MY SWEET GIRL (CHAPTER 8)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Oh Sehun
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

 

“Oppa, mianhaeyo . . . mianhae, jebal . . . jeongmal mianhe . . . aku yang salah!  jebal, kajimarayo . .  mianhae .. mian”

apa yang terjadi padanya? aku tidak mengerti dengan apa yang ia lakukan? mengapa dia meminta maaf? kenapa dia melarang seseorang untuk pergi? siapa yang ia panggil ‘oppa’ itu? banyak pertanyaan yang bahkan aku tidak bisa menyampaikan.

gadis malang itu menangis dan terus meminta maaf entah pada siapa. ia menyembunyikan wajahnya, memeluk lulutnya sendiri seolah berada dalam dunianya sendiri. apa yang terjadi?

“Kau kenapa hum? kau tidak perlu meminta maaf hyo .  .” Lee Donghae merendahkan tubuhnya mencoba menenangkan Hyo Won.

Entah ada apa dengan otakku, tiba-tiba saja kedua tanganku membuatnya mendekap ke dalam pelukanku.

“Gwenchanna . . . jinjja gwenchannayeo, Oppa disini!” aku mengeratkan pelukanku, ia melakukan hal yang sama denganku. meski terasa hangat, namun hatiku masih tercekat. belm lagi aku bingung kenapa aku melakukan hal seperti ini? seperti aku pernah melakukannya.

 

beberapa saat memeluknya, kemudian ia melepaskan tangannya yang semula memelukku erat itu.

“Lepaskan! Apa yang kau lakukan? Cepat Lepaskan!” ucapnya membuatku sedikit terkejut. apa dia sudah sadar? lalu maksudnya tadi dia melakukan itu tidak sadar?

Segera kulepaskan pelukanku, ia bangkit kemudian berjalan pergi meninggalkan aku dan lee donghae dengan seribu pertanyaan untuknya.

“Kenapa dia seperti itu? apa yang telah kau lakukan?” tanya Lee Donghae menatapku sangat dingin. benarkah dia menyukainya?

 

-[][][]-

 

Aku berlari menuju kelasnya, sungguh aku tidak sabar ingin melihat wajahnya. aku begitu mencemaskannya. dengan menggenggam sebuah ponsel, aku mengedarkan pandanganku mencari sosok perempuan yang sudah membuatku khawatir setiap saat. bahkan semalam aku terus memikirkannya. namun sial, sama sekali aku tidak melihatnya. seorang siswi yang ku kenal ada temannya menghampiriku.

 

“Kau mencari Hyo Won? ada apa dengannya? dia bahkan sampai tidak masuk sekolah. benarkah dia sakit? aku bahkan sulit menghubunginya, diapun tidak membuka pintunya. apa terjadi sesuatu?”

mendengar hal itu, kakiku langsung bergerak meniggalkan sekolah ini.

sampai di depan pintu rumahnya aku menekan bel, dan mengetuk pintu rumahnya. beberapa kali telah kucoba namun tidak ada hasil sama sekali.

seorang ahjumma menghampiriku.

 

“seragammu sama dengan Hyowon, apa kau temannya?” tanyanya membuatku dengan segera menganggukan kepalaku.

“Kurasa dia belum pulang, kemarin sore dia bertemu denganku saat hendak pergi ke halte, dia mengatakan akan menginap di rumah paman dan bibinya.”

“benarkah? apa anda tahu dimana tempatnya?”

“Aku tidak tahu, tapi ada apa? kurasa dia sakit, wajahnya terlihat sangat pucat. Dia masih memakai seragam dan seperti habis menangis.”

 

“. . .” aku hanya bisa terdiam, haruskah kujawab bahwa aku yang membuatnya seperti itu?

 

“Yasudah, kau tidak usah khawatir! dia adalah gadis terkuat yang pernah kukenal”

 

-[][][]-

 

Hyo Won’s Pov

sore ini aku sudah berada di rumah Paman Oh. rasanya jika berada disini aku seperti memiliki keluarga yang sesungguhnya. kehangatan dan keceriaan dalam rumah ini benar-benar membuatku sangat nyaman. belum lagi adik sepupuku yang usianya berbeda 5 bulan denganku ini sangat menjengkelkan dan menyebalkan. sementara bibi sedang sibuk di dapur, dan paman berada di halaman belakang usai mereka menyambutku, aku sedang mencari perhatian di kamar pria lajang ini.

 

“Yaa! jika ingin menginap harusnya kau bawa baju, kau selalu memakai bajuku!” meskipun nadanya terkesan membentak, tapi aku yakin ia sebenarnya sangat merindukanku.

 

“Cepat Pinjamkan, aku hanya semalam menginap disini. ayolah, kau kan sepupuku yang paling tampan, cepat pinjamkan!” aku merajuk padanya seraya mencoba menarik kaos yang kami sedang perebutkan ini

 

“Mwoya? shireo! kaosku ini sangat mahal, aku bahkan belum memakainya!” tolaknya, itulah dia! wajah manisnya tidak bisa membuat mulutnya juga manis.

 

“Bibi, mengapa sepupuku ini sangat pelit huh? apa dia tidak bahagia dalam hidupnya?” nada bicaraku sedikit ditinggikan dan cukup kesal padanya. Sulit sekali membujuk pria ini.

“Yaa! Enak saja kau! Cepat keluar dari kamarku, aku-“

“geurae” belum sempat ia melanjutkan ucapannya aku sudah memotongnya. aku lebih baik mengalah daripada meneruskan perdebatan ini. Sejujurnya jika suasana hatiku tidak seperti ini, biasanya kami akan saling memaki dan hingga kejar-kejaran dan membuat berantakan kamarnya. namun aku malas, aku lebih baik mengalah.

 

“Oh? tumben sekali dia langsung pergi!” kudengar suaranya, yang memang sepertinya dia kebingungan dengan sikapku ini

 

-[][]-

 

“Yaa! dasar yeoja, menonton drama itu sudah hobby eoh? cepat pindahkan channelnya!” dengan seenaknya dia duduk di sampingku, dan mencoba merebut remote tv yang sedang kugenggam ini.

 

“Shireo! kau saja menonton di kamarmu” benar, ia memiliki televisi sendiri di kamarnya yang biasa ia gunakan untuk bermain game ataupun menonton film. mengapa ia merebutnya dariku? dasar! dia hanya ingin mencari perhatianku saja.

 

“Aku ingin disini, cepat pindahkan channelnya, aku ingin menonton pertandingan basket.”

 

“Aku bilang tidak mau, kau ini menyebalkan sekali! Dasar Pria bodoh!”

 

“Mwo?”

 

“Idiot”

 

“Yaa! cepat pindahkan channelnya!”

 

“Tidak mau, akan kuadukan ke paman dan bibi kalau kau membuatku tidak nyaman.”

 

“Aish! Dasar yeoja pengadu, aku muak sekali jika kau disini. kau mengganggu saja, pergilah pergi saja! kau sangat menyebalkan. kau mengganggu kenyamanan-“

 

“baiklah, mianhaeyo kalau aku mengganggumu! aku pergi!” entah mengapa suasana hatiku semakin memburuk, mendengar kata-katanya membuatku semakin sensitif. tidak biasanya aku seperti ini. mungkin sebaiknya ini bukan waktu yang tepat aku menginap disini.

 

“eoh?? kau pasti berakting lagi, kau akan kembali lagi dan –“

 

“Bibi, Paman, aku pamit pulang dulu eoh, maafkan aku telah merepotkanmu! lain kali aku akan mampir lagi” kulihat mulutnya menganga, ia benar-benar tidak percaya aku pulang karena ia menyuruhku pulang. mau bagaimana lagi? aku benar-benar sedang dalam kondisi tidak baik saat. ini.

 

Paman dan Bibi menghampiriku.

 

“Mwo? bukankah kau bilang akan menginap? kenapa pulang?” nampak sekali adik dari ibuku ini sangat bingung dan terlihat wajah kecewanya.

“Yaa! Bocah ini, apa yang telah kau lakukan pada kakakmu ini huh?” Paman Oh memukul kepala putranya itu. mereka benar-benar terlihat sangat lucu. aku sediki tersenyum melihatnya.

 

“a-aniya . . aku-“ Sehun juga bingung apa yang harus ia katakan, karena ia sendiri tidak mengerti kenapa aku seperti ini. Kini ia hanya bisa memasang wajah melasnya itu dan menatapku cemas.

 

“Aniya, aku memang akan pulang, ada yang harus kukerjakan jadi aku pamit. Sampai Jumpa!”

 

“ . . . “

 

-[][]-

 

Aku berjalan dengan langkah cepat. aku merasa bersalah membuat paman dan bibiku menjadi khawatir seperti itu. sampai di dekat halte aku mendengar suara langkah  bahkan kaki yang berlari mendekat ke arahku.

 

“Berhenti!” teriaknya. suara khas itu, Oh Sehun mengejarku lagi rupanya.

 

“Apa yang kau lakukan huh? apa kau pergi karena aku menyuruhmu pergi?” terdengar sekali nafasnya terengah-engah karena berlari mengejarku. aku dapat pastikan bahwa sebelumnya pasti ia dimarahi orang tuanya. kasihan sekali kau Sehunku.

 

“Tidak, bukan karena itu!” jawabku jujur.

 

“Ada apa huh? apa ada masalah? Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk – “

 

“Mwoya? sudahlah Sehun-ah, aku harus pulang. aku lelah”

“Andwe!! kau harus tidur dirumah kami.” dia sangat memaksa dan menarik tanganku.

“hari ini aku tidak bisa, lain kali-“

“aku akan menelpon Jungsu hyung!” aku terdiam saat Sehun mengatakan hal itu. jika Jungsu Oppa mengetahui ada yang aneh denganku, dia pasti akan marah dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

 

“ . . . “ aku memilih diam dan pasrah.

 

“Kajja! Aku akan menggendongmu!” akhirnya aku berada dipunggungnya. Sehun lah pria yang selalu menggendongku, bukan Park Jungsu.

 

sejak kecil saat aku masih tinggal di korea, aku memang sangat dekat dengan Sepupuku ini. karena ia tidak ingin mengaku bahwa aku lebih tua darinya dia bahkan mengatakan bahwa kami seumuran, atau aku lebih muda darinya.

 

terkadang aku menangis olehnya, namun dia juga yang membuatku berhenti menangis. entah dia lebih muda dariku atau sepupuku, aku menanggapnya saudaraku. aku menyayanginya sama seperti aku menyayangi kakakku sendiri, atau bahkan adikku.

 

-[][]-

 

Author’s Pov

 

“mianhaeyo bibi, aku hanya sedang ada yang dipikirkan jadi seperti ini. maaf telah membuat kalian khawatir, aku pergi ke kamar Sehun dulu.” Hyowon selalu tersenyum manis pada mereka yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri itu. ia melangkahkan kakinya menuju kamar yang ia sebutkan tadi.

 

Karena memang kedua orang tua Sehun  telah menganggap Hyowon seperti putrinya sendiri, mereka bahkan lebih mengerti dan memahami karakter dan apa yang gadis ini inginkan. jauh dibandingkan kedua orang tua kandungnya. mereka begitu menyayangi Hyowon, mereka pernah menginginkan untuk ia tinggal disini namun ayahnya tidak mengijinkannya.

 

“Baiklah, kami mengerti! Kau istirahatlah, nanti makan malam aku akan memanggilmu!” balas Nyonya Oh membalas senyuman keponakannya itu,

 

“Ada yang aneh dengannya, apa terjadi sesuatu?” Sehun nampak bingung hingga ia perlu menanyakan hal itu pada kedua orang tuanya.

“Sudahlah kau tidak perlu mempersoalkan hal itu, apalagi menanyakan padanya. mungkin uri hyo won sedang ada masalah. jika ia memilih untuk menyelesaikannya sendiri maka kita hanya perlu mendukungnya.” nasehat ayah Sehun sangat bijak pada putra nya ini.

 

“dia sudah mau naik bis, dan bersikeras ingin pulang. aku mengancamnya akan menelepon Jungsu Hyung dia langsung menerutiku. haha” tawa Sehun terhenti ketika Ibunya memberikan tatapan tajam menghunus dari matanya.

 

“Yaa! Dasar Kau, mana boleh mengancam kakakmu seperti itu? itu akan membuat beban pada dirinya. kau ceroboh sekali!” Nyonya Oh memarahi putra tunggalnya seraya memukul sedikit keras pada bokongnya.

 

“Yaa Eomma, Kau selalu memukul bagian ini. . aish! memangnya kenapa eoh?” tanya Sehun penasaran.

 

“Suatu saat nanti kakakmu sendiri yang akan menjelaskannya!” jawab sang ibu yang kemudian pergi berlalu menuju halaman belakang untuk menyusul suaminya.

 

“Dia bukan seorang kakak!” Teriak Sehun.

 

-[][]-

 

Sehun’s Pov

 

Aku benar-benar bingung dengan gadis ini, mengapa ia menjadi seperti ini? apa yang terjadi padanya?

Aku memasuki kamarku yang masih dengan pencahayaan yang terang itu. Ia tidak pernah mematikan lampu jika ia ingin tidur karena ia sangat benci gelap.

aku mendapatinya sedang berbaring di ranjangku dengan posisi miring tanpa menyelimuti tubuhnya. aku berjalan ke arahnya dan memastikan jika dia benar-benar tidur atau hanya sedang memejamkan mata.

“Hey Nona Park, kau sudah tidur?” tanyaku seraya melihat secara detail wajahnya.

 

Ternyata ia benar-benar tidur. menyebalkan! sejujurnya aku sangat merindukan gadis ini. aku melakukan hal-hal yang menjengkelkan itu karena kesal, kenapa ia baru berkunjung? aku sangat merindukannya. aku sudah menganggapnya seperti saudara kandungku sendiri yang membuatku ingin selalu bertemu dengannya setiap hari. disini sebagai putra satu-satunya itu sangat membosankan.

 

saat masih kecil aku berharap memiliki adik atau kakak laki-laki. ketika itu Hyowon dan kakaknya sering berkunjung. aku mengharapkan supaya aku bisa dekat dengan Park Jungsu, yang memang usianya cukup jauh lebih tua dariku. Aku ingin sekali memiliki kakak sepertinya, tapi ternyata ia adalah anak laki-laki yang sangat dingin. Dan yang sangat menyebalkan adalah betapa Gadis kecil ini ingin sekali di dekatku dan menganggapku adiknya, ia selalu mengganggu dan menangis karenaku.

 

namun setelah berjalannya waktu aku sangat nyaman dan menyayanginya sebagai keluargaku. ialah sosok saudara yang sangat kuinginkan.

 

“Oppa . . .Mianhae . . . Hmm~ Oppa . .”

 

Aku terkejut mendengar apa yang ia ucapkan. Lagi-lagi dia berbicara saat tidur, ini memang sudah sering terjadi. HyoWon akan mengigau saat dia terlalu lelah, sakit, dan terlalu banyak pikiran. yang kubingungkan mengapa ia meminta maaf, apa ia berbuat salah pada Park jungsu? lalu apa dia sakit? terlalu lelah? atau sedang berada dalam masalah?

 

Aku mengusap lembut rambutnya mencoba menenangkannya saat tidur, ini kadang berhasil kadang juga tidak.

 

–[][]—

 

“Apa putriku sudah bangun? cepat bangunkan, dia harus makan dalam kondisi apapun”

Setelah mendengar perintah Ibuku, aku langsung membuka kamarku dan berjalan menghampirnya yang masih di alam mimpi itu.

“Wonnie-ya, ireonayo . . . makan malam sudah siap!” dengan hati-hati aku membangunkannya dengan membelai lembut pipinya.

“Ehmm~ Yaa . . . Sehun-ah! apa kau membangunkanku dengan menyentuh pipiku eoh?” aku langsung bangkit dan memasukkan kedua tangan ke saku celanaku.

“Biasanya kau membangunkanku dengan melempar bantal ke arahku, ada apa denganmu?” komentarnya masih dengan suara seraknya saat baru bangun tidur.

 

“Ah Sudah-sudah, cepat bersihkan wajahmu! Eomma, dan appa sudah menunggu di meja makan. Meskipun manusia sedang ada masalah atau semacamnya tetap saja mereka harus makan.”

“Hahaha, kau benar! aku lapar sekali Sehun-ku!”

 

“Tsk! Cepatlah Yeoja malas!”

 

-[][][]-

 

Author’s Pov

 

Setelah diantar sepupunya ini melanjutkan langkahnya menuju rumahnya yang tak jauh dari halte bus itu.

Langkahnya terhenti saat mendapati seorang pria yang tak begitu asing sedang duduk di depan rumahnya itu. gadis bermarga Park ini mengeratkan genggamannya pada tali tas yang digendongnya ini. Ia sangat tidak menyangka akan ada Cho Kyuhyun di depan rumahnya entah sedang apa yang ia lakukan saat ini. menyadari akan seseorang sedang menatapnya, Kyuhyun menegakkan kepalanya dan menangkap sosok gadis yang ia tunggu sudah cukup lama itu. tanpa berpikir, Pria ini langsung menghampiri gadis yang memiliki bibir yang cukup seksi itu.

 

*GREPP~

 

Kyuhyun langsung membawanya kedalam dekapan hangat milik Pria berkulit putih ini. tak ada gerakan apapun, Hyowon hanya terdiam dan bingung dengan apa yang dilakukan Pria yang menepis jarak dengannya. Bahkan pelukan ini sangat erat membuatnya merasakan detak jantung yang begitu cepat dan terdengar entah milik siapa.

 

“A-apa. . yang k-kau lakukan?” pertanyaan Hyowon yang bahkan terdengar seperti gumamman itu menyadarkan suatu hal padanya. dengan segera ia menjauhkan tubuhnya dan mengatur nafasnya. Ternyata ia sendiri bingung mengapa ia lakukan ini pada gadis yang sering ia sebut permen itu.

 

“A-aku hanya merasa senang kau tidak kenapa-kenapa” jawab Kyuhyun berbohong. nyatanya itu merupakan pelukan kerinduan darinya.

 

Hyowon mengangguk dan menormalkan dirinya. Hampir saja ia merasakan bahwa Kyuhyun menyukainya dan mengharapkannya karena pelukan itu.

 

“Ini, ambil lah!” Kyuhyun menyodorkan sebuah Ponsel yang sejak kemarin ia simpan. usai kejadian itu, ia merasa frustasi karena tidak bisa menghubungi Hyowon, kemudian berpikir untuk membelikannya.

 

“Tidak usah, aku bisa membelinya sendiri” Dapat dirasakan oleh Kyuhyun nada bicaranya cukup dingin, mungkin gadis ini masih menyimpan kemarahannya pada Kyuhyun.

 

“Yaa! Terimalah, disini juga sudah ada nomormu. aku tidak membuang kartunya, dan ini!” Kyuhyun memamerkan ponsel pintar itu dengan tangan kirinya.

“Ponsel terbaru dan tercanggih. Ini sama dengan ponsel yang kumiliki, warnanyapun sama. ini adalah yang limited edition.” HyoWon sedikit tersenyum melihat tingkah Pria tampan di hadapannya. ia seperti seorang pramuniaga yang menawarkan produk padanya.

 

Kyuhyun menarik tangan kanan Hyowon dan menaruh ponsel itu di telapak tangan yang bahkan tidak bisa menggenggam penuh Ponsel yang layarnya cukup besaar itu.

 

“Terimalah, aku tidak bisa menerima penolakkan. Tidak perlu menggantinya dengan uangmu karena aku yang menghancurkannya. Dan uangku cukup banyak hingga aku bingung untuk apa semua uangku itu!”

 

“Baiklah, terserah kau saja Kyuhyun Oppa”

Cho Kyuhyun senang mendengar panggilan manis itu lagi, meski sebenarnya ia masih khawatir dan penasaran dengan apa yang terjadi pada Hyowon kemarin. bahkan rasanya untuk meminta maaf saja terasa sangat sulit, karena pada dasarnya Kyuhyun jarang sekali meminta maaf pada orang lain.

 

“Oppa, Kau tidak mau meminta maaf huh?” dengan nada manja seolah marah Hyowon kembali beraksi membuat Kyuhyun tersenyum masam melihatnya. Baru ia memikirkan soal minta maaf, gadis ini sudah menyinggungnya.

 

“Shireo, kau yang lebih dulu membuat kesalahan!”

 

“Baiklah, aku akan berpaling saja pada Donghae-“

 

“YAA! Sudah kubilang jangan menggodanya, ah baiklah! Maaf” satu kata terakhir itu membuat Hyowon tersenyum dan cukup senang.

 

‘Jeongmal Mianhaeyo Hyo Won-ah, aku benar-benar menyesal. aku sangat khawatir padamu. Kumohon Maafkan aku’ Kalimat-kalimat itu hanya mampu ia ucapkan dengan hatinya.

“Hyo, Aku rasa lebih baik kita mengakhiri permainan ini. aku tidak ingin emosiku ikut hanyut dalam lelocun ini. aku cukup terganggu dengan apa yang telah terjadi. Kita akhiri saja, kau tidak perlu jadi permen karetku lagi, Kau tidak perlu menjadi Gadis Manisku lagi.”

 

Kyuhyun terlihat sangat serius akan ucapannya ini. bahkan ia seolah tak mampu mengalihkan matanya pada gadis ini. sementara HyoWon masih diam membeku, ia bingung apa yang harus ia balas padanya. Sementara tujuannya belum tercapai.

 

“Geuraeyo, terserah kau saja Kyuhyun-ssi” mendengar jawaban Hyowon seperti itu entah mengapa rasanya ia tak rela. untuk sebutannya saja tiba-tiba membuatnya tidak nyaman. HyoWon melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Cho Kyuhyun yang terdiam seperti patung tak berdaya.

 

Dalam hatinya, apakah ia benar melakukan hal ini? jika memang ia ingin melakukannya mengpa ia tidak senang? mengapa seperti ada yang mengganjal dalam hatinya?

 

-[][]-[][]-

 

Kyuhyun’s Pov

 

Baru 1 hari aku memutuskan hal itu tapi aku sudah menuggunya mengirimkan pesan untukku. bodohnya aku! dia tidak akan semanis dulu.

Aku salah, dia tetap manis bahkan semakin manis. namun sayangnya itu dirasakan bukan olehku. dia bersikap baik pada semua orang namun tidak padaku. apa dia sedang bertingkah?

Bahkan kini Lee donghae semakin dekat dengannya, mereka sering terlihat bersama. Belum lagi Hyo Won mengikuti kegiatan yang sama dengan sepupuku. Jika ingin mencari kegiatan, kenapa ia memilih musik? harusnya  – benar, basket bukanlah apa yang dia suka. Berlari saja dia tidak benar apa lagi bermain basket? tunggu dulu,

mataku menangkap pemandangan yang menyeramkan. Kenapa Lee Donghae dan Park Hyo Won berada di lapangan basket dengan bola itu? apa mereka ingin bermain basket berdua saja, begitu? Cih! Kampungan sekali.

“Ya, Sunbaenim kenapa kau mengajakku bermain basket? aku tidak bisa melakukannya.”

“Ini olahraga yang akan membuatmu fresh dan melatih pernafasanmu”

Hah! Apa yang mereka lakukan? Melatih pernafasan apa? dia mencari kesempatan untuk berduaan.

 

“Hentikan!”

 

To Be Continue . . .

Advertisements

2 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s