OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 3)

our-complicated-marriage

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Romance,  Married Life

Length : Chapter

Rating : PG 17

Main Casts : Cho Kyu Hyun & Park Hyo Won.

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t copas, and don’t bash!

 

Typo is magic ~

 

Happy Reading ^^

 

Seorang pria yang memakai kaca mata merk Calvin Klein itu mengehentikan langkahnya yang keluar dari bandara ketika sebuah taksi berhenti tepat di hadapannya. Byun Baekhyun memasuki sebuah taksi itu kemudian duduk di bangku penumpang. Jalanan Kota Seoul yang ia rindukan ini menarik perhatiannya hingga ia selalu melihat sisi jalan lewat kaca mobil disampingnya.

 

Ia memperbaiki jas nya saat mobil taksi yang ia tumpangi berhenti. Pria tampan itu melihat waktu dengan jam army yang melingkar di tangan kirinya. Kaki panjanganya melangkah memasuki hotel mewah bintang lima Sun Luxury Hotel dimana tujuan kakinya adalah ballroom utama.

Kaca matanya ia lepas memperlihatkan seluruh wajah tampannya yang disertai senyum tipis dibibirnya. Tangan kanannya melambai, Pria itu berjalan mendekati seorang pria yang tengah berdiri seraya mengobrol dengan kedua pria yang berdiri di sisi kanan dan kirinya.

 

“Hyung, Chukkahamnida”

 

Pria yang ia sapa memberikan ekspresi terkejutnya dan menatap tajam kearahnya.

“Neo! Apa yang kau lakukan disini huh?”

 

Pria itu tersenyum mendapatkan sebuah sambutan dingin dari pria yang ia panggil “Hyung” itu.

Kedua orang wanita berteriak dari belakang sesaat setelah meilihatnya yang berdiri menyapa kakak sepupunya itu.

 

“Byun Baekhyun!”

 

Jeong Arin mendekat dan memeluk tubuhnya, dan pria itu membalas pelukannya. Tidak lama Baekhyun langsung mengarahkan pandangannya kepada sosok wanita tercantik di pesta ini, sang pengantin Park Hyowon yang menatapnya penuh rindu.

Kini kedua tangan pria itu memeluk gadis yang hampir meneteskan air matanya, Park Hyowon begitu merindukannya.

Byun Baekhyun adalah sosok pria yang merupakan teman yang ia kenal sejak pertama masuk sekolah menengah pertama, kebersamaannya berlangsung hingga enam tahun dimana mereka terpisahkan karena Baekhyun harus menetap di kota Paris Negara Prancis setelah kelulusannya.

 

Park Hyowon yang masih berpelukan dengan teman dekatnya itu melupakan sosok pria yang sedang berada tak jauh darinya dimana ia kini menatapnya dengan seribu tanya. Pria itu Cho Kyuhyun, ia begitu memperhatikan mereka berdua – Baekhyun dan Hyowon yang masih saja melepas kerinduan mereka tanpa melepaskan pelukannya.

Ada rasa sedikit tidak nyaman di dalam hatinya, dimana ia harus tersenyum tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

“Sigh! Jadi gadis itu sangat suka berpelukan dengan seorang pria.”

 

Lee Donghae yang mendengar gumaman Cho Kyuhyun itu hanya bisa memasang wajah tanyanya tanpa bisa bertanya apapun. Dari wajah datar Cho Kyuhyun dapat ia pahami bahwa saat ini pria itu cukup kesal melihat adegan berpelukan yang Hyowon dan Baekhyun lakukan. Bahkan Cho Kyuhyun melihat istrinya berpelukan dengan pria lain untuk kedua kalinya dimana sebelumnya dengan pria sekantor gadis itu Oh Sehun.

 

“Yaa! Aku sangat membencimu, bagaimana bisa kau memutuskan kontak dengan kami?” Hyowon membuka mulutnya seraya tangan kirinya yang memukul dada Baekhyun.

“Mianhae.” Baekhyun hanya bisa tersenyum dengan wajah menyesalnya.

“Kami sangat mengkhawatirkanmu.” Jeong Arin ingin sekali memukul kepala pria itu namun gadis itu menahannya. Sementara Hyowon kini hanya memasang wajah marahnya yang tidak ingin menanggapi Byun Baekhyun yang meminta maaf padanya dengan wajah sedih yang ia buat.

 

Ketiga orang yang sedang berbincang ini rupanya juga diperhatikan oleh Nyonya Kim, dan Kedua Orang tua Cho Kyuhyun yang sedang menyapa beberapa tamu penting yang hadir. Ada guratan kecemasan yang ditampilkan Nyonya Kim melalui wajahnya.

 

“Pekerjaanmu bertambah Lee Hyuk Jae.” Lee Donghae menepuk bahu Lee Hyuk Jae yang saat ini sedang memperhatikan gerak-gerik sepupu dari Cho Kyuhyun itu.

Byun Baekhyun dengan senyumnya ia berjalan menghampiri nenek dan anggota keluarga lainnya. Sementara Park Hyowon kini kembali berdiri di samping Cho Kyuhyun dengan hatinya yang semakin berbunga. Sahabatnya kembali, sungguh ia merasa pernikahannya cukup membahagiakan dengan kedua orang sahabatnya yang bersamanya. Meski memang kekurangan yang tidak bisa dipenuhi itu masih terlalu banyak baginya.

 

Kyuhyun sedikit merasakan panas dalam tubuhnya membuatnya cukup haus, ingin rasanya ia meminum air dingin yang begitu menyegarkan. Diliriknya wanita yang berdiri di sampingnya, ia tersenyum penuh arti.

“Palli ambilkan aku air minum!”

“Mwo?”

“Ambilkan aku air minum, kau tidak mendengarnya?”

Bukan itu maksud Park Hyowon, ia hanya tidak mengerti kenapa Cho Kyuhyun memintanya untuk mengambilkan air minum untuknya. Disini banyak sekali pelayan dan bahkan pria itu bisa berjalan sendiri untuk mengambilnya.

“Shireo? Yaa Park Hyowon, kau sekarang istriku. Cepat ambilkan aku minum.”

Gadis itu ingin sekali berteriak di hadapan pria menyebalkan ini, namun para tamu yang berada disini pasti akan memperhatikannya. Belum lagi para rekan kerjanya yang seolah masih tidak percaya dengan pernikahannya ini akan semakin memojokkannya dan ia akan menjadi bahan gossip teman-temannya jika melihat ketidak harmonisan antara ia dan suaminya.

 

Park Hyowon berjalan menuju meja tempat minuman disajikan. Gaunnya yang panjang dan lebar itu membuatnya sedikit kesulitan, Cho Kyuhyun benar-benar mengerjainya saat ini.

Cho Kyuhyun seolah puas dengan tindakannya, ia melihat gadis itu sedang berjalan kesulitan seraya memegang gaunnya, para pelayan menghampiri namun ia menolaknya. Pria itu menarik sudut bibirnya hingga membuat sebuah senyuman kemenangan, melihat Park Hyowon kesulitan seolah menjadi hiburan baginya.

 

Ujung gaun itu tersangkut di kaki meja bundar berukuran besar dimana tempat air terjun coklat cair yang terlihat sangat indah dan nikmat itu, Cho Kyuhyun melihatnya namun mengabaikannya karena berpikir bahwa Hyowon akan menyadari hal itu. Namun gadis itu tidak merasakan dengan apa yang sedang terjadi dengan gaunnya, ia sedang berdiri untuk memilih minuman apa untuk Cho Kyuhyun dimana tersaji beberapa jenis minuman diatas meja panjang dekat dua meja bundar, dan yang satunya ada meja tempat kue pengantin dengan tinggi satu meter itu.

Ada Im Nayeon disana yang sedang berdiri di dekat meja tempat kue tersebut, ia menatap tajam Park Hyowon yang sedang berpikir untuk menentukan pilihan minumannya.

 

“Kau terlihat sangat bahagia Park Hyowon-ssi.”

“Kau juga terlihat sangat iri padaku, Im Nayeon-ssi.”

“Apa? Iri padamu? Yang benar saja.”

“Kau terlihat sangat jelas iri padaku, apa kau kau tidak ada pekerjaan yang bisa kau lakukan selain mengurusi hidup orang lain?”

“Yaa!” Im Nayeon mencengkram erat kain putih yang merupakan lapisan meja di dekatnya, ia begitu kesal hingga tak sadar kedua tangannya menarik kain itu membuat Kue yang berada diatasnya bergerak dan terjatuh kearah Park Hyowon, gadis itu ingin menghindar tapi ada yang menahannya. Gaun yang ia kenakan masih tersangkut di meja satunya. Gadis itu memaksa menariknya untuk mengindar dari kue yang akan menimpannya namun . . .

 

*Brukk! *Praang!!

 

Suara gaduh itu membuat semua orang tertarik untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Park Hyowon tergeletak dipermukaan lantai yang dilapisi oleh karpet merah itu wajah dan tubuhnya dipenuhi oleh coklat cair dan kue penuh krim membuat semua orang terkejut dan langsung menghampirinya.

 

“Hyowon-ah!”

 

Byun Baekhyun berlari langsung menghampiri gadis malang itu. Beda halnya dengan Cho Kyuhyun yang diam menatap istrinya dipenuhi dengan krim dan coklat itu. Raut wajahnya yang Nampak terkejut dengan rasa khawatir itu tidak dapat ia tutupi.

 

Saat ini Park Hyowon dikelilingi pria-pria tampan yang memiliki hubungan dengannya. Park Jungsu dan Park Wonho yang merupakan kakak dan adiknya itu nampak cemas dengan mencoba membersihkan lumuran coklat dan kue yang ada disekitar bahunya, Oh Sehun yang sudah berjongkok disana menatapnya dengan cemas bersiap untuk membantu gadis itu untuk bangkit, dan Byun Baekhyun yang amat cemas ia hendak membawa tubuh gadis itu ke dalam gendongannya karena tiba-tiba Hyowon tidak sadarkan diri membuat semua orang tanpa terkecuali merasa panik.

 

Nyonya Kim khawatir sekaligus marah karena cucunya hanya berdiri mematung tanpa melakukan apapun sementara ia berstatus sebagai suaminya. Tatapan tajam itu membuat Cho Kyuhyun bergerak, ia membuat kerumunan orang itu menyingkir memberikan jalan untuknya dan langsung berjongkok di samping Baekhyun. Kedua tangan kekarnya langsung membawa tubuh itu kedalam dekapannya.

 

“Aku yang akan mengurus istriku, kalian lanjutkan pestanya.”

Cho Kyuhyun membawa Hyowon ala bridal membuat beberapa tamu merasa takjub. Tak sedikit para tamu wanita yang tersenyum kagum dan memuji pengantin pria itu. Byun Baekhyun hanya bisa tersenyum melihat gadis itu kini sudah berada ditangan suaminya. Jeong Arin yang terlihat cemas mengikuti langkah Cho Kyuhyun dari belakang menaiki anak tangga yang menuju salah satu kamar suit room di hotel ini yang merupakan kamar milik Park Hyowon dan Cho Kyuhyun.

 

 

Cho Kyuhyun’s Pov

 

Tubuh gadis ini kini telah berada di dalam gendonganku, baguslah tubuhnya tidak terlalu berat hingga aku mampu menaiki tangga seraya membawanya. Kepalanya bergerak tak nyaman di dekat dadaku, aku sudah mengetahui bahwa Park Hyowon hanya berpura-pura pingsan. Cara itu dia lakukan karena ia begitu malu.

Kau tidak bisa membohongiku Park Hyowon.

 

Jika saja sahabatnya yang bernama Jeong Arin itu tidak mengikuti kami hingga memasuki kamar ini, mungkin aku akan menurunkannya dengan membanting tubuhnya ke atas tempat tidur berukuran besar itu. Dan sekarang, aku membaringkan Park Hyowon dengan sangat perlahan dan hati-hati.

 

Oh ayolah, dia masih saja memejamkan matanya. Membuatku ingin ketawa saja, bahkan aku sudah tidak bisa menahannya. Gadis yang malang.

 

Jeong Arin menatapku dengan penasaran karena aku hanya tersenyum dan memandang Hyowon yang sedang terbaring disana. Aku mengerti, sebagai seorang suami harusnya aku cemas dan berusaha menyadarkannya atau sekarang aku harus membantu membersihkan tubuh dan wajahnya yang kotor itu.

 

Aku mendekat dan duduk di tepi tempat tidur dan menerima handuk yang diberikan oleh karyawanku. Ini menyebalkan, bukankah harusnya mereka yang melakukan ini? kenapa harus aku?

Aku baru ingat, aku sendiri yang mengatakannya. Kalimat yang kuucapkan itu seperti music yang diputar ulang di kepalaku.

“Aku yang akan mengurus istriku, kalian lanjutkan pestanya.” “Aku yang akan mengurus istriku” “Aku yang akan mengurus istriku”

 

“Kalian berdua keluarlah!”

Kedua perempuan yang merupakan  petugas hotelku itu membungkukkan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan kamar ini. aku menyuruh mereka pergi karena dengan itu gadis di sampingku ini pasti akan  segera bangun.

 

“Jeong Arin-ssi, kau tidak perlu khawatir! Istriku ini hanya berpura-pura pingsan.”

 

Kalimatku itu membuat Park Hyowon membukakan matanya dan sahabatnya terkejut lalu menampakkan wajah kesalnya.

“Yaa!”

 

Park Hyowon melirikku dengan tajam lalu kembali beralih pada Jeong Arin. Wajahnya kini seperti orang frustasi dan kehilangan akal sehatnya.

“Arin-ah, eottohkke? Ini sangat memalukan, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana besok? Memalukan sekali, di pesta pernikahanku sendiri aku sangat kacau dan berantakan. Mereka akan selalu mengenang momen ini. pengantin wanita yang dipenuhi coklat dan kue.”

 

Sahabatnya mencoba menenangkan gadis itu namun tetap saja, ia terus saja meracau dan mengacak-ngacak rambutnya kemudian menutup wajahnya yang sudah berantakan itu.

Aku melihat bajuku yang juga kotor karena sudah menggendongnya, pertama kalinya baju mahalku dikotori oleh coklat dan kue karena seorang gadis.

 

Aku pamit untuk keluar dari kamar ini untuk berganti baju dan kembali menyambut tamu. Masih ada dua jam hingga pesta selesai. Kakiku berhenti saat pria yang baru kutemui enam tahun itu berada di depanku.

 

“Hyung, apa Hyowon baik-baik saja?”

 

Kecemasannya membuatku semakin penasaran dengan hubungan mereka. Bahkan tatapan Baekhyun padanya seperti tatapan seorang pria terhadap seorang gadis. Aku hanya menebak bahwa putra dari bibiku ini menyukai Park Hyowon.

 

“Dia baik-baik saja.”

 

Aku berjalan melewatinya tanpa ingin memperpanjang obrolan kami, aku sungguh tidak terlalu menyukainya. Terlebih lagi dengan kedatangannya ini, entahlah aku semakin tidak menyukainya.

Halmeoni berjalan kearahku,wajahnya yang cemas itu pasti memikirkan cucu menantunya.

“Kenapa kau keluar? Cepat kembali ke kamarmu dan temani istrimu! Aku sangat cemas, apa dia baik-baik saja?”

Tangan Halmeoni mendorong tubuhku untuk kembali ke kamarku yang dekat dengan jarakku itu.

“Dia baik-baik saja Halmeoni, gadis itu hanya malu maka dari itu dia pura-pura pingsan. Aku harus mengganti bajuku, jadi aku-“

“ganti bajumu di kamarmu, kalian kan sudah menikah! Cepat!”

Aku memang selalu tidak bisa menolak perintah dari nenekku satu-satunya ini. Beliau memang tegas dan suka memerintah padaku, tapi Istri kakekku ini sangat menyayangiku dan melindungiku.

 

Aku kembali memasuki kamar  membuat Jeong Arin sedikit terkejut, aku menjelaskan bahwa aku akan berganti pakaian disini. Iapun mengerti dan meninggalkanku sendiri. Aku tidak melihat Hyowon, gadis itu mungkin sedang berada di kamar mandi.

 

Aku sudah membuka pakaian bagian atasku, kemeja putih ini sudah siap aku kenakan namun gerakan tanganku harus terhenti saat suara pintu kamar mandi terbuka. Aku membalikan tubuhku dan melihat Park Hyowon yang keluar dengan rambut basahnya memakai handuk mandi berwarna putih dengan wajah yang memerah karena menatapku. Tatapannya yang tak biasa itu membuatku heran.

Dia bahkan terlihat sangat gugup dan gelisah. Matanya mengarah pada dadaku yang terbuka, oh jadi dia baru pertama kali melihat pria bertelanjang dada?

“Yaa Nona, kau sedang mengagumi tubuhku heh?”

 

Park Hyowon mengerjapkan matanya beberapa kali dan menggelengkan kepala dengan cepat, tingkahnya benar-benar sangat lucu. Wajahnya semakin memerah karena aku menangkap basah ia sedang menatap tubuhku dengan tatapan yang tak biasa itu.

 

“A-ani-yo.”

 

Mengatakan tidak saja tidak benar dan tiba-tiba menjadi gagap. Dia benar-benar tidak bisa berbohong dengan benar. Aku semakin mendekat kearahnya membuang kemeja yang sebelumnya kupegang itu ke atas kasur.

 

“Cho K-Kyuhyun . . . Mau apa kau?”

Ia memandangku dengan wajah yang sangat aneh, benar-benar menggemaskan. Membuatku semakin mendekatinya dan  menyentuh pinggangnya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya dan menundukan kepalanya.

Aku ingin semakin menggodanya dengan mendekatkan wajahku ke wajahnya namun tiba-tiba saja tubuhnya terasa sangat lemas dan hampir terjatuh jika saja tanganku yang berada dipinggangnya ini tidak menahannya dengan kuat.

 

“Hey Park Hyowon, jangan pura-pura pingsan lagi. Jika kau membohongiku dengan cara yang sama maka kau sangat idiot.”

Park Hyowon masih dalam dekapanku, ia sama sekali tidak terusik. Tubuhnya benar-benar sangat lemah, mungkinkah dia benar-benar pingsan?

Untuk kedua kalinya tubuh kurus itu kubaringkan di kasur yang sama. Aku menatap wajahnya yang entah mengapa sedikit berbeda, rona merah dipipinya itu . . . Astaga, itu lebam yang mungkin disebabkan tempat kue atau coklat yang jatuh menimpanya.

Tanganku bergerak merapikan rambut basahnya hingga wajahnya benar-benar terlihat, bahkan disudut dahinya terdapat luka goresan.

Segera kuhubungi Dokter pribadiku, Dokter Shin yang merupakan bagian tamu undangan. Aku memintanya untuk datang ke kamarku dan berpesan untuk tidak membuat semua orang cemas. Jika keluarganya mengetahui hal ini, juga nenek maka kekacauan semakin bertambah. Cukup aku yang berada dalam keadaan yang mengkhawatirkannya saat ini.

 

“Park Hyowon tidak sadarkan diri disebabkan oleh kondisinya yang tidak dalam kondisi baik, juga shock akibat benturan tadi. Luka diwajahnya hanyalah luka ringan yang akan sembuh dalam dua hari. Dia juga cukup stress, apakah kau memaksakan malam pertama-“

 

“Yaa!! Tentu saja tidak!” Aku membantah keras-keras dengan dugaan Dokter Shin yang mengarah pada hal tersebut.

Pria itu tersenyum penuh arti melihat aku yang bertelanjang dada dan Park Hyowon yang hanya mengenakan piyama mandinya itu.

“Cepatlah  keluar, aku akan menghubungimu lagi jika aku membutuhkanmu! Katakan pada orang-orang yang bertanya jika Hyowon baik-baik saja dan perlu istirahat, jangan ada yang mengganggunya ”

“Arraseo Cho Kyuhyun!”

 

Aku menutup pintunya kemudian memakai kemejaku yang sempat terabaikan itu.

Wajahnya yang sedang tertidur itu mengingatkanku saat di rumah sakit, meskipun saat itu ia terlihat sangat pucat namun wajah damainya saat tidur tetap sama. Tanganku bergerak membenarkan letak selimut yang menutupi tubuhnya hingga leher itu.

 

Ini adalah hari yang berat baginya. Aku adalah tipe orang yang menuntut kesempurnaan, kekacauan tadi itu sebenarnya tidak mampu aku terima, dia benar akan ucapannya tentang orang-orang akan mengingat momen ini. kekacauan di pesta pernikahan Direktur Sun Luxury Hotel sekaligus pewaris CG Group itu pasti akan menjadi bahan perbincangan khalayak luas.

Tapi mengingat apa yang menimpa gadis ini, membuatku tidak bisa marah padanya atau memakinya. Jika aku berpikir lagi, aku yang membuatnya merasakan malu yang sangat besar. Jika saja tadi aku tidak mempermainkannya dengan menyuruhnya membawakan segelas minuman, ini tidak akan terjadi. Dan jika saja aku memberitahunya maka insiden tadi tidak akan terjadi.

 

Dan sejujurnya aku tidak bisa menerima tatapannya yang berbeda padaku. Aku tahu ini semua karena ucapanku yang mengatakan bahwa alasanku menikah dengannya adalah jabatan Presiden Direktur CG Group yang kuinginkan. Meskipun itu tidak sepenuhnya bohong, tapi alasan itu bukanlah yang utama. Entah mengapa aku sangat kesal padanya setelah mengetahui fakta bahwa ia sudah menolak perjodohanku beberapa kali, juga adegan berpelukan dengan seorang pria itu benar-benar membuatku sulit menerimanya. Jika dia mencintai pria lain, untuk apa ia menikah denganku? Jika dia sejak awal tidak menginginkanku, kenapa ia menerimanya kali ini?

 

Aku akan sangat menghargainya jika saja ia menolak dan memilih bersama dengan pria yang dicintainya. Karena aku sangat membenci seorang gadis yang rela meninggalkan seorang pria hanya demi pria lain yang lebih segalanya dari pria yang ia cintai. Benar-benar matrealistis!

Gadis di dekatku ini hampir atau bahkan sama dengan gadis yang sangat kubenci dulu. Mereka melakukan hal yang sama.

 

Author’s Pov

 

Park Hyowon tak henti-hentinya menatap interior apartment mewah milik Cho Kyuhyun saat kakinya telah menginjakkan di lantai marmer ruang utama ini. Gadis itu memang mengetahui jika rumah dan apartment di kawasan gangnam ini diatas standar, tapi untuk pertama kalinya ia memasuki sebuah ruangan yang menakjubkan baginya. Ia berpikir bagaimana seorang Cho Kyuhyun bisa menempati apartment luas ini seorang diri dan hanya ada satu kamar. Sebesar dan seluas ini hanya ada satu kamar?

 

Beberapa pelayan membantunya membawa barang-barang pribadinya. Gadis itu membawa dua koper dan satu tas besar yang entah apa isinya membuat Kyuhyun hanya bisa memicingkan matanya menebak-nebak isi di dalam tas tersebut.

 

“Kalian boleh pergi, aku yang akan menyelesaikannya.”

Park Hyowon membalas tundukan kepala para pelayan padanya, dan tingkahnya itu sukses membuat Kyuhyun tersenyum. Namun hanya sesaat setelah ia menyadari dengan perubahan sudut bibirnya itu Kyuhyun seketika terdiam dan memasang wajah dinginnya.

 

“Hari ini kita tidak akan tidur di apartmentku, tapi di rumah nenek!”

 

Seketika tangan Park Hyowon yang hendak membuka kopernya itu berhenti lalu menatap Kyuhyun.

“Selama seminggu kita harus menginap disana, aku sudah menyetujui permintaan nenekku itu.”

 

“Ta-tapi . . .”

 

“Kau tidak bisa menolaknya!”

 

Hyowon sangat bingung, bukan ia tidak mau tapi rasa canggungnya belum bisa ia tangani dengan benar jika berhadapan dengan kedua mertuanya dan nenek Cho Kyuhyun. mereka terlihat sangat High Class, bahkan ketika pesta pernikahannya tak ada pembicaraan antara dirinya dengan Ayah dan Ibu Kyuhyun. Terlebih lagi ibu Kyuhyun seperti tidak suka padanya. Bagaimana ini? Gadis itu belum mepersiapkan mentalnya untuk hidup serumah dengan keluarga Cho Kyuhyun. Belum lagi insiden kue dan coklat yang jatuh menimpanya itu membuat nyalinya semakin menciut untuk sekedar menampakkan wajah di hadapan keluarga Cho Kyuhyun.  Park Hyowon benar-benar malu atas kejadian kemarin di pernikahannya yang bukan sepenuhnya salahnya itu. Tetap saja, gadis itu juga membuat keluarga Cho menanggung malu.

 

Tapi hatinya sedikit mereda karena mengingat Byun Baekhyun juga sekarang tinggal disana, sahabatnya itu pasti akan membantunya berbaur dengan mertuanya.

 

“Ketika disana, bersikaplah dengan nyaman dan sedikit manis padaku.”

 

Park Hyowon menganggukan kepalanya dengan pasrah. Ia benar-benar tidak membayangkan pernikahan impiannya tidak terwujud malah sebaliknya.

 

“Cepatlah, mereka sudah menunggu kita untuk makan siang bersama!”

 

“Apa? Sekarang?”

 

To Be Continue  . . .

 

Advertisements

11 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 3)

  1. Kyuhyun kelewatan dech masa ngjahili hyowon sgtunya ini pernikahan mrka jg walau prnikahan itu utk kdudukanya menjadi direktur llu gmna nya dgn khdupan rumah tangga stlah ini.

    Like

  2. Huaaa pendek banget author,, panjangin lagi dong ^_^ . Jadi kyuhyun ga sepenuhnya jadi orang jahat, dia cuma merasa kesal karena di tolak hyowon beberapa kali, dan ga sadar merasa cemburu liat hyowon pelukan sama sehun.

    Cepet di lanjut ya author, ga bisa pisah lama” sama ni cople,,, rasanya gemeszzzz klo liat mereka 😀

    Like

  3. haduh ribet ni ceritanya bakalan kalo emaknya si Kyuhyun kagak suka, ngapa pake minep tempat nenek segala to, yg ada bakalan ama Baekhyun ngobrolnya bukan ama Kyuhyun tp bakal keliatan nti cemburu atau kagaknya, semangat nulis

    Like

  4. Hahahahaaa ada2 aja penfantin berlumur kue coklat
    Tpi ini gra2 si nayeon kue coklatnya jatoh
    Heh gmna ya pas mereka berdua tinggal di rumh nenek kyuhyun
    Ceritanya makin seru aku nungguin bgt yg satu ini hehe
    Semangat nulisny kaaaaa

    Like

  5. Astaga ..sempet ngakak pas hyowon pura2 pingsan ..hihihi
    Kyuhyun keterlaluan bngt sama hyowin ,dan im nayeon knpa begitu iri sama hyowon …
    Semoga sifat kyuhyun bisa lebih baik sama hyowin ..kasian dia .

    Like

  6. wahh kokk bisaa hyowon bikin tragedii d nikahannyaa sendirii..
    ituu pulaa kyuu.. kok malah liatin ajaa sihh.. kan kasian hyowon…
    yahh walau d tolong jugaa sihh.. tp kok malah pura2 pingsan.. dan bagusnyaa kyu gk bsa d boongi.. haha.. lucuu dahh hyowon

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s