EVEN IF I DIE, I CAN’T STOP LOVING YOU (ONESHOOT)

eiidicsly

  • Title                : Even If I Die, I Can’t Stop Loving You
  • Author            : WonA
  • Genre             : Romance, Sad
  • Length            : Oneshoot
  • Rating             : PG 17
  • Casts               : Kim Heechul – Yun Ji Sun (Kim Ji Sun) – Etc. (find Yourself)
  • Disclaimer : This Fan Fiction is pure of my story, the casts belongs themselves. So don’t copy without permission and don’t bash me!

Notes : Fanfiction ini pernah dipublish di berbagai fanspage dan blog pribadi saya sebelumnya pada tahun 2013 

 

Story Begin . . . . . .

 Typo is Magic~

 

Sampai detik ini aku masih ingin terus bersamamu, aku terlalu mencintaimu dan aku membutuhkanmu setiap saat. Jangan pernah pergi dari sisiku meskipun hanya sekali kedipan mata !

 

Senyum terindah di pagi hari, senyum yang membawa kedamaian dan senyum yang membuat hatiku hangat,ialah senyuman yang merupakan candu dan obat penenangku, senyuman tulus istriku.

 

Saat kelopak mata ini terbuka, wajah manis lengkap dengan senyuman khas miliknya telah menyambutku dalam hangatnya sinar mentari pagi yang memaksa masuk lewat celah jendela kamarku yang juga milik istriku.

 

“oppa… kau tidur nyenyak semalam?” tanyanya dengan nada lembut. Yun Ji Sun yang telah berganti marga sejak satu tahun lalu ini adalah salah satu alasanku untuk terus menjalani hidupku yang sempat terpuruk bahkan hingga aku seperti enggan untuk sekedar membuka mataku dipagi hari.

Dengan ia duduk di ranjang tempatku berbaring dengan kain tebal nan lembut yang menyelimutiku pada jarak yang sangat dekat ini aku bisa mencium aroma tubuhnya yang sangat aku sukai.

Melihat rambutnya yang sedikit basah, bibir merah muda dan sedikit prona pipi yang mnghiasi paras manisnya adalah sebuah rutinitasku saat terbangun dari mimpiku.

 

“chagi . .  kau ini, selalu saja membebani wajahmu itu dngan make up yang kau pakai?” komentarku dengan memandang intens wajahnya

 

“suamiku . . aku melakukan semua ini hanya untukmu, aku tidak apa-apa jika harus menaruh benda-benda yang berwarna-warni ini diwajahku! Jika kau menyukainya tentu aku akan melakukannya” jawab Ji Sun yang membuatku segera memeluknya

 

“Kim Ji Sun istriku . . . hmm aku menyukai semua yang ada padamu!”

 

“aku sudah tau oppa!”

 

_CHU_

 

Aku mencium dan melumat bibirnya lembut. Inilah kebutuhanku di pagi hari. Morning kiss. Manis!

 

Aku sangat bingung pada yeoja ini, setiap hari dia selalu membawa kebahagiaan untukku. Entah sihir apa yang dia miliki, aku selalu bahagia di dekatnya. Meski aku memiliki masalah yang benar-benar menyiksa tubuh dan menguras pikiranku, namun hanya sekedar mlihatnya tersenyum bahagia . .  semuanya lenyap begitu saja.

 

Akan tetapi dia terkadang bahkan selalu menyimpan kesedihannya sendiri dengan alasan yang sangat tidak aku suka. Tidak ingin membuatku bersedih. Hah! Aku benci itu. Jika dia melakukan itu justru dia akan membuatku lebih dari sekedar bersedih

 

JI SUN’S P.O.V

 

saat itu aku masih menjadi sebuah bayangan, yang bisa kau lihat namun tak bisa kau rasakan bahkan selalu kau acuhkan. Dan pada saat itupun aku lebih menginginkan menjadi angin dalam hidupmu, yang bisa kau rasakan meskipun kau tak pernah bisa melihatku

 

 

Malam yang sangat dingin ini tubuhku masih berada di ruang utama apartment sederhana yang telah aku dan suamiku tempati dua tahun ini tepat dengan usia pernikahan kami.

Menunggu . . .

Aku sedang menunggu suamiku yang masih bergulat dengan pekerjaannya di luar sana. Bukan aku tidak suka menunggunya tapi aku takut menunggunya. Cemas! Aku sangat mengkhawatirkan namja itu… Kim HeeChul suamiku.

Aku bahkan sudah terbiasa menunggunya sejak beberapa tahun lalu, bahkan aku menunggu hatinya sangat lama.

 

Dulu, saat aku masih berusia 14 tahun ketika harus menetap di Seoul bersama bibiku, aku sudah mengenalnya. Karena pada waktu itu aku adalah tetangga barunya. Dan betapa aku sangat bahagia saat aku tahu dia adalah subaeku. Aku sangat mengenalnya, sifatnya bahkan kebiasaanya aku tahu. itu smua karena hatiku benar-benar jatuh padanya. Namun saat itu rasanya masih sama seperti jatuh. Sakit!

Ketika aku berhadapan dengannya, dengan rasa gugup yang selalu menghujamku, aku selalu menyapanya dengan senyumanku. Namun dia tak pernah memberi tanggapan apapun padaku, kembali menyapa, senyum, penolakan? Tidak sama sekali. Dia tak pernah tau namaku bahkan seperti tak ingin tahu. dia selalu mengabaikan dan mengacuhkanku.

 

~FLASHBACK~

 

“Annyonghaseyo heechul oppa!” sapaku dengan sedikit menunduk

Jujur saja setiap bertemu dengannya aku merasa sangat tidak nyaman dengan perasaanku.

“mau apa lagi?” tanyanya seperti biasa. Dingin dan tanpa menatapku. Aku sudah terlalu terbiasa dengan hal itu.

Mungkin dia hanya menganggapku penggmar biasa yang tidak penting.

 

Disertai keringat dingin yang meluncur dari tubuhku, persediaan nafas yang mulai menipis dan dentam jantung yang tak mampu aku kendalikan aku mengulurkan tanganku yang sedang memegang sebuah coklat yang terbungkus rapi dengan pita biru yang melingkar diuYunnya

“aku hanya ingin memberikan ini untukmu” ucapku

Dalam batinku aku benar-benar ingin dia menerimanya. Mungkin jika dia memakan coklat yang kusiapkan teruntuknya aku akan sangat bahagia

 

ini terlalu lama untuk sekedar menolak. Jika terus seperti ini aku akan semakin gugup. Entah mungkin saat ini dia sedang mentertawakanku ataupun menampakan wajah kesalnya, aku tidak tahu!

 

Kemudian tiba-tiba tangan kiri dengan jam tangan mewah yang melingkar, memegangnya dan mengambilnya.

Kuberanikan mendongakan kepalaku untuk melihatnya.

Dia menerima coklat dariku? Aku benar-benar tidak percaya.

Tangannya kemudian membuka uYun bungkus coklat itu dihadapanku.

Akankah dia memakannya dihadapanku? Oppa !!!

 

Tapi tiba-tiba tangannya mengarahkan pada yeoja disebelahnya.

Tanpa basa basi lagi yeoja bernama lee hye jong itu menggigit benda manis yang aku berikan bukan untuknya.

“rasanya sangat buruk”

 

##Plukk!!

Kim Heechul menjatuhkan coklat dariku lalu memulai langkahnya tanpa memikirkan bagaimana perasaanku saat ini

 

Namja berusia 18 tahun ini menampakan wajah dinginnya lalu pergi melewatiku bersama yeoja berambut pirang yang menggandeng mesra tangan kanannya.

 

Rasanya berjuta pisau menancap dan mencabik-cabik hatiku. Sakit yang selalu seperti ini, dadaku sesak dan mataku terasa sangat perih hingga aku tak mampu lagi menahan air mataku

“haruskah kau melakukan itu oppa?”

“seburuk itu aku dimatamu?”

 

AUTHOR P.O.V

 

Beberapa tahun kemudian . . .

 

selalu bertindak bodoh saat aku berada disisimu. Hanya memilih hatiku tanpa memperdulikan akal pikiranku

 

 

Pukul 07.00 pm KST. Seorang yeoja yang memakai gaun anggun berwarna hitam ini tengah menunggu seseorang yang sangat istimewa dalam hidupnya.

Ialah Kim Heechul, namja yang selalu membuatnya sakit. Yun Ji Sun, yeoja ini tak lepas dari senyumannya di bangku taman menunggu heechul yang menjanjikannya berkencan di malam ini. Sulit dipercaya jika heechul ingin berkencan dengan yeoja yang sama skali tak pernah ia anggap, namun itulah ucapannya saat di kampus.

~~~~~

Hingga  3 jam berlalu namja yang ditunggu tak pernah datang. Telah ia usahakan untuk menghubunginya namun tak ada balasan dari namja tampan dan putih ini. Wajah yang semula terlihat sangat ceria dengan senyuman yang menghiasai setiap ungkapan ekspresinya kini hanya ada wajah pucat dengan bibir yang membiru. Tubuhnya mulai menggigil akibat cuaca dingin  malam hari

Untuk kesekian kalinya dia mencoba menghubungi kim heechul lagi. Dan kali ini dia mengangkatnya.

 

Belum sempat dia membuka mulutnya suara namja telah terdengar terlebih dahulu.

 

” Tidak bisakah untuk tidak menggangguku?. Aku sedang di club”

#plipp

 

Lagi! Cairan bening itu meluncur deras dari matanya. Harus berapa banyak lagi air mata agar rasa sakit itu tak berulang.

 

JI SUN  POV

 

bisakah kau pergi dari hidupku? Aku tak mampu mengeluarkanmu dari hatiku!

Kim heechul? Namja yang saat ini membuatku menangis, benar-benar jahat!! Haruskah aku mencoba bunuh diri dihadapannya agar dia memperhatikanku?

Tubuhku sangat dingin disini tapi dia bersenang-senang disana?

*^*^*^*^*^*^*^

 

“YAKK!! Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Heechul dengan berteriak.

“aku menunggumu di taman sangat lama”

 

“mwo? Haha . . . apa sebesar itu kemauanmu untuk berkencan denganku? Obsesimu menjadi kekasihku itu masih sangat besar eoh?”

 

“…” Ji Sun hanya menatap tajam wajah Heechul. Kali ini yeoja ini memberanikan diri untuk menatapnya penuh amarah

 

“hm.. kalau kau mau menjadi yeojachinguku, malam ini kau harus tidur denganku? Bukankah kau akan melakukan apapun untukku..”

 

#PLAKK!!

 

Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Kim Heechul

 

“YAKK!”

 

“Kim Heechul . .. terimakasih ”

 

##FLASHBACK END##

 

“Sun-ya . . . ” panggil Heechul menyentuh pipi istrinya yang tertidur di sofa dengan meneteskan airmata.

“oppa?. .hmm”

Ji Sun sontak memeluk Heechul yang tepat berada di hadapannya

Melihat sikap istrinya, Namja yang mempunyai tinggi 179cm ini cemas sekaligus takut

“wae . .  waeyo?”

“aku mimpi buruk oppa . . . jangan pernah meninggalkanku”

“Arraseo!!!”

 

~CHUP~

 

Heechul mencium dahi Ji Sun dengan sengat lembut.

 

“kajja kita tidur istriku!”

 

 

“apa yang mengganggu pikiranmu itu kim ji sun?” Tanya Heechul memeluk tubuh istrinya.

“aniya… nan gwenchanayo” jawab Ji Sun melemparkan senyumannya.

 

“hmm? Jinjjayeo? Kau pasti sedang berbohong, iya kan? Cepat ceritakan atau aku tidak akan pernah melepaskan pelukanku ini!” ancam HeeChul mengeratkan pelukannya.

 

“eoh? Itu ancamanmu oppa? Haissh!! Gwenchana. Justru aku senang” jawab Ji Sun santai

 

“Yaa! Kau ini, tidak bisa kah kau menyembunyikan rasa cintamu itu? Kau tau itu terlalu terbuka. Seharusnya kau berpura-pura tidak senang! Ish yeoja ini!”

 

Ji Sun hanya tersenyum manis mendengar ocehan suaminya itu.

“chagiya. . . jangan membuatku bersedih” ucap Heechul pelan namun masih dapat terdengar oleh ji Sun

“oppa…” Ji Sun membalikan tubuhnya hingga berhadapan dngan Heechul suaminya

“kau jangan memikirkan yang tidak-tidak oppa. Hemm.. tadi aku hanya mengingat masa lalu. Neo nappeun eoh!”

“YAAK!!! Jadi kau memikirkan hal itu? Aish! Aku sangat membencinya arraseo?” pekik Heechul

“hm.. waeyo? Apa karena dulu kau sangat jahat padaku, huh?”

Pertanyaan itu sontak membuat Heechul membulatkan matanya

“mw.. mwo? Hah! Aniya.. sudah itu kan masa lalu. Jangan mengingatnya lagi” sergah heechul dengan wajah memerah. Entahlah ekspresi apa yang kim heechul tunjukan.

“haha! Oppa… kau sangat lucu! Memang itu hanya sebuah masa lalu. Tapi masa lalu itu penting oppa, masa lalu sangat berpengaruh pada masa depan!” jawab Ji Sun menangkup kedua pipi Heechul

Namja ini hanya mampu mengerucutkan bibirnya hingga membuat Ji Sun kmbali tersenyum.

“jja! Kita tidur!” Heechul menarik yeoja kedalam pelukannya.

 

*HEECHUL P.O.V*

 

Masa lalu? Huhhh.. aku harus selalu menarik nafas dalam-dalam saat mengingatnya.

Dulu aku begitu buruk.!

 

Sepertinya istriku sudah tidur. Dia terlihat sangat manis saat apapun. Wajah damainya saat tidur sangat aku sukai. Ingin sekali saat ini aku membelai rambutnya, menyentuh pipinya, hidungnya dan bibirnya. Namun aku tidak bisa. Jika seperti itu dia pasti bangun.

Begitu bodohnya aku dulu. Membuat luka dihatinya hampir setiap hari. Kim HeeChul Pabbo!!

 

~FLASHBACK~

 

“hm.. kalau kau mau menjadi yeojachinguku, malam ini kau harus tidur denganku? Bukankah kau akan melakukan apapun untukku..”

 

#PLAKK!!

 

Mwoya? Rasanya sangat panas pipi ini. Tamparan ini terasa sangat menyakitkan saat sorot matanya itu penuh dengan kebencian atau bahkan kesedihan

 

“YAKK!” pekikku

“Kim Heechul . .. terimakasih ” ucapnya lalu pergi begitu saja.

 

Mwo? Apa yang yeoja itu lakukan! Hah! Berani-beraninya ia pergi begitu saja setelah menamparku?

 

*beberapa hari kemudan . . .

 

Kemana yeoja itu?  Sudah hampir satu minggu ini dia tak menggangguku. Kenapa aku merasa kehilangan seperti ini? Hah siapa dia? Bisa-bisanya mengusik hatiku

 

Ha! Baiklah Kim Heechul kau mulai gila sekarang. Apa yang harus kulakukan? Mengapa sekarang aku mulai merindukan gadis itu ?

 

“ANDWAE!!!!”

“waeyo?” Tanya Yesung padaku.

“bukan apa-apa!” jawabku merogoh saku celanaku mencari benda penting dalam hidupku. Ponsel!

“Hei! Aku kira saat sakitpun yeoja itu akan mengejar-ngejarmu! Ternyata tidak.” Ucap Yesung sontak membuatku membulatkan mataku dan berpikir keras.

“mwo? Siapa yang kau maksud itu, huh?”

“siapa lagi kalau bukan hoobae yang selalu memberikan cokelat ataupun surat untukmu!” jawabnya tersenyum.

 

MWO? Ji Sun sakit? Dia kenapa

“sepertinya dia sangat parah. Dia kecelakaan beberapa hari yang lalu. Ah ya! sepulang dari club untuk menemuimu waktu itu” tambahnya.

 

Kenapa jadi begini? Dadaku semakin sesat sekarang. Aku perlu tahu keadaan yeoja itu sekarang.

 

“mau kemana kau? Apa ke rumah sakit? Bawalah bunga. Yeoja sangat mnyukai bunga”

“shireo!”

 

 

#Ceklek

 

Aku membuka pintu sebuah ruang perawatan dimana Yun Ji Sun dirawat.

Dia sedang membaca sebuah buku di ranjang dengan seprei putih disana.

 

Perlahan aku melangkahkan kakiku hingga berada di tak jauh dengannya.

Dia tampak terkejut dengan kedatanganku. Namun itu hanya sekejap. Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Aish! Apa dia sangat marah padaku.

 

“ige!”

Ucapku mengulurkan tangan kiriku.

Entahlah aku sendiri tidak tahu mengapa aku membelikannya bunga mawar berwarna merah muda ini. Anggap saja aku sedang gila. Ini prtama kalinya aku membelikan bunga untuk seorang yeoja.

 

“taruh saja disana!” ucapnya masih dengan pandangan yang tidak jelas

‘Yaa! Yun Ji sun bisakah kau menatapku! Kau lebih baik menatap namja tampan sepertiku daripada sebuah jendela itu!’ pekikku dalam hati

Ini tidak terlalu buruk. Setidaknya dia tidak mengusirku kan?

Aku taruh bunga itu di meja kecil dekatnya berbaring. Semoga dia mnyukainya.

“pergilah!”

 

“YAK!! Apa yang kau katakan hah? Kau jangan bercanda yeoja bodoh!”

“aku serius! Pergilah”

“Hei! Dengarkan aku. Kau tau aku melakukan ini untuk pertama kalinya. Merendahkan harga diriku hanya untuk melihat keadaanmu.”

“eoh? Yasudah anggap saja kau tak pernah datang kemari” ucapnya datar

Aish! Yeoja ini mengapa sangat menyebalkan

“HAH!! Terserah kau saja. Aku akan pergi!”

 

 

***************^^^^^^^^^^^^^^^^^****************

 

Setelah itu aku baru tahu jika aku sangat membutuhkannya. Ah bukan! Maksudku hatiku sangat membutuhkannya. Membutuhkan cintanya.

 

~FLASHBACK END~

 

Sesungguhnya hidupku tidak begitu mudah. Aku harus berurusan dengan beberapa orang jahat yang menagih uangnya kembali.

Ini semua gara-garaku. Dulu aku hidup sangat kacau. Belum lagi ayahku yang meninggalkanku untuk selamanya dengan meninggalkan utang dengan jumlah yang besar, membuatku harus menjual semua asset yang kami miliki. Tapi aku bersyukur karena mereka berdua tak merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Merka sudah tenang di sana.

 

*******

 

Malam ini aku kembali harus lembur. Sebenarnya aku tak tega meninggalkan istriku sendiri di rumah hingga larut malam. Namun aku harus melakukannya, aku harus membahagiakan istriku!

Drrt.. drrt

Sebuah pesan singkat dari nomor yang tak ku kenali?

“aku akan balas dendam padamu”

 

Hah! Dia pikir aku akan takut dengan ancamanmu?

Lebih baik aku melanjutkan pekerjaanku. Aku ingin cepat pulang.

 

Ddrrtt.. drrrt

 

Drrt drrrt drrrt

 

Drrt drtrrrt

 

Hah? Aku ketiduran. Jam berapa ini? Mwo? jam 11

Banyak sekali pesan dan panggilan

Istriku?

Waeyo?

 

Aku bergegas menjalankan mobilku dan mengendarainya dengan sangat cepat.

Aku mencoba menelponnya. Namun dia tak mengangkatnya.

“ayo angkat teleponnya chagi”

 

“yeoboseyo? Chagi… waeyo?”

“gwenchanayo oppa! Saranghae!” #plip

 

Ji Sun!!!

 

Saat sampai di depan rumah aku terkejut melihat pintu yang terbuka. Ada apa ini?

 

Tiba-tiba aku melihat sesosok namja yang mmegang sebuah pisau yang berlumuran darah segar.

 

“JI SUN!! ”

 

 

_AUTHOR P.O.V_

 

“JI SUN!!!!!!!!”

 

 

“oppa..”

Yeoja ini tergeletak di lantai dengan sebuah luka tusukan di perutnya. Bahkan kepala dan tangannya berlumuran darah segar.

 

Sketika air mata Heechul menetes melihat keadaan istrinya saat ini.

Dengan cepat ia merengkuh tubuh istrinya yang tak berdaya ini.

 

“YESUNG!!!! KAU SUDAH GILA HAH?” teriak Hechul dengan mata merah beserta perasaan yang bercampur aduk

 

“Nde! Aku sudah gila! Kau bodoh sekali kim heechul. Aku sudah memperingatkanmu tapi kau hanya diam saja!”

 

_FLASHBACK_

 

#tok tok tok

 

Suara ketukan pintu membangunkan Ji Sun yang sedang  tertidur di ruang tamu menunggu suaminya pulang.

“oppa”

 

#Ceklek

 

“nuguseyo?” Tanya ji Sun

 

“kim Ji Sun.. kau tidak ingat aku?”

“yesung-sshi?”

 

“apa yang akan kau lakukan?” Ji Sun benar-benar takut sekarang.

Tatapan yesung benar-benar sangat mengerikan. Penuh dengan dendam dan kebencian.

 

“aku hanya ingin membunuh kim heechul! Kau tenang saja!” jawab Yesung tersenyum

“mwo? Andwae!! Kenapa kau tidak membunuhku saja, huh?” Ji Sun memberanikan dirinya untuk  melawan Yesung.

“urusanku bukan denganmu! Kau hanya perlu mengirimkan pesan agar cepat pulang”

“shireo!”

“palli!! ” #dugg

“aakkk!”

paksa yesung dengan mmbenturkan kepala JiSun pada tembok hingga dengan cepat darah itu mengalir dan membasahi seluruh wajahnya.

Yesung mengedarkan pandangannya dan menemukan ponsel ji sun yang berada di atas meja

Kemudian yesung langsung mengirimkan beberapa pesan pada heechul.

“hentikan!” pekik Ji Sun memegangi kepalanya.

“hey Yun Ji Sun, kenapa kau sangat mencintai namja gila seperti Kim Hechul huh?” Tanya Yesung mencengkram kuat bahu Ji Sun

“kau yang gila” ji sun menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang teramat sakit serta air mata yang keluar dengan sendirinya karena luka dikepala yang begitu menusuk.

“kau tahu dulu kim heechul merusak hidup Hye Jong, dia bahkan sudah menyentuhnya dan HYE JONG MATI GARA-GARA KIM HECHUL!!” pekik yesung dengan penuh penekanan.

Saat itu memang Hye Jong mantan kekasih Kim Hechul meninggal karena bunuh diri. Ia merasa dicampakan oleh kim hechul yang tiba-tiba menikah Yun Ji Sun. belum lagi Heechul pernah menyentuhnya dulu. Bahkan kata-kata kim heechul sangat membuatnya depresi saat itu”kau yeoja murahan. Lupakan saja aku! Aku tidak pernah mencintaimu”.

 

Ucapan dari Yesung benar-benar menyayat hati ji sun

Namun ia membalasanya dengan tersenyum. “sudah itu kan masa lalu. Jangan mengingatnya lagi” ucapan kim heechul masih terngiang-ngiang di pikirannya. hanya masa lalu!

“aku tahu. lagipula itu hanya masa lalu. Jangan menhingatnya lagi!” ucap ji sun menirukan gaya bicara heechul dulu.

 

‘oppa bahkan jika aku harus mati saat ini juga. Aku tidak apa-apa. Asal kau tersenyum dan hidup bahagia’ batin Ji Sun

 

 

#jlebb!

Sebuah tusukan pada perut ji sun sebelah kanan. Membuat nafasnya sempat terhenti. Jantung yang tak beraturan dan mulai terasa darah itu mengalir. Merah membasahi bajunya bahkan hingga menets meninggalkan bercak merah di lantai itu

Mata Ji Sun memerah menahan sakit yang luar biasa.

#brukk!

Ji Sun tak mampu lagi menopang tubuhnya. Air matanya kembali meluncur deras dari sudut matanya.

“kau tidak akan pernah bisa membunuhku. Arraseo?” ucap Ji Sun kembali tersenyum

‘aku mencintaimu kim hechul. Aku mencintaimu kim hechul. Aku mencintaimu kim heechul’

Hanya kalimat itu yang ia ucapkan dalam hatinya.

 

Drrtt.. drrrt

Ponsel ji sun berbunyi

Yesung meilhatnya tersenyum kemudian memberikan ponsel itu pada Ji Sun

“suruh dia pulang!”

 

“yeoboseyo? Chagi… waeyo?” ucap heechul

Ji Sun tersenyum

“gwenchanayo oppa! Saranghae!”  ucapnya dengan meneteskan airmata.

#plip

“BODOH!”

 

_FLASHBACK END_

 

“Apa kau masih ingat dulu saat Hye Jong yeoja yang sangat aku cintai mati mengenaskan? Dia begitu mencintaimu. Tapi apa? Kau mencampakannya. Kau menikah dengan yeoja bodoh ini!!!! Dan dia.. dia harus memotong urat nadinya karenamu. DIA MATI KIM HEECHUL!!! Dan sekarang aku membalasnya kepada istrimu sama halnya dngan Hye Jong. Nyawa dibalas dengan nyawa.dulu kau membunuh kekasihku dan sekarang istrimu akan mati ditanganku! Tadinya aku ingin membunuhmu, tapi itu terlalu baik untukmu aku tau kau akan tersiksa jika dia mati! Selamat tinggal Kim Heechul!”

 

Rasanya saat ini juga Heechul ingin mengejar dan membunuh yesung yang dulu sahabatnya namun kondisi Ji Sun saat ini sedang sekarat.

“Chagi.. bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit.”

“oppa.. aku mencintaimu..” ucap Ji Sun kembali trsenyum.

“oppa…!” panggil Ji Sun dengan suara parau

“apa sayangku? Hmm? Kau sakit? Sudah jangan berbicara lagi.. hiks hikss” Heechul tak mampu lagi menahan isakannya.

“sa.. rang.. hae”

Mendengar dan melihatnya membuat hati heechul benar-benar sakit.

Yeoja yang sangat ia cintai dan ia butuhkan harus seperti ini karenanya.

Segera heechul menggendong Ji Sun dan membawanya masuk ke dalam mobil. Wajah Ji Sun benar-benar pucat saat ini. Dia mengeluarkan darah sangat banyak.

 

Sial! Mobilnya tak bisa dihidupkan. Ini semua rencana Yesung

“HAAHH!!!”

 

“chagi.. kau harus kuat!” tidak ada pilihan lain dia menggendong istrinya hingga jalan raya yang cukup jauh dari rumahnya.

Jika ia menunggu ambulance atau taksi pasti akan lama.

Dengan peluh dan air mata heechul berlari seraya membawa istrinya..

“kau harus kuat” ucapnya dengan tangisan

“op..oppa.. kau pasti lelah. Su.. dah ja.. ngan berlari laa.. gi. Aaku berat” ujar Ji Sun terseyum

“kau diam saja!” lagi tangisan hechul tak mampu ia hentikan sendiri.

Dia terus berlari hingga ia menghentikan sebuah taksi

“rumah sakit! Palliwa!!”

 

 

Sampai di rumah sakit dengan segera heechul membawa istrinya masuk ke ruang UGD.

 

 

Tak butuh waktu yang lama. Dokter itupun keluar dan menyuruh kim heechul agar masuk

“kau harus tegar” ucap sang dokter

 

“Chagi.. waeyo? Kenapa dihentikan!”

“op..ppa.. ak.ku tidak bisa ber.. tahan.. kau ha..rus hidup dengan baik..”tutur Ji Sun terbata-bata. Sungguh saat ini tubuhnya benar-benar sakit.

Dia memang sudah sangat kritis akibat luka ditubuhnya. Dan saat ini memang ji sun sedang sekarat sedang menunggu akhir dari hidupnya. Ji sun meminta dokter agar menyuruh heechul untuk masuk.

 

“Ji Sun… ”

“oppa.. sa..kit”

Untuk pertama kalinya ia mengeluh atau mengucapkan kata itu. Sakit karena tusukan itu terasa hingga menghujam jantungnya.

 

#CHU

 

Heechul mencium bibir Ji Sun sekilas.

Membuat yeoja yang diuYun hidupnya ini trsenyum

“kau akan hidup sayang… bukankah kita akan berencana mempunyai anak yang banyak? Jebalyo bertahanlah.. hikss.. hikss..

“oppa.. bahkan.. ji ka.. aku mati.. aku.. tidak bi..sa berhen..ti men ..cintaimu”

“araseo!! Hiks.. hikss!!”

“a..aku le.lah. aku ingin tidur. . oppa”

 

-chup-

Heechul mencium dahi Ji Sun dengan menutup matanya dan air mata yang terus saja mengalir. Sama halnya dengan ji sun. saat bibir heechul menyentuh dahinya saat itu ia menutup matanya dengan tetesan airmata, hingga ia tak mampu lagi tuk terbangun.

Tak ada lagi detak jantungnya. Tak ada lagi nafas yang bisa ia rasakan.

 

“ANDWAE!!!! ANDWAE!! HAAAAHHH!!! JI SUN.. ANDWAE!! Andwae.. hiks hikss!”

Heechul menyentuh pipi Ji Sun. menciuminya. Dan berbisik “saranghae” dekat telinganya

 

Namun sayang. Tuhan berkehendak lain. Ji sun tidak bisa lagi membuka matanya.

“kau jahat… chagiya… ireona!! ”

 

“kau sdang tidur?? Hah!! Benarkan? Aku memang menyukai wajahmu saat tidur.. tapi bukan seperti ini.. ireona kim ji sun!!!”

 

 

“oppa… aku mncintaimu!”

 

 

“JI SUN?”

 

 

The END

 

Advertisements

2 thoughts on “EVEN IF I DIE, I CAN’T STOP LOVING YOU (ONESHOOT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s