MY SWEET GIRL (CHAPTER 6)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

 

 

“Kau harus menyesal karena aku tidak bisa mengatakan maaf padamu karena semua ini, itu semua karena aku sungguh belum mengerti mengapa kau selalu mengganggu pikiranku. Aku adalah orang yang sangat susah meminta maaf, tapi aku akan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah kulakukan. Ini memang bukan salahku, bukan salahku kau terluka tapi . . . aku hanya berpikir ketika sesuatu yang membuatku bersenang-senang itu terluka aku harus mengobatinya agar aku bisa bersenang-senang dengan itu. Menjadi teman memang tidak buruk, tapi aku hanya mencemaskan kau akan jatuh cinta padaku nantinya, itu akan membuatmu terluka dan kembali merugikanku. Apa kau mau menjadi permen karetku?”

Tubuhnya terdiam, sejenak ia menatapku. Aku dapat melihat tatapannya menggambarkan semua yang ada dalam pikiranya saat ini.

Dia membuka pintu mobilnya dan hendak keluar.

“Chan-kkaman—yeo”

Dia menyuruhku menunggu?Apa yang akan ia lakukan?

Hyo won pergi keluar dari mobilku. Dia pergi tapi kenapa menyuruhku menunggu?

Kenapa aku selalu mengatakan sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya?  Jinjja!!! Aku sudah gila karenanya. “gadis botol minum”

Aku terkejut pintunya kembali terbuka. Park hyo won?

“ige, kau akan menyukai ini!” dia melemparkan sebuah . . . permen karet.

“mwo?”

 

 

“Nde, permen karet yang kuberikan itu sangat manis dan tahan lama. Keundae aku lebih manis dari permen karet manapun. Aku bersedia jadi permen karetmu! Kau akan merasakan betapa manisnya permen karetmu ini Eottohke?”

“Mwo?”

 

—-<><><>—-

 

Aku terduduk di dekat meja belajar yang kutaruh permen karet dengan bungkus berwarna biru ini.Menatapnya entah sudah berapa lama.Membayangkan bagaimana bisa gadis itu menerima tawaran yang bahkan aku tidak berniat menawarkan atau bahkan melakukannya.Kenapa dia melakukannya?Apa yang sebenarnya ia pikirkan? Tidakkah itu tindakan yang begitu bodoh! Apa maksudnya semua ini. Aku bahkan berniat menjauh darinya.Dalam sehari aku menatapnya aku bahkan kehilangan jati diriku, aku melakukan hal-hal yang tidak kusukai.Hal-hal yang tak berguna dan menyebalkan kulakukan karenanya.Aku tidak bisa mengendalikan pikiranku begitu saja.Dia benar-benar telah menggodaku hingga aku terus memikirkannya dan bertindak konyol.Aku bahkan mengancam para siswi yang membully nya, aku melarang seorang siswa untuk tersenyum lagi bersama-sama dengannya.Aku bahkan membeli boneka yang sangat tidak kusukai. Tapi syukurlah ia tidak pernah mengetahui hal itu, aku akan jatuh semakin dalam jika ia tahu. Haruskah seperti ini?

 

Aku menatap boneka besar berwarna putih ini yang sudah 2 hari duduk menemaniku belajar.Kadang-kadang aku mngajaknya bicara dan itu membuatku semakin gila.

Baiklah! Aku akan menyelesaikan kegilaanku ini. Aku akan membuatnya bosan dan menyuruhnya pergi. Permen karetku, mari bersenang-senang!

 

—::::—-

 

“Kyuhyun Oppa!” suara perempuan yang memanggilku itu membuatku sejenak terdiam.Suara yang bahkan membuatku bergetar kemarin.

 

“Kajja, mari melangkah menuju kelas bersama-sama!” dia menggenggam tangan kananku, tapi jantungku yang sangat sensitif meresponnya. Ada apa ini? Menelan salivaku sendiripun sangat sulit.

 

“lepaskan tanganku!”

 

“Waeyo? Bukankah aku menerima menjadi permen karetmu?Kajja bersenang-senang!”

 

“huh?” apa maksud dari ucapannya? Apa dia sungguhan? Dia pasti sudah gila!

 

“Geurae! Kajja! Jangan meminta bantuanku jika para fans-ku yang gila membully mu lagi.”

 

“Never!”

 

Oh, dia semangat kali, kita lihat saja nanti apakah ia akan selalu manis sebelum aku membuangnya?

 

–ooo—

 

Author’s Pov

 

Beberapa pasang mata menatap keduanya yang berjalan hampir beriringan, belum lagi genggaman itu terlihat sangat erat.

“Mwoya? Adik kelas itu – argh! Berani-beraninya ia .. “

“Aissh!!!Apa dia sama sekali tidak jera huh?

“Apa mereka berkencan?”

“Awas Kau !!!”

Tatapan sinis membunuh disertai ancaman itu seolah tak terdengar sama sekali, bagaikan ia sedang mendengarkan lagu romantis disebuah taman yang hanya ada mereka berdua yang saling menatap menghiraukan semua hal selain mereka berdua.

 

“Kyuhyun Oppa! Hwaiting ~” mendengar hal itu kyuhyun semakin berdebar belum lagi senyuman manis milik park hyo won membuat darahnya mengalir sangat deras.

 

“Aigoo~ geu yeoja.”

 

Saatnya makan siang, Hyo won yang tidak sempat sarapan pagi tadi itu langsung menyantap habis makan siangnya. Tanpa memperdulikan beberapa siswi yang meliriknya itu, ia terus konsentrasi dengan makanannya.

 

“Wooa~ mashita!” pekik Hyo won menaruh sendok itu disamping piringnya.

 

“Mwo? Mashita? Kau bilang mashita huh?Aku bahkan tidak bisa makan melihat dan mendengar para iblis di sekitar kita, sementara kau mengatakan lezat tanpa menyisakan sedikitpun makanan di piringmu. Heoll, Daebakk!!”

 

Park Aerin masih tidak percaya dengan apa yang sahabatnya lakukan. Hampir gila ia dibuatnya.

“YAA! Adik kelas tidak tahu diri, bukankah aku sudah memperingatkanmu huh?”

 

“Oh Aigoo~ Yaa Eonni, listen me okay? Aku mendekati Kyuhyun Oppa atau siapapun bukan urusanmu, kau bahkan tidak mempunyai hak untuk melarangku. Neo! Nuguya? Kyuhyun Yeojachingu? Atau istri dari Cho Kyuhyun? atau kau bibinya ?”

 

“YAA!! Berani-beraninya kau-“

 

“Stop! Sebelum aku pindah ke korea, aku adalah gadis yang sangat pemberani dan sering membuat masalah, aku bukan gadis bodoh seperti yang kau kira. Hanya saja, aku tidak seperti eonni, yang hanya bisa menggunakan kekerasan. Jika eonni berani melakukan hal-hal kasar lagi padaku, aku jamin eonni akan menginap dihotel yang berdindingkan jeruji besi yang kurasa lantainya juga sangat dingin. Kekerasan kemarin aku sudah melakukan pemeriksaan, aku bahkan telah mendapat video rekaman kekerasan yang dilakukan senior pada juniornya di perpustakaan.”

Yeoja bernama Hye Ri ini hampir saja terjatuh mendengar ucapan siswi yang selalu ia panggil adik kelas itu, baru kali ini ia dibuatnya membeku sekaligus cemas, bagaimana bisa ia mendapatkan keberanian sebesar itu? Jangankan Hye Ri yang mendapat ancaman Hyo won, bahkan park Aerin dan lainnya juga begitu.

 

Dua pria disanapun terkejut mendapati bahwa kali ini Hyo won sungguh berbeda. Beberapa gadis yang awalnya berusaha mengancam namun sekarang terancam ini langsung meninggalkan hyo won begitu saja, ada sedikit rasa takut pada mereka.

 

Lee Donghae menghampirinya, entah kenapa tiba-tiba tangannya diletakan pada dahi Hyo won, membuat sedikit perasaan yang berbeda dirasakan oleh Kyuhyun, seperti tak terima bahkan entah kenapa ingin sekali memotong tangan sepupunya itu.

 

“Waeyo Donghae Sunbaenim?” tanya Hyo won heran

 

“Aku harusnya yang bertanya, ada apa dengan dewi hujanku eoh?Appayo??Atau kau kerasukan hantu?” Donghae balik menanyakan hal yang membuat Hyo won tertawa.

“Hahaha~ mwoya? Hantu sekolah tidak mau merasukiku karena aku cukup cantik dan pintar!”

“ah, kau benar. Keundae wae?”

“Aku hanya bosan melihat tingkah mereka yang seolah mereka adalah ratu disini.”

“Benar! Kau kan ratunya . . hahaha” Donghae mengacak rambutnya lembut.

“Yaa! Sunbaenim – ”

“Ikut aku!”

 

Seseorang menarik tangannya, dapat dipastikan bahwa tangan yang memegangnya itu adalah seorang pria, dan tak lain adalah Cho Kyuhyun.

Meski bingung, ia tetap mengikuti kyuhyun tanpa mencoba melepaskan genggaman kyuhyun.
sampai disebuah lorong yang cukup sepi dekat taman.

“Hyo won-ah, Apa yang kau lakukan huh?” tanya kyuhyun metap gadis ini serius.

“aku hanya mencoba menjauhkan sesuatu yang manis-manis yang kurang baik untukmu ‘OPPA’.” Ucap Hyowon dengan melemparkan senyumnya dan memberikan penekan penuh pada kata “oppa”. itu sukses membuat Kyuhyun sulit bernafas.

“Haishh! Arraseo, kau jauh lebih manis dari sebelumnya. Very sweet! Oh aigoo~  aku bisa gila, harusnya aku tak memberikanmu penawaran jika kau akan semanis ini.” Ucapan yang terkesan memuji tidak sama dengan maknanya belum lagi ekspresi kyuhyun terlihat sangat kesal.

 

“waeyo? Tidak suka?” tanya Hyo won dengan membuat senyumannya semanis mungkin.

 

“Hah! Aku benar-benar bisa gila.Ternyata kau mempunyai kepribadian ganda huh?Kau jauh berbeda dari sebelumnya.chankam . . . apa kau memakai lipstick huh?” tanya Kyuhyun melihat bahwa diwajah Hyo won yang paling mencolok adalah bibirnya yang terlihat lebih berwarna dari sebelumnya.

 

“Woa! Jadi sebelumnyapun kau memperhatikanku huh? Aigoo Kyuhyun Oppa, kau benar! Aku memakainya.Tapi setiap hari aku memakai lipstick, hanya saja kali ini dengan warna yang berbeda dari sebelumnya.Kau bahkan bisa mengenalinya.”

Kyuhyun sempat tertunduk mendengar apa yang gadis di depannya katakan. Rupanya dia ketahuan, ya Cho Kyuhyun memperhatikannya.

 

“Geuraeso, kau berhasil! Kau jauh lebih manis. Tapi apakah kau senang saat orang lain melakukan hal ini?” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya sedikit kasar.

 

“Yaa! Kau kenapa huh? Kau cemburu?” tanya Hyo Won membuat Kyuhyun sedikit tidak terima dengan kata ‘cemburu’

 

“Haha~ naega? Cemburu? Maldo Andwae! Kau sendiri yang mengatakan ingin menjadi permen karetku, aku tidak sesuatu milikku disentuh bahkan direbut oleh orang lain. setidaknya hargai aku sebagai pemiliknya.

“Ok! Jika seperti itu, Sebelum kau membuang permen karetmu, kau tidak boleh memasukan permen lainnya ke dalam mulutmu.Eottohke?”

“Ok, lagi pula aku adalah tipe orang yang mudah bosan dengan rasa manisnya permen.”

 

–()()()—

 

 

Kyuhyun’s Pov

 

[ “Kyuhyun oppa~ apa kau masih di sekolah eoh? Mianhaeyo, aku tidak menunggumu.Aku harus bekerja hari ini. Tadinya aku ingin pulang bersama, tapi kurasa kau akan bersama donghae sunbaenim. Hati-hati dijalan eoh? Jangan menjadi pembalap di jalan raya.” ]

 

Aku hanya tersenyum singkat setelah membaca pesan dari Hyo won. ‘ia benar-benar melakukannya dengan sungguh-sungguh. Pabbo yeoja’

 

[“Kau sudah selesai membacanya kenapa tidak membalas?”]

 

“Oh aigoo~ dia berusaha sangat keras rupanya!”

 

Aku akan tetap mengabaikan pesannya dan berjalan menuju mobilku.

Lagi-lagi ponselku berdering.

 

[“Kyuhyun Oppa ~ balas pesanku L”]

 

“ah jinjja! Dia bahkan menambahkan emoticon pada pesannya. Huh!”

 

[“aku baru keluar dari kelas, aku sedang berjalan menuju mobilku. Kenapa kau tidak sabaran huh? Nde~ aku tidak akan menjadi pembalap, sudahlah kau bekerja sana. Jika sepupu Lee tidak bersamakupun kau tidak mau pulang bersama kan? Jangan menggodaku! Aku tidak akan hati-hati dijalan tapi akan hati-hati padamu, kau puas?”]

 

[“aigoo~ napeun neo!Apa tidak boleh kalau aku menggodamu? Bagaimana jika nanti jam 9 kau menjemputku dari café? aku ingin kau mengantarku sampai rumah. Apa kau bisa Kyuhyun oppa?”]

 

Aku benar-benar gila

 

[ “Aku tidak bisa, kau memiliki kaki yang sempurna pakailah itu untuk pulang. Aku lelah, jam 9 aku mau tidur.”]

[“Geuraeyo, aku akan meminta Donghae sunbaenim untuk menjemputku.Bukankah aku dewi hujannya?Dia juga orang yang sangat baik.”]

 

Mwoya?Apa dia sedang mengujiku sekarang? Gadis Licik!

[“ya, dia pria yang baik! Mintalah untuk dijemput olehnya.Aku mengijinkan permen karetku diantar olehnya. Dewi hujan? Kau adalah dewi bodoh!]

[“Ok, aku akan memintanya mengantarku dan sebagai rasa terima kasihku, aku akan mengajaknya berkencan besok.”]

[“terserah!”]

 

“Pesan dari siapa huh? Kenapa wajahmu membara seperti itu?”

“Aniya~ bukan dari siapa-siapa. Ah hyung, bagaimana nanti malam kita bertanding? Aku mendapatkan game terbaru. Kau harus menemaniku dan jangan pergi kemanapun meskipunada orang yang memintanya!”

“Mwo?Apa kau kesepian? Kau gila ya?”

Benar Hyung, kurasa aku mulai gila.

 

 

Aku membaringkan tubuhku dan mencoba menghempaskan seluruh beban dipikiranku.Benar-benar tidak terduga.Bukannya menjadi normal detak jantungku semakin cepat. Semoga ini cepat berakhir, permen karet itu akan menjadi tidak manis lagi nantinya. Benar, meski begitu harusnya aku dapat membuangnya kapan saja meski masih sangat manis, tapi kenapa aku masih menunggu dan merasakannya? Oh mungkin aku hanya ingin bersenang-senang.

Ponselku berbunyi.Dengan cepat aku menyambar ponselku berharap agar pesan ini dari permenku.

 

Benar! Perhitunganku selalu tepat.

 

[“Kyuhyun Oppa~ kau sedang apa huh? Apa kau sedang memikirkanku hem? Ah~ bogoshipeoso. Sejak dulu aku ingin mengatakan itu tapi tidak bisa.Apa aku semakin manis?”]

 

[“Benar, aku sedang memikirkanmu, memikirkan bagaimana cara menyingkirkanmu. Aku lebih suka kau tidak mengatakannya. Jangan terlalu manis, aku bisa batuk.”]

 

[“Kau tidak bisa menyingkirkanku dengan mudah, aku masih manis dan menyenangkan. Bahkan aku akan lebih menyenangkan lagi. Aku semanis madu, tidak akan membuatmu batuk.”]

 

[“apa kau tidak bekerja? Kenapa terus menggodaku?”]

 

[“tidak ada yang bisa kukerjakan. Cukup sepi, dan aku sangat bosan.Aku melihat pasangan yang selalu bermesraan didepanku.Mereka begitu romantis, membuatku iri.Kurasa yeoja itu sangat bahagia mendapatkan pria yang sangat peduli padanya.”]

 

[“tidak usah berharap lebih padaku, aku tidak akan melakukannya padamu. Aku hanya akan bersenang-senang dan membuangmu.”]

 

[ “benarkah?]

 

[“jeongmalyeo]

 

Aku menatap layar ponselku yang tidak berubah itu.Kenapa dia tidak mengirimkan pesan lagi?Apa dia sakit hati? Apa dia marah? Atau dia mulai sibuk?

 

Aku sudah menunggunya selama sepuluh menit, tapi tetap saja dia tidak membalasnya. Terserahlah! Aku tidak peduli.

Jarum jam menunjukan pukul 8 malam. Kenapa aku tiba-tiba mencemaskan sesuatu.

Dia bahkan tidak menelpon dan mengirimkan pesan?Daripada aku mengkhawatirkan sesuatu yang menyebalkan, lebih baik aku membaca.Atau bermain game?

Argh! Tanganku meraih ponsel sialan ini lagi. Lebih baik aku mengirimnya pesan, dia akan terlalu gembira jika aku menelponnya.

[“Hyowon-ah, kau jangan meminta lee donghae mengantarmu. Ia harus bermain game denganku.]

 

Terkirim!

 

Aigoo~ kenapa lama sekali.

 

Dibalas!

 

[ “Aniyo, aku akan pulang bersama Guru Lee, dia sedang berada di café sekarang. Kebetulan rumah kami dekat. Dia mau mengantarku, kau tidak perlu khawatir.” ]

 

Mwoya? Guru muda itu sedang bersamanya? Aish! Dasar gadis penggoda.

Kakiku bergerak dengan kunci mobil ditanganku.

“Yaa!Kau mau kemana?Bukankah kau mengajakku bermain?”

“Aku harus pergi ke suatu tempat.Bermainlah sendiri!”

Bodohnya aku tergoda oleh gadis itu. Aku tidak percaya melihat kenyataan bahwa sekarang aku berada dalam sebuah mobil memegang kemudi menuju tempat gadis penggoda itu bekerja paruh waktu, sial!

 

—[][][]—

 

Author’s Pov

 

“Kajja pulang, Aku akan mengantar yeoja termanis sampai rumahnya!”

 

“K-kyu-hyun?” Park Aerin terkejut melihat pria yang baru saja ia eja namanya itu berada tepat dihadapan hyo won dengan wajah dinginnya.

 

“Oh, Kyuhyun Oppa! Aigoo~ setelah bersama yeoja termanis, kau juga menjadi sedikit manis eoh? “

 

“Sudahlah jangan menggodaku lagi, kajja!” semua yang melihat hanya mampu bingung dengan apa yang baru saja mereka lihat. Bukankah itu terlihat seperti mereka sedang berkencan?

 

Selama diperjalanan, hyo won hanya terdiam lelah. kyuhyun cukup bosan karena ia berharap agar gadis disampingnya ini berbicara apapun padanya.

 

“ehm! Guru Lee ediseo? Aku tidak melihatnya.”Kyuhyun memulai pembicaraannya.

 

“Dia kusuruh pulang lebih dulu karena aku tahu Kyuhyun Oppa akan menjemputku.”

 

“Ah Jinjja! sudahlah jangan mengeluarkan jurus manismu itu huh, aku bisa muntah mendengarnya. Tenang saja aku tidak akan membuangmu saat ini, aku masih ingin bersenang-senang.”

“Benar, kau bahkan sampai mengingkari ucapanmu. Kau menjemputku, daebak”

“Aku hanya mencoba membuat hati seseorang senang.sekarang aku sedang bosan.”

“ya, terserah kau saja. Lagipula aku juga sedang lelah, sangat lelah. aku akan berhenti bersikap manis sejenak.”

Kyuhyun tersenyum melihat Hyowon yang sedang mencoba menyandarkan bahunya senyaman mungkin.

Lampu merah itu menyala tentunya membuat Mobilnya berhenti, sejenak ia menoleh pada sosok gadis yang membuatnya sangat penasaran. Gadis ini tertidur, ingin rasanya jari-jarinya membelai atau bahkan merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya. Tapi niatnya itu ia urungkan, ia berpikir bahwa jika melakukannya maka ia benar-benar peduli dan akan membawa perasaannya jatuh lebih dalam.

“Apa aku harus membangunkannya? Dia tertidur sangat nyenyak.Bagaimana bisa?”

Smartphonenya bergetar, Kyuhyun mengangkat panggilan telepon dari Lee Donghae.

“Waeyo hyung?”

“Apa kau mengantar dewi hujanku pulang?”

“darimana kau tahu?”

“Apa kau sedang mencoba mempermainkannya Kyu? Jika seperti itu, maka hentikan! Dia gadis yang baik, sejak dulu dia menyukaimu. Dia akan terluka jika terlalu lama kau permainkan. Ingat dia bukanlah Han Woo Jung”

 

“Arraseyo, nde! Aku memang hanya akan mempermainkannya. Benar, dia bukan han woo jung yang sangat kupuja hingga membuatku gila. Aku tidak bisa berhenti, aku masih ingin bersenang-senang.jika dia sangat menyukaiku, maka aku tidak akan terluka, biarkan hanya dia yang terluka. Setidaknya aku bisa sedikit melampiaskan rasa sakitku karen wanita itu, aku menyukai ini hyung. Jangan hentikan aku!”

 

Kyuhyun menatap sedih hyo won yang masih tertidur nyenyak itu. Dia berpikir apakah akan baik-baik saja jika ia melakukan ini semua? Bukankah Hyo won sendiri yang menerimanya? Dia tidak salah kan? Itulah yang terus dipikikannya.

 

“Yaa! Ireona Yeoja manis.” Tetap saja Hyo won masih belum mau bangun, sepertinya ia begitu lelah hingga ia tidak mau terbangun dari mimpinya.

 

“Aigoo~ palli ireona!”

 

“ehm~ jungsu oppa . . . gendong aku” rajuk Hyo won masih dengan mata tertutup.

 

“Mwo?Apa dia mengigau?” meski nampak terkejut, namun Kyuhyun menerima permintaannya.Ia membukakan pintu mobilnya dan menggendong hyo won di punggungnya.

“ehmm~” gumam hyo won

“Hah, aku benar-benar gila.Untunglah tubuhku sangat kuat.Hwaiting!” ujar Kyuhyun menyemangati dirinya sendiri.

 

“berapa passwordnya?” tanya Kyuhyun yang masih menggendongnya tepat di depan pintu.

Hyo won mengerjapkan matanya dan mencoba membukakan matanya.

 

“Hoaam~ eoh? Nuguya?” pekik Hyo won segera turun dari gendongan kyuhyun. bola matanya memerah, rasanya ia ingin tidur kembali.

 

“Yaa! Kau tidak berterima kasih setelah ku gendong?”

“Eoh, nde, Gomawoyo Kyuhyun Oppa, hati-hati dijalan. Annyeonghi gaseyo” Hyo won menekan beberapa tombol angka memasukan password rumahnya dan segera membuka pintunya lalu masuk

 

“Lelahnya, ah aku ngantuk sekali” gumamnya langsung menutup pintu tanpa memperdulikan apa yang baru saja terjadi. Tentu saja itu membuat kyuhyun geram dan rasanya ingin sekali menendang pintu yang tertutup didepannya.

“Dia tidak sadar setelah tidur dimobil dan punggungku, aigoo! Yeoja macam apa? Mengerikan!”

 

—<><><>—

 

Lagi, kyuhyun membaringkan tubuhnya.Meski punggungnya terasa pegal tapi entah mengapa itu membuatnya tersenyum.Ini benar-benar menyenangkan ucapnya dalam hati.

 

[“Jaljayeo Kyuhyun Oppa~”]

 

“eoh? Apa dia bangun?” Kyuhyun tersenyum melihat pesan singkat itu dan segera membalasnya.

 

[“nde, jalja! Keundae, apa kau belum tidur?”]

 

[“tiba-tiba aku terbangun. Aku telah melakukan kesalahan. Mianhaeyo, gomawoyo. Aku kadang tidak sadar seperti itu.”]

 

[“oh, keundae apa kau mengantuk sekarang?”]

 

[“Aniya, karena aku malu padamu aku jadi tidak bisa tidur.”]

 

[“apa kau mau ditemani oleh kyuhyun oppa? Tidak perlu mencari jungsu oppa sekarang, dia telah lelah menggendongmu.”]

 

[“tidakkah Kyuhyun oppa juga lelah? dia sudah mengantarku pulang tadi.”]

 

[“tapi dia tidak bisa tidur sekarang, dia memikirkan sesuatu yang menyenangkan tapi mengganggunya, eottohke?”]

 

[“tapi aku tidak ingin kyuhyun oppa sakit, aku ingin dia beristirahat sekarang. Aku akan tidur jika dia sudah tidur, setidaknya aku tidak akan khawatir jika dia menjaga kesehatannya.”]

 

[“apa kau sedang mencoba merayu kyuhyun oppa sekarang?”]

 

[“mollaseo~ tanyakan pada kyuhyun oppa, apa ia senang dirayu olehku?”]

 

[“kyuhyun oppa mengatakan dia sama sekali tidak senang.”]

 

Beberapa menit berlalu, kyuhyun kembali menunggu balasan pesannya, namun kali iin sepertinya ia tidak mendapatkan itu. Ia terus memeriksa layar ponselnya namun tidak menghasilkan apapun. Meski sedikit penasaran, ia mengatur otaknya agar berpikir bahwa yeoja itu sudah tidur. Iapun menarik selimut tebalnya dan memejamkan mata bersiap untuk tidur.

 

 

 

To Be Continue . . .

Advertisements

One thought on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s