MY SWEET GIRL (CHAPTER 7)

 my-sweet-girl

 

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

Hyo’s Pov

Apa aku terlihat bodoh sekarang? Entahlah! Aku tahu Ini menyakitkan, tapi aku belum bisa berhenti.

Beberapa hari yang lalu, aku dengar pembicaraan Kim Heechul dengan Jungsu Oppa via telepon.

jungsu-ya, dia adikmu! Jangan sekeras itu padanya. jangan berkata kau tidak mengharapkannya. Balaslah pesannya, jawab teleponnya, jangan berkata kau terpaksa huh?”

“ayolah! Dia sama sekali bukan masalahmu, berhenti berpikir bahwa hyowon adalah kekacauan. Dia menjalani hidupnya sangat baik disini, tidakkah kau merindukannya?”

Di dekat pintu itu aku hanya mampu berdiri mendengarkan semua yang dikatan kim heechul pada kakakku. Bisa kuketahui apa yang dikatakan kakak laki-lakiku itu padanya. sangat menyedihkan. Apakah dia begitu konsisten? Tidakkah ingin berubah? Sejak saat itu pikiranku terasa sangat kacau, apapun itu rasanya ada yang ingin kurasakan dan sama sekali tak bisa kurasakan. Aku bahkan menjadi sangat sensitif terhadap cho kyuhyun, seolah jatuh cinta namun sebenarnya tidak.

Ketika cho kyuhyun menawarkan untuk menjadi permainannya,

“Apa kau mau menjadi permen karetku?” kalimat itu sebenarnya membuatku ingin menamparnya? Apa yang dia pikirkan? Memangnya aku yeoja seperti apa dalam benaknya? Bajingan!

Namun rasanya aku terpikirkan sesuatu. Aku ingin sekali melemparkan satu kotak penuh permen karet ke wajahnya aku berlari ke toko yang hanya berjarak beberapa meter dari mobilnya. Saat hendak memegang permen yang kupilih itu,

“Yaa! Kenapa kau bertahan setelah tahu niatnya untuk menyakitimu?”

“aku akan membuatnya bertekuk lutut dihadapanku, kemudian mencampakkannya. Sekarang aku sudah sangat cantik, dia akan jatuh cinta dan tergila-gila padaku. Setelah itu, aku akan membuatnya terpuruk dan merasakan sakitnya.”

“Wooa~ Daebak! Kau memang harus melakukannya, pria seperti itu harus diberi pelajaran supaya tidak menyakiti para yeoja lagi. Dan pastinya ia akan mengetahui bagaimana rasanya sakit hati. Benarkan?”

Percakapan dua orang wanita disebelahku ini membuatku sedikit merinding, haruskah seperti itu?

Dan aku tidak tahu apa saat itu otakku masih bisa berputar, aku bahkan berniat untuk hal yang sama hingga aku hanya membeli satu buah permen karet untuk diberikan pada cho kyuhyun.

 

“ige, kau akan menyukai ini!”

“mwo?”

“Nde, permen karet yang kuberikan itu sangat manis dan tahan lama. Keundae aku lebih manis dari permen karet manapun. Aku bersedia jadi permen karetmu! Kau akan merasakan betapa manisnya permen karetmu ini Eottohke?”

“MWO?”

 

Menakjubkan bukan?

Aku adalah orang yang dapat melakukan hal apapun sesuai dengan apa yang kuinginkan. Maksudku tidak sama dengan cho kyuhyun, apapun yang ia lakukan tanpa memperdulikan orang lain. sebelum aku memutuskan untuk menetap di Seoul, di New York aku adalah gadis yang sering melakukan kekacauan. Itu semua kulakukan hanya agar mendapat perhatian dari kakakku. Aku tumbuh menjadi gadis yang mudah bergaul dan pemberani. Namun disana aku masih menjaga diriku sesuai aturan semestinya. Disana aku sangat memperdulikan penampilan jauh berbeda saat aku disini.

Syarat yang diberikan kakak dan ayahku untuk bisa tinggal di korea adalah tidak ada kekacauan apapun, tanpa terkecuali masuk rumah sakit. Aku tahu bahwa pacar sahabatku itu juga salah satu orang yang ditugaskan mengawasiku oleh sahabatnya itu yang tak lain kakakku. Jika sampai terdengar sampai ke new york maka habislah aku.

Dan, aku adalah gadis yang dapat mengatur perasaan dan suasana hatiku sendiri. Aku juga menikmati apa yang sedang kuperankan saat ini. Kemungkinan besar setelah lulus aku akan menetap kembali ke New York, atau bahkan China. Maka dari itu, ini saatnya menikmati waktuku disini dan bersenang-senang.

Namun, yang ditakutkan oleh cho kyuhyun juga ditakutkan olehku.

Aku takut jatuh cinta padanya.

2 jam yang lalu cho kyuhyun mengantarku pulang, aku yang terlalu lelah tanpa sadar tertidur di mobilnya. Namun suaranya yang sangat tidak asing di telingaku itu tentu saja membangunkanku. Namun entah mengapa aku masih ingin disana, berdua dengannya di dalam mobil. Hatiku tercekat saat mendengar ucapannya itu, mataku yang tertutup rasanya sangat perih hingga aku ingin mengeluarkan air mata yang sudah hampir penuh

“Arraseyo, nde! Aku memang hanya akan mempermainkannya. Benar, dia bukan han woo jung yang sangat kupuja hingga membuatku gila. Aku tidak bisa berhenti, aku masih ingin bersenang-senang. jika dia sangat menyukaiku, maka aku tidak akan terluka, biarkan hanya dia yang terluka. Setidaknya aku bisa sedikit melampiaskan rasa sakitku karen wanita itu, aku menyukai ini hyung. Jangan hentikan aku!”

Bahkan tubuhku rasanya bergetar menahan apa yang kurasakan. Dengan seluruh tenaga yang tersisa aku harus berpura-pura mengigau dengan menggumamkan nama kakakku memintanya untuk menggendongku. Bukan apa-apa , aku hanya tidak ingin ia melihatku menangis. Memalukan sekali jika terjadi.

Mataku memerah bukan karena aku yang terbangun dari tidur, melainkan menahan air mata yang hendak membuat basah pipiku itu.

Apa yang dilakukan dan diucapkan cho kyuhyun memang terlalu banyak yang menyakitkan, tapi aku akan membuatnya merasakan jauh yang lebih menyakitkan.

—[][][]—

Rupanya mentari telah menyambutku dengan cahayanya yang mulai terik itu. namun bukan itu yang membangunkanku, melainkan suara bising dari ponselku bersama getarannya yang membuatku muak dan memaksaku untuk membuka mataku. Padahal aku dapat meyakini bahwa aku tertidur baru 2 atau 3 jam yang lalu membuat kepalaku sedikit pening dan perih dimataku. aku melihat layar ponselku, tertera nama pria menyebalkan yang meneleponku.

“yeoboseyo~”

“YAA! Kenapa kau baru menjawabnya huh?” pekikkannya itu sungguh menggema, mebuatku harus menjauhkannya dari telingaku.

“mianhaeyo. Ada apa kau meneleponku? tumben sekali”

“Aku hanya ingin menagih janjimu, bukankah kau bilang akan berkencan dengan orang yang mengantarmu pulag? Ah, tapi untukku jangan kau sebut itu kencan. Aku ingin kita bersenang-senang!”

suara angkuhnya itu benar-benar tidak bisa lepas darinya. aku hanya bisa tersenyum mendengarnya, dia benar-benar orang yang melindungi haknya.

“Oh baiklah. jemput aku 1 jam lagi.”

–[][][]—

Kyuhyun’s Pov

Gadis itu mulai bertingkah rupanya. sekarang dia memintaku untuk menjemputnya? oh rupanya dia besar kepala karena telah kuantar dia pulang.

Tapi . . . Entahlah, rasanya aku ingin melakukannya. setelah mengetahui rumahnyapun seperti ada letupan kebahagian dihatiku, ya meskipun sedikit. tiba-tiba otakku berpikir bahwa setelah aku mengetahui rumahnya maka aku bisa dengan mudah bertemu dengannya selain di sekolah atau café tempatnya bekerja.

jika aku terus memikirkan kenapa aku seperti ini, itu akan membuatku semakin bingung dan membuang waktuku. maka dari itu aku hanya sedang mencoba menikmati hingga akhir.

1 jam berlalu, aku sangat tepat waktu menjemputnya. sekarang ia sudah berada di disampingku, di dalam mobilku. aku melihatnya dari ujung kepala sampai kakinya membuat ia bingung dengan apa yang aku lakukan.

“Wae? ada yang salah denganku?” tanyanya melihat dirinya sendiri memastikan ada yang salah atau tidak pada dirinya.

“tidak, aku hanya bingung kenapa kau membutuhkan waktu 1 jam untuk aku jemput? kukira kau menyiapkan pakaian yang berbeda, atau kau berdandan maksimal. tapi kulihat kau biasa saja. tidak ada yang istimewa.” komentarku setelah melihat dan memastikannya.

“30 menit aku gunakan untuk merapikan kamarku dan diriku sendiri, sisanya aku gunakan untuk membuat sarapan. kau meneleponku sangat pagi, aku baru bangun jadi aku meminta waktu padamu.” jawabnya menjelaskan dengan detail dari pertanyaanku.

bodohnya aku karena sempat berharap dia memakai gaun. hah! apa yang aku pikirkan? memangnya mau ke pesta?

“kita hari ini ke taman yang biasa saja ya, Kyuhyun Oppa? aku sedang ingin menikmati sejuknya udara dan suasana tenang.” ketika dia menginginkan sesuatu pasti menunjukan wajahnya yang manis itu.

“geurae, punggungku juga masih pegal. kita nikmati suasana yang membosankan saja kali ini.”

—[][]—

saat ini kami sedang duduk di sebuah taman yang biasa kukunjungi. tiba-tiba dia membuka sebuah tas yang ia bawa, mengeluarkan isinya dengan wajah yang sangat ceria. ternyata itu hanya berisi sarapannya yang ia buat, roti panggang isi selai strawberry.

“Kyuhyun Oppa, kau mau?” tawarnya dengan senyum khas miliknya.

awalnya aku ingin menolak, tapi jujur saja aku juga belum sarapan. pagi tadi aku terbangun dan mengingat ucapannya, segera aku meneleponnya dan bersiap-siap untuk menjemputnya, aku bahkan menghiraukan suara ibuku yang menyuruhku sarapan. aku benar-benar gila.

“manis” komentarku setelah mengunyah roti yang kugigit itu. dia tidak membalasnya, hanya tersenyum dengan mulutnya yang penuh itu. cute!

“susu strawberry?” aku heran, kenapa semuanya rasa strawberry? apa dia maniak strawberry?

“apa kau maniak strawberry huh? kenapa semua makanan rasanya strawberry? apa kau pemilik kebun strawberry?” tanyaku yang memang sangat heran dengan apa yang kulihat. semua yang ia bawa, dan makan memiliki rasa buah berwarna merah itu. dia meresponku dengan tawanya. menyebalkan!

“hahaha~ itu ide bagus Kyuhyun Oppa. suatu saat nanti aku akan mempunyai kebun strawberry.”

lelucon yang sangat bagus! aku hanya menatapnya dingin. dengan segera dia menghabiskan susu strawberrynya itu.

“aku tidak terlalu suka buahnya, tapi aku sangat suka berbagai olahan dari strawberry, rasanya manis dan lezat.” jelasnya.

“ah terserah kau saja, aku tidak peduli.” jawabku seadanya.

“keundae, buah strawberry jauh lebih baik dari berbagai olahan lainnya. rasanya yang segar dan sedikit masam itu akan membuat suasana hatimu lebih baik. makanlah itu ketika kau sedang kacau atau merindukanku.”

lagi-lagi dia menggodaku. tawa dan tatapannya itu selalu membuat kesal namun membahagiakan. namun aku menangkap ada yang lain dari wajahnya.

“Hyowon-ah, kenapa kau terlihat seperti zombie sekarang?” tanyaku seraya menunjuk bagian bawah matanya yang menghitam itu.

“eo? omo! kau melihatnya? kurasa ini karena kelelahan dan kurang tidur. biasanya akhir pekan aku akan bangun jam 10, semalam juga aku baru tidur 2-3 jam tapi kau membangunkanku. aku jadi mendapatkan mata panda ini Oppa!”

mendengar hal itu tiba-tiba hatiku seperti bergetar. aku merasa bersalah padanya. belum lagi, lingkar hitam pada matanya itu terlihat cukup jelas. 2 jam bukanlah waktu yang cukup untuk berisitirahat. belum lagi dia selesai bekerja. apa aku jahat telah membangunkannya tadi? apa dia merasa pusing?

“itu salahmu sendiri!”

“Aku tahu.”

“Kau  merasa pusing?”

“Sedikit, tadi saat bangun memang begitu terasa, tapi tadi setelah duduk bersandar di mobilmu, dan sarapan, sudah lebih baik” lagi, dan lagi, dia tersenyum semanis yang aku suka. tapi sungguh aku merasa bersalah dan khawatir padanya.

namun aku masih ingin bersamanya, bersenang-senang dengannya. tidakkah itu terkesan egois?

tiba-tiba saja aku teringat kata-kata lee donghae. apa aku jahat? apa aku sangat buruk hingga jahat pada orang yang baik padaku?

“Hyo won-ah! pernahkah kau berpikir aku adalah orang yang paling jahat yang pernah kau kenal?” dia terkejut mendengar pertanyaanku. sejenak hyo won menatapku heran.

namun beberapa saat kemudian ia mengalihkan pandangannya dari wajahku.

“entahlah, aku berpikir kau orang jahat tapi aku masih ingin di dekatmu. aneh kan? aku bahkan bingung, apa aku akan menjadi jahat nantinya karena berdekatan dengan orang jahat??”

pembicaraan kali ini memang terlihat serius. dia bahkan tidak tersenyum sama sekali, aku menangkap ekspresi dari wajahnya itu mengartikan bahwa memang dia memikirkan sesuatu yang membuatnya bingung.

“Akh!”

pekikkannya mengagetkanku. aku yang semula sedang duduk mendengarnya memekik dari arah belakang ini aku bangkit dan menghampirinya.

“Kenapa? Kau sakit?” Tanyaku menyentuh bahunya. ia nampak memegangi kepalanya itu.

“aniya, gwenchana!” bantahnya.

“Ah sudahlah, ayo kita pulang aku tidak bisa bersenang-senang dengan orang sakit.” ucapanku membuatnya menatap wajahku cukup lama sampai akhirnya dia hanya mampu diam saja menuruti ucapanku.

-[][][]-

Hyo Won’s Pov

sinar mentari di pagi hari bukankah sangat menyehatkan? rasanya indah sekali, keluar dari rumah di sambut cerahnya mentari.

masih pagi sekali aku sudah berada di sekolah, ada beberapa rekanku juga yang sudah ada di ruangan yang sama denganku ini.

tapi, aku bingung kenapa cho kyuhyun tak mengirimkan pesan satu pun? bukankah dia sendiri yang mengatakan jika aku sakit? meskipun hanya kurang tidur, tapi seharusnya dia peduli padaku. ah! aku berharap terlalu jauh, ayolah park hyowon sadarkan dirimu huh!

aku terus memikirkan pria menyebalkan itu, bahkan hingga bel jam istirahatpun tidak terdengar. apa aku melamun sepanjang jam pembelajaran?

“ayo pergi ke kantin, aku ingin sekali makan ramyun” kalimatnya kali ini dapat kudengar karena sebelumnya ia menepuk bahuku, Park Aerin yang cermat.

“shireo! kau saja, ada yang sedang kupikirkan!”

“Yaa! kau ini, bilang saja ingin menghabiskan waktu istirahat dengan Kyuhyun Sunbae kan?”

“Aniya, aku- Donghae Sunbae!” ucapanku terhenti saat melihat pria tampan itu melintas di depan pintu kelas kami yang terbuka itu.

aku segera menghampiri Lee Donghae tanpa memperdulikan sahabatku yang sudah mulai bergumam kesal.

“Kau mau kemana sunbaenim?” tanyaku dibalas dengan senyuman sexy nya itu. ah! jantungku berdegup cukup cepat.

“Aku mau mencarimu! Kajja kita ke kantin, aku ingin makan ditemani oleh dewi hujanku!”

Lagi-lagi aku meleleh mendengar kata-katanya .

“aku sedang tidak bernafsu makan, bagaimana jika kita ke taman belakang sekolah. aku ingin melihatmu bermain gitar dan bernyanyi.”

“Aigoo~ Kau manis sekali huh? geurae, kajja!”

-[][][]-

jantungku berdegup sangat kencang, aku bahkan sampai harus memegangnya. itu bukan karena dia menyanyikan lagu romantis seraya memetik senar gitarnya. Melainkan karena dia berkata

“Aku tidak tahu akan berdampak apa, tapi aku menyayangimu. Aku tidak ingin kau terluka”

apa yang harus kubalas? kalimat apa? apa dia bercanda? lelucon macam apa ini?

“K-Kau sedang ber-canda ya su-sunbaenim?” aku bahkan terbata-bata untuk menanyakan hal itu. bagaimana tidak? suasana sejuk dan heningnya di taman ini membuat Lee donghae dan kalimatnya menjadi fokus utamaku.

“Aniya, jeongmalyo! tinggalkan cho kyuhyun!”

DEGG!

“A-aku . . aku- .”

“Hyo Won-ah! kau sedang apa huh? apa kau sedang menggoda SEPUPUKU!”

suara lantang itu tentu saja membuat mulutku bungkam. penenkanan pada kata terakhirnya tersirat makna seperti mengingatkanku bahwa pria dihadapanku adalah sepupunya.

“Aniya, aku hanya-“ selalu seperti ini, aku belum menyelesaikan ucapanku tapi dia langsung beraksi. tanganku sudah di genggam olehnya cukup erat, bahkan sangat erat. cengkramannya itu seolah ia, marah?

dia membawaku sampai pada atap gedung sekolah kami yang sangat sepi ini.

Cho Kyuhhyun menghempaskan tanganku cukup kasar, ia menatap tajam diriku dengan mata elangnya itu. aku bisa apa?

“Kyu-Kyuhyun Oppa, ini adalah kesalahpahaman. kumohon kau jangan marah pada Donghae sunbae. dia hanya sedang bercanda tadi. kumohon jangan marah padanya! Aku yang salah, aku yang memintanya-“

“Apa? apa kau sedang berusaha menjelaskan sesuatu huh? memangnya aku memintanya? untuk apa? kau bukan siapa-siapa, tidak usah berlebihan! tanpa kau jelaskanpun aku sudah tahu, kau yang menggodanya! itu yang membuatku tidak suka, Lee Donghae itu pria baik-baik jangan pernah kau menggodanya hingga membuatnya jatuh, arraseo!”

aku hampir tidak bisa menahannya. rasanya air mataku ini ingin sekali meluncur deras mendengar apa yang ia katakan. serendah itu kah aku di matanya? bagaimana bisa seorang pria mengatakan hal itu? memangnya aku ini dilihatnya sebagai apa?

suara dering teleponku berbunyi, aku mengalihkan pandanganku pada pria jahat di depanku ini pada layar ponsel, “Dong Hae sunbae-nim”.

Melihat raut wajahku yang terkejut, dengan cepat Kyuhyun merampasnya. kembali tatapan tajam nan menusuk itu membuatku tidak bisa bernafas.

ia menekan layar ponsel itu, loudspeaker di aktifkan.

“Hyo Won-ah, aku menyukaimu  . . .” aku yakin bukan hanya aku yang tekejut, cho kyuhyun pun sama terkejutnya denganku.

“Kau dimana? maaf, aku yang salah. apa kyuhyun menyakitimu?”

*BRAAKK!

“YAA!! Apa yang kau lakukan huh?”

Ponselku yang tidak bersalah itu menjadi korban kemarahan Cho Kyuhyun. sekuat tenaganya ia membantingnya hingga rusak, dan ku yakin takkan pernah bisa diperbaiki.

tiba-tiba saja kepalaku sangat pusing, air mataku menetes membuat bayang-bayang tak jelas dalam memoriku.

Kyuhyun’s Pov

Apa yang telah kulakukan? aku menatap sesal dengan apa yang telah kulakukan? mengapa aku semarah ini? Apa hakku melakukan ini?

Oh Tuhan, aku terlihat seperti orang yang kasar saat ini. Dadaku terasa sangat sesak melihat air mata gadis itu menetes. Sial! aku membuat seorang gadis menangis.

ia mencengkram erat seragamnya, tepat bagian depannya seraya menggigit bibir bawahnya menahan isakan. hah! apa yang telah kulakukan? Kenapa aku begini,

“Yaa Cho Kyuhyun apa yang telah kau lakukan padanya?”

“Hyo Won-ah gwenchanna?” pertanyaan lee donghae tak mampu gadis ini jawab. ia hanya menangis dan menundukan wajahnya.

“Kau bahkan tidak bisa mengendalikan emosimu, apa seperti ini yang harus kau lakukan padanya huh? apa salahnya?”

sama sepertinya, aku seolah tak mendengar pertanyaan lee donghae, aku tidak bisa mengucapkan satu hurufpun. mata dan semua alat inderaku berfokus pada gadis yang sedang menangis itu. aku kenapa?

*Brukk!

Kami terkejut, melihatnya tiba-tiba terjatuh seperti tidak memiliki tenaga, kakinya tak kuat berdiri kemudian terduduk masih dengan air mata yang belum kering itu. melihatnya tentu saja membuatku merasa sangat sakit, ingin sekali aku memeluknya dan menanyakan apa yang ia rasakan.

“Oppa, mianhaeyo . . . mianhae, jebal . . . jeongmal mianhe . . . aku yang salah!  jebal, kajimarayo . .  mianhae .. mian”

apa yang terjadi padanya? aku tidak mengerti dengan apa yang ia lakukan? mengapa dia meminta maaf? kenapa dia melarang seseorang untuk pergi? siapa yang ia panggil ‘oppa’ itu? banyak pertanyaan yang bahkan aku tidak bisa menyampaikan.

gadis malang itu menangis dan terus meminta maaf entah pada siapa. ia menyembunyikan wajahnya, memeluk lulutnya sendiri seolah berada dalam dunianya sendiri. apa yang terjadi?

“Kau kenapa hum? kau tidak perlu meminta maaf hyo .  .” Lee Donghae merendahkan tubuhnya mencoba menenangkan Hyo Won.

Entah ada apa dengan otakku, tiba-tiba saja kedua tanganku membuatnya mendekap ke dalam pelukanku.

“Gwenchanna . . . jinjja gwenchannayeo, Oppa disini!” aku mengeratkan pelukanku, ia melakukan hal yang sama denganku. meski terasa hangat, namun hatiku masih tercekat. belm lagi aku bingung kenapa aku melakukan hal seperti ini? seperti aku pernah melakukannya.

beberapa saat memeluknya, kemudian ia melepaskan tangannya yang semula memelukku erat itu.

“Lepaskan! Apa yang kau lakukan? Cepat Lepaskan!” ucapnya membuatku sedikit terkejut. apa dia sudah sadar? lalu maksudnya tadi dia melakukan itu tidak sadar?

Segera kulepaskan pelukanku, ia bangkit kemudian berjalan pergi meninggalkan aku dan lee donghae dengan seribu pertanyaan untuknya.

“Kenapa dia seperti itu? apa yang telah kau lakukan?” tanya Lee Donghae menatapku sangat dingin. benarkah dia menyukainya?

 

To Be Continue  . . .

Advertisements

3 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s