MY SWEET GIRL (CHAPTER 1)

my-sweet-girl

Title : My Sweet Girl

Author : WonA

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length : Chapter

Casts   :

  • Park Hyo Won
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Park Jungsu
  • (Find Yourself)

Disclaimer : This Fanfiction is Mine! Don’t Bash, Don’t Copas!

Typo is Magic ^^

Author’s Pov

Setiap sekolah pasti akan ada sosok manusia yang diidolakan! Benar, sosok itu harus masuk pada beberapa kriteria yang diidolakan. Beberapa kriteria umum adalah Cantik / Tampan, Pandai, memiliki keahlian dalam bidang tertentu, bertubuh ideal dan tentunya berasal dari keluarga terpandang.

Pria berwajah tampan, berkulit putih, bertubuh tinggi, dan berbibir sexy ini setiap harinya menerima puluhan sapa dan kado istimewa. Fisiknya sudah termasuk ke dalam kriteria, lalu bagaimana dengan lainnya? Tentu saja! Keluarga Cho Kyuhyun memiliki bisnis dalam bidang perhotelan dan resort, serta department store di beberapa kota besar di Korea. Tak hanya itu, saham Cho Family diketahui menyebar dimana-mana, termasuk di lembaga pendidikan dan Entertainment. Lalu selain fisik, apa yang dimiliki oleh Cho Kyuhyun? Ia memiliki otak yang jenius dan pandai dalam beberapa bidang olahraga.

Memang, Di negara Ginseng ini tak sembarang orang dapat diidolai. Setidaknya dia harus memiliki beberapa kriteria itu. Bahkan seorang artis sekalipun harus memiliki kemampuan yang layak untuk menjadi seorang idola. Lalu jika Cho Kyuhyun sangat begitu populer, mengapa ia tak menjadi seorang artis? Menurutnya menjadi selebriti tidaklah menyenangkan! Ya, itu semua dikarenakan sifat seorang Cho Kyuhyun tidak bisa menjadi artis. Ia adalah orang yang memegang teguh pemikirannya, mengerjakan segala hal yang ia sukai, dan tentunya ia sangat tidak suka saat seseorang menyuruhnya melakukan sesuatu.

“Kyuhyun-ssi! Bisakah kau bawakan beberapa kertas ulangan ini ke mejaku?” pinta seorang guru sembari tersenyum.

“Mianhamnida Seonsaengnim! Kurasa aku tidak bisa melakukan itu, mungkin ada siswa yang lain yang bisa melakukannya” jawab Cho Kyuhyun dengan nada angkuhnya tanpa menatap guru tersebut. Senyum guru itu memudar, wajahnya kini menampakan kekesalan yang tertahan.

Belum lama setelah itu beberapa siswa perempuan mengangkat tangannya meminta agar mereka saja yang melakukan tugas yang diberikan kepada Kyuhyun sebelumnya.

Ya! Itulah Cho Kyuhyun, yang secara umum itu adalah kekurangannya namun secara khusus itu adalah kelebihannya.

Lain perempuan, lain pria. Ada beberapa yang menyukai dan membenci sosok Cho Kyuhyun, ada pula Pria yang menganggapnya biasa saja. Merekalah yang berada di titik netral, tidak lain adalah para Pria teman sekelas Cho Kyuhyun! Beberapa pria tersebut adalah beberapa orang yang dianggap para penggemar Kyuhyun sangat beruntung karena bisa bermain basket, dan makan bersamanya.

“Oppa! Mari kita bermain basket, aku cukup kuat untuk bermain di lapangan ini!” pekik salah seorang gadis yang telah siap dengan seragam olah raganya.

“aku tidak ingin seorang gadis terluka di tempatku bermain” balas Kyuhyun dengan dinginnya.

Rupanya beberapa siswi disini sangatlah berpikiri positif, mengira bahwa penghinaan Kyuhyun itu merupakan kekhawatiran cho kyuhyun pada seorang gadis.

“Arraseoyo oppa! Kau benar-benar Hebat!!” siswi itu berlari menghampiri teman-temannya, untuk memberitahu apa yang ada dalam pikirannya bahwa Kyuhyun sangat mengkhawatirkannya.

“Bodoh!” umpat Kyuhyun kembali melanjutkan permainan basketnya.

*BRRUKK*

Beberapa orang disana berteriak, melihat seseorang tersungkur di lapangan basket.

Seorang siswi dengan pita biru di rambutnya berlari menghampiri si pembuat ketegangan itu.

“Kyuhyun Oppa, gwenchanayo?”

siswi dengan nam tag bertuliskan hangul Park Hyo Won ini terlihat begitu khawatir. Ia langsung mengeluarkan sapu tangan putih dengan motif garis berwarna biru langit di ujungnya untuk membalut goresan luka kecil di telapak tangan Kyuhyun.

Setelah itu ia menggenggam botol minum air mineral yang akan diberikan untuk Pria yang sedang melihatnya acuh dihadapannya. Namun saat Kyuhyun hendak mengambilnya, ia menempelkan botol minum itu di pipinya.

“air ini tidak begitu dingin oppa, setelah kau berolahraga kau tidak boleh minum air sedingin es. Ini untukmu!” ia memberikan air mineral itu setelah ia ‘mengecek’ nya.

Kyuhyun tersenyum sebal dan kemudian bangkit membawa sebotol air mineral keluar dari lapangan basket ini.

Park Hyo Won hanya tersenyum memandang punggung kyuhyun yang mulai menjauh. Namun senyumannya tidak bertahan lama, karena beberapa siswi dengan pakaian ketat itu telah ada dihadapannya.

“Hey, adik kelas! Kau siapa huh? Beraninya kau menggoda Kyuhyun kami?Kau pikir kau itu siapa?”

“kau pikir kau beruntung huh??? Jika kami melihatmu menggodanya lagi, kami pastikan kau tidak akan mendapat surat kelulusan dari sekolah ini!” ancam seorang siswi yang merupan teman satu kelas Kyuhyun.

“mianhaeyo eonni, aku hanya reflex melihat Kyuhyun Oppa terjatuh!” Hyo Won menundukan kepalanya sedikit takut.

Beberapa siswi itu beranjak pergi mencari kyuhyun, namun sebelum itu salah seorang dari mereka sedikit mendorong tubuh Park Hyo Won hingga gadis ini sedikit terganggu keseimbangannya.

Yaa! Hyowon-ah, kau berani sekali . . . mengapa kau lakukan itu? Biasanya kau hanya berdiri di sekitar lapangan dan menggenggam botol minum memandangnya, Aku sampai terpukau!” puji Park Aerin teman baiknya.

“Mollaseo, aku juga bingung! Saat melihatnya jatuh, tanpa berpikir lagi aku menghampirinya.”

“tapi kau harus berhati-hati, kau sudah mendapatkan kartu kuning dari mereka! Hahaha” ejek Park Aerin mengibaratkan bahwa ancaman dari para seniornya itu merupakan kartu kuning untuk sahabatnya.

Arraseo!! Kajja, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian disini.” Park Hyowon menggenggam erat pergelangan tangan Ae Rin dan berjalan bersama.

 

 — :: —

 

Nampak di ruangan yang cukup ramai ini seorang perempuan yang mengenakan pakaian yang sama dengan rekan-rekannya ini bergerak kesana kemari, terlihat sekali ia sedang cemas. Berulang kali ia menggigit bibirnya, menghentakan kedua kakinya, dan menghembuskan nafas dengan mulutnya.

“Yaa! Waeyo?” tanya seorang pria menepuk bahunya.

“Ahjussi!! Apa yang harus kulakukan? Kyuhyun Oppa akan datang kemari!! Bagaimana kalau dia mellihatku?” tanya Park Hyo won cemas. Terlihat sekali pria yang ia sebut Ahjussi itu tidak terima dengan sebutannya.

“Kau berbicara dengan siapa huh? Ahjussi?? Yaa! Bukankah kita hanya berbeda 10 tahun huh?” Pekik Kim Heechul.

“Arraseo Ahjumma!”

“YAA!!”

“nde, hehe~ mianhaeyo! Aku sudah terbiasa dengan panggilan itu. Hum, apa Ahjussi membawa kacamata dan topi yang kemarin ahjussi kenakan? Boleh kah aku meminjamnya? ”

“mwo?? Memangnya barang-barangku itu – “

STOP! Dia sudah dalam perjalanan. Haissh!! Eottohke?? Palliwa Pinjamkan! Jebalyo~” ucap Hyowon dengan nada memohon seraya menunjukan puppy eyes-nya.

“dasar stalker! Kau selalu menguntit Pria itu dalam Kehidupan nyata dan SNS nya!”

Akhirnya setelah beberapa perdebatan dan permohonan, Kim Heechul mau meminjamkan topi dan kaca matanya itu.

Tepat waktu! Kyuhyun dan temannya memasuki sebuah café “Heexy Café” dimana itu merupakan tempat bekerja paruh waktu Park Hyowon selama 2 tahun terakhir ini.

Dengan sedikit bergetar Gadis ini membawakan pesanan Cho Kyuhyun dan teman prianya. Kyuhyun menatapnya sekilas lalu kembali pada gadgetnya, sementara itu rekannya menatap Hyowon cukup lama dan tersenyum usai mengucapkan terima kasih.

“Berhasil!” Pekik Hyowon di hadapan Kim Heechul.

“Ahjussi, kau tau? Ia sama sekali tak mengenalku. Syukurlah! Dan lagi-lagi ia terlihat sangat tampan jika – “

“Ash!! Aku bosan mendengarnya. . .” tak ingin mendengarkan pujian-pujian gadis berambut coklat terang ini untuk Cho Kyuhyun, ia langsung beranjak dari tempat itu.

“Wooaa~ jinjja!! Aku hebat sekali!” pujian itu kini terlontar untuk dirinya sendiri. Itulah Gadis 17 tahun bernama Park Hyowon.

 

—(-)—

 

Sementara itu, di sebuah meja dengan 2 kursi yang telah terisi itu tampak para Pria yang seumuran ini membicarakan hal yang cukup serius meski keduanya memegang gadgetnya masing-masing.

“Benarkah? Ku kira kau disini hanya untuk berlibur.”

“Entahlah! Mungkin aku akan menyukai korea. Beberapa hari lagi aku akan kembali ke Jepang untuk mengurusi kepindahanku, saat ini aku sedang mencari sekolah mana yang terbaik.” Ucap Pria dengan sweater putih memberikan penjelasannya.

“kenapa kau harus bingung? Pilihanku tentunya yang terbaik bukan?” Cho Kyuhyun mulai mengeluarkan sifat sombongnya.

“Mwoya?? Ashh!!! Kau terlalu percaya diri, Shireo!! Aku tidak ingin melihat wajah menyebalkanmu. Aku takut kau meniru gayaku!”

“Yaa Lee Donghae!!!”

“hahahaha!”

 

—)o(—

 

Kedua pria ini hendak melangkahkan kaki melewati pintu kaca otomatis ini namun, langit menjatuhkan air cukup banyak! Jalanan Kota Seoul kini basah oleh derasnya hujan yang turun.

“Argh! Kenapa hujan mendadak sekali!” umpat Cho Kyuhyun hendak mengurungkan niatnya untuk pulang. Pria ini berdiri di depan di dekat jendela memandangi jalan dengan hujan dihadapannya.

Namun Lee Donghae malah membalikan badannya saat mendengar seseorang memanggilnya.

chogiyo . . .

wae geuraeyo?”tanya Donghae pada pelayan perempuan yang tak lain adalah Park Hyowon.

“Anda bisa memakai payung ini untuk berjalan menuju mobil anda!” Hyowon memberikan payung lipat berwarna biru dengan sarung yang senada. Donghae cukup heran melihat gadis di depannya ini.

“Apa kau sungguh-sungguh? Lalu kau pulang menggunakan apa? Apa kau membawa payung lebih dari satu?” tanya Donghae menyelidik.

“Aku tidak apa-apa, mungkin jika aku pulang hujan mulai reda.”balasnya melemparkan senyuman yang mendapat balasan senyum dari Lee Donghae.

“Baiklah! Terima kasih untuk payungnya, aku akan mengembalikannya.” Donghae memegang Payung tersebut dan menghampiri kyuhyun.

“Ayo Kita pulang, aku sangat buru-buru!”

shireo!! Kau tidak lihat diluar hujan huh?” tolak Kyuhyun yang belum mengetahui bahwa temannya ini memegang sebuah payung.

“Jeongmall? Ah baiklah! Aku akan pulang sendiri.”Donghae membuka payungnya dan berjalan meninggalkan Kyuhyun yang cukup terkejut.

Hyung, tunggu aku!!”

—-

 

“kau dapat dari mana payung itu?” tanya Kyuhyun penasaran

“ada seorang gadis yang cukup manis memberikannya.” Jawab Donghae seraya memasang sabuk pengamannya.

“mwo??? Oh Hyung, apa kau habis tebar pesona kembali? Yaa! Menjijikan.”

“Tidak, dia yang memberikannya tanpa aku harus memintanya. Dia gadis yang cukup baik kurasa.”

“sudahlah! Dia pasti hanya gadis bodoh! Cepat jalankan mobilnya! Aku ingin cepat sampai di rumah.”

“Yaa! Kau pikir kau siapa huh?? Seenaknya menyuruh hyungmu.”

Mereka memang sangat dekat, sejak kecil mereka sering bermain bersama. Namun saat hendak masuk Sekolah Menengah Atas, Lee donghae harus pindah ke Jepang. Lee Donghae merupakan kakak Sepupunya. Benar, teman terdekat Cho kyuhyun adalah lee donghae.

– – –

Beberapa jam berlalu, ternyata apa yang terjadi sekarang tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan sebelumnya. hujan masih saja turun, sementara gadis bermarga Park ini harus segera pulang.

“Gwenchanayo! Aku bisa berlari sampai ke Halte Bis, Park Hwoyon Hwaiting!!” dengan semangat ia berlari menerjang hujan.

Pria yang hendak memberikan sebuah payung ini menggeram kesal, Kim Heechul benar-benar bingung dengan tingkah siswi sekolah menengah atas tingkat dua ini.

“YAA! Park Hyowon Pabbo!! Haissh! Jinjja~ Park Aerin akan marah jika mengetahui yeoja bodoh itu kehujanan.” Keluh Heechul kembali menjauh dari pintu. Park Aerin merupakan kekasihnya, benar!  Gadis itu juga merupakan sahabat baiknya Park Hyowon. Sebelumnya ia mendapat pesan singkat bahwa menyuruh untuknya memberikan payung ataupun jas hujan apabila rekan kekasihnya itu tak membawanya. Namun permintaan kekasihnya tak dapat ia lakukan karena Park Hyowon sudah terlebih dahulu berlari menembus derasnya hujan.

Sesampainya di Halte Bis pun hujan sepertinya enggan berhenti, namun sekarang cukup rendah intensitasnya. Terlihat sekali gadis yang memakai rok selutut dengan sweater hitam ini kedinginan. Ia beberapa kali menggosok-gosokan telapak tangannya dan meniupkan uap dari mulutnya.

Ia kemudian menoleh saat seseorang menepuk bahunya dari belakang. Betapa terkejutnya ia melihat sesosok pria yang sebelumnya gadis ini temui kini berada di hadapannya dengan payung yang telah terbuka itu.

“harusnya kau tidak perlu meminjamkan payungmu padaku!” ujar pria yang tak lain adalah Lee Donghae kemudian memberikan payung itu kembali kepada pemiliknya, Park Hyowon.

“aku hanya mengira bahwa hujan turun hanya sebentar” balas Hyowon tersenyum dan sedikit malu dengan keadaannya sekarang.

“memangnya kau dewi hujan eoh?? Haha~sudahlah! Aku kembalikan payungmu. Melihatmu basah kuyup seperti ini aku jadi tidak enak hati.”

“gwenchanayo, kau tidak perlu mengkhawatirkannya! Lagi pula ini tidak buruk, aku sudah biasa seperti ini.”

“hey, apa kau sudah biasa mengira-ngira hujan dan basah seperti ini eoh? Apa kau benar-benar Dewi Hujan?” ucapan donghae itu sukses membuatnya semakin malu.

“aniya! Bukan itu maksudku, geurae – “ saat hendak meraih pegangan payung tersebut, Donghae menjauhkannya membuat hyowon sedikit heran, bukankah ia ingin mengembalikannya? Mengapa ia mengambilnya kembali? Pikir Hyowon bingung.

“Chankkaman! Antar aku sampai mobilku terlebih dahulu!” Donghae mengarahkan tangannya untuk menunjukan arah mobil berwarna hijau miliknya yang berjarak sekitar 5 meter dari halte tempatnya berdiri sekarang.

Hyowon cukup canggung dengan kondisinya sekarang, bagaimana tidak jika saat ini ia sedang berjalan bersama Lee donghae orang terdekat Kyuhyun yang sangat ia sukai dalam satu payung.

“Gomapta! Ah, tunggu sebentar!” Donghae membuka pintu mobilnya dan mengeluarkan sebuah jaket tebal berukuran cukup besar.

“Pakailah ini! Jika kau kedinginan, kau bisa flue!” Donghae menyerahkan jaket atau lebih tepatnya sebuah blazer itu pada Hyowon. Sementara perempuan dengan tinggi 160cm ini masih terdiam bingung menatapi blazer yang sedang ia pegang ini.

“Pakailah, dari luar ini terlihat sedikit basah! Tapi dalamnya tetap kering dan sangat hangat, cepatlah pakai! Atau aku akan diam disini menunggumu memakainya!” ancam Donghae yang sepertinya khawatir melihat keadaan perempuan dihadapannya.

“Terima kasih, tapi aku tidak apa – “

“Cepatlah pakai nona, dan jadilah Dewi Hujan sungguhan!”

“arraseo~” mendengar sebutan itu, ia kembali tertunduk malu.

– – –

Di dalam bus, Hyowon duduk di bangku dekat jendela seraya memeluk dirinya sendiri. Tubuhnya yang basah namun berkat blazer yang diberikan pria yang ia tidak tahu namanya itu cukup membuatnya sedikit hangat.

Dan, Ya! Benar ia sedang sedikit menyesal karena tidak menanyakan namanya ataupun berterima kasih secara formal. Bodoh! Itu yang ia katakan pada dirinya sendiri.

– – –

Di sebuah taman sekolah yang cukup luas dan tidak terlalu ramai itu, rupanya seorang Cho Kyuhyun sedang melakukan panggilan telepon dengan sepupunya Lee Donghae.

“Mianhaeyo, aku tidak bisa mengantarmu ke bandara! Kau bilang beberapa hari lagi, mengapa beberapa hari lagi itu menjadi besok. Dasar Lee Donghae bodoh!”

“itu karena memang perpindahanku harus segera kuurus. Aku tidak ingin orang lain yang melakukannya. Dan disana aku hanya akan 1 minggu, aku bahkan belum terbang dari korea tapi aku sudah tidak sabar ingin cepat kembali ke korea!”

“mwo? Kau ini semangat sekali! apa kau baru menyadari bahwa Korea itu sangat indah!”

“nde~ ah ya, apa kau ingin menyampaikan pesan untuk Woo Jung-ssi? Kudengar dia sedang berada di Jepang. Aku melihatnya di Majalah ia sedang promosi film terbarunya!”

“Yaa! Apa kau sedang ingin membuatku tidak menerimamu di rumahku huh? Kau tidak perlu lagi menyebut-nyebut namanya. Aku bahkan sudah tidak suka ataupun benci lagi dengan sosok dan namanya.”

“Haishh! Kau ini!! Arrayeo! Kirimkan salamku pada ibuku yang merupakan ibu kandungmu. Hahaha~”

“OK, save flight!”

 

“Huaachiiim”

Mendengar suara bersin di belakangnya, sontak saja Kyuhyun menoleh dan menatap tajam seseorang yang sepertinya sejak tadi memperhatikannya.

“Yaa!! Sedang apa kau disini huh? Apa kau sedang menguntit? Apa kau stalker-ku?” tanya Kyuhyun sangat dingin.

“Aniya, aku berniat ingin menanyakan suatu hal, tapi karena kau sedang menelepon jadi aku menunggumu hingga selesai.” Jawab siswi bernama Park Hyowon ini.

“Apa kau sedang sakit?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, pertanyaan itu sontak saja membuat jantung gadis ini berdegub kencang.

“A-aniya. . . hanya saja kemarin aku kehujanan.” Jawab Hyowon tersenyum dengan manis. Senyuman itu cukup sukses membuat Kyuhyun tersentak. Baru kali ini ia melihat seorang gadis dengan senyum semanis dan setulus itu.

“Oh, baguslah! Aku hanya takut kau menyebarkan penyakit padaku.”

Kalimat barusan yang dilontarkan Pria sejuta pesona itu membuat Hyo Won sedikit kesal, namun ia tetap menahannya karena rasa sukanya terhadap pria dengan bibir cukup tebal ini cukup besar.

“Kau tidak perlu khawatir!”

“Arraseo! Lalu kau mau bertanya apa huh? Jika tidak penting dan menyebalkan aku tidak ingin mendengarnya. Karena kurasa gadis-gadis sepertimu memang sangat tidak penting.”

“Ye? “ Gadis ini sangat terkejut mendengar kalimat terakhir dari ucapan Cho Kyuhyun sedetik yang lalu.

“ah rupanya kau sedikit mengalami gangguan telinga. Banyak sekali gadis yang memanggilku “oppa” meskipun mereka bukan adikku, karena tidak mungkin mereka adikku, termasuk dirimu.” Lagi, Kyuhyun menampakan sifat kejamnya.

“kami memanggilmu seperti itu karena kami menghormatimu karena usiamu lebih tua dari kami.” Jelas Park Hyowon mulai tidak nyaman dengan ucapan-ucapan Cho Kyuhyun.

“Jeongmall? Tapi mengapa banyak wanita yang lebih tua dariku memanggilku dengan sebutan oppa? Mengapa disini seolah aku terlihat sangat tua? Mereka pikir mereka siapa yang seenaknya memanggilku dengan sebutan itu. Apa mereka tidak punya oppa yang bisa mereka sebut “oppa” ? apa kau seperti itu? Ah, mungkin jika kau punyapun oppamu tak lebih baik dari “Kyuhyun Oppa” benarkan ?”

“YAA! Cho Kyuhyun-ssi! Ucapanmu sudah melewati batasanmu. Jika kau tidak menyukainya, kau tidak perlu menilai buruk yang lainnya. Telebih lagi Oppa-ku! Kau bahkan tidak pernah tau Oppa-ku! Terima Kasih karena telah membuatku memiliki alasan untuk tidak menyukaimu, lagi.”

Rupanya perkatan-perkataan Kyuhyun sukses membuatnya murka. Sementara itu Kyuhyun hanya mampu terdiam dan tersenyum tak percaya dengan apa yang telah gadis itu lakukan dihadapannya.

Mengapa rasanya ia tidak suka jika gadis itu mengatakan kalimat-kalimat itu.

 

To Be Continue . . .

 

Advertisements

6 thoughts on “MY SWEET GIRL (CHAPTER 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s