MY SWEET GIRL (CHAPTER 9)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

 

Kyuhyun’s Pov

Baru 1 hari aku memutuskan hal itu tapi aku sudah menuggunya mengirimkan pesan untukku. bodohnya aku! dia tidak akan semanis dulu.

Aku salah, dia tetap manis bahkan semakin manis. namun sayangnya itu dirasakan bukan olehku. dia bersikap baik pada semua orang namun tidak padaku. apa dia sedang bertingkah?

 

Bahkan kini Lee donghae semakin dekat dengannya, mereka sering terlihat bersama. Belum lagi Hyo Won mengikuti kegiatan yang sama dengan sepupuku. Jika ingin mencari kegiatan, kenapa ia memilih musik? harusnya  – benar, basket bukanlah apa yang dia suka. Berlari saja dia tidak benar apa lagi bermain basket? tunggu dulu,

 

mataku menangkap pemandangan yang menyeramkan. Kenapa Lee Donghae dan Park Hyo Won berada di lapangan basket dengan bola itu? apa mereka ingin bermain basket berdua saja, begitu? Cih! Kampungan sekali.

“Ya, Sunbaenim kenapa kau mengajakku bermain basket? aku tidak bisa melakukannya.”

“Ini olahraga yang akan membuatmu fresh dan melatih pernafasanmu”

Hah! Apa yang mereka lakukan? Melatih pernafasan apa? dia mencari kesempatan untuk berduaan.

 

“Hentikan!” Pekikku membuat mereka sontak menatapku. Di Lapangan ini hanya ada kami bertiga.

 

“Kau pernah mengatakan bahwa kau tidak suka permainan bola basket, tapi kau ingin melakukannya hanya jika denganku. Lalu kenapa kau bersama orang lain?”

“Bukankah dulu kau tidak mau melakukannya, kenapa sekarang kau protes?” bukannya menjawab dia malah berbalik tanya dengan wajahnya yang dibuat kesal itu.

 

“Hey Kyuhyun-ah, ada apa denganmu? apa kau cemburu? bukankah lelucon kalian sudah kalian hentikan?” wajah Lee donghae mulai malas, ia bahkan melemparkan pertanyaan-pertanyaan konyol padaku. mengapa mereka malah bertanya padaku? menyebalkan.

 

“Ini masalahku dengannya Lee donghae! jangan ikut campur” tukasku membuatnya mendesah pasrah kemudian menepuk bahuku.

 

“Aku bingung denganmu Cho Kyuhyun, Yaa Dewi Hujan! Cepat selesaikan masalah kalian, aku pergi dulu!” sebelum pria ini melangkahkan kakinya ia terlebih dahulu mengusap lembut lengan kanan Hyo Won, membuatku ingin sekali memakannya. sial!

 

“haish! mengapa kau seperti ini huh?” dia sedikit memekik membuatku terkejut dan membulatkan mataku. baru saja kemarin dia sangat manis, sekarang ini sisi gelapnya kembali muncul.

“Apa yang seperti ini? jika kau ingin bermain basket dengannya, kau harus bermain basket denganku dulu” perintahku seraya merebut bola basket yang ia pegang itu.

“Mwoya? licik sekali! sudahlah, aku tidak ingin main basket. Lagi pula dia sudah pergi” sebelum Hyo Won pergi telebih dahulu aku menariknya paksa.

“Yaa, Kau tidak bisa pergi!” aku melarang keras dan menahannya untuk tidak pergi. nampak sekali wajahnya mulai kesal, ia memicingkan matanya dengan nafas yang memburu. lucu sekali!

 

“Apa lagi?”

 

“Aku ingin menyelesaikan keinginan saat dalam permainan yang belum dilakukan.”

 

“Mwo? apa maksudmu?”

 

“Setelah semua keinginan terwujud barulah kau bisa pergi!”

 

“YAA-“

 

“Kau ingin bermain basket denganku kan? lalu kau juga ingin mengganti kencan waktu itu, kemudian-“

 

“Okay” belum sempat kujelaskan dia sudah sangat bersemangat untuk melakukannya.

 

‘YESS!’ entahlah itu teriakan dari hatiku yang senang karena berhasil mengerjainya atau – aku senang bisa bersamanya lagi.

 

“Baiklah, ayo kita main basket” dengan cepat ia merebut kembali bola berwarna oranye ini dariku.

“Kau akan kesulitan nanti, ganti bajumu!”

 

“Tidak perlu, aku tidak membawa baju olahraga”

 

-[][]-

 

“Kau bodoh sekali!” umpatku setelah berhasil mencetak point untuk entah keberapa kalinya.

“Yaa! aku memang tidak bisa melakukannya, jangan sebut aku bodoh!” dia terus merajuk dan kehilangan bolanya.

“Kyuhyun Oppa!” dia lebih sering berteriak dari pada memegang bola. namun aku sangat bahagia saat ia kembali memanggilku dengan sebutan itu. meskipun terdengar pasaran, tapi entah mengapa aku sangat bahagia ia memanggilku ‘Kyuhyun Oppa’ hanya olahnya.

aku benar-benar memermainkannya. bola yang berada di tanganku kubuat berada lebih tinggi agar ia bisa melompat, namun meski sudah melompat tetap saja ia tidak bisa mendapatkannya. Betapa pendeknya Park Hyo Won.

“Kau tidak bisa menjangkaunya”

“Haishh!”

 

 

“Oppa, disini sangat panas eoh? aku jadi berkeringat.” ia menarik bajuku dan membuatku menatapnya. seraya menggerak-gerakkan tangannya seperti kepanasan ia berpose manis dan sexy dihadapanku.

 

“Jangan menggodaku Park Hyo Won”

 

lihat lah, dia benar-benar berani. Aku menjadi lebih panas dari sebelumnya, mengapa keringat di wajah dan lehernya membuat tubuhku panas. Sial! Kuatkan dirimu Cho Kyuhyun.

Aku tidak bisa berkutik saat kedua tangannya menangkap wajahku dan menatapku penuh arti.

 

“Eoh? Kau juga berkeringat, aku akan . . . mencuri bola ini”

 

“Yaa! Dasar Kau!”

 

“Catch me if you can”

 

“Berlarilah, aku akan terus mengejarmu dan mendapatkanmu!”

 

“Hahaha tidak akan”

 

ini benar-benar bukan seperti permainan basket, kami hanya berlari dan saling mengejar mendapatkan bola dengan trik curang dan aneh. aku kembali mengejarnya, benar-benar di luar dugaanku. Park Hyowon adalah gadis yang – tidak mudah lelah ternyata.

 

“HUPP! Dapat” aku menangkapnya, lebih tepatnya memeluknya dari depan. tanganku menyentuh punggungnya. Jantungku berdebar sangat cepat saat dia berada di hadapanku seperti saat ini.

 

“Kenapa kau melihatku seperti itu Oppa?” Aku melihat mata, hidung, dan – bibirnya

 

“Sexy”

 

“Ehm?” dia memasang wajah polosnya itu lagi

 

“Cantik”

 

“Mwo??” kali ini teriakan gadis menyebalkan itu menyadarkanku dari sihir aneh yang beberapa detik berhasil menyihirku.

 

“Aku ambil kembali bolanya!” aku berlari setelah bisa merebut kembali bola basket itu

 

“Kau juga meniru trikku Oppa, Yaa! Kau menggodaku”

 

*PRRRITT

 

 

Author’s Pov

 

Suara peluit yang nyaring itu langsung menghentikan aktivitas mereka berdua, keduanya terkejut mendapati seorang guru bagian kesiswaan tengah menatap tajam keduanya.

 

“Park Hyo Won, Cho Kyu Hyun, bermain basket di jam pelajaran itu menyenangkan bukan?”

 

“Jeoseunghamnida Goo Seongsaengnim!” HyoWon bersuara namun Cho Kyuhyun menatap sekilas dan tidak memperdulikannya.

 

“Kau Park Hyo Won, nilaimu tidak terlalu bagus dan daftar ketidak hadiranmu sudah hampir pada batas. Apa kau ingin keluar dari Sekolah ini tanpa kelulusan?”

 

“A-animnida, aku-“

 

“Sudahlah, Anda jangan menekannya dengan kalimat-kalimat seperti itu. maafkan saya yang lancang tapi-“

“Sudahlah Kyuhyun-ssi, kau tidak usah mengatakan itu. aku yang salah!”

 

“Maafkan aku Guru Goo, aku memang salah. aku sangat ingin lulus dari sekolah ini, sebelum aku keluar dari sekolah ini maka dari itu aku ingin menikmatinya, aku ingin mencoba hal-hal baru sebelum aku keluar. aku bisa menyesal”

 

“sudahlah, kalian para siswa selalu saja memiliki alasan jika berulah! Tapi tetap saja kalian harus dihukum. Tekuk kaki kalian, dan angkat tangan kalian keatas. Jangan berhenti sampai aku kembali.”

 

Guru Goo bergerak melangkah keluar lapangan basket ini. sementara itu Hyo Won sedang duduk dan mengangkat tangannya ke atas, Kyuhyun menatap malas apa yang ada di sampingnya itu.

“Menyebalkan” desah Kyuhyun

 

“Apa yang kau lakukan? sudah turunkah tanganmu! untuk apa melakukannya?” Kyuhyun bergerak ke arah depan agar bisa berhadapan dengan Hyo Won

 

“Issh! Mereka adalah orang tua kita di sekolah, maka dari itu kita-“

 

“Ibuku tidak pernah menghukumku seperti itu”

 

“sudah lakukan saja!” tanpa memperdulikan Kyuhyun yang mulai kesal itu, Hyo Won tetap melanjutkan hukumannya.

 

“Tidak mau, aku akan keluar! Ayo bangun!” Kyuhyun terus memaksa agar Hyo Won tidak melakukannya.  Menurutnya ini tidak berguna sama sekali. Cho Kyuhyun yang keras kepala itu ternyata kalah oleh Hyo won yang lebih keras kepala darinya.

 

“Tidak mau, jika ini adalah hukuman maka kita harus menjalaninya.”

 

“Sudahlah, Sekolah ini sebagian besar atas namaku! Kau tidak perlu takut”

 

“Aku menjalani hukuman bukan karena aku takut, tapi ini kewajibanku!”

 

“Ah terserah kau saja! aku pergi, buang-buang waktu saja!”

 

“Dasar Menyebalkan!”

 

“Guru itu yang menyebalkan, bukan aku!”

 

“Haiish! aku bisa gila jika seperti ini” tiba-tiba saja Kyuhyun menekuk kakinya duduk di lantai lapangan basket dan mengangkat kedua tangannya, ia bahkan bingung kenapa ia melakukan ini. Yang pria ini yakini dia hanya merasa empati pada gadis yang keras kepala menurutnya.

“Katanya kau mau pergi, kenapa kau mengangkat tanganmu!”

“Diam, aku hanya menemanimu!” Wajah Kyuhyun saat ini benar-benar menampakan wajah malasnya.

“Hahahaha Kau Lucu sekali Oppa” mendengar Hyo Won tertawa dan menatapnya dengan mata yang ia sukai itu berhasil membuat sudut bibirnya tertarik cukup lebar. ia tersenyum dan merasa lebih semangat menjalani hukaman yang pertama kalinya untuknya ini.

 

Ternyata Guru Goo memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.

‘Dari pertama ia masuk hingga sekarang, baru kali ini ia menjalani hukuman. Gadis yang hebat’

 

“Aish! Menyebalkan!” lengan kyuhyun rupanya mulai lelah dan pegal, sama seperti yang dirasakan oleh Hyo Won. ia kemudian menoleh ke arah wajah Park hyo won. Ditatapnya cukup lama, ia menyadari akan sesuatu hal

‘Wajahnya pucat, apa dia dehidrasi?’ ucapnya dalam hati

“Yaa, Kyuhyun Oppa Kau mau kemana huh? Seongsaengnim belum datang” teriak Hyo Won melihat Kyuhyun yang langsung berlari tanpa menggubris ucapannya.

beberapa menit berselang, Guru Goo datang menghampiri Hyo Won yang masih mengangkat tangannya.

“Park Hyo Won, turunkan tanganmu! waktu hukuman sudah berakhir. Dimana Cho Kyuhyun?”

Baru saja Pria paruh baya yang merpakan guru yang ditakuti hampir semua murid ini menanyakan keberadaan Cho Kyuhyun, sosok yang dimaksud muncul dari pintu utama menghampiri.

 

“Minumlah!” Kyuhyun memberikan sebuah botol yang berisi air mineral yang telah ia buka tutupnya.

 

“Kau darimana? kenapa tidak melanjutkan hukumanmu?” tanya Guru Goo

 

“Wajahnya pucat, aku takut dia dehidrasi” jawab Kyuhyun tanpa melihat siapa yang bertanya, ia hanya terus memandang gadis di dekatnya ini.

 

“Cepat Minum!” perintah Kyuhyun yang memaksa itu.

“Eoh” meski sedikit takut pada Guru Goo, ia lebih takut pada ekspresi Kyuhyun yang mencemaskannya. ia meneguk minuman yang Pria yang merupakan seniornya ini berikan.

“Apa kalian berkencan? Kau terlihat sangat menyukainya Cho Kyuhyun” Komentar Guru Goo kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua yang terkejut.

 

“MWO?”

 

“uhuk – uhuk – uhuk “

 

“Pelan-pelanlah! kau seperti anak kecil sampai tersedak seperti itu.”

 

“Gwenchanna?” Kyuhyun mengusap punggung Hyo Won lembut. Ia benar-benar khawatir saat ini. bagaimana bisa ada gadis yang sangat ceroboh sepertinya.

 

“Eumm” Hyo Won hanya bisa mengangguk untuk menjawab pertanyaan Cho Kyuhyun padanya.

 

“Lihatlah, seragammu basah dan menjadi transparan. Merah yang menggoda”

 

“Mwo? A-apa yang kau katakan huh?” Hyo Won segera menyembunyikan bagian depannya dengan kedua tangannya. kalimat ‘Merah yang menggoda’ itu menyadarkannya bahwa pakaian dalamnya memang berwarna merah. Wajah gadis ini memerah, sangat malu yang ia rasakan. Juga marah, mana bisa Cho Kyuhyun begitu frontal mengatakan hal itu, Menyebalkan!

 

“Kau membuat seragam bagian depanmu basah, cepatlah ganti!”

 

“ . . .” Hyo Won terdiam dan menundukan wajahnya.

 

“Waeyo? kenapa diam saja? mungkinkah . . . mungkinkah kau tidak membawa baju ganti atau semacamnya?

 

“. . .”

 

“Haishh! kau selalu bermasalah dengan seragammu.”

 

-[][]-

 

Hyo Won keluar dari ruang ganti siswa, mendapati Kyuhyun yang menunggunya seraya berdiri menyandarkan tubuhnya pada dinding berwarna putih itu.

“ini baju olah raga laki-laki, ukuranmu juga terlalu besar” Keluh Hyo Won yang memakai kaos olah raga Kyuhyun

“Apa? ukuranmu pas kan? bagian depannya juga cukup pas” Balas Kyuhyun dengan pandangan yang mengarah pada dada Hyo Won yang tertutup oleh baju olahraga miliknya.

 

“YAAK! Dasar Yadong” Tangan Gadis ini sudah mengepal, ingin rasanya memukulnya dengan keras tepat di kepalanya agar tidak berpikiran mesum lagi.

“Sudahlah, ini lebih baik dari seragam basahmu itu.”

 

“saat pulang, kenakan ini!” Kyuhyun memberikan Coat berwarna hitam miliknya. Hyo Won teringat kejadian seperti ini pernah terjadi, tapi dulu Kyuhyun melemparkan sweaternya dengan wajah ketusnya.

 

Flashback

 

Hyo won keluar dengan wajah sedih dan frustasi.

Lagi-lagi ia merasa kesal saat Kyuhyun kembali menampakkan wajah dingin khas milik cho Kyuhyun di hadapannya.

 

“pakailah ini!” *Bruk* Kyuhyun melemparkan sweeter abu miliknya pada Hyowon.

Ia terkejut, namun kekesalannya itu mengalahkan semua. Ia melakukan hal yang sama dengan kyuhyun

 

“Shireoyo!” *Bruk* Hyowon melemparkan sweeter itu pada pemiliknya. Apa yang dilakukan Yeoja dengan tinggi 160 itu membuat Kyuhyun marah, terlihat sekali Kyuhyun mengepalkan tangannya merasa geram akan sikap park hyo won padanya.

 

Hyo Won berjalan ke arah kursi yang berada di halaman di belakang kelas. Ia sengaja duduk di tempat panas ini untuk mengeringkan bajunya.

“dasar gadis bodoh” umpat Kyuhyun merasa sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan Hyo Won saat ini.

 

“Tapi, coat mu yang waktu itu juga masih di rumahku!”

 

“Kau pulang bersamaku, kau bisa melepaskannya saat turun dari mobilku!”

 

“Ah Gomawoyo Kyuhyun Oppa”

 

“berhenti memasang wajah manis itu, aku bisa menyerahkan wajahku padamu jika kau terus melakukannya.”

 

“Hahaha gomawo, kau membuatku sangat bahagia hari ini. Thank you”

 

“apa kau benar bule amerika?” tanya Kyuhyun membuat kening Hyo Won berkerut, ia bingung mengapa menanyakan hal yang aneh dan tidak penting itu.

 

“mwo? apa maksudmu?”

 

“bentuk tubuhmu tidak seperti bule amerika, tapi sangat korean” jawab Kyuhyun seraya menggambarkan dengan jelas bentuk tubuh hyo won dengan kedua tangannya di hadapan gadis manis ini.

 

“dasar pria cabul”

 

-[][]-

 

Lee Donghae sedang berada di sebuah ruangan seni music yang tentu di dalamnya terdapat alat-alat music. Bersama teman-temannya termasuk Hyo Won, ia sedang memikirkan lagu apa yang akan mereka bawakan di acara amal nanti. namun tiba-tiba ponsel berwarna hitam miliknya bordering, ia meminta ijin untuk mengangkat panggilan telepon itu di luar setelah melihat nama yang tertera d layar ponselnya.

 

“Yeoboseyo . . .”

 

“Donghae-ya, aku akan pulang besok lusa. Kau bisa menjemputku? Aku merindukanmu”

 

“Tentu saja, tapi kenapa mendadak seperti ini? bukankah masih 1 atau 2 bulan lagi?”

 

“Waeyo? Kau tidak merindukanku huh?”

“Aku merindukanmu, tapi kau merindukan cho Kyuhyun bukan?”

“Haha, kau selalu seperti itu. Aku merindukan kalian”

“tapi kau lebih merindukan Cho Kyuhyun”

“Yaa Lee Donghae, jangan merajuk! sudah yah, aku tutup teleponnya”

Donghae mengembalikan ponsel itu ke sakunya, ia tersenyum lebar tapi kemudian menariknya kembali. Kyuhyun yang sedang berjalan dari kejauhan melihat Donghae yang nampak seperti melamun memandang lurus seperti tergambar semburat kesedihan di wajahnya.

Saat ia hendak menghampiri sepupunya ini, seorang perempuan muncul dari pintu. Gadis itu menepuk bahu pria yang sering tersenyum ini.”

“Ah! Kau membuatku terkejut” ujar Lee Donghae memasang wajah yang seolah-olah terkejut.

“Waeyo? apa ada masalah? apa kau memikirkan sesuatu sunbaenim?” Tanya Hyo Won penasaran.

“Aniya, aku hanya sempat memikirkan sesuatu tentangmu.” Jawab Lee Donghae kemudian menyentuh lengan kanan Hyo won yang sontak membuat gadis ini sedikit terkejut.

“Mwoya? Katakanlah”

 

Nampak Kyuhyun dibuat geram dengan ulah Lee Donghae ini, ia ingin sekali kembali merebut tangan Hyowon dan membawanya jauh-jauh dari Lee Donghae, sama seperti yang ia lakukan sebelum-sebelumnya. Namun kemudian ia mengurungkan niatnya, Cho Kyuhyun penasaran apa yang akan dikatakan Lee Donghae pada Gadis itu dan memastikan apakah Lee Donghae benar-benar Hyo Won.

“Kenapa kau memilih masuk ke Kelompok Seni Musik? dan kenapa baru sekarang? apa karena diriku?” Tanya Lee Donghae membuat Hyo Won tertawa.

“Aniya, aku memang mengagumimu Sunbaenim. Tapi aku memilih ini bukan karenamu, itu karena aku menyukainya. Semua yang kulakukan itu karena aku menyukainya. Aku sejak kecil sangat suka bernyanyi, tapi Ayahku tidak menyukaiku saat aku bernyanyi, maka dari itu aku baru memulainya sekarang.”

“Waeyo?”

“Molla, Saat ini memang aku benar-benar ingin melakukan apapun yang kusuka!”

“Jeongmal? Lalu apakah kau suka dengan permainan yang kalian ciptakan? Cho Kyuhyun?”

 

“Aku menyukainya, aku menyukai permainanya.” Jawab Hyo Won dengan pasti, tentu saja membuat Lee Donghae sempat bingung. mengapa ada orang yang menyukai akan sesuatu hal padahal dia sudah tahu benar dari awal dia hanya akan dipermainkan.

“lalu kenapa kau seperti terlihat mengkhawatirkanku?” Tanya Hyo Won yang berhasil membuat Lee donghae nampak berpikir.

“Aku mengkhawatirkan kalian, aku takut kalian akan sama-sama tersakiti karena permainan yang kalian buat. Aku takut Cho Kyuhyun menyakitimu dan membuat dirinya sendiri terluka”

 

“Ah, untung saja aku belum besar kepala. Beberapa hari yang lalu saat kau mengatakan kau menyukaiku, kau berusaha menghentikannya kan. Kau tidak ingin kami terluka, acting dan caramu itu sangat buruk Sunbaenim!” Hyo Won tertawa membuat Lee Donghae malu hingga menggaruk-garuk kepala belakangnya yang sama sekali tidak gatal.

 

“benarkah?  ah aku ketahuan rupanya!”

 

“kau begitu menyayanginya? kau terlihat bukan seperti sepupunya. Melainkan seperti kakak kandungnya.”

 

“Eum, aku menyayanginya seperti adikku sendiri! kau juga, aku menyayangimu seperti adik perempuanku sendiri. Kau bagaikan adik perempuan idaman bagi para oppa di seluruh korea” mendengar kalimat terakhir itu, Hyo won sedikit merasakan sesak dalam dadanya, ia memikirkan tentang hubungan kakak dan dirinya.

 

“Waeyo? Kenapa kau terlihat tidak suka tentang hal itu”

 

“A-aniya, hanya saja itu terkesan berlebihan! Oh ya, aku melupakan sesuatu. Aku harus pergi dulu, aku pergi sunbaenim!”

 

Melihat sikap hyo won yang sedikit aneh itu ia memiringkan kepalanya berpikir keras mencerna apa yang membuat sikap gadis itu berubah. apakah ada yang aneh dengan ucapannya? atau apa?

Lee Donghae memang cukup penasaran, namun ia lebih memilih untuk membiarkannya dan masuk ke ruang seni music kembali.

Kyuhyun yang sejak tadi mengamati dan mendengarkan percakapan mereka berdua juga merasakan ada yang aneh dengan Park Hyo Won.  Ia berjalan cukup cepat untuk menyusul Hyo Won.

Sampai pada sebuah taman belakang Sekolah yang sepi yang merupakan tempat favorit gadis ini, ia menghentikan langkahnya. Cho Kyuhyun melihat gadis itu sedak duduk di sebuah bangku dengan ekspresi yang membuatnya cemas.

 

“Apa yang mengganggu pikiranmu My Sweet Girl?” Tanya Cho Kyuhyun yang sukses mengejutkan hyo won yang memang sedang melamun.

 

“Tidak –“

 

“Jangan Bohong! Kau sering mencurahkan isi hatimu pada orang lain, mengapa tidak pernah padaku?”

“Kita hanya bersenang-senang, tidak untuk saling mencurahkan isi hati.”

 

“Oh benarkah? bagaimana jika itu kusebut sebagian dari bersenang-senang, Cepatlah ceritakan! Aku bisa gila karena tidak mengetahuinya, aku akan memikirkannya sendiri dan berspekulasi tidak jelas!” apa yang dikatakan Cho Kyuhyun benar, jika sudah menyangkut tentang gadis bernama Park Hyo Won ini ia akan terus memikirkannya hingga sulit tidur karena sangat penasaran dan bertarung dengan pikirannya yang mencoba untuk berusaha berhenti memikirkannya namun tidak bisa, seperti menjadi gila menurutnya.

 

“Kau ada masalah dengan kakakmu?” pertanyaan Cho Kyuhyun membuatnya terkejut, seketika ia menatap Kyuhyun dengan wajah sendunya.

 

“Benar! sudah kuduga” hanya dengan melihat ekspresi hyowon, pria ini sudah bisa menebaknya.

 

“entahlah” ucap hyo won seadanya.

 

“Kemarin saat kau tiba-tiba meminta maaf dan terisak, itu juga – “

“Benar” Jawab Hyo Won yang mulai terbuka pada Cho Kyuhyun. Mau bagaimana lagi? ternyata Kyuhyun adalah orang yang lebih peka dari pada yang ia pikirkan. Terlihat jelas bagi Kyuhyun, ia juga merasa nyaman jika mengatakannya pada pria ini. Belum lagi sifat keras Cho Kyuhyun sama dengannya, ia pasti akan memaksa dan mencari tahu meski tidak dijelaskan.

“Aku selalu berusaha menganggap hubunganku dengan kakakku baik-baik saja, itu karena aku sangat menyayanginya lebih dari apapun. Sejak aku lahir, ia begitu membenciku dan selalu pergi jika melihat wajahku. Sayangnya aku tidak bisa pergi darinya, Dialah orang yang sangat aku andalkan dan kubutuhkan. Kedua orang tuaku memiliki kemiripan dalam segi apapun, khususnya dalam bidang bisnis. Mereka terlihat seperti lebih mencintai perusahaan-perusahaan mereka daripada anak-anak mereka. Maka dari itu, aku lebih dekat dengan Kakakku, meski dia begitu membenciku.” Hyo Won seperti menahan sesuatu dalam dirinya, dia menghembuskan nafas beratnya dan berusaha setegar mungkin. Karena tidak mudah menceritakan hal seperti ini pada siapapun.

“Apa kau melakukan kesalahan hingga ia sangat membencimu? Bukankah kau adik yang manis? Kau memberikan senyuman manismu untuknya juga kan? tidak hanya untukku?” pertanyaan Kyuhyun membuatnya sedikit tersenyum, dan itu membuat pria ini sedikit bahagia.

“Kau ini memang orang yang sangat narsis. Aku jauh lebih manis pada Kakakku. Kesalahanku adalah kelahiranku,  ia juga membenci ibuku  yang menikah dengan ayah kami. ia selalu beranggapan bahwa ibunya meninggalkan mereka karena istri ayahnya. Mungkin, ini adalah hukuman yang kujalani karena kesalahan ibuku.”

“Kau bilang apa? Hukuman? sebuah hukuman haruslah dijalani oleh seseorang yang melakukan kesalahan. Ini sungguh tidak benar, tidak pernahkah kalian membicarakan dan mencari tahu yang sebenarnya hingga semuanya tidak menjadi kacau seperti ini? Kau Bodoh sekali”

“Yaa! Kau tenang saja, Jungsu Oppa yang sekarang sudah dewasa, dia memperlakukanku jauh lebih baik” Hyo Won tersenyum berusaha meyakinkan tentang pernyataannya. Melihat Hyo Won tersenyum seperti itu membuat Kyuhyun sedikit tenang.

“Tapi, menyaksikan saat kau histeris waktu lalu. Bukankah itu sebuah trauma? pastinya masa kecilmu  sangat berat” Kyuhyun yang tadinya menatap Wajah Hyo Won kini membalikan pandangannya kea rah lapang yang luas itu.

“Gwenchana, itu karena aku gadis penakut dulunya. Aku jarang seperti itu, aku juga sempat bingung. Mungkin kondisi tubuhku memang sedang tidak baik. Tapi kenapa saat itu kau sangat mengkhawatirkanku? kau bahkan begitu merindukanku Kyuhyun Oppa” Sontak saja Kyuhyun terdiam mendengar ucapan hyo won barusan. Apakah ia ketahuan jika memang mengkhawatirkannya?

“bukan aku yang narsis, tapi kau! Lihatlah dirimu sendiri, apa? Rindu? Hah! Omong Kosong macam apa ini?”

“1 hari saja sudah membuatmu tidak kuat” cibir HyoWon membuuat Kyuhyun membulatkan matanya.

“itu – itu karena aku merasa bersalah” Jawab Kyuhyun dengan sedikit berpikir.

“benarkah?”

“sehari ataupun seabad aku tidak mungkin merindukanmu!” Tegas Kyuhyun dibalas dengan tatapan hyowon yang tak percaya.

“Benarkah, kalau begitu bagaimana nanti kita tidak bertemu 1 tahun?  apa kau kuat menahan kerinduanmu padaku Cho Kyuhyun-ssi?” Tantang Hyo Won membuat Kyuhyun terdiam.

“Hah! Tentu saja, 10 tahunpun aku sangat kuat!”

“benarkah?”

“Benar!”

 

-[][]-

 

Setelah beberapa hari berlatih akhirnya  mereka tampil mengawakili Sekolahnya di pusat kesehatan anak di kota Seoul. Hyo Won nampak bahagia bermain bersama anak-anak kecil disana usai berkolaborasi dengan Lee Donghae. Sesekali Hyo Won berlari kecil dan tertawa bersama mereka. Melihat pemandangan itu membuat Donghae tersenyum tanpa henti. Ia menyadari akan sesuatu, Kyuhyun benar-benar menyukai Gadis itu. Dan mengetahui salah satu alasan Kyuhyun menyukai Hyowon. Karena ia sendiri menyaksikan gadis polos itu tersenyum membuatnya ingin selalu tersenyum dengan hati yang cukup bergetar hingga ia harus mengalihkan pandangannya.

“Hah! aku bisa jatuh cinta jika terlalu lama memperhatikannya”

Hari mulai petang, setelah acara selesai Hyo Won bergegas menuju Sekolah – dimana Kyuhyun sedang bermain basket dengan teman-temannya. Ia disuruh menemuinya di halte dan kemudian pergi ke Tempat dimana Hyo won ingin pergi, namun ia sengaja untuk memberi kejutan yang manis akan kedatangannya. Dengan semangat Hyowon berjalan menuju lapangan basket tertutup itu dengan mengendap-endap.

Ia memilih pintu sudut kanan yang akan ia masuki. langkahnya terhenti melihat hanya ada dua orang disana.

“Aku datang hanya untuk bertemu denganmu!”

“ . . .”

“Aku begitu merindukanmu, aku ingin kembali bersamamu! bukankah kau sangat mencintaiku?”

“Ya, aku sangat mencintaimu”

 

 

 

To Be Continue – – –

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 9)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s