BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 6)

bad-girl

  • Title : Bad Girl And Good Boy
  • Author : WonA
  • Length : Chapter
  • Rating : General
  • Genre : Romance, School Life
  • Cast :  Kim Sa Rang – Cho KyuHyun – Kim Yesung – Other Cast.
  • Disclaimer :This Fanfiction Is Pure Of My Imagination And The Cast Belongs Themselves

 

Typo is magic ^^

 

Happy Reading~

 

Chapter 6 – – – Story Begin . . .

 

 

Kim Sarang telah menyelesaikan acara makan malamnya, keduanya berjalan menuju mobil Kim Yesung untuk segera pulang.

Di dalam mobil, Kim Sarang hanya diam dan membuka mulutnya saat Yesung bertanya padanya. Pria yang sedang memegang kemudi itu sesekali melirik kea rah Kim Sarang ada rasa penaran dalam dirinya. Kenapa gadis yang suka menghiburnya saat mabuk dan kelelahan itu hanya diam dengan wajah yang jauh dari kata bahagia.

 

“Kau tidak suka makanannya?”

Pertanyaan Kim Yesung menyadarkannya, ia menoleh kemudian menggelengkan kepalanya.

“Aku menyukai semua jenis makanan, mana mungkin aku tidak suka.” Kim Sarang tersenyum.

 

Yesungpun tersenyum lega dapat membuat gadis muda itu tersenyum kembali. Rasa penasarannya belum terobatai rupanya, ia sangat ingin tahu apa yang sedang gadis di sampingnya pikirkan. Dan baru kali ini ia begitu merasa penasaran akan apa yang sedang orang lain pikirkan.
“Kau memikirkan pria tadi huh?”

 

“Aniya!”

 

Dengan cepat Kim Sarang menegaskan atas jawabannya.
“Tidak mungkin aku memikirkannya, untuk apa?”

Kim sarang berbohong, namun dia memang mampu berakting dengan baik. Ekspresi dan bahasa tubuhnya mampu meyakinkan Kim Yesung.

 

Kim Yesung menganggukan kepalanya, ia mengerti dan tidak ingin bertanya lebih jauh lagi. Akan terjadi suasana yang tidak nyaman bila ia melanjutkan perburuan informasinya itu.

 

“Gamsahamnida, Yesung Ahjussi!” Kim Sarang menundukan kepalanya seraya tersenyum.

Ia sudah berada di depan pintu rumahnya. Kim Yesung membalas senyumnya dan berpamitan untuk pulang.

“Geurae, jaljayeo! Tolong lupakan semua tingkahku saat mabuk eoh?” Kim Sarang terkekeh mendengar penuturan Yesung yang terlihat malu itu.

 

“Baiklah, makan malamnya memang sukses membuatkan melupakanmu saat mabuk kemarin”

 

“Ah, kau membuatku tidak percaya diri. Annyeong!” Kim Yesung melambaikan tangan dan beranjak masuk ke dalam mobilnya.

 

 

Kim Sarang memasuki rumahnya, usai melepas sepatunya ia masuk ke dalam ruangan dimana ada seseorang yang sedang berbaring di sofa berukuran sedang itu.

 

“Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan disini huh?”

Ucapan Kim Sarang yang sedikit meninggikan suaranya itu membuat Cho Kyuhyun terbangun. Ia mengerjapkan kedua matanya dan mengusap lembut wajahnya.

Sekarang ia sudah sangat sadar dan dapat melihat dengan jelas sosok Kim Sarang yang berdiri di hadapannya.

 

“Kenapa lama sekali? Kalian pergi kemana huh?” Cho Kyuhyun menghampiri Kim Sarang hingga membuat jarak mereka berdiri sangat dekat.

 

“Jawab pertanyaanku, maka aku akan menjawab pertanyaanmu!”  Kim Sarang sedikit terganggu dengan Kyuhyun yang berada di hadapannya. Ia kesulitan bernafas dan menatap wajah tampan itu dengan jarak yang sedekat ini.

 

“Kau ini, aku bahkan tidak mengajukan penawaran saat aku bertanya padamu sebelum pergi. Geurae! Aku disini karena menunggumu, aku juga menemani Heesun sebelum tidur.”

Jawaban Cho Kyuhyun membuat hatinya sedikit bergetar.

 

“Untuk apa?”

 

“Untuk apa katamu, aku begitu khawatir padamu! Aku tidak bisa menyusulmu, maka aku akan menunggumu sampai pulang – “

 

“Aku hanya pergi ke restoran untuk makan malam.”

 

“Yaa! Kau menolakku bukan karena Pria tua itu kan?” Cho Kyuhyun sedikit emosi dengan hal yang baru saja ia ketahui. Sebelumnya ia memang memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia pikirkan.

Ia selalu percaya pada gadis di hadapannya. meski di luar terlihat begitu kasar, Cho Kyuhyun meyakini bahwa Kim Sarang adalah gadis baik-baik dia memiliki hati selembut salju.

 

“Tentu saja tidak! Sudahlah, Jangan membahasnya aku tidak mau –“

 

“Geuraeyo!”

 

Kim Sarang keluar dari kamarnya dengan membawa tas di tangannya. Cho Kyuhyun yang hendak pulang itu sedikit bingung, mau kemana lagi gadis itu?
“Kau mau pergi kemana lagi?” Tanya Kyuhyun

 

“Tentu saja bekerja!” Kim Sarang tak melihat Kyuhyun yang masih menatapnya dengan wajah sedikit kesal.

 

“Ini sudah hampir jam 10 malam. Lebih baik beristirahat saja, kau tidak lelah?” Kyuhyun melembutkan ucapannya, ia begitu khawatir pada gadis keras kepala ini.

 

“Mana bisa beristirahat, kau ingin aku dipecat?” Kim Sarang sedikit tertawa, ia merasakan kekhawatiran Cho Kyuhyun yang membuatnya sedikit berbunga-bunga dalam hatinya.

 

Setelah dipikir-pikir, memang ada benarnya, gadis itu seorang pegawai tentu saja harus bekerja. Cho Kyuhyun juga tidak bisa melarang ataupun hal lain, ia tidak punya hak apapun untuk itu.

 

“Aku akan mengantarmu sebelum pulang.” Keputusan terakhir yang Cho Kyuhyun pilih dalam pikirannya yaitu merelakan gadis yang ia sukai bekerja di waktu yang sudah malam ini dan mengantarnya ke tempatnya bekerja.

 

“Tidak perlu, dan jangan memaksa! Aku benar-benar tidak ingin kau mengantarku, aku sudah menahan emosiku karena mendapatimu di rumahku. Cepatlah pulang atau aku tidak ingin melihatmu lagi.”

 

Ancaman disertai tatapan membunuh Kim Sarang itu membuatnya sedikit takut, bukan takut pada yeoja itu tapi ia benar-benar paham bagaimana ucapan Kim Sarang bukanlah sebagai omong kosong belaka.

 

Cho Kyuhyun tidak menginginkan jika gadis itu menjauh darinya, dengan situasi yang seperti ini saja sudah membuatnya tidak bisa menahan batasannya yang ia buat, apalagi jika Kim Sarang menjauh, mungkin ia akan melanggar semua aturan hanya untuk bertemu dengan gadis itu.

 

“Arraseo, aku pergi!” dengan suara lemahnya Cho Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar dari rumah Kim Sarang.

Gadis itu tersenyum, ternyata Cho Kyuhyun memang pria yang penurut. Ia senang bukan karena Kyuhyun yang pergi, melainkan rasa khawatirnya sedikit berkurang karena Cho Kyuhyun akan pulang dan segera sampai di rumahnya. Ia tidak bisa membayang bagaimana pikirannya yang kacau bila pria itu belum pulang di malam yang hampir larut ini.

Gadis itu hanya takut terjadi sesuatu pada pria cerdas dan tampan itu.

Oh, jadi sekarang kau mengkhawatirkannya, Kim Sarang!

 

Kim Sarang berjalan dengan langkah yang cukup cepat, namun senyumnya masih saja mengembang. Ia merasakan ada yang aneh di dalam dirinya. Hanya dengan melihat Cho Kyuhyun ia begitu bahagia?

Namun jika pikirannya kembali tersadar, ia merasa begitu kesal. Kim Sarang benar-benar tidak berdaya, hatinya menginginkan perasaan itu. Namun pikirannya tidak! Usia remajanya tidak sama dengan pikiran dewasanya. Sejak dulu gadis itu menyingkirkan semua persoalan asmara atau apapun yang berkaitan dengan itu.

 

Masalah yang selalu menghampirinya selalu membangunkannya, dunia ini bukanlah sebuah dunia dongeng dengan akhir yang bahagia. Kim Sarang juga bukan seorang tokoh utama dengan pendamping yang sempurna dalam sebuah drama.

 

Ia hanya ingin segera menyelesaikan sekolahnya, menyekolahkan adiknya dan hidup tanpa beban yang terlalu berat. Yang membuatnya sampai saat ini bertahan adalah adiknya dan dirinya sendiri. Maka dari itu ia tidak ingin memikirkan orang lain termasuk perasaan orang lain terhadapnya. Kelulusannya  tinggal beberapa bulan lagi, sudah banyak yang ia rencanakan setelah itu.

 

 

Kedua kaki itu berhenti melangkah setelah melihat beberapa pria yang menghadang jalannya. Malam akhir pekan membuat kebanyakan warga seoul menghabiskan waktunya dengan pergi keluar untuk minum-minum.

 

Ia bukanlah gadis penakut yang akan histeris menghadapi hal seperti ini. Kim Sarang menepiskan tangan-tangan pria itu yang hendak menyentuhnya. Namun sebuah tangan menarik lengannya hingga menjauh dari ke empat pria asing itu.

 

“Cho Kyuhyun” Kim Sarang bergumam melihat bahwa pria yang sekarang menariknya ke dalam dekapan hangatnya itu adalah seorang Cho Kyuhyun.

 

“Gwenchana?”

Cho Kyuhyun merenggangkan pelukannya, matanya menelisik memastikan gadis yang berada dalam dekapannya ini tidak terluka.

Kim Sarang menganggukkan kepalanya, entah mengapa gadis itu merasakan kenyamanan yang benar-benar mendamaikan hatinya saat ini.

 

“Yaa bocah brengsek! Dia milik kami huh!”

 

Cho Kyuhyun memanas saat salah satu dari mereka mengatakan dirinya seorang bocah brengsek, namun lebih dari itu ia sangat marah ketika kalimat yang terakhir terucap adalah bahwa Kim Sarang milik mereka.

Pelukannya terlepas, kali ini genggaman erat Cho Kyuhyun mengejutkannya.

“Kajja!”

 

Cho Kyuhyun mengajaknya  berlari, namun sebelum kakinya benar-benar bergerak. Seseorang menyerangnya dengan menarik keras bahunya. Belum sempat membalas, seorang pria memakai jaket kulit berwarna hitam itu memukulnya sangat keras tepat di pipi mulus milik Cho Kyuhyun.

 

Cho Kyuhyun mengerang, ia jatuh tersungkur membuat Kim Sarang terkejut dan sangat khawatir. Ia berusaha membantunya berdiri namun dua pria berumur itu menarik kedua tangannya. Dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskannya namun ternyata cengkraman itu begitu kuat.

 

Sontak saja kyuhyun bangkit melihat gadis yang sangat mengganggu pikiran dan hatinya itu di sentuh oleh pria asing. Ia benar-benar sudah tidak tahan lagi.

“Yaa! Brengsek, lepaskan gadisku sekarang juga!”  Kalimat itu mengisyaratkan bahwa pria dengan luka lebam di pipinya begitu marah dan tidak akan dapat menerima bahwa Kim Sarang gadis yang baru saja ia sebut gadisnya itu disentuh oleh pria lain.

 

Persetan dengan aturan, tindak kejahatan, perkelahian atau apapun. Ia sudah tidak tahan lagi. Kaki panjangnya berhasil menendang dengan keras kaki pria yang memegang tangan kanan Kim Sarang hingga terjatuh dan meringis kesakitan.

 

Pria tampan itu dapat menarik kembali tubuh Kim Sarang ke sisinya.  Ini belum berakhir, tiga orang pria lainnya sudah bersiap menyerangnya. Rupanya mereka belum cukup mabuk hingga mampu berdiri dengan tegak dan memukul dengan tepat sasaran.

 

Darah segar menetas disudut kanan bibirnya. Kim Sarang melangkahkan kakinya dan mendorong pria yang memukul Cho Kyuhyun, tindakan itu membuat ke empat pria yang terlihat seperti bukan pria baik-baik itu semakin kesal dan marah. Salah satu dari mereka bahkan menampar dengan keras wajah Kim Sarang hingga tubuhnya terhuyung dan menabrak tubuh seseorang yang tak lain ada Cho Kyuhyun.

 

Cho Kyuhyun bersiap untuk memukul pria bajingan yang berani memukul seorang wanita itu namun gerakannya terhenti saat tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa yang berpusat di perutnya bagian kanan atas.

 

“Cho Kyuhyun!!!” Kim Sarang memekik histeris melihat pisau tajam itu menusuk tubuh Cho Kyuhyun.

 

Pisau yang masih di genggam itu dilumuri dengan darah yang sangat banyak hingga pria tersebut tidak mampu memegangnya dan terjatuh ke  permukaan tanah.

 

“Yaa, apa yang kau lakukan? Cepat pergi!”

 

Ke empat pria itu berlari dengan sangat gelisah dan ketakutan.

 

 

“Kyuhyun-ah!”

 

Kim Sarang menangis, ia membantu Cho kyuhyun untuk duduk di samping pohon besar itu dengan air mata yang sudah mulai jatuh dan membasahi pipinya.

Pria ia menahan sakitnya, sesekali memejamkan matanya. Benar-benar sakit!

Tangan bergetar Kim Sarang meraih ponsel dari sakunya, ia kemudian menghubungi panggilan darurat dan memberitahukan lokasinya saat ini.

 

“Bertahanlah, Kyuhyun-ah! Jebal.”

 

Kim Sarang menekan luka tusuk itu dengan kedua tangannya agar darahnya tidak keluar terlalu banyak. Dengan posisi yang bersandar itu Cho Kyuhyun mengangkat kepalanya dan melihat Kim sarang yang menangis dengan wajah ketakutan dan kekhawatirannya.

 

“Sarang-ah, diamlah! Jangan menangis, jangan melakukan apapun!”

 

Kim Sarang terheran, dengan apa yang baru saja Cho Kyuhyun katakan. Jika ia menyuruhnya untuk tidak menangis, dia mengerti. Namun untuk tidak melakukan apapun, dia tidak bisa mengerti, dan tidak bisa melakukannya.

 

Chu ~

 

Bibir Cho Kyuhyun menyentuh miliknya. Keterkejutannya itu tidak bisa ia sembunyikan. Jantung yang semakin berpacu dengan waktu, dan darah yang mengalir dengan derasnya.

Rasanya Kim Sarang tidak mampu bernafas saat ini juga. Tangannya yang masih menyentuh luka Cho Kyuhyun itu hampir saja terlepas.

 

Bibirnya dapat merasakan dinginnya bibir yang terluka itu, sentuhan yang sangat membuatnya bergetar. Tak lama Kyuhyun menjauhkan wajahnya, ia bisa melihat ekspresi Kim Sarang yang masih membeku di tempatnya.

 

“Kim Sarang . . . Sarang-ah . . . Saranghae . . .”

 

 

To Be Continue . . .

 

 

 

Advertisements

18 thoughts on “BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 6)

  1. Cie yang udh mulai meresa khawatir sama kyu hemm sudah biasa perasaan muncul setelah salah satu dari mereka terluka nae ga bisa d giniin T.T kyu

    Like

  2. Penasaran sama kyu oppa apa dia baik baik ajhaa..
    ff kakak ni keren bahasa nya bgus dan mudah dipahamii semangat yaa kaa lanjutn nyaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s