MY SWEET GIRL (CHAPTER 12)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • Oh Sehun

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Notes : Untuk para readers yang penasaran atau kesulitan mencari chapter sebelumnya, setiap FF dengan length chapter dijadikan kategori berdasarkan judulnya. jadi tinggal klik di menu kategori sesuai judulnya. bagian Categories ada di sebelah kiri bila menggunakan PC, jika menggunakan handphone maka scroll ke bagian paling bawah ada menu Categories. semua FF My Sweet Girl ada di kategori seperti judulnya. begitupun lainnya.

Terima kasih untuk yang setia membaca FF My Sweet girl yang akan masuk pada Chapter Ending di Chapter 13.

Typo is Magic ^^

Happy Reading ~

PREVIEW PART. 11

“Lepaskan!” pintanya dengan nada dingin. Dia berpura-pura untuk marah, tidak akan Park Hyowon. Kali ini aku akan memperlihatkan bagaimana pintarnya aku.

“Tidak akan, aku tahu kau juga masih ingin berlama-lama mencium aromaku” aku tersenyum melihatnya semakin menyembunyikan wajahnya di dadaku.

“ini menyenangkan, meskipun hanya berpelukan sungguh sangat menyenangkan.”

“setelah sering berpelukan, kau akan bosan!”

“Kau tahu darimana? memangnya aku bilang begitu.”

“Kau yang bilang”

“Benarkah? berarti sebelum aku bosan aku boleh memelukmu selama dan sesering yang aku inginkan”

“Apa maksudmu?”

“Bersiap saja, karena untuk itu aku tidak akan bosan”

“Kyuhyun Oppa, kau benar-benar berbeda dari apa yang aku bayangkan!”

“Kau juga”

 

“YAA!!! Apa yang kalian lakukan huh?”

PART. 12 . . .

“YAA!! Apa yang kalian lakukan huh?”

Suara pekikan seorang pria dari arah pintu membuat mereka menoleh, Hyowon ingin segera melepaskan pelukannya untuk mengetahui siapa pria itu. Namun Kyuhyun tidak membiarkannya, Kyuhyun masih ingin memeluk gadisnya. Pria itu berjalan menuju sepasang kekasih yang saling berpelukan ini, dengan memaksa Hyowon akhirnya bisa melepaskan tangan kyuhyun yang melingkar di punggungnya.

“Sehun-ah!!!” Teriak Hyowon terkejut mendapati pria ini sedang melotot di depannya.

“Jadi dia sepupumu yang kau ceritakan itu.” Entah kenapa Kyuhyun merasa tidak senang dengan kedatangan Sehun yang mengganggunya .

“Apa yang kalian lakukan huh? Kalian berbuat mesum di rumah sakit?” Hyowon tidak terima dengan perkataan sehun barusan, ingin sekali ia menendangnya jika kakinya tidak sakit.

“Ck! Dasar menyebalkan”

“Apakah kau pria bernama Kyuhyun?” Kyuhyun mengangguk, baru pertama bertemu tapi Oh Sehun sudah bisa mengenalinya Kyuhyun berpikir bahwa Hyowon sering menceritakannya membuatnya tersenyum bahagia.

“Kau tahu darimana huh?” Hyowon yang terkejut membuat Kyuhyun bingung.

“Apa maksudmu? bukankah kau sering menceritakanku padanya dan memperlihatkan fotoku yang tampan itu?” Dengan cepat Hyowon menggelengkan kepalanya.

“Kakak sepupuku ini mengigau namamu saat tidur, tidak biasanya ia mengigau nama orang lain selain Park Jungsu, dan kurasa – “

“Yaa! Oh Sehun!”

Kenyataan yang ia dengar lebih menyenangkan daripada perkiraan ia sebelumnya. Kyuhyun sangat bahagia mendengar itu, Hyowon bahkan sangat mencintainya dan memikirkannya saat tidur, itu yang Kyuhyun pikirkan dan membuat senyumnya semakin lebar.

“Kau tahu darimana aku dirawat di rumah sakit?” Hyowon mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Aku tahu dari temanku, yang memiliki pacar di Sekolahmu” Hyowon bingung, kenapa ada siswa lain yang mengetahui keadaanya?

“Shim Changmin, Dasar Reporter bodoh!” gumam Kyuhyun membuat Sehun nampak berpikir dan mengingat sesuatu.

“Benar, itu nama pacar temanku!”

Hyowon sedikit takut, ia bepikir jika banyak yang tahu pasti kakaknya juga akan tahu.

Ponsel itu berdering, semua tertuju pada ponsel itu. Hyowon sedikit takut untuk mengetahui siapa yang menghubunginya.

Kyuhyun memberikan ponsel hyowon pada pemiliknya untuk menjawab panggilan telepon untuknya.

Benar, nama kontak yang menghubunginya adalah yang ia pikirkan.

“Yeoboseyo . . .” Kedua pria ini langsung duduk di sofa, saling memandang kemudian mengacuhkan. Benara-benar kekanakan!

“Kau kecelakaan dan melakukan operasi tidak memberitahuku? apa kau merasa sudah bisa hidup sendiri dan tidak memerlukan keluargamu lagi?”

Hyowon hanya mampu menahan hatinya dan tersenyum sebisa mungkin. ia tidak ingin melihat kedua pria di ruangan yang sama dengannya ini melihat ekspresi sedihnya.

“Aku akan datang menjemputmu, waktumu di Korea sudah habis! setelah aku mengurus kepindahanmu, kau akan segera berangkat! Kau mengerti?”

“Nde, arraseoyo. . . tapi berikan aku waktu lebih lama lagi – “

“Mwoya? apa kau ingin menghabiskan waktumu bersama pria itu? kau bahkan melanggar janjimu untuk tidak berkencan. nilaimu di sekolah sangat buruk, kau bahkan tidak hidup dengan yang kau janjikan. aku tidak ingin kau berhubungan lagi dengannya.”

“Jebalyeo . .”

“Andwae!!!”

“Nuguya?” Tanya Kyuhyun khawatir.

“ah . . nae chin-gu”

“Jeongmalyeo?” Kyuhyun nampak tidak percaya, karena mendengar perkataan Hyowon pada seseorang di sebrang sana. Sehun hanya mendengarkan tanpa ingin berkomentar.

“Ada yang harus kukerjakan, tapi dia memintaku menyelesaikannya minggu depan, karena aku masih belum sembuh jadi aku meminta waktu” Hyowon mengarang cerita dan berakting layaknya seorang aktris, bukan maksud ia membohongi Kyuhyun. Tapi entah bagaimana ia menjelaskannya dan membuat Pria ini mengerti.

“Apa? biarkan aku mengerjakannya.”

“Tidak perlu, kau tidak bisa mengerjakannya. Aku akan meminta teman perempuanku untuk itu” Kyuhyun menganggukan kepalanya, Sehun kemudian mendekat dan meletakan tangan kanannya di dahi Hyowon. Hal itu membuat kyuhyun sedikit kesal.

“Aku tidak apa-apa Sehun-ah”

“Aku akan menemanimu, aku takut kalian berbuat mesum jika kutinggalkan kalian berdua”

“Bersyukurlah kau adalah sepupu kekasihku, jika tidak aku akan menghajarmu!” ancaman kyuhyun membuat Sehun tertawa renyah. Kemudian ia mentap Kyuhyun dan Hyowon untuk mengabsennya satu persatu.

“Sialan, Kalian berdua terlalu mirip. Selalu saja ingin menghajarku, apa yang salah dengan wajah tampanku huh?”

“Kau yang mirip dengan Kyuhyun Oppa, sama-sama narsis dan egois. Kalian juga sangat sulit mendengarkanku, dan basket . . . ah! menyebalkan!”

“Mwo? basket? jangan-jangan dia . . . ketua tim basket yang mengalahkan sekolahku? aigoo~ jika saja saat itu aku sedang tidak cedera mungkin aku sudah mengalahkanmu!”

“Tsk! tidak akan pernah”

***

“Dewi Hujan, Kami datang menjengukmu!” Suara yang sudah tak asing, bahkan sangat khas dengan menyebutkan nama panggilannya itu membuat Hyowon mengetahui siapa yang datang. Lee Donghae dan Guru Lee datang menjenguknya. Yang membuat Hyowon dan Kyuhyun terkejut adalah apa yang dibawa Lee Donghae, yaitu Boneka besar berwarna putih yang sudah lama menginap di Kamar Cho Kyuhyun.

“Yaa! kenapa kau membawanya kesini?” Kyuhyun segera menghampiri Lee Donghae.

Lee Hyuk Jae meletakan buket bunga yang ia bawa di meja dekat vas yang masih berisi bunga segar itu.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Guru Lee dengan penuh harap agar siswanya dalam keadaan lebih baik.

“aku sangat baik sekarang, ada dokter dan perawat serta penggemarku yang menjadi perawat yang menjagaku” jawaban itu tertuju pada Cho Kyuhyun dan Oh sehun.

“Itu sepupuku” Hyowon melanjutkan perkataannya, yang disebutkan menundukan kepalanya memberi hormat.

“Benar, Kau memiliki banyak perawat. kau terlihat jauh lebih baik dari semalam. Syukurlah, aku sangat senang Park Hyowon.”

“Gomawoyo Seongsaengnim!”

“ini aku bawakan boneka besar yang ada di kamar kyuhyun yang entah sejak kapan dan kapan diberikan kepadamu”

“Yaa Lee Donghae!”

setelah Hyowon memeluk boneka besar itu membuat Kyuhyun tidak jadi marah pada sepupunya, ia merasa bahagia jika melihat Hyowon tersenyum senang.

“Kapan kau mendapatkannya? Kemarin atau – “

“setelah aku bertemu denganmu saat kita bolos” jawaban Kyuhyun yang jujur itu membuat Hyowon mengembangkan senyumnya, bukankah itu artinya kyuhyun sudah memperhatikannya sejak dulu?

“Yaa! kalian ini, jangan pernah bolos lagi huh? jika ingin berkencan, berkencanlah di hari libur!” Nasehat Guru Lee membuat pasangan ini malu, tapi tidak dengan Lee Donghae dan Oh sehun yang sama-sama sepupu dari pasangan itu nampak tertawa bahagia.

Keempatnya melanjutkan berbincang-bincang. Guru Lee tak henti-hentinya menggoda Kyuhyun dan Hyowon, Sehun malah kini semakin akrab dengan kedua siswa dari sekolah yang berbeda dengannya termasuk gurunya. Hyowon membanding-bandingkan ketampanan tiga orang pria di dekatnya ini. hingga tak terasa waktu sudah sore membuat Guru Lee dan Lee Donghae memutuskan untuk pulang.

“Kau harus cepat sembuh dan kembali bersekolah, aku tidak sabar ingin memberikan tugas yang banyak untuk”

Hyowon hanya mengangguk tersenyum mendengarnya.

“Yaa! Adik Cho, jaga dia baik-baik eoh? ingat dia Dewi Hujanku, aku pulang dulu ya”

“Aku benci saat kau mengatakan dia dewi hujanmu!”

“Kalian hati-hati di jalan”

-[][]-

Hari mulai gelap, Hyowon sedang berusaha untuk tidur setelah ia meminum obatnya. Sedangkan kedua pria ini sedang menghabiskan makan malamnya di ruangan ini – ruangan dimana Hyowon dirawat. tak sedikitpun Gadis ini dibiarkan sendiri.

“Woaa~ Daebakk! Aku baru mengupload foto denganmu responnya sangat banyak, 2x lipat dari biasanya.”

“Benar, Ponselku juga sampai banyak pemberitahuan. Ternyata kau cukup popular juga eoh?” Kyuhyun men-silent ponselnya.

Mereka berdua melakukan kehebohan di media social dengan mengupload foto selca mereka di akun SNSnya masing-masing dengan keterangan fotonya “Dokter-dokter tampan sedang menjaga pasien istimewa.”

“Follower-ku semakin banyak karena ketampananku” Sehun merapikan rambutnya dan bercermin pada ponselnya.

“Kau harus meralatnya, itu karenaku!”

Pintu terbuka, suara sepatu itu membuat mereka menghentikan aktivitasnya. Sehun terkejut melihat pria yang berdiri disana dan ia segera bangkit, sedangkan Kyuhyun hanya menatap bingung bertanya-tanya siapakah pria itu?

“Jungsu-hyung!”

Kyuhyun yang sedang duduk di sofa kemudian berdiri setelah mendengar nama itu. Nama yang sering kekasihnya sebut, nama kakak gadis yang ia cintai.

“Annyeonghaseyo” sapa Kyuhyun sedikit menundukan kepalanya.

Park Jungsu tidak membalas sapaan Kyuhyun, ia berlalu begitu saja menuju adiknya yang sedang tidur itu.

Tanpa membalikan tubuhnya untuk menatap kedua pria yang dibelakangnya, Jungsu membuka jas hitam yang sangat cocok ditubuhnya dan duduk di samping hyowon.

“Kalian berdua pulang saja! aku yang berhak menjaganya” Tadinya Kyuhyun ingin menolak, namun segera sehun menariknya untuk keluar.

Akhirnya pintu itu tertutup. Park Jungsu memandang adiknya dengan tatapan sendu, ia benar-benar mengkhawatirkan gadis di depannya ini. bagaimana bisa ia tidak menceritakan bahwa ia kecelakaan pada kakaknya ini?

***

Udara sejuk dari jendela yang terbuka menyambutnya pagi ini. Gadis ini membuka kelopak matanya dan mencoba menyesuaikan kembali ingatannya. cahaya matahari pagi membuatnya tersenyum karena saat ini ia bisa merasakannya lebih baik dengan kondisinya yang semakin membaik, kakinya tidak terlalu sakit sekarang. Tiba-tiba Hyowon merasakan ada seseorang di sampingnya, Benar!

setelah menolehkan wajahnya gadis ini dapat melihat sosok pria yang tidur dengan posisi duduk di dekat ranjangnya.

“Oppa” Hyowon sangat terkejut setelah menyadari bahwa pria di sampingnya adalah Park jungsu – Kakaknya.

Suara Hyowon itu juga berhasil membuat Jungsu terbangun dari tidurnya, ia mengusap wajahnya dan menepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri.

“kau sudah bangun?” Tanya Park Jungsu. Hyowon hanya diam menatap kakaknya ini.

“Waeyo? kau tidak senang aku berada disini?” Sepertinya pertanyaan itu sedikit ada benarnya, sejak dulu ia ingin bertemu dengan kakaknya, ia benar-benar merindukan sosok kakaknya ini. namun ketika pria ini berkata akan membawanya pulang ke New York, rasanya ia benar-benar ingin menghindarinya.

“Kumohon, mengertilah aku Hyo~” nada yang memelas dengan wajah Park Jungsu yang sedih itu membuat Adiknya bingung tak mengerti.

“kau mau kan? ayo kita pulang dan tinggal bersama” pinta Park Jungsu dengan lembut.

-[][]-

Park Aerin dan Kim Heechul datang menjenguk, namun sebelum itu Park Jungsu mengajak untuk Kim Heechul berbicara di luar.

“Bagaimana keadaanmu hyo?” Tanya Aerin seraya menggenggam tangan sahabatnya itu.

“Sudah lebih baik, bahkan sangat baik.”  Jawab Hyowon kemudian memandang layar ponselnya.

“Waeyo? Kau menunggu seseorang? apa Kyuhyun akan datang kesini lagi? ah, dia selalu tidak membiarkanku berduaan bersama sahabatku, Ck! menyebalkan”

“Kau selalu cemburu padanya, dan dia juga selalu cemburu padamu”

setelah beberapa menit mereka mengobrol, tiba-tiba Hyo Won memegang kepalanya membuat Aerin khawatir, belum lagi ekspresinya yang mendadak berubah.

“Aku harus bagaimana?” Tanya Hyowon membuat sahabatnya bingung.

“Apa maksudmu?”

“Bagaimana aku mengakhirinya? aku sudah tidak tahan dengan Cho Kyuhyun, aku ingin mengakhirinya, tujuanku hampir berhasil”

“Apa?”

“Aku menjalin hubungan dengannya hanya untuk menyakitinya, dia sudah banyak menyakiti hati para wanita lainnya, juga termasuk aku! kau tahu itu kan?” Park Aerin semakin tidak mengerti dengan ucapan Hyowon, bukankah sahabatnya ini begitu menyukai Cho Kyuhyun?

“Saat ia menawariku untuk menjadi permen karetnya, awalnya aku ingin melemparkan satu box penuh permen karet ke wajahnya. namun beberapa wanita menyadarkanku untuk membalaskan perbuatannya itu dengan membuatnya jatuh cinta kemudian mencampakannya. bukankah ini waktunya? dia benar-benar jatuh cinta padaku saat ini? tapi bagaimana caranya?”

“Yaa Hyowon-ah, jadi kau melakukan ini untuk – “

“Park Hyo Won!” Aerin merinding mendengar suara milik Cho Kyuhyun berteriak di belakangnya. bagaimana ini? apakah akan terjadi perang?

Ketika Kyuhyun hendak masuk, Kyuhyun mendengar Hyowon akan mengakhirnya. ia berdiri di ambang pintu, hendak ingin masuk dan menanyakan kebenarannya namun ia ingin mengetahui apa saja yang akan dikatakan gadis itu.

Kini ia sudah tidak sabar, Kyuhyun sangat ingin mendengar langsung dari gadisnya sekarang juga.

“Kyu – “

“Kau sedang apa? bermain-main denganku?” Emosi Kyuhyun mulai naik, sebenarnya ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar, namun kalimat-kalimat itu begitu menyakitkan untuknya.

“Maafkan aku Cho Kyuhyun, aku benar-benar membencimu. Aku melakukan itu untuk membalasmu, tapi ini sudah terlalu jauh maka aku ingin mengakhirinya – “

“Hentikan! jangan berbohong Park Hyowon, aku tahu kau memiliki rasa yang sama denganku, sudahlah aku akan menganggap jika aku tak mendengarnya, hentikan kekonyolanmu! Aku ingin kau bersama denganku” Kyuhyun kali ini benar-benar menahan dirinya.

Sesak! itu yang dirasakan Cho Kyuhyun saat ini.

“Maka dari itu, aku ingin hubungan kita berakhir. Aku tidak ingin mempermainkanmu lagi!”

“Yaa, Park Hyo Won Kau . . .”

“Mianhae . . . Pergilah! aku tidak ingin melihatmu! aku bersumpah mendekatimu dan rela menjadi permenmu karena ingin mencampakanmu! Mianhaeyo Kyuhyun Oppa . . .”

“Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi, aku membencinya! Aku akan pergi, kau puas?”

Kyuhyun Membalikan tubuhnya menuju pintu dan keluar dari ruangan yang sangat membuatnya sesak, ucapan Hyowon benar-benar menyayat hatinya. Menyakitkan!

Hyowon segera membekap mulutnya sendiri menahan isakannya, ia juga merasakan hal yang sama dengan Kyuhyun. Air matanya jatuh tanpa bisa ia kendalikan. Aerin begitu cemas melihat keadaan sahabatnya ini, ia segera memeluknya dan mencoba menenangkannya.

“Eottohke??” Hyowon masih terisak dalam pelukan Aerin.

“kau sangat mencintainya tapi kenapa kau menyuruhnya pergi?” Aerin yang tak kuasa ikut meneteskan air matanya. ia bingung, kali ini ia tidak bisa membantu sahabatnya menyelesaikan masalah, dan tidak bisa memahami isi hatinya.

Sementara itu Park Jungsu sedang berada di Di Café dekat rumah sakit bersama Kim Heechul.

“Kenapa kau tidak memberitahuku kondisi Adikku yang sebenarnya” Park Jungsu nampak sangat marah pada temannya ini.

“Aku bahkan tidak tahu dia kecelakaan, Aerin baru memberitahuku tadi! Kau tahu? Adikmu sangat takut kau khawatir padanya, tidak kah kau mengerti itu?” Kini Kim Heechul ikut emosi karena temannya yang sudah ia kenal sejak 15 tahun yang lalu itu tidak pernah mengerti adiknya.

“Aku seperti monster untuk adikku sendiri.”

“Kapan kau akan membawanya pergi?”

“Nanti Sore” jawaban Park Jungsu membuat Heechul semakin marah, ia bahkan memukul meja dan membuat perhatian pengunjung pada mereka.

“Apa kau begitu bodoh huh? Kau benar-benar gila, Hyowon masih dalam perawatan, dia belum sembuh bahkan untuk berjalan saja ia kesakitan. Park Jungsu, bagaimana kau bisa memutuskan hal itu?”

“Aku sudah menyiapkannya sejak aku belum sampai di Korea, ini adalah keputusanku yang tidak bisa dihentikan siapapun. ini yang terbaik untuk kami.”

Jika Park Jungsu sudah memutuskan suatu hal, ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memaki atau bahkan bertarungpun tidak bisa merubahnya.  Kim heechul berusaha meredakan emosinya dengan meminum habis minumannya.

“kau sudah bertemu ibumu?”

“Dia terlihat baik-baik saja dan semakin cantik”

“Hyowon sudah mengetahuinya?”

“Sudah”

“Kau mengetahui sesuatu?” Pertanyaan Kim Heechul kali ini membuat Park Jungsu bingung, tidak mengerti apa yang ditanyakan pria yang duduk di depannya.

“Cho Kyuhyun mengatakan bahwa Hyowon pernah histeris, ia seperti trauma akan suatu hal. Adikmu menyebut namamu dan meminta maaf, depresi! kau mengetahui kondisinya? Kau menyembunyikannya dariku?” Jungsu sangat terkejut, ia bahkan tidak tahu tentang hal ini.

“Dari ekspresimu mengatakan bahwa kau tidak tahu, baiklah karena sekarang kau sudah mengetahuinya jagalah adikmu dengan baik! Kau harus menyayangi dan mencintainya dengan hatimu, karena dia juga melakukannya untukmu. itu saja permintaanku!”

***

Hari yang cerah membuat pria yang berprofesi menjadi guru ini sangat semangat memasuki ruang guru yang merupakan ruang kerjanya itu. Guru yang baru dan menjadi favorite para siswa karena ketampanan dan metode mengajarnya ini segera meletakan tasnya dan duduk di bangku kerjanya.

“Wah, kau sangat terlihat bahagia hari ini. Apa kau semalam berkencan?” Tanya seorang guru laki-laki yang menyapanya dengan menggodanya.

“Aku dengar kau mempunyai hubungan dengan anak rector, atau guru besar. Benarkah itu?” Pertanyaan itu membuat Lee Hyuk Jae tertawa malu. Bagaimana para guru disini mengetahuinya? Tanya Guru sekaligus dosen muda ini dalam hatinya.

“Guru Lee, Kau yang paling dekat dengan murid Park Hyowon benarkan?” Tanya Guru Seo membuat Lee Hyuk Jae sedikit heran.

“Benar, apa ada masalah dengannya?”

“Dia memutuskan pindah dari sekolah ini, apa kau tahu penyebabnya?” Lee Hyuk jae terkejut mendengar bahwa Hyowon pindah? kemarin saat menjenguknya gadis itu tidak mengatakan apapun padanya.

“Aku bahkan baru mendengarnya dari anda” semua guru nampak bingung.

Lee Hyuk Jae segera melangkahkan kakinya menuju kelas dimana Kyuhyun berada.

“Cho Kyuhyun!”

Pria yang disebut namanya ini hanya menoleh dengan tatapan malas, sungguh suasana hatinya sedang buruk sejak kemarin. Lee Donghae sahabatnya hanya bisa diam karena Cho Kyuhyun tidak ‘terpengaruh’ sedikitpun olehnya.

Lee Hyuk Jae menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk di bangkunya.

“Kenapa Park Hyowon pergi? kenapa dia pindah dari sekolah ini? kau tahu alasannya?” semua siswa yang berada di kelas ini terkejut mendengar kepindahan Hyowon yang masih menjadi trending topic karena pacaran dengan Cho Kyuhyun dan kecelakaannya tak terkecuali kyuhyun dan Lee donghae, mereka lah yang paling terkejut.

“Apa maksud anda? kenapa hyowon harus pindah?” Tanya Kyuhyun yang bingung.

“jika aku mengetahuinya aku tidak akan menanyakannya.”

“Park Aerin” Gumam Lee Donghae, mereka berdua menyadari bahwa yang paling dekat dengan Hyowon adalah sahabatnya – Aerin.

Kyuhyun melihat gadis itu sendirian di kelas, duduk dengan wajah sedih bahkan terlihat sedikit kacau. itu berarti bahwa siswi tingkat dua ini mengetahui kepindahan Hyowon.

“Hyowon pindah sekolah dan tidak memberitahuku, ada apa dengan gadis itu?” Tanya Kyuhyun dengan nada memaksa. lebih kepada emosi dan amarah yang tertahan.

“untuk apa? Hyowon sudah mengakhirinya. Hubungan kalian sudah berakhir” kalimat yang terakhir diucapkan itu membuat beberapa orang berada disini tercekat, Donghae baru mengetahui bahwa kyuhyun bersikap dingin karena itu.

Cho Kyuhyun tidak suka Aerin memperjelasnya, Guru Lee kemudian mendekat dan mencoba menenangkan Park Aerin yang sudah meneteskan air mata.

“Perpindahannya memang sudah sejak dulu direncanakan, ia disini hanya sementara” tutur Aerin.

Kyuhyun berniat untuk bergegas menemui Hyowon namun langkahnya dicegah oleh Park Aerin.

“Jika dia hanya pindah sekolah, aku tidak akan sesedih ini.”

“apa maksudmu?”

“Dia akan menetap selamanya di luar negeri, di New York”

-[][]-

Kyuhyun duduk di bangku penonton lapangan basket, ia bingung harus bagaimana sekarang? bahkan ia tidak tahu bagaimana isi hatinya saat ini.

suara dering telepon mengalihkan pandangan kosongnya. Kyuhyun sangat berharap jika Hyowon yang menelpon atau mengirimkan pesan untuknya. namun disana panggilan telepon dari Oh Sehun.

“Yaa! Cho Kyuhyun, kau mengetahuinya?”

“Nde”

“Aku mendapat sms yang mengerikan darinya, dia berpamitan kepadaku dan keluargaku untuk tinggal di New York. apa dia mengatakan sesuatu?” pertanyaan Sehun membuatnya semakin tersayat. Semua orang menanyakan gadis itu padanya, namun Ia tidak mengetahui apapun, bahkan pesan ucapan selamat tinggal yang beberapa orang dekat dengan Gadis itu mendapatkannya, Cho Kyuhyun tidak.

“Yaa Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun mengakhiri panggilan teleponnya, ia hendak menekan tombol speed dial yang ditujukan pada gadis yang masih bertuliskan “My Sweet Girl” pada kontaknya. namun sebuah panggilan datang untuknya, Kontak yang selalu ia hubungi sejak tadi.

“Yeoboseyo .  .  .”Kyuhyun hanya terdiam mendengar suara gadis yang ia rindukan itu

“Kyuhyun-ssi, kau mendengarku? Ah~ mianhaeyo, kau menjadi orang yang terakhir aku hubungi. Maafkan aku karena telah mencampakanmu, maafkan aku karena aku yang bersenang-senang denganmu, maafkan aku karena membuatmu merasakan sakit hati yang kedua kalinya, aku sungguh minta maaf, ini juga untuk kebaikanmu! aku tidak mungkin berlama-lama bermain denganmu, aku sudah di NewYork sekarang. Apa kau tidak mau mengatakan sesuatu?”

Kyuhyun bergetar, ia bahkan harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan seluruh perasaan yang  ada dalam hatinya. Kyuhyun begitu hancur!

“Kyuhyun-ssi?”

“Ka .. Kajima”

“Kumohon Jangan pergi . . . Kajima”

Setelah itu Panggilannya terputus, Kyuhyun menyeka air matanya yang ia sendiri tidak sadar jatuh begitu saja saat memohon Hyowon untuk tidak pergi, dengan cepat Cho Kyuhyun kembali menncoba menguhubungi gadisnya namun sayang nomor itu sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Kyuhyun menutup wajahnya, menyembunyikan air matanya yang jatuh itu.

“Kumohon . . .” Kyuhyun terisak, ia merasakan sakit yang menyerang pada hatinya.

 

 

To Be Continue  . . .

Advertisements

2 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 12)

  1. Wuahhhh daebak, kyuhyun di campakin hyowon, tpi itu bukan main2 ko kyu, hyowon bnran cinta sma lu, tpi dia harus ngakhirinnya dengan cara itu supaya bisa nyakitain lu dan lu bnci sma hyowon
    Saolnya kan kyowon mw menetap di negara lain

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s