BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 9)

bad-girl

  • Title : Bad Girl And Good Boy
  • Author : WonA
  • Length : Chapter
  • Rating : PG 17
  • Genre : Romance, School Life
  • Cast :  Kim Sa Rang – Cho KyuHyun – Kim Yesung – Other Cast.
  • Disclaimer :This Fanfiction Is Pure Of My Imagination And The Cast Belongs Themselves

Typo is magic ^^

 

Happy Reading~

 

Chapter 9 – – – Story Begin . . .

 

Kim Sarang sampai di rumahnya dengan wajah yang tak bersemangat, hari sudah cukup larut membuat rumahnya terasa sangat sepi dan sunyi. Ayah dan adiknya pasti sudah tidur.

 

Ia merebahkan tubuhnya dengan perlahan, hatinya benar-benar sudah hancur. Oh, apakah ini yang namanya sakit hati karena cinta? Mengapa begitu menyiksanya, ini bahkan baru pertama kali ia rasakan. Apa ia selalu mendapatkan ketidakberuntungan terhadap apapun, termasuk cinta?

 

Ponselnya berdering, seseorang yang menghubunginya yang  tak lain adalah Yesung.

“Yeoboseyeo.”

 

“Oh, Sarang-ah! Kau sudah sampai di rumah? Aku hanya khawatir ketika kau mengatakan ada urusan mendadak.”  Terdengar jelas memang, dari nada biacara Kim Yesung yang sedikit terburu-buru menandakan ia begitu cemas.

 

Sejak tadi siang Kim Yesung memang mencoba menghubungi Kim Sarang yang mengirimkan pesan padanya meminta maaf karena membatalkan acara makan siang mereka berdua.

 

“Mianhaeyo, kau tidak perlu khawatir Oppa! Aku sudah sampai di rumah dengan keadaan baik-baik saja.”

Ada perasaan tidak enak dalam benak Kim Sarang, pria itu pasti mengkhawatirkannya. Oh, dia sungguh tidak berdaya saat ini. Pikirannya masih terpecah belah dengan masalah yang hinggap pada dirinya.

 

“Syukurlah, jika boleh aku tahu ada urusan apa yang membuatmu tidak bisa makan siang bersamaku dan sulit dihubungi?”

 

“Eoh, temanku terluka karena menolongku. Dia sedang di rawat di rumah sakit dan memintaku untuk mengunjunginya.”

Kim Sarang sedikit menggigit bibir bawahnya, ia menjawab itu semua dengan hati-hati. Gadis itu tak ingin jika Yesung mengetahui suatu hal dan memberikan pertanyaan lebih lagi kepadanya.

“Oh begitu. Semoga temanmu itu lekas sembuh.”

Syukurlah, Kim Yesung tidak memperpanjang percakapannya soal temannya yang terluka yang tak lain adalah Cho Kyuhyun.

“gomawoyo.” Kim Sarang mengucapkan terima kasih atas doa yang diberikan Yesung untuk Cho Kyuhyun itu, ia juga selalu berharap agar Cho Kyuhyun cepat sembuh dan dalam keadaan yang baik-baik saja.

 

“Ah geuraeyo, kau pasti sangat lelah. Tidurlah! Besok aku akan mengantarmu ke sekolah.”

 

“Tidak perlu, aku bisa-“

Kim Sarang hendak menolak, tapi penolakan halusnya itu seketika dipotong oleh Yesung yang langsung memberikan candaannya.

 

“Ey, jangan menolak pria tampan sepertiku! Ini sebagai metode pendekatan kita. Eomma akan sangat senang jika kita semakin dekat.”

 

“Baiklah, selamat malam Yesung Oppa.”

 

Akhirnya Kim Sarang menuruti permintaan Yesung, ia memang harusnya selalu menerima permintaan orang yang sudah menolong hidup dan keluarganya itu.

 

“Nde, Jaljayeo Sarang-ah.”

 

Kim sarang menggenggam erat ponselnya usai mengakhiri panggilan telepon dengan yesung, ia kembali memikirkan Cho Kyuhyun. Apa yang Cho Kyuhyun minta darinya? Gadis itu percaya bahwa Cho Kyuhyun pria baik-baik, ia merasakan bahwa pria itu sangat menyayanginya. Entah nanti apa yang akan diminta oleh Cho Kyuhyun padanya, gadis itu meneguhkan dalam hatinya akan mengabulkan semua permintaan Cho Kyuhyun – apapun itu.

Ini sebagai rasa bersalahnya yang telah membuat hati dan tubuh Cho Kyuhyun terluka, bahkan pria itu harus merasakan rasanya putus cinta meski hubungan dan romansa yang manis belum bisa ia rasakan.

 

 

Pagi menjelang, Kim Sarang yang sudah lengkap dengan seragamnya kini sedang duduk di bangku depan dekat bangku kemudi.

Ada Yesung yang sedang memegang kemudi, seraya tersenyum dan mengajaknya mengobrol.

“Kau terlihat manis saat mengenakan seragam. Menggemaskan!” Puji Yesung membuat pipi Kim sarang merona.

 

“Kau bahkan lebih tampan dari biasanya, kau lebih tampan dibandingkan saat mabuk.” Kim Sarang tertawa ringan membuat Yesung merasa malu. Lagi-lagi gadis itu menggodanya dengan mengungkit-ungkit tentang mabuk.

 

“Yaa, kumohon jangan mengatakan hal seperti itu lagi. Aku sudah bertekad untuk tidak mabuk lagi.”

 

Keduanya terkekeh, karena jika mengingat ketika Yesung mabuk maka akan membuat perut terasa sakit karena selalu menertawakannya. Benar-benar memalukan bagi Yesung.

 

“Kim Sarang!”

 

Gadis itu menoleh ke wajah Yesung yang sesekali meliriknya itu. Wajahnya menampakkan ekspresi bertanya pada pria disampingnya. ‘ada apa?’

 

“Ehm, pertunangan kita seminggu lagi . . . Aku hanya kadang berpikir apa kau mungkin merasa tidak nyaman dengan ini semua . . . kita berdua tahu alasan dibalik perjodohan kita, dan aku takut jika kau merasa ini sebuah paksaan atau – “

 

“Kau tidak menyukai perjodohan ini Oppa?”

 

“Tentu saja tidak, aku sangat menyukainya!”

 

Jawaban Yesung itu membuat Kim Sarang sedikit terkejut, bahkan Yesung sendiri juga merasa bingung dengan apa yang baru saja ia katakana secara refleks itu. Apakah itu dari hatinya?

 

“Maksudku, aku sangat senang mengetahui bahwa gadis yang Eomma pilih adalah dirimu, entahlah! Sejak awal aku bertekad akan membuka hatiku untuk gadis yang akan mendampingi hidupku nanti yang merupakan pilihan Eomma tercintaku.”

 

Kim Yesung tersenyum malu seraya meredakan jantungnya yang semakin berdegub dengan cepat itu. Sedangkan Kim Sarang, dengan hati yang begitu menyiksanya ingin sekali mengatakan bahwa Cho Kyuhyun telah mengisi hatinya. Namun dengan ia menyetujui perjodohan ini maka ia setuju dengan menghapus nama Cho Kyuhyun yang entah sejak kapan tertulis di dalam hatinya.

 

“Gwenchanayeo, aku bahkan merasa malu di hadapanmu sebelumnya. Aku adalah gadis yang bisa mengendalikan hatiku, maka aku juga mampu membuat diriku untuk membuka hatiku dengan pria yang akan menjadi pendamping hidupku.”

 

Benarkah itu Kim Sarang? Kalimat itu selalu menjadi pegangan hatinya untuk tidak jatuh pada hati seorang pria sebelumnya, namun setelah Cho Kyuhyun datang . . .  Apakah masih seperti itu?

 

Kim Sarang keluar dari mobil setelah Yesung membukakan pintu untuknya dengan sangat manis membuat para siswi disana terkagum sekaligus bingung siapakah pria tampan dan kaya raya yang mengantar gadis yang mereka sebut Bad Girl itu berangkat sekolah.

 

Beberapa dari siswi yang berada tak jauh dari jarak mereka berdua bahkan menatap iri dan memberikan spekulasi-spekulasi yang tidak benar padanya.

 

Ah Young sahabat Kim Sarang berlari menghampiri gadis itu yang sedang berterima kasih dnegan senyum manisnya.

 

“Eoh, Sarang-ah!”

Ah Young melirik tanpa henti pada sosok pria yang sedang berdiri di sebelahnya dan memberikan tatapan  pada sahabatnya untuk menjelaskan siapa pria yang mengantarnya.

 

“Oppa, dia temanku Ah Young.”

 

Oppa? Ah Young bahkan baru pertama kali mendengar sebutan itu dari mulut Kim Sarang selain pada Lee Hyuk Jae.

 

“Annyeong haseyo!” Ah Young menundukan kepalanya kemudian tersenyum dengan ramah.

 

“Annyeong Ah Young-ssi, Aku Kim Yesung calon tunangan sahabatmu.” Perkenalan yang mengejutkan itu membuat kedua gadis ini membulatkan matanya.

Kim Sarang menelan salivanya dengan susah payah dan tersenyum penuh arti pada Ah young, sementara gadis itu menatap intens sahabatnya meminta penjelasan.

Kim Yesung masih berdiri disana dengan senyum yang tak pernah pudar. Benar-benar sangat tampan!

“Oh Oppa, aku harus segera masuk kelas. Sampai jumpa!” Kim sarang melambaikan tangan kanannya seraya tangan kirinya yang menarik sahabatnya untuk mengikutinya.

 

“Nde, Hwaiting!” Kim Yesung menunjukan kepalan kedua tangannya member isyarat semangat pada Kim Sarang.

 

“Ne,berhati-hatilah saat mengemudi.”

 

 

-()()()-

 

 

“Yaa!!! Cepat jelaskan, apa maksud dari semua ini?”

Kim Sarang menundukan wajahnya, ia berulangkali menahan nafasnya dan membuang nafas beratnya itu.

Dengan ketenangannya, gadis itu menceritakan semuanya pada sahabatnya itu. Di taman belakang sekolah yang sepi ini mereka melakukan obrolan serius. Sahabatnya ini merasa khawatir dan sedih pada apa yang menimpa Kim Sarang saat ini.

 

“lalu bagaimana dengan Kyuhyun?”

 

Pertanyaan yang menyinggung nama Kyuhyun itu seolah tak ada jawaban yang bisa ia ucapkan. Bahkan gadis itu juga tidak mampu menyebut nama pria yang sekarang menjadi trending topic hatinya. Tanpa menyebut namanya saja sudah membuatnya sakit apalagi sampai menyebut namanya.

 

“Apa yang bagaimana?” Kim Sarang memalingkan wajahnya ke pemandangan lain.

 

Sahabatnya mengerti, gadis itu tidak ingin membicarakan Kyuhyun saat ini. Ada luka yang bisa ia lihat dari raut wajahnya. Oh malangnya Kim Sarang.

 

Kim sarang duduk sendiri di bangkunya dengan ruangan kelas yang kosong, entah mengapa gadis itu merasa waktu berjalan begitu cepat. Dua hari lagi pertunangannya dan Yesung akan segera di laksanakan. Dan di sekolah ini, ia bahkan menjadi topik pembicaraan para siswa yang lain persoalan hubungannya dengan pria yang sudah dewasa itu. Gossip yang berterbangan memang beragam, ia sudah tidak peduli sejak dulu namun gadis itu hanya risih jika beberapa siswa yang datang hanya untuk menanyakan tentang masalah pribadinya. Sejak kapan mereka begitu peduli padanya?

 

Cho Kyuhyun berjalan memasuki ruang kelas yang sama, sudah tiga hari ia masuk sekolah dan keadaannya sudah sangat sehat, ia bahkan diperbolehkan untuk melakukan olahraga ringan oleh dokter. Namun sejak tiga hari itu pula pria ini hanya diam tanpa melakukan pembicaraan apapun kepada Kim Sarang. Mereka benar-benar seperti tidak mengenal satu sama lain. Tapi kali ini pria itu berjalan mendekat, dan berhenti tepat di samping Kim Sarang yang sedang duduk dengan menyembunyikan wajahnya di kedua tangannya yang dilipat di atas meja itu.

 

“Permintaan  pertamaku adalah berkencan denganku dengan menghabiskan waktu hanya bersamaku.”

 

Suara itu membuatnya menegakkan tubuhnya dan menatap tak percaya pada pria yang saat ini terlihat begitu tampan baginya. Kalimat yang baru saja Cho Kyuhyun ucapkan itu bahkan sulit ia percaya, kalimat pertama yang pria itu ucapkan setelah pertemuan terakhirnya di rumah sakit.

 

“Besok, hari sabtu jam 9 pagi aku akan menunggumu di halte bis terdekat dari rumahmu.”

 

Perasaan apa ini? mengapa rasanya ia sulit sekali untuk sekedar bernafas. Seperti ada letupan kembang api di dalam dadanya. Namun tatapan datar seperti menampakkan luka itu menyayat hatinya. Cho Kyuhyun bahkan tidak tersenyum sedikitpun, oh Tuhan! Ingin rasanya Kim Sarang menangis saat ini. Bagaimana bisa ia mengajaknya berkencan dengan ekspresi menyakitkan itu?

 

 

Dan inilah hari yang ditunggu keduanya.

Gadis itu berjalan menuju halte yang beberapa langkah lagi ia kan sampai. Kim Sarang memakai boots berwarna hitam dengan heels berukuran tiga sentimeter, sedangkan gaun berbahan kaos itu hanya sebatas lutut berwarna abu. Rambutnya tergerai membuat kesan cantik sekaligus seksi ada pada dirinya. Wajahnyapun terlihat terdapat sapuan make up tipis, namun bibirnya yang berwarna merah muda pekat itu menjadi daya tarik Cho Kyuhyun saat pertama kali melihatnya.

 

Pria itu menyambutnya dengan senyum, membuat Kim Sarang merasa sedikit kebahagiaan dalam hatinya.

 

“Kita akan naik bis, tidak apa-apa kan?” Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya untuk diraih oleh tangan lembut Kim Sarang.

Gadis itu mengangguk dan menerima uluran tangan Kyuhyun yang membuat desiran darahnya terasa sangat nyata.

 

“Untuk hari ini, kumohon lupakanlah semua hal yang menyakitkan. Hari ini adalah dimana kita akan bersenang-senang, bahagia, bersama, dan tersenyum. Hari ini kita adalah sepasang kekasih, yang saling mencintai.”

Kyuhyun tersenyum begitu lembut, senyuman itu membuat hatinya begitu damai dan nyaman. Senyuman itu juga membuat bibirnya menarik sudut hingga membentuk senyuman yang sangat tulus dari hatinya.

 

Kim Sarang merasakan kebahagiaannya saat ini, seperti kata Kyuhyun padanya. Ia akan melupakan semua hal-hal yang menyakitkan. Saat ini ia hanya ingin bahagia bersama Kyuhyun, ia tidak memperdulikan nanti setelah ini.

 

Mereka berdua telah duduk di bangku penumpang paling ujung belakang di dalam bis. Kyuhyun tidak akan memberi tahu kemana mereka akan pergi. Biarlah hari ini Kim Sarang mengikuti semua permintaan Kyuhyun padanya.

 

“Kau tidak tidur hem?” Kyuhyun memperhatikan wajah Kim Sarang yang terlihat lelah, dengan mata yang kantuk meski gadis itu telah menutupinya dengan make up seadanya.

“Aku begitu gugup dan memikirkanmu setiap malam.” Akunya dengan jujur membuat Kyuhyun tersenyum senang.

 

Kim Sarang mendekatkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Cho Kyuhyun dan memeluk pria itu dengan posesif membuat Kyuhyun tersentak dan sedikit bingung meski tidak dapat ia pungkiri perasaan bahagia yang luar biasa datang padanya.

 

“Ehm. . . biarkan aku tidur sebentar. Disini sangat nyaman.” Gumam Kim Sarang yang masih dapat terdengar oleh Kyuhyun.

 

“Tentu saja, tidurlah! jika sudah sampai aku akan membangunkanmu.”

 

Chup

 

Kyuhyun mencium puncak kepala Kim Sarang yang sangat dekat dengan kepalanya ini. mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang memadu kasih dengan bahagianya. Pria itu bahkan melingkarkan tangannya memeluk gadis yang sedang memeluknya. Senyum itu tak pernah hilang dari wajah Kyuhyun. sesekali tangannya membelai lembut rambut Kim Sarang.

 

Bahkan pemandangan itu membuat para penumpang bis merasa iri sekaligus ikut bahagia, mereka bukan hanya terlihat seperti sepasang kekasih, melainkan seperti pasangan suami istri muda yang baru melangsungkan pernikahan.

 

Kim Sarang tertidur dalam dekapan hangat Cho Kyuhyun, pria itu bisa merasakan deru nafas teratur di dadanya. Dan saat ini pula ia menginginkan waktu berhenti, tidak ada yang namanya esok jika ia berpisah dengan gadisnya. Pria itu melupakan fakta besar yang menyakitkan bahwa esok gadis yang sangat ia cintai akan menjadi tunangan pria lain, bukan dirinya!

 

 

Genggaman itu tidak pernah lepas, dan tidak akan pernah ia lepaskan. Cho Kyuhyun akan selalu menggenggam tangan Kim Sarang kemanapun, ia membawa gadis itu untuk duduk dengan ice cream yang berukuran besar dan beberapa dessert yang sudah ada di atas meja di hadapannya.

Mereka menyantap semua itu dengan bersemangat dan tawa yang tak pernah hilang, dengan satu tangan karena Cho Kyuhyun tidak mau melepaskan tangan Kim Sarang meski gadis itu memintanya.

 

“Hey, apa ini kau Kim Sarang? Benar-benar mempesona saat ada ice cream di bibirmu. Boleh aku membersihkannya?”

Cho Kyuhyun menggoda gadis itu membuatnya sedikit terkejut, namun lebih mengejutkan pria itu saat Kim Sarang membersihkan sisa ice cream di sekitar bibirnya dengan lidahnya sendiri.

 

“Yaa! Kau membuatku . . .Argh!” Cho Kyuhyun seolah-olah menutup matanya dengan telapak tangannya dan membuat gadis itu tertawa karena tingkah Kyuhyun yang sangat lucu itu.

 

Setelah itu, Cho Kyuhyun membawa gadisnya ke sebuah taman dengan bunga-bunga yang indah memenuhinya. Ini mengingatkan mereka berdua pada acara jalan-jalan atau bisa disebut kencan untuk pertama kalinya dengan beberapa teman-temannya.

 

“Kenapa membawaku ke taman bunga?” Tanya Kim Sarang yang penasaran.

 

“Pertama kali aku terpesona pada sosok bernama Kim Sarang saat tersenyum dengan manis seraya mencoba menyentuh kupu-kupu yang hinggap di atas bunga waktu itu, menunjukan bagaimana indahnya kupu-kupu dan bunga-bunga itu padaku namun aku hanya bisa menatap wajahnya yang terlihat sangat bersinar dan menawan. Gadis itu begitu manis dan sangat berbeda dari biasanya. Benar-benar. . . cantik.”

 

Pipi itu merona sekaligus senyum mengembang dengan sempurna, Kim Sarang menatap Cho Kyuhyun dengan penuh cinta.

 

Mereka berlari dan saling mengejar, bahkan Kyuhyun selalu memeluk gadis itu setelah berhasil mengejarnya. Memasangkan setangkai bunga di atas telinga Kim Sarang kemudian mengacak-acak rambut gadis itu membuat gadis itu berteriak dan berlari mengejarnya.

 

Di tengah-tengah taman bunga Krisan berwarna kuning cerah yang saat ini sedang mekar sempurna itu mereka berdua berdiri saling berhadapan dengan jarak yang bahkan sudah ditepis oleh Kyuhyun yang semakin mendekat.

 

“Aku sangat mencintaimu.” Cho Kyuhyun membisikan isi hatinya dengan sangat lembut.

 

Tangan kirinya menyentuh wajah Kim Sarang perlahan dan mendekatkan wajah itu hingga bibirnya bersentuhan dengan bibir Kim sarang. Kedua tangan gadis itu meremas dress yang ia kenakan, detak jantungnya benar-benar terdengar sangat jelas dan sangat cepat saat ini.

Kecupan Kyuhyun pada bibirnya semakin dalam dengan tangan pria itu yang menyentuh belakang tengkuknya dan menariknya. Kedua tangan Kim Sarang yang beranjak memeluk Cho Kyuhyun sejalan dengan bibirnya yang mengimbangi dan membalas sentuhan pria itu di bibirnya.

 

Entah mengapa keduanya seperti merasakan bahwa tautan bibir mereka seolah mengatakan semuanya yang ada di dalam hati mereka, perasaan cinta yang mendalam, kerinduan yang begitu menyiksa, dan luka di hati yang begitu menyakitkan.

 

Kim Sarang tertunduk malu usai mereka melepaskan pertautannya, Cho Kyuhyun tersenyum melihat rona wajah yang memerah itu dan langsung mendekap tubuh mungil gadis yang selalu menghancurkan pertahanan hatinya dengan sangat erat.

 

Waktu benar-benar berjalan sangat cepat bagi mereka berdua, senja sudah datang menyambut ketika Kim Sarang dan Cho Kyuhyun sedang berjalan menyusuri bibir pantai yang disinari cahaya oranye kemerahan dari arah barat.

Keduanya berhenti dan menatap laut saat senja yang begitu menakjubkan.

Tak henti-hentinya Kyuhyun menatap gadis di sampingnya yang sedang mengagumi alam ciptaan Tuhan itu.

Menurutnya, ciptaan Tuhan yang sangat mengagumkan adalah gadis yang berdiri di sampingnya.

 

“Kyu, hari sudah gelap ayo kita pulang.” Kim Sarang menyadarkan Kyuhyun yang masih memandangnya.

 

“Tapi hari ini belum berakhir, besok kita pulang!” Tanpa menghiraukan tatapan terkejut Kim Sarang, pria itu membawa gadisnya ke sebuah villa dekat pantai.

 

Gadis itu bingung dan ingin bertanya, namun melihat Kyuhyun yang selalu tersenyum hari ini ia membatalkan semua niatnya. Ia ingin membuat Kyuhyun bahagia hari ini, bahkan jika ia mampu besok dan seterusnya ia ingin membahagiakan kyuhyun, setiap hari.

 

 

Mereka sampai di sebuah kamar dengan desain klasik dan memiliki balkon yang mengarah langsung ke laut. Kim Sarang bingung, kenapa Kyuhyun tidak juga keluar dari kamar ini. pria itu malah duduk di tepi tempat tidur tunggal berukuran besar ini dengannya.

 

“Kau harus tidur bersamaku!” Ucapan Kyuhyun yang disertai senyuman santainya itu mengejutkannya.

 

“APA?”  pertanyaan yang dilontarkan dengan sedikit berteriak itu hanya mendapat jawaban anggukan dari pria itu.

 

“Tapi . . .” Kim Sarang menggantungkan ucapannya, pikirannya mulai memikirkan hal-hal yang membuatnya bergidik ngeri. Apa yang sebenarnya Kyuhyun lakukan?

Namun dalam benaknya, ia antara ingin menolak dan tidak. Oh brengsek kau Kim Sarang! Ia bahkan memaki dirinya sendiri yang tidak bisa menolak itu semua.

Baiklah, Kim Sarang sudah menyerah. Gadis itu sudah tidak bisa bertahan dengan semuanya, hari ini adalah hari dimana ia melupakan semuanya termasuk apapun itu yang membuatnya mengingat lukanya. Saat ini Kim Sarang begitu mabuk oleh cinta Cho Kyuhyun untuknya.

 

Cho Kyuhyun membuatnya berbaring di atas tempat tidur yang begitu empuk ini, sementara dalam jarak sedekat ini pria itu masih menatapnya dengan tatapan penuh cinta.

Apakah malam ini mereka akan  . . .

 

Kim Sarang menatap Kyuhyun sangat dalam saat wajah pria itu semakin dekat dengannya, kedua kelopak matanya tertutup merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Cukup lama, hingga sentuhan itu datang kembali dengan tempo yang cukup cepat.

 

Kim Sarang hanya memejamkan matanya merasakan kecupan yang Kyuhyun berikan pada bibirnya dan belaian lembut pada wajahnya.

 

Chu

 

Kyuhyun memperdalam ciumannya membuat Kim Sarang tak kuasa untuk hanya diam menerima, ia membalas ciuman itu masih dengan posisi berbaring dimana Kyuhyun berada diatasnya menumpu tubuhnya dengan tangan kirinya.

 

“Saranghae.”

 

 

To Be Continue  . . .

 

Wona ikutan tegang di chapter ini. hehe ^^

Silahkan berikan saran, komentar, kesan, dan apapun itu. . .  Gomapta, Saranghanda *bow*

 

Advertisements

7 thoughts on “BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 9)

  1. Hrskah mreka berpisah😭😭😭
    Ga bskah sarang ju2r sm Yesung ap yg d hati walaupun demi klg tp miris bgt,dia udh byk mnderita.
    Ngliat kyu- sarang bersama 1hr bikin sesek bcny….
    Lanjut…ga tahan lg pnasaran….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s