MY SWEET GIRL (CHAPTER 4)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

 

CHAPTER 4 . . .

 

Kyuhyun’s POV

Jari telunjukku yang sedari tadi menyentuh layar ponsel ini tiba-tiba harus kuhentikan ketika ada nama “Park Hyo Won” disana.

Dalam SNS ternyata ia menjadi stalker-ku! Mengapa tanganku begitu gemetar saat hendak menyentuh tombol yang merupakan sebuah pesan konfirmasi untuk pertemanannya. Ia menambahkanku menggunakan nomor ponselku, ternyata dulu ia berusaha keras untuk mendekatiku.

Kenapa ia berhenti? Apa karena sikapku?

Aku bahkan sangat bingung mengapa gadis yang kurang ideal dengan gadis idamanku itu bisa mengendalikan pikiran dan emosiku? Apa hebatnya dia? Apa dia menggunakan sihir? Aku sampai pusing memikirkannya.

Ketika aku ingin di dekatnya, tiba-tiba aku sangat membencinya. Ini bukan jatuh cinta kan?

Aku pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya, namun aku selalu menyukainya tanpa pernah membenci atau marah kepadanya. Ya! Aku marah dan benci padanya saat kami berpisah, hanya itu.

Lalu kenapa aku mudah suka dan benci dengan gadis botol minum itu? Otakku selalu mekikirkannya. Dimana seolah aku kehilangan sikapnya dulu, apakah sejak dulu memang aku memperhatikannya? Molla! Jelasnya aku mengetahui bahwa sejak dulu gadis aneh itu selalu memandangku dengan senyumnya, menyiapkan minuman yang tak pernah ia berikan untukku dan . . . sekarang ia tak memiliki niat sedikitpun untuk dekat denganku. Benarkah aku merasa kehilangan?

“Kyuhyun-ah!”

Pekikkan Pria itu membuatku sedikit tersentak. Aku melamun.

“Yaa! Ada apa? Apa ada yang kau pikirkah huh?” tanyanya yang berusaha mendekat dengan duduk disampingku.

“Tidak! Aku hanya malas. waeyo hyung?” tanyaku pada pria yang menurut beberapa gadis itu romantis.

“kau tidak ingin benar-benar bertemu dengan Woo Jung? Dia memberi tahuku bahwa kau selalu mengabaikannya. Benarkah?”

Pertanyaan itu membuatku sangat tidak nyaman, entahlah! Mendengar nama wanita masa laluku membuat hati dan pikiranku seolah menolaknya.

“Yaa, Donghae-ya! Kau sudah berjanji untuk tidak membuatku marah karena hal tentangnya.”

“mianhaeyo!”

Aku memang terlihat marah namun, aku merasa bahwa aku sangat menyedihkan. Suara ponselku yang berdering terdapat panggilan masuk itu membuat sedikit terkejut. Terdapat kontak bertuliskan “gadis botol minum” disana.

Aku tidak tahu mengapa aku begitu senang dan bersemangat ingin segera mengangkatnya, namun pikiranku kembali normal untuk menyikapinya dengan biasa saja.

“waeyo gadis botol minum?”

“aku akan mengembalikan jaketmu, milikmu sudah di-laundry. dimana alamat rumahmu?”

“bukankah kau adalah mantan penggemarku? Kau berpura-pura tidak mengetahuinya? Haha! Menggemaskan sekali.” aku sangat puas mengejeknya. Aku yakin saat ini matanya membulat dengan pipi yang merona. Hahaha~ dasar yeoja aneh!

Sementara ini Lee Donghae masih bingung dan sangat ingin tahu siapakah lawan bicaraku di telpon ini.

 

“YAA!!! aku memang pernah menyimpan alamatnya, tapi aku sudah menghapus dan tidak mengingatnya. Kau narsis sekali rupanya. Cepatlah! Aku tidak ingin ada barang milikmu di sekitarku, itu akan sangat membuatku tidak nyaman.”

 

“Yaa, Kyuhyun-ah, nuguya?” tanya Lee Donghae mengeraskan suaranya.

 

“eoh? Donghae sunbae? Bukankah itu suara Donghae sunbae? Bolehkah aku berbicara dengannya?”

 

Pertanyaan itu membuatku sangat kesal, aku merasa tidak suka dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Apakah dia tidak ingin berbicara denganku? Menyebalkan!

“sudahlah! Aku tidak ingin kau mengembalikannya, apa kau bodoh Park Hyo Won?”

Dengan kasar aku mengakhiri panggilan telpon itu. Suhu badanku terasa sangat panas. Menyebalkan!  Aku benar-benar tidak bisa mengerti dengan gadis aneh itu.

“mwo? Park Hyo won? Hey, Kyuhyun-ah, kau jangan membuatnya susah eoh? Dia itu gadis yang baik, dia dewi hujanku arraseo?”

Aku menatapnya tajam.

Aku bahkan merasa tidak nyaman berada di dekat sepupuku saat ini. Aku memilih pergi dengan wajah yang begitu kesal dan seolah tak percaya. Apa maksudnya semua ini?

 

– – –

 

Aku berjalan melewati gerbang sekolah dengan tempo yang lambat. Hari ini aku harus terpaksa menaiki taksi karena si bodoh Lee itu merusak mobil dan membawa motorku, sudah pernah ku melarangnya untuk mengendarai mobil tapi ia memaksa, belum keluar dari garasi mobil saja sudah membuat mobilku bergesekan dengan dinding. Bukankah itu sangat menyebalkan? Dan hari ini mood-ku sedang buruk tidak ingin melihat wajahnya.

Sengaja kupelankan langkahku, aku sedang melirik punggung yeoja pendek yang berjalan di depanku. Park Hyo Won, yeoja itu berhenti saat seorang murid laki-laki menghampirinya dan mereka tersenyum bersama . . . mwo? Hah! Apa dia sedang menebar pesonanya? Ashh!! Aku begitu tidak suka melihat ini, tapi- langkahku ikut terhenti saat melihat senyum dan tawanya yang sangat kurindukan.

 

Pandanganku seolah terhipnotis, aku hanya melihatnya berdiri sendiri disana dengan senyum dan tawanya yang sangat – manis, dan mendamaikan. Rambutnya yang tersapu lembut oleh angin membuat ia semakin – cantik. Tiba-tiba saja aku tersadar! Ia seperti sedang kebingungan, aku bergerak mendekatinya dari belakang untuk mengetahui apa yang ia khawatirkan.

 

“bagaimana ini? Aku salah membawa tas! Di dalam sini tidak ada buku atau apapun. Aku bisa dikeluarkan dari kelas jika tidak membawa buku sain. Ah bodohnya aku!”

 

‘kau memang bodoh’ ejekku dalam hati. Bisa-bisanya ia salah membawa tas? Betapa idiotnya dia.

 

 

AUTHOR’s POV

 

Kyuhyun melirik ke arah hyowon, namun ternyata ia sudah berlari menuju gerbang. Tiba-tiba saja kakinya berlari mengejar gadis itu.

Tangannya meraih tangan kiri Yeoja yang sedang kebingungan ini.

“eoh?”

“kau mau kemana? Jika kau ambil buku itu dan kembali kau tidak bisa melewati gerbang sekolah.”

 

“lepaskan aku Kyuhyun-ssi! Ada tugas di buku sains-ku, belum lagi ponsel dan dompetku juga tertinggal.” Hyowon mencoba melepaskan tangan kyuhyun, namun kyuhyun semakin memegangnya erat membuat Hyowon menatap pria ini bingung seraya jantungnya berdebar tak karuan.

“kau memang idiot rupanya. Kajja! Aku ingin membolos, tapi tidak ingin sendiri. Narawa!”

 

Hyowon terdiam melihat pria tinggi yang sedang menggenggam tangan dan membuatnya berjalan mengikutinya. Ia bahkan seolah sangat sulit mengeluarkan ucapan penolakan untuk pria tampan ini. Apa ia menyukai hal yg dilakukan kyuhyun padanya? Sedangkan kyuhyun hanya mampu tersenyum tanpa henti ketika ia berhasil menggenggam tangan park hyo won dan membuatnya mengikutinya.

 

“kenapa kita kesini?” tanya hyo won saat ia berhenti tepat di sebuah taman yang tidak cukup ramai itu.

 

“lalu kau mau kemana? Bar? Karaoke? Motel?”

 

“Yaa!! Menyebalkan! Kau membuatku membolos bersamamu dan – “

 

“Sudahlah! Disini udaranya sangat sejuk dan tidak terlalu ramai, aku sangat suka tempat ini.” Ujar Kyuhyun memposisikan tubuhnya duduk bersandar di sebuah bangku taman dekat sebuah pohon dan lampu taman disana.

Hyowon melangkahkan kakinya, sontak membuat Kyuhyun mencegahnya.

 

“Kau mau kemana lagi huh?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku mau membeli makanan, perutku sangat lapar.” Jawab Hyowon memegangi perutnya. Melihat hal itu membuat kyuhyun tidak tega, ia kemudian berdiri dan berniat untuk pergi ke sebuah toko dekat sini.

 

“tunggulah sebentar. Aku akan membelikanmu-“

 

“Ice Cream! Belikan aku Ice cream saja, 1 box kecil ice cream. Itu akan membuatku kenyang dan senang.” Hyowon tersenyum dengan wajah memohon.

 

 

*bruk*

 

Sebuah kantung berbahan kertas itu terjatuh dipangkuan yeoja berambut pirang ini.

 

“Woaa~ ice cream strawberry! Neomu joha!” tanpa basa-basi lagi ia langsung melahapnya dengan senang hati membuat kyuhyun sedikit ngeri melihatnya.

 

Kyuhyun meneguk air mineralnya. Sesekali ia melihat hyowon yang sedang menghabiskan es krim strawberry itu. Ia terus tersenyum melihat pemandangan yang menurutnya menarik, jauh lebih menarik dari permainan games di psp terbarunya.

 

“Yaa! Kau seperti anak kecil saja.”

 

“memangnya kau tidak suka es krim eoh? Mashita!”

 

“berlebihan sekali!” umpat kyuhyun.

 

“kau berhutang 6000 won padaku! Cepat bayar es krimnya!” ujar kyuhyun mengulurkan tangannya.

 

Mata Hyowon membulat, ia begitu terkejut mengetahui bahwa itu semua tidak gratis.

“kau pelit sekali!”

 

– – –

 

“Woaa! Aku tidak tahu bahwa hari ini ada bazar dan festival. Ramai sekali~ ah! Menyenangkan!” pekik Hyowon sangat bersemangat.

 

‘sangat jauh berbeda’ batin Kyuhyun. ia memikirkan bahwa betapa berbedanya ia dengan Gadis yang ia ajak bolos hari ini. Jauh dari apa yang ia pikirkan, namun itu membuatnya semakin berpikir keras mengapa seperti ada magnet yang membuatnya tertarik.

 

Di sebelah taman ini ternyata sedang ada sebuah festival yang diadakan 2 hari setiap pekan di bulan ini. Terdapat cukup banyak para penjual barang dan makanan, juga terdapat beberapa permainan dan panggung hiburan.

Kyuhyun nampak tidak tertarik dengan hal-hal seperti ini. Wajahnya menampakan bosan yang sudah diatas rata-rata.

 

“Kyuhyun Oppa ayo mainkan ini!” sontak ucapan itu membuat keduanya terkejut, ada sebuatan ‘oppa’ disana. Kyuhyun sedikit menarik sudut bibirnya untuk tersenyum.

 

Awalnya ia tidak ingin, namun mendengar sebutan yg sudah ia rindukan itu akhirnya ia menurut. Terlihat sekali mereka menikmati kegiatan itu. Bahkan tak jarang kyuhyun tertawa riang.

 

“Woaa~ The Teddy White!!” pekik Hyowon melihat ada beberapa boneka beruang putih yang besar dengan tulisan “50.000 won” untuk harganya.

“aku sangat menginginkannya, aigoo~ mengapa ada boneka terkenal edisi terbatas itu disini? Apa itu barang tiruan? Ah tidak apa-apa, yang penting aku mendapatkannya!” ucapnya bersemangat, namun mengingat uang disakunya tinggal 30ribu won hatinya mengecil. Matanya beralih pada kyuhyun yang berada disampingnya.

 

“wae? Haha! Jangan tampakan wajah jelekmu itu lagi.”

 

“Yaa! Kyuhyun-ssi, sebenarnya aku sangat tidak enak akan hal ini, tapi kau tahu kan bahwa dompetku tertinggal. bisakah pinjamkan aku 20ribu won ne?” pinta Hyowon membuat senyumnya semanis mungkin.

 

“Hey Bodoh, kau bahkan belum membayar uang es krim itu, sekarang kau mau meminjam uang? Tidak tahu malu! Sudah tahu itu barang tiruan, masih saja ingin membelinya, dasar bodoh!!”

 

“Jebalyo!”

 

“Andwae! Kau so’ akrab sekali terhadapku. Tidak akan! Aku tidak mau mengeluarkan uang lagi untuk gadis bodoh sepertimu.”

 

Ucapan Cho Kyuhyun terhadapnya membuat ia tak berniat lagi untuk meminjam uang pria ini. Hyowon mencoba berbicara dengan paman penjual boneka itu menurunkan harganya namun tetap tidak bisa.

 

Ia memikirkan sebuah ide untuk mendapatkan uang.

 

* * *

 

Kyuhyun tanpa henti memperhatikan gadis yang sedang menyanyi ini. Nyanyiannya yang cukup baik baginya ini membuat hatinya damai. Ia terus saja menatap wajah yeoja bernama lengkap Park hyo won itu tanpa mengalihkan pandangannya sedetikpun.

‘benar-benar gadis bodoh! Keras kepala’ batin kyuhyun.

Rupanya tidak hanya Kyuhyun yang senang dengan nyanyiannya. Banyak pengunjung yang memberikan tepuk tangan dan uang usai ia bernyanyi.

“Gamsahamnida .. gamsahamnida ..” ucapnya seraya membuangkukkan tubuhnya.

 

Setelah mengumpulkan semua uangnya dengan cepat ia menuju tempat penjual boneka yang sangat ia inginkan itu.

 

“Paman, dimana bonekanya?” tanya Hyowon melihat tidak ada satupun boneka di atas meja itu.

 

“Sudah terjual habis! Kau telat nona. Baru saja habis, pria dibelakangmu yang membelinya terakhir.”

 

Hyowon membalikan badannya dan bingung melihat orang itu adalah kyuhyun.

 

“kau? Dimana bonekanya? Ini uangnya, aku mau membelinya!”

 

“eopseo!! Aku sudah memberikannya pada gadis kecil yang disana!” tunjuk kyuhyun pada seorang anak perempuan yang berjalan bersama ibunya memegang boneka itu.

 

Sesaat sebelum Hyowon menyelesaikan nyanyiannya, kyuhyun membeli boneka tersebut berniat untuk memberikannya. Namun entah mengapa tiba-tiba ia memberikan pada seorang anak perempuan yang sedang berjalan bersama ibunya.

 

“kau jahat sekali, kau memang sengaja membuatku – “

 

“Ah sudahlah! Cepatlah!! Aku haus!” Kyuhyun menarik tas hyowon membuatnya terpaksa mengikuti Cho Kyuhyun.

 

– – –

 

“kau tidak ingin minum eoh?” tanya Kyuhyun pada Hyowon yang sejak tadi diam menatapnya kesal.

 

“ . . . . “ tidak ada jawaban, hyowon malah memalingkan wajahnya.

Di dalam bis, hal itu serupa. Gadis ini hanya terdiam sendiri dengan wajah yang menyebalkan membuat kyuhyun bingung harus bagaimana.

 

Tidak terasa memang, mereka menghabiskan waktu hingga bulan menampakan sinarnya membuat yeoja ini merasa kelelahan. Kyuhyun berpindah menuju kursi yang berada di samping hyowon. Setidaknya saat hyowon tidur seperti ini ia tidak terlalu malu untuk mendekatinya.

 

Kyuhyun terkesiap merasakan kepala gadis ini tersandar dibahunya. Benar! Adegan yang selalu ada setiap drama kini ia rasakan. Niatnya ingin melihat wajah gadis ini tertidur namun tidak bisa karena ia harus memposisikan agar ia tidak banyak bergerak dan menjaga Hyowon supaya tidak terbangun.

 

 

“Kyuhyun-ah ~”

 

 

To Be Continue . . .

Advertisements

2 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s