Lee Hyuk Jae : Park Hyo Won’s Naughty Husband (Chapter 2)

naughty-husband-2

Title : Lee Hyuk Jae : Park Hyo Won’s Naughty Husband

Author : WonA

Genre : Romance, Comedy, Married Life

Length : Chapter

Rating : PG 17

Main Casts : Lee Hyuk Jae & Park Hyo Won.

Disclaimer : This Story of Fanfiction is pure of my imagination, the casts belongs themselves, don’t copas, and don’t bash!

 

Typo is magic ~

 

Happy Reading ^^

 

Beberapa mahasiswa mulai memasuki ruang kelas, Park Hyo Won duduk di kursinya dengan raut wajah yang sangat tidak menyenangkan itu kemudian mengepalkan kedua tangannya. Ia masih saja memikirkan suaminya yang sangat suka tebar pesona dan bermain-main dengannya itu.

Seseorang menepuk bahunya usai duduk di sebelahnya.

 

“Waeyo? Kau seperti memiliki banyak masalah.”

“Aniya Kyuhyun-ah, aku hanya sedang kurang bersemangat saja.” Pria yang disebut Kyuhyun itu semakin memandangnya. Ia benar-benar bingung dengan sikap temannya akhir-akhir ini.

“Ehm, bagaimana jika nanti malam kau ikut aku ke pesta? Aku mendapatkan undangan pesta ulang tahun dari mantan pacarku.”

“Shireo! Kau akan bernostalgia dengan mantanmu itu dan aku hanya akan menjadi rumput tak berarti.” Gadis itu menggelengkan kepalanya sementara Kyuhyun hanya bisa tertawa mendengarnya.

“Yaa! Rumput tak berarti apa maksudmu huh? Aigoo Park Hyowon kau ini tidak suka diabaikan rupanya, tenang saja! Kau datang menjadi teman kencanku, Aku akan membuatnya menyesal karena telah berselingkuh dariku. Bagaimana? Bukankah menyenangkan? Ayolah! Kita akan bersenang-senang Hyo!”

 

Gadis itupun berpikir dengan kepalanya yang masih memikirkan Lee Hyukjae, mungkin jika ia bersama Cho Kyuhyun gadis itu tidak akan terlalu stress karena harus berurusan dengan suaminya. Dia memang harus me-refresh otaknya dan mencari hiburan. Biarkan saja suaminya itu berulah, percuma saja! Pria bernama Lee Hyukjae itu sungguh sulit untuk dirubah meski faktanya Hyowon begitu mencintainya seburuk apapun sifat suaminya itu.

 

“Oke Call!”

“Call!”

 

***

Lee Hyuk Jae berdiri diatas cermin, pria itu sudah siap untuk pergi dengan Lee Donghae yang menunggunya di ruang tamu. Diluar sudah gelap, tapi istrinya belum pulang. Ia mengkhawatirkan istrinya itu yang hanya memberitahunya akan pulang terlambat karena ada janji dengan temannya.

 

Seharian ini dia belum bertemu Park Hyowon, membuatnya begitu malas melakukan aktivitasnya, gadis itu adalah semangat hidupnya. Dan sekarang ia begitu merindukannya. Hati kecilnya mulai terusik, apakah gadis itu masih marah padanya hingga ia menghindar dan pulang terlambat? Bahkan panggilan teleponnya tidak ada yang dijawab olehnya.

 

Ingin rasanya memeluk istri tercintanya saat ini juga, tapi apalah daya sulit rasanya untuk merealisasikan keinginannya karena istrinya sedang jauh darinya.

 

“Yaa! Apa seorang selebritis harus berdandan sangat lama huh? Aku bisa meleleh jika harus menunggumu seperti itu.” Lee Donghae meluapkan kekesalannya karena bosan menunggu sahabatnya.

“Lagipula harusnya kau tidak ikut.”

“Yaa Lee Hyuk Jae, jika aku tidak mengawasimu kau bisa menyebabkan kekacauan dan membuat skandal lagi. Dengan anak PD kemarin saja membuat artikel tentangmu berterbangan dimana-mana. Kau puas?”

 

“Baguslah, aku jadi semakin terkenal!”

 

“Yaa!!!”

 

“Aw!”

 

Lee Hyuk Jae meringis karena Lee Donghae memukul kepalanya cukup keras, pria itu sudah benar-benar kesal pada artisnya ini. benar-benar menyebalkan.

 

Ditempat yang berbeda, Park Hyowon berjalan digandeng oleh Kyuhyun memasuki sebuah Café mewah dan luas itu. Hyowon sedikit tidak nyaman karena ada beberapa orang terkenal disini.

“Kyuhyun-ah, kenapa kau tidak bilang jika mantan pacarmu itu Jessica Jung? Kau membuatku benar-benar akan mati.” Park Hyowon meremas tangan Kyuhyun membuat pria itu sedikit menahan ekspresinya.

“Wae? Kau bahkan lebih cantik darinya, lihatlah! Aku sudah membelikanmu gaun yang sangat cantik dan sexy hingga sangat pas ditubuhmu.”

Park Hyowon sedikit risih melihat tatapan temannya dari atas kepala hingga kakinya. Gadis itu memakai mini dress berwarna biru navi dengan model backless yang hanya menutupi hingga tiga perempat pahanya. Cho Kyuhyun memang tidak berbohong, gadis itu terlihat luar biasa cantik hingga beberapa orang disini tertarik padanya.

 

“Oh Cho Kyuhyun, kau datang?” Jessica menyapa Kyuhyun dengan senyumnya.

Meski mereka adalah mantan kekasih, tapi hubungan keduanya cukup baik karena Kyuhyun tidak memperpanjang masalah retaknya hubungan mereka itu. Kyuhyun tipe pria yang tidak suka mempertahankan sebuah hubungan jika sudah ada yang melakukan kesalahan. Teman Park Hyowon ini cukup bebas hatinya, ia mudah jatuh cinta dan mudah melepaskan.

 

“Happy birthday, sukses selalu untukmu!”

Jessica sedikit bingung karena Kyuhyun hanya menjabat tangannya, biasanya akan ada pelukan atau sekedar ciuman pada pipinya. Ia kemudian menoleh pada gadis yang dibawa Kyuhyun malam ini.

 

“Eoh, dia nae yeojachingu.”

Park Hyowon tidak ingin terlalu ramah hingga ia hanya tersenyum tanpa berucap apapun. Melihat pesta seorang artis yang bersifat private hingga tak ada wartawan satupun membuatnya mengingat seorang wanita yang menelepon suaminya pagi tadi. Bahkan suaranya terdengar sangat mirip, mungkinkah wanita itu adalah wanita yang dihadapannya saat ini yang sedang memandangnya tak suka?

 

Jika seperti itu Lee Hyuk Jae juga akan datang ke pesta ini, ada kemungkinan mereka bertemu. Bagaimana jika suaminya mengetahui ia berada disini dan bersama pria lain bahkan memakai gaun yang cukup seksi? Tapi pikirannya mulai beragumen, biarkan saja. Pria itu bahkan melakukan yang lebih parah darinya. Gadis itu akan menyukai permainan ini.

 

 

Lee Hyuk jae datang bersama Lee Donghae, ia hendak menghampiri sang pemilik pesta namun matanya menangkap pemandangan yang menghunus hatinya. Bukankah gadis yang sedang berdiri dengan memegang gelas wine ditangannya dan mengobrol bersama seorang pria itu istrinya?

 

Dia tidak salah lihat kan? Benar, gadis itu Park Hyowon. Bagaimana bisa istrinya berada disini?

Melihat pakaian minim yang dikenakan istrinya itu membuat matanya terasa sangat panas.  Dari tempatnya berdiri ini ia melihat gerak-gerik mereka berdua, dimana mereka terlihat sangat akrab. Bahkan Pria asing yang tak lain adalah Kyuhyun itu menyentuh pipi istrinya dengan tangan yang ingin sekali ia potong itu.

 

Lee Hyuk Jae sudah tidak tahan lagi, ia membiarkan Lee Donghae yang menghampiri Jessica sementara ia berjalan mendekati istrinya yang sedang asik bercanda tawa dengan Kyuhyun.

“Park Hyowon-ssi!”

 

Gadis itu menoleh begitupun dengan Cho Kyuhyun, ia memandang ke arah pria yang menyebut nama temannya itu.

Park Hyowon sedikit terkejut, namun ia membuat ekspresi wajahnya senormal mungkin. Gadis itu sudah menebak bahwa suaminya akan datang ke pesta ini.

 

“Kau mengenal pacarku?”

Pertanyaan Cho Kyuhyun itu membuat Lee Hyuk Jae mengepalkan tangannya sangat kuat, tapi Park Hyowon hanya diam dan memaksakan senyumnya.

 

“M-mwo? Pacarmu?”

Lee Hyuk Jae menatap Cho Kyuhyun dengan amarahnya, kemudian beralih pada wajah Hyowon dengan tatapan yang lebih menyeramkan lagi.

 

“Nde, Park Hyowon pacarku. Kau mengenalnya? Oh, bukankah kau actor Lee Hyuk Jae?”

 

“Ah Kyuhyun-ah, aku lelah berdiri bagaimana jika kita ke tempat duduk yang disana.” Park Hyowon tak menghiraukan pandangan seperti apa yang suaminya lemparkan padanya ia mengajak Kyuhyun untuk duduk di sudut ruangan itu.

 

Hati Lee Hyuk Jae seketika hancur begitu saja, ini adalah pertama kalinya gadis itu mengabaikannya bahkan memegang tangan pria lain dihadapannya. Jika tidak memikirkan profesinya, saat ini juga ia ingin memukul habis-habisan pria yang bersama istrinya saat ini dan menarik paksa gadis itu untuk pergi bersamanya.

 

Tangan kanan itu bergerak menyentuh dadanya yang terasa sakit dan sesak melihat semuanya. Pikirannya mulai menebak-nebak, Apakah Park Hyowon berselingkuh? Kenapa gadisnya tega sekali melakukan itu semua dihadapannya?

 

Lee Donghae menghampiri Lee Hyuk Jae dan mengikuti arah pandangannya. Pria ini juga sama terkejutnya melihat keberadaan Hyowon di pesta ini terlebih lagi bersama pria lain.

 

“Lee Donghae, jika aku memukul pria itu disini apakah kau bisa membereskan semuanya?”

“Aish! Kau jangan melakukan hal yang ceroboh. Biarkan aku yang membawa istrimu keluar dari sini.”

 

Lee Donghae mempercepat langkahnya dan menghampiri Park Hyowon disana.

“Hyowon-ah, bolehkah aku meminta bantuanmu?”

“Oh, Donghae Oppa!”

Kyuhyun hanya menatap bingung pria yang menghampiri mereka berdua, kenapa Park Hyowon banyak dikenal oleh orang lain? Pria itu sempat terkagum karena bahkan seorang pria sekelas Lee Hyuk Jae mengenalnya. Tentu saja, dia istrinya. Tapi Kyuhyun tidak tahu soal itu.

 

Park Hyowon bangkit dari tempat duduknya dan mendekat kearah Lee Donghae, pria itu mendekat kepalanya untuk membisikan sesuatu pada gadis itu.

 

“Jika kau tidak ikut denganku saat ini, Lee Hyuk Jae-mu itu akan membuat kekacauan dengan menghabisi pria yang bersamamu.”

Gadis itu membulatkan matanya dan menatap kearah dimana Hyuk Jae saat ini berdiri masih dengan kedua mata yang memperhatikannya.

 

Gadis itu membalikan tubuhnya dan tersenyum pada Kyuhyun dengan wajah cemasnya.

“Kyuhyun-ah, mianhaeyo ada hal yang harus kuurus maka dari itu aku harus segera pulang.”

“Benarkah? Aku akan mengantarmu. Kajja!”

Cho Kyuhyun menggenggam pergelangan tangan Hyowon membuat Lee Hyuk Jae semakin menajamkan tatapan membunuhnya disertai kepalan tangannya.

 

Dengan lembut Hyowon menolak dan berusaha melepaskan genggaman tangan Kyuhyun. Dia baru ingat bahwa Lee Hyuk Jae adalah pria yang cukup nekat dan bisa melakukan apapun jika sudah marah. Gadis itu mengkhawatirkan temannya yang tak bersalah ini.

 

“Aniyo, gwenchana. Aku akan pulang bersama Donghae Oppa! Kau nikmatilah pestanya. Annyeong!”

Dengan terburu-buru Hyowon menarik tangan Donghae membuatnya menjauh dari Kyuhyun yang melambaikan tangan padanya dengan raut kecewa.

 

Park Hyowon menolak untuk pulang bersama Lee Hyuk Jae, ia memutuskan untuk menaiki sebuah taksi membuat Lee Hyuk Jae mendesah frustasi melihat istrinya yang sudah pergi dengan taksi itu.

 

“Lihatlah, dia mulai bertingkah! Dia bahkan tidak mau pulang bersamaku, minta maaf atau kata penyesalannyapun tidak ia ucapkan, membuatku gila saja!”

 

Lee Donghae hanya mampu mendengarkan keluhan dari sahabatnya seraya fokus pada jalanan yang sedang mereka lalui dimana ia kali ini yang mengemudi.

 

“Aku akan membuat perhitungan padanya.”

“Yaa Lee Hyuk Jae, tenangkan dirimu. Tidak biasanya Hyowon bersikap seperti itu, aku juga sudah lama mengenalnya. Mungkin kau telah melakukan kesalahan hingga membuatnya seperti itu. Kendalikan emosimu jika kau tidak ingin kehilangan istrimu.”

Kalimat dan nasehat Lee Donghae itu ia benarkan dalam hatinya, meskipun sakit hatinya masih sungguh terasa. Mungkinkah karena persoalan kemarin atau apa? Tapi kenapa pria itu menyebut istrinya adalah pacarnya? Bahkan istrinya hanya diam saja dan tidak terkejut sama sekali.

 

“Argh!!!”

 

Lee Hyuk Jae mendesah frustasi seraya mengacak rambutnya dengan kasar. Pria disampingnya hanya melihatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini bukan kali pertama ia melihat pertengkaran pasangan suami istri ini.

 

 

Park Hyowon baru saja melepaskan high heels berwarna hitam yang tadi ia kenakan, sebuah suara gaduh terdengar saat suaminya membanting pintu kamarnya sangat keras.

Pria itu kini berada di hadapannya dengan tatapan meminta penjelasan atas semua yang ia lihat di pesta. Sementara Park Hyowon hanya menatapnya malas dan beralih menuju lemari namun langkahnya ditahan oleh Hyuk Jae yang memegang lengan kanannya.

“Mwo?”

 

Sejak tadi pria itu sudah berusaha menahan emosinya, namun istrinya ini malah menanyakan ‘apa’. Itu membuatnya hampir kehilangan kendali dan ingin meledakan emosinya saat ini juga, tapi kemudian ia kembali melemah.

“Jelaskan padaku, siapa dia dan sedang apa kau bersamanya di pesta tadi. Kenapa ia menyebutmu pacarnya dan ia cukup intim denganmu!”

Park Hyowon ingin sekali mengabaikan permintaan itu, namun melihat wajah marah namun sarat akan kesedihan itu membuatnya luluh. Sebenarnya gadis itu tidak suka jika harus suaminya terluka.

 

“Dia Cho Kyuhyun teman kuliahku, dia memintaku untuk berpura-pura menjadi pacarnya di pesta ulang tahun mantan pacarnya. Kami memang sudah mengenal sejak ospek dulu, dia sudah seperti kakakku.”

 

“Benarkah?”

 

“Apa aku pernah berbohong padamu, bukankah kau yang suka berbohong padaku?”

 

Lemparan pertanyaan itu membuatnya terdiam, benar! Gadis itu tidak pernah berbohong padanya, bahkan ia yang selalu membohongi istrinya. Bukan ia tidak percaya, hanya saja ia masih tidak bisa menerima apa yang dilakukan oleh istrinya itu.

 

“Aku hanya tidak suka kau melakukan itu, aku ingin sekali memotong tangan lancang itu yang menyentuh pipi dan tanganmu.”

“Lalu bagaimana denganku? Aku bahkan selalu menahan apa yang aku ingin lakukan saat melihatmu mencium gadis lain bahkan lebih dari itu.”

“Aku melakukannya karena tuntutan pekerjaan tidakkah kau mengerti?”

“Tapi kau sangat menikmatinya.”

 

“Astaga Hyo, kau masih berpikir aku seperti itu hingga sekarang?”

Lee Hyuk Jae memegang kedua bahu itu dan menatap wajah cantik istrinya dengan tatapan serius.

“Jika kau tidak menyukai profesiku, aku akan berhenti!”

 

Kalimat itu seketika membuat Hyowon menggelengkan kepalanya dan mendekap erat suaminya. Ia tidak pernah berpikir akan hal seperti itu. Mana mungkin ia menginginkan suaminya untuk menghentikan karirnya, tidak mungkin.

“Mianhaeyo. . . aku hanya terkadang merasa lelah karena kau selalu melukai hatiku.”

Lee Hyuk Jae mencium puncak kepala istrinya dan mengeratkan pelukannya, membawa istrinya ke dalam dekapan hangatnya yang ia rasakan saat ini Istrinya sedang terisak itu. Hyowon memang mudah menangis.

“Aniyo, mianhaeyo karena aku selalu menyakitimu. Tapi kumohon jangan pernah lari dariku.”

Park Hyowon menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari permohonan Lee Hyuk Jae.

 

Kedua tangan Hyuk Jae yang berada dipunggungnya itu tiba-tiba bergerak perlahan menyusuri tulang belakang yang sangat indah itu membuat Hyowon bergumam karena merasakan bulu kuduknya berdiri.

“Aku akan memberikan hukuman karena kau sudah membuatku merindukanmu dan bersikap nakal hari ini!”

 

“Yaa!”

 

Lee Hyuk Jae memegang tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya, sedangkan tangan satunya menyentuh pinggang ramping itu agar tubuh mereka tak memiliki jarak sedikitpun. Bibir penuh istrinya ini seolah candu baginya, ia akan merasa sangat kehausan jika tidak menyentuhnya dengan bibirnya sehari saja. Gadis itu hanya mampu mengimbangi permainan suaminya dengan hati yang berdebar. Bahkan saat ini sepasang suami istri itu sudah berbaring diatas ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka.

 

***

 

Park Hyowon terbangun dengan senyum yang sangat indah, mentari yang diselimuti awan di musim dingin ini tak berpengaruh pada kehangatan hatinya. Ia benar-benar hangat saat ini. Pria yang sangat gadis itu cintai masih tidur dengan mendekapnya. Ia mendekatkan kepalanya pada dada bidang yang terbuka itu. Sungguh gadis itu seperti merasakan kerinduan yang teramat dalam pada suaminya yang setiap hari ia temui itu.

 

Kembali mendongakkan wajahnya, salah satu hobinya adalah melihat wajah polos suaminya saat tidur. Seperti malaikat baginya, pria itu begitu tampan dan menggemaskan.

 

Park Hyowon memberanikan mencium bibir suaminya perlahan, hanya sebentar tidak ingin membuat pria itu terbangun dari mimpi indahnya. Namun ia gagal, suaminya membuka matanya dan tersenyum  gembira lalu menatapnya dengan tatapan menggoda.

 

“Itu sangat sebentar, lakukan lagi!”

 

“Shireo!”

 

Park Hyowon merasa malu hingga menyembunyikan wajahnya dalam dekapan Hyuk Jae. Tingkahnya itu dianggap sangat lucu bagi suaminya membuatnya semakin gemas dan terus menggoda istrinya.

“Kau sangat cantik dan sexy semalam.”

 

“Yaa!”

***

 

Saat ini mereka berdua sedang melakukan acara sarapan pagi bersama, Hyowon yang selalu merona itu membuat Hyuk Jae tersenyum tanpa henti. Istrinya benar-benar sangat lucu.

“Yaa, kenapa kau memakai syal dan pakaian tertutup seperti itu.”

 

“Kau masih bertanya? Hah jinjja! Ini semua karena kau meniggalkan jejak diseluruh leherku!”

Lee Hyuk Jae tertawa sangat puas, ia benar-benar merasa suasana hatinya sangat baik jika sudah menggoda istrinya itu.

“Lalu untuk apa menyembunyikannya dariku, kau tahu aku sangat mengagumi karyaku itu dan biarkan orang lain bahkan temanmu bernama Kyuhyun itu melihatnya.”

“Mwo? Kau ingin mereka menganggapku seorang jalang huh? Kau harus ingat suamiku, mereka tidak tahu jika aku sudah bersuami!”

 

“Mianhaeyo istriku.” Lee Hyuk Jae terkekeh dan hampir tersedak oleh air minumnya saat istrinya menampakkan wajah kesalnya

 

 

Sore ini hujan turun cukup deras dan berangin. Hyowon baru saja berbelanja kebutuhan dapurnya setelah pulang dari kampusnya. Meski terlihat begitu lelah, gadis itu tetap tersenyum mengingat bahwa hubungannya kembali baik dengan suaminya. Ia akan memasak makanan special untuk suaminya itu. Tapi jika ia tetap menunggu hujan di halte bis ini, ia pasti akan pulang terlambat.

 

 

Udara dingin benar-benar menusuk tubuhnya hingga ia menggigil beberapa kali saat hyowon sudah sampai di rumahnya padahal penghangat ruangan sudah menyala dan berfungsi dengan benar.

 

Setelah menyiapkan semua hidangan di meja makan, ia kemudian tersenyum dengan semangat untuk berjalan menuju ruang televisi hanya sekedar untuk menunggu kepulangan suaminya seraya menonton drama.

Namun ponselnya bergetar, Hyowon langsung menjawab panggilan teleponnya.

“Yeoboseyo . . .”

“Sayang, maafkan aku karena tidak bisa pulang malam ini. Syutingnya bahkan belum selesai, aku akan pulang besok pagi. Kau tidak perlu menugguku, dan jangan lupakan makan malammu.”

 

“Oh Geurae, kau juga.”

 

Hyowon membalikan tubuhnya mengarah kembali ke meja makan. Dilihatnya satu persatu hidangan yang terlihat menggoda itu, namun ia begitu malas untuk memakannya. Gadis itu sudah membayangkan akan makan malam bersama suaminya tapi gagal.  Nafsu makannya hilang seketika. Hyowon memutuskan untuk melangkah ke kamarnya dan segera tidur.

 

 

Sesuai dengan ucapannya Lee Hyuk Jae pulang pagi-pagi sekali dengan tubuh lelahnya, ia ingin segera ke kamarnya dan tidur dengan memeluk istrinya itu. Hingga sampai di kamarnya ia tersenyum melihat gadis itu sedang berbaring dengan selimut yang menutupi tubuhnya.

Akan tetapi saat ia mendekat, Lee Hyuk Jae begitu terkejut melihat wajah istrinya sangat pucat. Saat hendak meletakkan punggung tangannya di dahi Hyowon, gadis itu terbangun.

“Oppa. . .”

Hyowon merasakan ada yang aneh dengan perutnya. Ia segera bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk membuang apa yang ada di kerongkongannya yang terasa sangat mual itu.

 

“Sayang, kau tidak apa-apa?”

Hyukjae sangat panik dan menyusul istrinya ke kamar mandi.

 

Gadis itu hanya memuntahkan air lewat mulutnya.

“Gwenchana.” Hyowon berusaha menenangkan kepanikan suaminya setelah ia membasuh mulutnya. Lee Hyuk Jae membantu menyeka wajah basah istrinya dengan tisu.

Ia juga menyeka keringat dingin yang keluar di sekitar dahi  dan leher Hyowon.

 

“aku rasa kau tidak baik-baik saja sayangku.”

“aku baik-baik saja Oppa, entah kenapa aku hanya merasa tubuhku tidak enak dan sangat mual.” Lee Hyuk Jae sempat berpikir dengan kondisi istrinya saat ini. Sebuah pemikiran terlintas di otaknya.

“Lee Hyowon, mungkinkah . . . kau . . . hamil?”

Hyowon membulatkan matanya, hamil?

Lee Hyuk Jae sedikit menegang mengatakan pertanyaan itu, ia menatap istrinya yang masih terkejut.

 

“Hamil?”

 

 

 

To Be Continue  . . .

 

Advertisements

One thought on “Lee Hyuk Jae : Park Hyo Won’s Naughty Husband (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s