baik.

“Kau benar-benar sudah sembuh hingga bisa masuk sekolah eoh?” Ah young melirik Sarang dari ujung kaki hingga kepalanya.

“Tentu saja!” Ucapnya dengan singkat dan melanjutkan langkahnya.

“Selamat datang kembali Sarang-ah. Kami sangat merindukanmu!”  Kim Sarang membalas ucapan Lee Donghae dengan tersenyum dan menepuk bahu pria itu pelan.

Kim Sarang telah duduk di kursi, matanya melirik ke beberapa arah mencari sosok yang ia rindukan itu. Tumben sekali Kyuhyun belum datang, pikirnya.

Entah ia yang datang terlalu pagi, atau Kyuhyun yang terlambat. Gadis itu memang sejak pagi tadi sudah tidak sabar untuk cepat-cepat berangkat sekolah. Baru kali ini ia sesemangat itu.

“Yaa! Kim Sarang!”

Suara itu membuatnya dengan cepat menoleh pada sumber suara berasal yaitu di ambang pintu dimana Kyuhyun sedang berdiri dengan nafas terengah-engah.

“Wae?” Tanya Kim Sarang dengan nada datarnya. Hatinya mulai berbunga melihat kedatangan pria itu namun gadis itu memang dapat menyembunyikannya dengan baik.

“Harusnya beritahu aku jika kau sudah berangkat, aku ke rumahmu tadi.”

“Benarkah? Ah Mianhae.”

Kyuhyun berjalan mendekatinya dan duduk di kursi bagian depan dan memposisikan tubuhnya duduk hingga saling berhadapan.

“Saranghae!”

Kalimat yang baru saja lolos dari bibir Kyuhyun itu seketika membuatnya menegang. Bagaimana bisa ia mengatakannya di tempat umum, bahkan ada Ah young dan teman-teman lainnya.

Mereka menatap penuh pada Kim Sarang dan Kyuhyun. beberapa siswi mulai berbisik dengan mencurigai hubungan mereka berdua. Para siswi itu mengatakan bahwa akibat dari batalnya pertunangan Kim Sarang adalah Kyuhyun. mereka pasangan selingkuh – itulah yang dikatakan beberapa siswi itu membuat Kyuhyun geram.

“Yaa! Kalian ini, tidak bisakah berhenti bergosip untuk sehari saja huh? Jangan pernah mengganggunya lagi.”

Kyuhyun menatap tajam satu-persatu siswi bahkan siswa yang berada di ruang kelasnya ini. sementara Kim Sarang hanya terdiam, tak menanggapi apa yang mereka lakukan dan ucapkan termasuk Kyuhyun. gadis itu seolah bersikap acuh dan tak mau ikut campur.

“Yaa, Cho Kyuhyun apa kau yang merusak pertunangan mereka eoh? Woa! Daebakk!”

Kyuhyun tidak bisa mengelak, memang benar ia penyebab dari  hal tersebut. Tapi rasanya tuduhan itu cukup menyakitkan baginya, pria itu juga merasa bahwa ia memiliki hak atas Kim Sarang, tapi jika ia mengatakan bahwa Kim Sarang juga mencintainya maka akan ada banyak omongan kasar untuk gadis yang ia cintai. Kyuhyun hanya diam dan beranjak ke tempat duduknya melirik sekilas gadis yang sedang menatap kearah lain sementara ocehan-ocehan yang menyudutkannya masih bisa ia dengar.

“Ah, aku tidak menyangka seorang Cho Kyuhyun bisa berbuat-“

“Geumanhae Minji-ah!!!”

Suara dingin yang menusuk itu membuat siswi bernama Minji menutup mulutnya rapat-rapat.

Kim Sarang bangkit dari tempat duduknya, ia berdiri dengan wajah malasnya namun tatapan itu begitu tajam dan tersenyum evil membuat beberapa siswi disana merasa sedikit takut.

Biasanya gadis itu tidak akan ikut campur dan hanya diam jika seseorang tak mengangganggunya, maka dari itu Minji yang merupakan salah satu siswa terpintar itu merasa ngeri dengan aura gadis itu saat ini.

“Apa aku dan Cho Kyuhyun seorang idol? Kenapa kalian mengurusi hidup kami huh? Kalian orang tua kami? Jika iya maka kalian juga harus menafkahi kami.”

Kim Sarang melipat kedua tangan didadanya. Kyuhyun melihat tindakan gadis itu tersenyum dan kagum.

“Yonghwa-ya, kau ketua kelas kan disini? Tidak bisakah mengurusi mereka yang mengangguku?” Kim Sarang menatap Yonghwa dengan tatapan dinginnya.

“Naega wae? Shireo! Memangnya mereka siapa?” jawab Yonghwa malas.

“Benar, siapa mereka? Kalian dengar itu!” Siswi ber-name tag “Jang Sun Ra” itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Ia sangat kesal dengan tingkah Kim Sarang yang mendadak banyak bicara seperti ini.

“Yaa Kim Sarang!” Jang Sun Ra geram, ia ingin sekali mengeluarkan kata-kata kasarnya untuk gadis itu namun bibirnya harus tertahan karena tatapan Kim Sarang lebih menakutkan begitu dingin hingga rasanya membuat tubuhnya menggigil.

“Wae? Kau mau menyebarkan gossip murahan tentangku, lagi? Aku tidak peduli kau menganggapku seperti apa dan mengatakannya pada semua orang dengan mulut besarmu. Ah ya, Kau harusnya tidak perlu memperbaiki wajah cantikmu, tapi perbaikilah sikap dan ucapanmu.”

“Dan kalian, jika ingin mengurusi hidupku dengan Cho Kyuhyun atau hidup orang lain terserah saja, mungkin kalian memiliki hak untuk itu. Satu hal yang ingin aku beritahu kepada kalian bahwa Cho Kyuhyun tidak merusak pertunanganku, dia pria yang sangat baik. Kuharap kalian bisa membuka otak kalian itu dengan benar.”

Suasana kelas menjadi hening, saat Kim Sarang kembali duduk Kyuhyun menatapnya lama hingga seulas senyuman itu menghias wajahnya.

Waktu yang menjelang sore itu mereka berdua habiskan di sebuah taman yang cukup sepi, mereka duduk diatas hamparan rumput hijau di bawah pohon besar yang rindang.

Kim Sarang memegang buku yang sedang ia baca, sementara Kyuhyun yang menatap layar ponselnya itu menggerak-gerakan punggunya yang menjadi sandaran gadis itu. Mereka menepiskan jarak diantara mereka berdua dengan saling membelakangi.

“Kyuhyun-ah, sebelum pulang ayo kita membeli kue di toko dekat rumah sakit lagi, aku sangat menyukainya. Waktu itu kau membawakanku kue yang sangat enak.”

“Oke”

Kebiasaan Kyuhyun yang sangat fokus dengan gadgetnya itu membuat Kim Sarang mendengus.

“Yaa! Kau menyuruhku belajar, tapi kau bermalas-malasan dengan ponselmu!”

“Aku sedang belajar Nona Kim, aku menyimpan semua materi pelajaranku di ponselku. Jika aku bermalas-malasanpun aku lebih pintar darimu.”

Kim Sarang hanya tersenyum, ia tidak ingin mendebat Cho Kyuhyun karena memang faktanya seperti itu. Dan kebiasaannya itu membuatnya semakin kagum, pria itu benar-benar memanfaatkan teknologi dengan benar.

“Kau sudah menghubungi ibumu?” Tanya Kyuhyun.

“Eoh! Keadaannya semakin membaik, dia ingin bertemu denganku tapi aku belum siap. Maksudku, aku sudah memaafkannya tapi luka tidak sembuh secepat itu, bahkan bekas luka akan mengingatkan rasa sakitnya.”

“Arraseoyo Sarang-ah.”

Benar, Kim Sarang memang sudah memaafkan ibu dan kakaknya. Tapi keinginan ibunya untuk tinggal bersama dengannya itu belum bisa ia terima. Beberapa kali hanya menerima panggilan telepon dari ibu atau kakaknya. Dan sesekali Kim Heechul mengunjungi rumahnya. Gadis itu memerlukan waktu untuk benar-benar menyembuhkan luka hatiny yang terasa sakit selama bertahun-tahun lamanya.

“Kyuhyun-ah, jika aku tidak lulus ujian apa kau akan selalu bersamaku?”

“Shireo!” Kyuhyun menggerakan tubuhnya hingga berhadapan dengan Kim Sarang.

“Kau itu tidak tulus mencintaiku ya? Kau penipu! Kau telah menipu Appa dan yang lain!”

Kim Sarang memekik kesal sementara Kyuhyun hanya tertawa melihat ekspresi gadis di hadapannya yang sangat berlebihan itu.

“Jika kau tidak lulus ujian, kau harus mengikuti ujian selanjutnya sampai kau lulus!”

Pria itu mengepalkan kedua tangannya bermaksud untuk memberikan semangat pada Kim Sarang yang memasang wajah kesalnya.

“Shireo! Jika aku tidak lulus, aku akan bekerja di Club malam Ahjussi dan mencari pria kaya yang akan menghidupiku. Bagaimana?”

“Yaa!”  Kyuhyun yang tidak terima dengan ucapan Kim Sarang itu gemas hingga memukul kepala Kim Sarang pelan.

“Aw, Appo!”

Kyuhyun seketika cemas saat gadis berambut coklat itu meringis kesakitan dan memegangi kepalanya. Ah bodohnya Kyuhyun yang melupakan bahwa kepala Kim Sarang juga terluka saat kecelakaan waktu itu.

“Ah Mianhaeyo Sarang-ah aku tidak  . .  Ah apa sangat sakit? Ayo kita ke rumah sakit.”

Melihat raut kecemasan pada wajah Kyuhyun membuat gadis itu melepaskan tangannya dari kepalanya dan tersenyum. Ia bisa menahan sakitnya yang sesaat itu.

“Gwenchanna!”

“Ayo kita ke rumah sakit, kita harus memeriksakan kepalamu!”

“Shireo!! Sekarang aku hanya ingin bersamamu, kepalaku tidak sesakit itu.”

Kyuhyun terdiam, gadis itu jarang sekali berkata manis padanya. Mendengar ia hanya ingin bersamanya membuatnya senang. Kedua tangan itu ia genggam dengan erat, masih dengan mata yang mengarah pada wajah manis itu.

“Kyuhyun-ah, kau tidak akan menjauhiku kan? Kau tidak akan pergi – “

Chu~

Kyuhyun mencium bibir Kim Sarang dengan lembut, awalnya gadis itu terkejut namun setelah itu ia membalas ciuman Kyuhyun semakin dalam. Bahkan kini gadis itu yang memperdalam ciuman mereka membuat Kyuhyun tersenyum disela-sela kegiatannya.

Langit biru yang memliki gumpalan awan putih itu seolah menjadi saksi kisah asmara Kim Sarang dan Cho Kyuhyun saat ini. mereka telah sama-sama mengikat hatinya hanya untuk orang yang mereka cintai, tidak akan terpisahkan dan selalu bersama.

Cho Kyuhyun akan selalu memegang teguh etika dan moral baiknya dimanapun ia berada, dan bersama siapapun. Pria itu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan mempertahankan kebahagian keluarganya dan gadis yang ia cintai Kim Sarang.

Kim Sarang akan tetap menjadi dirinya sendiri yang orang lain lihat sebagai sosok gadis yang dingin dan kasar, tak peduli sebutan apa yang melekat padanya. Ia hanya melakukan apapun yang ingin lakukan selama tidak merugikan dirinya dan orang lain termasuk mencintai seorang pria bernama Cho Kyuhyun.

 

THE END . . .

 

::: Akhirnya Ending juga, Wooa Terima kasih banyak untuk readers yang sudah setia membaca dan memberikan kesannya untuk FF Bad Girl and Good Boy. Peluk sayang penuh cinta untuk kalian semua dari Wona bersama Kim Sarang dan Cho Kyuhyun. Saranghae~

Advertisements

5 thoughts on “BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 13 – END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s