FIGHT TO LOVE (ONESHOOT)

fight-to-love

Title                : Fight To Love

Author            : WonA

Genre             : Action, Romance, Sad Romance

Rate               : PG 16

Length           : One Shoot

Casts               : – Cho Kyuhyun – Ryu Na Yeon –

Disclaimer      : This Fan Fiction is Mine! Pure of my imagination. Don’t bash me!

[ FF “Fight To Love” dibuat dan pernah dipublish pada tahun 2013]

 

Typo is Magic  . . .

사랑해 ♥ ♥ ♥

 

Jangan sampai kau terfokuskan,  Kau harus difokuskan oleh dirimu sendiri!

 

 

“apa harus pergi lagi? Kau baru dua jam di ruangan ini. ”

Perempuan yang memakai piyama berwarna peach itu nampak berharap dalam pertanyaannya. Namun namja yang memiliki bibir tebal ini hanya menunjukkan seulas senyum tulusnya seraya memegang kedua pipi chubby yeoja yang sedang menatap sedih wajahnya.

 

“bolehkah aku meminta sesuatu malam ini?” Tanya Namja bernama lengkap Cho Kyuhyun itu tanpa menghilangkan senyumnya.

 

“katakan saja!”

 

“jangan menungguku pulang, ini sudah terlalu larut. Aku ingin kau beristirahat dan tidur dengan nyenyak!”

 

Tiba-tiba yeoja ini memalingkang wajahnya dan beranjak duduk disudut ranjang berbalut bed cover tebal berwarna putih itu.

“kau pikir aku bisa tidur nyenyak sementara aku tak bisa memastikan keadaan suamiku di luar sana,huh? Tidak! Aku tidak bisa.”

Namja ini tidak membalas ucapan yang merupakan penolakan dari istrinya ini, ia hanya memberikan kecupan hangat tepat di dahi Na Yeon,istrinya.

 

“ada libur panjang setelah ini, Aku ingin menghabiskannya denganmu.”

 

Penuturan Kyuhyun bermaksud merajuk hingga membuat Nayon sedikit tertarik dan memikirkan hal ini. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini Kyuhyun begitu sibuk hingga jarang bersamanya. Setidaknya ia manfaatkan moment itu.

Usai memikirkan ucapan Cho Kyuhyun, yeoja ini kemudian angkat bicara.

“baiklah! Kali ini bukan wanita kan?” Tanya Na Yeon membuat Kyuhyun tak mampu menahan tawanya.

“hahaha! Kau takut aku jatuh cinta pada yeoja lain eoh?”

“Mwo?? A-aku . . . hmm . . . Ash! Sudahlah cepat pergi dan cepatlah pulang.”

“Algeseumnida Kapten Ryu!”

 

***

Flashback

 

“Agen Ryu, kali ini kelompokmu akan berjuang bersama kelompok pimpinan Agen Park. Ini misi besar, aku harap semua berjalan lancar!”

Namja yang berperawakan tegap dan memiliki usia yang lebih tua ini tersenyum singkat seraya menepuk bahu kiri Nayeon seolah memberi kekuatan sebelum ia melenggangkan kakinya pergi meninggalkan beberapa orang yang diketahui berjumlah delapan orang ini.

“mengapa kau harus menjadi bagian dari kami? Menyebalkan!” desah seorang namja yang tengah terduduk di dekatnya.

“kau tidak menyukaiku?”

“mwo? Hah! Pertanyaanmu seperti menunjukan kau sangat disukai oleh orang-orang. Nde! aku tidak menyukaimu, saat aku masuk area ini dan melihat wajahmu, aku sangat tidak suka!”

“terserah kau saja Agen Cho! Itu tidak berpengaruh apa-apa padaku!” balas Na Yeon tak menatap sama sekali wajah kyuhyun yang mulai bergerak kehadapannya.

 

“Yaa! Mengapa menjadi seperti ini? Aish! Mianhamnida Kapten Ryu, dia memang terkadang seperti ini.” Jelas Park Jungsu menggeserkan tubuh Kyuhyun agar menjauh dari Yeoja yang sedang menampakan wajah dinginnya ini.

“Kapten Ryu, aku ingin bicara denganmu!”

“baiklah!”

 

***

 

Sudah hampir dua pekan mereka menghuni sebuah bangunan yang dirancang khusus untuk sebuah pelatihan militer. Delapan orang yang telah terpilih untuk menyelaselaikan tugas berbahaya ini yang diantaranya dua orang yeoja itu terlihat mulai menyatu dengan komunikasi yang baik. Begitu dnganKyuhyun dan Na Yeon, meski mereka mulai ‘bisa berdialog dengan baik’, namun tetap saja ada sikap yang berbeda dibandingan dengan anggota yang lain.

 

DORR !!!

Peluru itu meluncur dengan sangat cepat ssaat setelah pelatuk itu dilepaskan.

 

“bodoh! Sasaranmu bukan bagian A tapi bagian C! apa ini kemampuan seorang Kapten?”

“Kyuhyun-ah!” bentak Jungsu yang berada dekat dengan NaYeon.

“Kapten Park, bisakah kau menemaniku makan malam sekarang? Aku lapar, eotte?” Tanya Na Yeon dengan senyum manisnya.

“aku brsedia, lagipula aku tidak ikut makan tadi!” jawab Jungsu tersenyum.

“Gojitmal! Kapten kau sudah makan malam tadi!” sergah Kyuhyun membuat  dahi yeoja ini mengernyit.

“Ah sudahlah, jangan menghiraukan namja ini! Kajja NaYeon-ssi!

 

***

 

“dia takkan pernah membalas pesanmu!” ucap seorang namja ketika Na Yeon sedang duduk di tepi ranjang seraya memainkan ponselnya.

“kau tidak tahu apa-apa. ”

“siapa namja itu? namja chingu-mu ?” Tanya Kyuhyun berusaha menyelidiki.

“sebegitu mencoloknya kah sikapku selama ini hingga kau bertanyahal itu?”

“Molla! Aku hanya mempunyai perasaan dan pemikiran sendiri.”

“Lee Hyuk Jae, namja itu bukan namjachingu-ku, entahlah! Aku menganggapnya seperti apa. Hanya saja tiba-tiba aku terus memikirkan perkataannya dan membuat ia menjadi nomor satu di urutan orang yang aku pikirkan akhir-akhir ini. Dan lebih lagi Dia tidak menyukaiku karena aku menjadi seorang Polisi Khusus. Dia benar, jika aku menjadi kekasihnya mungkin setiap aku bertugas dia akan sangat cemas, dan merasa terbebani!”

“apa yang lebih kau cintai? Pekerjaanmu atau Namja itu?”

 

Seketika yeoja ini terdiam saat kyuhyun menanyakan hal itu dengan menatap lekat matanya. Nayeon seolah membeku, bingung apa yang harus ia jawab.Bahkan saat kedua tangan kyuhyun melingkar dibahunya, ia tak menyadari dan terus bertanya dalam hatinya. ‘ada apa denganku?’. Bukan pertanyaannya yang sulit,tapi tatapan menusuk dari mata indah Cho Kyuhyun membuatnya bisu.

 

“Yaa! Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Ryu Na Yeon tersentak saat Kyuhyun tiba-tiba menarik kaki kanannya.

“aku hanya ingin lihat.” Jawab Kyuhyun datar seraya menyibakkan celana panjang bercorak loreng itu selutut.

Yeoja ini hanya diam memandangi ekspresi yang ditunjukan Kyuhyun saat sedang mengamati Kakinya itu.

“Ck! Harusnya kau memakai sepatu boot saat latihan sore tadi!” gumam Kyuhyun menatap iba luka yang berada tak jauh dari mata kaki gadis itu.

Ya! ketika melakukan latihan di hutan tadi sore, namja ini memang sangat detail memperhatikan  gerak-gerik Nayeon yang meringis kesakitan.

“aku tidak sempat!” balas Nayeon singkat.

“ini memang sudah menjadi resiko seorang anggota Polisi Independen, tapi kau itu wanita, kau harus merawat tubuhmu dengan benar!”

“tentu saja!” tukas Nayeon yang tak terima atas nasehat Kyuhyun yang sepertinya menilai ia tidak merawat tubuhnya dengan benar.

Gadis ini berlalu begitu saja membuat kedua halis kyuhyun menyatu, bingung dan mengejar gadis itu hingga berhenti di depan pintu kamarnya.

“ada apa? Apa hobimu menguntit orang lain eoh?”

“aku hanya ingin mengucapkan “selamat malam” padamu! Jaljayeo.” Ucapnya. Kyuhyun mengacak rambut Nayeon sekilas kemudian memasukan kedua tangan ke saku celananya dan berjalan meninggalkan gadis itu yang sedang mematung atas perlakuan manis darinya.

 

Entah mengapa seorang namja yang tengah berdiri dibalik tembok itumenatap dingin Cho Kyuhyun. Tangannya mengepal seolah tak terima pada apa yangia lihat disana.

 

***

 

“mwo?! Aku tidak suka Agen Nayeon yang melakukan ini!” tolak Kyuhyun.

Pria ini tidak terima atas kesepakatan mengenai siapa yang akan menyamar menjadi wanita penghibur dalam memulai rencana ini. Namun penolakan itu percuma saja karena semuanya telah sepakat dan tidak bisa mengubahnya lagi.

“Agen Cho! Tidak ada yang bisa menggantikan Kapten Ryu dalam hal ini. Han Eun Jung-pun tidak bisa, kau tahu sendiri kan? Ada anak buah HaJe yang mengenali Eun Jung saat penyerbuan di Busan tahun lalu. Dan dapat kupastikan HaJe ketua kelompok yang menyelundupkan Narkoba dari Amerika, Kamboja dan Thailand itu memliki otak yang tidak bisa dianggap remeh. Ia pasti telah memburu EunJung selama ini.” Jelas Park Jungsu dengan sangat serius.

 

Ryu Na Yeon, terlihat sangat berbeda ketika ia memakai gaun hitam mini tak berlengan dan riasan glamour dengan bibir yang berwarna merah menyaladan high heels anggun di kakinya.

Yeoja ini telah siap di sebuah sofa panjang yang berada di dalam Club malam itu.

Seorang namja yang merupakan incarannya itu berjalan dari arah pintu masuk dengan dua anak buahnya. Langkahnya terhenti saat kedua bola matanya tiba-tiba menangkap sesosok yeoja yang menarik perhatiannya.

“aku baru melihatmu disini!” seru namja itu yang telahduduk disamping Nayeon.

“Jinjja? Ah~ apa kau tidak salah huh? Justru aku yang baru melihatmu disini.” Balas Nayeon dengan tatapan menggoda.

“apa kau sendiri?”

“Why? Do you want to drink with me, hum?”

“I do! My name is Donghae!” donghae menjabat tangan gadis ini seraya mengecup sekilas pipi kanan milik yeoja bernama lengkap Ryu Nayeon.

 

‘I got you’

 

Kyuhyun yang duduk berada tak cukup jauh dari Keduanya ituberualang kali mengepalkan kedua tangannya dan mengehembuskan napas berat serayamenatap tajam Nayeon yang sedang menjalankan aksinya.

***

“haah~”

Gadis ini membuang napas panjangnya seraya menghempaskan tubuhnyapada sandaran bangku mobil.

“kau melakukannya dengan sangat berlebihan.” KomentarKyuhyun yang duduk di sebelah yeoja ini.

“mwo?”

“namja brengsek itu mencium pipimu, apa itu harus dilakukanhuh?”. Nada khas Cho kyuhyun kini terasa seperti membentak yeoja yangmenatapnya bingung dengan rona pipi yang memerah akibat minuman berakohol yangia minum bersama Lee donghae tadi.

“apa maksudmu? itu terdengar seperti namja yang cemburu padakekasihnya! Lagipula aku berhasil mengetahui dimana komplotan pecundang ituberada, tentunya dengan Boss bernama HaJe itu.”

“kau terlalu agresif!” timpal Kyuhyun membuang wajahnya untuk tidak memandang gadis ini.

“sudahlah Cho Kyuhyun! Aku lelah, bisakah kita pulangsekarang?”

Tanpa menjawabnya kyuhyun segera melajukan mobil sport berwarna hitam itu dengan pandangan lurus  danekspresi malas.

Dalam perjalanan. Namja ini hanya diam mengacuhkan Nayeon, sesekaliia menghembuskan napas kesalnya tetap dengan wajah yang menahan emosi. Itusemua membuat Gadis ini bingung bahkan entah apa yang harus ia tanyakan lagipada namja ini.

“Kyuhyun-ssi, aku bingung harus mengatakan apa lagi! Kondisi seperti ini jangan dibiarkan berlarut-larut. esok hari adalah final, aku tidakingin kau-”

“maafkan aku! Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya bingung mengapa aku seperti ini! Sudahlah~ aku tahu kepalamu begitu pusing kan? Tidak usah sungkan, tidurlah.”

 

***

 

“aku ingin kau berhati-hati! Semuanya bisa saja terjadi, tetaplah konsentrasi dan jangan pernah melupakan senjatamu!”

Nasehat yang terdengar tegas namun hangat itu berasal dari namja berlesung pipi Park Jungsu pada Nayeon yang sedang menyiapkan beberapa senjatanya untuk misi final ini.

“Algeseumnida Kapten Park!” balas Ryu Nayeon lengkap dengan senyumnya.

“Nayeon-ah . . . ”

Pekikan itu membuat Park Jungsu mendesah kesal, ia tahu benar siapa pemilik suara ini.

“ada apa Agen Kyu?” Tanya Nayeon mendongakan kepalanya

“Aku ingin mengatakan hal yang sangat penting padamu! Ah ya, Kapten Park bisakah kau tinggalkan kami berdua?” pinta Kyuhyun pada Ketuanya ini.

“Shireo!” tolak Jungsu dengan nada dingin.

“ayolah~ hanya sebentar saja! ”

“Andwae-”

“Kapten Park!”

Seruan seorang yeoja dan namja dari arah selatan itu memotong ucapan namja yang sudah berkepala tiga ini. Mereka adalah Agen Han Eunjung, dan Agen Lee Sungmin.

“ada panggilan dari Pusat! Dan Komandan Kim telah menunggu diruanganmu Kapten Park!”

Kyuhyun tersenyum renyah melihat Kapten Park dan kedua temannya meninggalkan mereka berdua disini. Terkadang namja ini menganggap Kaptennya ini sangat menyebalkan, apalagi ia sangat sering mendekati Nayeon setelah Latihandi sore hari.

“apa yang ingin kau katakan?” Tanya Nayeon menoleh dan menatap wajah Kyuhyun yang duduk di sampingnya.

“saat waktunya tiba, aku ingin kau selalu berada didekatku.”

“mwo? Itu tidak bisa Cho Kyuhyun. Bukankah lokasi dimana kita berada nanti sudah ditentukan. Kau tidak bersamaku, mana bisa aku harus selalu di dekatmu?”

“kau masih memikirkan namja itu?”

Pertanyaan Cho Kyuhyun membuat gadis ini tersentak, kenapa namja ini tiba-tiba menayakan hal ini? Ini bukan topik awal pembicaraan mereka.

” Jangan sampai kau terfokuskan,  Kau harus difokuskan oleh dirimu sendiri!”

“Arraseo! Ini demi negaraku, aku tidak mungkin mencampurkan perasaan dalam pertempuranku! Aku akan fokus!”

Tiba-tiba kedua tangan namja ini diletakan pada pipi Nayon yangtelah bersemu merah karena Kyuhyun yang tak membelokkan arah pandangnya sedikitpun dari wajah Nayeon.

“bersiap-siaplah Kapten Ryu!” ucap Kyuhyun kemudian bangkit dan meninggalkan gadis ini yang sedang menatap bingung namja yanghampir membuat jantungnya berhenti berdetak.

 

***

 

Benda langit bercahaya dan berenergi tinggi itu menampakkan warnaoranye yang redup. Belum lagi gumpalan awan yang menyelimutinya membuat bumi masih dalam keadaan belum terang sempurna. Hembusan angin yang terasa menusukdan desiran ombak yang menyapu setiap inci pasir putih di bibir pantai.

Pasukan Polisi Khusus ini telah siap berjaga dua jam sebelumnya. Pakaian hitam lengkap dengan senjata yang terpasang pada  pakaian yang merekakenakan.

Saaat ini mereka sedang menunggu Kapal laut yang akan berlabuh dengan muatan terlarang yang dijadwalkan tiba pagi ini dari Negara Amerika. Dandijadwalkan bahwa pimpinan terbesar yang terkenal dengan nama HaJe itu akan tiba disini.

 

“Go!” seru Kapten Park dengan nada berbisik pada kelima Agen Rahasia ini memerintahkan untuk menyerbu Kapal tersebut.

Kyuhyun yang termasuk pada kelima anggota itu, berjalan merunduk bahkan hampir tak terdengar suara langkah kakinya. Sesekali ia menoleh padayeoja yang bersembunyi dibalik semak itu dengan tatapan senyum yang masih bisa tertangkap oleh Nayeon meski dalam keadaan gelap.

Dengan gerakan mengayun tangan kanannya di udara, beberapa agen berikutnya menyusul dan telah siap dengan senjatanya.

Suasana terasa sangat mencekam meski pertempuran belum dimulai.

 

BUKK!

 

Satu pukulan di kepala seorang namja yang hendak turun dari kapalitu berhasil membuat ia tak sadarkan diri.

Dengan cepat dan sigap para anggota menyelinap masuk ke dalam kapal besar itu.

Seorang awak kapal mlihat keberadaan sungmin membuat gaduh hinggatak ada cara lain untuk menembakkan peluru pada kepalanya.

Mendengar suara pistol, beberapa orang di dalam sana berhamburan dan bersiap dengan senjata yang telah disiapkan sebelumnya. Di dalam sana ada lebihdari lima puluh orang yang ikut campur dalam penyulundupan Narkoba terbesar diKorea ini. Beberapa juga terlihat para Pejabat Warga Negara Asing yang tengah menikmati pertemuan besar-besaran illegal ini. Diketahui mereka telah melakukan perjalan ke Negara Thailand dan Amerika.

 

DORR ! DORR! DORR!

Suara–suara tembakan itu kini memenuhi ruangan di dalam kapal ini.

 

DORR!

“Argh!” namja berkulit putih ini meringis kesakitan saatbahunya terkena peluru.

“Sungmin-ah!” teriak Agen yang lainnya.

“gwenchana.”

Namja yang meski terlihat lembut itu mempunyai kekuatan yangtinggi, bahkan tangannya yang basah karena menyentuh luka di bahu bagian kanan itu tak berpengaruh besar padanya. Bahkan ia segera berlari dan menyiapkan peluru untuk senjatanya.

 

 

Lebih dari seratus Personil militer memasuki kapal ini untuk meringkus para penjahat elit itu.

Cho Kyuhyun, berjalan dengan tegap seraya menyususri setiap kamar untuk mencari keberadaan HaJe.

Ruangan VVIP itu ia masuki hingga melihat sosok seorang namja yang memakai Tuxedo hitam dan topeng yang menutupi wajahnya keluar dari salah satu kamar dengan tergesa-gesa.

dengan senjata api yang telah siap di genggaman tangannya namja ini berjalan di belakang namja tersebut. Namja misterius ini nampak merasakan seseorang mengikuti langkahnya.

Sesaat setelah itu Nayeon berlari ke arah luar, melihat namja yang sama memakai tuxedo hitam lengkap dengan topengnya berlari keluar dari kapal.

 

DORR!

Satu tembakan ke arah blakang yang dilepaskan oleh senjata api yang namja misterius itu genggam.

Namun gerakan Kyuhyun yang begitu cepat hingga ia mampu mengelak dan membalas tembakan itu.

DORR! DORR !

Peluru itu mengenai senjata lawannya membuat terpelanting ke arah kanan.

Kyuhyun mengarahkan Senjatanya hingga menyisakan jarak beberapa senti dari dahi namja itu.

BUKK!

Namja itu mendaratkan bogem mentah di pipi kanan dekat ujung bibir tebal milik Cho Kyuhyun.

BRAAK!

Balasan kali ini seolah tidak setimpal tendangan Kyuhyun mengarah perut namja itu hingga ia membentur dinding besi itu.

 

DORR!

Suara tembakan itu membuat keduanya tak mampu melakukan apa-apa.Diam dengan nafas yang memburu dan jantung yang berdetak cepat.

Kali ini peluru yang meluncur sangat cepat itu mengenai sasaran tepat di kepala pria yang memakai topeng ini membuat darah segar mengalir deras hingga membuat aliran di tepi wajahnya.

Kyuhyun mendongak ke arah datangnya peluru.

“Kapten Park?”

Jungsu melangkahkan kakinya mendekati mayat itu dan membuka topengnya.

“Shit! Dia bukan HaJe!” umpat Jungsu setelah melihat wajah namja yang telah ia kira adalah HaJe. Orang yang mereka buru selama empat tahun ini.

Ya, namja itu bukanlah HaJe, melainkan Lee Donghae yang mereka tahu adalah anak buah dan orang terdekat HaJe.

“Penjahat akan selalu kalah oleh Pahlawan!” tutur Agen Lee Sungmin seraya memegangi bahunya yang tertembak itu ketika melihat beberapa pertempuran telah usai.

 

Berbeda dengan lainnya yang merasa puas meski peluh dan darah membasahi tubuh mereka. Kyuhyun menampakan wajah takutnya saat melihat yeoja yang ia khawatirkan sejak awal tidak bisa ditangkap oleh indera penglihatannya.

“Nayeon . . .” gumam Kyuhyun segera berlari keluar darikapal dan sontak membuat para Agen yang lainnya berbondong-bondong mengejarnya.

 

***

 

DORR!

Peluru itu melesat ke arah wajah Nayeon.

Tembakan itu hanya mampu menembus batang pohon yang terletak dibelakang gadis ini.

“tiba-tiba Namja yang memakai topeng itu berjalan santai mendekat ke arah Nayeon.

Gadis ini bingung apa yang akan dilakukannya. Mengapa ia tidak lari?

Nayeon telah siap menarik pelatuknya, namun namja itu tetap mendekat hingga berjarak satu meter saja darinya.

 

“kau mau membunuhku?” Tanya Nayeon menepiskan semua ketakutannya.

Namja itu hanya mengangguk dan menatap intens tubuh Nayeon yang terdapat Luka memar di wajanhya dan kakinya yang bergetar akibat luka tembakan.

 

“10 detik lagi, aku ingin mereka semua mati.”

Dengan cepat otak yeoja ini bekerja mencerna perkataan yang keluardari namja di hadapannya.

Ia mengerti bahwa kapal itu telah dipasang bom oleh namja ini.

Sengatan listrik terasa di sekujur tubuhnya, bahkan jantung yangberdetak hingga ia sulit untuk mengaturnya.

Wajahnya menoleh ke belakang.

 

“kyu . . .” gumamnya dengan mata yang hampir mengeluarkanair mata.

 

DUAARRR !!!

 

Ledakan yang begitu kuat hingga memporak porandakan seluruh kapal,belum lagi api dan asap yang membumbung tinggi.

Yeoja ini kemudian kembali menoleh ke arah namja yang yang iayakini adalah HaJe.

Namun ternyata ia telah lari dan memakasa Nayeon untuk melepaskan tembakan ke arahnya.

DORR!!

Namja itu sempat berhenti namun kembali berlari.

 

Berbeda dengan Nayeon, tubuhnya terasa seperti tak bernyawa.

BRUKK!!

Ia terduduk lemas membelakangi kobaran api di kapal itu.

 

“Kyuhyun . . .” gumamnya lagi.

 

 

“Nayeon . . .”

 

“yeoja ini kemudian mendongak menatap namja yang sedang berdiri di hadapannya.

 

GREEP!

 

Dengan wajah yang basah oleh air mata dan darah, Nayeon bangun dan memluk erat Kyuhyun hingga namja ini tak kuasa untuk tidak membalas pelukannya.

“hey! Apa kau melepaskan tawanan kita begitu saja? Aku tahu kita harus menangkapnya hidup-hidup, tapi bukan membiarkannya hidup bebas!”

“….”

“bukankah kubilang kau harus selalu di dekatku heh? Mengapakau memberanikan dirimu mengejar namja itu sendiri? Apa kau akan membuatku berhenti bernapas?”

Pertanyaan-pertanyaan Cho Kyuhyun yang terkesan membentak itu takdijawab satupun oleh Gadis ini. Ia hanya mendongakan wajahnya dan menatap wajah kyuhyun yang ia rasakan selama ini membuatnya nyaman.

Perlahan wajah mereka mendekat, entah siapa yang memulainya hingga hidung mereka bersentuhan. Dan entah siapa yang membuat isyarat keduanya memejamkan matanya masing-masing hingga . . .

 

“YAAK!!! Jangan melakukan adegan itu di hadapanku!”

 

Kelopak mata mereka seketika terbuka saat mendengar seruan dari seorang namja yang terdengar sangat dekat itu.

Kyuhyun mendengus kesal melihat beberapa rekannya yang mencoba menggagalkan aksinya itu. sementara Nayeon menundukan kepalnya karena begitumalu.

“aku akan melanjutkannya di depan altar” bisik ChoKyuhyun seraya menggendong tubuh Nayeon ala bridal dan membawanya melewati barisan Pasukan di depannya.

“Agen Kyu lepaskan . . . ini memalukan . . . pallilepaskan”

 

flashback end

 

Seorang anmja yang keluar dari mobilnya melirik sekilas penunjuk waktu yang melingkar di tangannya.

Angka “03.04” menunjukan bahwa waktu menjelang pagi.

‘dia pasti tertidur di sofa’ pikirnya.

Kyuhyun tahu benar jika Nayeon akan selalu menunggunya dan akan tertidur di sofa saat matanya tida bisa lagi berkompromi. Setiap ia pulang pasti menemukan istrinya di sana, meski sangat khawatir dengan kesehatannya, namun ia menikmati ketika ia menggendong yeoja mungil itu ke kamarnya.

Namun kali ini berbeda, saat ia masuk Nayeon telah menyambutnya dengan tatapan lelah.

“kenapa kau tidak tidur sayang?” Tanya Kyuhyun segera menghampiri istrinya.

“aku tidak bisa tidur, kepalaku pusing oppa” keluh Nayeon kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar.

Langkahnya sedikit gontai membuat kyuhyun segera memapahnya.

“jangan seperti ini lagi, aku mohon! Minggu lalu tekanan darahmu rendah karena terus seperti ini. Kau ingin membuatku selalu tidak tenang hum?”

Kali ini suara Kyuhyun terdengar sangat lembut namun yeoja inibegitu keras kepala tak pernah menuruti nasehat dari suamniya yang satu ini.

“tidak bisa! Aku akan terus seperti ini hingga kau berhenti!”

“aku mohon sayang . . .”

“Shireo!”

“RYU NA YEON! Tidak bisakah kau mendengarkan ucapan suamimuyang satu ini, huh? Ini juga untukmu! Apa kau marah aku membuatmu berhenti dari pekerjaanmu? Apa ini balasan darimu karena aku melarangmu menjadi Polisi lagi huh? Kau tidak terima dan berusaha menyusahkanku begitu? Apa kau juga ingin akuberhenti begitu? Ayolah Nayeon-ah kau harus mengerti! Terserah, terserah padamuapa yang akan kau lakukan aku tidak peduli. Kau begitu keras kepala.”

Emosi Kyuhyun sepertinya tak terkendalikan lagi, selama ini iasudah cukup sabar menghadapi sifat Nayeon itu. namun dua minggu belakangan ini sudah berlebihan membuat kepalanya sakit, entah harus bagamana lagi.

Tanpa berucap sepatah katapun, yeoja ini segera memposisikan tubuhnya berbaring di atas ranjang itu dengan posisi membelakangi suaminya. Ia sendiri tak tahu mengapa ucapan Kyuhyun begitu menyayat hatinya. Bahkan Nama dirinya yang disebutkan lengkap tanpa marga Cho itu benar-benar seperti silet yang membuat luka yang terasa pedih hingga ia takut, tidak berani tuk sekedar menatap wajah suaminya.

 

“mianhae~” kalimat itu terlontar dari mulut Cho Kyuhyun saat melihat istrinya.

“. . . ”

Tak ada jawaban dari Nayeon meski sebenarnya ia belum tidur sama sekali.

“istriku . . . aku mohon . . . jeongmal mianhae!” lagi kyuhyun meminta maaf dengan nada parau seraya mengusap lembut rambut istrinya.

Sepertinya ia percuma saja mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun tahu benar sifat istrinya ini. Lebih baik ia membiarkannya tidur dan meminta maaf setelah yeoja yang ia cinta itu bangun.

Saat hendak mematikan lampu yang berada di atas permukaan meja yangberukuran tak terlalu besar dengan ranjangnya ini, matanya membulat saat ada benda yang merupakan alat penguji kehamilan.

 

“dua garis merah?”

 

Sontak Kyuhyun menoleh ke arah Nayeon yang sedang membelakanginyaitu.

 

“Chagiya . . . kau hamil?”

” . . .”

 

“aku mohon jawablah! Aku tahu kau belum tidur . . .”

 

“Chagiya . . . kau hamil kan? Cepat katakan”

 

Yeoja ini kemudian bangun namun tetap saja ia tidak menatap wajah Kyuhyun. Nayeon hanya duduk di tepi ranjang itu menghembuskan napas beratnya.

“apa pedulimu? Bukankah tadi kau mengatakan tidak peduli lagi padaku. Aku tidak perlu mengatakannya, aku hanya yeoja yang over protective dan keras kepala dimatamu. . . .”

“Sayang . . .”

“kau yang tidak mengerti, jusru aku yang begitu mengerti pekerjanmu! Aku tak pernah menyesal berhenti karena permintaanmu. . .”

Perkataannya terasa sangat sulit tuk diteruskan. Seolah dadanya terhimpit beban yang sangat berat membuatnya merasakan sesak di dalam sana.Belum lagi air mata yang tak pernah ingin berhenti mengalir meski ia telah menahannya sekuat tenaga.

Kyuhyun beranjak hingga ia berlutut di hadapan Nayeon yang sedang mencengkram kuat sprei oleh kedua tangannya saat merasakan sakit dalam hatinya.

“k-kau menangis?”

 

“aku menangis setiap malam, itu semua karena aku takut! Meski aku tahu maut telah ditentukan, tapi ini berbeda. Ini jauh lebih menakutkan daripada aku yang melakukannya.”

“sst . . . aku tidak akan apa-apa selama kau baik-baik saja. Maafkan aku, aku salah.”

“beranjilah untuk tidak membuatku cemas!”

“yaskokhaeyo.” Ucap Kyuhyun menyeka lembut air mataistrinya.

“tidurlah dipelukanku. . .” rajuk Kyuhyun menggodanya.

“mwo? Shireo! Kau bau. . . lagipula ini hampir pagi. Aku akan tidur nanti siang saja.” Balas Nayeon dengan nada manja.

 

“aegi-ya . . . appa minta maaf ne? ah benarkah kau akan memaafkanku? Ne. .  appa janji tidak akan membuat eomma bersedih lagi!”

 

Chup~

 

Yeoja ini tak henti-hentinya menampakkan senyum di wajahnya saat Cho Kyuhyun berbicara pada perutnya yang seolah mendapat jawaban dari dalam sana.

 

 

THE END

 

Advertisements

10 thoughts on “FIGHT TO LOVE (ONESHOOT)

  1. Annyeong aku pengunjung baru di blog ini salam kenal ya eonnie / chingu :d Mereka manis sekali dan kyuhyun di sini sweet banget sama nayeon aku suka sama cerita nya tapi aku rasa terlalu pendek, ya kalo bisa buat sequel nya dong hehehe

    Like

  2. So sweet ya pasti pada iri, ternyata keras kepalanya nayeon karna hamil untung marah nya nggak lama waktu kyuhyun bentak tadi,,,thanks ya sdh mau share ff nya,,di tunggu yg lain

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s