OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 2)

our-complicated-marriage

Title : Our Complicated Marriage

Author : WonA

Genre : Romance,  Married Life

Length : Chapter

Rating : PG 17

Main Casts : Cho Kyuhyun & Park Hyo Won.

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t copas, and don’t bash!

Author’s Note : Sebelumnya Wona mau berterima kasih atas respon yang sangat positif untuk FF Our Complicated Marriage Chapter 1, komentar-komentarnya bikin tambah semangat. Semoga tetap suka dengan FF ini dan mohon berikan kesan, saran, komentar atau responnya. Readers-nim, Gamsahamnida Saranghamnida^^

 

Typo is magic ~

Happy Reading ^^

 

Seorang pria berjas hitam lengkap dengan dasi yang berwarna senada itu sedang berkonsentrasi penuh pada apa yang sedang ia lakukan, kedua tangannya memegang kemudi dengan pandangan lurus ke depan. Seorang pria di sampingnya nampak memeriksa beberapa lembaran berkas di tangannya.

 

“Aku akan memeriksa kembali saat tiba di rumah.” Pria itu bernama Lee Donghae, ia kemudian menutup map berisi berkas yang tadi ia periksa.

Sementara pihak yang ia ajak berbicara itu hanya diam seolah pikirannya sedang terbang melayang entah kemana. Jiwanya tidak berada disini bersama raganya.

 

“Yaa! Cho Kyuhyun!”

 

Pekikkan itu membuatnya tersadar dan menarik jiwanya kembali, bahkan pria yang berada di bangku kemudi itu – Lee Hyuk Jae sempat menoleh hanya untuk melihat seorang pria yang duduk di belakang lewat kaca spion mobil.

 

“Ada apa denganmu? Apa kau gugup karena akan bertemu dengan calon istrimu?”

Cho Kyuhyun memberikan tatapan mautnya. Yang benar saja? Seorang Cho Kyuhyun gugup hanya sekedar untuk bertemu seorang gadis? Itu tidak masuk akal.

Sahabatnya yang merangkap sekaligus menjadi sekretarisnya itu seperti tidak tahu saja seperti apa Cho Kyuhyun.

 

“Aku hanya berpikir apa ini sebuah kebetulan? Kenapa gadis itu harus dia?”

 

Pria yang memiliki rambut berwarna hitam kecoklatan itu memegang sebuah foto di tangan kirinya. Foto yang tak lain menampilkan seorang gadis yang sedang tersenyum dengan sangat manis, Park Hyowon.

 

Cho Kyuhyun menghentikan langkahnya, pria itu kini telah berhadapan dengan seorang wanita paruh baya yang menyambutnya yaitu neneknya, kemudian seorang pria berumur yang tersenyum padanya dimana ada seorang gadis yang sudah ia kenal duduk di sampingnya dengan tatapan sedikit gugup.

 

“Maafkan aku telah membuat kalian menunggu, rapatnya benar-benar tidak bisa dibatalkan.”

 

Dengan sangat sopan, pria itu menundukan kepalanya dan meminta maaf untuk keterlambatannya.

Tuan Park Jun Hwang menggelengkan kepalanya masih dengan tersenyum, ia tidak merasa keberatan sama sekali. Bahkan Kyuhyun hanya terlambat sepuluh menit.

 

“Tidak apa-apa, kami sudah senang dengan kedatanganmu.”

 

Gadis itu memandang Kyuhyun yang berjalan kemudian duduk di samping neneknya dan otomatis di hadapannya, hanya sebuah meja yang memisahkan mereka. tatapannya sulit untuk ia alihkan, bagaimana Cho Kyuhyun terlihat begitu tampan meskipun ia baru saja pulang dari kantor, dan setelan kantornya yang begitu pas ditubuhnya membuatnya sedikit merona karena memikirkan itu.

 

Bukan hanya Cho Kyuhyun yang bingung, namun begitupun dengan gadis itu, ia merasa sebuah kebetulan yang bahkan sulit ia terima. Benarkah ini hanya kebetulan semata?

Sebelumnya ia dikejutkan dengan Nyonya Kim yang dimaksud oleh Ayahnya, gadis itu belum pernah bertemu sebelumnya, tapi ketika bertemu dengan seorang nenek yang bahkan terlihat masih bugar dan penuh semangat dalam dirinya itu ia mengingat akan kejadian di toilet rumah sakit dimana Nyonya Kim adalah orang yang sama, yang ia tolong.

 

Makan malam belum bisa dimulai, mereka masih menunggu kakek Park Hyowon, pria itu masih dalam perjalanan bersama kakak Hyowon Park Jungsu. Makan malam sekaligus pertemuan keluarga ini sebenarnya membuat gadis itu sangat gugup dan masih dilanda kebingungan dalam pikirannya. Tapi tidak dengan Cho Kyuhyun, ia bahkan bersikap santai dan biasa-biasa saja seolah tidak ada yang istimewa atau apapun yang mengubah suasana hatinya.

 

Park Jungsu dan kakeknya datang, mereka kemudian membahas tentang perjodohan Park Hyowon dan Cho Kyuhyun, dan rencana pernikahan yang akan diadakan satu minggu mendatang.

Kakek Park Hyowon menjelaskan tentang bagaimana mereka bisa dijodohkan, ia ingin cucu dan yang lain mengetahuinya, meskipun anaknya dan Nyonya Kim sudah mengetahuinya.

“Sejak dahulu, aku dan mendiang kakek Cho Kyuhyun sudah berniat untuk terus mengikat hubungan persahabatan kami, awalnya kami akan menjodohkan anak kami, namun ternyata kami sama-sama memiliki seorang putra, dan putri satu-satunya Nyonya Kim memutuskan untuk menikah dengan pilihannya. Dan setelah itu kami merencanakan akan menjadikan cucu kami untuk dijodohkan, beberapa kali aku bertemu dengannya waktu kalian masih kecil. Bukankah kalian saat itu bermain bersama? Tidakkah mengingat itu?”

 

Cho Kyuhyun sempat berpikir sekilas, ia benar-benar sulit mengingatnya. Entah saat usia berapa mereka bertemu, Kyuhyun tidak ingat. Begitupun dengan Park Hyowon. ia sulit mengingat kapan mereka bertemu. Nyonya Kim dan Tuan Park hanya tersenyum melihat cucu-cucunya yang sulit mengingat momen pertemuan mereka sebelumnya itu.

 

Kali ini tinggal Nyonya Kim membuka mulutnya, ia juga sudah tidak sabar dengan apa yang ada di dalam benaknya, Wanita paruh baya itu juga ingin bercerita tentang lamarannya untuk ketiga kalinya itu.

 

“Ini mungkin sudah takdir, Aku sempat menyerah untuk menjodohkan kalian berdua karena Hyowon selalu menolaknya.”

 

Gadis yang disebut itu hanya tersenyum merasa bersalah dan sangat malu. Benar, ia selalu menolaknya. Tidak dengan Cho Kyuhyun yang selalu menerimanya.

 

“Tapi, setelah aku ditolong oleh seorang gadis yang memiliki hati yang sangat baik itu membuat semangatku semakin meningkat, Asisten Jang mengatakan bahwa gadis itu gadis yang sama yang Cho Kyuhyun tabrak.”

 

Semuanya terkejut kecuali kakek dan ayahnya Park Hyowon yang telah mengetahui ceritanya.

“Aku tidak sengaja menabraknya Halmeoni.” Kyuhyun mengoreksi kalimat Neneknya itu

Disaat seperti ini masih saja Cho Kyuhyun membela dirinya, sedangkan Park Hyowon hanya menatap Kyuhyun yang sekilas memandangnya itu.

 

“Aku tahu Kyuhyun-ah, aku mendengar kau menjaga Hyowon beberapa jam dan kembali ke kantor. Membuatku semakin tertarik pada calon istrimu ini. Hingga Asisten Jang memberikan sebuah fakta atas penyelidikannya bahwa gadis itu putri dari Park Jun Hwang. Ingin rasanya aku bersorak bahagia seperti gadis remaja jaman sekarang.”

Nyonya Kim tersenyum sangat bahagia mengingatnya.

 

“Setelah itu aku kembali meminta untuk rencana perjodohan ini tetap dilanjutkan mengingat bahwa Kakek Cho Kyuhyun begitu menginginkannya. Namun kebahagiaanku semakin bertambah karena gadis baik hati itu menerimanya. Aku berhutang nyawa dan kebahagiaan padanya.”

 

Cho Kyuhyun menatap Park Hyowon yang masih dilanda rasa gugup dan merasa tidak enak atas apa yang telah diucapkan Nyonya Kim padanya.

 

***

Usai sudah acara makan malam itu, Park Hyowon bersama kakek dan ayahnya sedang mengobrol santai dengan nenek Cho Kyuhyun. sementara itu Park Jungsu meminta sedikit waktu untuk membicarakan beberapa hal pada calon adik iparnya ini.

 

“Aku akan langsung saja Cho Kyuhyun-ssi.”

Park Jungsu memandang serius Kyuhyun dengan penuh penekanan membuat pria ini sedikit bingung.

“Katakanlah.”

“Dia adalah adikku yang sangat berharga, aku hanya memiliki dua adik. Adik perempuanku itu adalah yang paling penting dalam hidupku. Ini bukanlah sebuah permintaan, tapi Perjanjian dimana kau harus menepatinya.”

Kyuhyun menganggukan kepalanya dengan santai tanpa beban.

“Jangan pernah kau menyakitinya, bahkan hingga membuatnya menangis. Karena jika itu terjadi aku tidak bisa membiarkan Hyowon berada disampingmu.”

 

Cho Kyuhyun tersenyum, ia berpikir dalam hatinya bahwa pria di hadapannya adalah sosok kakak yang sangat baik. Benar-benar seorang kakak yang baik, puji Kyuhyun dalam hatinya.

 

“Tentu saja Park Jungsu-ssi.”

 

Park Jungsu menepuk bahu Cho Kyuhyun dan mengajaknya untuk berjalan menuju keluarganya. Mereka telah bersiap untuk pulang, tiga mobil itu telah terparkir dengan rapi siap membawa penumpangnya kembali ke rumah.

 

Tuan Park dan Ayahnya telah memasuki mobil berwarna hitam milik Park Jungsu, begitupun Nyonya Kim dengan Asisten Jang yang menunggunya kini memasuki mobil sedan mewah itu. Sedangkan Cho Kyuhyun menarik lengan Park Hyowon untuk mengikutinya, Pria itu dengan sikap gentleman nya akan mengantar gadis itu pulang dengan selamat, ijinnya pada Keluarga calon istrinya.

 

Park Hyowon sempat berdebar dibuatnya, ia membayangkan apa yang akan ia katakan di dalam mobil bersama Cho Kyuhyun. Meskipun sebenarnya banyak sekali yang ingin ia tanyakan pada Calon suaminya itu.

 

Park Hyowon sempat terkejut saat melihat dua orang yang telah menyambutnya di dalam mobil itu, Lee Hyukjae dan Lee Donghae menundukan kepalanya lalu menampilkan senyum ramah mereka.

“Mereka orang-orang kepercayaanku sekaligus sahabatku.”

Cho Kyuhyun memperkenalkan keduanya secara singkat.

Hyowon menganggukan kepalanya dan tersenyum canggung. Pikirannya bahkan sudah melayang akan berdua saja dengan pria itu pasti membuat kecanggungan dan ketidaknyamanannya di dalam mobil. Syukurlah, ada orang lain selain Cho Kyuhyun di dalam mobil ini.

 

Mesin mobil yang sudah menyala sejak beberapa menit yang lalu itu merupakan suara satu satunya di dalam mobil. Tak ada percakapan atau apapun selain hanya saling diam dan menatap kearah lain. Lee Donghae bahkan sedikit bingung dengan situasi ini. Direkturnya benar-benar sangat pasif.

 

“Oh Nona Park, kudengar kau bekerja sebagai ketua tim desain di perusahaan software” Lee Donghae berusaha memecahkan keheningan dan kesunyian yang tercipta cukup lama itu.

 

“Ah benar memang aku bekeja di perusahaan software, tapi sekarang aku bukan ketua tim desain lagi. Direktur menurunkan jabatanku.”

Cho Kyuhyun langsung melirik wajah Hyowon yang sedang tersenyum ke arah Lee Donghae itu.

“Waeyo?”

“Aku melakukan kesalahan yang cukup fatal, ini kecerobohanku. Tapi aku menikmati setiap bagian dari pekerjaanku.”

Lee Donghae menganggukan kepalanya tanda mengerti. Sementara Cho Kyuhyun hanya menyimak tanpa berkomentar apapun.

 

Sebuah pedal rem tiba-tiba diinjaknya membuat mobil yang berhenti mendadak itu memberikan sedikit guncangan yang mengejutkan ketiga orang lainnya.

“Yaa Lee Hyuk Jae, kau tidak bisa mengemudi dengan benar huh?” Cho Kyuhyun memekik kesal karena terkejut dan membuat tubuhnya sempat terhuyung kedepan. Namun Park Hyowon lebih terkejut dengan pekikkan Cho Kyuhyun yang cukup keras itu.

“Wae?” Tanya Lee Donghae pada pria di sampingnya.

“Seseorang menyebrang tiba-tiba. Tenang saja Cho Kyuhyun, tingkat refleksku diatas dirimu hingga aku tak menabraknya.”

Seorang pria itu menundukan kepalanya karena telah ceroboh menyebrang jalan kemudian berlalu begitupun dengan Lee Hyuk Jae yang melanjutkan mengemudinya. Kyuhyun yang mendengar perkataan pengemudi itu sedikit tersinggung, dan mengingat pertemuannya dengan Park Hyowon.

 

Tanpa disengaja mereka saling menatap karena sama-sama teringat dengan kecelakaan beberapa minggu yang lalu. Park Hyowon sudah tidak tahan lagi untuk diam, ia begitu penasaran dan ingin menanyakan sesuatu pada pria di sampingnya.

 

“Ehm. . Chogi . .  Cho Kyuhyun-ssi . . .” dengan keraguan dalam ucapannya itu ia memberanikan dirinya untuk membuka mulutnya.

 

“Wae?” Tanya Kyuhyun sangat singkat.

 

“Aniya, hanya saja . . . apakah ada yang ingin kau katakan padaku? Mungkin kau ingin –“

 

“Tidak, aku memang hanya ingin mengantarmu pulang. Tidak ada maksud apapun ataupun ada hal yang ingin kukatakan padamu dengan niat mengantarmu.”

“Oh?”

 

Park Hyowon sedikit malu dengan tindakannya tadi, kenapa rasanya pria ini berbeda dengan pria yang ia temui sebelumnya. Lebih dingin, tertutup, tak banyak bicara, dan   . . . menyebalkan! Bukankah setidaknya pria itu berbasa-basi, atau menanyakan apapun? Mereka kan akan menikah, tidakkah perasaan penasaran tentang satu sama lain itu ada?

 

***

Beberapa hari telah berlalu Park Hyowon memasuki ruang kerjanya dengan langkah yang sedikit berat. Ia menggenggam bag paper kecil di tangan kanannya.

Seseorang menyambutnya, Choi Minho rekan kerjanya menyapanya seraya mensejajarkan langkah mereka.

“Good Morning.”

“Oh, Minho-ssi Good morning.”

Setelah berada di ruang utama dimana beberapa rekan kerjanya telah berada di tempatnya masing-masing. Park Hyowon mengeluarkan sebuah benda berjenis kertas yang lebih tebal dari kertas biasa dari bag paper yang ia bawa dan menyerahkan satu-persatu pada orang-orang yang ada di ruangan ini.

 

“Mwo? Park Hyowon kau akan menikah eoh?” Choi Minho berteriak sangat keras saat melihat kertas undangan itu ditangannya.

Semua orang yang berada disinipun sama terkejutnya.

Im Nayeon melirik gadis itu dengan wajah tidak percayanya bahkan terlebih kepada rasa iri yang mendalam. Seharusnya dialah yang lebih dahulu menikah mengingat hubungannya dengan calon tunangannya sudah cukup lama, Im Nayeon melirik wajah kekasihnya Kim Kibum yang merupakan staf Admin di kantor ini dengan tatapan marah.

 

“Woaa Daebak!! Cho Kyuhyun? bukankah dia Direktur Sun Luxury Hotel huh? Park Hyowon apa kau sedang mempermainkan kami heh?” Bagian perancangan Kang Ji Hyun benar-benar sulit mempercayai fakta ini. Temannya benar-benar luar biasa menurutnya.

 

Park Hyowon hanya diam dan menundukan wajahnya, entahlah gadis ini juga merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya.

“Noona, Kau benar-benar luar biasa. Ah Sayang sekali kau akan menikah secepat ini, bahkan aku belum pernah berkencan denganmu.” Sungjae menampakkan wajah aegyonya membuat Hyowon sedikit bisa tersenyum.

 

“Apa kau hamil Park Hyowon-ssi?”

 

“YAA!!!” pertanyaan Im Nayeon itu membuat Sungjae, Kang Ji Hyun dan Choi Minho berteriak padanya. Sementara pegawai lain sedikit terpengaruh dengan kalimat itu hingga menyelidiki Hyowon dengan tatapan penuh tanya.

 

“Aniya, aku tidak hamil.” Park Hyowon membantahnya keras-keras.

“Lalu, kenapa kau akan menikah secepat ini?”

“Sebenarnya pernikahanku sudah direncanakan sejak dulu, Cho Kyuhyun dan aku sudah mengenal sejak kecil. Pria tampan dan mempesona itu memintaku untuk menjadi pendamping hidupnya sejak aku lulus SMA, hanya saja aku baru mengiyakannya sekarang dan kami memutuskan untuk mepercepat pernikahan kami.”

Park Hyowon sengaja membuat penjelasannya sedikit di lebih-lebihkan untuk membuat wanita yang menatapnya tajam merasa kalah dan frustasi, sejak awal Im Nayeon selalu membuatnya sulit dan tidak suka padanya karena selalu saja iri padanya.

Penjelasan itu membuat Im Nayeon menganga, bagaimana bisa? Dia kalah dari seorang Park Hyowon?

Seseorang yang baru masuk ke ruangan itu menatap Hyowon dengan senyum.

“Manajer Oh! Apa kau sudah tahu, ah kau pasti sudah tahu dan sengaja tidak memberitahu kami bahwa Uri Hyowon akan menikah eoh?”

 

Senyuman itu terhapus mendengar kalimat ‘menikah’. Batinnya mulai bertanya, Hyowon akan menikah? Benarkah? Dengan siapa?

Oh Sehun yang hanya diam memandang wajah gugup itu seolah meminta penjelasan tentang apa yang diucapkan Choi Minho padanya barusan .

 

 

Di sebuah coffee shop, Oh Sehun menyeruput Americano miliknya masih dengan wajah yang tak pernah berpaling pada gadis yang ada di hadapannya saat ini. Sementara Park Hyowon hanya membiarkan latte nya tak tersentuh dengan perasaan yang sulit untuk tergambarkan.

“Yaa! Palli jelaskan padaku huh!”

“Arraseo, aku memang akan menikah Sehun-ah. Kau lihat sendiri undangannya kan? tiga hari lagi aku akan menjadi seorang istri.” Park Hyowon memaksakan senyumnya dan membuat ucapannya terkesan tak terbebani.

“Yaa, kau bahkan tidak memberitahuku sebelumnya. Dan Pria bernama Cho Kyuhyun, aku bahkan belum pernah mendengar sebelumnya darimu. Kau menyembunyikan ini semua dariku? Kau sengaja ya?” Ekspresi kesal itu tergambar jelas di wajah tampan Oh Sehun.

 

“Yaa! Mianhae, kau juga tidak pernah bercerita siapa yeoja yang akan kau lamar itu.”

Gadis itu mencoba untuk menenangkan hatinya, sebelum ia terlanjur memiliki perasaan yang lebih dalam lagi pada seorang pria bernama Oh Sehun ini, ia sudah mematahkan perasaan itu sendiri.

Park Hyowon, diusianya yang sudah dewasa itu – 25 tahun. Ia tidak akan terkecoh akan perasaannya untuk sesaat. Gadis itu sudah memikirkan apa yang harus ia rencakan untuk masa depannya. Bukankah cinta datang kapan saja? Tidak menutup kemungkinan cinta itu datang untuk calon suaminya kelak. Oh Sehun hanyalah bagian dari kisah hatinya yang terkadang membuatnya bahagia dan sedih.

 

 

“Gadis itu . . . sepertinya dia tidak akan menerima lamaranku.”

 

“Waeyo?”

 

“Gadis itu akan menikah dengan pria bernama Cho Kyuhyun.”

 

Park Hyowon membulatkan matanya, ia seolah tuli dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia tidak salah dengarkan? Pria di hadapannya ini mengatakan bahwa gadis itu tak lain adalah Park Hyowon. Sehun tersenyum dengan wajah sedihnya, ingin rasanya saat ini ia meminta agar gadis berambut coklat terang itu membatalkan pernikahannya untuk dirinya. Namun, dia tidak bisa melakukannya.

 

“Sehun-ah . . .” Park Hyowon hanya mampu menggumamkan namanya, gadis itu menggigit bibir bawahnya dengan jantung yang berdetak sangat kencang.

 

“Mianhaeyo telah membuatmu bingung dan mengganggu hatimu sekarang. Mianhae!”

 

 

 

Gadis itu seolah hanya seorang diri di dalam pikirannya, ia tidak tahu harus mengatakan dan melakukan apa saat ini. seperti petir di tengah hari yang begitu mengejutkannya, ia hanya terdiam dengan seribu persoalan dalam hatinya yang sulit untuk dipecahkan.

Park Hyowon bangkit dari tempat duduknya tanpa berucap apapun membuat Sehun merasa sangat bersalah, gadis itu pasti bingung dan marah padanya. Kakinya melangkah begitu saja tanpa menatap Sehun yang mencegahnya.

 

“Hyowon-ah.”

 

Seperti tak mendengar seruan namanya itu, Park Hyowon tetap melangkahkan kakinya keluar dari Coffee Shop ini. Dengan pandangan sedih dan hati yang kacau itu ia tetap berjalan menggenggam erat tali tas yang melingkar di tubuhnya.

Seseorang itu berjalan mengejarnya, hingga tepat di hadapannya ia berhenti.

“Hyowon-ah, kumohon . . . maafkan aku.”

 

Park Hyowon menatap Sehun dengan tatapan yang sulit dibaca oleh Sehun. Gadis itu berpikir dalam otaknya dan hanya membantin untuk semua pertanyaannya. Kenapa Sehun meminta maaf padanya? Kenapa Pria itu terlalu terlambat mengatakan kebenaran semua ini, apa yang harus ia lakukan disaat hatinya menetapkan untuk berhenti berharap pada pria di hadapannya. Bagaimana ini? Kenapa dari awal Sehun tidak berterus terang? Jika saja pria itu tidak membuat teka-teki bahkan tidak pernah menunjukan perasaannya secara nyata Gadis itu tidak akan menerima perjodohan ini.

Oh Ayolah, hatinya sudah sangat bingung dengan semua ini.

 

“Maafkan aku karena berpikir bahwa kau juga memiliki perasaan yang sama sepertiku, maafkan aku karena tidak mengatakannya sebelumnya. Aku hanya takut jika kau menghindar dariku, aku tidak pernah mengatakan perasaanku karena kau selalu berkata bahwa kau tidak ingin mementingkan tentang suatu hubungan asmara karena kau begitu mementingkan kebahagiaan keluargamu. Maka dari itu aku-“

 

“Geumanhae Sehun-ah!”

Penjelasan Oh Sehun seolah menjadi jawaban atas beberapa pertanyaan di pikirannya.

 

“Aku yang harusnya meminta maaf padamu, mianhaeyo . . .”

Ingin sekali gadis itu mengatakan seluruh perasaannya terhadap Oh Sehun, menjelaskan semua tentang rencana pernikahannya dan semuanya tapi ia tidak bisa. Hatinya seolah diingatkan dengan statusnya sebagai calon istri dari pria lain.

 

Sehun memeluk tubuh itu cukup erat, membuat sang pemilik tubuh diam membeku. Lagi-lagi ia diberikan kejutan yang luar biasa di hatinya. Bagaimana ini? Hatinya bisa saja goyah. Gadis itu bahkan bisa mencium parfum Oh Sehun karena kepalanya kini berada di dada pria itu.

 

“Park Hyo Won.”

 

Suara dengan nada dingin itu membuatnya melepaskan pelukan singkat yang diberikan Oh Sehun, gadis itu menganga saat Cho Kyuhyun  sudah berdiri tepat di belakangnya.

“Ikut aku!”

 

Perintah tegas itu bahkan terdengar sangat mengerikan bagi Hyowon. Apa lagi ini? ia bisa saja kena serangan jantung karena hal-hal yang tak terduga hari ini begitu mengejutkannya. Sehun merasa bersalah dan mencoba menjelaskan pada Cho Kyuhyun.

 

“Cho Kyuhyun-ssi, aku harap kau-“

 

“Aku tidak memiliki urusan denganmu.”

 

Park Hyowon semakin terkejut, rupanya Cho Kyuhyun adalah orang yang cukup kasar sekalipun pada orang lain. Tapi tidakkah itu normal? Jika seorang pria marah karena calon istrinya berpelukan dengan pria lain, bukankah seharusnya memang seperti itu?

Gadis itu menepiskan pikiran buruknya terhadap Cho Kyuhyun dan mengikuti pria itu untuk memasuki mobil mengabaikan Oh Sehun yang tak berdaya saat ini. meskipun dalam hatinya ingin sekali menarik lengan itu dan membawanya menjauh dari calon suaminya, namun semua itu hanya ada dalam pikirannya. Ia tak sanggup, Cho Kyuhyun yang berada cukup jauh diatas levelnya bahkan seperti sama persis dengan tipe ideal gadis yang ia sukai itu membuatnya tak mampu untuk merusak kebahagian Hyowon yang akan segera terlaksana itu.

 

 

“Aku tidak bermaksud mengganggu kesenanganmu, tapi ada yang harus kukatakan padamu.”

Kalimat macam apa itu? Kenapa Cho Kyuhyun mengatakan hal seperti itu padanya di dalam mobil dimana terdapat dua orang sahabatnya ini. Tidak bisakah ia hanya berbicara dengannya, tanpa harus ada Lee Hyukjae dan Lee Donghae yang selalu mendampinginya?

 

“Aku tidak peduli pada hubunganmu dengan pria lain, aku hanya akan memperjelas sekarang. Tujuanku menikah denganmu, kau sudah tahu itu kan?”

Hyowon masih belum mengerti dengan arah topic pembicaraan Cho Kyuhyun padanya. Dan apa maksud dari tidak peduli itu? Astaga Hyowon begitu bingung.

“Kau pasti sudah tahu, saham perusahaan itu akan menjadi atas namaku dan kau. Setelah aku menikah denganmu, Aku akan menjadi pemilik CG Company. Jadi bersikaplah selayaknya seorang istri sampai peresmianku menjadi Presiden Direktur.”

 

Ia mengerti sekarang, fakta yang ia dapat bahwa tujuan utama Cho Kyuhyun begitu menginginkannya sebagai istrinya dalah hanya untuk sebuah perusahaan. Kenapa rasanya pria itu sangat berbeda dengan pria yang menolongnya dulu? Apa ini? ingin rasanya gadis itu menghentikan pernikahannya saat ini juga. Apa yang harus ia lakukan?

 

“Jadi, berhati-hatilah dengan tindakanmu. Saat kau masuk ke dalam lingkaranku, akan ada banyak orang yang mengawasimu. Jika ingin berselingkuh, jangan ditempat umum.”

 

“Aku tidak berselingkuh Cho Kyuhyun-ssi!”

Penegasan itu sempat mengejutkan Lee Donghae dan Lee Hyukjae yang sejak tadi hanya diam memandang jalanan dengan telinga yang ia pasang baik-baik untuk mendengar percakapan mereka berdua di belakang.

“Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu Tuan Cho? Astaga! Kau benar-benar picik! Aku tidak menyangka kau orang yang seperti itu.”

 

“Aku mengatakannya agar kau tidak salah paham, dan jangan pernah mengatakan hal-hal buruk tentangku. Inilah karakter yang kubanggakan, kuharap kau bisa mengerti dan memahaminya.”

 

“Tolong hentikan mobilnya.”

 

Park Hyowon bersiap untuk membuka pintu saat mobil itu berhenti namun sebelum itu tangan kekar milik Cho Kyuhyun menggenggamnya.

“Hilangkan pikiranmu untuk membatalkan pernikahan ini, kau tidak bisa melakukannya. Aku jamin itu. Sampai bertemu di altar!”

 

Park Hyowon menghempaskan tangan itu dan bergegas keluar dari mobil Cho Kyuhyun. ia benar-benar tak bisa bernafas dengan benar di dalam sana. Gadis itu selalu berpikir dengan pertanyaan yang sama. Apa yang harus ia lakukan?

 

 

Hingga tiba saatnya waktu yang ditunggu-tunggu itu datang tapi tidak dengan Park Hyowon, ia sebenarnya tidak menantikan hari ini. Ucapan Cho Kyuhyun benar-benar nyata, mereka bertemu di altar dengan Cho Kyuhyun memakai tuxedo berwarna putih, semua yang ia pakai benar-benar sangat menawan ditubuhnya bahkan model rambut blunt-edged nya membuat ia terlihat lebih muda dan fresh. Pria itu berdiri tegak menatap seorang gadis yang sedang digenggam lengannya oleh Ayahnya. Sempat tersentak melihat gadis yang memakai gaun pengantin berwarna putih yang panjang menjuntai itu terlihat cantik di matanya. Bagian bahu yang terbuka itu memberikan kesan elegan yang dipadukan dengan kalung berlian di lehernya.

 

Mereka berdua telah mengikrarkan janji suci pernikahan. Suara riuh kebahagiaan mulai terdengar, meminta sepasang pengantin itu untuk segera berciuman.

Rasanya Hyowon ingin sekali lari dari sini, Cho Kyuhyun membuatnya menghadap kearahnya. Mereka saling berhadapan membuat jantung Park Hyowon berdebar begitu hebat.

Bernafas Park Hyowon! Ucapnya dalam hati karena sejak tadi ia menahan nafasnya.

Tanpa aba-aba lagi, kedua tangan itu menyentuh pipinya dan mempertemukan bibir mereka. Suara teriakan penuh suka cita dan tepuk tangan seolah tidak terdengar sama sekali, Park Hyowon hanya merasakan detak jantungnya dan suhu tubuhnya yang memanas.

 

Cho Kyuhyun benar-benar membuatnya hilang kendali, ciumannya bahkan begitu dalam dan menariknya semakin mendekat, Pria itu tidak membiarkannya untuk bernafas, menyesap bibir bawah dan atasnya cukup kuat dan hampir menggigitnya.

 

“Hah!”

 

Desahan nafas Park Hyowon usai melepaskan tautan bibir mereka berdua itu disambut tawa oleh semua orang yang berada disini. Sementara Cho Kyuhyun hanya tersenyum puas tak memperdulikan wajah merah Park Hyowon yang seperti tomat dan akan meledak itu. Kau benar-benar puas rupanya Cho Kyuhyun.

 

“Omo! Uri Kyuhyun benar-benar hebat!” Tuan Park bersorak gembira.

“Yaa Cho Kyuhyun, kau sudah tidak tahan eoh?”

“Aigoo. Noona! Wajahmu semerah tomat!”

“Aish Cho Kyuhyun lakukanlah di kamarmu, perhatikan bibirmu itu!”

Semua teriakan-teriakan itu membuat Hyowon benar-benar kesulitan bernafas, ia benar-benar sangat malu sekarang.

Sedangkan Park Jungsu hanya tesenyum dan melirik seorang gadis disampingnya yang tak lain adalah kekasihnya, Choi Sooyoung.

Park Wonho, pria muda dan tampan itu menundukan wajahnya begitu malu melihat kakak perempuannya yang bertingkah sangat lucu.

Namun seorang pria bernama Oh Sehun hanya tersenyum pahit menahan hatinya yang bergejolak. Saat ini ia tidak memperdulikan apa yang ada di hatinya, pria itu hanya berharap agar gadis yang sangat dan paling cantik hari ini itu bisa bahagia.

 

Resepsi berlangsung usai pemberkatan, kini Park Hyowon telah berganti pakaian dan riasan. Begitupun dengan Cho Kyuhyun. Gaun yang dikenakan gadis yang berstatus istri sah Cho Kyuhyun itu bahkan lebih terlihat mewah dari sebelumnya. Taburan kristal swaroski di gaun bagian dadanya itu membuat siapa saja melihat Pengantin bernama Park Hyowon ini terkagum.

 

Tak terkecuali Im Nayeon,  rasanya gadis itu benar-benar tidak betah berada disini. Melihat kenyataan yang sulit ia terima. Pesta yang sangat mewah dan sepasang pengantin yang sangat cantik dan tampan dengan pakaiannya yang serba mewah itu. Belum lagi beberapa rekan kerjanya yang terus saja memuji kecantikan Park Hyowon saat ini.

 

“Chukkaeyo!” Ucap Nayeon dengan nada kesal dan tidak tulus itu. Sementara kekasihnya Kim Kibum tersenyum memberikan ucapan tulusnya.

“Kau benar-benar sangat cantik.” Oh Sehun datang dari belakang Kibum bersama Kang Jihyun dan Choi Minho.

“Benar, aku sampai iri padamu. Ehm Cho Kyuhyun-ssi . . . selamat atas pernikahan kalian.” Kang Jihyun menjabat tangan Kyuhyun dan memeluk Park Hyowon. Sementara gadis itu masih saling menatap dengan Oh Sehun.

 

“Jeong Arin!”

 

Park Hyowon berteriak usai melihat sosok sahabatnya yang sedang berjalan mengarahnya. Ia ingin cepat menghampiri sahabatnya itu namun gadis itu melupakan sesuatu, gaunnya yang hingga menyapu lantai itu terinjak dan hampir membuatnya terjatuh jika saja tidak ada tangan sigap yang menangkapnya.

Tangan itu melingkar di tubuhnya, Cho Kyuhyun menolongnya.

 

“Yaa! Perhatikan langkahmu!”

“Ah Gomawo!” Jantung Park Hyowon berdebar cukup keras, ia melihat wajah tampan itu sekilas.

 

“Yaa berhati-hatilah, jika tidak ada suamimu kau bisa jatuh.”

Kata suami itu benar-benar mengetuk jantungnya untuk berpacu lebih cepat lagi. Menyadarkannya bahwa ia sekarang telah bersuami.

“Arin-ah” Gadis itu langsung memeluk sahabatnya.

“Hey kau menikah dengan mendadak membuatku marah dan tidak ingin datang. Tapi aku tidak tahan, aku begitu merindukanmu.” Mata Gadis berambut hitam itu sedikit berkaca-kaca. Sahabat satu-satunya yang Park Hyowon miliki sejak dulu dimana ia akan berbagi kebahagiaan dan kesedihan dengannya hingga saat ini.

 

“Hyung, Chukkahamnida!”

Suara itu membuat Hyowon menoleh, mereka melepaskan pelukannya dan mengarah pada suara yang sangat mereka kenal itu.

 

Cho Kyuhyun yang sedang berdiri bersama Lee Hyukjae dan Lee Donghae itu menatap tajam sosok pria yang memberikan ucapan padanya.

 

“Neo! Apa yang kau lakukan disini huh?”

 

 

“Byun Baekhyun!”

 

 

To Be Continue  . . .

Advertisements

12 thoughts on “OUR COMPLICATED MARRIAGE (CHAPTER 2)

  1. bahan cerita yg sering muncul di ff lain tapi selalu menarik buat dibaca, dan ini banyak banget cast2nya, ditunggu kelanjutannya biar tau sapa sebenernya Baekhyun itu buat mereka ber5, semangat selalu

    Like

  2. Ish si kyu kirain tulus mau nikah ama hyowin, ternyata cuman demi perusahaan :3 . Di chap 1 kemarin kirain dia bakal jadi org baik, ternyata seperti biasanya :3 . Hohooo sehun makanya klo cinta ya bilang cinta, jan di tunda”, jadi di ambil org kan :p . Tpi semoga hyowon bahagia deh, dn mereka bisa saling jatuh cinta 🙂

    Like

  3. Wah ternyata kyuhyun menikah hanya krna perusahaan ..
    Sanggupkah hyowon hidup dengan kyuhyun,
    Bisa kh nnti nya mereka saling mencintai .
    Bisakah sehun merelakan hyowon untuk kyuhyun ..
    D
    Byun baekhyun ,siapa dia ..

    Like

  4. huu whattt????
    jdii sehunnn jugaa suka ama hyowon gituu???
    lahh knpaa gak langsung bilang ajaa.. knpaa hruss d swmbunyikan..
    emank yahh penyesalannn selaluu d blakang yaa.. yahh kasiann sehun…
    tp gk papalahh.. kan jdinya hyowon ama kyuu nikahannyaa… hahah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s