BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 11)

bad-girl

  • Title : Bad Girl And Good Boy
  • Author : WonA
  • Length : Chapter
  • Rating : General
  • Genre : Romance, School Life
  • Cast :  Kim Sa Rang – Cho KyuHyun – Kim Yesung – Other Cast.
  • Disclaimer :This Fanfiction Is Pure Of My Imagination And The Cast Belongs Themselves

Typo is magic ^^

 

Happy Reading~

 

Cho Kyuhyun yang hendak memasuki mobil yang telah dibukakan pintunya oleh supir pribadinya itu sedikit tersentak melihat pesan masuk dengan nama pengirim Kim Sarang.

Ia hanya mengabaikannya begitu saja lalu masuk ke mobil namun dengan pikiran yang masih tertuju pada gadis itu.

Setelah beberapa saat memikirkan, bahkan menahan dirinya untuk sekedar melihat pesan itu, akhirnya tangannya kembali merogoh saku seragamnya yang merupakan tempat dimana ponselnya disimpan tadi.

 

Sebuah rekaman itu ia dengarkan membuatnya cukup terkejut. Pertanyaan mulai muncul di benaknya, darimana gadis itu mendapatkan ini? apa yang ia lakukan? dan seolah mendapatkan firasat yang sangat buruk. Raut wajah Cho kyuhyun berubah menjadi ketakutan, ia bukan takut pada mereka yang beusaha menghabisinya, melainkan Kim Sarang, dimana dia sekarang? ia tidak melihat gadis itu di pelajaran terakhir tadi.

 

“Ahjussi! Tolong kembali ke sekolah.”

 

Tanpa bertanya apapun, Supir pribadinya memutar arah dan kembali menuju Sekolah padahal rumah mereka sudah dekat. Kyuhyun dengan cemas menghubungi ponsel Kim Sarang namun tidak dapat dihubungi membuatnya semakin gelisah dan khawatir.

 

Mata Cho Kyuhyun mulai berperan penting disaat seperti ini, ia menyusuri setiap jalan yang biasa di lalui gadis itu, hingga panca inderanya itu menangkap beberapa kerumunan warga di dekat halte bis. Perasaannya mulai semakin buruk, entahlah Cho Kyuhyun seperti merasakan ada yang tidak beres dengan gadis itu.

 

Cho Kyuhyun berlari setelah ia keluar dari mobil dan menghampiri kerumunan warga itu, hingga terdengar suara nyaring ambulan yang mendekat.

 

Tubuhnya terasa begitu tak berdaya dan pasokan udara seperti habis dan cahaya dalam hatinya padam dengan tiba-tiba.

 

“Sarang-ah!!!”

 

Cho Kyuhyun berteriak histeris dan mendekat pada tubuh yang sudah tak sadarkan diri itu. Tangan gemetarnya berusaha menyentuh wajah Kim Sarang yang dilumuri darah dan begitu pucat.

“Sarang-ah. . . jebal . . .”

 

Kyuhyun tak mampu menahan air matanya yang mengalir dan isakannya yang terasa sangat menyakitkan itu. Bahkan beberapa kali ia harus menahan nafasnya dan terengah ketika dadanya begitu sesak. Ini seperti pemandangan paling menyakitkan yang pernah ia lihat.

 

Seorang pria berumur itu berjalan dengan langkah yang terburu-buru dan ekspresi wajah yang menampakkan raut kecemasan yang luar biasa seraya menggenggam tangan putri kecilnya yang berjalan bersamanya.

 

“Kyuhyun Oppa, Sarang Eonni waeyo?” Kim Heesun, gadis kecil itu sudah membuat genangan air di kelopak matanya.

 

“Ada apa dengan putriku? Apa yang terjadi? Benarkah ia kecelakaan?” Tuan Kim mulai tak sabar karena Kyuhyun tak kunjung menjawab pertanyaan anaknya.

Cho Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya yang masih basah karena ia masih saja menangis, rasanya benar-benar menyakitkan mengetahui dan memberikan kabar buruk ini.

Kim Sarang masih di dalam ruang ICU dan masih ditangani oleh dokter di dalam sana.

 

Tak beberapa lama Yesung datang dan menghampiri Tuan Kim yang sedang cemas dan menenangkan Kim Hee Sun.

 

Kyuhyun hanya melihat pria yang baru datang itu sekilas, dan kembali tertunduk. Pikiran-pikiran buruknya mulai melintas begitu saja, ia benar-benar takut saat ini!

 

Cho Kyuhyun’s Pov

 

Kenapa dengan posisi duduk seperti ini tubuhku sangat lemas dan tak berdaya? Dadaku begitu sakit dan kepalaku sangat pusing. Bagaimana keadaan Kim Sarang sekarang? kenapa dokter lama sekali? Apa ia merasakan kesakitan yang luar biasa?

Oh Tuhan, aku tidak bisa melihatnya sakit seperti itu.

 

Apa dia akan baik-baik saja?

Kumohon selamatkan dia. Kumohon!

 

 

Saat ini aku berada di ruangan Kim Sarang dirawat, setelah beberapa jam berlalu dan ia berhasil melewati fase kritisnya dan operasinya berjalan lancar aku baru bisa melihat wajah pucat itu.

Gadis itu memang benar-benar kuat, kehilangan banyak darah dan luka yang memenuhi tubuh dan wajahnya tak membuatnya menyerah begitu saja. Kim Sarang sudah banyak mengalami cobaan dan rintangan dalam hidupnya, gadis itu benar-benar pemberani.

 

Aku akan selalu mengaguminya, dan berada disisinya mulai saat ini.

 

“Bangunlah, kumohon! Kau sudah tidur cukup lama membuatku merindukanmu.”

 

Ini sudah jam empat pagi, namun aku tidak merasakan kantuk sedikitpun. Aku sangat berterima kasih pada ayahnya yang mengijinkanku berada di ruangan ini untuk menjaganya. Aku tidak peduli Pria bernama Yesung itu menatapku curiga dan kesal karena aku yang menjaga gadisku sepanjang malam. Di ruangan ini hanya diperbolehkan satu orang yang menjaganya, beberapa jam lagi Tuan Kim dan Heesun pasti akan datang. Tapi aku benar-benar tidak ingin beranjak dari sini. Aku ingin menemani gadisku, melihatnya sedang tidur, dan selalu mendoakannya.

 

Tangan yang ditancapkan jarum infuse itu bergerak, jantungku mulai berdetak dengan tempo yang cukup cepat melihatnya. Matanya bergerak dan kelopak mata yang indah itu terbuka.

 

Dia sadar, Kim Sarang sudah bangun! Aku memandangnya dengan senyum ketika matanya menangkap wajahku dengan tatapannya.

 

“Kau sudah sadar? Aku akan panggilkan dokter untuk memeriksamu.”

 

Dia menggelengkan kepalanya yang dibalut oleh perban putih itu menolak untuk kupanggilkan dokter, tapi aku masih khawatir aku ingin kepastian tentang kondisinya.

“Kyu . . .”

 

Suaranya yang serak dan dengan nada yang sangat rendah itu memanggilku. Aku membalasnya dengan memandangnya –dengan mata berbinar penuh kebahagiaan.

 

“Aku ingin kau disini. . . jangan menekan belnya. Mereka akan mengganggu kita.”

 

Dasar gadis bodoh! Ia masih saja menggodaku disaat seperti ini, tidak tahukah aku hampir mati dibuatnya?

Aku hanya menganggukan dan tersenyum menuruti permintaannya. Ia memastikan bahwa kondisinya lebih baik, dan memintaku untuk tidak khawatir padanya.

 

“Tidak usah tersenyum!”

Laranganku padanya itu membuatnya terkejut, ia hampir menarik sudut sempurna di bibirnya untuk tersenyum namun aku sudah menghentikannya terlebih dahulu.

 

“Kau memiliki luka di sudut bibirmu, pasti sangat sakit jika tersenyum.”

 

Bukannya diam, gadis itu malah tersenyum bahkan memperlihatkan tawa riangnya.

Aku menatapnya tajam, ini bukanlah sebuah lelucon. Faktanya aku tidak mampu melihatnya kesakitan, sekalipun aku tidak melihat raut kesakitan pada wajahnya tapi aku bisa merasakannya, aku tahu itu.

 

“Kyuhyun-ah”

 

“Wae? Kau membutuhkan sesuatu? Apa kau merasa sakit?”

 

Dia hanya menggelengkan kepalanya, dan menatapku dengan tatapan yang sama seperti saat kami kencan waktu itu.

Tatapan itu membuatku begitu tenang, dan seolah kebahagian selalu menyertai hatiku.

“Pulang dan istirahatlah, aku tidak suka melihat mata pandamu!”

 

Masih dengan suaranya yang terasa begitu lemah itu ia memerintahku, gadis ini sangat suka sekali menyuruhku pulang. Bagaimana bisa aku pulang sementara pikiranku akan terus bersamanya?

Oh ayolah, jangan memintaku untuk meninggalkannya sendiri di rumah sakit dengan keadaanya saat ini.

 

Suara pintu terbuka memperlihatkan seorang pria yang tak lain Ayah dari Kim Sarang, aku bangkit dari tempat dudukku dan member salam padanya.

Tuan Kim tersenyum ramah, namun senyumannya itu terganti dengan keterkejutannya melihat putrinya yang memandang dan memanggilnya.

 

“Appa . . .”

 

“Kau sudah sadar sayang? Oh Syukurlah,.”

 

Pria berumur sekitar 43 tahun itu menghampiri Kim Sarang dengan sangat bersemangat dan meletakan sebuah jaket di sandaran kursi. Tuan Kim Nampak sangat bahagia melihat putrinya sudah sadar dan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

 

Pria itu merasakan apa yang aku rasakan, aku sangat bahagia dan bersyukur atas Gadis itu. Tuhan memang sangat menyayanginya, sama sepertiku.

 

“Appa, kumohon usir dia! Dia tidak tidur semalaman karena menjagaku.”

 

Ayah Kim Sarang seketika melihatku, dan tersenyum. Gadis itu memang sangat berniat untuk menyuruhku pergi.

 

“Benar, kau harus pulang nak Kyuhyun. Aku sangat berterima kasih karena telah menjaga putriku.”

“Gwenchanayeo Ahjussi, aku masih betah berada disini. Aku –“

 

“Cho Kyuhyun . . .”

 

Gumaman Kim Sarang tentang namaku membuatku tak mampu untuk bersikeras lagi, baiklah aku akan pulang.

 

“Ah Baiklah, Sarang-ah kau jangan banyak bergerak, tetaplah di tempat tidurmu jangan kemana-mana! Kau ingat kata dokter? Lukamu belum sembuh, perhatikan kepalamu itu. Jangan banyak berbicara, makanlah dan beristirahat!”

 

Gadis itu hanya membelalakan matanya, bahkan yang lebih terkesiap adalah Tuan Kim yang menatapku tak percaya. Aku tersadar bahwa ada Ayahnya disini, aku memang tidak bisa menahan nasihat yang bahkan lebih mirip seperti perintah untuk Kim Sarang.

 

“Mianhaeyo Ahjussi, Aku pamit dulu.” Aku membungkukkan tubuhku kemudian berjalan keluar dari ruangan ini, namun sebelum itu aku menyempatkan untuk memandang gadisku dan tersenyum padanya.

 

 

Author’s Pov

 

Tuan Kim masih bingung dengan pria yang baru saja keluar itu, ada hubungan apa ia dengan anaknya? Bahkan kemarin Kim Heesun Nampak sangat akrab dengan Cho Kyuhyun.

 

“Siapa dia?”

 

Kim Sarang sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan mudah dari Ayahnya.

“Bukankah Ayah tahu, Namanya Cho Kyuhyun!” Kim Sarang membuat wajahnya setenang mungkin, meskipun ia sangat berdebar saat ini.

“Aku tahu namanya, tapi ada hubungan apa kalian?”

Nada sedikit curiga yang diselipkan pada ucapannya itu membuat Kim Sarang sedikit terusik ketenangannya.

 

“Dia . . Teman sekelasku.”

‘dan Pria yang sangat kucintai, Appa’ kalimat terakhirnya hanya mampu ia ucapkan dalam hatinya.

 

Tuan Kim tak memperpanjang pertanyaannya tentang Cho Kyuhyun dan membuat kelegaan dalam hati Kim Sarang.

Sejujurnya gadis itu masih menginginkan keberadaan Kyuhyun disisinya. Orang yang pertama ia lihat setelah perjuangannya untuk hidupnya, dan suara lembut yang bahkan terdengar cukup jelas ketika ia masih dalam alam bawah sadarnya.

 

Semakin gadis itu bersama Kyuhyun, maka semakin besar pula keinginan untuk memiliki hati satu sama lain, keinginan untuk bersama, dan berbagi cinta yang ia miliki hanya untuk Cho Kyuhyun. Kim Sarang tidak mampu melakukannya, ia sudah memilih jalur lain untuk hidup dan hatinya.

 

Kim Sarang merasa sangat bersalah dan tidak mampu untuk menerima seluruh cinta dari Cho Kyuhyun. Gadis itu bahkan merasa bersalah membuat Kyuhyun yang terjaga sepanjang malam hanya untuk menjaganya, wajah lelah dengan kantung mata dan lingkar hitam dibawah matanya membuat Kim Sarang tidak bisa menahan Kyuhyun lebih lama lagi disini. Pria itu butuh istirahat, maka dari itu ia menyuruhnya pulang.

 

Kim Sarang teringat kejadian dimana Kyuhyun tertusuk, pria itu pasti merasakan apa yang ia rasakan waktu itu. Ketakutan, kekhawatiran, dan kesedihan yang mendalam benar-benar mengusik hati dan pikirannya. Cinta memang membuat siapa saja tidak mampu mengendalikan apapun yang ada didalam hatinya.

 

 

Sinar mentari yang semakin terang itu membawa sang pemilik sinarnya itu menaiki langit dimana menunjukan waktu yang beberapa saat lagi akan masuk pada siang hari. Kim Yesung membawa buket bunga berukuran cukup besar yang sangat indah berjalan di koridor rumah sakit, setelah mengetahui tunangannya tekah sadar dan melewati masa-masa kritisnya  pria itu langsung bergegas ke rumah sakit usai menyelesaikan rapat pentingnya. Ia sungguh tidak sabar untuk melihat Kim Sarang, gadis yang mulai menarik hatinya untuk jatuh pada sebuah cinta yang sudah sangat lama tidak ia rasakatn.

 

Seseorang menatapnya ketika berjalan melewatinya.

 

“Yesung-ah!”

Pria itu menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya mendengar namanya diserukan oleh orang lain.

 

“Yaa! Lama tidak berjumpa!”

Pria itu menghampiri Yesung dan memeluk tubuhnya sekilas.

 

“Heechul-ah! Kau sedang apa disini eoh?”

 

“Aku sedang mengurus administrasi ibuku.”

Pria tampan dan tinggi yang memiliki kulit putih itu menunjukan sebuah kertas pada Yesung.

“Ada apa? Apa ibumu sakit?”

 

“Saat kami tiba di Korea dua hari yang lalu, penyakit jantungnya kambuh lagi, tapi sekarang sudah diperbolehkan pulang.”

 

Pria yang disebut Heechul oleh Yesung itu menampakkan ekpresi yang memberitahu bahwa semuanya baik-baik saja membuat Kim Yesung tersenyum lega.

 

“Syukurlah, aku berharap semoga ibumu selalu diberi kesehatan.”

“Terima kasih. Oh ya, apa kau datang untuk menjenguk seseorang? Siapa yang sakit? Wah . . . Bunganya sangat cantik, apa untuk kekasihmu?”

 

Pertanyaan itu membuat Yesung tersenyu malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Rasanya sedikit aneh jika seseorang membicarakan tentang kekasihnya karena sudah lama Yesung tidak mendengar kalimat seperti itu.

 

“Yaa! Apa benar-benar kekasihmu? Kau bilang akan memberitahuku jika memliki pacar, cepat jawab!”

 

“Aniyo, dia bukan kekasihku!”

 

“Dia tunanganku.”

 

“Apa? Yaa! Kim Yesung, kau bahkan sudah bertunangan? Sahabat macam apa kau ini? kau tidak memberitahuku pertunanganmu, menyebalkan sekali!”

 

Nada emosi bercampur dengan kebahagiaan itu terdengar sangat jelas dari bibir Heechul, ia sudah cukup lama bersahabat dengan Yesung.

“Kau yang menyebalkan, satu tahun ini aku kehilangan kontakmu. Kau tidak bisa dihubungi, kau benar-benar bersenang-senang di Jepang!”

Kim Yesung memukul bahu sahabatnya cukup keras dan dengan wajah yang gemas ingin memukulnya beberapa kali.

Benar, Heechul yang yang sudah tinggal di Jepang selama empat tahun itu biasanya akan saling mengabari, dan mengunjungi satu sama lain, mengingat mereka sudah berteman cukup lama dan benar-benar sangat dekat.

 

“Kau mau ikut menjenguknya? Aku akan mengenalkan kalian.”

 

Dengan sangat antusias, Heechul mengiyakan tawaran Yesung untuknya. Ia begitu penasaran, gadis mana yang mampu merebut hati sahabatnya ini mengingat bahwa pria itu seolah memiliki trauma akan luka di dalam hatinya karena cinta.

Heechul membawakan buket bungan Yesung untuk tunangannya itu, mereka berjalan seraya mengobrol dengan topic yang saling menyudutkan satu sama lain.

Hingga berada di depan sebuah pintu, kaki Yesung terhenti. Tangan kanannya memegang knop pintu dan membukanya.

 

Keduanya memasuki ruangan Kim Sarang, ada sedikit keterkejutan di wajah gadis itu karena Yesung tak memberi kabar terlebih dahulu untuk datang menjenguk dan ini ada kejutannya untuk tunangannya itu.

 

Akan tetapi yang lebih terkejut adalah sosok Heechul yang mematung disana, pria itu melihat sosok pria yang berdiri menatapnya tanpa beralih sedikitpun.

 

“A –Appa.”

Kata itu terasa sangat sulit keluar dari mulutnya.

Kim Sarang menoleh, melihat pria di belakang Yesung mengatakan “Appa” dan membuatnya bergetar.

 

“Kim  . . . Sarang?”

 

Kaki Heechul bergerak mendekat dan melihat sebuah kenyataan yang ada di hadapannya. Rasanya ia ingin memeluk pria yang masih terdiam menatapnya itu, bahkan Kim Sarang yang mulai menyadari siapakah pria yang ada di hadapannya saat ini, pria itu sangat ingin memuluknya.

 

“Kim Heechul!”

Barulah Tuan Kim berujar, ia kemudian mendekap putranya yang pergi darinya cukup lama itu. Sementara Yesung masih bingung dengan situasi ini dan menebak-nebak dalam pikirannya.

Kim Heechul? Kim Sarang? Mereka adalah saudara kandung. Bagaimana bisa?

 

Yang membuat Yesung bingung adalah Kim Sarang adik dari Kim Heechul, ia sedikit sulit memahaminya, dimana ia yang sudah bersahabat cukup lama dengan Kim Heechul tidak tahu menahu tentang ini. Sahabatnya itu begitu tertutup tentang keluarganya, bahkan obrolan mereka tidak pernah menyinggung soal keluarga membuat Yesung mengira bahwa Kim Heechul adalah seorang anak tunggal.

 

Kim Heechul adalah putra pertama dari Tuan Kim yang berarti ia adalah kakak Kim Sarang dan Kakak tertua dari Kim Heesun. Pria yang sekarang sudah dewasa ini adalah pria yang sama yang meninggalkan mereka bertiga bersama ibunya setelah perceraian.

 

Tuan Kim dan Yesung meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan. Alasanya adalah sikap Kim Sarang yang belum mau menerima kakaknya yang tiba-tiba datang padanya itu. Gadis itu memiliki luka dan kekecewaan terhadap kakak Laki-lakinya yang meninggalkan mereka begitu saja bahkan tidak mencoba menghubungi mereka sekalipun.

 

Kim Heechul yang duduk di sisi ranjang rumah sakit itu menatap sendu tubuh Kim Sarang yang tidak baik-baik saja itu, wajahnya yang dipenuhi luka dan kepalanya yang diperban itu membuat hatinya sakit. Seharusnya ia bertemu dengan adiknya dalam keadaan adiknya baik-baik saja dan menjadi momen yang membahagiakan, tapi ternyata pertemuan mereka sungguh tidak terduga.

“Mianhaeyo Sarang-ah . . .”

Wajah penyesalannya tidak dilihat sedikitpun oleh Kim Sarang yang terus membuang muka untuk dirinya, gadis itu benar-benar bingung saat ini. Haruskah ia bahagia dengan kedatangan kakakknya? Tapi kakaknya begitu tega meninggalkannya membuatnya melalui ini semua seorang diri.

 

Tidak, dia tidak ingin menerimanya begitu saja. Gadis itu memilih untuk diam, tak ingin merespon apapun yang dilakukan dan diucapkan Kim Heechul padanya.

 

“Geurae, aku begitu berdosa padamu. Tapi kumohon, dengarkanlah aku yang begitu merindukan adikku ini.”

 

Lagi, Kim Sarang hanya menutup rapat bibirnya dengan ekspresi dinginnya tak ingin menanggapi semua yang dikatakan kakaknya.

 

“Saat itu aku memang sangat bodoh dan egois, bahkan hingga saat ini. Sejak Appa bangkrut, aku bahkan kesulitan untuk melakukan apapun, aku tidak memiliki teman disaat aku kesulitan. . . Tawaran Eomma yang mengajakku pergi dan menjanjikan kehidupan yang jauh lebih baik membuatku melupakan kalian. Eomma menikahi pria kaya yang sudah beristri, meski aku bisa membeli apapun dan melakukan apapun, tapi aku seolah tak memiliki hak apapun. Aku pernah mencari kalian, dan mendatangi rumah kita yang dulu tapi aku tidak menemukan kalian. Mianhaeyo, karena aku tidak layak untuk menjadi kakakmu Kim Sarang.”

 

Kim Heechul merasakan kesedihan di dalam hatinya karena adiknya ini tetap saja tidak mau menerimanya, atau sekedar melihatnyapun ia benar-benar tidak mau.

 

“Keluarlah, aku benar-benar muak denganmu  . . . dan ibumu!”

 

 

To Be Continue . . .

 

Advertisements

4 thoughts on “BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 11)

  1. Syukurlah sarang sdh sadar, mudah2 cinta mereka bisa bersatu n org2 bisa melihat cinta mereka yg begitu bsr. Masalah baru datang dg kehadiran kakak kandung sarang, apa hyecul akan mendukung yesung n membuat sarang berpisah dr kyuhyun???

    Like

  2. Akhrny sarang bs ktmu sm kakany, n wajar kl dia mrh Krn ibu n kakany bnr2 lupa sm sarang n adiknya aplgi perjuangan Kim sarang bt klgny sgt berat slma ni.
    Pgn deh Yesung mergokkin sarang n kyu lg bersama br Yesung tau kl sarang cintanya sm kyu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s