MY SWEET GIRL (CHAPTER 5)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

 

—PART. 5—

 

“Kyuhyun-ah ~” suara lembut itu . . . ia tersenyum saat mendengar sang pemilik suara merdu itu Park Hyo Won.

 

“Yaa! Kyuhyun-ah ! Ireona. Kita sudah sampai” suara merdu itu kini berubah menjadi pekikkan yang bising dan mengganggu. Kyuhyun menatap heran saat melihat kondisinya saat ini. Bukan Hyowon yang tidur di bahunya, melainkan ia sendiri yang tidur di bahu gadis SMA tingkat dua ini.

 

“Yaa! Wa-waeyo ?? ke-kenapa aku tidur – “

 

“Kau mungkin kelelahan. Sudahlah, kajja!”

 

‘ternyata aku bermimpi’ ucap batin Cho Kyuhyun

 

Mereka berdua keluar dari bus tersebut, hyowon nampak berjalan di depan. Kyuhyun terlihat seperti mengikuti langkah gadis yang memiliki bibir yang indah ini.

 

“Yaa! Kau tidak mau pulang huh?” tanya HyoWon membalikan tubuhnya membuat Kyuhyun berhenti dan sedikit terkejut.

 

“Ah ya, benar! Aku harus pulang. Jaljayeo Pabbo Yeoja!” Kyuhyun tersenyum dan melangkahkan kakinya pergi mulai menjauh.

 

“Yaa! Aku tidak bodoh Cho Kyuhyun!!!” Pekik Park Hyo Won seraya mengepalkan tangannya.

 

 

—()—

 

 

HyoWon’s PoV

 

Ada acara seni dan pertandingan di sekolah, Park Ae Rin sedang bersama kelompoknya menyelesaikan persiapan untuk acara mereka, sendiri seperti ini sangat menyebalkan. Tapi lebih menyebalkan lagi ketika pikiranku terus memikirkan hal-hal tentang Cho Kyuhyun, kenapa disaat aku berusaha membenci dan menjauhkannya dari hidupku seolah ia mendekat. Kenapa kemari itu terasa sangat nyaman? Kenapa saat bersamanya seolah aku bersama dengan seseorang yang pernah dekat denganku? Benarkah dia? Tapi mereka begitu berbeda. Huh! Apa maksudnya ia melakukan semua itu? Apa dia sedang bermain-main? Ah molla! Aku akan sakit kepala jika terus memikirkannya. Sekarang dia psti sedang bermain basket, apakah aku harus menontonnya? Tidakkah itu terlihat aku merindukannya?

 

“Park Hyo Won”

 

Suara itu, Guru Lee memanggilku. Sontak aku menoleh dan menatapnya hingga ia berjalan dan duduk tepat disampingku, di kursi dekat pohon halaman belakang sekolah – tempat favoritku.

 

“eoh, Seonsaengnim!” sapaku menundukan kepalaku dilanjutkan dengan tersenyum.

 

“Sedang apa kau disini? Kau tidak melihat pentas seni atau bahkan pertandingan olah raga lainnya? Mungkinkah kau sedang tidak enak badan eoh?” tanyanya dengan sedikit kecemasan.

 

“Anio, aku hanya bingung jika menikmatinya sendiri. Ae Rin sedang sibuk dengan kegiatannya. Dan aku sedang malas untuk bersorak.” Jawabku membuatnya tertawa.

 

“haha~ apa maksudmu? Apa kau sedang banyak pikiran? Kau bahkan memilih kata-kata yang tidak cocok untuk pertanyaanku. Geurae! Aku akan menemanimu, mari kita berkeliling dan melihat semuanya. Anggap saja aku temanmu!” Guru Lee mengulurkan tangannya, membuka telapak tangan kanannya seolah ia meminta aku menggenggamnya. Aku bahkan bingung bagaimana menanggapinya.

 

“eoh?”

 

“Kau tidak mau menggenggamnya? Oh Geraeseo, kau akan gugup bergandengan tangan dengan Guru paling tampan di korea. Aku hanya bingung bagaimana kontak fisik yang menyenangkan sebagai teman seusiamu.”

 

“Hahaha~ Jeongmal, kau tidak perlu melakukan itu! Aku sampai bingung harus bagiamana, kaja! Kita berjalan bersama sebagai teman. Dengan berjalan bersama itu sudah menjadi kontak fisik yang menyenangkan sebagai teman seusiaku.”

 

“Hahaha Kajja!”

 

Kami memulai dengan mendekat kearah sudut bangku penonton yang sedang menyaksikan live musik. Panggung terbuka dan cukup luas ini menjadi tempat dimana para siswa-siswi berbakat menampilkan kreasi seninya.

 

“Oh, Lee Donghae Sunbae?” pekikku terkejut melihatnya berada diatas panggung bersama beberapa siswa lainnya, apa dia menjadi seorang vokalis?

 

“Oh Murid baru itu! Rupanya dia cukup berbakat hingga tampil diatas panggung.”

 

Aku melihatnya tanpa beralih kemanapun, suaranya seperti membangunkan hasratku untuk melakukan hal yang dulu kusukai. Aku harus menggigit bibir bawahku untuk menahannya. bahkan saat aku bernyanyi untuk mengumpulkan uang itu kemarin saja sesungguhnya aku harus menghadapi sesuatu hal yang menggangguku.

 

Ya, aku sangat suka menyanyi bahkan aku bisa menari, jari-jarikupun sangat menyukai benda yang disentuhnya hingga menghasilkan bunyi, hatiku bergetar mendengarnya seperti aku menggunakan mesin waktu dan kembali pada masa dimana saat itu kakiku bergerak mengikuti irama, tubuhku membara, mataku bersinar dengan senyum dan . . . aku bernyanyi. Benar, aku ingat saat itu aku sangat menyukai itu.

 

“Wae? Park Hyo Won Apa kau terpesona dengan Murid baru itu huh?”

 

“Heh? A-aniya, aku hanya teringat pada masa kecilku dulu. Aku suka bernyanyi, dulu” jawabku sedikit berdebar.

“Jinjja? Apa saat kau sekolah dasar?” tanyanya sangat penasaran. Aigoo~ Wajah Lee Hyuk Jae songsaengnim ini sangat lucu, sungguh tidak pantas dengan usianya.

 

“ye~” jawabku merasa sedikit ada kembang api yang meletup di hatiku.

 

Kami berjalan kembali setelah aku mengatakan ingin ke tempat lain. aku rasa aku tidak bisa dekat-dekat dengan tempat yang berbau musik. Tapi langkahku terhenti ketika memasuki lapangan basket, lapangan yang dipenuhi para siswa yang sejak tadi bersorak mendukung timnya. Disini pasti ada Cho Kyuhyun, kuharap aku tidak bertemu dengannya. Jika terjadi, maka akan pertunjungan kembang api di hatiku. Aku mngedarkan mataku untuk mencarinya agar aku menghindarinya, tapi sial! Mataku tertangkap olehnya, ia lebih dulu melihatku dan memandangku. Dia duduk disana, kurasa ia telah selesai melaksanakan pertandingan. Tapi kenapa dia terus menatapku? Dan tatapan itu . . . aku sungguh tak dapat membaca tatapan seperti apa dan apa yang sedang ia pikirkan? Aigoo~ jantungku berdegup sangat kencang.

 

“Wae geuraeyo? Kau terlihat pucat?” Lagi, Guru Lee membuatku terkejut.

 

“A-aniyo Lee Sonsaengnim, hanya saja aku kepanasan disini.” Jawabku berbohong. Tapi memang aku merasa panas sekali.

 

“syukurlah, tapi maaf aku tidak bisa menemanimu lagi. Aku mendapat pesan dan ada yang harus kulakukan.”

 

“Gwenchanayeo, aku sudah sangat senang ditemani oleh Songsaengnim.” Dia mengacak rambutku halus membuat sedikit berantakan.

 

“Yaa Guru Lee!”

 

“Kau sangat lucu, haha~ geurae aku pergi!” aku tersenyum dan menundukan kepalaku.

Setelah ia melangkahkan kakinya, aku membalikkan tubuhku untuk melihat seseorang yang sangat membuatku penasaran. Oh! Dia masih menatapku, namun tatapannya berbeda meskipun aku juga tidak mengerti apa maksud dari tatapannya. Ada apa dengannya? Aigoo~ aku bisa gila.

 

“Yaa Adik Kelas!” pekikan itu … Hwaa~ terdengar sangat Mengerikan.

 

 

Author’s Pov

 

3 orang siswi ini mulai mendekat dengan tatapan yang jauh menyeramkan dari tatapan Cho Kyuhyun, seolah-olah ingin memangsa buruannya.

“eoh? Eonni, wae geurae-yo?” tanya Hyo Won sedikit takut.

*Byuurr~

 

Lagi, wajahnya basah meski tak sebasah dulu namun Hyowon dapat meyakini bahwa ini semua ada hubungannya dengan Cho Kyuhyun. sama seperti dulu.

 

“Geumanhaeyo!”

 

“Mwoya? Yaa! Rupanya kau memang mempunyai cukup keberanian eoh? Kau bahkan mengajak Kyuhyun untuk membolos. Jinjja! Tidak kah kau takut pada kami huh?”

 

“Mianheyo! Aku tidak-“

 

“Ah sudahlah! Kami tidak ingin menyiksamu saat ini, Kami tidak ingin Kyuhyun menilai salah terhadap kami.” Mereka berlalu begitu saja..Kyuhyun sejak tadi memang tidak mengalihkan pandangannya. Hyowon tersenyum pahit, mengetahui Kyuhyun hanya melihatnya seolah menonton pertandingan basket yang biasa-biasa saja. Dengan kecewa seperti ini Hwoyon memang terlihat berharap agar Kyuhyun melakukan sesuatu, memang harusnya seperti itu.

 

Saat ini ia berada di perpustakaan, mengenakan sweater dengan rambut yang sedikit basah. Park Hyowon meratapi kebodohannya. mengapa ia terlalu berharap pada Pria bernama Cho Kyuhyun. Oh ayolah, ia sudah ingin berniat untuk melupakannya. Kenapa sekarang malah seperti ini?

 

Gadis berambut coklat ini berdiri dari tempat duduknya, ia berniat untuk pulang lebih awal. Tapi matanya menatap seseorang yang baru saja melewati pintu masuk, kedua tangannya mengepal ia berniat untuk bepura-pura tidak melihatnya. Tapi terlambat. Pria itu berjalan menuju sudut ruangan tempatnya berdiri. Dan sekarang ia telah berhadapan dnegannya.

 

“Aku tidak ingin melihatmu, minggir!” ucap Kyuhyun membuat hatinya semakin tercekat.

 

“M-mwoya? Hah~ bukankah itu yang harusnya kukatakan?” emosi Hyowon mulai meningkat setelah mendengar Kyuhyun mengatakan kalimat yang bukan seharusnya ia katakan setelah melihatnya diperlakukan kasar dihadapannya.

 

“Mwo? Apa kau mengharapkanku mengatakan hal lain? apa kau berpikir sesuatu karena kemarin kita menghabiskan waktu bersama? Jangan berharap apapun dariku! Kau bukanlah tipeku, kemarin aku hanya bersenang-senang! Aku hanya bermain, aku-“

 

“Cukup! Aku tidak ingin mendengar apapun darimu, benar aku memang sedikit berharap. Kukira kita akan menjadi teman, ternyata kau bukanlah teman yang baik untukku! Kau bahkan tidak bisa menjadi teman siapapun. Mwoga? Bersenang-senang? Bermain? Ah, Kau tidak bersenang-senang. Kurasa kau tidak pernah menyimpan mainanmu. Ah ani, kau bahkan tidak pernah memilikinya. Aku bahkan menyimpan dan merawat bonekaku setelah aku bersenang-senang dengan itu.”

 

“Cih! Aku bisa melakukan apapun yang ku suka, termasuk membuangnya ataupun tidak memilikinya.”

“Geurae, Kau benar! Kau bisa melakukan apapun yang kau suka, keundae itu bukan bersenang-senang untukku. Kau seperti mengunyah permen karet, setelah tidak manis lagi kau membuangnya. Itu bersenang-senang menurut caramu!”

 

Setelah meledakan petasan lewat mulutnya, rasanya ia sedikit mampu bernafas dengan baik. Ia berjalan meninggalkan Cho Kyuhyun yang terdiam disana. Namun baru beberapa langkah –

 

*Brukk! Sebuah buku cukup tebal yang dipegang seorang siswi itu tepat mengenai wajah sebelah kirinya.

 

“Argh!”

 

“Jangan mengganggu dan menggoda uri Kyuhyun lagi, dasar yeoja murahan!”

 

“Eoh, Kyuhyun Oppa!” seorang siswi terkejut mendapati Kyuhyun yang berdiri di belakang mereka dengan menatap tajam para siswi ini. Namun Hyowon hanya menunduk dan menahan air matanya yang hampir jatuh itu. Hyo Won tidak ingin berurusan dengan seseorang bernama Cho Kyuhyun lagi, ia bergerak dengan cepat meninggalkan mereka yang masih terkejut. Kyuhyun hendak mendekat namun melihat Hyowon pergi dengan berlari, seolah ada tembok yang membuatnya terbatasi.

 

 

–[][][][][]—

 

 

“ige, Cappucinno pesananmu Song Jae-ya!” Hyo Won tersenyum manis melihat siswa SMP ini yang terus tersenyum padanya. Setidaknya itu sedikit menghibur.

 

“eoh, noona wae guraeyo? Pipimu merah dan Pelipismu sedikit berdarah?” terlihat sekali Goo song jae sangat khwatir mendapati luka di wajah noona yang disukainya ini.

 

“mwo? Darah?” Hyo Won terkejut.

 

“eoh, kau juga tidak menyadarinya, chankkamanyeo! Aku akan menbawakanmu plester.”

 

“tidak usah Song jae-ya, ini karena kebodohanku!”

Meski menolaknya, Pria muda berhidung mancung ini tetap menempelkan plester itu ke pelipisnya.

“aku akan mencari perlatan lainnya untuk menangani pipimu yang memerah itu, noona tunggu disini aku akan meminta pada Heechul ahjussi.”

 

“Yaa! Andwaeyo! Haish~ aku sangat membencimu Cho Kyuhyun” pekik Hyo won. Ia bangkit dari bangkunya namun tanpa sengaja tangan kiri nya menepiskan sebuah gelas kaca dan membuatnya terjatuh. *Praang!*

 

“OMO!” semua orang bahkan menatap kegaduhan itu. Ia langsung berjongkok untuk merapikan dan memungut serpihan gelas yang ia jatuhkan namun seseorang di samping mejanya berdiri menoleh padanya membuatnya lebih terkejut ‘Cho Kyu Hyun’

Seperti melihat hantu ia begitu terkejut hingga terjatuh seolah tubuhnya terhempas oleh angin yang sangat kencang. Kemudian hyo won membiasakan dirinya seolah tidak terjadi apa-apa, tangan nya memungut serpihan gelas itu dan mengacuhkan Cho Kyuhyun yang menatap tajam padanya.

 

“Yaa! Park Hyo Won bodoh!” panggil Kyuhyun namun tetap saja Hyo won tidak memperdulikannya. Dengan cepat Kyuhyun menarik tangan kanan gadis ini membuatnya menghentikan aktivitasnnya sekarang.

 

“Lepaskan!” ia menghempaskan tangan kyuhyun hingga melepaskan genggamannya.

 

“Yaa! Park Hyo Won wae geuraeyo?  Sudahlah! Biarkan yang lain yang mengurusnya, kurasa kau perlu bersitirahat. Jun Sung-ah, cepat kesini dan pakai sarung tangan!” ujar kim heechul. Nampaknya ia cukup mengerti apa yang sedang hyo won rasakan saat ini.

“pulanglah dan beristirahat. Gwenchanayeo!”

 

—()()()—

 

“Oppa, Apa yang terjadi?” tanya Park Ae Rin sedikit cemas. Ia telah berganti pakaian dan memakai seragam yang sama dengan kekasihnya.

 

“apa kau tidak tahu apa-apa tentang temanmu huh? Kau bahkan baru pulang. Kurasa dia sedang ada masalah ata ada sesuatu yang mengganggunya. Aku menyuruhnya pulang dan istirahat.”

 

“Jeongmal? Haish~ geu yeojaga. Dia hanya memberitahuku bahwa ia pulang lebih awal karena merasa bosan. Aku sedang banyak kegiatan akhir-akhir ini. Tapi kurasa dia sedang ingin menyelesaikannya sendiri. Karena saat dia membutuhkanku, dia akan memintanya sendiri. Hyo Won adalah gadis hebat yang kukenal.”

 

“Apa ada hubungannya dengan pria tinggi berkulit putih bernama Cho Kyuhyun?” tanya Kim Hee Chul membuat Aerin tersentak.

 

“Mwo? Memangnya kenapa?”

 

“aku melihat emosi park hyo won dari tatapan matanya untuk pria itu.”

 

“ehm~ jika memang ada hubungannya dengan cho kyuhyun, maka memang harus ia sendiri yang menyelesaikannya.”

“Waeyo? Memangnya ada hubungan apa antara dia dan pria so tampan itu?”

 

“Nanti oppa juga tahu!”

 

–{}{}{}—

 

[“Datanglah ke taman dekat kafe!”]

 

“cih! Apa dia mau bertingkah lagi?” Hyo Won mengabaikan pesan yang dikirim Cho Kyuhyun padanya dan melanjutkan langkahnya. Seseorang menarik lengan kirinya! Tentu saja itu membuatnya sangat terkejut.

 

“Yaa! Geu- “

 

Belum sempat melanjutkan kalimatnya lidahnya terasa kelu melihat wajah yang menatapnya ini sudah tidak asing lagi baginya. Tanpa berbicara sedikitpun pria bermarga cho ini langsung membawanya ke dalam mobilnya.

 

“Apa yang kau lakukan huh?” pekik Hyo won yang kini telah duduk disamping Cho Kyuhyun tepat di dalam mobilnya.

 

Kyuhyun’s Pov

 

Entah apa yang kulakukan saat ini, sejak awal apapun yang kulakukan padanya aku sungguh tak mengerti dan tak dapat kupahami. Bahkan sekalipun aku tidak menyukai apa yang kulakukan, aku tidak bisa berhenti melakukannya.

 

Tiba-tiba saja aku meletakan tangan kananku pada pipinya, pipi yang memerah itu dan mengusap lembut pelipis yang terluka itu. Sungguh ini membuatku terganggu karena terus memikirkannya. Dengan lancangnya tangan ini membelai pipi seorang gadis yang sangat kubenci. Ia menepiskan tanganku membuatku tersadar bahwa aku baru saja melakukan hal yang menyebalkan.

Segera kubuka kotak yang pernah kubuka untuknya.

 

“diamlah! Kau bahkan tidak bisa keluar dari mobilku.”

 

Ia hanya menatapku dingin, meski begitu aku dapat mengerti bahwa ia sangat kebingungan dengan apa yang kulakukan saat ini. Aku tidak menjelaskannya karena aku sendiri tidak mengerti mengapa aku seperti ini.

Aku melepaskan plester yang yang sudah terpasang.

 

“aku tidak suka plester ini.” Dia semakin bingung namun ia tetap menahannya dan terus membungkam mulutnya untuk tidak berbicara denganku.

 

“Aigoo~ kenapa pelipismu mudah sekali terluka huh? Kau yang ceroboh tapi ini yang harus menanggungnya!” jariku menunjuk pada pelipisnya. benar, ini adalah kedua kalinya aku menempelkan plester di pelipisnya, kali ini di sebelah kiri. Ternyata sudut sampul buku yang tebal itu agak runcing membuat goresan luka pada pelipisnya.

 

“lukamu akan segera sembuh, ini juga akan menghilangkan bekasnya.” Ucapku memasangkan plester ini pada lukanya. Aku tahu bahwa luka itu tak terlalu sakit, tapi kenapa aku merasakan sakitnya bahkan lebih sakit? Apa karena ini semua terjadi penyebabnya adalah aku? Benarkah aku merasa bersalah? Mengapa bersalah terasa sangat menyakitkan?

 

Aku meniupkan pelipisnya tentu saja itu membuatnya semakin terkejut dan tak bisa berkutik. Meski begitu entah kenapa aku ingin melakukannya. Aku menarik tangan kanannya. Dan selalu itu responnya, terkejut. Sangat lucu. Lagi ia terkejut melihat luka baru.

“oh tuhan! Apa kau selalu tidak menyadari ketika kau terluka? Aku kira kau mengabaikannya, tapi ternyata kau tidak menyadarinya? Apakah ini sengaja agar orang lain yang menyadarkanmu dan mengobatimu huh?”

 

“mwo? Ya! Cho Kyu-“

 

“Sst! Kau sedang jadi pasienku saat ini.” Aku meletakkan jariku dibibirnya dan membuat matanya membulat sempurna, dan wajah yang merona, hahaha lucu sekali.

 

“Kau harus menyesal karena aku tidak bisa mengatakan maaf padamu karena semua ini, itu semua karena aku sungguh belum mengerti mengapa kau selalu mengganggu pikiranku. Aku adalah orang yang sangat susah meminta maaf, tapi aku akan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah kulakukan. Ini memang bukan salahku, bukan salahku kau terluka tapi . . . aku hanya berpikir ketika sesuatu yang membuatku bersenang-senang itu terluka aku harus mengobatinya agar aku bisa bersenang-senang dengan itu. Menjadi teman memang tidak buruk, tapi aku hanya mencemaskan kau akan jatuh cinta padaku nantinya, itu akan membuatmu terluka dan kembali merugikanku. Apa kau mau menjadi permen karetku?”

 

Tubuhnya terdiam, sejenak ia menatapku. Aku dapat melihat tatapannya menggambarkan semua yang ada dalam pikiranya saat ini.

Dia membuka pintu mobilnya dan hendak keluar.

 

“Chan-kkaman—yeo”

 

Dia menyuruhku menunggu? Apa yang akan ia lakukan?

 

Hyo won pergi keluar dari mobilku. Dia pergi tapi kenapa menyuruhku menunggu?

Kenapa aku selalu mengatakan sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya?  Jinjja!!! Aku sudah gila karenanya. “gadis botol minum”

 

Aku terkejut pintunya kembali terbuka. Park hyo won?

 

“ige, kau akan menyukai ini!” dia melemparkan sebuah . . . permen karet.

 

“MWO?”

 

 

 

To Be Continue . . .

Advertisements

2 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 5)

  1. Hahahaahaaaaaaaaaa dasar cwe2 sialan dia mainnya keroyokan mulu sedanhkan hyowon sendirian ga gantel
    Dan kyuhyun lu super duper menyebalkan bgt php bgt njirrr kesel bgt gua
    Lu perduli sma hyowon tpi di saat yg bersamaan lu pura2 tutp mata ga perduli haishhh jinjja

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s