MY SWEET GIRL (CHAPTER 11)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

 

Happy Reading ~

PREVIEW PART. 10

“Hyowon-ah, aku – “

“Kyuhyun-ah, kenapa kau lama sekali?” Seseorang datang menghampiri dan meraih lengan Kyuhyun.

“Aku menunggumu lama di mobil” protes Woo Jung.

Kyuhyun hanya diam menatap Woo Jung dan Hyo Won bergantian.

“Dia siapa?” Tanya Woo Jung yang heran dengan mereka berdua.

“Teman Lee Donghae”

 

Jawaban Kyuhyun sukses membuat hati Hyowon terluka, dia bahkan tidak mengatakan temannya melainkan teman sepupunya. sebesar itukah cinta Kyuhyun pada Woo Jung hingga tidak ingin membuat gadis disampingnya khawatir.

“Annyeong haseyo Woo Jung-ssi, ya aku teman Lee Donghae, kau mengenalnya?” Hyowon membiasakan dirinya seolah tidak ada apa-apa dengan hatinya.

“Tentu saja, dia adalah pria yang baik” Jawab Han Woo Jung tersenyum sekilas.

“Kau harus meralatnya Woo Jung-ssi, Lee Donghae Sunbae adalah Pria yang ‘sangat’ baik. Dia begitu memperdulikan orang lain dan –“

 

“Cukup! Kau tidak perlu membicarakan pria lain di depan kekasihmu Park Hyo Won!”

“Apa?” Woo jung sangat terkejut mendengar pengakuan Kyuhyun sedetik yang lalu, bahkan Hyo won ia sempat menahan nafasnya beberapa detik.

“Benar, Woo Jung Noona, dia adalah Kekasihku sejak dulu, namun kami baru meresmikannya tadi saat kami berciuman beberapa menit yang lalu.”

“Yaa, Kyuhyun-ah, Jangan bercanda . . . Kita baru saja akan memulainya kembali”

Hyo Won masih terdiam mencerna situasi seperti apa ini.

“Aku tidak bercanda, aku memulainya kembali bersamamu untuk persahabatan kita”

“Kau sengaja melakukan ini untuk membuatku cemburu kan?” Woo jung menahan emosinya dan mengeratkan genggamannya pada Lengan Kyuhyun

Pria ini kemudian melepaskan genggaman itu dan menarik Hyowon ke dalam dekapannya.

 

“Tidak sama sekali”

 

“Dia adalah teman Lee Donghae, dan Dia adalah Gadisku Park Hyo Won, Gadis termanis milik Cho Kyuhyun!”

 

 

-[][]-

 

Setelah mendengar Pernyataan Kyuhyun yang di lontarkan pada mantan kekasihnya, Hyo Won berusaha membuat dirinya senormal mungkin. Gadis yang memiliki kakak bernama Park Jungsu ini melanjutkan pekerjaannya, ia bersikap seperti biasanya bahkan terkesan mengacuhkan pria yang sedang memperhatikannya sejak tadi.

Kyuhyun tersenyum memandangi gadis yang sedang mengerjakan tugasnya itu sebagai pegawai di café yang sering ia kunjungi ini. Jantungnya memang terasa masih berdetak belum beraturan, namun ia juga merasakan seperti keluar menembus gerbang dan masuk ke dunia yang baru dengan udara yang jauh lebih menyegarkan. Lega rasanya.

Park Hyo Won yang selalu menebar senyum pada setiap pelanggan, namun mengacuhkannya itu membuat Kyuhyun gemas dibuatnya. Ingin sekali ia memesan semuanya satu persatu dan hanya Hyo Won yang boleh melayaninya, namun ia kembali memikirkan gadis itu. Kali ini ia akan berusaha memahami gadis manis itu setelah ia baru memahami hatinya.

“Good Evening Noona” sapaan itu mengejutkannya, belum lagi setangkai bunga mawar berwarna merah jambu terpampang jelas di hadapannya.

“Ah, kamjagiya!” pekik Hyowon kemudian menutup mulutnya.

“ini mawar tercantik untukmu noona, I Love you” Song Jae menyerahkan bunga mawar yang dipegangnya. ia merasa senang, gadis yang selalu ia panggil kakak ini mau menerimanya dan tersenyum padanya.

“Gomawo” Gadis dengan senyum yang khas itu menerima bunga yang diberikan Song Jae untuknya. setangkai mawar yang terkesan romantic ini ditaruhnya di saku apron yang ia kenakan.

Cho Kyuhyun yang baru beberapa jam yang lalu selalu memperhatikan Pegawai perempuan termuda di café ini mengubah ekspresi wajahnya setelah seorang pria berseragam memberikan bunga pada gadis yang ia sebut miliknya itu. bahkan gelas yang dihadapannya ini ingin sekali ia lempar untuk meluapkan emosinya.

Dengan cepat Kyuhyun menghampiri Hyowon yang sedang berdiri bersama pria yang lebih muda darinya itu.

“Apa yang kau lakukan huh?” Tanya Kyuhyun memasang tampang cool nya pada Hyowon yang hanya santai merespon ucapan kyuhyun yang terselip sedikit kemarahan itu.

“Apa? Aku tidak melakukan apa-apa” Jawab Hyowon seraya merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya.

“Noona, Apa Pria ini menganggumu?” Song Jae yang bingung itu kemudian menanyakannya, pertanyaan itu dibalas tatapan tajam milik cho Kyuhyun.

seseorang datang menghampiri ketiga orang yang memasang wajah tidak menyenangkan itu. Kim Heechul, ia menarik lengan Hyowon membuat kedua pria ini menatap kesal dengan apa yang dilakukan Kim Heechul.

“Yaa!” Keduanya berteriak berbarengan dan dengan nada yang sama, seruan penolakan akan tangan Pria yang jauh lebih dewasa dari mereka yang menggenggam erat lengan Park Hyowon. Kim Heechul semakin malas menanggapi kelakuan kedua pria yang masing-masing murid kelas 3 SMP dan SMA itu yang menurutnya sangat kekanakan.

“Hyowon-ah, selesaikan masalahmu di luar, arraseo?” Wajah serius  Kim heechul  membuatnya takut, ia berharap agar Pria yang merupakan kekasih temannya ini masih berada di pihaknya.

“Arrayeo” Hyowon ingin melangkahkan kakinya namun tiba-tiba ia merasakan kedua tangannya ada yang menahan. ia melirik satu persatu tangannya, dan benar! Kyuhyun menggenggam tangan kanannya dan Songjae tangan kirinya. Meski genggaman keduanya sama-sama erat dan terasa hangat, namun entah mengapa perasaan aneh timbu jika Kyuhyun yang melakukannya.

“Ah, Kalian begitu menyebalkan! Song Jae-ssi, mianhaeyo aku harus menyelesaikan masalahku sebelumnya dulu dengannya eoh?” Hyowon berusaha sebisa mungkin agar Song Jae bisa memahaminya.

“Yaa Noona-“

“Jebalyeo”

“Tsk! aku tidak bisa melihat noona memohon seperti itu, baiklah! nanti malam aku akan menelponmu”

Hyowon tersenyum, namun belum Kyuhyun sudah menariknya untuk mengikutinya.

*Brug! suara pintu mobil yang tertutup itu menandakan Kyuhyun akan bersuara lebih keras dan penuh penekanan setelahnya.

“Nuguya? Kenapa bocah itu memberimu bunga dan mengatakan ‘I Love You’ bahkan bertingkah seolah ia selalu menjagamu?” Kyuhyun tidak berani menatap wajah Hyowon, ia hanya mampu melihat pemandangan biasa di tepi jalan dibalik kaca mobilnya.

“Goo Song Jae” Jawab Hyowon singkat. jawaban itu sungguh bukan yang Kyuhyun harapkan.

“Aku tidak peduli dengan namanya, maksudku siapa dia dalam kehidupanmu? Apa kau juga ternyata seorang siswa yang popular sepertiku hingga memliki penggemar?” Pertanyaan Kyuhyun itu sungguh membuat perutnya terasa geli, sepertinya ia bangga sekali memiliki banyak penggemar, bukankah dulu ia mengatakan membencinya? itu membuat Hyo won kembali terperangah mengetahui hal-hal baru tentang Cho Kyuhyun.

“Dia itu seperti dirimu dulu, dan aku sebagai Han Woo Jungnya”

“Jadi dia menyukaimu huh? Oh Aigoo~ Bocah itu ingin cari masalah denganku hah?”

“Yaa! Dia yang terlebih dahulu menyukaimu, tidak usah bersikap kasar padanya! Apa kau tidak mengingat dia seperti dirimu yang dulu?” Kyuhyun terdiam, ia merasa tidak nyaman jika hyowon harus mengingatkannya saat masa-masa ia menyukai Han Woo Jung.

“Dia berbeda denganku, aku tak pernah melakukan hal konyol yang membuatku malu seperti itu” Ucapan Kyuhyun dibalas Hyowon dengan anggukan kepalanya.

“Memang benar, kau tahu? Entah berapa kali aku menolaknya hingga aku lupa dan tak ingin kuhitung. Tapi kau lihat sendiri ia bahkan masih memberiku bunga mawar dan mengatakan ‘I Love You’ yang menurutmu konyol. berbeda denganmu, yang mungkin jika dulu kau ditolak oleh wanita itu kau akan pergi begitu saja.” Cho Kyuhyun kini memandang wajah Hyowon, ia sungguh tidak terima dengan apa yang baru saja gadis ini katakan. Bukankah sama saja gadis itu telah membandingkannya dengan juniornya dan hasilnya adalah kekalahan yang ia dapatkan?

“tentu saja aku harus pergi, bukankah ia sudah menolaknya?”

“Lalu, jika aku menolakmu apakah kau akan pergi?”

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar hal itu, kemudian ia mendekatkan wajahnya hingga tersisa sedikit jarak diantara keduanya. pria ini menatap lekat kedua mata indah gadis di hadapannya ini, Hyowon tak bisa berbuat apa-apa jika Kyuhyun sudah menatapnya, ia hanya mampu merasakan debaran jantungnya dan hembusan nafas yang kurang beraturan itu.

“Aku tidak akan pergi, karena aku tahu kau juga jatuh cinta padaku! Kau hanya bisa menolaknya, tapi kau tidak bisa menghapus perasaanmu padaku begitu saja? jangan main-main lagi denganku, atau aku akan menciummu sesukaku”

“YAA!” Hyowon mendorong dada Cho Kyuhyun hingga tubuhnya sedikit menjauh darinya.

Kyuhyun kembali menyandarkan punggungnya ke kursi kemudi, ia tersenyum senang mendengar teriakan yang sebenarnya berisik dan mengganggu itu senang karena ia tahu itu artinya yang ia katakana semuanya benar dan gadis di sampingnya merasa malu.

“Ah, untung saja kau berteriak “YAA!” bukan “OPPA”” Kyuhyun memperagakan gaya bicara hyowon menirunya dengan baik begitupun dengan nada bicara dan ekspresi wajahnya. ia mengatakan “OPPA” dengan berteriak disertai nada manja yang pernah Hyowon lakukan sebelumnya.

“Aku tidak bisa menahan diri nantinya”  Kyuhyun tertawa puas melihat ekspresi wajah Hyowon yang merasa malu dan sangat ingin keluar dari mobil milik Cho Kyuhyun ini.

“Kau salah, Aku bahkan tidak bisa menolaknya” ucap Hyowon dengan mengecilkan volume suaranya kemudian mengalihkan wajahnya ke arah jendela di sampingnya.

Tentu saja itu membuat Kyuhyun sangat menang hari ini.

“Aigoo! Manis sekali yeoja-ku ini, ah! aku bisa diabetes jika seperti ini” Candaan Kyuhyun membuatnya tersenyum dan perlahan menatap wajah pria tampan ini.

“Ah sudahlah, aku bisa lepas kendali jika kau terus bersikap manis seperti itu, sebelum aku memukul pria yang mengajakmu kencan, cepat jelaskan sampai aku mempercayaimu!” Wajah Kyuhyun yang semula seperti pria romantic kebanyakan kini berubah seperti polisi detektif yang sedang mengintrogasi tersangka. Merasakan terdapat penekanan pada dirinya, Hyowon menghirup nafas panjang bersiap untuk menceritakan ‘kejadiannya’.

“Dia Sepupuku, Oh Sehun! Saat aku menunggumu di halte, ia datang menjemputku dan menyuruh untuk menginap di rumah bibi, saat itu aku sangat kesal padamu yang melupakanku begitu saja jadi aku meminta ia mengantarku ke tempat yang ingin aku kunjungi setelah itu aku mau menerima permintaannya yang ternyata menyuruhku untuk menjadi pacar palsunya itu di pesta ulang tahun mantan kekasihnya.” Penjelasan Hyowon yang singkat namun jelas itu membuatnya sedikit berpikir akan suatu hal.

“apa kalian sedekat itu hingga kontak fisik kalian terlihat seperti kekasih? Merangkul, memeluk, dan bahkan kau bersandar di dadanya!” Kyuhyun mengetahui itu dari foto yang dikirimkan temannya.

“Aku sangat dekat dengannya, sejak kecil kami sering bermain dan menghabiskan waktu bersama. bahkan sampai saat ini kami sering tidur bersama.”

“MWO?”

“benar, dan yang mengejutkan adalah pria bodoh itu ciuman pertamaku”

“MWO???”

“Hahaha, tahun lalu dia frustasi tidak bisa membuatku berhenti menangis kemudian tiba-tiba dia menciumku dan membuatku marah hingga kami kejar-kejaran” Hyowon kembali mengingat masa-masa itu, mereka benar-benar sangat konyol seperti kakak-beradik dan sahabat.

“Hah! Jinjja! Aku bisa gila jika seperti ini, Kau tahu? aku seperti memiliki musuh yang banyak karena jatuh cinta padamu, Lee Donghae, Guru Lee, Kakakmu Park jungsu, Teman Pria sekelasmu, Bocah SMP itu, Pemilik Kafe, Sepupumu, dan kurasa masih banyak sekali yang memberikan perhatian istimewa untukmu. Wooa Daebakk!”

“Hahaha, kau cemburu pada keluargaku dan keluargamu sendiri? bahkan kau cemburu pada Guru Lee? Kau juga cemburu pada kekasih sahabatku? Oppa ku? Aigooo~ Ternyata kau pencemburu yaa hahaha” Hyowon tertawa renyah mengetahui bahwa Kyuhyun cemburu pada orang-orang yang seharusnya tidak perlu ia cemburui.

“Yaa! ini bukan cemburu Park Hyo Won”

“Sudahlah, aku tau kau begitu mencintaiku!”

“Kau mulai lagi.”

“Hahaha. Waeyo? Oppa menyukainya?” Hyo won mengerlingkan membuat Kyuhyun hanya mampu menggigit bibir bawahnya.

“Sudah Hentikan, Aku bisa lepas Kendali”

 

-[][]-

 

Di waktu yang sama seorang perempuan kini tengah meneteskan air matanya. ia membaringkan dan menyelimuti setengah tubuhnya menghadap ke balkon rumahnya. dengan jendela kaca yang terbuka itu ia melihat menatap kosong pemandangan yang sebenarnya indah itu.

Seorang pria yang dipunggungi olehnya ini mampu merasakan apa yang dirasakan gadis di hadapannya.

“Aku tidak tahu jika Kyuhyun akan memutuskan tentang perasaanya secepat itu. Jika ia bahagia, bukankah kau juga harus bahagia?”

“Donghae-ya, apa aku tidak cantik lagi uhm? aku bahkan selalu merawat tubuhku agar saat bertemu dengannya aku semakin cantik. mengapa dia tidak tertarik padaku? benarkah yeoja itu jauh lebih cantik dariku?” Isakan kecil yang masih terdengar oleh lee donghae ini membuatnya semakin tersayat, ia benar-benar tidak bisa melihat dan mendengar gadis yang sangat ia cintai itu menangis

“Kau sangat cantik Woo Jung-ssi, kau bahkan tidak perlu menanyakannya. ini masalah perasaan seseorang yang mudah berubah bahkan tidak pernah bisa berubah.”

tiba-tiba Woo jung bangun dan menatap Lee Donghae.

“geurae, lalu apakah kau seseorang yang memliki perasaan yang tidak pernah bisa berubah sama sepertiku huh?”

“Waeyo? Apa kau mengharapkan Cho Kyuhyun dengan perasaanku?”

“Nde! Kenapa tidak Cho Kyuhyun yang perasaannya tidak pernah berubah?”

“Karena Cho Kyuhyun bukan aku!” sebelum Lee Donghae lebih emosi, ia memilih untuk pergi meninggalkan Woo Jung sendiri di apartment nya .

Setelah suara lee donghae keluar dari kamarnya, dadanya semakin terasa sesak. sebenarnya ia begitu membutuhkan pria yang baru saja melangkahkan kaki keluar dari kamarnya– Lee Donghae.

“Mianhae .. Hae-ya”

 

-][][-

 

Lee Donghae menginjakan kakinya di rumah Keluarga Cho Kyuhyun yang juga merupakan tempat tinggalnya ini, wajahnya yang menggambarkan perasaannya yang hancur itu membuat Nyonya Cho yang datang menyambutnya merasa khawatir, pria yang ia sudah ia anggap sebagai putranya ini memang begitu dekat dengannya.

“Ada apa dengan wajahmu Donghae-ya kau seperti habis diputuskan oleh seorang yeoja”

“Aniya, aku hanya lelah, apa Kyuhyun sudah pulang?”

“Sudah, dia baru saja datang. Sekarang ada di Kamarnya”

“Arra, aku ke kamar Kyuhyun dulu” Nyonya Cho menganggukkan kepalanya, ia menatap punggung Lee donghae yang menjauh. Wanita ini merasakan bahwa pria yang merupakan anak dari kakak perempuan suaminya ini sedang ada masalah. Tidak biasanya Lee Donghae bersikap seperti ini, karena jujur saja yang menghangatkan suasana rumahnya adalah Lee Donghae yang memiliki sifat ceria dan mudah tersenyum.

Pria bermarga Lee ini memasuki kamar Cho Kyuhyun yang tidak terkunci itu, mendapati sepupunya sedang membaringkan tubuhnya menatap langit-langit seraya tersenyum bahagia, jauh dari apa yang ia rasakan. Benar-benar berbeda, namun mellihat Kyuhyun bertingkah seperti itu membuatnya sedikit menarik sudut bibirnya.

“Hey Tuan Muda Cho! Apa kau begitu bahagia sampai tak merasakan kehadiranku eoh?” Seruan itu membangunkannya dari pikiran dan bayangan yang membuatnya lupa dunia sekelilingnya.

“Oh Hyung, kemarilah dan ikut berbaring denganku!” Kyuhyun menepuk-nepuk kasur yang sangat empuk itu di sampingnya menyuruh untuk Lee Donghae agar ikut berbaring bersamanya.

Tanpa mengucapkan satu kalimatpun Lee Donghae menuruti permintaan Sepupunya ini, perasaannya menjadi lebih baik karena mengetahui Cho Kyuhyun akan bercerita padanya kali ini. Kyuhyun bukanlah orang yang gampang terbuka pada orang lain, bahkan pada dirinya sendiri. Namun hanya Pria Bernama Lee Donghae lah yang terkadang menjadikan buku Diary-nya.

“Kau pasti sudah mengetahuinya, tapi sungguh ini bukanlah pembalasan dendam atas sakit hatiku pada wanita itu” Mendengarnya Lee Donghae tersenyum kemudian melipatkan dadanya.

“Arraseo, tapi aku penasaran bagaimana kau bisa jatuh cinta dengan mudah pada Dewi hujanku?” Kyuhyun sesaat merasa kesal karena Lee Donghae terus menyebut gadis nya ‘Dewi Hujanku’, sungguh ia tidak suka panggilan itu. Namun karena suasana hatinya sangat baik hari ini, ia mengurungkan niatnya untuk memaki sepupunya.

“Aku tidak tahu, tapi tidak begitu mudah untuk jatuh cinta padanya. Aku sudah cukup lama memperhatikannya, sejak ia masih Kelas 1 ia selalu berdiri di kursi penoton sudut lapangan. Aku bahkan harus melakukan hal-hal yang tidak pernah kulakukan agar bisa bersamanya, dan aku tidak mengerti bisa menyukai gadis bodoh sepertinya.” Lee Donghae sesekali melirik pria yang tersenyum sendiri menceritakan kisahnya, bagaimana ia bisa jatuh Cinta pada gadis bernama Park Hyowon.

“namun aku begitu bingung, terkadang aku tidak bisa mengendalikan emosiku terhadapnya. Mudah sekali aku tersenyum dan marah padanya, aku sering mengatakan hal-hal yang sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya karena membuatnya terluka. Namun yang paling kumengerti adalah bahwa aku bahagia saat bersamanya. Aku sangat suka saat dia tersenyum padaku”

“Itu karena kau sangat mencintainya” Sontak Kyuhyun menoleh mendengar bahwa menurut pria di sampingnya ini bahwa ia sangat mencintainya, benarkah? bahkan ia tak yakin sebelumnya tentang ia jatuh cinta pada gadis itu.

“Kau harus berjanji pada dirimu sendiri untuk tidak menyakitinya, aku bisa mengetahui bahwa kalian memiliki perasaan yang sama. Bahkan Park Hyo Won, ia begitu menyayangimu. Dia sebenarnya adalah gadis yang bisa membuat semua orang jatuh cinta padanya hanya dengan memandangnya ketika ia tersenyum, bahkan hatinya yang sangat tulus membuatnya jauh lebih cantik dari siapapun.”

“Yaa, kau jangan terlalu berlebihan . Dia –“

“Aku sempat hampir jatuh cinta padanya”

“APA?” Kyuhyun seketika terbangun, ia duduk di ranjang dan membuat Lee donghae menampakan wajahnya dibuat semalas mungkin untuk membalas tatapan tajam milik Cho Kyuhyun.

“Sudahlah,  aku bilangkan hampir! tidak usah semarah itu, aku mengurungkan niatku untuk menyukainya karena aku mengetahui kau menyukainya.” Kyuhyun terdiam, mengetahui hal itu membuatnya merasa bersalah pada sepupunya ini, ia seolah selalu merebut kebahagiaan Lee Donghae karena Pria ini selalu mengalah untuk dirinya.

“Aku sempat menyesal karena membuatmu marah saat mengujimu dengan berpura-pura menyukai Park Hyowon, aku tidak tahu kalau kau begitu menyukainya hingga marah besar dan membuat Park Hyowon tiba-tiba histeris” mengingat kejadian itu, Kyuhyun juga menyesal karena telah marah besar ada gadis yang sangat ia sukai ternyata.

“Aku juga menyesal Hyung, aku tidak pernah bisa mengendalikan emosiku karenanya. Itu yang membuatku takut, bagaimana jika terjadi lagi? Nyatanya Hyowon adalah gadis yang kuat meski masih memiliki luka.” Lee Donghae terkejut mendengar kalimat terakhir dari pernyataan Cho Kyuhyun itu, Luka apa yang ia maksud?

“Jam berapa ini? Oh jam 8, keluarlah Hyung! Aku ingin menelpon yeojaku” dengan bangganya ia sebut Park Hyowon itu gadis nya pada Lee donghae, seperti ejekan untuk Lee Donghae yang membuat pria ini geram dan tidak ingin mengganggu orang yang sedang jatuh cinta itu.

“Baiklah, aku juga lelah melihat wajah orang jatuh cinta. tidak bisakah tidak terlalu terlihat? Benar-benar menyebalkan”

“YAA!!” Lee Donghae tertawa seraya menuju pintu kemudian menutupkan pintu kamar Kyuhyun dari luar.

Segera sesaat setelah dongha menutup pintu kamarnya, mata Cho Kyuhyun tertuju pada ponsel yang ia taruh di atas nakas berwarna putih di samping tempat tidurnya.

Disentuhnya layar ponsel berukuran 5.5 inchi itu, ia bermaksud menghubungi seseorang yang menjadi topic pembicaraannya dengan Lee Donghae, harusnya ia sudah pulang sekarang dan bisa ia hubungi.

Namun ponsel itu tidak juga memperdengarkan suara gadis yang ia inginkan. Beberapa kali ia mencoba untuk menghubunginya namun tidak pernah mendapat balasan, Kemudian ia teringat dengan Ucapan Songjae tadi siang.

baiklah! nanti malam aku akan menelponmu”

“nanti malam aku akan menelponmu”

“aku akan menelponmu”

“menelponmu”

Suara Remaja bernama lengkap Goo Song Jae itu terngiang-ngiang di telinganya. hingga berulang-ulang terdengar dan mengganggu pikirannya, belum lagi Hyowon tersenyum setelah mendengar remaja itu akan menelponya. Sial, Kyuhyun mulai emosi!

Dengan cepat kedua ibu jarinya mengetikan huruf-huruf itu hingga menjadi beberapa kalimat untuk dikirimkan pada kontak bertuliskan “My Sweet Girl”

[ “Yaa! Park Hyo Won, kenapa dia menjawab telponku? Jangan main-main, kau akan mendapat masalah nanti! Cepat Hubungi aku jika kau membaca pesan ini”]

Beberapa detik berlalu, bahkan kini sudah menjadi beberapa menit. Cho Kyuhyun berulang kali memeriksa ponselnya yang tidak ada jawaban apapun.

Waktu menunjukan pukul 11 malam, ia mulai bosan untuk menunggu setelah melakukan apapun untuk sekedar menunggu telepon. Pria ini memutuskan untuk memejamkan matanya, rupanya ia lelah dan matanya terasa berat. Baru saja matanya terpejam beberapa menit, Ponselnya berdering membuatnya langsung menyibakkan selimutnya dengan cepat dan bangun menggenggam ponsel putih miliknya.

“Yeoboseyo …”

“Ya, Permen Manis! Apa kau sedang menguji huh? Lama sekali menghubungiku, aku menelponmu berulang kali tapi kau tidak menjawabnya”

“Aku setting ponselku ke mode diam.”

“Alasan, apa bocah SMP itu menelponmu?” Kyuhyun benar-benar ingin mendengar jawaban dari gadis ini sekarang. Sungguh tidak sabar!

“Aniya” mendengar jawaban itu ia langsung tersenyum menang.

“Dia menungguku di Café tadi, kami mengobrol sebentar” Senyum Cho Kyuhyun seketika hilang, Jika laki-laki itu menelpon saja ia tidak terima, apalagi bertemu dan mengobrol bersama.

“Ah Sudahlah, jangan menghubungiku! Aku Lelah, aku mau tidur” Kyuhyun yang emosi atau bahkan lebih tepatnya menahan emosinya itu ia memutuskan untuk mengakhiri panggilan telponnya setelah itu.

“Dasar Gadis bodoh!” Umpat Kyuhyun yang kemudian kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

 

-[][]-

 

Kyuhyun’s PoV

Aku terbangun dari tidurku, hal yang pertama kulakukan setelah kesadaranku seluruhnya terkumpul adalah memeriksa ponselku.

Apa? tidak ada panggilan satupun dari gadis menyebalkan itu? Dia mulai jual mahal setelah mendapatkanku huh? Arra, Lihat saja nanti di sekolah!

Hari ini aku sedang malas membawa kendaraan pribadi, membuatku harus menaiki bus untuk sampai ke sekolah. Sejak Hyowon mengajakku untuk menaiki bus dan aku tertidur hingga bermimpi saat pulang, aku menyukai angkutan umum ini.

Saat ini kakiku sudah menginjakan ruang kelas yang dipenuhi para siswa, meski tak sebanyak dulu namun masih ada saja yang memerikan kado padaku dan menaruhnya di meja.

“Hey Cho!” seseorang menyapaku seraya menepuk bahuku, aku mengenal suara ini – Lee Donghae.

“Kau baru sampai eoh? bukankah kau berangkat terlebih dahulu?” Tanya Lee Donghae yang berjalan menuju kursinya.

Saat aku hendak duduk, seorang teman sekelasku datang menghampiri.

“Jadi kau benar-benar putus dengan adik kelas itu?” Tanya Changmin yang duduk di sebelah kursiku.

Lee Donghae dan aku menatapnya heran, apa maksudnya? Apa dia sedang membahas foto mesra Park Hyowon di pesta bersama sepupunya?

“Apa maksudmu Changmin-ah? Benarkah Kyuhyun memutuskan Yeoja itu?” Seorang siswi nampak tertarik dengan ucapan Pria tinggi ini, baiklah! aku mulai bosan sekarang . Aku menatap serius kearahnya meminta penjelasan dari temanku. Changmin adalah siswa pemburu berita, dan selalu menyebarkan berita yang ia dapatkan. Kurasa cita-citanya ingin menjadi seorang reporter, kabar dan informasi apapun ia ketahui. seluruh Akun SNS dia miliki, benar-benar berusaha -_-

“Aku dengar Hyowon kecelakaan semalam . . .”

“APA?”

“Benar, dia tidak masuk hari ini. aku mendengarnya dari teman sekelasnya. Jika kalian masih pacaran, bukankah harusnya kau menemaninya?”

*DEGG!

Dadaku seperti tertimpa sebuah balok besar yang membuatku sesak bahkan sangat sulit untuk bernafas.

Aku sedikit tidak percaya karena semalam Hyowon menelponku dan tidak mengatakan apapun, bahkan tidak ada kabar apapun yang masuk ke ponselku.

aku merogoh Ponsel yang ada di saku seragamku dan langsung menghubunginya. Setelah kudengar panggilan telponku diangkat aku tidak sabar untuk memastikannya.

“Ya Hyo Won-ya, apa benar kau kecelakaan huh?”

“nde” Jawaban singkat itu terdengar sangat mengerikan, aku menatap Lee Donghae yang sedang meminta jawaban atas kebenaran berita yang Changmin berikan.

“Gwenchanayeo, kau tidak perlu cemas. semalam aku sudah menjalani operasi kecil jadi . . .” sebelum Hyowon melanjutkannya aku sudah terlebih dahulu menghentikan panggilannya, aku benar-benar ingin mengetahui keadaan gadis itu sebenarnya secara langsung. Sungguh aku benar-benar cemas saat ini!

“Hyung, berikan kunci motormu!”

 

-[][]-

 

aku berlari menuju ruangan dimana gadis itu dirawat, bahkan sesampainya di parkiran aku sudah berlari, atau saat di sekolah. Sial! Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya, aku benar-benar tidak tenang jika belum melihat wajahnya.

aku melihatnya! ia sedang berbaring disana, bersama sahabatnya – Park Aerin.

“Eoh, kau datang?”

Kenapa  dia terkejut melihatku disini? harusnya memang ini yang kulakukan, apa dia tidak mau jika aku datang? benar-benar menyebalkan. Aku mencium bau khas rumah sakit disini, meskipun ada bunga segar di atas mejanya. Jarum infuse yang tertancap di tangannya membuatku semakin cemas.

“Ah, baiklah! aku akan ke café dulu, Jika Kyuhyun pulang cepat kabari aku. Aku akan datang lagi, arraseo”

“Arr-“

“Aku tidak akan pulang” Aku memotong kalimat Hyowon yang belum selesai itu, mereka berdua menatapku kesal. Terserah, aku tidak peduli! aku memang tidak akan pulang.

Aerin menutup pintunya setelah ia keluar.

“Apa maksudmu kau tidak akan pulang?” Dia bertanya seolah tidak mengerti kenapa aku mengatakannya, dasar gadis licik! Dia selalu memancingku. Kakiku bergerak mendekatkan jarak dengannya dan duduk disampingnya.

“Anggap ini sebagai hukumanmu karena kau tidak mengatakan apapun tentang kondisimu” dia menyatukan alisnya kebingungan. Awalnya aku ingin tersenyum karena ekspresinya sangat lucu saat ini, tapi melihat wajah pucatnya membuatku untuk tersenyum itu begitu sulit.

“Semalam saat aku menelponmu bukankah kau begitu kasar padaku? kau bilang jangan menghubungimu, padahal aku mau bilang bahwa aku akan dioperasi”

Benar! itu karena aku yang emosi, itu salahku!

“Sudahlah lupakan, sekarang bagaimana? kakimu baik-baik saja?” Tanyaku menatap kakinya yang tertutup selimut itu.

“Jigeum, gwenchanayeo, hanya luka ringan dan patah tulang. itu juga tidak serius, dalam 3-5 hari aku sudah boleh pulang” meski ia mengatakan baik-baik saja dengan memperlihatkan senyumnya, tapi mataku yang melihat kondisinya dan hatiku yang merasakan sakitnya, aku sungguh tidak bisa menerima penjelasannya.

“Apakah kau tidak menghubungi keluargamu?” Tanyaku dengan hati-hati. Karena jujur saja aku snagat penasaran, bagaimana bisa dia sendirian dan hanya ada sahabatnya yang menemani, bahkan jika aku pulang gadis itu bersiap untuk menemaninya lagi.

“Iya, aku tidak ingin membuat mereka khawatir. aku juga tidak memberitahu Kim Heechul karena dia pasti akan bercerita pada Oppaku, dan aku sudah bilang pada Guru Lee. Semalam dia yang datang pertama sekaligus menjadi waliku.”

mendengar cerita Hyowon, aku menjadi semakin khawatir padanya. Mengapa bisa ia lebih terbuka pada orang lain dibandingkan keluarganya? Ada apa dengannya? aku menyimpan banyak sekali pertanyaan untuknya, tapi itu tidak mungkin aku tanyakan sekarang. Saat ini yang ia butuhkan adalah seseorang yang berada disisinya dan membuatnya bahagia agar bisa lekas sembuh, jangan sampai dia terlalu banyak pikiran.

“mau bagaimana lagi? kau lebih keras kepala dariku. Sekarang, apa ada yang ingin kau makan atau apa? aku akan membawakannya untukmu.” Dia tersenyum, bahkan sekarang tertawa. memangnya ada yang aneh dengan ucapanku huh?”

“Hahaha~ Kau bersikap manis sama sepertiku Kyuhyun Oppa”. Ah Sial, dia benar. Entahlah, dalam pikiranku hanya ingin membuatnya bahagia. Aku tidak tahan dengan kondisinya sekarang, aku ingin dia lekas sembuh. aku hanya bisa menggaruk kepalaku, tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“aku hanya ingin minum” segera aku menoleh pada gelas berisi air putih di atas meja itu dan langsung mengambilnya. Kemudian Hyowon memposisikan dirinya untuk duduk agar lebih nyaman.

“Ah tidak jadi”

“Mwo?”

“Letakan itu kembali!”

Apa dia sedang mengerjaiku? menyebalkan!  Disaat seperti ini dia masih saja bertingkah, untung saja kau sedang sakit Park hyowon, jika tidak aku akan –

 

*GREPP

 

Dia memelukku? Hah benar, hampir saja membuatku jantungan. Aku membalas pelukannya, ia memelukku sangat erat. Aku sangat bahagia jika memeluknya seperti ini, merasakannya benar-benar ada dalam dekapanku,sangat membuatku nyaman.

“Aku hanya butuh ini Kyuhyun Oppa, sebenarnya aku sangat takut”

“Arraseo, sebenarnya sejak tadi aku ingin memelukmu tapi aku takut banyak luka ditubuhmu. Bagaimana jika kau merasakan kesakitan, aku tidak bisa membayangkannya.”

“kau mencemaskanku?”

“Bodoh! tentu saja, jika kau berada jauh dariku saja cukup membuatku cemas padamu, apalagi seperti ini? kau tidak tahu jika aku sudah memikirkanmu aku bisa gila rasanya. Kau ceroboh sekali” aku semakin mengeratkan pelukanku, sungguh sebenarnya aku yang sangat takut.

“Waktu itu SongJae mau mengantarku, bahkan Junsung Oppa, tapi aku selalu mengingatmu! kau sangat tidak suka jika aku berdekatan dengan pria lain. Aku memutuskan untuk jalan ke halte, tapi saat menyebrang sebuah mobil lewat”

“YAA! apa kau sangat bodoh, kau tidak bisa membedakan rambu lalulintas huh?” Dia berniat melepskan pelukannya namun tidak semudah itu, aku menariknya kembali ke dalam dekapanku.

 

“Sigh!! Dasar Cho Kyuhyun. Aku sedang lelah saat itu, jadi –“

“berhentilah bekerja, jika kau kekurangan uang aku akan membiayaimu atau aku yang bekerja saja. kau itu tidak pintar, tapi kau juga sering bolos dan malas belajar. belum lagi pekerjaanmu bisa membuatmu lelah dan tidur di perpustakaan, apa itu – “

 

“Darimana kau tahu aku sering tidur di perpustakaan?” Dia terkejut dan berhasil melepaskan pelukanku?

 

“aku sering melihatnya, bahkan sering memandang wajah jelekmu yang tertutup buku itu!”

Apa itu? apa dia sedang berusaha menatap tajam dan menampakan ekspresi marah setelah aku bilang wajahnya jelek? sungguh tidak pantas. sebelum ia membuka mulutnya untuk memakiku aku terlebih dahulu mendekapnya. aku masih ingin berlama-lama memeluknya, aku merindukannya.

“Lepaskan!” pintanya dengan nada dingin. Dia berpura-pura untuk marah, tidak akan Park Hyowon. Kali ini aku akan memperlihatkan bagaimana pintarnya aku.

“Tidak akan, aku tahu kau juga masih ingin berlama-lama mencium aromaku” aku tersenyum melihatnya semakin menyembunyikan wajahnya di dadaku.

“ini menyenangkan, meskipun hanya berpelukan sungguh sangat menyenangkan.”

“setelah sering berpelukan, kau akan bosan!”

“Kau tahu darimana? memangnya aku bilang begitu.”

 

“Kau yang bilang”

 

“Benarkah? berarti sebelum aku bosan aku boleh memelukmu selama dan sesering yang aku inginkan”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Bersiap saja, karena untuk itu aku tidak akan bosan”

“Kyuhyun Oppa, kau benar-benar berbeda dari apa yang aku bayangkan!”

 

“Kau juga”

 

“YAA!!! Apa yang kalian lakukan huh?”

 

 

To Be Continue – – –

 

Advertisements

2 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s