BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 3)

bad-girl

  • Title : Bad Girl And Good Boy
  • Author : WonA
  • Length : Chapter
  • Rating : General
  • Genre : Romance, School Life
  • Cast : Kim Sa Rang – Cho KyuHyun -Other Cast.
  • Disclaimer: This Fanfiction Is Pure Of My Imagination And The Cast Belongs Themselves

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Typo is magic . . .

 

Happy Reading~

 

BEFORE > > >

“anio.. aku tidak apa-apa” jawabnya dingin

Aishh!! Sifat dulunya mucul lagi

“aku antar ya..?” tawarku

“tidak usah!! Aku tidak ingin menyusahkanmu lagi” jawabnya tanpa menatapku

“jika kau menolak aku antar berarti kau marah padaku!” ucapku merentangkan tanganku menghalanginya

“kenapa kau memberiku pilihan yang mudah” tanyanya kemudian  pergi meninggalkanku

Apa maksud perkataanya?

Aku mulai berfikir mencerna ucapannya itu. Berarti dia marah padaku?

Dia marah padaku? Kenapa?

Ku balikan tubuhku dan hanya bisa menatap punggungnya yang mulai menjauh pergi dengan langkah yang cukup cepat itu

“apa yang membuatmu marah padaku Kim Sa Rang?”

 

STORY BEGIN >> CHAPTER 3

 

 

SARANG’S P.O.V

Ucapan Cho Kyuhyun kemarin membuatku tak bisa berhenti memikirkannya. Kenapa aku marah saat dia mengatakan tidak akan berpacaran denganku? Aku heran, apa dia memang sangat tidak ingin mempunyai yeojachingu seperti aku? Bodoh! Kenapa aku heran. Jelas sekali pasti tidak mau. Dia seorang yang bisa dikatakan PERFECT jelas tidak mau memiliki yeojachingu yang penuh kekurangan sepertiku.

 

HAH! Ayolah Kim Sa Rang kenapa kau mengeluh dan merendahkan dirimu seperti ini. Belum pernah aku melakukan ini sebelumnya.

Tapi tetap saja aku kesal padanya. Mana boleh namja mengatakan hal seperti itu di depan orang lain. Bukankah sangat menyakitkan? Apa dia tidak menganggapku yeoja? Aku juga yeoja Cho Kyuhyun!!

Hari ini aku tidak masuk sekolah lagi, bukan karena membolos tapi karena kondisi tubuhku menurun. Tubuhku sangat lemas dan kepalaku sangat pusing, aku tidak mungkin memaksakan pergi ke sekolah karena pasti akan menyusahkan orang lain! Bnarkan?. Aku tidak ingin pergi ke dokter karena tidak ada orang yang bisa menemaniku. Yeodongsaengku Kim Hee Sun sedang bersekolah. Ini semua gara-gara aku kehujanan. Dan terlalu lelah melakukan semua aktivitasku.

Kenapa hidupku sangat menyedihkan? Bahkan saat sakit seperti ini tak ada orang yang bisa menemaniku!!

“HAH!!!!”

*Tok Tok Tok

Siapa sih yang bertamu disaat aku sedang sakit? Tidak tahukah berjalan saja sangat membuatku tersiksa?

Dengan langkah gontai aku menyusuri ruangan ini dan membuka pintu.

Mereka?

 

“Annyeong .. . SaRang-ya… kami datang kemari untuk menjengukmu!” Ujar Ah Young dengan tersenyum

“Masuklah!” Jawabku singkat

 

Mereka bertiga: Kang Ah Young, Lee Donghae, dan . . . Cho Kyuhyun. Aish! bahkan sebenarnya aku tidak ingin melihat namja ini.. mereka bertiga kemudian duduk dan menatap wajahku.

 

“Wah.. Wajahmu pucat sekali Rang-ah” komentar Donghae setelah melihat wajahku.

“Perasaanmu saja . . . aku baru bangun tidur. Sebenarnya aku tidak sakit apa-apa, hanya pusing dan malas saja” jawabku datar

“Jinjjayo??” Tanya Ah Young.

“Nde!!” jawabku kemudian menyandarkan punggungku pada sofa.

“ish kau ini selalu seperti itu. ”

Apa namja tinggi nan putih ini tidak mau berbicara sedikitpun?? Bodoh!

“ah young . .  bolehkah Hee Sun menginap di rumahmu hari ini?? Aku sedang flu, aku takut dia tertular” pintaku pada Ah Young

“eoh? Ne.. tentu saja boleh, lagi pula dia kan sudah sangat dekat denganku. Bahkan keluargaku sangat menyayanginya. Tapi bagaimana denganmu? Kau nanti sendrian”

“arraseo.,. lagipula aku sudah sering sendirian. Jika dia bersamaku akan menyusahkanku saja.” Jawabku menatap yeoja ini.

“arra~ kami akan menghabiskan waktu dengan melihat-lihat produk kecantikan yang baru di majalahku.”

Ya, dialah yang membawa “virus berdandan” pada adikku. Itu salah satu alasan Heesun menyukai Ahyoung.

“terserah kau saja!”

 

KYUHYUN’S P.O.V

Ayolah Cho Kyuhyun kenapa kau tidak mau juga membuka mulutmu.

Aku masih canggung.

Dari pagi semenjak dia tidak masuk sekolah memang aku sangat khawatir pada yeoja ini. Bagaimana bisa dia sakit? Padahal kemarin sore baru saja kami jalan-jalan.

“ah . . . bukankah sekarang waktunya menjemput Hee Sun?” Tanya Ah Young bangkit dari tempat duduknya.

“kami pulang dulu ne,. sekalian kami mau menjemput Hee sun, jja Donghae oppa.. oh iya Kyuhyun-ah kau masih mau disini kan?.. kami pamit pulang dulu ne?” pamit Kang Ah Young menarik lengan Donghae kekasihnya.

Sepertinya yeoja ini sengaja melakukan itu.

 

***

“hmm. . . Rang-ah… bagaimana keadaanmu sekarang?” tanyaku ragu.

Ish! Kenapa aku mengatakan kata-kata konyol itu, bukankah dia sudah menjawabnya tadi. Pabbo!!

“baik-baik saja..” jawabnya ketus

Bohong! Padahal aku bisa meilhat dengan jelas dia itu tidak baik-baik saja.

“mianhae. . .” ucapku pelan namun masih dapat terdengar olehnya.

“kau tidak perlu meminta maaf , kau tidak salah” jawab yeoja ini tersenyum.

Senyumannya… aish! Membuatku sangat bahagia.

Tapi aku masih cemas padanya, dia sepertinya sakit sungguhan tidak seperti penuturannya pada Ah young dan Donghae.

“terimakasih karena kau telah menjengukku..aku tidak apa-apa, jeongmal” ucapnya lagi dengan senyumannya.

“jangan berbohong lagi Rang-ah . . jebal..!! apa kau sudah pergi ke dokter?” tanyaku menatapnya.

“…” dia hanya menggelengkan kepalanya.

Kulihat wajahnya semakin pucat dan tubuhnya terasa sangat lemah. Kim Sarang kau kenapa?

“kajja . .. aku temani kau ke dokter?” tawarku memberanikan diri memegang tangannya. Dia tampak sedikit terkejut dan menatapku.

“aku bilang aku tidak apa-apa.. ” jawabnya dengan suara parau dan melepaskan genggaman tanganku.

“kau kenapa? Apa karena ucapanku?” tanyaku  berhati-hati

“mwo? Ah~ tidak! Sudahlah Kyuhyun-ssi, nan gwenchana. Jeongmallyeo!”

Aku hanya diam menatapnya dengan tatapan tak percaya namun halus, kurasakan wajahnya ia paksakan untuk tersenyum sementara pipinya yang mulai memerah! Aku yakin suhu badannya sangat tinggi, dasar yeoja keras kepala!

Tiba-tiba gadis ini bangkit, langkahnya terhalang ketika refleks tanganku lagi menggenggamnya tuk mencegah yeoja ini pergi.

“wae? Aku ingin ke kamar. Kau pulang saja, aku mau tidur!” katanya. SaRang menatap tangannya yang digenggam olehku.

Perlahan aku melepaskan dan membiarkannya pergi meninggalkanku sendiri disini.

Apa yang harus kulakukan?

Apa aku harus pulang? Tapi bagaimana dengan keadaannya?

Tapi . . . tidak baik jika yeoja dan namja berada dalam satu atap hanya berdua! Aish! Aku sangat bingung. Bagaimana ini?

 

AUTHOR’s POV

Setelah beberapa saat memejamkan matanya, yeoja ini terbangun karena jujur saja dengan kondisinya seperti ini, untuk tidurpun tidak akan pernah merasakan nyenyak. Bahkan ia harus terbangun beberapa kali karena mimpi buruk yang menghantuinya.

Kedua kakinya ia paksakan berjalan menuju ruang utama, entahlah! Awalnya ia berpikir namja itu akan pulang, namun tiba-tiba hatinya berharap agar namja itu menunggunya.

Dengan pandangan yang mulai buram, ia tersenyum saat mendapati Cho Kyuhyun sedang duduk bersama sebuah buku yang sedang dibacanya.

‘good boy’

 

BRUKK!

Kyuhyun menoleh saat terdengar bunyi gaduh seperti barang yang terjatuh. Namun bukanlah barang yang terjatuh, wajahnya menampakkan ekspresi terkejut ketika mendapati gadis itu sudah tergeletak di lantai.

“Sarang-ah . . .”

 

***

Handuk putih yang basah itu telah mendarat berulang kali di dahi Gadis yang mempunyai mata oval ini.

Berulang kali juga Kyuhyun memeriksakan suhu badan Kim Sarang dengan Punggung tangannya.

Sudah hampir satu jam yeoja ini tak sadarkan diri dan beberapa kali meracau akibat suhu badan yang cukup tinggi itu.

Kyuhyun tertidur di kursi yang jaraknya tak jauh dengan tempat tidur gadis ini. Bahkan ketika Fajar belum sempurna memperlihatkan sinarnya di kota seoul ini ia telah bangun.

Pertama yang ia lakukan setelah mengumpulkan seluruh tenaganya yaitu memeriksa kondisi yeoja bermarga Kim ini.

“suhu badannya menurun” gumamnya dengan tersenyum.

***

“apa kepalamu masih pusing?” Tanya Kyuhyun sesaat setelah Sarang mengerjapkan matanya.

“hmm~ kau tidak pulang?” Tanya Kim Sarang dengan suara serak.

“itu tidak penting, yang penting kau harus makan dulu. Aku telah membuatkan bubur untukmu, setelah itu kau harus minum obat. Dokter mengatakan kau terlalu lelah dan daya tahan tubuhmu menurun hingga kau demam tinggi.”

“pulanglah . . . aku sudah tidak apa-apa!”

“aku akan pulang setelah kau menghabiskan ini dan meminum obatnya.”

“bukankah tidak ada beras atau bahan makanan lainnya?”

“aku pergi ke toko setelah ke Apotek, sudah jangan banyak bertanya. Bertanyalah nanti saat kau tidak mengerti dengan apa yang guru jelaskan!”

“ish! Baiklah”

Kyuhyun hanya bisa tersenyum saat memandangi Sarang yang sedang melahap bubur buatannya.

Setelah menghabiskan bubur dan meminum obatnya, Kyuhyun bangkit dari tempat duduk bermaksud untuk pulang.

Kali ini Sarang yang menggenggam tangannya menahan untuk tidak pergi.

Kyuhyun tak berucap satu katapun, ia hanya tersenyum menatap yeoja ini seolah bertanya ‘ada apa’

“terima kasih!” ucap Sarang yang kemudian menundukan kepalanya.

“aku akan membalas ucapan terima kasihmu setelah kau sembuh dan kembali masuk sekolah. Kau harus istirahat, jangan paksa tubuhmu menyerupai egomu.”

Kim Sarang tersenyum mendengar balasan dari Pria ini, bukankah berarti ia begitu mengkhawatirkan dan peduli pada dirinya?

***

Kyuhyun memasuki rumahnya setelah beberapa pelayan membukakan pintu dan menyambutnya.

Namja paruh baya itu berjalan dari kamarnya menuju namja pria berusia muda yang ia tunggu sejak kemarin.

“kau dari mana saja Tuan Muda? Aku menghubungi berulang kali tapi kau hanya mengirim pesan satu kali, tidak sopan!” tukas Haraboji dengan nada halus seraya menepuk pundak Cho Kyuhyun.

 

“Mianhamnida Harabeoji, aku  . . . aku merawat temanku yang sakit di rumahnya.” Jawab Kyuhyun dengan ragu-ragu.

“seorang gadis?” Tanya Tuan Cho membuat mata Cho Kyuhyun membulat sempurna.

“ah~ tidak. . .” bantah Kyuhyun namun disambar oleh tatapan kakeknya yang sepertinya tidak percaya.

“maksudku. . . dia tidak seperti seorang gadis. Keras kepala, tidak mau diatur, dan . . . ya meskipun terkadang dia manis dan seperti yeoja biasanya tapi~”

“kau menyukainya?”

“tapi kakek tidak akan suka dengan gadis itu!”

“benarkah? Apa dia seorang pembunuh atau penjual narkoba hingga aku tidak menyukainya?”

“MWO? Hah~ dia tidak sekejam itu! hanya saja mungkin akan banyak orang yang tidak menyukainya karena belum mengenal sifat aslinya!”

“jadi kau mengenal betul sifat aslinya?”

“…”

“Arra~ kau jatuh cinta rupanya hum? Aku akan menyetujuinya. Siapapun gadis itu, jika dia begitu mencintaimu dan membuatmu bahagia aku akan mendukung hubungan kalian.”

“haha . . .  sudahlah, aku kan tidak mengatakan jika aku  jatuh cinta padanya! ”

“lalu mengapa pipimu seperti tomat huh?”

“Yaa! Ah kakek, sudah-sudah . . . lebih baik aku ke kamar. . .”

*

 

Seorang yeoja tengah terburu-buru memasuki sebuah tempat umum yang sangat ramai saat malam hari itu.

Seorang namja berumur yang memakai pakaian rapi lengkap dengan dasi di lehernya telah bersiap mengeluarkan celotehannya di hadapan yeoja ini.

“mianhamnida Goo Ahjussi, kemarin aku tak memberi kabar jika aku sakit dan tidak bisa masuk. Maafkan aku Ahjussi!”

“aish! Apa kau tidak tahu aku sangat sulit mencari penggantimu, semua yang aku tunjuk untuk menggantikanmu hanya bisa mengacaukan saja arra? Haa~ sudahlah cepat naik ke panggung dan bernyanyilah dengan baik!”

“nde! algeseumnida, gamsahamnida”

 

Lampu-lampu kecil yang berwarna-warni itu nampak menyala mengiringi alunan musik yang mulai diperdengarkan, dengan sentuhan jari-jari yang mahir menyentuh setiap bagian dari piano yang disimpan manis di tepi panggung.

Gadis ini mulai memperlihatkan kebolehannya dalam menyanyi.

Semua bertepuk tangan dan mengagumi gadis cantik yang sedang bernyanyi di depan sana.

 

***

 

Saat waktu tepat dini hari, ia keluar dari keramaian itu! dengan tas kesil yang menggantung di pundak kanannya seraya merapikan jaket tebal yang ia kenakan, gadis ini terus berjalan mengejar waktu.

Ia ingin cepat-cepat tiba di rumah dan kembali beristirahat agar esok ia tak mengantuk saat sedang belajar.

Lelah! Tentu saja, gadis remaja seusianya seharusnya menikmati dengan berkumpul bersama temannya, membicarakan hal-hal yang membuat tersenyum di sore hari. Menonton konser, ataupun sekedar membicarakan kekasih. Namun ia terpaksa harus bekerja di masa-masa sekolahnya yang hampir tamat agar bisa terus bertahan disini.

Langkahnya harus terhenti saat sebuah motor besar berhenti dua meter di hadapannya.

 

Cho kyuhyun!

Namja itu melepaskan helm dan turun dari motornya.

“tidak bisakah meninggalkan kesenanganmu sebentar saja untuk kesehatanmu huh?” ucap Kyuhyun dengan nada yang terkesan memarahi.

“kesenangan?”

“Kim Sarang . . . apa aku juga harus menyebutmu Bad Girl ? Kau membuatku kecewa!”

Saat ini juga gadis ini ingin sekali berteriak pada Cho Kyuhyun dan semuanya. Membantah semua tuduhan yang diberikan padanya.

Namun hatinya lebih mengendalikan pikirannya. Sedih! Itu yang ia rasakan saat ini.

Apa Kyuhyun juga menganggapnya gadis yang tidak benar?

Rasanya ia tidak punya nyali untuk melakukan semua yang mengganjal hatinya, ia terlalu lelah hari ini hingga ia hanya bisa menatap Kyuhyun sekilas sebelum kakinya benar-benar melangkah meninggalkan Kyuhyun yang berdiri di pinggir jalan sana.

 

Baru saja ia masuk k dalam rumahnya, seorang namja yang merupakan ayahnya ini telah membuat kacau kamar tidurnya.

“Yaa! Apa yang kau lakukan huh? Apa appa ku ini sudah gila? Hentikan! Kau mengacaukan semuanya.” teriak Sarang yang terkejut melihat isi lemarinya berantakan. Hee Sun yang duduk memeluk boneka panda itu hanya menatap dingin kakak dan ayahnya ini.

“kenapa kau belum tidur?” Tanya Sarang pada adiknya.

“mana bisa aku tidur sedangkan appa membuat seluruh ruangan berisik.”

“apa yang Appa cari huh?”

“Appa mencari surat rumah ini!” ucap Heesun.

“MWO? MICHIYEOSEO?”

Tuan Kim berjalan menghampiri Sarang

“Sst! Kau jangan berisik, ini sudah malam! Ayolah berikan Surat itu Sarang-ya, appa membutuhkannya! Jika tidak mereka bisa membunuhku! Nanti dua bulan lagi aku jamin akan kembali pada kita. Aku akan-”

Rajukan Tuan Kim terhenti saat melihat putrinya meneteskan air matanya. Keduanya bingung dan cemas, jarang sekali seorang Kim Sarang menangis dihadapan mereka berdua apalagi menghadapi masalah seperti ini. Biasanya ia akan marah-marah dan menyuruh ayahnya pergi. Namun kali ini setetes air matanya jatuh.

“lakukan saja apa maumu!” ucap gadis ini kemudian menutup kamarnya.

Tuan Kim hanya bisa diam dan menatap sedih pintu kamar anak pertamanya ini.

 

 

To Be Continue …

 

Thank You So Much ~ See You at Next Chapter

Follow, Like, and Comment juseyo~

Advertisements

4 thoughts on “BAD GIRL AND GOOD BOY (CHAPTER 3)

  1. Omg bahkan si kyu belum menyelusuri apa pekerjaan sarang dan dengan seenak nya di nyebut sarang bad girl omg ga bisa di percaya :v itu appa nya bener2 ya DJ ga pernah pulang , eh pulang2 ngeledah rumah kaya rampok aja -_-

    Liked by 1 person

  2. Yaaaa kyu jgn salah faham dulu, seharusnya u selidiki knp sarang sampai pergi k club setiap hari. Wahhhh appa sarang bnr2 tdk tahu malu sdh membuat hidup ank2 nya menderit ehhh sekarang tambah mau minta surat tanah.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s