BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 8)

bad-girl

  • Title : Bad Girl And Good Boy
  • Author : WonA
  • Length : Chapter
  • Rating : General
  • Genre : Romance, School Life
  • Cast :  Kim Sa Rang – Cho KyuHyun – Kim Yesung – Other Cast.
  • Disclaimer :This Fanfiction Is Pure Of My Imagination And The Cast Belongs Themselves

 

Typo is magic ^^

Happy Reading~

 

Before . . .

“Katakan jika semua itu tidak benar!”

Kim Sarang hanya diam, ia tidak mengerti apa yang saat ini Kyuhyun katakan.

 

“Aku mendengar bahwa kau akan bertunangan dan segera menikah.” Kyuhyun mengatakan apa yang ia ucapkan itu dengan terasa sangat berat dan menyakitkan

 

Tangan yang saat ini digenggam dengan erat oleh Kyuhyun itu bergetar, bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Air matanya menggenang dikelopak bagian bawah matanya hingga pandanganya sedikit kabur dan tak jelas.

 

“Katakan Kim Sarang!”

Kyuhyun meninggikan suaranya meminta penjelasan dari gadis di hadapannya saat ini.

 

“Benar, semua itu benar Cho Kyuhyun, yang kau dengar itu benar!”

 

Kim Sarang tak lagi mampu menahan air matanya, jatuh dengan cepat dan mengalir di pipi mulusnya.

Cho Kyuhyun mengepalkan tangannya dan mengeratkan pegangannya pada lengan Kim Sarang, dengan mata yang memerah itu masih menatap Kim Sarang berharap bahwa gadis itu mengatakan semuanya adalah kebohongan. Ia masih belum bisa menerima semua ini.

 

 

“Aku akan bertunangan dan segera menikah, Kyuhyun-ah!”

 

Chapter 7 – – – Story Begin . . .

 

“Nugu?” suara serak Cho Kyuhyun itu terasa sangat berat menanyakan siapa pria yang akan menikah dengan gadis yang sangat ia sukai itu.

 

Kim Sarang hanya menundukkan kepalanya, tanpa mampu menjawab pertanyaan Cho Kyuhyun yang semakin mengeratkan genggamannya pada lengannya itu.

 

“Kubilang siapa pria itu Kim Sarang? Jika kau harus menikah, maka menikahlah denganku!”

Kim Sarang tak bisa menahan lagi apa yang ia rasakan dalam hatinya, ia benar-benar nyaman bersama pria itu, meski hanya mendengar ucapannya. Kim Sarang menginginkan perasaan yang ada dalam hatinya tersalurkan dengan nyata.

 

Hatinya mengakui saat ini, bahawa ia mencintai pria itu – Cho Kyuhyun.

 

“Cho Kyuhyun . . .”  gadis itu ingin sekali mengatakan bahwa ia sangat menyukai pria di hadapannya ini.

 

Namun, melihat baju pasien berwarna putih dengan sedikit corak berwarna biru langit itu ternoda, ia membulatkan matanya terkejut. Ada darah di baju Kyuhyun.

“Darah!”

Cho Kyuhyun mengikuti arah pandang Kim Sarang yang mengarah pada tubuhnya itu.

Benar, ada noda darah yang masih segar di bajunya. Bahkan ia tak menyadari akan hal itu. Luka jahitan yang belum sepenuhnya mengering itu pasti penyebabnya.

Cho Kyuhyun sedikit meringis, melihat itu Kim Sarang begitu cemas dan langsung memanggil perawat yang ada tak jauh dari mereka berdiri.

 

“Kajima!”

 

Kim Sarang bisa apa jika Cho Kyuhyun bersikeras untuk melarangnya pergi. Pria itu bahkan untuk pertama kalinya keras kepala dan berani membentaknya. Dia adalah tipe pria yang sangat baik, dan penurut. Namun kali ini benar-benar berbeda, Cho Kyuhyun bahkan tak memikirkan dirinya sendiri yang terluka.

 

Perasaan cinta yang dimiliki seorang pria bernama Cho Kyuhyun ini rupanya terlalu kuat dan dalam membuat gadis yang ia cintaipun ikut jatuh pada cinta yang sama.

 

Dokter sudah melakukan apa yang harus ia lakukan, serta nasehatnya agar pasien Cho Kyuhyun untuk tetap berada di ruangannya dan beristirahat. Kini tinggal mereka berdua di dalam ruang rawat ini, masih dengan tangan yang digenggam oleh Cho Kyuhyun.

 

“Apa kau tidak bosan? Cepat lepaskan!”

Permintaan Kim Sarang tidak akan mudah dikabulkan oleh Kyuhyun, dengan wajahnya yang masih kesal itu ia tidak akan melepaskan Kim Sarang begitu saja.

 

“Kau akan pergi jika aku melepaskannya, maka itu tidak akan terjadi! Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku dan menjelaskan lelucon konyol ini.”

“Aku berjanji tidak akan pergi sekarang, aku sudah membatalkan makan siangnya.” Kim Sarang berkata jujur, namun Kyuhyun masih saja tidak bisa menerima jika apa yang dikatakan Hee Sun padanya itu adalah sebuah kebenaran.

 

“Aku sudah pernah mengatakannya Kyuhyun-ah, aku tidak bisa bersamamu. Dan sekarang, aku bahkan sudah menyetujui pernikahanku sendiri. Aku tidak ingin kau terluka, tapi aku tidak ingin berbohong padamu!”

Gadis itu merasa semua kekuatanya hancur, ia sendiri juga tidak mengerti mengapa ia seperti ini. seolah bukan dirinya sendiri. Mengatakan hal yang bahkan bukan dari hatinya, melakukan apa yang tidak seharusnya ia lakukan, semua itu membuatnya bingung. Akan tetapi yang begitu ia sadari bahwa ia menginginkan kebahagian Cho Kyuhyun.

Kim Sarang beranggapan, bahwa Cho Kyuhyun akan lebih bahagia, dan baik-baik saja bersama gadis lain, bukan dirinya.

 

“Kau berbohong Kim Sarang, kenapa kau tidak ingin aku terluka? Kau mengkhawatirkanku? Kau peduli padaku? Kau menyukaiku?”

 

Pertanyaan-pertanyaan Cho Kyuhyun yang mendesak dan menyudutkannya membuatnya tidak bisa menjawab apa-apa. Dalam hatinya bahkan muncul pertanyaan yang sama seperti yang Kyuhyun lontarkan padanya.

 

‘Benarkah? Apa aku begitu mengkhawatirkan dan peduli padanya? Aku . . . menyukainya?’

 

“jika kau tidak bisa menjawab pertanyaanku, maka jelaskan apa yang terjadi dan aku akan melepaskanmu.”

 

Seketika hatinya seperti di hantam pukulan yang sangat kuat, entah apa penyebabnya. Apakah kalimat Kyuhyun yang meminta penjelasannya, atau Kyuhyun yang mau melepaskannya? Benarkah jika ia ingin kyuhyun melepaskannya? Kenapa rasanya gadis itu tidak menyukainya.

 

Perlahan, kim sarang menarik nafas panjangnya. Ia bersiap untuk menjelaskan semuanya dan melihat Kyuhyun mengiba padanya.

 

“Appa telah menjodohkanku!”

 

Flashback

“Mwoya? Apa yang ayah inginkan huh?”

 

“Tentu saja tidak-“

 

“Surat rumah?”

 

“Tidak”

“Berbohong!”

 

“Tentu saja tidak, kita sudah tidak lagi memegang surat rumahnya!”

 

“MWO?”

“Apa yang appa pikirkan huh? Bagaimana bisa surat rumah ini dimiliki orang lain?”

Kim Sarang semakin meninggikan suaranya, Kim Heesun yang hendak membukan mulutnya itu mengurungkan niatnya, kakaknya saat ini sedang marah besar dan bisa menjadi lebih marah lagi jika ia juga membuka mulutnya hanya untuk menenangkan kakak perempuannya itu.

 

“Appa minta maaf Sarang-ah, Appa harus segera melunasi utangnya jika tidak para Debt Collector akan menjebloskan pria malang ini ke dalam penjara.”

 

Kim Sarang hanya terdiam, memang bukan sepenuhnya salah ayahnya untuk semua yang menimpanya, ini adalah yang harus dijalani oleh mereka. Sempat berpikir dan berandai jika saja Ayahnya tidak ditipu dan bangkrut mungkin ia dan keluarganya akan hidup bahagia dan baik-baik saja. Tapi itu hanyalah harapan yang bahkan tidak akan pernah terwujud, ini seperti mimpi buruk yang ia tidak bisa bangun dari tidurnya untuk selamanya dan selalu menjalani hidupnya dalam mimipi buruknya ini.

 

Wajah kedua putrinya menjadi sedih, bahkan Kim Heesun seperti menahan tangisnya. Melihat itu Tuan Park menyuruh agar putri bungsunya ini untuk segera memasuki kamarnya, meskipun sempat menolak namun akhirnya gadis kecil itu menuruti perintah ayahnya.

 

“Kau tenang saja, hidup kita akan baik-baik saja!” Tuan Park mencoba menenangkan Kim Sarang namun gagal.

 

Mana mungkin baik-baik saja sementara rumahpun ia tidak punya. Kim Sarang bukanlah gadis kecil lagi yang dengan mudah menerima apa yang orang lain katakan padanya, termasuk ayahnya yang mencoba menenangkan hati dan pikirannya.

 

“Bagaimana bisa kita akan baik-baik saja Appa?”

 

“Setelah lulus, kau akan menikah dengan putra dari teman appa. Dia akan menjamin hidup kita, termasuk sekolah Heesun.”

 

Ucapan Ayahnya ini membuat suatu kejutan yang menyakitkan, senyuman mengembang dari ayahnya sama sekali tidak membahagiakannya. Mana bisa ia akan menikah di usia muda dan secepat ini. Bahkan ia tidak mengenal dan mencintai pria itu, oh Cinta . . . Kim Sarang lupa akan prinsip hidupnya yang tidak ingin mengenal cinta meskipun ia sudah merasakan cinta itu untuk seorang pria bernama Cho Kyuhyun.

 

Entah mengapa pikirannya menjadi teringat Cho Kyuhyun.

 

“Aku tahu aku adalah Ayah terburuk di dunia ini, namun aku rasa ini adalah jalan yang tepat agar kedua putriku bahagia. Saat itu Nyonya Han yang merupakan istri dari rekan bisnis Appa dulu bertemu denganku dan memintamu menjadi menantunya, dia mengatakan mereka akan mengurus semuanya bahkan kau bisa melanjutkan pendidikanmu setelah menikah nanti. Appa mohon Sarang-ah.”

 

Setelah beberapa kali berpikir, ia memutuskan untuk menyetujui permintaan ayahnya itu. Sepertinya Kim Sarang sudah lelah dengan kekuatan yang selalu ia bangun untuk menjadi egois dan keras kepala dengan melakukan semua pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan adiknya.

 

Besoknya gadis itu bertemu dengan ibu dari calon suaminya itu, yang tak lain adalah Kim Yesung. Rasanya dunia ini benar-benar sempit, Kim sarang ditakdirkan untuk mengikuti alur hidupnya berkaitan dengan orang-orang disekitarnya.

 

“Aku bukanlah seorang ibu yang mengerikan, kau tenang saja Kim Sarang. Aku sudah mengetahui latar belakangmu, kau adalah gadis yang baik nak.”

Kim Sarang hanya terdiam dan tersenyum tanpa mengatakan apapun.

“Kim Yesung sudah sangat lama tidak dekat dengan seorang gadis, ia bahkan seperti menjauhi apa yang berhubungan dengan wanita. Sejak ia dikecewakan oleh mantan kekasihnya saat kuliah dulu, sejak itu dia tidak ingin dekat dengan seorang wanita manapun. Ia mengatakan siap menikah dengan wanita manapun yang aku pilih, namun beberapa kali dia bertemu dengan wanita pilihanku tidak ada ketertarikan atau rasa suka sedikitpun. Itu semua membuatku sangat khawatir, bagaimana jika ia tidak suka lagi dengan wanita? Namun kau membuat ketakutanku hilang, aku mengetahui jika ia sering berkeluh kesah padamu, bahkan mengajakmu makan malam. Dan untuk pertama kalinya, dia menceritakan seorang gadis padaku. Dia sangat antusias saat menceritakan dirimu Kim Sarang.”

 

 

Setelah pertemuannya dengan calon ibu mertuanya, Kim Sarang juga semakin sering bertemu dengan Kim Yesung.

 

Pria itu, Kim Yesung juga tidak mengetahui apa yang direncanakan ibunya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, janjinya yang akan menikah dengan wanita pilihan ibunya itu harus ia tepati. Belum lagi, Kim Sarang adalah gadis yang ia kenal cukup baik meski pertemuan mereka selalu di café dan dalam keadaan pria itu mabuk.

 

Ia hanya memikirkan apa Kim Sarang akan baik-baik saja dengan pernikahan ini?

 

Flashback off . . .

 

Kim  Sarang telah menjelaskan semuanya pada Kyuhyun, pria itu hanya terdiam dan bingung harus mengatakan apa. Meski ia memiliki banyak kekuatan dalam segi apapun, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ia masih seorang pelajar yang tinggal tanpa orang tua hanya bersama kakeknya yang telah merawatnya hingga saat ini.

 

Haruskah Cho Kyuhyun meminta atau meminjam uang kakeknya yang sangat banyak itu untuk melunasi semua utang Appa Kim Sarang? Tidak, itu bahkan akan semakin melukai harga diri gadis yang ia cintai yang saat ini sudah hancur.

Tapi ia tidak bisa diam saja, Kim Sarang akan dinikahi oleh pria lain. Mana bisa ia merelakannya?

 

“Aku akan mengurus semuanya, aku akan melunasi semuanya. Sudah kukatakan, jika kau harus menikah maka menikahlah denganku!”

 

“Apa kau mau menikahiku untuk melunasi semua utangku?”

 

“Tentu saja tidak, aku memang menginginkannya. Meski aku masih seorang pelajar, aku berjanji padamu setelah lulus aku akan – “

 

“Geumanhae! Aku tidak bisa membiarkan harga diriku jatuh di depan pria yang kucintai!”

 

Kalimat itu seketika membuat Cho Kyuhyun membulatkan matanya, meskipun bukan merupakan suata kalimat manis pengakuan perasaan, tapi itu juga sudah merupakan pengakuan dari Kim Sarang bahwa gadis itu juga mencintainya.

 

Dia adalah pria yang dicintainya.

Sedikit senyum tergambar dibibirnya. Ada perasaan lega yang menjawab semua pertanyaannya tentang gadis itu. Apakah Kim Sarang juga mencintainya? Dan sekarang pertanyaan itu sudah terjawab langsung dari bibir manis Kim Sarang.

 

“Harusnya kau menikah dengan pria yang kau cintai itu.”

“Aku sudah menyerah Cho! Aku sekarang sudah memilih untuk menjadi bad and good girl dengan menikahi seorang pria karena uang.”

 

Cho kyuhyun tersenyum pahit dan memegang erat kedua bahu Kim Sarang membuat gadis itu berhadapan dengannya.

 

“Baiklah jika itu pilihanmu. Aku akan benar-benar melepaskanmu, akan mencoba untuk melupakanmu. Tapi kau harus mengabulkan 2 permintaanku.”

 

Kim Sarang hanya terdiam sementara Kyuhyun masih menunggu persetujuan atas negosiasinya itu.

 

“Bagaimana?”

 

“Baiklah!”

Kim Sarang menjawab itu dengan ekspresi terlukanya. Ini adalah satu-satunya cara untuk  menghentikan Cho Kyuhyun dan menjauh darinya.

 

“Haha kau benar-benar!”

 

Tawa Cho Kyuhyun bukanlah tawa kebahagiaan atau bahkan hal yang lucu ia sedang menertawakan kekalahannya. Dimana gadisnya benar-benar ingi ia melepaskannya meski bahkan suatu hubungan belum terjalin, ia seperti telah diputuskan oleh kekasihnya. Oh menyakitkan!

 

To Be Continue  . . .

 

 

Next Chapter . . .

 

“Permintaan  pertamaku adalah berkencan denganku dengan menghabiskan waktu hanya bersamaku.”

 

“Kau harus tidur bersamaku”

 

 

Advertisements

4 thoughts on “BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 8)

  1. Omg apa kyu bnr2 akan menyerah begitu saja. Kyu tetap perjuangkan cintamu n yakinkan sarang dg ketulusanmu. Next part bnr2 membuatq syok, kyu mengajak sarang tdr bersama ,😱😱😱😱😱😱

    Like

  2. Aduh….next part kyu ngajak tdr bersama 😨😨😨
    Putus sblum hub terjalin 😞kyu- sarang bskh mreka bersama??
    Makin seru tiap partny, makin pnasaran pmbaca d buatny
    Lanjuuuut…..😉😉 Fighting

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s